KONSEP JURNAL KHUSUS, BUKU PEMBANTU DAN PENCATATAN TRANSAKSI DALAM BUKU JURNAL KHUSUS
PERTEMUAN 10-11
-ANDI AMRI, S.E, M.M-
PENGERTIAN JURNAL KHUSUS
Jurnal yang digunakan khusus untuk
mencatat transaksi yang
sejenis.
Jurnal yang dikelompokkan
sesuai dengan jenis
transaksinya
• Buku harian yang selama ini dikenal adalah Jurnal Umum
• Apabila transaksi yang harus dicatat banyak jumlahnya, penggunaan jurnal umum menjadi kurang efisien.
• Sehingga muncul istilah baru yaitu
jurnal khusus, yang penggunaanya
menghemat waktu, tenaga, dan biaya
KEUNTUNGAN JURNAL KHUSUS
Jurnal khusus dapat disediakan kolom-kolom khusus untuk beberapa jenis transaksi tertentu. Dengan cara ini penulisan nama akun pada waktu membuat ayat jurnal tidak perlu dilakukan untuk tiap-tiap transaksi.
Pemindah-bukuan tranksaksi dari jurnal ke buku besar dapat dilakukan sekaligus untuk transaksi-transaksi yang terjadi selama suatu periode. Apabila pencatatan dilakukan dalam jurnal umum, pemindahan ke buku besar harus dilakukan untuk tiap-tiap transaksi. Pada waktu membuat ayat jurnal nama akun juga harus ditulis untuk setiap transaksi.
Setiap jurnal khusus dapat digunakan untuk mencatat satu jenis transaksi saja, sehingga memungkinkan pembagian tugas pencatatan kepada beberapa orang.
MANFAAT JURNAL KHUSUS
a. Memungkinkan pembagian pekerjaan (spesialisasi)
b. Memudahkan posting ke akun buku besar
c. Memungkinkan pengendalian internal yang lebih baik
d. Menghemat biaya
Jenis-jenis jurnal khusus
Jurnal penjualan
Jurnal
penerimaan kas
Jurnal pembelian
Jurnal
pengeluaran
kas
JURNAL PENJUALAN (SALES JOURNAL)
Jurnal Penjualan (Sales Journal) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat penjualan barang dagang yang dilakukan secara kredit. Dalam jurnal khusus ini akan terlibat akun piutang dagang (debit) dan penjualan (kredit). Bentuk Jurnal Penjualan adalah sbb :
Tgl Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Piutang Dagang
Penjualan Serba
serbi
CONTOH:
JADI DARI FAKTUR PENJUALAN TERSEBUT, DIBUATLAH JURNAL
PENJUALAN…
LENGKAPNYA SEPERTI INI:
Tgl Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Piutang Dagang
Potongan Perdagangan
Penjualan
2 Okt 615 Toko Baru Pelita
Jaya
Rp. 350 Rp. 150 Rp. 500
JURNAL PENERIMAAN KAS (CASH RECEIPT JOURNAL)
Jurnal Penerimaan Kas (Cash Receipt Journal) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat semua penerimaan uang, termasuk penjualan tunai dan penerimaan tagihan. Atau bahasa lainnya yang digunakan untuk mencatat seluruh penerimaan kas baik dari debitur, sewa, penjualan tunai, setoran modal dari pemilik, pencairan kredit bank, penagihan piutang, penagihan wesel serta bunganya. Bentuk Jurnal Penerimaan Kas adalah sbb :
Tgl. Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Kas Potongan Penjualan
Piutang Dagang
Penjualan Serba
Serbi
CONTOH:
2 oktober penerimaan uang kas sebesar Rp. 412 yang berasal dari pembayaran wesel tagih berbunga
5 oktober diterima uang dari Toko Buku Pelita Jaya sebesar Rp. 784 yang berasal dari tagihan sebesar Rp. 800.
potongan harga yang diberikan adalah 2% dari Rp. 800 atau Rp. 16
7 oktober penjualan tunai dan penerimaan kas sebesar Rp. 1.700
17 oktober debitur mengembalikan barang-barang yang dibeli lalu diberi pengurangan harga dari Rp. 700, maka memperoleh potongan penjualan tunai sebesar Rp. 14 (2% dari Rp. 700). Sehingga diterima check sebesar Rp.
686 dari Toko Buku Deasy.
