• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENGARUH DIVERSIFIKASI PORTFOLIO KREDIT DAN PENDAPATAN TERHADAP EFISIENSI BANK OLEH AINUL RIZKA HARDANI LUBIS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS PENGARUH DIVERSIFIKASI PORTFOLIO KREDIT DAN PENDAPATAN TERHADAP EFISIENSI BANK OLEH AINUL RIZKA HARDANI LUBIS"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAPATAN TERHADAP EFISIENSI BANK

OLEH

AINUL RIZKA HARDANI LUBIS 180523030

PROGRAM STUDI EKONOMI PEMBANGUNAN DEPARTEMENT EKONOMI PEMBANGUNAN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN 2022

(2)
(3)
(4)

`

LEMBAR PERNYATAAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa Skripsi saya yang berjudul “Analisis Pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan terhadap Efisiensi Bank” adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan Skripsi Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara. Semua Sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan jelas dan benar apa adanya. Apabila kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh pihak Universitas Sumatera Utara.

Medan, April 2022

Penulis,

Ainul Rizka Hardani Lubis

180523030

(5)

i

ANALISIS PENGARUH DIVERSIFIKASI PORTFOLIO KREDIT DAN PENDAPATAN TERHADAP EFISIENSI BANK

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh diversifikasi portfolio kredit dan pendapatan disertai variabel kontrol yaitu size terhadap efisiensi bank.

Jenis Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 45 bank. Sampel dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling sebanyak 30 bank yang konsisten menerbitkan laporan tahunan bank selama periode 2018-2020. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder yang berupa annual report bank dan laporan keuangan data panel 2018-2020.

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan diperoleh hasil bahwa diversifikasi portfolio kredit berpengaruh negatif dan signifikan terhadap efisiensi bank, diversifikasi pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi bank, dan variabel kontrol yaitu size berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi bank.

Kata kunci: Diversifikasi Portfolio Kredit, Diversifikasi Pendapatan, Efisiensi Bank

(6)

ii

ANALYSIS OF THE EFFECT OF CREDIT PORTFOLIO

DIVERSIFICATION AND INCOME ON BANK EFFICIENCY

This study aims to analyze the effect of credit portfolio diversification and income with the control variable, namely size, on bank efficiency.

The type of research used is descriptive quantitative. The population used in this study are banks listed on the Indonesia Stock Exchange, amounting to 45 banks. The sample was selected using a purposive sampling method as many as 30 banks that consistently publish bank annual reports during the 2018-2020 period. Data collection is carried out using secondary data in the form of bank annual reports and 2018-2020 panel data financial reports.

Based on the analysis that has been done, the results show that the diversification of the credit portfolio has a negative and significant effect on bank efficiency, income diversification has a positive and significant effect on bank efficiency, and the control variable, namely size, has a positive and significant effect on bank efficiency.

Keywords: Credit Portfolio Diversification, Income Diversification, Bank Efficiency

(7)

iii

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, dimana atas segala nikmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini yang diberi judul “Analisis Pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan terhadap Efisiensi Bank”

Peneliti menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan dalam penyajiannya karena kemampuan yang masih terbatas.

Untuk itu peneliti dengan rendah hati akan menerima saran-saran dan petunjuk yang bersifat membangun yang ditujukan untuk lebih menyempurnakan skripsi ini. Harapan peneliti semoga skripsi ini bermanfaat bagi peneliti sendiri dan bagi yang memerlukan di kemudian hari untuk melakukan penelitian yang sama serta para pembaca pada umumnya.

Penelitian skripsi ini dilakukan guna memenuhi salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara tahun akademik 2021/2022. Dalam kesempatan ini, penulis juga tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan skripsi ini dan juga penyelesaian studi penulis, yaitu kepada :

1. Kedua orang tua tercinta Ayahanda Yuslahairi dan Ibunda Masyithah atas semangat dan dukungan baik berupa dukungan moril maupun materil penulis yang selalu memberikan motivasi kepada penulis dalam setiap proses penyusunan skripsi.

2. Bapak Dr. Fadli S.E., M.Si, selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Dr. Raina Linda Sari, SE, M.Si, selaku Ketua Departemen Ekonomi Pembangunan dan Ibu Inggrita Gusti Sari Nasution, SE, M.Si, selaku Sekretaris Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

4. Bapak Syarief Fauzie, SE., M.Ak., Ak., CA, selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktunya dan memberi masukan dari awal sehingga terselesaikannya skripsi ini.

5. Bapak Wahyu Ario Pratomo, S.E., M.Ec, selaku dosen penguji I dan Bapak Paidi Hidayat, S.E., M.Si, selaku dosen penguji II yang telah memberikan saran dan masukan untuk perbaikan skripsi ini.

6. Seluruh Dosen Staf Pengajar di Departemen Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

7. Seluruh Staf Administrasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara, Khususnya Departemen Ekonomi Pembangunan.

8. Kepada seluruh keluarga saya Bang Rizky, Dek Hamdi dan Dek Adlin yang telah memberikan doa dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini.

9. Kepada Abangda Taufik Kemas yang telah memberikan doa dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini.

(8)

iv

Jun, Rika, Tiyuk, Wina, dan Kak Rama, yang telah memberikan doa dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini.

11. Kepada seluruh teman-teman Ekonomi Pembangunan Ekstensi 2018 serta kepada seluruh pihak lainnya yang telah banyak membantu dalam penyusunan skripsi ini, namun tidak dituliskan pada lembaran ini, penulis mohon maaf dan kelalaian ini tidak mengurangi rasa terimakasih penulis.

Akhir kata, penulis berharap semoga hasil penelitian dalam skripsi ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

Medan, April 2022 Penulis,

Ainul Rizka Hardani Lubis 180523030

(9)

v

Halaman

ABTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 7

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teoritis ... 9

2.1.1 Efisiensi Bank ... 9

2.1.2 Pengukuran Efisiensi Bank ... 10

2.1.3 Stochastic Frontier Analysis ... 12

2.1.1.3 Penentuan Variabel Input-Output ... 13

2.1.4 Teori Portfolio ... 15

2.1.4.1 Diversifikasi Portfolio Kredit ... 17

2.1.4.2 Diversifikasi Pendapatan ... 19

2.2 Penelitian Terdahulu ... 20

2.3 Kerangka Konseptual Penelitian ... 23

2.4 Hipotesis Penelitian……….. 27

BAB III METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 28

3.2 Ruang Lingkup Penelitian ... 28

3.3 Jenis Variabel Penelitian ... 30

3.4 Teknik Pengumpulan Data ... 30

3.5 Definisi Operasional ... 30

3.5.1 Variabel Dependen... 31

3.5.2 Variabel Independen ... 32

3.5.2.1 Diversifikasi Portfolio Kredit ... 32

3.5.2.2 Diversifikasi Pendapatan………... . 33

3.5.3 Variabel Kontrol ... 34

3.5.3.1 Size ... 34

3.6 Analisis Data ... 34

3.6.1 Stochastic Frontier Analisis ... 35

(10)

vi

3.6.2.1 Pemilihan Metode Data Panel ... 38

3.6.2.2 Pengujian Hipotesis... 41

BAB IV METODE PENELITIAN 4.1 Deskripsi Objek Penelitian ... 43

4.2 Analisis Deskriptif ... 44

4.3 Penentuan Model Regresi ... 48

4.3.1 Hail Uji Chow ... 48

4.3.2 Hasil Uji Hausman ... 49

4.3.3 Hasil Uji Lagrange Multiplier ... 50

4.3.4 Hasil Estimasi Random Effect Model (REM)………. 50

4.4 Pengujian Hipotesis... 53

4.4.1 Uji F (Uji Simultan) ... 53

4.4.2 Uji Koefisien Determinasi (R2) ... 53

4.7 Analisis Pembahasan ... 54

4.7.1 Pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit Terhadap Efisiesni Bank ... 54

4.7.2 Pengaruh Diversifikasi Pendapatan Terhadap Efisiesni Bank ... 55

4.7.3 Pengaruh SIZE Terhadap Efisiensi Bank ... 56

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 58

5.2 Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 60

(11)

vii

No Tabel Judul Halaman

2.1 Penelitian Terdahulu………. 21

3.1 Daftar Sampel Penelitian……….. 29

3.2 Operasional Dependen Variabel Penelitian……….. 32

4.1 Statistik Deskriptif……… 44

4.2 Hasil Uji Chow………. 49

4.3 Hasil Uji Hausman……… 49

4.4 Hasil Uji Lagrange Multiplier………... 50

4.5 Hasil Estimasi Random Effect Model……….. 51

4.6 Hasil Ui Simultan (Uji F)……….. 53

4.7 Hasil Koefisien Determinasi (R2)………. 54

(12)

viii

Nomor Judul Halaman

2.1 Kerangka Konseptual……… 23

4.1 Pergerakan Efisiensi Bank, HHIS, dan HHIP pada

Periode 2018-2020……… 47

4.2 Pergerakan SIZE pada periode 2018-2020………... 48

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Kriteria Pemilihan Sampel Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2018-2020

