• Tidak ada hasil yang ditemukan

BULETIN SARANA PERTANIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BULETIN SARANA PERTANIAN"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BULETIN

SARANA PERTANIAN

TRIWULAN II 2019

Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian

2019

(3)

i

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT. yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga Buletin Sarana Pertanian Triwulan II Tahun 2019 dapat diterbitkan.

Dalam rangka meningkatkan pelayanan data dan informasi pertanian, Pusat Data dan Sistem Sarana Informasi Pertanian, Sekretariat Jenderal – Kementerian pada tahun 2019 menerbitkan Buletin Sarana Pertanian Triwulan II yang berisi data benih tanaman pangan khususnya padi (kelas Benih Pokok/BP dan Benih Sebar/BR), benih jagung dan kedelai (kelas Benih Sebar/BR), produksi dan distribusi semen beku, produksi dan stok (impor) embrio ternak serta pupuk bersubsidi. Data yang disajikan bersumber dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, Kementerian Pertanian yang diolah oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian.

Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu dan berpartisipasi aktif dalam penerbitan statistik triwulan ini. Harapan kami, semoga Buletin Sarana Pertanian ini dapat bermanfaat bagi para pengguna baik di lingkup Kementerian Pertanian maupun para pengguna lainnya. Kritik dan saran sangat kami harapkan demi perbaikan di masa mendatang.

Jakarta, Juli 2019 Kepala Pusat,

Dr. Ir. I Ketut Kariyasa M.Si

NIP 196904191998031002

(4)

ii

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019 Triwulan I, Maret 2016 DAFTAR ISI Kata Pengantar ... i

Daftar Isi ... ii

Daftar Gambar ...iii

Daftar Tabel ... iv

(5)

iii

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019 Triwulan I, Maret 2016 DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Produksi Benih Padi, Jagung dan Kedelai ... 1

Gambar 2. Produksi dan Distribusi Semen Beku bulan April - Juni 2019 ... 8

Gambar 3. Produksi dan Stok Impor Embrio bulan April – Juni 2019 ... 20

Gambar 4. Alokasi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian ... 23

Gambar 5. Realisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi SektorPertanian ... 29

(6)

iv

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Produksi Benih Padi Kelas Benih Pokok (BP) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 2 Tabel 2. Produksi Benih Padi Inbrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 3 Tabel 3. Produksi Benih Padi Hibrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 4

Tabel 4. Produksi Benih Jagung Komposit Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 –

TW II 2019 ... 5

Tabel 5. Produksi Benih Jagung Hibrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 6 Tabel 6. Produksi Benih Kedelai Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 7

Tabel 7. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari,

Tahun 2019 ... 9

Tabel 8. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Tahun 2019 ... 10

Tabel 9. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Kalimantan Selatan,

Tahun 2019 ... 11

(7)

v

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 10. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Sumatera Barat,

Tahun 2019 ... 12

Tabel 11. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Nusa Tenggara

Barat, Tahun 2019 ... 13

Tabel 12. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Ungaran,

Tahun 2019 ... 14

Tabel 13. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Denpasar,

Tahun 2019 ... 15

Tabel 14. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Ciamis,

Tahun 2019 ... 16

Tabel 15. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) D.I. Yogyakarta,

Tahun 2019 ... 17

Tabel 16. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Riau,

Tahun 2019 ... 18

Tabel 17. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Bengkulu,

Tahun 2019 ... 19

(8)

vi

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019 Triwulan I, Maret 2016 Tabel 18. Produksi Embrio Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Tahun 2019 ... 21

Tabel 19. Stok Impor Embrio Balai Embrio Ternak (BET) Cipelang, Tahun 2019 ... 22

Tabel 20. Alokasi Pupuk Urea Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 24

Tabel 21. Alokasi Pupuk SP-36 Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 25

Tabel 22. Alokasi Pupuk ZA Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 26

Tabel 23 Alokasi Pupuk NPK Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 27

Tabel 24. Alokasi Pupuk Organik Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 28

Tabel 25. Realisasi Penyaluran Pupuk Urea Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 30

Tabel 26. Realisasi Penyaluran Pupuk SP-36 Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 31

Tabel 27. Realisasi Penyaluran Pupuk ZA Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019 ... 32

Tabel 28. Realisasi Penyaluran Pupuk NPK Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi, TW I 2018 –

(9)

vii

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

TW II 2019 ... 33

Tabel 29. Realisasi Penyaluran Pupuk Organik Bersubsidi Sektor Pertanian Menurut Provinsi,

TW I 2018 – TW II 2019 ... 34

(10)

viii

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

DEFINISI

1. Inbrida dan komposit adalah varietas yang produksi benihnya dilakukan melalui penyerbukan sendiri dan terjadi secara alami;

2. Varietas hibrida diproduksi dari persilangan galur-galur tetua sesuai deskripsi galur-galur tetua yang ditetapkan dalam Keputusan Menteri Pertanian tentang pelepasan suatu Varietas hibrida;

3. Benih penjenis (Breeder Seed/BS) adalah benih yang diproduksi oleh dan di bawah Pengawasan Pemulia Tanaman atau institusi pemulia.

