• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I LATAR BELAKANG KELUARGA DAMPINGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I LATAR BELAKANG KELUARGA DAMPINGAN"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

LATAR BELAKANG KELUARGA DAMPINGAN

Keluarga yang dijadikan keluarga dampingan selama pelaksanaan KKN PPM XIII Universitas Udayana Tahun 2016 ini bertempat tinggal di Desa Abuan, Kintamani, Kabupaten Bangli. Desa Abuan termasuk dalam wilayah kerja Puskesmas Kintamani VI. Desa Abuan ini dihuni oleh 363 KK dengan jumlah penduduk sekitar 1.800 jiwa. Desa Abuan ini berikim sejuk sehingga sangat cocok untuk wilayah perkebunan sayur dan buah-buahan. Mayoritas penduduk Desa Abuan ini berprofesi sebagai pekerja di kebun buah dan sayuran yang berada di kawasan Desa Abuan ini.

1.1 Data Demografi Keluarga Dampingan

Keluarga yang menjadi Keluarga Dampingan ini dipimpin oleh seorang Kepala Keluarga bernama I Nengah Suardi yang berusia 30 tahun. Beliau memiliki seorang istri bernama I Nyoman Daniati yang berusia 24 tahun dan seorang anak laki-laki bernama Wayan Dinayasa yang berusia 7 tahun. Bapak I Nengah Suardi ini merupakan warga asli dari Desa Abuan, sedangkan istrinya, Ibu Daniati, sebelumnya merupakan warga dari Belancan. Keluarga ini merupkan keluarga yang menganut agama Hindu.

Keluarga ini tinggal di suatu pekarangan rumah seluas ± 5 are yang dihuni oleh 4 KK yang semuanya merupakan saudara kandung dari KK Dampingan tersebut. Pekarangan rumah tersebut terdiri dari 4 unit rumah kecil yang dihuni oleh anak laki-laki yang ke-1, ke-5, ke-6 dan ke-9 beserta orang tua dari Bapak I Nengah Suardi yang tinggal di salah satu rumah tersebut.

Bapak I Nengah Suardi merupakan seorang pengrajin patung kayu dan kadang juga bekerja

sebagai pengrajin miu. Apabila diperlukan, Bapak I Nengah Suardi juga bekerja di ladang milik

keluarga yang terletak di belakang area pekarangan rumah. Ladang tersebut memiliki luas ± 6 are

dan ditanami tanaman sayur kubis. Sehari-harinya beliau bekerja membuat patung tersebut di

pekarangan rumah bersama saudara laki-lakinya membuat pesanan patung rata-rata dari pukul

07.00 WITA sampai dengan pukul 18.00 WITA. Akan tetapi, apabila sedang banyak pesanan dari

pengepul patung tersebut, Bapak Suardi bisa bekerja hingga pukul 00.00 WITA tergantung

kemampuan dan kondisinya pada saat itu. Beliau bekerja setiap hari membuat patung, terkecuali

apabila ada upacara adat maupun upacara keagamaan. Dalam kehidupan sehari-hari, pengambilan

keputusan dalam keluarga ini dilakukan oleh Kepala Keluarga, Bapak Suardi.

(2)

Istri dari Bapak Suardi, Ibu Daniati, bekerja sebagai buruh di kebun milik salah satu warga Desa Abuan. Beliau bekerja setiap hari, akan tetapi hal tersebut tergantung dari pemilik kebun yang mempekerjakan beliau. Beliau bekerja dari pukul 07.00 WITA sampai dengan 17.00 WITA di kebun. Biasanya pada waktu istirahat siang beliau beristirahat di kebun, sehingga tidak pulang ke rumah pada siang hari.

Anak dari Bapak Suardi, Wayan Dinayasa yang baru berusia 7 tahun, merupakan seorang siswa kelas 1 di SD Abuan. Setiap hari Senin sampai dengan hari Sabtu, Dinayasa diantarkan dan dijemput sendiri oleh Bapak Suardi ke sekolahnya menggunakan sepeda motor. Sehari-harinya dinayasa diberi bekal antara Rp. 5.000,00 – Rp. 7.000,00.

Tabel 1.1 Tabel Demografi Keluarga I Nengah Suardi

No Nama JK Umur Pendidikan Status Pekerjaan

1 I Nengah Suardi L 30 SD KK Pengrajin Kayu

2 I Nyoman Daniati P 24 SMP Istri Buruh

3 I Wayan Dinayasa L 7 SD Anak Pelajar

Sumber : Hasil Wawancara dengan Bapak Suardi

1.2 Status Sosial Ekonomi 1.2.1 Pendapatan Keluarga

Pendapatan keluarga ini didapatkan dari penghasilan Bapak Suardi sebagai Kepala Keluarga dan Ibu Daniati. Penghasilan dari pekerjaan Bapak Suardi sebagai pengrajin kayu berbentuk celepuk dalam sebulan rata-rata senilai Rp. 1.200.000,00, sedangkan penghasilan Ibu Daniati sebagai buruh di kebun dalam sebulan rata-rata senilai Rp. 1.000.000,00. Bapak Suardi menambah pekerjaan tambahan apabila pesanan patung kayunya sedang tidak ramai bekerja sebagai pengrajin miu dan bekerja di ladang. Pendapatan keluarga ini perbulannya tidak menentu, tergantung dari banyaknya pesanan patung kayu yang datang dan hasil panen di kebun. Akan tetapi rata-rata pendapatan keluarga ini bisa dirata-rata dari penghasilan Bapak Suardi dan Ibu Daniati perbulan apabila digabung menjadi sekitar Rp. 2.000.000,00 – Rp. 2.200.000,00.

