• Tidak ada hasil yang ditemukan

PKBM KI HAJAR DEWANTARA KABUPATEN PRINGSEWU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PKBM KI HAJAR DEWANTARA KABUPATEN PRINGSEWU"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

1

PEMBELAJARAN BERBASIS KETERAMPILAN DALAM RANGKA

MENGEMBANGKAN KARAKTER PESERTA DIDIK DI PKBM KI HAJAR DEWANTARA KABUPATEN PRINGSEWU

DISUSUN SEBAGAI SYARAT :

UNTUK MENGIKUTI SIMPOSIUM GTK TAHUN 2016

DISUSUN OLEH : TUWI SUHARTI, S.Pd.

TUTOR PAKET C

PKBM KI HAJAR DEWANTARA KABUPATEN PRINGSEWU

2016

(2)

2 BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH

Pendidikan merupakan sektor penting yang berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan bangsa.Tetapi saat ini masih banyak penduduk Indonesia yang belum mendapatkan pelayanan pendidikan terutama untuk masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Mahalnya biaya pendidikan menjadi faktor utama bagi masyarakat sehingga mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenyam pendidikan bahkan sampai sekolah dasar sekalipun.

Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM) Ki Hajar Dewantara merupakan kelompok belajar binaan UPT-SKB Kabupaten Pringsewu yang berada di Kelurahan Pringsewu Barat Kecamatan Pringsewu yang merupakan penyelenggara Pendidikan Kesetaraan Paket A, B dan C yang memiliki visi terwujudnya masyarakat gemar membaca, bekerja, dan berusaha sehingga tercipta masyarakat yang cerdas, trampil, mandiri, sehat, berahlak mulia, dan mampu menghadapi tantangan global. Oleh karena itu, Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ki Hajar Dewantara merupakan salah satu alternatif yang dapat dipilih dan dijadikan ajang pemberdayaan masyarakat. Hal ini selaras dengan pemikiran bahwa dengan melembagakan PKBM maka akan banyak potensi yang selama ini tidak tergali akan dapat digali, ditumbuhkan, dimanfaatkan dan didayagunakan. Kehadiran PKBM Ki Hajar Dewantara binaan SKB Kabupaten Pringsewu diharapkan menjadi pemicu dan penyulut motivasi dan kreasi masyarakat terutama pada warga belajar Paket C.

Namun didalam pelaksanaan pembelajaran pada warga belajar paket C ditemukan beberapa permasalahan, diantaranya rendahnya kehadiran warga belajar, kesibukan warga belajar yang mengikuti program sambil bekerja ,warga belajar kurang memperhatikan pentingnya pendidikan, dan rendahnya minat untuk belajar terutama pada mata pelajaran Bahasa Inggrs.Karena sebagian besar warga belajar

(3)

3

beranggapan bahwa Pelajaran Bahasa Inggris dianggap pelajaran yang paling sulit untuk dipahami.

Melihat kondisi diatas maka hal yang dilakukan oleh tutor pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat ( PKBM) Ki Hajar Dewantara Binaan SKB Kabupaten Pringsewu adalah dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar Bahasa Inggris di kelas karena tutor mempunyai peranan dan tanggung jawab yang besar dalam meningkatkan kualitas belajar mengajar bahasa Inggris. Bagaimana seorang tutor itu membuat warga belajar Paket C menjadi aktif, kreatif, termotivatif, dan inspiratif maka tutor harus membuat suatu perubahan dan pembaharuan atau yang disebut dengan inovasi pembelajaran, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, penulis sebagai tutor mencoba untuk mencari solusi dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mencari inovasi agar warga belajar tertarik dan termotivasi untuk mengikuti pelajaran Bahasa Inggris yaitu dengan menggunakan media kain flannel. Karena penulis sebagai tutor keterampilan dan tutor Bahasa Inggris maka penulis mencoba untuk memadukan hasil kreasi dari flannel dan dijadikan media pembelajaran Bahasa Inggris. Pembelajaran keterampian yang diberikan kepada warga belajar Paket C diharapkan mereka akan memiliki life skill yang dapat meningkatkan taraf hidupnya dikemudian hari. Karena dalam menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) dibutuhkan pribadi yang kreatif dan inovatif sehingga mereka bisa bersaing dalam menghadapi derasnya arus globalisasi. Tutor yang kreatif dalam mengajar akan memberi dampak yang luar biasa baik secara kognitif, afektif maupun psikomotorik. Dengan mengajarkan keterampilan flannel penulis berharap dapat mengembangkan karakteristik peserta didik seperti memiliki jiwa kewirausahaan ,jiwa seni warga belajar dan memiliki pengetahuan akademik sehingga mereka bisa berekplorasi dengan imajenasinya.