4. Benih dasar (Foundation Seed/FS/BD) adalah keturunan pertama dari BS yang mempunyai standar mutu kelas BD dan harus diproduksi sesuai dengan prosedur baku Sertifikasi Benih Bina atau sistem standarisasi nasional;

5. Benih pokok (Stock Seed/SS/BP) adalah keturunan pertama dari BD atau BS yang memenuhi standar mutu kelas BP dan harus diproduksi sesuai dengan prosedur baku Sertifikasi Benih Bina atau sistem standarisasi nasional;

6. Benih sebar (Extension Seed/ES/BR) adalah keturunan pertama BP1, BP, BD atau BS yang memenuhi standar mutu kelas BR dan harus diproduksi sesuai dengan prosedur baku Sertifikasi Benih Bina atau sistem standarisasi nasional;

7. Pupuk an-organik adalah pupuk hasil proses rekayasa secara kimia, fisika dan atau biologi dan merupakan hasil industri atau pabrik pembuat pupuk, antara lain Urea, SP-36, ZA dan NPK;

8. Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari tumbuhan mati, kotoran hewan dan/atau bagian hewan dan/atau limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, berbentuk padat atau cair, dapat diperkaya dengan bahan mineral dan/atau mikroba, yang bermanfaat untuk meningkatkan kandungan hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah;

9. Pupuk bersubsidi adalah pupuk dalam pengawasan yang pengadaan dan penyalurannya mendapat subsidi dari pemerintah untuk kebutuhan kelompok tani dan/atau petani di sektor pertanian;

10. Kebutuhan pupuk bersubsidi adalah alokasi sejumlah pupuk bersubsidi yang dihitung berdasarkan usulan dari gubernur atau dinas yang membidangi sektor pertanian di masing-masing provinsi;

11. Pupuk bersubsidi terdiri dari pupuk an-organik dan pupuk organik yang diproduksi dan/atau diadakan oleh Pelaksana Subsidi Pupuk;

12. Benih Ternak yang selanjutnya disebut Benih adalah bahan reproduksi ternak yang dapat berupa mani, sel telur, telur tertunas, dan embrio;

(11)

ix

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

13. Bibit Ternak yang selanjutnya disebut Bibit adalah ternak yang mempunyai sifat unggul dan mewariskannya serta memenuhi persyaratan tertentu untuk dikembangbiakkan;

14. Ternak lokal adalah ternak hasil persilangan atau introduksi dari luar yang telah dikembangbiakan di indonesia sampai generasi kelima atau lebih yang telah teradaptasi pada lingkungan dan atau manajemen setempat;

15. Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap paling awal dari perkembangan. Dalam organisme yang berkembang biak secara seksual, ketika satu sel sperma membuahi ovum, hasilnya adalah satu sel yang disebut zigot yang memiliki seluruh DNA dari kedua orang tuanya. Dalam tumbuhan, hewan, dan beberapa protista, zigot akan mulai membelah oleh mitosis untuk menghasilkan organisme multiseluler. Hasil dari proses ini disebut embrio. Pada hewan, perkembangan zigot menjadi embrio terjadi melalui tahapan yang dikenal sebagai blastula, gastrula, dan organogenesis;

16. Rumpun adalah sekelompok ternak yang mempunyai ciri-ciri dan karakteristik luar serta sifat keturunan yang sama dari satu spesies.

17. Inseminasi Buatan Introduksi yang selanjutnya disebut IB Introduksi adalah pelaksanaan IB yang dlakukan pada ternak dengan system pemeliharaannya dilakukan secara semi intensif dan/atau ekstensif serta adanya perlakuan sinkronisasi (penyerentakan berahi);

18. Semen Beku Sapi/Kerbau adalah semen yang berasal dari pejantan sapi/kerbau terpilih yang yang diencerkan sesuai prosedur proses produksi sehingga menjadi semen beku dan di simpan di dalam rendaman nitrogen cair pada suhu -196

0

C pada container;

19. In Vitro adalah kultur suatu sel, jaringan (kultur jaringan);

20. In situ adalah usaha pelestarian alam yang dilakukan di dalam habitat aslinya;

21. Ex situ adalah usaha pelestarian alam yang dilakukan di luar habitat aslinya;

22. Sertifikat Benih atau Bibit adalah jaminan tertulis yang diberikan oleh lembaga sertifikasi produk yang telah terakreditasi atau ditunjuk Menteri, yang menyatakan benih atau bibit telah memenuhi proses dan standar yang dipersyaratkan;

23. Standar Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SNI adalah spesifikasi teknis atau sesuatu yang dibakukan termasuk tata cara dan

metoda yang disusun berdasarkan konsensus semua pihak yang terkait dengan memperhatikan syarat-syarat keselamatan, keamanan,

kesehatan, lingkungan hidup, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pengalaman, perkembangan masa kini dan masa yang

akan datang untuk memperoleh manfaat yang sebesar-besarnya yang ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional.