Lalu pencatatan ke jurnal penerimaan kas adalah…
PERHATIKAN PEMINDAHANYA, FOCUS KEPADA SOAL SAJA
JURNAL PEMBELIAN (PURCHASING JOURNAL)
Jurnal Pembelian (Purchasing Journal) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat pembelian barang dagang secara kredit. Barang yang sering dibeli secara kredit oleh sebuah perusahaan yaitu:
1) Barang dagang untuk dijual Kembali kepada langganan
2) Perlengkapan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan 3) Peralatan dan aktiva tetap yang lain
Dalam jurnal ini akun yang terlibat adalah pembelian dan utang dagang. Bentuk Jurnal Pembelian adalah sbb :
Tgl Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Pembelian Serba Serbi
Utang
Dagang
CONTOH:
JURNAL PENGELUARAN KAS (CASH DISBURSEMENT JOURNAL)
Jurnal Pengeluaran Kas (Cash Disbursement Journal) yaitu jurnal yang digunakan untuk mencatat semua pengeluaran uang yang dilakukan oleh perusahaan, termasuk pembelian barang dagang tunai dan pembayaran utang. Bentuk Jurnal Pengeluaran Kas adalah sbb :
Tgl. Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debit Kredit
Utang Pembelian Serba serbi
Kas Potongan
Pembelian
CONTOH:
Selain keempat Jurnal Khusus tersebut, ternyata ada akun-akun yang tidak bisa masuk kedalam jurnal tersebut. Akun-akun yang tidak bisa masuk ke jurnal khusus
akan dimasukan ke dalam jurnal umum seperti yang sudah kita pelajari dalam perusahaan jasa. Akun-akun tersebut adalah retur penjualan dan retur
pembelian.
RETUR PENJUALAN
Retur penjualan atau pengurangan harga adalah penerimaan Kembali atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dijual
Barang yang dijual mungkin dikembalikan oleh pelanggan atau oleh karena kerusakan atau alas an-alas an lain, pelanggan diberi potongan harga (pengurangan harga).
Apabilan retur penjualan dihubungkan dengan penjualan kredit, penjual akan mengirimkan nota kredit. Nota ini menerangkan jumlah yang dikurangkan dari akun pelanggan serta alas an yang
menyertainya
Efek dari retur penjualan adalah berkurangnya penjualan dan berkurangnya uang kas atau piutang dagang. Apabila akun penjualan yang di debit, maka saldo akun ini pada akhir periode akan menunjukkan penjualan bersih. Retur penjualan harganya tidak diketahui. Oleh karena itu,
biasanya boiaya yang dikeluarkan terkait dengan pengangkutan, pengepakan, perbaikan, dll
CONTOH:
DARI NOTA KREDIT TERSEBUT DIBUAT JURNAL UMUM
RETUR PEMBELIAN
Retur pembelian adalah pengembalian atau pengurangan harga atas barang-barang yang telah dibeli.
Apabila barang-barang yang sudah dibeli dikembalikan atau penyesuaian harga sedang diusahakan, maka biasanya pembeli akan mengadakan hubungan dengan penjualan secara tertulis.
Keterangan-keterangan mengenai hal itu dapat dinyatakan melalui surat atau nota debit
CONTOH:
LALU DIBUATLAH JURNAL UMUM
CONTOH SOAL JURNAL KHUSUS
JAWABAN
JURNAL PEMBELIAN
Tgl Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Pembelian Serba Serbi Utang Dagang
2 Jan 120 PT. Indofood √ 10.000.000 10.000.000
15 Jan 121 PT Batin √ 5.000.000 5.000.000
JAWABAN
JURNAL PENGELUARAN KAS
Tgl. Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debit Kredit
Utang Dagang
Pembelian Serba serbi
Kas Potongan
Pembelian
3 Jan - Pembelian Tunai √ 1.500.000 1.500.000
9 Jan - Beban listrik dan telpon
√ 250.000 250.000
10 Jan - PT, Indofood √ 10.000.000 9.700.000 300.000
JAWABAN
JURNAL PENJUALAN
Tgl Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Piutang Dagang Penjualan Serba serbi
4 Jan 221 PD Michu √ 2.500.000 2.500.000
7 Jan 225 PD Melati √ 2.000.000 2.000.000
JAWABAN
JURNAL PENERIMAAN KAS
Tgl. Nomor
Bukti Keterangan Ref
Debet Kredit
Kas Potongan Penjualan
Piutang Dagang
Penjualan Serba Serbi
6 Jan - Penjualan Tunai √ 1.000.000 1.000.000
8 Jan 11 Jan 12 Jan 14 Jan
- - - -
PD Melati PD Melati
Pendapatan Bunga Penjualan Peralatan
kantor
√
√
√
√
1.000.000 1.000.000 150.000 500.000
1.000.000 1.000.000
150.000
500.000
JAWABAN:
CONTOH-CONTOH AYAT JURNAL AKUNTANSI PENJUALAN
CONTOH-CONTOH AYAT JURNAL AKUNTANSI PEMBELIAN
BUKU BESAR KHUSUS (SPECIAL LEDGER)
Buku besar khusus disebut juga dengan buku (besar)
tambahan atau buku pembantu (subsidiary ledger). Buku besar khusus
bagian dari buku besar.