(4)

4 2. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang diatas dapat ditarik permasalahan pada Warga Belajar di PKBM Ki Hajar Dewantara binaan SKB Pringsewu. Adapun permasalahan yang cukup menonjol ada 3 aspek yaitu :

a) Apakah Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris ?

b) Apakah Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris?

c) Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Kecakapan hidup ( life skill)?

3. TUJUAN( BEST PRACTICE )

Tujuan penulisan ini adalah untuk menyampaikan jawaban terhadap masalah yang dirumuskan dalam perumusan masalah diatas yaitu :

a) Untuk mengetahui apakah Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris.

b) Untuk mengetahui apakah Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris u.

c) Untuk mengetahui apakah Pembelajaran Berbasis Keterampilan Dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik Di Pkbm Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris dapat meningkatkan jiwa kewirausahaan dan Kecakapan hidup ( life skill).

(5)

5 4. MANFAAT

Pembelajaran Keterampilan pada Pendidikan Kesetaraan Paket C diharapkan dapat diambil manfaatnya adalah sebagai berikut :

a. Dapat memotivasi warga belajar paket C untuk lebih giat lagi dalam belajar terutama pelajaran Bahasa Inggris di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu.

b. Pembelajaran Berbasis Keterampilan Fungsional Aneka Kreasi Flanel yang diberikan dapat mengembangkan karakter peserta didik, sehingga peserta didik dapat memiliki kecakapan dalam berbahasa Inggris . Karena Saat ini pendidikan bahasa Inggris memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat global. Bahasa Inggris kini telah diakui publik sebagai bahasa Internasional yang telah berdomisili di berbagai bidang industri yang ada. Baik itu bidang politik, ekonomi, atau pun seni dan budaya.

c. Pembelajaran Berbasis Keterampilan Fungsional Aneka Kreasi Flanel diharapkan dapat membekali warga belajar dengan jiwa kewirausahaan serta Kecakapan hidup ( life skill).karena dalam menghadapi MEA ( Masyarakat Ekonomi Asean ) dibutuhkan pribadi yang kreatif dan inovatif sehingga mereka bisa bersaing dalam menghadapi derasnya arus globalisasi.

(6)

6 5. BATASAN ISTILAH

1. Inovasi

Pengertian Inovasi menurut para ahli :

d) Everet M. Rogers :Menurut Everet M. Rogers, pengertian inovasi adalah gagasan, ide, rencana, praktek atau benda yang diterima dan disadari sebagai hal yang baru dari seseorang atau kelompok untuk di implementasikan atau diadopsi.

e) Stephen Robbins :Menurut Stephen Robbins, pengertian inovasi adalah gagasan atau ide baru yang diterapkan untuk memperbaiki suatu produk atau jasa.

Berdasarka pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa Inovasi adalah proses pembaharuan/pemanfaatan/pengembangan dengan menciptakan hal baru yang berbeda dengan sebelumnya. Inovasi juga dapat diartikan penemuan baru dalam teknologi atau kemampuan dalam memperkenalkan temuan baru yang berbeda dari yang telah ada sebelumnya.Orang yang melakukan inovasi disebut dengan inovator. Inovasi harus lah bermanfaat bagi sang inovator atau orang lain.