(12)
(13)

2

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 1. Produksi Benih Padi Kelas Benih Pokok (BP) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh 40.90 447.42 385.96 367.65 1,241.92 41.85 585.56 627.41 1,299.18 30.88 2 Sumatera Utara 794.40 412.08 943.27 811.73 2,961.48 1,041.46 746.26 1,787.72 -28.34 81.10 3 Sumatera Barat 56.74 52.90 14.95 51.55 176.12 18.46 266.38 284.83 1343.39 403.60 4 Riau 5.85 41.19 21.88 3.28 72.20 14.19 15.19 29.38 7.05 -63.12 5 Jambi 5.65 123.64 42.40 68.43 240.12 107.79 207.90 315.69 92.87 68.15 6 Sumatera Selatan 372.98 1,003.70 484.16 68.76 1,929.60 372.98 345.95 718.93 -7.25 -65.53 7 Bengkulu 4.00 - 12.00 21.80 37.80 - - - - -

8 Lampung 134.50 530.74 1,023.92 547.84 2,237.00 43.75 336.50 380.25 669.14 -36.60 9 Bangka Belitung - - - 1.00 1.00 - - - - -

10 Kepulauan Riau - - - - - - 11 DKI Jakarta 9.60 - - 11.00 20.60 - - - - -

12 Jawa Barat 3,463.13 1,343.71 3,783.35 10,498.53 19,088.72 1,532.02 7,247.74 8,779.76 373.08 439.38 13 Jawa Tengah 12,299.12 6,234.20 9,791.55 10,210.50 38,535.37 2,185.18 7,036.41 9,221.58 222.01 12.87 14 D.I. Yogyakarta 339.56 819.38 1,520.30 2,074.83 4,754.07 236.73 281.99 518.72 19.12 -65.58

15 Jawa Timur 6,814.57 6,680.96 15,980.02 14,979.00 44,454.55 3,558.86 15,572.98 19,131.85 337.58 133.10

16 Banten 96.83 347.00 212.40 173.40 829.63 - 5.00 5.00 - -98.56 17 Bali 307.39 522.30 129.53 357.42 1,316.64 147.00 400.21 547.21 172.25 -23.38 18 Nusa Tenggara Barat 603.22 865.68 1,963.43 647.10 4,079.43 513.66 716.30 1,229.96 39.45 -17.26 19 Nusa Tenggara Timur - 68.50 65.54 320.11 454.15 312.30 - 312.30 -100.00 -100.00 20 Kalimantan Barat 77.32 353.10 - 50.94 481.36 - 256.36 256.36 - -27.40 21 Kalimatan Tengah - 69.85 46.56 50.19 166.60 - 26.33 26.33 - -62.30 22 Kalimantan Selatan 41.34 118.89 151.11 175.33 486.66 48.79 164.07 212.86 236.28 38.00 23 Kalimantan Timur 34.00 139.50 34.00 104.99 312.49 - 51.70 51.70 - -62.94 24 Kalimantan Utara - - - - - -

25 Sulawesi Utara - 15.50 148.00 351.25 514.75 0.50 14.00 14.50 2700.00 -9.68 26 Sulawesi Tengah 42.70 38.00 - 266.18 346.88 23.25 - 23.25 -100.00 -100.00 27 Sulawesi Selatan 882.16 596.80 157.17 705.28 2,341.41 - 235.96 235.96 - -60.46 28 Sulawesi Tenggara 23.33 16.00 28.00 32.00 99.33 35.05 - 35.05 -100.00 -100.00 29 Gorontalo 7.28 0.52 - 21.29 29.09 0.25 212.61 212.86 84944.00 40786.54 30 Sulawesi Barat 22.20 40.70 - 9.27 72.17 1.00 3.55 4.55 255.00 -91.28 31 Maluku 15.68 20.00 36.25 22.70 94.64 2.50 17.20 19.70 588.00 -14.00 32 Maluku Utara - - 94.18 3.00 97.18 36.00 6.00 42.00 -83.33 -

33 Papua Barat - 10.00 - 74.67 84.67 - - - - -100.00 34 Papua - 10.00 - 119.55 129.55 - - - - -100.00

26,494

20,922.24 37,069.92 43,201 127,687.15 10,273.57 34,752.12 45,026 238.27 66.10 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

Indonesia

No. Provinsi 2019*)

Jumlah

Jumlah TW II 2019 thd

TW II 2018 (%)

2018 TW II thd TW I

2019 (%)

(14)