Lampiran 2. Data dan Hasil Penelitian Untuk Efisiensi Biaya Lampiran 3. Data Penelitian

Lampiran 4. Hasil Uji Deskriptif Statistik

Lampiran 5. Hasil Estimasi Common Effect Model (CEM) Lampiran 6. Hasil Estimasi Fixed Effect Model (FEM) Lampiran 7. Hasil Estimasi Random Effect Model (REM) Lampiran 8. Hasil Uji Chow

Lampiran 9. Hasil Uji Hausman Lampiran 10 Hasil Uji LM

(14)

1

PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Pada tahun 1980-an terjadi deregulasi sistem perbankan di banyak negara.

Syarat untuk mendirikan bank semakin dipermudah, akibatnya banyak bank-bank baru yang bermunculan sehingga membuat persaingan antar bank semakin ketat.

Untuk beradaptasi dengan situasi tersebut, bank perlu melakukan strategi diversifikasi. Beberapa temuan empiris mengemukakan bahwa diversifikasi bermanfaat untuk mengurangi risiko dalam portfolio kredit dan untuk meningkatkan keuntungan (Bebczuk & Galindo, 2008; Rossi, Schwaiger, &

Winkler, 2009).

Strategi diversifikasi yang dilakukan dalam industri perbankan yang dimaksud adalah diversifikasi portfolio kredit dan pendapatan. Mengacu pada aktivitas diversifikasi portfolio kredit, apakah membawa peningkatan atau justru menurunkan kinerja bank menjadi hal menarik untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. Aktivitas kredit merupakan hal yang sangat penting bagi perekonomian, khususnya pada negara yang sistem keuangannya berbasis pada bank (base-bank- country) seperti Indonesia. Kredit dari bank digunakan untuk membiayai berbagai sektor-sektor perekonomian dan industri. Akibatnya, keberhasilan dan kegagalan bank dalam mengelola kredit akan mempengaruhi keberlangsungan dan kegiatan pengembangan ekonomi Indonesia.

(15)

berwenang mengatur kegiatan perbankan di Indonesia untuk mengeluarkan peraturan tentang Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK) seperti yang telah diatur dalam PBI. No.7/3/PBI/2005. Dalam peraturan tersebut, Bank Indonesia menghimbau bank-bank di Indonesia agar melakukan diversifikasi portfolio kredit sebagai penerapan prinsip kehati-hatian dalam rangka mengendalikan risiko gagal bayar (default risk).

Studi tentang diversifikasi kredit yang telah dilakukan menunjukkan hasil yang bervariasi. Winton (1999) dalam penelitiannya mengemukakan bahwa keuntungan diversifikasi kredit tergantung pada tingkat atau level dari risiko kredit. Artinya, diversifikasi bisa saja menyebabkan probabilitas gagal bayar menjadi tinggi jika kredit lebih banyak diberikan pada sektor dengan tingkat risiko yang tinggi. Hasil penelitian tersebut didukung oleh Acharya et al (2006) yang menyimpulkan bahwa diversifikasi kredit yang dilakukan oleh bank tidak menjamin akan memberikan return yang lebih besar atau memberikan keamanan yang lebih baik dalm industri perbankan.

Penelitian lain oleh Rossi et al. (2009) mencoba menguji pengaruh diversifikasi kredit terhadap risiko, efisiensi dan permodalan. Hasil pengujian pada bank-bank di Austria menunjukkan bahwa diversifikasi mengurangi risiko, mengurangi efisiensi biaya, dan meningkatkan efisiensi profit, serta dapat mengurangi permodalan. Tabak et al. (2011) menemukan bahwa konsentrasi portfolio kredit meningkatkan return dan mengurangi risiko default pada bank.

Jika dilihat dari sisi kepemilikan, bank asing dan bank pemerintah cenderung

(16)

penting adalah terdapat tren konsentrasi kredit setelah terjadinya krisis keuangan Internasional.

Di Indonesia sendiri telah dilakukan penelitian oleh Christianti (2010) yang menyimpulkan bahwa risiko yang tinggi memperlemah hubungan antara diversifikasi kredit dan probabilitas. Tetapi hubungan antara diversifikasi kredit dengan probabilitas kegagalan bank justru menurun pada saat tingkat risiko tinggi.

Hal ini disebabkan praktek penghapusbukuan kredit bermasalah yang dapat memperkecil risiko kredit sehingga probabilitas kegagalan bank menurun.

Sedangkan diversifikasi pendapatan mengacu pada aktivitas bank dalam menyelenggarakan kegiatan berupa pemberian jasa-jasa keuangan lainnya yang menghasilkan pendapatan operasional lainnya atau pendapatan non bunga yang akan memperlancar sistem keuangan. Peran dan fungsi bank sebagai lembaga intermediasi mengalami perubahan karena adanya perubahan lingkungan, ekonomi, dan perkembangan pasar keuangan terutama pada negara-negara maju seperti Eropa (Bikker &Wesseling, 2003). Adanya deregulasi dan perkembangan teknologi informasi dan produk mendorong perbankan untuk berinovasi memperluas bisnisnya melalui diversifikasi pendapatan (Hidayat et al, 2012).

Globalisasi sektor keuangan dalam perkembangan teknologi menyebabkan sistem keuangan menjadi semakin terintegrasi. Hal tersebut menjadi tantangan dunia perbankan sehingga perlu melakukan inovasi terhadap produk keuangan secara dinamis dan beragam.

(17)

non bunga akan meningkatkan keseluruhan pendapatan bank tanpa mengurangi fokus terhadap aktivitas utama (Stiroh, 2004). Potensi yang timbul dari pendapatan non bunga bahwa pendapatan non bunga kurang terikat terhadap aktivitas utama bisnis perbankan sehingga akan mengurangi variasi dan fluktuasi atas ketidakstabilan pendapatan bunga. Hidayat et al. (2012) menyebutkan bahwa adanya diversifikasi pendapatan menjadi penting saat mengimbangi risiko penurunan pendapatan bunga. Tren kenaikan pendapatan non bunga yang disebabkan oleh persaingan penyaluran kredit yang semakin ketat sehingga profitabilitas yang diperoleh perbankan dari pendapatan bunga semakin berkurang. Oleh karena itu peningkatan pendapatan lain selain bunga kredit merupakan salah satu strategi dan upaya manajemen dalam meningkatkan dan menjaga stabilitas pendapatan bank.

Beberapa penelitian mengenai diversifikasi pendapatan lebih banyak dilakukan pada konteks negara maju yang berada pada tahap telah mencapai maturitas (mature) daripada negara berkembang yang masih menghadapi tahap awal menuju negara maju (Vo, 2017). Perbankan pada negara berkembang akan lebih rentan terhadap perubahan regulasi maupun krisis sehingga strategi bank menjadi faktor penting untuk dipertimbangkan. Beberapa negara dengan sistem keuangan yang belum stabil dan latar belakang struktur pasar dan institusi yang berbeda dengan negara maju akan memiliki pengaruh yang berbeda pada kinerja bank dalam membuka lini bisnis baru (Meslier et al, 2014). Diversifikasi

(18)

berkembang dibandingkan dengan negara maju (Doumpos et al, 2016).