Syarat-Syarat Inovasi - Dari pengertian inovasi yang terdapat diatas, sesuatu yang dapat dikatakan inovatif ketika memenuhi beberapa syarat, antara lain sebagai berikut:

 Baru

 Berbeda dari sebelumnya atau yang telah ada

 Memberikan manfaat bagi inovator dan orang lain 2. Inovasi Pembelajaran

Inovasi pembelajaran menurut G. Simon Devung (2002:5) adalah Pengembangan unsur-unsur baru dalam bidang pembelajaran dan pengintegrasiannya ke dalam KBM yang sudah atau sedang berlangsung. Unsur-unsur baru tersebut berkaitan dengan materi, fasilitas dan alat bantu, mekanisme, waktu, suasana, input guru, dan siswa di dalam kegiatan belajar mengajar. Jadi, bukan berarti pengadaan inovasi pembelajaran harus dimulai dengan sesuatu yang 100% baru.

(7)

7

Beradasarka pengertian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa inovasi pembelajaran adalah pembelajaran yang menggunakan ide atau teknik/metode yang baru untuk melakukan langkah-langkah belajar, sehingga memperoleh kemajuan hasil belajar yang diinginkan.

3. Keterampilan Fungsional

Pengertian keterampilan fungsional disepadankan dengan konsep kecakapan hidup. Berdasarkan arti kata, kata “terampil”bersamaan arti dengan kata “cakap”(KBBI, 2003: 935). Oleh karena itu, penerapan istilah keterampilan fungsional akan disamakan dengan istilah kecakapan hidup. Kecakapan hidup merupakan refleksikemampuan manusia dalam memberdayakan berbagai potensi diri agar dapat memanfaatkan berbagai sumber daya baik dalam dirinya maupun dari luar agar ia senantiasa terampil dalam menjalani kehidupannya.

Kemandirian mencakup dua hal, yaitu “kemandirian psikologis” dan “sikap mental kewirausahaan” Kemandirian psikologis diartikan sebagai kesiapan dan kemampuan warga belajar untuk melepaskan diri dari ikatan emosi dengan orang dewasa lain dalam mengatur, mengurus, dan menyelesaikan persoalan-persoalannya sendiri, seberapa jauh kemampuan mereka dalam mengambil keputusan dan melaksanakannya melalui perbuatan atau tindakan nyata, serta kemampuan untuk melawan/menolak tekanan atau tuntutan orang lain berdasarkan prinsip benar dan salah, atau penting dan tidak penting.Makna kemandirian psikologis mencakup tigaaspek, yaitu kemandirian emosi (emotional autonomy), kemandirian bertindak atau berperilaku (behavioral autonomy) dan kemandirian nilai (values autonomy). Kemandirian emosi menunjuk pada aspek kemandirian yang berkaitan dengan kebebasan dari ketergantungan atau keterikatan hubungan emosional dengan orang dewasa lainnya

(8)

8 4. Karakter Peserta didik

Pengertian Karakteristik menurut ahli :

Karakteristik berasal dari kata karakter yang berarti tabiat watak, pembawaan, atau kebiasaan yang di miliki oleh individu yang relatif tetap (Pius Partanto, Dahlan, 1994).Sedangkan menurut ahlipsikologi, karakter adalah sebuah sistem keyakinan dan kebiasaan yang mengarahkan tindakan seorang individu. Karena itu, jika pengetahuan mengenai karakter seseorang itu dapat diketahui, maka dapat diketahui pula bagaimana individu tersebut akan bersikap untuk kondisi-kondisi tertentu.

