i
DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN
DAFTAR ISI i
DAFTAR TABEL iii
DAFTAR GAMBAR iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang 1
1.2. Landasan Hukum 4
1.3. Maksud dan Tujuan 7
1.4. Sistematika Penulisan 7
BAB II GAMBARAN PELAYANAN DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TENGAH
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah
11
2.2. Sumber Daya DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah 23 2.3. Kinerja Pelayanan DISPERINDAG Provinsi JawaTengah 27 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
58
BAB III PERMASALAHAN DAN ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
66
3.2. Telaahan, Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
83
3.3. Telaahan Renstra Kementrian Perdagangan dan Renstra Kementrian Perindustrian Serta Renstra Provinsi dan Kabupaten/Kota
99
3.4. Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
110
3.5. Penentuan Isu – Isu Strategis 115
BAB IV TUJUAN DAN SASARAN
4.1. Tujuan dan sasaran 121
ii
5.1 Strategi 123
5.2 Kebijakan 131
BAB VI RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN SERTA PENDANAAN 137
BAB VII KINERJA PENYELENGGARAAN BIDANG URUSAN 197
BAB VIII PENUTUP
8.1. Kesimpulan 201
8.2. Kaidah Transisi 202
8.3. Kaidah Pelaksanaan 202
iii
DAFTAR TABEL
2.1. Tabel Jumlah Aparatur Berasarkan Ruang Gaji Tahun 2018 24 2.2. Tabel Komposisi Data Pegawai Tiap Bidang/ Balai
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
25
2.3. Tabel Prasarana dan Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
26
2.4. Tabel Pencapaian Kinerja Disperindag 43
2.5. Tabel Anggaran dan realisasi Pendanaan Pelayanan Perangkat Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
51
3.1. Tabel Pemetaan Masalah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
78
3.2. Tabel Telaah Visi dan Misi, Program Gubernur Jateng Periode Tahun 2018-2023
87
3.3. Tabel Telaah Renstra Kementerian Perindustrian dan Perdagangan serta Renstra Provinsi dan Kabupaten/Kota
102
3.4. Tabel Telaah RTRW dan KLHS pada RPJMD 111 4.1. Tabel Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan
Dinas
122
5.1. Tabel Tujuan, Sasaran dan Kebijakan 134
6.1. Tabel Rencana Program, Kegiatan, dan Pendanaan PD Disperindag Prov. Jateng Tahun 2018-2023
144
7.1. Tabel Penetapan Indikator Kinerja Utama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023
198
7.2. Tabel Indikator Kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang mengacu Tujuan dan Sasaran RPJMD
186
iv
2.1. Gambar Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jaw Tengah
21
2.2. Gambar Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
22
2.3. Gambar Banyaknya Pegawai Disperindag Prov, Jawa Tengah Menurut Pendidikan Tahun 2018 (orang)
23
2.4. Gambar Prosentase Banyaknya Pegawai Disperindag Prov.
Jawa Tengah Menurut Pendidikan Tahun 2018 (orang)
24
2.5. Gambar Prosentase Komposisi Data Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
26
2.6 Gambar Kontribusi 5 Sektor Tertinggi Terhadap PDRB Tahun 2018
28
2.7 Gambar Perbandingan Kontribusi Sektor Industri Jawa Tengah Terhadap PDB/PDRB dengan Nasional dan Provinsi Lain Di Pulau Jawa
29
2.8 Gambar Kontribusi 5 Sektor Tertinggi Terhadap PDRB Tahun 2018
34
2.9 Gambar Perbandingan Kontribusi Sektor Perdagangan Jawa Tengah Terhadap PDB/PDRB dengan Nasional dan Provinsi Lain Di Pulau Jawa
35
2.10 Gambar Ekspor Jawa Tengah Tahun 2013-2018 (Juta US$) 36 2.11 Gambar Impor Jawa Tengah Tahun 2013-2018 (Juta US$) 38 2.12 Gambar Realisasi Anggaran Disperindag Prov. Jateng Tahun
2014-2018
58
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya Nama : M. ARIF SAMBODO, SE, M.Si NIP : 19640518 198903 1 010 Jabatan : Kepala Dinas
Berdasar SK Gubernur Jawa Tengah Nomor : 821.2/1215/2016 Tanggal 29 Desember 2016. Bertugas untuk dan atas nama Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Berkedudukan di Jalan Pahlawan Nomor 4, Semarang.
Dengan ini saya menyatakan dengan sungguh-sungguh bahwa :
1. Renstra disusun dengan benar dan terukur sebagai pedoman pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan dalam tugas pokok fungsi Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jawa Tengah.
Untuk mewujudkan visi dan misi serta program kerja berdasarkan RPJMD Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023;
2. Berkomitmen yang tinggi untuk melaksanakan dan mewujudkan tujuan, sasaran, program dan kegiatan dalam Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 dengan menggunakan sumber daya organisasi secara efektif dan efisien.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan tanpa paksaan dan untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.
Semarang, 28 Maret 2019 KEPALA DINAS
PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TENGAH
t M. ARIF SAMBODO, SE, M.Si
Pembina Utama Madya NIP. 19640518 198903 1 010
PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN
Jl. Pahlawan No. 4 Semarang Kode Pos 20241 Telp. 8311708, 8417601,8417607, 8311703 Fax. (024) 8311707, 8311709, 8311710 laman http://www.disperindag.jatengprov.go.id
Surat Elektronik [email protected]
Renstra DISPERINDAG
1
Prov.Jateng 2018-2023
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Berdasarkan Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah disusun perencanaan pembangunan sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan nasional. Perencanaan pembangunan daerah tersebut disusun oleh pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota sesuai dengan kewenangannya. Perencanaan pembangunan daerah disusun secara berjangka (Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah/RPJPD, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah/
RPJMD, dan Rencana Kerja Pembangunan Daerah/RKPD) dan dilaksanakan oleh Perangkat Daerah (PD) dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra) untuk jangka menengah (lima tahunan) dan Rencana Kerja (Renja) untuk jangka waktu tahunan sebagai pelaksanaan dari Renstra PD.