Indonesia menjadi salah satu negara berkembang yang memiliki sistem keuangan bank based system. Berita dari (http://finansial.bisnis.com) menyatakan bahwa pendapatan non bunga atau fee based income (FBI) perbankan tumbuh cukup stabil pada tahun 2020. Meski demikian, kompetisi yang semakin ketat dan pertumbuhan kredit yang lambat menjadi tantangan bagi pertumbuhan pendapatan sampingan bank. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pendapatan dari dividen, keuntungan penyertaan equity komisi/provisi/fee perbankan pada November 2019 mencapai Rp74,43 triliun atau tumbuh 9,54 persen secara tahunan. Tren ini tergolong stabil jika dibandingkan dengan pertumbuhan FBI 2018 dan 2017, yang masing-masing 9,47 persen dan 8,92 persen. Tren ini memperlihatkan bahwa bank telah mempertimbangkan aktivitas operasi yang berasal dari non bunga.

Penerapan diversifikasi pendapatan dalam bisnis perbankan akan memberikan dampak bagi kinerja dan risiko. Pelaksanaan diversifikasi pendapatan akan menghasilkan peningkatan kinerja dan penurunan risiko total (Sawada, 2013). Sedangkan menurut Meslier et al, (2014) menyebutkan bahwa diversifikasi memberikan dampak peningkatan kinerja dan menurunkan risiko. Adapun menurut penelitian yang dilakukan di Indonesia menunjukkan bahwa hubungan diversifikasi pendapatan terhadap risiko bergantung terhadap ukuran aset dan akan menurunkan risiko bagi bank yang berukuran kecil (Hidayat et al, 2012).

Diversifikasi pendapatan juga akan memberikan manfaat peningkatan kinerja

(19)

based system dan bank based system (Lee et al, 2014). Dengan demikian diversifikasi pendapatan secara umum akan meningkatkan kinerja dan menurunkan risiko.

Kinerja perbankan dapat diukur dengan menggunakan salah satu parameter yaitu efisiensi. Tingkat efisiensi suatu bank dapat mencerminkan sejauh mana perusahaan mengelola sumber daya untuk dimanfaatkan secara optimal.

Menurut Hidayat (2011) Efisiensi merupakan perbandingan antara output dan input. Sedangkan efisiensi optimal dimana perbandingan terbaik antara output dan input. Input diterjemahkan sebagai pengorbanan yang dikeluarkan sedangkan output diterjemahkan sebagai hasil dari pengorbanan yang telah dikeluarkan.

Pengukuran efisiensi dapat dilakukan melalui tiga pendekatan. Pendekatan yang pertama yaitu pendekatan rasio, yaitu mengukur kinerja bank menggunakan standar akuntansi. Pendekatan yang kedua yaitu pendekatan regresi, pendekatan ini mengukur tingkat efisiensi menggunakan model dari tingkat output tertentu sebagai fungsi dari berbagai tingkat input tertentu. Dan yang ketiga yaitu pendekatan frontier, pendekatan frontier dibedakan menjadi dua jenis yaitu frontier parametrik (parametric approach) dan frontier non parametrik (Non Parametric Approach). Frontier parametrik adalah tes yang modelnya menetapkan adanya syarat–syarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber penelitiannya, diantaranya ada Stochastic Frontier Approach (SFA), Thick Frontier Approach (TFA), dan Distributtion Free Approach (DFA). Sedangkan frontier non parametrik adalah tes yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat

(20)

diantaranya ada Free Disposable Hull dan Data Envelopment Analysis (DEA).

Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode Stochastic Frontier Approach (SFA) untuk mengukur efisiensi bank.

Mengingat pentingnya peranan diversifikasi portfolio kredit dan pendapatan pada bank, penulis tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul

“Analisis Pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan Terhadap Efisiensi Bank”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas, masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah :

1. Bagaimana pengaruh diversifikasi portfolio kredit terhadap efisiensi bank?

2. Bagaimana pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap efisiensi bank?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah diatas, dapat dikemukakan bahwa tujuan penelitian ini adalah :

1. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh diversifikasi portfolio kredit terhadap efisiensi bank

2. Untuk menganalisis bagaimana pengaruh diversifikasi pendapatan terhadap efisiensi bank.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :

(21)

mengelola kinerja perusahaannya

2. Sebagai informasi dan bahan masukan bagi yang ingin melakukan penelitian selanjutnya, khususnya bagi mahasiswa/i Fakultas Ekonomi Departemen Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara.

3. Sebagai tambahan wawasan ilmiah dan ilmu pengetahuan penulis dalam disiplin ilmu yang penulis tekuni.

(22)

9

TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Landasan Teoritis

2.1.1 Efisiensi Bank

Pengertian efisiensi telah didefinisikan oleh banyak pakar ekonomi dan manajemen, salah satunya adalah pengertian Efisiensi menurut Iswardono dalam Ivan Gumilar dan Siti Komariah (2011;101) : Efisiensi didefinisikan sebagai perbandingan antara keluaran (output) dengan masukan (input), atau jumlah yang dihasilkan dari satu input yang dipergunakan.

Endri (2008;123) mendefinisikan efisiensi sebagai berikut : Efisiensi merupakan salah satu parameter kinerja yang secara teoritis mendasari seluruh kinerja sebuah perusahaan dengan mengacu pada filosofi (kemampuan menghasilkan output yang optimal dengan inputnya yang ada, yang merupakan ukuran kinerja yang diharapkan).

Sedangkan menurut Atmawardhana dalam Ivan Gumilar dan Siti Komariah (2011;101) terdapat 3 faktor yang menyebabkan efisiensi: (1) apabila dengan input yang sama dapat menghasilkan output yang lebih besar; (2) input yang lebih kecil mendapatkan hasil output yang sama; dan (3) dengan input yang lebih besar dapat menghasilkan output yang lebih besar lagi.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efisiensi merupakan kemampuan perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya untuk memperoleh hasil tertentu dengan menggunakan masukan (input yang serendah-rendahnya) untuk menghasilkan suatu keluaran (output), dan juga merupakan kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Atau dengan kata lain, bank

(23)

dikatakan efisien apabila bank menghasilkan output yang maksimal dengan penggunaan input yang lebih sedikit.

2.1.2 Pengukuran Efisiensi Bank

Menurut Silkman (1986); Ario (2005) dalam Muharam dan Pusvitasari (2007), ada tiga jenis pendekatan pengukuran efisiensi khususnya perbankan, yaitu :

1. Pendekatan Rasio

Pendekatan rasio dalam mengukur efisiensi dilakukan dengan cara menghitung perbandingan output dan input yang digunakan. Pendekatan ini dinilai memiliki efisiensi yang tinggi, apabila input yang digunakan secara optimal dapat menghasilkan output yang maksimal.

Efisiensi = 𝑂𝑢𝑡𝑝𝑢𝑡

𝐼𝑛𝑝𝑢𝑡

Pendekatan rasio ini mempunyai kelemahan, apabila input dan output yang banyak diperhitungkan serempak akan menghasilkan banyak perhitungan, sehingga asumsi menjadi tidak tegas (Silkman, 1986; Ario, 2005 dalam Muharam dan Purvitasari, 2007).

2. Pendekatan Regresi

Pendekatan ini dalam mengukur efisiensi menggunakan sebuah model dari tingkat output tertentu sebagai fungsi dari berbagai tingkat input tertentu. Fungsi regresi adalah sebagai berikut:

(24)

Y = f (X1, X1, X3, X 4, . . . Xn) Dimana:

Y = Output X = Input

Pendekatan regresi akan menghasilkan estimasi hubungan yang dapat digunakan untuk memproduksi tingkat output yang dihasilkan sebuah Unit Kegiatan Ekonomi (UKE) pada tingkat input tertentu. UKE tersebut akan dinilai efisien, apabila mampu menghasilkan jumlah output lebih banyak dibandingkan jumlah output hasil estimasi. Pendekatan ini juga tidak dapat mengatasi kondisi banyak output, karena hanya satu indikator output yang dapat ditampung dalam sebuah persamaan regresi. Apabila dilakukan penggabungan banyak output dalam satu indikator, informasi yang dihasilkan menjadi tidak rinci lagi (Silkman, 1986;

Ario, 2005 dalam Muharam dan Pusvitasari 2007).