Sedangkan Karakter peserta didik menurut ahli adalah aspek-aspek atau kualitas perseorangan siswa yang terdiri dari minat, sikap, motivasi belajar, gaya belajar kemampuan berfikir, dan kemampuan awal yang dimiliki (Hamzah. B Uno.2007). Mengenal dan memahami karakter peserta didik, memberikan manfaat yang banyak baik bagi peserta didik sendiri maupun bagi guru yang berperan mendampingi mereka. Bagi peserta didik, mereka akan mendapat pelayanan prima, perlakuan yang adil, tidak ada diskriminasi, merasakan bimbingan yang maksimal dan menyelesaikan masalah anak didik dengan memperhatikan karakternya. Sedangkan bagi guru bermanfaat untuk dijadikan acuan dalam merumuskan strategi serta metode dalampembelajaran.Strategi dan metode pembelajaran berguna untuk mencapai tujuanpembelajaran yang diinginkan.

(9)

9 BAB II

INOVASI PEMBELAJARAN 1. BENTUK INOVASI

Untuk mengantisipasi perubahan eksternal dan dinamika hidup yang semakin hari tantanganya semakin besar, setiap warga belajar dituntut untuk selalu belajar secara mandiri agar mampu mengantisipasi jauh sebelumnya sehingga apa yang menjadi tujuan bersama dalam mencapai masa depan yang lebih baik minimal dapat diwujudkan. Karena individu yang selalu mau belajar merupakan prasyarat bagi terciptanya masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, PKBM Ki Hajar Dewantara binaan SKB Pringsewu mencoba menghadirkan inovasi pembelajaran yang diharapkan mampu memotivasi warga belajar agar menyadari akan pentingnya pendidikan dan membekali mereka dengan keterampilan agar memiliki kecakapan hidup didalam kehidupan.

Bentuk Inovasi Pembelajaran yang dilaksanakan di PKBM Ki Hajar Dewantara binaan SKB Pringsewu dalam rangka mengembangkan Karakter Peserta didik pada warga belajar paket C adalah memberikan pembelajaran keterampilan aneka kreasi dari kain flannel kemudian hasilnya diaplikasikan kedalam materi pelajaran Bahasa Inggris. Pembelajaran Keterampilan kain flannel sangat di sukai oleh warga belajar paket C di Kelompok Belajar Ki Hajar Dewantara .Mereka menjadi lebih semangat dan termotivasi untuk belajar. Karena dengan diberikan pembelajaran keterampilan tersebut mereka bisa mengembangkan ide dan gagasan untuk menyulap kain flannel menjadi sebuah karya yang memiliki nilai jual serta dapat dijadikan media pembelajaran Bahasa Inggris.Karena media yang digunakan dalam kegiatan proses belajar mengajar sangatlah penting untuk membantu mengkondisikan situasi kelas menjadi lebih hidup, menarik dan tidak membosankan.

Dalam hal ini warga belajar terlibat langsung dalam pembuatan media sehingga warga belajar menjadi lebih aktif, kreatif, inspiratif karena ikut mencari, mengamati, membuat, mengerjakan, mendemonstrasikan ,memerankan dan lain-lain. Serta dapat

(10)

10

menumbuhkan motivasi belajar siswa karena pengajaran akan lebih menarik perhatian mereka.

Pembuatan media pembelajaran bahasa Inggris berbasis keterampilan aneka kreasi flannel perlu mempertimbangkan kriteria-kriteria agar media yang dipilih dan digunakan sesuai dengan skenario pembelajaran yang dirancang oleh tutor seperti yang disampaikan Nana Sudjana (1990: 4-5) yakni 1) ketepatan media dengan tujuan pengajaran; 2) dukungan terhadap isi bahan pelajaran; 3) kemudahan memperoleh media; 4) keterampilan guru dalam menggunakannya; 5) tersedia waktu untuk menggunakannya; dan 6) sesuai dengan taraf berfikir anak.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran yang dipilih harus memenuhi kriteria-kriteria yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran , kondisi warga belajar, ketersediaan, biaya dan kualitas teknis mengacu pada suatu kenyataan bahwa ketika kita memilih suatu media, media yang dipilih tersebut haruslah berkualitas baik walau dibuat dengan sederhana.

