• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Net Profit Margin pada Perusahaan Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan Terhadap Net Profit Margin pada Perusahaan Barang Konsumsi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya setiap perusahaan baik yang bergerak di bidang dagang, jasa maupun manufaktur memiliki tujuan yang sama yaitu untuk memperoleh laba dan menjaga kesinambungan perusahaan di masa akan datang. Di era globalisasi saat ini, semakin menambah permasalahan bagi manajemen suatu perusahaan di dalam mewujudkan usahanya dan menjalankan aktivitas perusahaan.

Secara umum, keberhasilan suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya seringkali didasarkan pada tingkat laba yang diperoleh. Akan tetapi, laba yang besar belum tentu menjadi ukuran bahwa perusahaan tersebut telah bekerja secara efisien. Tingkat efisien baru diketahui dengan cara membandingkan laba yang didapat dengan kekayaan atau modal yang menghasilkan laba tersebut.

(2)

Dalam operasinya, perusahaan selalu membutuhkan dana harian misalnya untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, membayar rekening listrik, membayar biaya transportasi, membayar hutang dan sebagainya. Dana yang dialokasikan tersebut diharapkan akan diterima kembali dari hasil penjualan produk yang dihasilkan dalam waktu yang tidak lama (kurang dari satu tahun). Agus (2001 : 71), ”uang yang diterima tersebut dipergunakan lagi untuk kegiatan operasi perusahaan selanjutnya, dan seterusnya dana tersebut berputar selama perusahaan masih beroperasi”. Oleh sebab itu, perputaran piutang dan perputaran

pesediaan harus dikelola dengan baik agar kegiatan usaha dapat berjalan dengan lancar dan perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Piutang merupakan salah satu pos dari aktiva lancar yang sangat penting dan memerlukan kebijakan yang baik dari manajemen dalam pengelolaannya karena selalu berputar. Smith dan Skousen (2005 : 479) “secara umum istilah piutang dapat diterapkan ke semua klaim atas uang, barang, dan jasa, akan tetapi untuk tinjauan akuntansi istilah tersebut secara umum digunakan dalam lingkup yang lebih sempit untuk menggambarkan klaim yang diharapkan akan selesai dengan diterimanya uang tunai (kas)”. Periode perputaran pos ini tergantung pada panjang

pendeknya ketentuan waktu yang telah disepakati.

(3)

benar-benar teliti dalam menginvestasikan dana perusahaan dengan tujuan untuk menjaga keefektifan dan keefisienan perusahaan.

Masalah piutang ini menjadi penting manakala perusahaan harus menilai dan mempertimbangkan berapa besarnya jumlah piutang yang optimal. Mengingat pentingnya suatu piutang tersebut, piutang perusahaan harus dikelola secara efisien dengan biaya–biaya yang ditimbulkan karena adanya piutang. Semakin besar piutang semakin besar pula biaya-biaya (carrying cost) yang dikeluarkan perusahaan. Oleh karena itu setiap perusahaan mengambil kebijaksanaan untuk memberikan kredit yang sudah ditetapkan dan diharapkan untuk para konsumen atau pelanggan agar mereka membayar utang tepat pada waktu yang telah ditentukan. Mengingat bahwa piutang merupakan suatu bentuk investasi yang cukup besar bagi perusahaan dan memberikan banyak manfaat bagi perusahaan, maka diperlukan adanya manajemen piutang yang lebih baik sehingga keuntungan–keuntungan yang didapatkan lebih meningkat. Selain itu piutang juga dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana atau modal yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi perusahaan dan menghasilkan keuntungan atau laba yang besar bagi perusahaan.

(4)

barang konsumsi harus menyimpan persediaan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Kegagalan pada akun ini berakibat buruk apabila tidak diperhatikan, karena dapat mengakibatkan hilangnya penjualan/pendapatan sehingga dapat mengurangi laba operasional perusahaan. Hambatan atau kendala dalam kegiatan produksi dapat terjadi karena beberapa hal, salah satunya adalah karena persediaan. Ketika terjadi kendala dalam persediaan misalnya keterlambatan persediaan, maka proses produksi secara otomatis juga akan terhambat yang nantinya akan berdampak pula dalam hal kemampuan memperoleh laba.Ukuran perusahaan merupakan variabel operasional yang dapat diidentifikasi dengan jumlah total aset yang dimiliki perusahaan. Dimana semakin besar suatu perusahaan, maka nilai persediaan yang dimiliki juga besar sehingga total aset yang dimiliki perusahaan akan semakin tinggi.

(5)

Perusahaan akan lebih cepat tumbuh menjadi perusahaan dengan ekuitas yang besar. Namun dengan catatan bahwa persentase laba bersih yang masuk sebagai ekuitas jauh lebih tinggi ketimbang persentase laba bersih yang dibagikan sebagai dividen. Pertumbuhan ini dikarenakan perusahaan yang selalu mencatatkan laba bersih tinggi, dan laba bersih tersebut akan masuk sebagai saldo laba yang nantinya semakin menambah ekuitas perusahaan.Perusahaan yang menarik adalah yang menikmati margin laba yang tinggi dan menghasilkan keuntungan kas untuk pemiliknya. Daya tarik ini berlanjut jika laba bersih perusahaan memberikan keuntungan tinggi pada ekuitas perusahaan.