3. Pendekatan Frontier

Pendekatan frontier dalam mengukur efisiensi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu pendekatan frontier parametrik dan non parametrik. Tes parametrik adalah tes yang modelnya menetapkan syarat-syarat tertentu tentang parameter populasi yang merupakan sumber penelitiannya, sedangkan tes statistik non parametrik adalah tes yang modelnya tidak menetapkan syarat-syarat mengenai parameter populasi yang merupakan induk sampel penelitiannya. Pendekatan

(25)

frontier parametrik dapat diukur dengan tes statistik parametrik seperti menggunakan metode Stochastic Frontier Approach (SFA), Thick Frontier Approach (TFA) dan Distribution Free Approach (DFA). Sedangkan Pendekatan Frontier non parametrik dapat diukur dengan tes statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA). Efisiensi merupakan salah satu cara pengukuran kinerja yang populer di lembaga keuangan.

Oleh karena itu penelitian ini menggunakan pendekatan Frontier parametrik untuk mengukur efisiensi, yaitu dengan menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA).

2.1.3 Stochastic Frontier Analysis

Stochastic Frontier Analysis dikembangakan oleh (Aigner, Lovell, &

Schmidt, 1977)). SFA mempunyai kelebihan dibandingkan model lain yaitu pertama, dilibatkannya distrubance term yang mewakili gangguan, kesalahan pengukuran dan kejutan eksogen yang berada di luar kontrol. Kedua, variabel lingkungan lebih mudah diperlakukan, memungkinkan uji hipotesis menggunakan statistik, lebih mudah diidentifikasi outliers.

Menurut (Coelli, 1996) pengukuran efisiensi dengan metode SFA dapat menggunakan dua macam fungsi, yaitu fungsi biaya dan fungsi produksi. Pada fungsi produksi efisiensi diukur dengan memperhatikan tingkat output maksimal yang dapat dicapai dengan kombinasi jumlah input tertentu. Sedangkan pada

(26)

fungsi biaya efisiensi diukur berdasarkan tingkat biaya minimum yang dapat dicapai perusahaan dengan tingkat output tertentu.

Pada penelitian ini digunakan pengukuran metode SFA dengan fungsi produksi. Fungi produksi yang digunakan dalam penelitian ini adalah fungsi produksi Cobb Douglas. Dalam ilmu ekonomi, penghitungan fungsi Cobb- Douglas secara luas digunakan untuk merepresentasikan hubungan-hubungan output ke input. Ini diusulkan oleh Knut Wicksell (1851 - 1926), dan diuji terhadap statistik oleh Charles Cobb dan Paul Douglas pada tahun 1928. Pada tahun 1928 Charles Cobb dan Paul Douglas menerbitkan sebuah studi di mana mereka mencontohkan pertumbuhan ekonomi negara Amerika selama periode 1899 - 1922. Mereka menyederhanakan tentang ekonomi di mana output produksi ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang terlibat dan jumlah modal yang diinvestasikan. Meskipun ada banyak faktor lain yang mempengaruhi kinerja ekonomi, model Cobb Douglas terbukti sangat akurat. (Bao Hong & Tan , 2008, P.1)

2.1.3.1 Penentuan Variabel Input-Output

Menurut Muliaman D. Hadad, Wimboh S., Dhaniel I. dan Eugenia M.

(2003), terdapat tiga pendekatan yang lazim digunakan dalam metode parametrik dan non-parametrik untuk mendefinisikan hubungan input dan output dalam kegiatan financial suatu lembaga keuangan, yaitu :

(27)

a. Pend ekatan Aset (Asset Approach)

Pendekatan aset mencerminkan fungsi primer sebuah lembaga keuangan sebagai pencipta kredit pinjaman (loans). Pendekatan ini, output benar-benar didefinisikan ke dalam bentuk aset.

b. Pendekatan Produksi (Production Approuch)

Pendekatan ini menganggap lembaga keuangan sebagai produsen dari akun deposito (deposit account) dan kredit pinjaman (credit accout), kemudian output didefinisikan sebagai jumlah tenaga, pengeluaran modal pada aset-aset tetap dan material lainnya.

c. Pendekatan Intermediasi (Intermediation Approuch)

Pendekatan ini memandang sebuah lembaga keuangan sebagai intermediator, yaitu merubah dan mentransfer aset-aset keuangan dari surplus unit kepada defisit unit. Input-input lembaga keuangan tersebut meliputi: biaya tenaga kerja, modal dan pembayaran bunga pada deposito , kemudian output yang diukur dalam bentuk kredit pinjaman (loans) dan investasi keuangan (financial investment). Pendekatan ini melihat fungsi primer sebuah institusi keuangan sebagai pencipta kredit pinjaman (loans). Pendekatan intermediasi lebih cocok untuk mengukur efisiensi di tingkat cabang bank, sedangkan pendekatan produksi lebih cocok ditingkat perusahaan. (Berger & Humphrey, 1997).

(28)

Dalam estimasi fungsi biaya bank, menentukan input dan output seringkali menjadi masalah yang kontroversial. Mengikuti sebagian besar studi yang ada, penelitian ini menggunakan pendekatan intermediasi. Berger (1997) menyatakan bahwa pendekatan intermediasi merupakan pendekatan yang lebih tepat untuk mengevaluasi kinerja perbankan, karena karakteristik perbankan sebagai financial intermediation yang menghimpun dana dari surplus unit dan menyalurkannya kepada deficit unit.

Pendekatan intermediasi menilai bank sebagai perantara keuangan yang memanfaatkan tenaga kerja dan modal untuk mengubah simpanan menjadi pinjaman dan aset produktif lainnya. Sehingga variabel input yang digunakan pada penelitian ini adalah biaya dana, dan biaya tenaga kerja. Dan untuk variabel outputnya yaitu total kredit, dan penerimaan aset lainnya.

2.1.4 Teori Portfolio

Portofolio merupakan kombinasi atau gabungan atau sekumpulan aset, baik berupa aset riil (real assets) maupun aset finansial (financial assets) (Halim, 2015). Portofolio merupakan penggabungan sekuritas yang disesuaikan dengan selera dan kebutuhan investor, pemantauan portofolio itu, dan penilaian kinerjanya (Bodie dkk, 2014).

(29)

Berdasarkan definisi diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa portofolio merupakan kombinasi sekumpulan aset atau sekuritas dengan tujuan meminimalkan risiko.

Teori dasar pemilihan portofolio berkembang ke arah efficient diversification oleh Harry M. Markowitz yang berawal dari naive atau random diversification, dimana Portofolio dibentuk secara acak tanpa melihat karakteristik investasi (expected return dan klasifikasi industri) (Witiastuti, 2012). Salah satu filosofi portofolio yang terkenal adalah “Don’t put all your eggs in one basket”

yang bermakna jangan menaruh semua telur ke dalam satu keranjang, karena jika keranjang itu jatuh maka kita akan kehilangan semua telur. Dalam perspektif investasi, teori ini memiliki pengertian bahwa investor dapat menurunkan risiko portofolionya dengan melakukan diversifikasi. Karena tujuan dari investasi adalah untuk memaksimalkan keuntungan, dan keuntungan yang diperoleh akan sesuai dengan risikonya. Agar risiko bisa dikendalikan, maka investor harus melakukan penyebaran risiko dengan cara memperbanyak jenis saham (Brigham dan Houston, 2006).

Pembentukan portofolio merupakan mekanisme diversifikasi. Diversifikasi perlu dilakukan untuk mengurangi risiko yang akan ditanggung. Dalam penelitian ini, yang melakukan diversifikasi adalah bank. Dalam usaha bank, dimana

(30)

pernyataan ini secara langsung menyatakan bahwa diversifikasi lebih baik dalam meningkatkan profitabilitas bank dan menurunkan risiko.

Baele dkk. (2007) mengungkapkan manfaat dari diversifikasi yaitu pertama, pembentukan konglomerasi keuangan akan bermanfaat jika ada biaya positif dan/atau efek pendapatan dari menggabungkan berbagai kegiatan jasa keuangan. Kedua, bank memiliki informasi dari hubungan pinjaman mereka yang mungkin memfasilitasi penyediaan efisien keuangan jasa lainnya, termasuk penjaminan emisi efek atau asuransi. Ketiga, potensi diversifikasi fungsional dapat meningkatkan tata kelola perusahaan melalui pengambilalihan pasar. Ada empat tipe diversifikasi pada perbankan, yaitu: (1) diversifikasi geografis; (2) diversifikasi sumber pendapatan (source of income diversification); (3) diversifikasi produk/ jasa; dan (4) diversifikasi sektor/kredit (Pennathur dkk ,2012).

Dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah mengenai diversifikasi portfolio kredit dan diversifikasi pendapatan.

2.1.4.1 Diversifikasi Portfolio Kredit

Diversifikasi portofolio kredit merupakan penyebaran portofolio kredit yang dilakukan oleh bank untuk menyebar risiko yang mungkin dapat timbul karena proses kredit yang diberikan. Diversifikasi Portfolio Kredit dalam penelitian ini digolongkan menurut sektor ekonomi dimana portfolio dalam setiap

(31)

bank dapat berbeda-beda, begitupun dengan porsi atau besarnya, hal ini sesuai dengan strategi masing-masing yang ditetapkan oleh bak. Teori perbankan menyarankan bahwa bank harus mendiversifikasi pinjaman mereka untuk mengurangi risiko kredit. Dengan melakukan diversifikasi sektor ekonomi yang berbeda, bank dapat mengurangi risiko default dari portofolio.

Hal serupa juga dikemukakan oleh Chen et al. (2013) yang menyatakan bahwa bank seharusnya mendiversifikasi portfolio kreditnya keberbagai sektor ekonomi untuk mengurangi risiko kredit dan hal ini sesuai dengan nasihat Markowitz yang sangat penting dalam diversifikasi portofolio yaitu “janganlah menaruh semua telur dalam satu keranjang”, karena kalau keranjang tersebut jatuh, maka semua telur yang ada dalam keranjang tersebut akan pecah (Tandelilin, 2010:117). Hal ini dapat dikaitkan pada portofolio kredit dari suatu bank dimana apabila bank mendiversifikasikan portofolio kreditnya ke berbagai sektor (tingkat diversifikasi portofolio kredit tinggi), hal ini akan menurunkan risiko bank karena jika satu sektor mengalami kegagalan, maka masih bisa ditutupi oleh sektor lainnya yang tidak mengalami kegagalan serupa. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat diversifikasi portofolio kredit akan menyebabkan risiko bank semakin rendah. Pengukuran diversifikasi portfolio kredit dapat menggunakan pendekatan Hirschman Herfindahl Index (HHI).

(32)

2.1.4.2 Diversifikasi Pendapatan

Diversifikasi pendapatan merupakan diversifikasi sumber pendapatan bank dengan cara melakukan aktivitas baru selain aktivitas utama bank seperti : perdagangan sekuritas, broker, bank investasi, dan aktivitas lainnya yang menghasilkan pendapatan bukan dari bunga (Meslier et al., 2014). Pendapatan non bunga merupakan pendapatan yang diperoleh karena adanya diversifikasi melalui aktivitas non tradisional sehingga membedakan aktivitas bank yang menghasilkan pendapatan bunga.

Bank yang melakukan diversifikasi terhadap pendapatan berarti bank tersebut melakukan diversifikasi melalui jasa layanan dan produk keuangan.

Pengembangan layanan dan jasa-jasa bidang keuangan merupakan bentuk dari inovasi keuangan (Koch, 1995:70). Inovasi tersebut dapat diimplementasikan ke beberapa bentuk antara lain : pasar keuangan dan sekuritas, layanan jasa dan produk, bentuk organisasi, dan delivery system baru. Layanan jasa dan produk baru diimplementasikan melalui perangkat inovasi teknologi seperti penggunaan akun manajemen kas, automatic teller machine, e-banking, dan sistem pengiriman dana elektronik.

Menurut Sitiroh (2004), manfaat dalam penerapan diversifikasi pendapatan akan menghasilkan peningkatan pendapatan non bunga dan mengurangi volatilitas atas fluktuasi pendapatan bank yag disebabkan karena pendapatan non bunga

(33)

kurang berkorelasi dengan bisnis secara keseluruhan daripada pendapatan dari aktivitas utama (pendapatan bunga), dan ekspansi bisnis melalui pengembangan produk dan layanan jasa yang terkait dengan pertumbuhan (growth) pendapatan non bunga akan meningkatkan pendapatan.

Diversifikasi pendapatan perlu dilakukan untuk menstabilkan pendapatan, yaitu dengan tidak hanya bergantung pada interest income, tetapi memanfaatkan non-interest income sehingga dapat meningkatkan profitabilitas dan mengendalikan risiko (Gamra dan Plihon, 2011). Hal ini juga sejalan dengan nasihat Markowitz yang sangat penting dalam diversifikasi portofolio.

Pengukuran diversifikasi pendapatan dalam penelitian ini juga menggunakan pendekatan Herfindahl Hirschman Index (HHI).

2.2 Penelitian Terdahulu

Ada beberapa penelitian terdahulu dan jurnal yang dapat di jadikan sebagai acuan dalam penelitian ini, antara lain :

(34)

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu No. Nama Peneliti

dan Tahun

Penelitian Judul Penelitian Variabel Penelitian Hasil Penelitian 1 Kozo Harimaya &

Yasufumi Ozaki (2020)

Effects of diversification on bank efficiency:

Evidence from Shinkin banks in Japan

Variabel Independen:

Diversifikasi portfolio kredit dan

Diversifikasi pendapatan (diukur dengan HHI, SE, Da, Dr)

Variabel Dependen : Efisiensi bank (menggunakan pendekatan SFA)

Diversifikasi portofolio kredit dan pendapatan terutama untuk ukuran HHI dan SE, mengarah pada peningkatan inefisiensi pada bank Shinkin.

2 Phong Hoang Nguyen dan Duyen Thi Bich Pham (2019)

Income

diversification and costefficiency of Vietnamese banks

Variabel Independen:

Diversifikasi pendapatan (diukur dengan HHI) Variabel Dependen:

Cost Efficiency (menggunakan pendekatan SFA)

Diversifikasi pendapatan berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi biaya bank.

3 Rahmat Setiawan

(2020) Diversification, Bank Risk, and Efficiency on Sharia Banking in

Indonesia

Variabel Independen:

Diversifikasi (diukur dengan HHI), Risiko Bank (diukur dengan NPF

Variabel Dependen:

Efisiensi bank (menggunakan pendekatan SFA)

Diversifikasi yang dimoderasi oleh struktur kepemilikan dan dewan komisaris tidak

berpengaruh terhadap efisiensi bank Syariah di Indonesia.

Risiko bank mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap tingkat efisiensi bank Syariah di Indonesia

(35)

Sumber : Diolah Oleh Penulis (2021) 4 Thi Lam Anh

Nguyen (2018) Diversification and bank efficiency in six ASEAN countries

Variabel Independen:

Diversifikasi asset, diversifikasi pendanaan dan diversifikasi pendapatan (diukur dengan HHI) Variabel Dependen:

Efisiensi bank (menggunakan pendekatan SFA)

diversifikasi aset dan pendanaan tidak berpengaruh signifikan terhadap skor efisiensi biaya residual, sedangkan diversifkasi pendapatan dampak negatif yang signifikan terhadap efisiensi biaya.

5 Novika Andriani

(2013) Diversifikasi Kredit terhadap Risiko Kredit, Efisiensi, dan Kapitalisasi Bank Umum Konvensional yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011

Variabel Independen:

Diversifikasi berdasarkan sektor ekonomi (HHIS), jenis penggunaan (HHIJ), dan jangka waktu kredit (diukur HHIW),

Variabel Dependen:

Risiko kredit diukur dengan NPL, efisiensi diukur dengan BOPO, kapitalisasi diukur dengan EQ

HHIS, HHIJ berpengaruh negatif terhadap NPL, sedangkan HHIJ berpengaruh positif tidak signifikan terhadap NPL HHIS, HHIW berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap BOPO, sedangkan HHJ berpengaruh positif dan signifikan terhadap BOPO HHIS, HHIJ berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap EQ, HHIW berpengaruh positif dan signifikan terhadap EQ,

(36)

2.3 Kerangka Konseptual Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian, tinjauan pustaka dan hasil penelitian sebelumnya yang telah menguji hubungan diversifikasi portfolio kredit dan pendapatan terhadap efisiensi bank maka dibuat model penelitian sebagai berikut :

INPUT OUTPUT

Sumber : Data Olahan Penulis

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Diversifikasi dalam penelitian ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu Diversifikasi Portfolio Kredit dan Diversifikasi Pendapatan yang digunakan untuk mengukur efisiensi bank.