2. PROSEDUR KARYA INOVASI

Secara garis besar ,prosedur karya inovasi yang penulis lakukan diklasifikasikan kedalam :

1. Tahap I, Orientasi Warga Belajar pada Masalah

Sebelum melangkah pada pembelajaran, penulis sebagai tutor pelajaran Bahasa Inggris dan Keterampilan Kesetaraan Paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu melakukan identifikasi terhadap calon Warga Belajar.Ternyata setelah diamati mereka menemukan kesulitan di dalam memahami materi pelajaran bahasa Inggris. Kemudian penulis sebagai tutor Pendidikan Bahasa Inggris dan Keterampilan mencari solusi bagaimana caranya agar warga belajar menyukai pelajaran Bahasa Inggris dan memiliki bekal keterampilan yang dapat diaplikasikan didalam kehidupanya sehari-hari akhirnya penulis menggunakan media aneka kreasi dari kain flanel. Karena penggunaan media pembelajaran bahasa Inggris adalah bertujuan untuk membuat siswa

(11)

11

mudah memahami materi pembelajaran dan menciptakan situasi kelas menjadi lebih hidup dan tidak membosankan.

2. Tahap II, Mengorganisasikan warga belajar untuk belajar

Dalam mengorganisasikan warga belajar untuk belajar tutor membahas bersama-sama dalam sebuah kelompok belajar. Kemudian penulis sebagai tutor bahasa inggris dan keterampilan menyampaikan ide kreatif tentang pembuatan media pembelajaran dari kain flannel yang dibuat sendiri medianya oleh warga belajar dan mereka sangat antusias sekali.

3. Tahap III, Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Tutor membantu warga belajar dalam membuat kreasi dari kain flannel seperti bentuk rumah, boneka, gantungan kuci, bando, kotak tisu dll. Kemudian setelah menjadi sebuah karya maka pada saat materi pembelajaran Bahasa Inggris harus di bawa dan tutor akan membimbing warga belajar untuk belajar Bahasa Inggris dengan menggunakan media dari kain flannel.

Adapun beberapa contoh inovasi pembelajaranberbasis keterampilan dari kain flannel yangbisa dan pernah digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris adalah :

a. Bentuk Jam dari kain flannel untuk belajar telling time

Pada saat pembelajaran keterampilan Warga belajar dengan dipandu oleh tutor membuat jam dari kain flannel. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah warga belajar mengatakan jam dalam bahasa Inggris.

Tehnik Pelaksanaanya :

1. Warga belajar diminta untuk membuat pola lingkaran dengan diameter 10 cm menggunakan kain flannel yang telah disediakan.

2. Kemudian membuat angka 1 sampai 12

3. Setelah tahap dua selesai, kemudian di lanjutkan dengan membuat jarum jam.

4. Setelah semua tahap 1 sampai 3 dilakukan maka dilanjutkan dengan menempel angka-angka dan jarum jam tersebut pada pola kain flannel yang berbentuk lingkaran, setelah itu tempelkan kain flannel tersebut pada

(12)

12

pola kertas/ kardus yang sudah dibentuk lingkaran supaya jam yang dibuat dari kain flannel kaku.

5. Pada saat pembelajaran Bahasa Inggris maka hasil karya yang telah dibuat oleh warga belajar digunakan sebagai media pembelajaran untuk belajar telling time.

6. Tutor menjelaskan kepada warga belajar tentang how to tell the time. 7. Setelah tutor selesai menjelaskan maka tutor membagi warga belajar

kedalam 4 kelompok.

8. Kemudian ketua kelompok mengambil undian yang mana di dalamnya terdapat soal tentang how to tell the time.

9. Kelompok bekerja dengan memutar jarum jam berdasarkan soal how to tell the time. Setelah itu ketua kelompok mewakili untuk menjawab dengan mengatakan waktu dengan tepat.

