• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr.dr.Sutoto,M.Kes,FISQua

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dr.dr.Sutoto,M.Kes,FISQua"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

Dr.dr.Sutoto,M.Kes,FISQua

(2)

CURICULUM VITAE: Dr.dr. SUTOTO,M.Kes

JABATAN SEKARANG:

• Ketua KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit ) Th 2014-2018 PENDIDIKAN:

1. SI –Dokter Fakultas Kedokteran Univ Diponegoro 2. SII Magister Manajemen RS Univ. Gajahmada

3. S III Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (Cumlaude)

PENGALAMAN KERJA

• Ketua umum PERSI (Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia) Th 2009-2012/ 2012- 2015

• Dewan Pembina MKEK (Majelis Kehormatan Etika Kedokteran) IDI Pusat 2009- 2012/2012-2015

• Dewan Pembina AIPNI (Asosiasi Institusi Pendidikan Ners Indonesia)

• Anggota Komite Keselamatan Pasien Rumah Sakit Kementerian Kesehatan R.I 2014- 2O19

• Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta 2001 - 2005

• Direktur Utama RS Kanker Dharmais Jakarta 2005-2010

• Plt Dirjen Bina Pelayanan Medis KEMENKES R.I( Feb-Juli 2010)

• Direktur RSUD Banyumas Jawa Tengah 1992-2001

• Dewan Pengawas RS Mata Cicendo,Pusat Mata Nasional 2

(3)

STRATEGI PENANGGULANGAN COVID 19

TUJUAN:

• 1. Memperlambat dan menghentikan laju transmisi/penularan, dan menunda

penyebaran penularan.

• 2. Menyediakan pelayanan kesehatan yang optimal untuk pasien, terutama kasus kritis.

• 3. Meminimalkan dampak dari pandemi

COVID-19 terhadap sistem kesehatan,

pelayanan sosial, kegiatan di bidang

ekonomi, dan kegiatan sektor lainnya

(4)

TUJUAN:

PEDOMAN PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN COVID 19 KEPMENKES NOMOR HK.01.07/MENKES/413/2020

1.Memahami strategi dan indikator penanggulangan;

2.Melaksanakan surveilans epidemiologi

3.Melaksanakan diagnosis laboratorium

4.Melaksanakan manajemen klinis 5.Melaksanakan pencegahan dan

pengendalian penularan

6.Melaksanakan komunikasi risiko dan pemberdayaan masyarakat 7.Melaksanakan penyediaan sumber

daya

8.Melaksanakan pelayanan kesehatan esensial

(5)

PELAYANAN KESEHATAN ESENSIAL

• Pelayanan Kesehatan esensial adalah pelayanan kesehatan rutin dasar yang kebutuhannya akan terus ada di

masyarakat.

• Meliputi Imunisasi, pemeriksaan Ibu

hamil, pengobatan pasien TB, HIV,

Penyakit kronis seperti Diabetes,

Hipertensi, dan sebagainya.

(6)

• 1. Pelayanan esensial yang mengalarni penundaan antara lain pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan penyakit menular, dan pelayanan penyakit tidak menular. Disisi lain terjadi

peningkatan kebutuhan atau surge capacity pada beberapa jenis pelayanan yang berhubungan dengan COVID-19 yaitu kebutuhan ruang Intensive Care Unit (ICU), ruang isolasi dan peningkatan kebutuhan tenaga kesehatan.

• 2.Meminimalkan risiko infeksi pada petugas dan mengendalikan risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan.Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan COVID-19 adalah tingginya angka

penularan COVID-19 pada petugas di fasilitas pelayanan kesehatan.

• 3.Menyediakan pelayanan yang berkualitas Mutu pelayanan sangat penting untuk mengadaptasi kegiatan dalam pandemi sekaligus memastikan kesinambungan layanan esensial dan memastikan respons efektif terhadap COVID-19.

(7)

• 4.Memprioritaskan keberlanjutan pelayanan esensial selama situasi pandemi, agar terjadi keseimbangan antara pemenuhan penanganan COVID-19 dan pelayanan kesehatan rutin.

• 5.Melakukan edukasi kepada masyarakat untuk

mengikuti protokol kesehatan

(8)

KRITERIA KEBERHASILAN PENGENDALIAN PANDEMI

• Tiga kriteria,

• Kriteria epidemiologi

• Sistem kesehatan

• Surveilans kesehatan masyarakat.

• Terjadi penurunan minimal 50% kasus dari puncak tertinggi selama tiga minggu berturut turut,

• Jumlah spesimen positif dalam dua minggu terakhir <5%,

• Kasus konfirmasi >80% berasal dari daftar kontak dan dapat diidentifikasi kelompok klasternya dalam dua minggu terakhir.