Berbagai penelitian telah menyelidiki dampak diversifikasi portofolio kredit terhadap kinerja bank. Teori tradisional menyarankan bahwa, sebagai pemantau yang didelegasikan, bank harus mendiversifikasi pinjaman mereka untuk mengurangi risiko kredit. Dengan melakukan diversifikasi lintas sektor ekonomi yang berbeda, bank dapat mengurangi risiko default. Bebczuk dan Galindo (2008) dan Rossi et al. (2009) berfokus pada bank Argentina dan Austria,

Diversifikasi Portfolio Kredit

Diversifikasi

Pendapatan Variabel Kontrol:

SIZE Efisiensi Bank (Menggunakan pendekatan SFA)

(37)

mendukung pandangan bahwa risiko sangat terkait dengan portofolio kredit bank yang kurang terdiversifikasi. Jika diversifikasi portofolio kredit menyebabkan diseconomies karena peningkatan biaya pemantauan, risiko kredit akan meningkat.

Pemberian kredit ke sektor baru untuk mencapai portfolio yang lebih beragam memerlukan biaya yang cukup besar untuk pembelajaran kesektor baru tersebut. Menurut Petersen dan Rajan (1994) dalam Bebczuk dan Galindo (2008), bank sebenarnya pandai dalam mengumpulkan dan memproses informasi, tetapi mereka tetap perlu waktu yang lebih banyak untuk membangun hubungan baik dengan pihak peminjam.

Chen et al. (2013) juga mengungkapkan bahwa diversifikasi portfolio kredit bisa menimbulkan biaya monitoring yang lebih tinggi, yang akan mengurangi profit secara keseluruhan. Bank mungkin memiliki beberapa keahlian dalam beberapa sektor, tetapi tidak pada semua sektor. Oleh karena itu, semakin tinggi tingkat diversifikasi portfolio kredit, bank akan melibatkan banyak sektor yang berarti bank akan mengeluarkan biaya yang lebih besar untuk memonitor sektor-sektor tersebut, sehingga hal ini akan menyebabkan return bank semakin rendah. Penelitian Putri, O. R (2015) menemukan hubungan negatif signifikan antara diversifikasi portfolio kredit terhadap kinerja bank.

(38)

Diversifikasi pendapatan merupakan diversifikasi produk pada perbankan dengan mengembangkan segmen bisnis selain core business melalui layanan jasa keuangan lainnya. Strategi diversifikasi pendapatan dilakukan untuk meningkatkan aspek efisiensi dengan memaksimalkan aset dan layanan bank (Chiorazzo et al., 2008). Peningkatan efisiensi tersebut dapat dilakukan dengan joint product antara aktivitas yang berkaitan dengan bisnis utama dan layanan jasa keuangan. Bank yang terdiversifikasi akan mengintegrasikan sumber daya manusia, informasi dan teknologi yang akan meningkatkan profitabilitas sehingga kinerja bank tersebut dapat dinilai baik. Layanan jasa keuangan tersebut menjadi produk hasil diversifikasi yang dapat membantu meningkatkan profitabilitas bank..

Diversifikasi pendapatan dapat meningkatkan economies of scope karena bank dapat memanfaatkan input sumber daya secara maksimal untuk menghasilkan beberapa produk sehingga tercapai efisiensi (Klein & Saidenberg, 2005). Phong & Duyen (2019) juga mencatat adanya hubungan positif dan signifikan antara diversifikasi pendapatan terhadap efisiensi biaya bank. Selain itu, diversifikasi pendapatan merupakan bentuk ekspansi bisnis melalui pengembangan produk yang akan meningkatkan pertumbuhan pendapatan non bunga yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan bank secara keseluruhan. Diversifikasi pendapatan menjadi salah satu alternatif dalam

(39)

meningkatkan kinerja bagi negara penganut bank based system termasuk Indonesia (Lee et al., 2014). Penelitian dari Saghi-Zedek (2016) dan Meslier et al.

(2014) juga memberikan bukti empiris bahwa strategi diversifikasi pendapatan berpengaruh positif terhadap kinerja bank. dan signifikan antara diversifikasi pendapatan terhadap efisiensi biaya bank.

Ukuran bank dapat mempengaruhi dampak strategi diversifikasi terhadap kinerja bank. Beberapa penelitian membantah bahwa bank kecil dengan struktur organisasi yang lebih sederhana dan proses pengambilan keputusan yang lebih fleksibel memiliki keunggulan komparatif dalam pinjaman relasi, dibandingkan dengan bank yang lebih besar dan lebih kompleks (Berger, Miller, Petersen, Rajan, & Stein, 2005; Berger & Udell, 2006; Stein, 2002; Uchida, Udell, &

Watanabe, 2008).

Bebczuk dan Galindo (2008) menemukan bahwa bank yang lebih besar mendapatkan keuntungan lebih dari diversifikasi dibandingkan bank-bank kecil di Argentina. Hasil ini tidak mengherankan, karena secara umum diterima bahwa bank-bank besar memiliki peluang yang lebih baik untuk melakukan diversifikasi, berdasarkan keunggulan mereka dalam sumber daya bisnis yang tersedia.

Meslier et al., (2014).juga mengemukakan bahwa ukuran bank atau size sangat berkorelasi dengan ukuran diversifikasi. Ukuran bank yang besar mampu untuk menginvestasikan teknologi yang lebih canggih sehingga memiliki

(40)

manajemen risiko yang lebih baik. Ukuran bank yang besar memiliki kemampuan untuk ekspansi pada lini bisnis baru.

2.4 Hipotesis Penelitian

Pada penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan Terhadap Efisiensi Bank”, hipotesa kerangka koseptual di susun sebagai berikut :

H1 = Diversifikasi Portfolio Kredit berpengaruh negatif signifikan terhadap efisiensi bank.

H2 = Diversifikasi Pendapatan berpengaruh positif signifikan terhadap efisiensi bank.

H3 = Size berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi bank.

(41)

28

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan Terhadap Efisiensi Bank dengan menggunakan variabel kontrol SIZE. Jenis Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif analisis dengan desain data panel yaitu kombinasi antara data runtut waktu (time series) dan data silang tempat (cross-section). Jenis penelitian ini lebih menekankan analisis terhadap data-data yang bersifat kuantitatif yang kemudian diolah sehingga menghasilkan kesimpulan. Kesimpulan dapat mengetahui hubungan yang signifikan antara variabel yang diteliti dan akan memperjelas gambaran mengenai objek yang diteliti.

3.2 Ruang Lingkup Penelitian

Ruang Lingkup dari penelitian adalah beberapa sampel yang diambil dari suatu populasi. Populasi adalah keseluruhan subjek dan objek penelitian yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti.

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 43 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020.

Sedangkan sampel yaitu bagian dari suatu populasi yang karakteristiknya dapat menjadi gambaran dari suatu populasi tersebut. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling yaitu pengambilan sampel dari

populasi berdasarkan pertimbangan/kriteria tertentu yang digunakan oleh peneliti.

Adapun kriteria sampel penelitian adalah sebagai berikut :

1. Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2020.

(42)

tahun 2018-2020.