10. Tutor akan keliling, menilai dan memberi penghargaan bagi kelompok yang tercepat mengerjakan dan benar jawabanya.

b. Kotak tisu dari kain flannel

Warga belajar dipandu oleh tutor membuat kotak tisu dari kain flannel dengan menggunakan peralatan dan bahan yang telah disediakan. Hasil karya yang dihasilkan dapatdijadikan media pembelajaran bahasa inggris tentang teks prosedur.Selain itu juga pembelajaran keterampilan yang telah diajarkan dapat dijadikan bekal untuk kecakapan hidup warga belajar.

c. Boneka doraemon dari kain flannel

Warga belajar dipandu oleh tutor membuat boneka doraemon dari kain flannel dengan menggunakan peralatan dan bahan yang telah disediakan. Hasil karya yang dihasilkan dapat dijadikan media pembelajaran bahasa inggris tentang teks deskriptif.

d. Boneka tangan dari kain flannel

Warga belajar dipandu oleh tutor membuat aneka boneka tangan dari kain flannel dengan menggunakan peralatan dan bahan yang telah disediakan. Hasil karya yang dihasilkan dapat dijadikan media pembelajaran bahasa inggris tentang teks naratif.

(13)

13

Warga belajar dipandu oleh tutor membuat aneka bentuk kreasi dari kain flannel dengan menggunakan peralatan dan bahan yang telah disediakan. Hasil karya yang dihasilkan dapat dijadikan media pembelajaran bahasa inggris tentang kosakata.

4. Tahap IV,Menganalisis dan mengevaluasi proses pembelajaran

Dalam menganalis dan mengevaluasi proses pembelajaran tutor memberikan test berupa soal kepada warga belajar dengan menggunakan media dari kain flannel yang telah dibuat. Kemudian warga belajar menuliskan hasilnya di dalam selembar kertas dan membacakan hasilnya di depan kelas. Dari situlah tutor mengetahui sejauh mana keberhasilan warga belajar dalam menguasai materi pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan media dari kain flannel. 3. HASIL KARYA INOVASI

Hasil Karya Inovasi Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Keterampilan Fungsional Aneka Kreasi Flanel dalam Rangka Mengembangkan Karakter Peserta Didik pada Warga Belajar Paket C Pokjar Ki Hajar Dewantara Binaan SKB Pringsewu adalah : Warga belajar dapat membuat aneka kreasi dari flannel yang dijadikan media pembelajaran Bahasa Inggris dan warga belajar lebih termotivasi untuk belajar Bahasa Inggris.

Secara umum bisa dilihat data perbedaan dan perubahan tingkat kemajuan warga belajar sebelum dan sesudah belajar dengan menggunakan media aneka kreasi dari kain flanel. Data ini adalah hasil pengamatan skala sikap ketika tutor sedang mengajar.

(14)

14

Tabel.Keadaan warga belajar sebelum dan sesudah tutor menggunakan media Pembelajaran dari aneka kreasi flannel.

No Sikap Keadaan siswa

Sebelum Sesudah

1 Aktif 45 % 85%

2 Kreatif 40 % 85 %

3 Motivatif 50 % 80 %

4 Inspiratif 45% 85 %

Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa ada perubahan dan peningkatan warga belajar dalam belajar bahasa Inggris dari sebelum menggunakan media aneka kreasi flanel dengan sesudah menggunakan media aneka kreasi flanel.

Di bawah ini akan dilihat tingkat perubahan kemajuan warga belajar dengan menggunakan media dalam grafik.

Grafik: Tingkat kemajuan warga belajar untuk belajar bahasa Inggris sebelum dan sesudah menggunakan media.