• Penurunan jumlah kasus kematian,

• Penurunan jumlah pasien di rawat dan

• Kasus kritis yang butuh I.C.U

(9)

STRATEGI PENERAPAN AKREDITASI DI ERA

PANDEMI COVID 19

1. MINDSET UTAMA AKREDITASI:

AKREDITASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN 2. BERDAYAKAN ASESOR INTERNAL →

LAKUKAN SELF ASSESMENT

3. KELOLA KEGIATAN PMKP DENGAN MEMBERDAYAKAN TIM MUTU RS → LAKUKAN PERBAIKAN MUTU

BERKELANJUTAN MELALUI

PENINGKATAN SKORING AKREDITASI

STRATEGI PENERAPAN AKREDITASI DI ERA

PANDEMI COVID 19

(10)

1. MINDSET UTAMA AKREDITASI:

AKREDITASI UNTUK

MENINGKATKAN

MUTU DAN

KESELAMATAN

PASIEN

(11)

KARS.Sutoto 12

1. MINDSET: AKREDITASI UNTUK MENINGKATKAN MUTU SECARA BERKESINAMBUNGAN

SERTIFIKAT

RISK

MANAGEMENT

IMPROVEMENT

1. SERTIFIKAT:

• PIMPINAN SETENGAH HATI

• SEKEDAR MEMENUHI KEWAJIBAN

• PESTA KEMBANG API

• IKP → DIABAIKAN 2. RISK MANAGEMENT:

• PIMPINAN SEPENUH HATI → PMKP BERJALAN DGN BAIK

• SISMADAK TELAH DIGUNAKAN

• IDENTIFIKASI RISIKO

• MONITORING KEPATUHAN KARYAWAN THD SPO -> ASESOR INTERNAL → REDOWSKO DIGUNAKAN

• IKP SEBAGAI LEARNING PROCESS

3. IMPROVEMENT (CONTINUOUS QUALITY IMPROVEMENT)

• KOMITMEN TOTAL

• PMKP DITEKUNI DAN DIJALANKAN DGN BENAR

• PEMANFAATAN T.I UNTUK MENDUKUNG PELAYANAN

• SISMADAK DAN IMUT DIKERJAKAN DGN BAIK DAN BENAR

• IMUT DIGUNAKAN SBG UPAYA PENINGKATAN MUTU

• LEARNING CULTURE → QUALITY AND SAFETY CULTURE

(12)

PIMPINAN RS

Menjamin kepatuhan staf terhadap regulasi

yg ditetapkan oleh pimpinan

Patuh terhadap peraturan &

perundangan RS

Sistem monev terhadap regulasi yg ditetapkan pimp

dengan REDOWSKO

Menetapkan regulasi di RS

2. BERDAYAKAN ASESOR INTERNAL

Rangkuman Bab Tata Kelola RS ASESOR INTERNAL

ASESOR INTERNAL

(13)

14

PERAN DIREKTUR/DIREKSI RS DALAM PMKP

1. Merencanakan, menyusun & memantau program PMKP (TKRS 4)

2. Memilih, menetapkan, supervisi pelaksanan prioritas perbaikan pelayanan RS serta melakukan tindak lanjut perbaikan pelayanan (TKRS 5 dan PMKP 5, 7.2)

3. Menetapkan Komite PMKP & PIC data (PMKP 1)

4. Menyediakan SDM (Komite Mutu & PIC data unit), IT manj data & dana pelatihan (PMKP 1. 2, 2.1, 3)

5. Melaporkan kegiatan PMKP ke pemilik (TKRS 4.1) 6. Melaksanakan Benchmark data Indikator Mutu

Nasional (PMKP 7)

7. Mendukung terciptanya budaya keselamatan (TKRS 13)

(14)

2. BERDAYAKAN ASESOR

INTERNAL →

LAKUKAN SELF

ASSESMENT

(15)

PERAN ASESOR INTERNAL

1. Melakukan evaluasi terhadap implementasi kualitas pelayanan dan keselamatan pasien:

2. Melakukan monitoring kepatuhan staf terhadap kebijakan dan SPO 3. Melakukan self assesmen

4. Melakukan asesmen kesiapan RS

menghadapi Covid 19

(16)

SELF ASSESMENT OLEH

ASESOR INTERNAL

(17)

METODA TELUSUR ReDOWS Ko

• R = Regulasi (Pedoman, Panduan, Kebijakan , SPO, Program)

• D = Dokumen bukti implementasi (Rekam Medis, dll)

• O = Observasi pelaksanaan regulasi oleh civitas Hospitalia

• W = Wawancara dengan pelaksana asuhan dan pasien atau keluarga

• S = Simulasi pelaksanaan SPO

• Ko = Konfirmasi

(18)

CEKLIS TELUSUR

(19)

3. KELOLA KEGIATAN PMKP DENGAN

MEMBERDAYAKAN TIM MUTU RS → LAKUKAN PERBAIKAN MUTU

BERKELANJUTAN MELALUI

PENINGKATAN

SKORING AKREDITASI

(20)

PENGELOLAAN KEGIATAN PMKP

1. Berdayakan Komite/Tim MUTU

2. Pengelola PMKP harus dilatih mengenai PMKP

3. Komite PMKP memiliki pedoman kerja dan program kerja

4. Direktur RS menetapkan penanggung jawab data di masing-masing unit kerja.

Yang dilatih dan kompeten agar indicator mutu dapat terpantau

5. Giatkan upaya peningkatan mutu

21

(21)