Renstra PD merupakan dokumen formal dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah, sebagai acuan dalam penyelenggaraan pelayanan PD khususnya dan pembangunan daerah pada umumnya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan masa pimpinan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih. Kualitas penyusunan Rencana Strategis PD akan sangat ditentukan oleh kemampuan dalam memahami permasalahan, tugas dan fungsi PD serta dalam menerjemahkan visi, misi dan program pembangunan RPJMD ke dalam Rencana Strategis PD. Rencana Strategis PD menjawab 3 pertanyaan dasar yakni (a) Sasaran apa yang hendak dicapai sesuai permasalahan dan isu strategis dalam lima tahun mendatang; (b) Bagaimana mencapainya; dan (c) Langkah-langkah strategis apa yang perlu dilakukan agar tujuan tercapai.
Untuk mendapatkan dukungan yang optimal bagi implementasinya, dalam proses penyusunan dokumen Renstra PD dilakukan dengan membangun komitmen dan kesepakatan dari semua stakeholder untuk mencapai tujuan Rencana Strategis PD melalui proses yang transparan, demokratis, dan akuntabel dengan memadukan pendekatan teknokratis, partisipatif, politik, bottom-up dan top-down. Rencana Strategis
I
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
Renstra DISPERINDAG
2
Prov.Jateng 2018-2023
diharapkan memuat analisis yang mendalam dari masing-masing bidang tugas, tentang permasalahan yang dihadapi, potensi dan peluang yang ada, serta kebijakan strategis untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan yang dianggap strategis. Dalam proses penyusunan Rencana Strategis diperlukan ketajaman untuk menentukan sasaran dan indikator kinerja, serta dalam memilah dan memilih program dan kegiatan prioritas untuk mencapai sasaran-sasaran pembangunan khususnya urusan industri dan perdagangan.
Rancangan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah untuk kurun waktu 5 (lima) tahun kedepan guna melaksanakan Program dan Kegiatan tahun 2019 s/d 2023 sesuai dengan Revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa tengah Tahun 2019 -2023, Penyusunan Renstra Perangkat Daerah (PD) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019-2023 mengacu kepada RPJPD, RPJMD dan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah melalui tahapan :
A. Tahap Penyusunan Rancangan Renstra PD
Kegiatan-kegiatan dalam tahap penyusunan rancangan Renstra PD dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1. Menganaliasi gambaran pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
2. Pengumpulan data dan informasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
3. Perumusan isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
4. Perumusan tujuan dan sasaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
5. Perumusan strategis dan kebijakan;
6. Perumusan indikator kinerja PD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD.
7. Menelaahan RTRW Provinsi Jawa Tengah;
8. Penelaahan Renstra K/L dan Renstra PD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2019-2023;
9. Perumusan rencana kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif berdasarkan rencana prioritas RPJMD;
Renstra DISPERINDAG
3
Prov.Jateng 2018-2023
10. Input tujuan dan sasaran, indikator tujuan dan sasaran, strategi, arah kebijakan, indikator program, target kegiatan, serta upload file kedalam aplikasi eplanning.jatengprov.go.id
B. Tahap Penyusunan Rancangan Akhir
Penyusunan rancangan akhir Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah merupakan penyempurnaan atas rancangan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 yang berpedoman pada RPJMD yang telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah. Penyempurnaan rancangan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 bertujuan untuk mempertajam dan menyelaraskan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 meliputi tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan dalam RPJMD. Penyusunan rancangan akhir Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018- 2023 ini dilakukan melalui dua tahap yang merupakan suatu rangkaian proses yang berurutan, yaitu: 1. Tahap perumusan rancangan akhir Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023; 2. Tahap penyajian rancangan akhir Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023.
C. Tahap Penetapan
Setelah rancangan akhir selesai, selanjutnya disampaikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah kepada Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Provinsi Jawa Tengah untuk memperoleh pengesahan Kepala Daerah. Dalam hal ini, pengesahan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 dengan keputusan Kepala Daerah. Berdasarkan keputusan Kepala Daerah tentang pengesahan Renstra Perangkat Daerah, maka Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah menetapkan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 menjadi pedoman unit kerja dilingkungan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, dalam menyusun rancangan Renja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah. Pengesahan rancangan akhir Renstra Dinas
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
Renstra DISPERINDAG
4
Prov.Jateng 2018-2023
Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 dengan keputusan Kepala Daerah, paling lama 1 (satu) bulan setelah Peraturan Daerah tentang RPJMD ditetapkan. Sedangkan penetapan Renstra PD oleh kepala PD paling lama 7 (tujuh) hari setelah Renstra PD disahkan oleh Kepala Daerah. Berdasarkan hal-hal diatas, mandat dan tanggung jawab Gubernur dijabarkan dalam RPJMD, sedangkan mandat dan tanggungjawab Kepala PD dijabarkan dalam Renstra PD.