3

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 2. Produksi Benih Padi Inbrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh 100.40 1,186.96 193.30 1,128.53 2,609.19 410.50 770.56 1,181.06 87.71 -35.08 2 Sumatera Utara 678.93 383.17 288.00 917.69 2,267.79 201.50 340.36 541.86 68.91 -11.17 3 Sumatera Barat 251.78 254.27 275.31 118.19 899.55 916.20 154.91 1,071.11 -83.09 -39.08 4 Riau 25.43 32.58 154.70 76.71 289.42 23.77 110.96 134.72 366.88 240.56 5 Jambi 32.75 163.68 122.91 58.48 377.82 131.59 621.35 752.94 372.19 279.61 6 Sumatera Selatan 183.31 521.70 502.20 425.15 1,632.36 183.31 450.09 633.40 145.53 -13.73 7 Bengkulu 207.00 33.00 13.90 16.10 270.00 - - - - -100.00

8 Lampung 964.03 1,435.04 2,285.92 2,862.14 7,547.13 2,051.68 2,304.49 4,356.17 12.32 60.59

9 Bangka Belitung - - - 31.00 31.00 - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - 11 DKI Jakarta - - - 27.10 27.10 - - - - - 12 Jawa Barat 407.88 610.80 1,881.50 5,122.93 8,023.10 131.50 3,405.81 3,537.31 2,489.97 457.60 13 Jawa Tengah 1,457.25 2,274.04 909.46 532.37 5,173.11 122.14 930.72 1,052.86 662.01 -59.07 14 D.I. Yogyakarta 22.42 57.96 127.94 213.59 421.91 211.35 - 211.35 -100.00 -100.00 15 Jawa Timur 330.87 1,099.24 4,859.24 4,264.45 10,553.80 36.33 2,405.87 2,442.20 6,522.27 118.87 16 Banten 66.41 243.30 605.00 93.25 1,007.96 23.90 14.90 38.80 -37.66 -93.88 17 Bali 33.01 12.11 16.92 16.65 78.69 5.20 24.96 30.16 380.00 106.11 18 Nusa Tenggara Barat 791.65 1,154.62 2,867.57 1,602.06 6,415.90 376.76 1,062.14 1,438.90 181.91 -8.01 19 Nusa Tenggara Timur - 99.40 570.33 681.60 1,351.33 146.36 - 146.36 -100.00 -100.00 20 Kalimantan Barat 534.80 361.33 - 1,749.97 2,646.10 - 273.85 273.85 - -24.21 21 Kalimatan Tengah - 200.89 625.80 813.58 1,640.26 131.00 49.07 180.07 -62.54 -75.57 22 Kalimantan Selatan 211.21 729.07 703.47 1,644.06 3,287.81 211.21 948.64 1,159.85 349.15 30.12 23 Kalimantan Timur 277.70 414.30 66.50 356.99 1,115.49 - 130.60 130.60 - -68.48 24 Kalimantan Utara - - - - - - 25 Sulawesi Utara - 45.00 240.10 70.00 355.10 6.60 15.00 21.60 127.27 -66.67 26 Sulawesi Tengah 106.60 85.00 - 837.46 1,029.06 211.35 - 211.35 -100.00 -100.00 27 Sulawesi Selatan 9.00 3,246.02 1,196.89 3,884.34 8,336.24 247.88 2,013.60 2,261.47 712.34 -37.97 28 Sulawesi Tenggara 52.28 81.50 195.80 492.00 821.58 70.90 223.70 294.60 215.51 174.48 29 Gorontalo 322.68 61.20 - 183.62 567.50 99.28 1,060.57 1,159.85 968.26 1,632.96 30 Sulawesi Barat 93.70 17.96 - 167.46 279.12 221.75 1.83 223.58 -99.17 -89.81 31 Maluku 52.50 13.00 12.65 204.60 282.75 12.00 24.00 36.00 100.00 84.62 32 Maluku Utara - 6.70 157.50 60.00 224.20 713.00 15.00 728.00 -97.90 123.88 33 Papua Barat - 15.00 - 6.00 21.00 - - - - -100.00 34 Papua - 30.00 - 403.08 433.08 - - - - -100.00

7,213.58

14,868.83 18,872.90 29,061.12 70,016.42 6,897.06 17,352.95 24,250.01 151.60 16.71 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

TW II thd TW I 2019 (%) 2019*)

Jumlah TW II 2019 thd

TW II 2018 (%)

Indonesia

No. Provinsi Jumlah

2018

(15)