Berdasarkan grafik di atas jelas bahwa ada perubahan yang signifikan antara belajar sebelum dan sesudah menggunakan media aneka kreasi dari kain flanel. Ini menunjukkan bahwa media pembelajaran sangat membuat situasi kelas menjadi hidup karena media sangat menarik minat dan perhatian warga belajar. 4. DAMPAK INOVASI YANG SUDAH DIRASAKAN

Adapun dampak inovasi yang sudah dirasakan adalah :

0 20 40 60 80 100 Sebelum Sesudah Aktif Kreatif Motivatif Inspiratif

(15)

15

1. Meningkatnya minat belajar warga belajar dalam mengikuti pelajaran Bahasa Inggris.

2. Warga belajar menjadi aktif, kreatif, motivatif dan inspiratif.

3. Warga belajar mampu bekerja secara individual maupun kelompok 4. Materi yang disampaikan mudah ditangkap dan dipahami.

5. Warga Belajar lebih termotivasi dan tertarik untuk belajar dan menyadari akan pentingnya pendidikan.

6. Kehadiran warga belajar untuk mengikuti pelajaran Bahasa Inggris meningkat. 7. Tujuan pembelajaran yang diharapkan tercapai.

8. Warga belajar memiliki jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup ( life skill )

5. KEUNGGULAN DAN KELEMAHAN INOVASI KEUNGGULAN :

1. Inovasi Pembelajaran Berbasis Keterampilan Fungsional Aneka Kreasi Flanel Pada Warga Belajar Paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu sangat efektif dalam mengembangkan karakter peserta didik bagi warga belajar. Sehingga Pembelajaran ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan, ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.

2. Inovasi Pembelajaran berbasis Keterampilan pada warga belajar paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu yang disusun oleh penulis adalah sebagai salah satu media pembelajaran Bahasa Inggris yang dapat meningkatkan motivasi belajar serta minat belajar warga belajar sehingga media pembelajaran yang diterapkan dapat meningkatkan hasil belajar pada warga belajar paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara.

3. Selain mendapatkan bekal pendidikan secara Akademik mereka juga memiliki bekal keterampilan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup ( Life skill ).

4. Media yang digunakan mudah didapatkan, harganya terjangkau serta memiliki aneka warna yang menarik, dan dapat dibuat berbagai macam kreasi.

KELEMAHAN :

(16)

16 persiapan pembelajaran.

2. Dibutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam menyiapkan materi yang akan diajarkan dengan menggunakan media kain flannel.

3. Media yang dibuat harus disesuaikan dengan materi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

(17)

17 BAB III PENUTUP 1. KESIMPULAN

Hakikat pembelajaran kesetaraan berpusat pada masalah, minat dan kebutuhan warga belajar itu sendiri. Substansi materi belajarnya didasarkan pada kegiatan untuk membantu mereka dalam mengimplementasikan keterampilan dan pengetahuan yang dimilikinya. Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari. Oleh karena itu peranan media dalam pembelajaran bahasa Inggris sangat memegang peranan penting dalam membantu mencapai tujuan pembelajaran. Tutor bahasa Inggris yang kreatif akan mampu membaca realita dan mampu memanfaatkan aneka kreasi flannel atau barang-barang lainsebagai media pembelajaran.. Media pembelajaran yang digunakan dibuat bersama-sama oleh tutor dan warga belajar hal ini sangat membantu tutor dalam menyajikan materi dengan jelas, sehingga terwujudlah tujuan yang hendak dicapai.

Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Inovasi Pembelajaran berbasis Keterampilan Aneka Kreasi flannel pada warga belajar paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu cukup efektif untuk mengajarkan Materi Bahasa Inggris. Hal ini dapat dilihat dari hasil evaluasi yang telah dilakukan setelah menggunakan media flannel dan sebelum menggunakan media flannel, ternyata setelah menggunakan media dari flannel warga belajar lebih aktif lagi belajar bahasa inggris.

2. Inovasi Pembelajaran berbasis Keterampilan Aneka Kreasi Flanel dapat mengembangkan karakter peserta didik hal ini dapat dilihat dari perubahan perilaku yang terjadi.

3. Inovasi Pembelajaran berbasis Keterampilan Aneka Kreasi Flanel pada warga belajar Paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu dapat meningkatkan Jiwa Kewirausahaan Kecakapan hidup ( life skill).