• BENTUK ORGANISASI MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN

22

• Bentuk organisasi Komite/Tim mutu dan keselamatan pasien, diatur dalam PMK nomer 80 Tahun 2020 Tentang Komite Mutu

• Tim keselamatan pasien diatur di PMK 11 tahun 2017 (Pasal 16 & 17) dan Perpres 77 tahun 2015 tentang

Pedoman Organisasi RS → Komite manajemen risiko dan keselamatan pasien (Pasal 19 ayat 2)

(22)

PMK 80 tahun 2020 tentang KOmite Mutu Rumah Sakit

• Pasal 3. (1) Penyelenggaraan tata kelola mutu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dapat dilakukan melalui pembentukan Komite Mutu, psl 3 Rumah Sakit belum mampu membentuk tim penyelenggara mutu.

• Susunan organisasi Komite Mutu paling sedikit terdiri : a. ketua; b. sekretaris; dan c. anggota (minimal terdiri atas: a. tenaga medis; b. tenaga keperawatan; c.

tenaga kesehatan lain; dan . tenaga non kesehatan

23

(23)

PMK 80 tahun 2020 tentang KOmite Mutu Rumah Sakit

• Pasal 9

• (1) Dalam rangka efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan tata kelola mutu Rumah Sakit, komite lainnya yang melaksanakan fungsi manajemen risiko dan

keselamatan pasien dapat diintegrasikan dengan Komite Mutu.

• (2) Integrasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan membentuk subkomite

24

(24)

PENGELOLAAN KEGIATAN PMKP

25

Pemilik/Representasi Pemilik Direktur/Direksi RS

Ka bid & Ka Komite-2 Komite PMKP

Ka unit pelayanan/ kerja

PIC Data di Unit

(25)

PERAN PEMILIK/REPRESENTASI PEMILIK

• Menyetujui program PMKP (TKRS 1.3)

• Menerima & menindaklanjuti lap PMKP (TKRS 1.3)

26

Standar TKRS 1.3

• Pemilik dan atau representasi pemilik memberi persetujuan program peningkatan mutu dan

keselamatan pasien Rumah Sakit, menerima

laporan pelaksanaan program secara berkala

dan memberi respon terhadap laporan yang

disampaikan

(26)

Direktur RS

menyusun Program PMKP

Representasi pemilik mengkaji program PMKP

Representasi pemilik menyetujui program PMKP

PROGRAM PMKP

(27)

28

PROGRAM PMKP

Perlu IT system manajemen data

Perlu referensi

Integrasi seluruh data mutu, PPI, IKP, OPPE di RS meliputi :

• pengumpulan

• pelaporan

• analisa

• validasi dan

• publikasi indikator mutu

• Asuhan pasien terkini

• Penelitian

• Manj yg baik

• Indikator mutu

nasional/internasional

• Peraturan perundangan &

pedoman-2

Perlu diklat

TKRS 4 TKRS 4

PMKP 2.1 PMKP 3 PMKP 2

PEDOMAN

PMKP

(28)

PENUTUP

• TIGA LANGKAH STRATEGIS PENERAPAN AKREDITASI DI ERA PANDEMI COVID 19:

• Mindset utama akreditasi:

akreditasi untuk meningkatkan mutu dan keselamatan pasien

• Berdayakan asesor internal → lakukan self assesment

• Kelola kegiatan pmkp dengan memberdayakan tim mutu rs → lakukan perbaikan mutu

berkelanjutan melalui

peningkatan skoring akreditasi

(29)

SEKIAN

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga mengakibatkan konsumen selektif dalam memilih produk dengan mutu kualitas layanan yang menjadi faktor penting di dalam perusahaan untuk meingkatkan pelayanan yang

10 Indikator Top Mutu dari seorang Dokter - Pelayanan Fokus Pasien yang efektif Pasien dan anggota keluarganya telah mengidentifikasi sejumlah sifat yang penting dalam

Tenaga keperawatan sebagai salah satu komponen utama pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat memiliki peran penting karena terkait langsung dengan mutu

 Intervensi sedini mungkin terhadap akses dan mutu pelayanan kesehatan merupakan kondisi penting pertumbuhan modal manusia disamping perbaikan status gizi, pendidikan yang

diagnosis sekunder. Setelah keluar kode INA-CBGs tersebut barulah keluar tarif layanan pasien tersebut. Akan tetapi, keseluruhan proses pada diagram diatas pada

Sementara itu mengingat arti penting dari pelayanan publik yang berkualitas dalam arti pemberian layanan publik sederhana, mudah, dan dilakukan

Sistem transportasi harus memiliki bentuk layanan yang diinginkan oleh pengguna yang sesuai dengan standar mutu pelayanan yang akan dibahas pada slide selanjutnya... Terhindarnya

Oleh karena itu, RSUD Subang menjadi institusi penting yang bertanggung jawab untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat setempat Metode penelitian ini