4

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 3. Produksi Benih Padi Hibrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh - - - - - - 2 Sumatera Utara - - - - - - 3 Sumatera Barat - - - - - - 4 Riau - - - - - - 5 Jambi - - - - - - 6 Sumatera Selatan - - - - - - 7 Bengkulu - - - - - - 8 Lampung - - - - - - 9 Bangka Belitung - - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - 11 DKI Jakarta - - - - - - 12 Jawa Barat - - - 44.10 44.10 - - - - 13 Jawa Tengah - - - 3,772.00 3,772.00 0.41 - -100.00 - 14 D.I. Yogyakarta - - - 1.80 1.80 - - - - 15 Jawa Timur - 30.00 - 76.18 106.18 44.94 180.44 301.50 501.38 16 Banten - - - - - - 17 Bali - - - - - - 18 Nusa Tenggara Barat - - - - - - 19 Nusa Tenggara Timur - - - - - - 20 Kalimantan Barat - - - - - - 21 Kalimatan Tengah - - - - 14.09 - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - - 24 Kalimantan Utara - - - - - - 25 Sulawesi Utara - - - 15.50 15.50 - - - - 26 Sulawesi Tengah - - - - 33.98 - - 27 Sulawesi Selatan - 22.68 - - 22.68 - 111.00 - 389.42 28 Sulawesi Tenggara - 141.10 - - 141.10 - - - -100.00 29 Gorontalo - - - - - - 30 Sulawesi Barat - - - - - - 31 Maluku - - - - - - 32 Maluku Utara - - - - - - 33 Papua Barat - - - - - - 34 Papua - - - - - -

-

193.78 - 3,909.57 4,103.36 45.35 339.51 648.63 75.20 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

TW II thd TW I 2019 (%)

Indonesia

No. Provinsi TW II 2019 thd

TW II 2018 (%) 2018

Jumlah

2019*)

(16)

5

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 4. Produksi Benih Jagung Komposit Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh - - - - - - 2 Sumatera Utara - - 2.50 - 2.50 - - - - - 3 Sumatera Barat - - - - - - 4 Riau - - - - - - 5 Jambi - 2.20 3.84 - 6.04 - - - - -100.00 6 Sumatera Selatan - - - - - - 7 Bengkulu - - - - - - 8 Lampung - - - - - - 9 Bangka Belitung - - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - 11 DKI Jakarta - - - - - - 12 Jawa Barat - - - - - - 13 Jawa Tengah - - - - - - 14 D.I. Yogyakarta - - - - - - 15 Jawa Timur 6.06 74.82 243.58 100.00 424.46 - 15.08 15.08 - -79.84 16 Banten - - - - - - 17 Bali - - - - - - 18 Nusa Tenggara Barat 10.00 - - - 10.00 10.00 - 10.00 -100.00 - 19 Nusa Tenggara Timur - 3.40 23.46 475.47 502.33 - - - - -100.00 20 Kalimantan Barat - - - - - - 21 Kalimatan Tengah - - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - - 24 Kalimantan Utara - - - - - - 25 Sulawesi Utara - - - - - - 26 Sulawesi Tengah - - - - - - 27 Sulawesi Selatan - - - - - 122.85 - 122.85 -100.00 - 28 Sulawesi Tenggara - - - - - - 29 Gorontalo - - - - - - 30 Sulawesi Barat - - - - - - 31 Maluku - - - - - - 32 Maluku Utara - - - - - - 33 Papua Barat - - - - - - 34 Papua - - - - - -

16

80.42 273.38 575 945.33 132.85 15.08 147.93 -88.65 -81.25 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

Indonesia

No. Provinsi TW II thd TW I

2019 (%)

TW II 2019 thd TW II 2018 (%) 2018

Jumlah 2019*)

Jumlah

(17)

6

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 5. Produksi Benih Jagung Hibrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh - - - - - - 2 Sumatera Utara - - - - - - 3 Sumatera Barat 75.00 1.32 - - 76.32 449.20 - 449.20 -100.00 -100.00 4 Riau - - - - - - 5 Jambi - - 5.49 - 5.49 - - - - - 6 Sumatera Selatan 0.80 - - - 0.80 - - - - - 7 Bengkulu - - - - - - 8 Lampung - 0.95 - - 0.95 - - - - -100.00 9 Bangka Belitung - - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - 11 DKI Jakarta - - - - - - 12 Jawa Barat - - - - - - 13 Jawa Tengah - - - - - - 14 D.I. Yogyakarta - - - - - -

15 Jawa Timur 5,649.27 16,740.45 28,423.32 23,140.81 73,953.85 13,778.24 5,082.19 18,860.43 -63.11 -69.64

16 Banten - - - - - - 17 Bali - - - - - - 18 Nusa Tenggara Barat - - - - - - 19 Nusa Tenggara Timur - - - - 43.41 43.41 - - 20 Kalimantan Barat - - 4.22 - 4.22 - - - - - 21 Kalimatan Tengah - - - - - - 22 Kalimantan Selatan - - - - - - 23 Kalimantan Timur - - - - - - 24 Kalimantan Utara - - - - - - 25 Sulawesi Utara - - - - - - 26 Sulawesi Tengah - - - - - 58.16 33.56 91.72 -42.30 - 27 Sulawesi Selatan 14.00 210.01 368.25 - 592.26 82.95 118.70 201.65 43.10 -43.48 28 Sulawesi Tenggara - - - - - - 29 Gorontalo - - - - - - 30 Sulawesi Barat - - - - - - 31 Maluku - - - - 4.72 4.72 - - 32 Maluku Utara - - - - - - 33 Papua Barat - - - - - - 34 Papua - - - - - -