1.2 Landasan Hukum
Penyusunan Renstra PD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 menggunakan landasan hukum sebagai berikut:
1. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1950 tentang Pembentukan Provinsi Jawa Tengah (Himpunan Peraturan-Peraturan Negara Tahun 1950 Halaman 86-92);
2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaga Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
3. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
5. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700);
6. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);
7. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan (Lembaran Negara Republik
Renstra DISPERINDAG
5
Prov.Jateng 2018-2023
Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234);
8. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587), sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang_Undang Nomor 2 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
9. Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 4, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5492);
10. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 45, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5512);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 55 tahun 2005 tentang Dana Perimbangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan Lembara Negara Republik Indonesia Nomor 4575);
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 tahun 2005 tentang Pengelolaan keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 46 tahun 2016 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Kajian Lingkungan Hidup Strategis;
15. Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 2018 tentang Standar Pelayanan Minimal;
16. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2015-2019 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 3);
17. Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan;
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
Renstra DISPERINDAG
6
Prov.Jateng 2018-2023
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2018 tentang Pembuatan dan Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah;
19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 1 Seri E Nomor 1);
20. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2008 Nomor 3 Seri E Nomor 3, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9);
21. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009-2029 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2010 Nomor 6, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 28);
22. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan da Penggangaran Terpadu;
23. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2017 tentang Rencana Pembangunan Industri Provinsi (RPIP) Jawa Tengah 2017-2036;
24. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 5 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Jawa Tengah 2018-2023;
25. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pambangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah;
26. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2016 Nomor 9, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 85);
Renstra DISPERINDAG
7
Prov.Jateng 2018-2023
27. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 79 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
28. Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 adalah sebagai pedoman bagi seluruh komponen/aparatur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam melaksanakan kegiatan selama kurun waktu 5 (lima) tahun dan juga sebagai dasar perencanaan tahunan, dan menjadi pedoman dalam penyusunan RENJA guna menghasilkan perencanaan yang berkesinambungan, sinergis, terpadu, akuntabel dan berkualitas.
Tujuan Rencana Strategis PD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah tahun 2018-2023 adalah:
1. Sebagai sarana sinkronisasi dan pelaksanaan kebijakan RPJMD Jawa Tengah tahun 2018-2023;
2. Sebagai dasar dalam penyusunan Rencana Kerja (RENJA) tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
3. Sebagai indikator pengukuran kinerja lima tahunan bagi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
4. Sebagai dasar bagi masyarakat dan stakeholder untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan Industri dan Perdagangan di Jawa Tengah dan
5. Sebagai dasar bagi masyarakat dan stakeholder dalam melakukan pengawasan atas kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
1.3. Sistematika Penulisan
Sistematika Rencana Strategis PD Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 adalah sebagai berikut:
BAB I Pendahuluan
Pada bab ini memuat :
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
Renstra DISPERINDAG
8
Prov.Jateng 2018-2023
1.1 Latar Belakang penyusunan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 sebagai penjabaran RPJMD dan Renstra Nasional yang disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
1.2 Landasan Hukum yang merupakan peraturan perundang- undangan yang menjadi dasar penyusunan Renstra;
1.3 Maksud dan tujuan penyusunan Renstra;
1.4 Sistematika Penulisan penyusunan Renstra;
BAB II Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah
Memuat informasi tentang peran ( tugas dan fungsi) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan UPT- nya dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumber daya yang dimiliki Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukanan capaian capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Perangkat daerah yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018-2023 ini.
2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi.
2.2. Sumber Daya Perangkat aerah.
2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat daerah.
2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat daerah
BAB III Permasalahan dan Isu Strategis PD
Memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah terpilih, telaahan sektor industri dan dagang dan isu-isu strategis.
3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Perangkat Daerah.
Renstra DISPERINDAG
9
Prov.Jateng 2018-2023
3.2 Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih.
3.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra
3.4 Telaahan Rencana Tat Ruang Wilayah dan kajian Lingkungan Hidup Strategis.
3.5 Penentuan Isu isu Strategis Pada bagian ini direview kembali faktor-faktor dari pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang mempengaruhi permasalahan pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah ditinjau dari;
1. Gambaran pelanyanan Dinas Perindustrian dan Perda- gangan Provinsi Jawa Tengah;
2. Sasaran jangka menengah pada Renstra K/L;
3. Sasaran jangka menengah dari Renstra Dinas Perin- dustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah 2018- 2023;
4. Implikasi RTRW bagi pelayanan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah;
5. Implikasi KLHS bagi pelayanan BAB IV Tujuan dan Sasaran
Bab IV memuat berbagai konsensus dan komitmen mengenai, tujuan dan sasaran jangka menengah Perangkat Daerah yang disertai dengan indikator kinerja serta targetnya selama 5 (lima) tahun kedepan Tahun 2018-2023.
BAB V Strategi dan Arah Kebijakan
Bab ini memuat Strategi dan arah kebijakan perangkat daerah, melalui strategi yang ada diharapkan dapat dilakukan langkah- langkah yang strategis dalam mencapai tujuan dan sasaran perangkat daerah yang akan dicapai. Sementara kebijakan akan dijadikan sebagai pedoman guna mengarahkan rumusan strategi yang di pilih agar lebih terarah dalam mencapai tujuan dan sasaran perangkat daerah.
BAB VI Rencana program dan Kegiatan serta Pendanaan
Bab VI memuat rencana program, kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanan indikatifnya. Program dan
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
Renstra DISPERINDAG
10
Prov.Jateng 2018-2023
kegiatan disusun selaras dengan tujuan dan sasaran yang akan dicapai selama 5 (lima) tahun kedepan 2018 s.d 2023.
BAB VII Kinerja Penyelenggaraan bidang Urusan
Bab VII memuat indikator kinerja perangkat daerah yang mengacu pada indikator progran dan termasuk didalamnya yakni kinerja utama (IKU) perangkat daerah terkait penyelenggaraan bidang urusan perindustrian dan urusan perdagangan pada tahun 2018- 2023.
BAB VII Penutup
Bab ini berisi tentang kesimpulan dan penegasan terhadap komitmen untuk melaksanakan Renstra Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018-2023 secara konsisten yang implementasinya dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan serta berlaku sebagai pedoman standar kinerja pelaksanaan program serta kegiatan 5 (lima) tahunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam kaidah pelaksanaan.
RenstraDISPERINDAG
11
Prov.Jateng 2018-2023
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN PROVINSI JAWA TENGAH
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah sebagai salah satu perangkat daerah dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang kemudian dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 79 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang merupakan unsur pelaksana teknis pemerintah provinsi dibidang perindustrian dan perdagangan berdasarkan azas otonomi daerah dan tugas pembantuan yang dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Gubernur Jawa Tengah.