Buku besar khusus digunakan untuk mencatat
data lain di samping data yang terdapat dalam buku
besar
Pada umumnya, buku besar khusus merupakan
bagian dari buku besar yang merinci lebih lanjut
data dalam salah satu akun
Akun dibuku besar yang mempunyai buku besar khusus disebut akun induk
atau akun pengendali
BUKU TAMBAHAN ATAU BUKU PEMBANTU TERBAGI 2, YAITU:
Buku pembantu piutang (buku piutang)
• Fungsi buku ini untuk merinci akun piutang dagang yang terdapat di buku besar
• Jadi, akun piutang dagang
merupakan merupakan akun induk bagi buku piutang. Ini berarti buku piutang memuat informasi tentang tiap-tiap pelanggan dan disajikan dalam kartu piutang.
Buku pembantu utang (buku utang)
• Buku utang berisi rincian utang menurut nama kreditur
• Akun pengendaliannya adalah utang dagang
• Rincian utang dagang menurut nama kreditur, dicatat dalam suatu buku
tambahan tersediri yang disebut buku
utang.
CONTOH KARTU PIUTANG
buku piutang merupakan kumpulan dari kartu-kartu piutang. Perhatikan gambar diatas, formulir kartu piutang tidak jauh berbeda dengan bentuk formulir akun empat kolom.
Perbedaanya, hanya pada kolom saldo. Contoh diatas adalah kelanjutan contoh pada
jurnal khusus penjualan, lalu di buatkan kartu piutang.
CONTOH KARTU UTANG
buku utang terdiri dari kumpulan kartu-kartu yang disebut kartu utang. Tiap satu kartu utang digunakan untuk mencatat penambahan dan pengurangan utang kepada salah satu
pemasok tertentu.
LANGKAH-LANGKAH POSTING JURNAL KHUSUS KE BUKU BESAR UTAMA
a. Jumlahkanlah jurnal khusus kemudian ditutup dengan memberi garis ganda pada jumlah.
b. Buatlah rekapitulasi jurnal khusus dengan cara mengumpulkan akun yang didebet dan akun yang dikredit.
c. Siapkanlah blanko dari akun-akun yang digunakan, yang berhubungan dengan jurnal khusus.
d. Pindahkanlah angka-angka yang ada pada akun rekapitulasi ke akun-akun yang bersangkutan.
e. Tulislah tanda posting (nomor kode akun) di bawah jumlah jurnal khusus.
f. Pada kolom referensi, tulislah singkatan dari jurnal khusus dengan nomor halaman jurnal
khusus.
POSTING JURNAL UMUM KE BUKU BESAR UTAMA
Cara memposting jurnal umum ke buku besar utama hampir sama dengan cara memosting jurnal umum pada perusahaan jasa.
Perbedaannya, kita terlebih dahulu harus membuat rekapitulasi untuk
akun-akun yang sejenis.
UNTUK JELASNYA TEMAN-TEMAN SILAKAN NONTON VIDEO INI:
https://www.youtube.com/watch?v=lycDImSkpno
TAHAP PENGIKHTISARAN – NERACA SALDO
Prosesnya sama dengan neraca saldo pada Perusahaan jasa. Kalau lupa
silakan buka Kembali materi sebelumnya dan buku referensi.
TUGAS 1: KERJAKAN DIDOUBLE FOLIO
3 Jan : Dibeli separtai barang dagang dari PT Adi Kurnia Rp.32.500.000 dengan syarat 2/10, n/30 4 Jan : Dibayar biaya angkut atas barang yang dibeli dari PT Adi sebesar Rp.200.000
5 Jan : Dikirim kembali barang yang dibeli dari PT Adi seharga Rp.2.500.000
8 Jan : Dibeli perlengkapan toko dari CV Makbul secara tunai sebesar Rp.1.250.000
10 Jan : Dibeli peralatan toko dari Fa Badul Rp.3.000.000, dengan uang muka Rp.1.500.000
12 Jan : Dijual separtai barang kepada Toko Animo Rp.9.600.000 syarat 2/15, n/30 harga pokok Rp.8.000.000 13 Jan : Dibayar sisa utang kepada PT Adi Kurnia untuk pelunasan pembelian tertanggal 3 Januari
14 Jan : Diterima kembali barang yang dijual kepada Toko Animo sebesar Rp.840.000, harga pokok Rp.700.000 18 Jan : Dibeli separtai barang daagang dari PT Bintang Tiga Rp.17.500.000 dengan syarat pembayaran 3/10,n/30 22 Jan : Diterima uang tunai atas pelunasan tagihan dari toko Animo
25 Jan : Dijual separtai barang kepada Toko Angkasa Rp.7.200.000 syarat 2/15, n/30, harga pokok Rp.5.000.000