5,739

16,952.73 28,801.28 23,141 74,633.89 14,368.55 5,282.58 19,651 -63.24 -68.84 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

TW II 2019 thd TW II 2018 (%) Jumlah

2018 2019*)

Jumlah

Indonesia

TW II thd TW I 2019 (%)

No. Provinsi

(18)

7

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 6. Produksi Benih Kedelai Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019

(Ton)

TW I TW II TW III TW IV TW I TW II

1 Aceh 120.40 - 105.30 125.06 350.76 - - - - - 2 Sumatera Utara - 111.96 18.00 28.46 158.42 7.05 72.47 79.52 928.53 -35.27 3 Sumatera Barat 0.18 7.60 3.94 2.94 14.66 0.67 0.32 0.99 -51.88 -95.79 4 Riau - - 9.30 0.30 9.60 3.40 1.80 5.20 -47.06 - 5 Jambi 34.00 34.00 - 41.62 109.62 - 48.90 48.90 - 43.82 6 Sumatera Selatan 13.80 32.50 - - 46.30 - 21.00 21.00 - -35.38 7 Bengkulu 1.80 25.20 0.60 - 27.60 - - - - -100.00 8 Lampung 169.19 186.85 33.60 - 389.64 - - - - -100.00 9 Bangka Belitung - - - - - - - - - - 10 Kepulauan Riau - - - - - - - - - - 11 DKI Jakarta - - - - - - - - - - 12 Jawa Barat 1,664.85 460.30 350.72 365.20 2,841.07 686.00 737.40 1,423.40 7.49 60.20 13 Jawa Tengah - 2,667.20 281.50 - 2,948.70 - 383.80 383.80 - -85.61 14 D.I. Yogyakarta 18.40 58.20 407.10 225.36 709.06 - 4.00 4.00 - -93.13 15 Jawa Timur 77.56 674.08 750.50 4,359.19 5,861.33 - 2,068.13 2,068.13 - 206.81 16 Banten 58.03 650.60 116.06 2.00 826.69 - 23.74 23.74 - -96.35 17 Bali - - - - - - - - - - 18 Nusa Tenggara Barat 342.40 70.00 25.00 908.93 1,346.33 - 243.50 243.50 - 247.86 19 Nusa Tenggara Timur - 97.10 - 37.54 134.64 - 38.00 38.00 - -60.87 20 Kalimantan Barat 1.00 - - - 1.00 - - - - - 21 Kalimatan Tengah - 1.00 2.00 0.80 3.80 - - - - -100.00 22 Kalimantan Selatan 0.20 - - 3.46 3.66 0.20 2.00 2.20 900.00 - 23 Kalimantan Timur - - - - - - - - - - 24 Kalimantan Utara - - - - - - - - - - 25 Sulawesi Utara 699.00 30.00 196.30 52.50 977.80 - - - - -100.00 26 Sulawesi Tengah 4.00 15.00 - - 19.00 - - - - -100.00 27 Sulawesi Selatan 1,735.00 764.50 260.00 348.00 3,107.50 140.00 226.70 366.70 61.93 -70.35 28 Sulawesi Tenggara - 93.00 - 2.00 95.00 - - - - -100.00 29 Gorontalo - - - 709.05 709.05 - 2.02 2.02 - - 30 Sulawesi Barat 33.50 9.00 - - 42.50 - - - - -100.00 31 Maluku - - - - - - - - - - 32 Maluku Utara - - 1.00 1.00 2.00 4.00 - 4.00 -100.00 - 33 Papua Barat - - - - - - - - - - 34 Papua - - - - - - - - - -

4,973.31

5,988.09 2,560.92 7,213.40 20,735.72 841.31 3,873.78 4,715.09 360.45 -35.31 Sumber : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan

Keterangan : -) Data tidak tersedia *) Angka sementara

Jumlah TW II thd TW I

2019 (%)

TW II 2019 thd TW II 2018 (%) 2019*)

Jumlah

Indonesia

No. Provinsi

2018

(19)

8

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

(20)

9

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 7. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Tahun 2019

(Dosis)

April Me i Juni TW I April Me i Juni TW II

1 W agyu 43,524 44,456 45,793 - - - - - - 2 Belgian Blue 925 2,351 2,785 - - - - - - 3 Belgian Blue Cross 2,328 5,384 5,384 - - - - - -