2.1. Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah
Sesuai dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 79 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mempunyai tugas dan fungsi sebagai berikut:
2.1.1. Tugas
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah mempunyai Tugas Pokok melaksanakan urusan pemerintahan dibidang perindustrian dan perdagangan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas pembantuan yang ditugaskan kepada Daerah.
2.1.2. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyelenggarakan fungsi :
1. Perumusan Kebijakan Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Perdagangan luar negeri, standarisasi dan perlindungan konsumen, industri agro dan industri non agro;
2. Pengoordinasian kebijakan bidang perdagangan dalam negeri, Perdagangan luar negeri, standarisasi dan perlindungan konsumen, industri agro dan industri non agro;
3. Pelaksanaan kebijakan bidang perdagangan dalam negeri, Perdagangan luar negeri, standarisasi dan perlindungan konsumen, industri agro dan industri non agro;
4. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan bidang perdagangan dalam negeri, Perdagangan luar negeri, standarisasi dan perlindungan konsumen, industri agro dan industri non agro;
II
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
12
Prov.Jateng 2018-2023
5. Pelaksanaan dan pembinaan administrasi dan kesekretariatan kepada seluruh unit kerja di lingkungan dinas; dan
6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Gubernur, sesuai tugas dan fungsinya.
Struktur Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terdiri atas Sekretariat dan Bidang-Bidang serta UPT dengan tugas pokok dan fungsi sebagai berikut.
a. Sekretariat
Tugas pokok Sekretariat adalah melaksanakan penyiapan bahan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan, dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unit organisasi di lingkungan dinas.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana di atas, Sekretariat memiliki fungsi:
1. Penyiapan bahan koordinasi kegiatan dilingkungan Dinas;
2. Penyiapan bahan koordinasi dan penyusunan rencana program dan kegiatan di lingkungan Dinas;
3. Penyiapan bahan pembinaan dan pemberian dukungan administrasi meliputi ketatausahaan, kepegawaian, hukum, keuangan, kerumahtanggaan, kerja sama, hubungan masyarakat, arsip dan dokumentasi di lingkungan Dinas.
4. Penyiapan bahan koordinasi, pembinaan, dan penataan organisasi dan tata laksana di lingkungan Dinas;
5. Penyiapan bahan pengelolaan barang milik/kekayaan daerah dan pelayanan pengadaan barang/jasa di lingkungan Dinas;
6. Penyiapan bahan evaluasi dan pelaporan di lingkungan Dinas;
7. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Sekretariat dibantu oleh Sub Bagian Program, Sub Bagian Keuangan dan Sub Bagian Umum dan Kepegawaian.
b. Bidang Industri Agro
Tugas pokok Bidang Industri Agro adalah melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang industri alat transportasi, industri elektronika dan telematika, dan industri aneka.
RenstraDISPERINDAG
13
Prov.Jateng 2018-2023
Bidang Industri Agro mempunyai fungsi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sumber daya manusia dan inovasi industri agro;
2. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana dan prasarana industri agro;
3. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian dan informasi industri agro; dan
4. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Bidang Industri Agro dibantu oleh Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inovasi Industri Agro; Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri Agro; dan Seksi Pengendalian dan Informasi Industri Agro.
c. Bidang Industri Non Agro
Tugas Pokok Bidang Industri Non Agro melaksanakan perumusan konsep/penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sumber daya manusia, kreativitas dan inovasi industri non agro, pengembangan sarana dan prasarana industri non agro, pengendalian dan informasi industri non agro
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Bidang Industri Non Agro mempunyai fungsi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan evaluasi dan pelaporan di bidang Pengembangan sumber daya manusia, kreativitas dan inovasi industri non agro;
2. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan sarana dan prasarana industri non agro;
3. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan evaluasi dan pelaporan di bidang pengendalian dan informasi industri non agro; dan
4. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
14
Prov.Jateng 2018-2023
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Bidang Industri Non Agro dibantu oleh Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kreativitas dan Inovasi Industri Non Agro; Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri Non Agro; dan Seksi Pengendalian dan Informasi Industri Non Agro .
d. Bidang Perdagangan Dalam Negeri
Tugas Pokok Bidang Perdagangan Dalam Negeri melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan evaluasi serta pelaporan bidang distribusi dan logistik, promosi dan informasi pasar dan pengembangan pasar dan usaha dagang kecil menengah
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Bidang Perdagangan Dalam Negeri mempunyai fungsi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang distribusi dan logistik;
2. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan informasi pasar;
3. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan pasar dan usaha dagang kecil menengah; dan
4. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Bidang Perdagangan Dalam Negeri dibantu oleh Seksi Distribusi dan Logistik; Seksi Promosi dan Informasi Pasar, dan Seksi Pengembangan Pasar dan Usaha Dagang Kecil Menengah.
e. Bidang Perdagangan Luar Negeri
Tugas Pokok Bidang Perdagangan Luar Negeri, melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang ekspor dan impor, promosi dan kerjasama luar negeri, dan informasi dan analisa pasar.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut di atas, Bidang Perdagangan Luar Negeri mempunyai fungsi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang ekspor dan impor;
RenstraDISPERINDAG
15
Prov.Jateng 2018-2023
pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang promosi dan kerjasama luar negeri;
dan
3. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang informasi dan analisa pasar.
4. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Bidang Perdagangan Luar Negeri dibantu oleh Seksi Ekspor dan Impor, Seksi Promosi dan Kerjasama Perdagangan Luar Negeri; serta Seksi Informasi dan Analisa Pasar.
f. Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen
Tugas pokok Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan konsumen, tertib niaga, dan standarisasi industri.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen mempunyai fungsi:
1. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang perlindungan konsumen;
2. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang tertib niaga;
3. Penyiapan perumusan kebijakan, koordinasi dan pelaksanaan kebijakan, pemantauan, evaluasi dan pelaporan di bidang standarisasi industri; dan
4. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai dengan tugas dan fungsinya
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen dibantu oleh Seksi Pelindungan Konsumen, Seksi Tertib Niaga, dan Seksi Standarisasi Industri.
g. Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A
Tugas pokok Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di bidang pelayanan jasa keteknikan dan penerapan dan rekayasa. Untuk menyelenggarakan tugas
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
16
Prov.Jateng 2018-2023
sebagaimana tersebut diatas, Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A mempunyai fungsi:
1. Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pelayanan jasa keteknikan dan penerapan dan rekayasa;
2. Koordinasi dan pelaksanaan teknis operasional di bidang pelayanan jasa keteknikan dan penerapan dan rekayasa;
3. Evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan jasa keteknikan dan penerapan dan rekayasa;
4. Pengelolaan ketatausahaan; dan
5. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pelayanan Jasa Keteknikan, Kepala Seksi Penerapan Dan Rekayasa dan kelompok Jabatan Fungsonal;. Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A merupakan salah satu Balai di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
h. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang kelas A (BPSMB) Surakarta
Tugas Pokok Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Surakarta adalah melaksanaan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di bidang pengujian mutu barang dan teknik kalibrasi. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) kelas A Surakarta mempunyai fungsi:
1. Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pengembangan jasa teknis pengujian mutu barang dan kalibrasi dan sertifkasi produk;
2. Koordinasi dan pelaksanaan teknis operasional di bidang pengembangan jasa teknis pengujian pengujian mutu barang,kalibrasi dan sertifikasi produk;
3. Evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jasa teknis pengujian mutu barang, kalibrasi dan sertifikasi produk;
4. Pengelolaan ketatausahaan; dan
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) kelas A Surakarta dibantu oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi pelayanan Pengujian dan kalibrasi; Kepala Seksi Pengembangan Jasa Pengujian dan Kalibrasi dan kelompok Jabatan Fungsional
RenstraDISPERINDAG
17
Prov.Jateng 2018-2023
Tugas Pokok Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Semarang adalah melaksanaan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di bidang pengujian mutu barang dan teknik kalibrasi. Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Kelas A Semarang mempunyai fungsi:
1. Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pengembangan jasa teknis pengujian mutu barang dan kalibrasi dan sertifkasi produk;
2. Koordinasi dan pelaksanaan teknis operasional di bidang pengembangan jasa teknis pengujian pengujian mutu barang,kalibrasi dan sertifikasi produk;
3. Evaluasi dan pelaporan di bidang pengembangan jasa teknis pengujian mutu barang, kalibrasi dan sertifikasi produk;
4. Pengelolaan ketatausahaan; dan
5. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Balai Pengujian Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) kelas A Semarang dibantu oleh Kepala Subbagian Tata Usaha, Kepala Seksi pelayanan Pengujian dan kalibrasi; Kepala Seksi Pengembangan Jasa Pengujian dan Kalibrasi dan kelompok Jabatan Fungsional
j. Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK)
Tugas pokok Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (BIPTAK) melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di bidang pelayanan jasa dan pengembangan produk tekstil dan alas kaki.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki mempunyai fungsi:
1. Penyusunan rencana teknis operasional di bidang pelayanan jasa dan pengembangan produk tekstil dan alas kaki;
2. Koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang pelayanan jasa dan pengembangan produk tekstil dan alas kaki;
3. Evaluasi dan pelaporan di bidang pelayanan jasa dan pengembangan produk tekstil dan alas kaki;
4. Pengelolaan ketatausahaan; dan
5. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
18
Prov.Jateng 2018-2023
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pengembangan Produk Tekstil;
Kepala Seksi Pengembangan Produk Alas Kaki; dan Kelompok Jabatan Fungsional.
k. Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Kelas A (BIKDK) Tugas pokok Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) adalah melaksanakan tugas teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang tertentu Dinas di bidang industri kratif digital dan kemasan.
Untuk menyelenggarakan tugas sebagaimana tersebut diatas, Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan (BIKDK) mempunyai fungsi:
1. Penyusunan rencana teknis operasional pengembangan industri kreatif digital dan kemasan;
2. Koordinasi dan pelaksanaan kebijakan teknis operasional di bidang Industri Kreatif digital dan kemasan;
3. Evaluasi dan pelaporan di bidang industri kreatif digital dan kemasan;
4. Pengelolaan ketatausahaan; dan
5. Pelaksanaan tugas kedinasan lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan fungsinya.
Dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan dibantu oleh Kepala Subbagian Tata Usaha; Kepala Seksi Industri Kreatif Digital; Kepala Seksi Pengembangan Kemasan; dan Kelompok Jabatan Fungsional.
2.1.3. Struktur Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Provinsi Jawa Tengah yang kemudian dijabarkan dengan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 79 Tahun 2016 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut:
1. Kepala Dinas, membawahkan:
2. Sekretaris Dinas, membawahkan:
a. Sub Bagian Program;
b. Sub Bagian Keuangan;
c. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
3. Bidang Industri Agro, membawahkan :
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Inovasi Industri Agro;
b. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri Agro; dan
c. Seksi Pengendalian dan Informasi Industri Agro
RenstraDISPERINDAG
19
Prov.Jateng 2018-2023
a. Seksi Pengembangan Sumber Daya Manusia, Kreativitas dan Inovasi Industri Non Agro;
d. Seksi Pengembangan Sarana dan Prasarana Industri Non Agro; dan
e. Seksi Pengendalian dan Informasi Industri Non Agro.
5. Bidang Perdagangan Dalam Negeri, membawahkan:
a. Seksi Distribusi dan Logistik;
b. Seksi Promosi dan Informasi Pasar; dan
c. Seksi Pengembangan Pasar dan Usaha Dagang Kecil Menengah.
6. Bidang Perdagangan Luar Negeri, membawahkan:
a. Seksi Ekspor dan Impor;
b. Seksi Promosi dan Kerjasama Perdagangan Luar Negeri;
dan
c. Seksi Informasi dan Analisa Pasar.
7. Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen, membawahkan:
a. Seksi Perlindungan Konsumen;
b. Seksi Tertib Niaga; dan c. Seksi Standarisasi Industri.
8. Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam kelompok sesuai dengan bidang keahliannya. Pelaksanaan tugas Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh Ketua Kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan rumpun jabatan masing-masing dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas.
Di samping itu pada Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terdapat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah yang telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 33 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) dipimpin oleh seorang Kepala UPTD yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Dinas dengan susunan sebagai berikut:
1. Kepala Balai Industri Logam dan Kayu (BILK) Kelas A, membawahkan :
a. Kepala Subbagian Tata Usaha.
b. Kepala Seksi Pelayanan Jasa Keteknikan;
c. Kepala Seksi Penerapan Dan Rekayasa;
2. Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Surakarta Kelas A, membawahkan :
a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
b. Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pengujian dan Kalibrasi.
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
20
Prov.Jateng 2018-2023
c. Kepala Seksi Pengembangan Jasa Pengujian dan Kalibrasi.
d. Kelompok Jabatan Fungsional;
3. Kepala Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang (BPSMB) Semarang Kelas A, membawahkan:
a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
b. Kepala Seksi Pelayanan Teknis Pengujian dan Kalibrasi.
c. Kepala Seksi Pengembangan Jasa Pengujian dan Kalibrasi.
d. Kelompok Jabatan Fungsional;
4. Kepala Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki, Kelas A (BIPTAK) membawahkan:
a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
b. Kepala Seksi Pengembangan Produk Tekstil;.
c. Kepala Seksi Pengembangan Produk Alas Kaki dan d. Kelompok Jabatan Funsional
5. Kepala Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan Kelas A, (BIKDK) membawahkan:
a. Kepala Sub Bagian Tata Usaha.
b. Kepala Seksi Industri Kreatif Digital;.
c. Kepala Seksi Pengembangan Kemasan; dan d. Kelompok Jabatan Fungsional;
Gambar Struktur Organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dan Struktur Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat pada gambar 2.1 dan gambar 2.2 sebagai berikut :
RenstraDISPERINDAG
21
Prov.Jateng 2018-2023
Gambar 2.1 Struktur Organisasi
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah KEPALA DINAS
SEKRETARIAT
SUB BAG PROGRAM
SUB BAG KEUANGAN
BIDANG PERDAGANGAN DALAM NEGERI
SUB BAG UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SEKSI DISTRIBUSI DAN
LOGISTIK
SEKSI PROMOSI DAN INFORMASI PASAR
SEKSI PENGEMBANGAN PASAR DAN UDKM
BIDANG PERDAGANGAN
LUAR NEGERI
SEKSI EKSPOR
SEKSI PROMOSI DAN KERJASAMA PLN
SEKSI INFORMASI DAN
ANALISA PASAR
BIDANG STANDARDISASI DAN
PERLINDUNGAN KONSUMEN
SEKSI PERLINDUNGAN
KONSUMEN
SEKSI TERTIB NIAGA
SEKSI STANDARDISASI
INDUSTRI BIDANG INDUSTRI
NON AGRO BIDANG INDUSTRI
AGRO
SEKSI PENGEMB. SDM DAN INOVASI INDUSTRI NON AGRO
SEKSI SARANA PRASARANA IND.
NON AGRO
SEKSI PENGENDALIAN DAN INFORMASI IND. NON
AGRO SEKSI
PENGEMB. SDM DAN INOVASI IND. AGRO
SEKSI SARANA PRASARANA INDUSTRI AGRO
SEKSI PENGENDALIAN &
INFOR. IND. AGRO KELOMPOK
JABATAN FUNGSIONAL
UPTD
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
22
Prov.Jateng 2018-2023
Gambar 2.2
Struktur Organisasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah
RenstraDISPERINDAG
23
Prov.Jateng 2018-2023
2.2. Sumber Daya DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah
2.2.1 Sumber Daya Aparatur
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsi organisasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah didukung sejumlah 252 pegawai negeri yang terdiri dari 147 pegawai laki-laki atau 58,33%, dan 105 pegawai perempuan atau 41,66%. (data per tanggal 31 Desember 2018)
Keseluruhan SDM memiliki potensi dan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Struktur tingkat pendidikan SDM Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terekam pada diagram berikut:
Gambar 2.3
Banyaknya Pegawai Disperindag
Prov. Jawa Tengah Menurut Pendidikan Tahun 2018 (orang)
Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disperindag Prov.Jateng
Jumlah aparatur yang terdapat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah adalah sebanyak 252 orang.
Menurut golongan jumlah pegawai Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah terdiri dari golongan IV 19,44% atau 49 orang, golongan III sebesar 62,30% atau 157 orang, sedangkan untuk golongan II 16,26% atau 41 orang dan golongan I ada 1,98%.atau 5 orang
7 8
66
13
114
44 0
20 40 60 80 100 120
SD SLTP SLTA D.3 S.1 S.2
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
24
Prov.Jateng 2018-2023
Gambar 2.4
Prosentase Banyaknya Pegawai Disperindag Prov. Jawa Tengah Menurut Pendidikan Tahun 2018
(orang)
Berikut ini adalah tabel jumlah pegawai berdasarkan golongan ruang gaji tahun 2018.
Tabel 2.1
Jumlah Aparatur Berdasarkan Golongan Ruang Gaji Tahun 2018
NO Golongan Jumlah Pegawai
1 Golongan I B 1 orang
Golongan I C 4 orang
Golongan I D 0 orang
2 Golongan II A 4 orang
Golongan II B 10 orang
Golongan II C 23 orang
Golongan II D 4 orang
3 Golongan III A 17 orang
Golongan III B 54 orang
Golongan III C 34 orang
Golongan III D 52 orang
4 Golongan IV A 31 orang
Golongan IV B 15 orang
Golongan IV C 2 orang
Golongan IV D 1 orang
Jumlah 252 orang
Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disperindag Prov.Jateng
Bermodal SDM dengan kualifikasi dan kompetensi yang beragam, setiap personel memiliki tugas dan tanggungjawab
1,98 16,26
62,30 19,44
I
II
III
RenstraDISPERINDAG
25
Prov.Jateng 2018-2023
dalam mendukung akselerasi program pembangunan Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Provinsi Jawa Tengah.