(18)

18 2. HARAPAN

Beberapa hasil yang dipandang penting untuk dicermati dan menjadi harapan berdasarkan hasil karya ini, adalah hal-hal sebagai berikut :

 Perlu dukungan dari pemerintah untuk memotivasi warga belajar secara langsung secara periodic melalui kegiatan monitoring ke lokasi pembelajaran.  Pembelajaran Keterampilan Fungsional yang telah dilaksanakan PKBM Ki

Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu dapat dijadikan khasanah kekayaan dalam pendidikan Kesetaraan.

 Penyelenggaraan Pendidikan Kesetaraan memerlukan komitmen manajerial dari semua pihak terutama pengelola program, dan ditindaklanjuti dengan pengelolaan yang tepat dengan cara keterlibatan secara utuh baik pengelola maupun tutor.

 Peran praktisi pendidikan sebagai kunci, memerankan kedudukannya sebagai agen pembaharu dalam program pemberdayaan masyarakat khususnya pendidikan kesetaraan, sehingga diperlukan pemahaman teoritis dan praktis tentang pemberdayaan masyarakat.

 Semoga kegiatan yang dilaksanakan di PKBM Ki Hajar Dewantara Kabupaten Pringsewu dapat dijadikan rujukan oleh tutor dari PKBM lain sebagai media pembelajaran pada warga belajar paket C.

(19)

19

DAFTAR PUSTAKA

Fatchul Mu’in. 2011. Pendidikan Karakter: Konstruksi Teoretik & Praktik. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.

Sekretariat Direktoral Jendral Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional. 2011. Mencari Karakter Terbaik dari Belajar Sejarah. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Sekretariat Direktoral Jendral Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan Nasional. 2011. Pendidikan Karakter dalam Pembelajaran PKn. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Sri Narwanti. 2011. Pendidikan Karakter (Pengintegrasian 18 Nilai Pembentuk Karakter Dalam Mata Pelajaran). Yogyakarta: Familia

(20)

20

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN:

Dengan ini saya menyataan bahwa : 1. Karya ini adalah asli, bukan plagiat

2. Karya ini adalah hasil pengalaman saya sebagai tutor paket C di PKBM Ki Hajar Dewantara

3. Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila dikemudian hari terdapat penyimpangan dan ketidak benaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi apapun dari

penyelenggara symposium GTK 2016.

Pringsewu, 26 Oktober 2016

Referensi

Dokumen terkait

Pemegang opsi tidak diwajibkan untuk menggunakan haknya atau akan menggunakan haknya jika perubahan dari harga aset yang mendasarinya akan menghasilkan keuntungan

Validator ketiga dan peneliti juga mengklasifikasikan bahwa soal nomor 1 termsuk dalam kategori level kognitif C3 (menerapkan) dalam aspek kognitif

Alasan terdiri atas bukti (data), tuntutan (kesimpulan), dan pemikiran yang membenarkan gerakan dari data menuju kesimpulan. Secara harfiah, kata ini berarti kunjungan,

Penelitian ini adalah penelitian terapan yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah penjadwalan mata kuliah menggunakan/menerapkan pewarnaan graf dengan algoritma Recursive

Pembahasan meliput pengetahuan tentang istilah umum yang menggam- barkan tubuh secara menyeluruh, mulai dari sel, jaringan, organ dan sistem yang menjadi dasar

Periodontitis kronis adalah suatu peradangan kronik yang terjadi pada jaringan periodontium yang disebabkan oleh penumpukan plak pada gigi yang nantinya akan menyebabkan

Penelitian yang dilakukan menyimpulkan bahwa (1) dengan Chi-Square goodness of fit test, frequency of loss distribution pemberhentian pegawai sebelum masa ikatan dinasnya

Mengajarkan keterampilan berpikir kepada siswa bisa dilakukan dengan cara memadukannya dengan materi pembelajaran (kurikulum) agar dapat membantu siswa untuk menjadi pemikir