4 Limousin 56,687 80,004 77,826 434,174 512,203 53,801 53,801 619,805 42.75

5 Simmental 37,257 62,175 53,827 254,881 325,174 46,261 46,261 417,696 63.88

6 Brahman 20,805 24,356 25,937 10,368 19,022 23,477 23,477 65,976 536.34

7 Bali 359,855 376,774 389,528 55,006 94,588 66,006 66,006 226,600 311.96

8 Angus 14,734 22,716 22,392 5,552 2,776 3,510 3,510 9,796 76.44 9 Brangus 500 500 500 - - - - - - 10 Pasundan - - - - - 11 Aceh 271 4,641 7,253 - - - - - - 12 Madura 86,242 88,358 82,721 4,269 16,975 11,803 11,803 40,581 850.60 13 Peranakan Ongole 108,037 117,124 121,042 3,467 10,492 59,580 59,580 129,652 3639.60 14 Ongole - - - - - 15 Pesisir - - - - - 16 Jabres - - - - - 17 Galek`an 977 993 993 - - - - - - 18 Banteng X 28,985 29,087 29,208 - - - - - - 19 AMZ 1,416 - - - - - 20 Belmond Red 378 - - - - - 21 Sahiwal 1,185 - - - - -

22 FH 2,392,655 2,239,643 2,219,996 33,414 82,148 82,148 145.85

23 Kerbau - - - - - 24 Gembrong - - - - - 25 Marica - - - - - 26 D Sapudi - - - - - 27 Unggas - - - - - 28 Ikan - - - - - 29 Kuda - - - - - 30 PE - - - - - 31 Boer - - - - - 32 Boerawa - - - - - 33 Senduro - - - - - 34 Saanen - - - - - 35 Sexing - - - - - 36 D Garut - - - - - 37 Dombos - - - - - 38 DEG - - - - - 39 K Alpine - - - - -

3,156,761

3,098,562 3,085,185 801,131 1,063,378 264,438 264,438 1,592,254 98.75 Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hew an

Keterangan : Data distribusi semen beku merupakan data kegiatan Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siw ab) Data sudah termasuk semen beku sexing

Data yang disajikan adalah data Standar Nasional Indonesia (SNI) Jumla h

No. Rumpun Produksi Distribusi TW II thd TW I

2019 (%)

(21)

10

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 8. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, Tahun 2019

(Dosis)

April Me i Juni TW I April Me i Juni TW II

1 W agyu 1,232 1,634 1,872 - - - - - - 2 Belgian Blue - - - - - - - - 3 Belgian Blue Cross - - - - - - - - 4 Limousin 290,692 263,627 216,275 117,309 84,697 101,261 142,089 328,047 179.64 5 Simmental 233,187 251,704 194,461 188,037 136,032 66,041 104,650 306,723 63.12 6 Brahman 59,229 60,640 50,159 73,298 59,758 15,039 21,086 95,883 30.81 7 Bali 7,135 2,635 2,635 - - 4,000 4,000 8,000 - 8 Angus 136,360 136,740 115,951 47,843 30,521 23,875 29,547 83,943 75.46 9 Brangus - - - - - - - - 10 Pasundan 41,452 41,942 39,508 200 100 3,100 3,100 6,300 3050.00 11 Aceh 14,543 14,542 14,309 11,344 6,537 - - 6,537 -42.37 12 Madura 120,029 114,248 114,272 4,397 5,847 11,050 11,050 27,947 535.59 13 Peranakan Ongole 214,926 220,645 202,446 88,035 68,931 28,019 34,398 131,348 49.20 14 Ongole - - - - - - - - - 15 Pesisir - - - - - - - - - 16 Jabres - - - - - - - - - 17 Galek`an - - - - - - - - - 18 Banteng X - - - - - - - - - 19 AMZ - 1,416 1,416 - - - - - - 20 Belmond Red - 378 378 - - - - - - 21 Sahiwal - 1,185 1,185 - - - - - -

22 FH - 531,257 530,158 24,856 25,531 25,531 2.72

23 Kerbau - 64,538 64,683 11,311 11,461 2,370 13,831 22.28

24 Gembrong - - - - - - - - - 25 Marica - - - - - - - - - 26 D Sapudi - - - - - - - - - 27 Unggas - - - - - - - - - 28 Ikan - - - - - - - - - 29 Kuda - - - - - - - - - 30 PE - - - - - - - - - 31 Boer - - - - - - - - - 32 Boerawa - - - - - - - - - 33 Senduro - - - - - - - - - 34 Saanen - - - - - - - - - 35 Sexing - - - - - - - - - 36 D Garut - - - - - - - - - 37 Dombos - - - - - - - - - 38 DEG - - - - - - - - - 39 K Alpine - - - - - - - - -

1,118,785

1,707,131 1,549,708 566,630 429,415 254,755 349,920 1,034,090 82.50 Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hew an

Keterangan : Data distribusi semen beku merupakan data kegiatan Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siw ab) Data sudah termasuk semen beku sexing