Tabel 2.2
Komposisi Data Pegawai tiap Bidang/Balai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No. Bidang/Balai SD SLTP SLTA DIII S1 S2 1. Disperindag
Provinsi Jateng 5 6 43 10 72 29 2. Balai Industri
Teknologi Logam dan Kayu
- - 10 2 8 1
3. Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki
- - 2 - 7 5
4. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Surakarta
1 1 8 - 14 2
5. Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang Semarang
- 1 2 - 9 2
6. Balai Industri Kreatif Digital dan Kemasan
1 - 1 1 4 5
JUMLAH 7 8 66 13 114 44
Sumber: Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Disperindag Prov.
Jateng
Keadaan pegawai menurut jenjang pendidikan yang tertinggi yaitu pada pendidikan S2 sebanyak 17,46% S1 (tingkat sarjana) sebanyak 45,23 %. Sedangkan tingkat pendidikan D.3 berjumlah 5,15% dan tingkat pendidikan SMA sederajat berjumlah 26,19%, tingkat pendidikan SLTP berjumlah 3.17%
dan tingkat pendidikan SD berjumlah 2,77%.
Jumlah tersebut dinilai belum mencukupi untuk dapat menjalankan tugas pokok dan fungsi secara berkualitas dan profesional. Untuk itu perlu dilakukan pendidikan dan pelatihan, baik pendidikan formal maupun informal serta
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
26
Prov.Jateng 2018-2023
diklat fungsional dan diklat teknis lainnya. Atau dengan kata lain harus dilakukan Bimbingan Teknis untuk pegawai Dinas Peridustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah baik itu pegawai di Sekretariat maupun di bidang serta di Balai.
Gambar 2.5
Prosentase Komposisi Data Pegawai Berdasarkan Tingkat Pendidikan
2.2.2. Prasarana dan Sarana
Jenis prasarana dan sarana yang berpengaruh langsung terhadap operasional organisasi meliputi ruang dan peralatan kerja, sarana telekomunikasi dan transportasi. Kondisi prasarana dan sarana yang tersedia cukup memadai namun masih perlu ditingkatkan untuk mengoptimalkan kinerja.
Secara lengkap, jenis dan jumlah prasarana dan sarana yang dimiliki oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dapat dilihat pada Tabel 2.3.
Tabel 2.3.
Prasarana dan Sarana Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Tahun 2018
NO SARPRAS JUMLAH SATUAN
1 Komputer 235 Unit
2 Monitor 235 Unit
3 Printer 290 Unit
4 Notebook / Laptop 62 Unit
2,77 3,17
26,19
5,15 45,23
17,46
SDSLTP SLTA D3 S1 S2
RenstraDISPERINDAG
27
Prov.Jateng 2018-2023
NO SARPRAS JUMLAH SATUAN
5 Ipad 10 inci 9 Unit
6 LCD Proyektor 18 Unit
7 Mesin Tulis / Mesin Ketik 64 Unit
8 AC Sentral 24 Unit
9 AC Cassete 61 Unit
10 AC Split 134 Unit
11 Televisi 38 Unit
12 Telepon External 97 Unit
13 Sound System 100 Unit
14 Filling Cabinet 155 Unit
15 LAN (Local Net Working) 6 Jaringan
16 Kendaraan Roda 4 24 Unit
17 Kendaraan Roda 3 3 Unit
18 Kendaraan Roda 2 11 Unit
19 Ruang Sidang/Rapat (daya tampung)
- Lantai II 20 Orang
- Lantai III 20 Orang
- Lantai IV 150 Orang
- Lantai V 300 Orang
2.3. Kinerja Pelayanan DISPERINDAG Provinsi Jawa Tengah
2.3.1 Industri
Industri merupakan sektor yang sangat penting bagi perekonomian di Indonesia. Ini tercermin dari kontribusi sektor industri pengolahan yang masih mendominasi Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia maupun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah. Meskipun dalam lima tahun terakhir sektor industri mengalami penurunan, baik secara kontribusi terhadap PDRB maupun pertumbuhan sektoral. Pertumbuhan disektor pariwisata yang diikuti geliat dari sektor industri dengan investasi dibidang pertambangan, energy, infrastruktur dan kawasan industri, diperkirakan akan
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
28
Prov.Jateng 2018-2023
menjadikan semakin banyaknya industri yang melakukan relokasi ke Jawa Tengah. Kinerja sektor industri memberikan kontribusi tertinggi sebesar 1,44 % terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada akhir tahun 2017 yang sebesar 5,28 %. Sedangkan dalam pembentukan PDRB Jawa Tengah berdasarkan lapangan usaha, sektor industri pengolahan memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap ekonomi Jawa Tengah tahun 2017 dengan share sebesar 34,96
%, tertinggi dibandingkan 5 (lima) sektor lainnya.
Gambar 2.6.
Kontribusi 5 Sektor Tertinggi Terhadap PDRB Jateng
Sumber data BPS (data diolah)
Sedangkan jika dibandingkan dengan capaian nasional dan provinsi lain di pulau Jawa, share kontribusi sektor industri dapat dilihat pada grafik berikut :
34,96
14,09 13,6
10,36
4,38
Industri pengolahan Pertanian, kehutanan dan perikanan Perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor Konstruksi Jasa pendidikan
RenstraDISPERINDAG
29
Prov.Jateng 2018-2023
Gambar 2.7.
Perbandingan Kontribusi Sektor Industri Jawa Tengah Terhadap PDB/PDRB dengan Nasional dan Provinsi Lain
Di Pulau Jawa
Sumber data BPS (data diolah)
Berdasarkan grafik tersebut diatas, dapat dilihat bahwa kontribusi sektor industri terhadap PDRB Jawa Tengah selama kurun waktu 5 tahun terakhir masih lebih tinggi dibandingkan dengan nasional dan 4 (empat) Provinsi lain di pulau Jawa, meskipun masih lebih rendah dari Provinsi Jawa Barat.