Berdasarkan kriteria diatas, akhirnya terpilih sebanyak 30 bank yang menjadi sampel penelitian. Data dalam penelitian ini adalah data panel yaitu gabungan dari time series dan cross section, maka jumlah data yang diperoleh sebanyak 30 x 3 (90 data). Berikut ini disajikan daftar sampel perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI periode 2018-2020, sebagai berikut :

Tabel 3.1

Daftar Sampel Penelitian

No. Kode Nama Perusahaan

1. BBRI Bank Rakyat Indonesia. Tbk 2. BMRI Bank Mandiri. Tbk

3. BBNI Bank Negara Indonesia. Tbk 4. BBTN Bank Tabungan Negara. Tbk 5. BBCA Bank Central Asia. Tbk 6. BABP Bank MNC Internasional. Tbk 7. BBHI Bank Harda International. Tbk 8. BBMD Bank Mestika Dharma. Tbk

9. AGRO Bank Rakyat Indonesia Agroniaga. Tbk 10. BDMN Bank Danamon Indonesia. Tbk 11. BGTG Bank Ganesha. Tbk

12. BINA Bank Ina Perdana. Tbk 13. BMAS Bank Maspion Indonesia 14. BNBA Bank Bumi Artha. Tbk 15. BNII Bank Maybank Indonesia. Tbk 16. BNLI Bank Permata. Tbk

17. BRIS Bank BRI Syariah. Tbk 18. BSIM Bank Sinarmas.

19. BTPN Bank Tabungan Pensiun Nasional. Tbk 20. BTPS Bank Tabungan Pensiun Nasional Syariah. Tbk 21. DNAR Bank Dinar Indonesia. Tbk

22. INPC Bank Artha Graha Internasional. Tbk 23. MAYA Bank Mayapada Internasional. Tbk

24. MCOR Bank China Construction Bank Indonesia. Tbk 25. MEGA Bank Mega. Tbk

26. NISP Bank OCBC NISP. Tbk 27. NOBU Bank National Nobu. Tbk 28. PNBN Bank Panin Indonesia. Tbk 29. PNBS Bank Panin Indonesia Syariah. Tbk 30. SDRA Bank Woori Saudara Indonesia. Tbk Sumber : Hasil Olahan Data Penulis

(43)

Penelitian ini menggunakan 3 (tiga) jenis variabel yaitu Variabel Dependen, Variabel Independen, dan Variabel Kontrol.

1. Variabel Dependen/ Variabel Terikat (Y) dalam penelitian ini adalah Efisiensi Bank.

2. Variabel Independen/ Variabel Bebas (X) dalam penelitian ini adalah Diversifikasi Portfolio Kredit dan Diversifikasi Pendapatan yang dihitung dengan Hirschman Herfindahl Index.

3. Variabel Kontrol dalam penelitian ini adalah SIZE.

3.4 Teknik Pengumpulan Data

Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang berupa laporan keuangan bank periode 2018-2020. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu Studi Literatur yang dilakukan dengan cara mencari informasi dari penelitian terdahulu dan dijadikan landasan teori untuk menentukan hasil penelitian. Kemudian mengumpulkan data dengan teknik dokumentasi yakni mengumpulkan data yang dibutuhkan dari laporan keuangan masing-masing bank.

3.5 Definisi Operasional

Definisi Operasional dalam penelitian adalah konsep dari masing-masing variabel. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 (tiga) variabel yaitu Variabel Dependen (Y), Variabel Independen (X), dan Variabel Kontrol.

(44)

Variabel Dependen/ Variabel Terikat yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lain. Variabel dependen dinyatakan dalam bentuk Y. Dalam penelitian ini variabel dependen (Y) adalah Efisiensi Bank. Efisiensi merupakan salah satu parameter pengukuran kinerja dari sebuah organisasi atau didalam penelitian ini adalah bank. Efisiensi bank pada penelitian ini diukur dengan menggunakan metode Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan menggunakan pendekatan intermediasi. Dalam pengujiannya, digunakan total cost yang merupakan variabel terikat. Keberadaan variabel ini dipengaruhi oleh variabel bebas yaitu tingkan output yang dihasilkan dan harga input (Hartono, 2009).

Adapun definisi operasional dependen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Total Biaya (TC)

Total biaya (TC), yaitu (Jumlah beban bunga + Total beban operasional lainnya + beban non operasional) : Total aktiva

2. Komponen Input :

a. Biaya dana (P1), yaitu total biaya bunga yang dibayarkan bank atas simpanan pihak ketiga : Total aktiva

b. Biaya tenaga kerja (P2), yaitu biaya tenaga kerja : Total aktiva.

3. Komponen Output :

a. Kredit yang diberikan (Q1), yaitu total pinjaman yang diberikan baik kepada pihak terkait dengan bank maupun tidak terkait dengan bank : Total aktiva.

(45)

Operasional penelitian dari variabel-variabel diatas dapat di ringkas seperti yang ada pada Tabel 3.2

Tabel 3.2

Operasional Dependen Variabel Penelitian Jenis

Variabel Indikator Definisi Indikator Skala

Terikat TC Total biaya yang dikeluarkan bank Rasio

Bebas P1 Biaya dana Rasio

Bebas P2 Biaya tenaga kerja Rasio

Bebas Q1 Kredit yang diberikan Rasio

Bebas Q2 Sekuritas Rasio

Sumber : Data diolah (2021)

3.5.2 Variabel Independen

Variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi variabel dependen. Variabel Independen merupakan variabel bebas yang dinyatakan dalam bentuk X. Dalam penelitian ini, variabel independen (X) yang digunakan yaitu : 3.5.2.1 Diversifikasi Portfolio Kredit

Diversifikasi portofolio kredit merupakan penyebaran portofolio kredit yang dilakukan oleh bank untuk menyebar risiko yang mungkin dapat timbul karena proses kredit yang diberikan. Data diambil dari catatan atas laporan keuangan pada kredit yang diberikan yang digolongkan menurut sektor ekonomi.

Menurut Chen, et al (2013) pengukuran diversifikasi kredit dapat menggunakan Hirschman Herfindahl Index (HHI). HHI bernilai antara 0 sampai 1. Jika besarnya HHI mendekati 0, berarti diversifikasi portfolio kredit cenderung tinggi atau dengan kata lain semakin rendah nilai HHI maka tingkat diversifikasi

(46)

maka tingkat diversifikasi portfolio kredit semakin rendah. Rumus yang digunakan untuk menghitung HHI sesuai dengan Chen, et al (2013) adalah sebagai berikut :

HHIS = ∑ (𝒏𝒐𝒎𝒊𝒏𝒂𝒍 𝒆𝒙𝒑𝒐𝒔𝒖𝒓𝒆𝒔𝒊 𝒕𝒐𝒕𝒂𝒍 𝒆𝒙𝒑𝒐𝒔𝒖𝒓𝒆𝒔 )𝟐

𝑵𝒊=𝟏

Keterangan :

HHIS = Hirschman Herfindahl Index berdasarkan sektor ekonomi N = Jumlah grup yang diukur

i = Jumlah sektor ekonomi

nominal exposuresi = Jumlah exposures atau jumlah tagihan persektor total exposures = total exposures atau total tagihan

3.5.2.2 Diversifikasi Pendapatan

Diversifikasi pendapatan merupakan diversifikasi sumber pendapatan bank dengan cara melakukan aktivitas baru selain aktivitas utama bank yang menghsasilkan pendapatan bukan dari bunga. Sumber pendapatan bank dibagi menjadi dua yaitu pendapatan bunga dan pendapatan non bunga. Konsentrasi pendapatan dapat diukur dengan Hirschman Herfindahl Index (HHI). Semakin tinggi nilai HHI menunjukkan adanya peningkatan konsentrasi atau pendapatan terfokus dan menimbulkan diversifikasi pendapatan berkurang. Semakin tinggi nilai HHI akan mengakibatkan berkurangnya profitabilitas bank karena risiko tidak dapat tertutupi oleh strategi diversifikasi. Adapun penggunaan nilai diversifikasi pendapatan pada penelitian ini dengan menggunakan perhitungan

(47)

(Shim, 2013) :

HHIP = 1 - ( 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏)𝟐 + ( 𝑵𝒐𝒏 𝑩𝒖𝒏𝒈𝒂

𝑻𝒐𝒕𝒂𝒍 𝑷𝒆𝒏𝒅𝒂𝒑𝒂𝒕𝒂𝒏)𝟐 Keterangan :

HHIP = Hirschman Herfindahl Index berdasarkan jenis pendapatan Bunga = Pendapatan Bunga

Non Bunga = Pendapatan Non Bunga Total Pendapatan = Jumlah total pendapatan 3.5.3 Variabel Kontrol

3.5.3.1 SIZE

SIZE merupakan variabel yang digunakan untuk mengukur ukuran bank yang dihitung menggunakan logaritma natural dari total aset (ln total aset).