Data yang disajikan adalah data Standar Nasional Indonesia (SNI) Jumla h

No. Rumpun Produksi Distribusi TW II thd TW I

2019 (%)

(22)

11

Buletin Sarana Pertanian - Triwulan II 2019

Triwulan I, Maret 2016

Tabel 9. Produksi dan Distribusi Semen Beku Balai Inseminasi Buatan Daerah (BIBD) Kalimantan Selatan, Tahun 2019

(Dosis)

April Me i Juni TW I April Me i Juni TW II

1 W agyu - - - - - - - - -

2 Belgian Blue - - - - - - - - -

3 Belgian Blue Cross - - - - - - - - -

4 Limousin 12,642 15,892 17,869 2,096 2,096 - - 2,096 - 5 Simmental 11,619 13,169 14,177 2,213 2,213 - - 2,213 - 6 Brahman 7,642 8,116 8,194 2,107 2,107 - - 2,107 -

7 Bali 13,819 17,224 19,471 18,564 18,564 - - 18,564 -

8 Angus - - - - - - - - -

9 Brangus - - - - - - - - -

10 Pasundan - - - - - - - - -

11 Aceh - - - - - - - - -

12 Madura - - - - - - - - -

13 Peranakan Ongole 21,264 22,792 23,824 - - - - - -

14 Ongole - - - - - - - - -

15 Pesisir - - - - - - - - -

16 Jabres - - - - - - - - -

17 Galek`an - - - - - - - - - 18 Banteng X - - - - - - - - -

19 AMZ - - - - - - - - -

20 Belmond Red - - - - - - - - -

21 Sahiwal - - - - - - - - -

22 FH - - - - - - - - -

23 Kerbau 1,407 1,545 1,545 - 1,548 - - 1,548 -

24 Gembrong - - - - - - - - -

25 Marica - - - - - - - - -

26 D Sapudi - - - - - - - - -

27 Unggas - - - - - - - - -

28 Ikan - - - - - - - - -

29 Kuda - - - - - - - - -

30 PE - - - - - - - - -

31 Boer - - - - - - - - -

32 Boerawa - - - - - - - - -

33 Senduro - - - - - - - - -

34 Saanen - - - - - - - - -

35 Sexing - - - - - - - - -

36 D Garut - - - - - - - - -

37 Dombos - - - - - - - - -

38 DEG - - - - - - - - -

39 K Alpine - - - - - - - - - 68,393

78,738 85,080 24,980 26,528 - - 26,528 6.20 Sumber : Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hew an

Keterangan : Data distribusi semen beku merupakan data kegiatan Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siw ab) Data sudah termasuk semen beku sexing

Data yang disajikan adalah data Standar Nasional Indonesia (SNI)

TW II thd TW I 2019 (%)

Jumla h

No. Rumpun Produksi Distribusi

Gambar

Tabel 1.   Produksi Benih Padi Kelas Benih Pokok (BP) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019
Tabel 2.   Produksi Benih Padi Inbrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019
Tabel 4.   Produksi Benih Jagung Komposit Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019
Tabel 5.   Produksi Benih Jagung Hibrida Kelas Benih Sebar (BR) Menurut Provinsi, TW I 2018 – TW II 2019
+7

Referensi

Dokumen terkait

Publikasi Outlook Karet Tahun 2016 menyajikan keragaan data series komoditi Karet secara nasional dan internasional selama 10-30 tahun terakhir serta

Demikian juga dalam ketimpangan sosial dan ekonomi harus diatur sedemikian rupa sehingga keduanya memberikan keuntungan paling besar bagi orang yang memiliki investasi

PERANCANGAN POSTER KEPAHLAWANAN AREK-AREK SURABAYA DALAM PERTEMPURAN 10 NOVEMBER 1945 , Karya penciptaan ini dibuat untuk melengkapi persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana

Bahwa pasien sebagai pengguna pelayanan kesehatan dengan dokter atau dokter gigi sebagai penyedia jasa pelayanan kesehatan masuk dalam kondisi di mana terjadi perselisihan

Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan statistik sektor pertanian, yang akan diklasifikasikan berdasarkan sub sistem hulu, sub sistem on-farm, sub sistem hilir, dan

Penelitian oleh Rishi et la, memperoleh faktor resiko kejadian ESBL yaitu adanya infeksi saluran kemih yang berulang, penggunaan antibiotik sebelumnya, diabetes mellitus,

Secara Singkat) tidak ada instruksi dari mentor dan belajar Hasil Pekerjaan (pilih salah satu) Belum Selesai. Tuliskan Hasil Pekerjaan Jika Telah Selesai Dikerjakan (Singkat

Pada praktiknya, metode baku untuk data lengkap sering digunakan dalam menganalisis data yang mengandung data hilang. Metode tersebut dilakukan dengan cara menghapus unit-unit