Lima sektor manufaktur yang diharapkan memperkuat fundamental struktur industri Jawa Tengah adalah industri makanan dan minuman, otomotif/ komponen, elektronik, kimia dan tekstil. Sektor ini memiliki dampak potensi terhadap industri lain, besaran investasi dan penetrasi pasar yang cukup signifikan. Ketersediaan bahan baku, harga energi yang kompetitif, sumber daya manusia (SDM) yang kompeten serta kemudahan akses pasar dan pembiayaan sangat dibutuhkan untuk mendukung peningkatan kualitas mutu produk, efisiensi dan produktivitas.
Industri makanan dan minuman, termasuk dalam sektor andalan di industri pengolahan non migas. Ini dibuktikan dengan kinerja yang positif dalam beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2017, kontribusi sektor makanan dan minuman mencapai 33,47 persen terhadap industri pengolahan non migas Jawa Tengah. Kontribusi dominan makanan dan minuman terhadap industri pengolahan menunjukan sektor ini
21,03 21,07 20,99 20,51 20,16
19,86 37,3
34,7 33,52 32,55 31,88 31,2 43,22 43,64 43,07 42,57 42,29 42,16
35,21
35,67 35,08 34,9 34,96 34,5
28,99 29,49 29,54 29,22 29,29 29,73
13,62 13,59 13,11 13,22 13,12
12,99
0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50
2013 2014 2015 2016 2017 2018
Nasional DKI Jakarta Banten Jawa Barat Jawa Tengah Jawa Timur DI Yogyakarta
DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN P R O V I N S I J A W A T E N G A H 2018-2023
RenstraDISPERINDAG
30
Prov.Jateng 2018-2023
sangat strategis bagi perekonomian, mengingat industri pengolahan sendiri berkontribusi terbesar terhadap PDRB Jawa Tengah. Potensi dan keunggulan industri agro, khususnya industri makanan dan minuman menyebar di seluruh Provinsi di Jawa Tengah dan masing-masing Kabupaten/Kota memiliki kekhasan produk. Untuk itu dibutuhkan perhatian yang serius dari berbagai tingkat pemerintah agar pelaku usaha industri makanan dan minuman baik yang berskala besar, menengah maupun kecil bisa berkembang dan menjadi raja di pasar dalam negeri, sehingga tidak hanya menjadi sasaran eksploitasi bagi produk- produk makanan dan minuman asing.
Pemerintah terus memfasillitasi industri makanan dan minuman Jawa Tengah melalui berbagai kebijakan untuk memperkenalkan produk, kualitas dan citra merek serta mendorong pelaku usaha dibidang makanan dan minuman memenuhi aspek utama dalam penyediaan produk pangan yang aman dan bermutu.
Langkah-langkah yang telah dilakukan antara lain : mendorong penerapan SNI, Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP), keamanan pangan, dan sanitasi pangan, serta penyelenggaraan maupun partisipasi pameran. Selain itu juga melakukan pendampingan dan pemantauan untuk menjamin bahwa perusahaan menerapkan cara pengolahan dan sistem manajemen keamanan pangan yang baik, mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, pengemasan serta distribusi dan perdagangannya, serta mendorong industri makanan dan minuman agar mampu berproduksi dengan skala ekonomi yang layak, ditopang manajemen yang baik dan pemanfaatan teknologi. Namun demikian, kendala industri makanan dan minuman untuk berkembang bukan hanya masalah infrastruktur, ketrampilan SDM, manajemen dan permodalan saja, tapi juga sinkronisasi dan sinergi aturan dan kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah.
RenstraDISPERINDAG
31
Prov.Jateng 2018-2023
Sementara itu Pasar otomotif nasional yang terus berkembang, menjadikan Indonesia tidak hanya sebagai pasar, tetapi sudah berkembang menjadi basis produksi dan ekspor yang diperhitungkan. Ada tiga faktor utama yang membuat potensi pasar otomotif semakin besar. Pertama, jumlah penduduk Indonesia terbesar di ASEAN dan masuk dalam empat besar negara berpenduduk terbanyak di dunia. Kedua, pertumbuhan ekonomi relatif stabil sehingga daya beli masyarakat meningkat. Ketiga, pembangunan infrastruktur jalan yang semakin gencar.
Perkembangan otomotif yang berimplikasi pada mobilitas produk transportasi nasional menuntut kualitas komponen dengan presisi yang tinggi. Tuntutan ini harus dijawab oleh IKM industri komponen dengan mampu memberikan produk komponen yang siap pakai untuk industri otomotif. Oleh karena itu diperlukan peran pemerintah sebagai motivator dan fasilitator.
Untuk itu langkah strategis yang telah dilakukan dalam mewujudkan kemandirian dan mendorong kapasitas produksi industri otomotif antara lain :
a. Kemudahan akses bahan baku industri alat transportasi dan komponen otomotif antara lain baja, besi dan alumunium dengan harga yang memadai sehingga hasil akhir produk dapat bersaing di pasar;
b. Peningkatan kemampuan SDM industri alat transportasi dan komponen otomotif, manajemen industri, infrastruktur industri dan penelitian dan pengembangan (RnD)
c. Pemberdayaan pasar industri komponen otomotif dengan menggandeng industri perakitan kendaraan bermotor serta mendorong peningkatan nilai tambah industri otomotif nasional melalui penggunaan produk dalam negeri (P3DN) serta penggunaan komponen lokal.
d. Kemitraan antara industri inti dengan industri pendukung komponen otomotif di Jawa Tengah.
Ditengah gempuran produk-produk dari China, produk karoseri Jawa Tengah mampu menembus pasar luar negeri.
Kreativitas dan inovasi membuat sejumlah pengusaha karoseri