Net Profit Margin (NPM) adalah rasio yang digunakan untuk menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bersih.Net Profit Margin digunakan untuk menentukan mana perusahaan yang dengan pendapatan tertentu berhasil menghasilkan laba bersih maksimal. Perusahaan seperti ini lebih efisien operasionalnya ketimbang perusahaan lain. Namun, perlu dicatat bahwa membandingkan rasio Net Profit Margin suatu perusahaan dengan perusahaan lain haruslah dilakukan dalam satu sektor yang sama.Mengingat, Net Profit Margin antara sektor yang satu dengan sektor lainnya jelas sangat berbeda.

Besar kecilnya rasio profit margin pada setiap transaksi sales ditentukan oleh dua faktor, yaitu net sales dan laba usaha atau net operating income

(6)

rasio profit margin dapat diperbesar dengan menekan atau memperkecil biaya usahanya.

Penelitian ini merupakan replikasi dari penelitian Ricardo Sitorus (2010). Perbedaan antara penelitian ini dengan penelitian sebelumnya yaitu objek penelitian dalam penelitian ini yaitu perusahaan barang konsumsi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia serta perbedaan periode penulisan. Andayani (2009) yang meneliti “pengaruh perputaran modal kerja dan struktur aktiva terhadap tingkat profitabilitas perusahaan yang terdaftar di BEI”. Hasil penelitian menunjukkan

bahwa perputaran kas dan struktur aktiva mempunyai pengaruh negatif yang tidak signifikan terhadap profitabilitas (ROA). Sitorus (2010) yang meneliti “pengaruh

perputaran modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa

secara simultan perputaran piutang dan perputaran modal kerja berpengaruh secara signifikan terhadap Net Profit Margin (NPM). Purba (2011) yang meneliti “pengaruh perputaran modal kerja terhadap profitabilitas pada perusahaan

pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel perputaran kas dan perputaran persediaan tidak memilki pengaruh terhadap profitabilitas (ROI), tetapi variabel perputaran piutang memiliki pengaruh terhadap profitabilitas (ROI). Wulan (2012) meneliti “pengaruh perputaran modal kerja, piutang, dan aktiva tetap terhadap profitabilitas

(7)

perputaran modal kerja, perputaran piutang, dan aktiva tetap tidak berpengaruh terhadap Return On Investment.

Oleh karena itu, perlu untuk mengkaji pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap net profit margin, mengingat suata perusahaan saat ini semakin menuju kearah efisien sehingga semua informasi yang relevan dapat dijadikan masukan untuk menilai baik ayau tidak suatu perusahaan tersebut. Berdasarkan hal-hal di atas, maka peneliti mengambil judul “Pengaruh Perputaran Piutang dan Perputaran Persediaan terhadap Net Profit Marginpada Perusahaan Barang Konsumsi yang Terdaftar di BursaEfek

Indonesia”.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang penelitian, maka dapat dirumuskan perumusan masalah dalam penelitian ini:

1. Apakah pengaruh perputaran piutang terhadap net profit margin? 2. Apakah pengaruh perputaran persediaan terhadap net profit margin? 3. Apakah pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan

(8)

1.3 Tujuan dan manfaat Penelitian

Tujuan Penelitian

Sesuai dengan perumusan masalah, tujuan yang ingin dicapai untuk penelitian ini adalah:

1. Untuk menguji pengaruh perputaran piutang terhasdap net profit margin. 2. Untuk menguji pengaruh perputaran persediaan terhadap net profit

margin.

3. Untuk menguji pengaruh perputaran piutang dan perputaran persediaan terhadap net profit margin.

Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini diharapkan:

1. Bagi peneliti, untuk menambah wawasan peneliti sehubungan dengan pengaruh dari modal kerja terhadap profitabilitas.

2. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan bagi pihak manajemen perusahaan untuk mengelola modal kerja sebaik mungkin agar perusahaan semakin lebih baik.

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan dividen adalah kebijakan keuangan yang sengaja dibuat oleh manajer untuk menentukan porsi pendapatan perusahaan yang akan dibagikan sebagai dividen kepada

Gadis yang tidak pernah disentuh oleh laki2, telinganya cantik dan nampak bersih, kalau gadis itu pernah disetubuhi atau telinganya pernah digigit atau dicium dan disentuh,

METODOLOGI PENELI TI AN... HASI L PENELI

Kontingensi Mc Nemar Untuk Pengujian Dampak Sebelum dan Sesudah Adanya Pengembangan Pantai Padang Terhadap Pendapatan Dilihat Dari Sisi Penetapan

Bagi SMA Taman Madya Jetis Yogyakarta disarankan untuk dapat melakukan kerja sama dengan BKKBN atau Puskesmas untuk membentuk pelayanan kesehatan reproduksi bagi

karena atas berkat, rahmat dan cinta-Nya yang diberikan, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ”Efek Antiinflamasi Benzoil Eugenol secara Topikal terhadap Edema Kaki

a) Menurut M.T.E Hariandja (2002), sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti

(Moleong, 2007), ”jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah jawaban atas pertanyaan penelitian yang ditujukan terhadap masalah yang telah dirumuskan dan