3.6 Analisis Data

Analisis data yang dilakukan adalah analisis kuantitatif yang dinyatakan dengan angka-angka yang dalam perhitungannya menggunakan metode statistik.

Dalam penelitian ini, terdapat dua alat uji yaitu : (1) untuk mengetahui nilai Efisiensi, maka penelitian ini menggunakan Uji Stochastic Frontier Analysis (SFA) dengan Stata 15.0 yang menggunakan fungsi Cobb Douglass; (2) dan regresi data panel yang dimana menggunakan Stata 15.0 untuk menguji pengaruh diversifikasi Portfolio Kredit, diversifikasi pendapatan, dan size terhadap efisiensi bank.

(48)

Penelitian ini menggunakan spesifikasi Cobb-Douglas. Dengan menggunakan fungsi Cobb- Douglas yang diperluas untuk banyak output, maka kita dapat menuliskan model cost frontier sebagai berikut :

ln Eit

0t

n lnnit  vit  uit ………(3.1) Yang dimana :

ui = faktor error yang dapat dikendalikan.

vi = faktor error yang tidak dapat dikendalikan.

Asumsi yang digunakan dalam persamaan (3.1) di atas adalah :

vi ~ iid N(0, 𝜎2 ) (identical and independent distributed).

ui ~ iid N + (0, 2 ) (identical and independent distributed)

ui dan vi terdistribusi secara independen satu dengan yang lain dan terhadap variable-variabel regresor lainnya.

Model analisis yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada persamaan (3.1).

Fungsi densitas marjinal f(ε) sebagai berikut :

Fungsi log likelihood untuk sampel bank I periode T adalah :

(49)

Model yang akan diregresi adalah pengujian dengan menggunakan single equation dan pooled data adalah sebagai berikut :

a. Model single equation

Model ini digunakan untuk menguji persamaan secara individu. Pada pengujian ini variabel terikat adalah Total Cost yang merupakan variabel yang keberadaannya dipengaruhi oleh variabel bebas, yaitu tingkat output yang dihasilkan dan harga input. Bank membentuk aktiva produktif (earning assets) melalui fungsi intermediasi, dengan demikian struktur biaya bank dapat diklasifikasikan sebagai fungsi dari vektor output (earning assets), vektor harga input, kesalahan acak (random error) dan tingkat inefisiensi. Dengan menggunakan data bank yang menjadi sampel mengacu pada model persamaan single equation, model total biaya bank dapat diformulasikan sebagai berikut:

InTCit = βot + β3 lnP1it + β4 lnP2it + β1 lnQ1it + β2 lnQ2it + εit

Di mana :

TC = Total biaya yang dikeluarkan oleh bank P1 = Biaya dana

P2 = Biaya tenaga kerja Q1 = Total Kredit

Q2 = Penerimaan aset lain

(50)

Pooled data merupakan model yang menggabungkan data cross section dengan time series. Didalam panel data unit cross-section yang sama diteliti beberapa kali. Secara teoritis ada beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan data yang digabungkan tersebut. Semakin banyak jumlah observasi yang dimiliki bagi kepentingan estimasi populasi maka akan membawa akibat positif dengan memperbesar derajat kebebasan dan menurunkan kemungkinan kolinearitas antar variabel bebas.

Dengan menggunakan panel data dimungkinkannya estimasi masingmasing karakteristik individu maupun karakteristik menurut waktu secara terpisah. Dengan antar waktu saja, parameter yang diperoleh adalah estimasi parameter antar waktu sedangkan untuk antar individu akan memberikan parameter antar individu. Dengan menerapkan proses estimasi

3.6.2 Model Regresi Data Panel

Jenis data yang digunakan adalah data panel (pooled data), terdapat beberapa keuntungan yang diperoleh dengan menggunakan data panel. Pertama, data yang merupakan gabungan antara data time series dan cross section ini mampu menyediakan data yang lebih banyak sehingga akan menghasilkan degree of freedom yang lebih besar. Kedua, dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variabel (ommoted-variabel). Analisis regresi data panel digunakan untuk menguji pengaruh Diversifikasi Portfolio Kredit dan Pendapatan Terhadap Efisiensi Bank. Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini yaitu:

(51)

Dimana dari persamaan diatas dapat dijelaskan:

𝑎 = Konstanta

𝛽1- 𝛽4 = Koefesien Regresi Y = Efisiensi Bank

X1 = Diversifikasi Portfolio Kredit X2 = Diversifikasi Pendapatan X3 = Size

i = Bank t = Tahun 𝜀 = Error Term

Nilai koefisien regresi disini sangat menentukan sebagai dasar analisis, mengingat penelitian ini bersifat Fundamental Method. Hal ini berarti jika koefisien b bernilai positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel independen dengan variabel dependen, setiap kenaikan nilai variabel independen akan mengakibatkan kenaikan variabel dependen. Demikian pula sebaliknya, bila koefisien nilai b bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif dimana kenaikan nilai variabel independen akan mengakibatkan penurunan nilai variabel dependen.

3.6.2.1 Pemilihan Metode Data Panel

Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda dengan data panel untuk menganalisis besarnya pengaruh variable-variabel independen terhadap dependen.

(52)

Metode ini juga dikenal sebagai Common Effect Model (CEM). Pada metode ini, model mengasumsikan bahwa data gabungan yang ada, menunjukan kondisi sesungguhnya dimana nilai intersep dari masing-masing variabel adalah sama dan slope koefisien dari variabel-variabel yang digunakan adalah identik untuk semua unit cross-section.

2. Fixed Effect Model (FEM)

Metode ini memiliki beberapa kemungkinan asumsi yang bisa digunakan peneliti berdasarkan kepercayaannya dalam memilih data, seperti:

a. Intersep dan koefisien slope konstan dari setiap cross section di sepanjang waktu. Error term diasumsikan mampu mengatasi perubahan sepanjang waktu dan individu.

b. Koefisien slope konstan namun intersepnya bervariasi di setiap cross section.

c. Seluruh koefisien baik slope maupun intersep bervariasi setiap individu.

d. Model FEM digunakan apabila data time series lebih besar dari data cross section.

Pendekatan ini memasukan variabel boneka (dummy variable) untuk mengizinkan terjadinya perbedaan nilai intersep antar unit cross section.

Pendekatan dengan memasukan variabel boneka ini dekenal dengan sebutan model efek tetap (fixed effect).

3. Random Effect Model

Dalam REM, perbedaan antar individu dan waktu dicerminkan lewat error model terbaik. Teknik REM sering juga disebut dengan Error Correction Model

Referensi

Dokumen terkait

Makanan Adalah Bahan Atau Organisme Yang Dapat Dimanfaatkan Ikan Untuk Menunjang Kebutuhan Terhadap Informasi Tentang Makanan Dan Kebiasaan Makan Ikan. Fisiologi

Pada pedoman ini, program penelitian diatur menjadi kegiatan rutin FT sehingga ada batas waktu yang jelas untuk penyerahan usulan dan laporan hasil penelitian1. Dosen

Homepage BUDI DAYA LOU HAN ini sendiri dibuat untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas, khususnya kepada para masyarakat yang ingin mendapatkan informasi yang lebih jelas

Muatan listrik mengalir dari potensial tinggi (kutub positif) ke potensial rendah (kutub negatif) melalui suatu penghantar?. Perbedaan potensial disebut juga TEGANGAN (Voltage),

Yang dilakukan pada penelitian ini adalah merekayasa proses iron soft magnetic dengan proses mechanical alloying powder metalurgy sehingga akan kita ketahui karakteristik

Buat program untuk menghitung berapa jam, berapa menit, dan berapa detikkah lama percakapan tersebut, jika diketahui jumlah detik yang terpakai dan.. Untuk

Adapun caranya mirip seperti halnya pendugaan nilai data yang hilang pada RBAL, yaitu menetapkan nilai dugaan awal untuk semua data hilang, kecuali satu nilai diduga

Syarat wajib agar dapat melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan, yaitu lulus mata kuliah pengajaran mikro (lulus praktikum dalam BK). Dari hasil observasi di sekolah, dan