1.2.2 Pengeluaran Keluarga

Penghasilan yang didapatkan Bapak Suardi dan Ibu Daniati sehari-hari ini hanya cukup

untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan penghasilan tersebut terkadang kurang

(3)

mencukupi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga Bapak Suardi harus mengambil pekerjaan tambahan di ladang. Pemenuhan kebutuhan hidup terutama untuk biaya makan, pendidikan anak, sisanya untuk keperluan listrik dan air. Pengeluaran keluarga Bapak Suardi ini perbulan rata-rata Rp 1.800.000,00.

Keluarga Dampingan ini termasuk dalam keluarga pra-sejahtera, sehingga mereka bisa mendapatkan keringanan biaya maupun pengobatan gratis dari Puskesmas maupun dari asuransi kesehatan bagi keluarga miskin, diantaranya melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dan Jaminan Kesehatan Bali Mandara (JKBM). Akan tetapi, yang sudah memiliki kartu keanggotaan BPJS hanya kepala keluarga saja, sedangkan istri dan anaknya hanya memiliki JKBM saja. Hingga saat ini pengeluaran keluarga ini dengan jumlah yang besar untuk biaya pengobatan belum pernah terjadi, karena masing-masing anggota keluarga masih sehat dan tidak pernah terkena penyakit yang cukup berat penangannya.

Pengeluaran untuk biaya pendidikan anak masih dapat teratasi, karena pendidikan Dinayasa yang masih bersekolah di Kelas 1 SD Abuan masih ditanggung oleh pemerintah dengan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sehingga Bapak Suardi tidak perlu membayar SPP.

Pengeluaran biaya pendidikan Dinayasa hanya untuk membeli peralatan sekolah, buku-buku bacaan dan alat-alat tulis. Dinayasa sudah bisa membaca huruf alphabet dan membaca beberapa suku kata yang mudah untuk diucapkan, akan tetapi belum lancar membaca suatu kata maupun kalimat secara utuh, terutama suatu suku kata yang mengandung tiga unsur huruf alphabet.

1.2.3 Kondisi Tempat Tinggal Keluarga Dampingan

Keluarga ini tinggal di suatu pekarangan rumah seluas ± 5 are yang dihuni oleh 4 KK yang semuanya merupakan saudara kandung dari KK Dampingan tersebut. Pekarangan rumah tersebut terdiri dari 4 unit rumah kecil yang dihuni oleh anak laki-laki yang ke-1, ke-5, ke-6 dan ke-9, beserta orang tua dari Bapak I Nengah Suardi yang tinggal di salah satu rumah tersebut. Area rumah induk bagi keluarga ini seluas ± 25 m

2

.

Rumah Keluarga Dampingan ini sudah memiliki dinding permanen dari batako, akan tetapi

batako tersebut tidak di-finishing. Atapnya menggunakan material genteng biasa dan sudah

memiliki bukaan dan ventilasi udara. Akan tetapi bukaan tersebut dirasa masih kurang karena

jumlah cahaya matahari yang dapat masuk ke dalam area rumah masih kurang, apalagi daerah

Desa Abuan ini masih masuk ke dalam wilayah yang beriklim dingin dan cenderung sejuk

(4)

Gambar 1.1 Eksterior Rumah Keluarga Bapak Suardi Sumber : Hasil Observasi.

Gambar 1.2 Area Kerja Bapak Suardi Sumber : Hasil Observasi.

sehingga kemungkinan suatu ruangan menjadi lembab menjadi lebih tinggi. Lantai rumahsudah diberi perkerasan dari semen, akan tetapi belum ditutup menggunakan ubin.

Bangunan tersebut terdiri dari 2 ruangan, yaitu ruang tidur dan ruangan yang dijadikan ruang serba guna dan menyimpan perkakas. Dinayasa belum memiliki kamar tidur dan masih tidur dengan kedua orang tuanya. Kamarnya sudah menggunakan dipan untuk tidur. Dapurnya terletak di luar bangunan rumah tinggal, di bagian belakang. Dapur belum menggunakan kompor dengan bahan bakar berupa gas elpiji, akan tetapi masih menggunakan kayu bakar, sehingga menimbulkan bekas-bekas arang pembakaran di sekitar dapur. Keluarga ini sudah memiliki kamar mandi dan jamban dengan kondisi yang cukup baik yang digunakan oleh semua penghuni rumah di pekarangan rumah tersebut, sehingga tidak hanya keluarga inti Bapak Suardi saja yang menggunakannya. Keluarga Bapak Suardi memiliki bak penampungan air tersendiri yang terpisah dari milik keluarga saudaranya, sehingga penggunaan air setiap kepala keluarga dapat terkontrol dengan baik. Kondisi bak penampungan airnya sudah cukup baik dan bersih.

Bapak Suardi sehari-harinya bekerja membuat kerajinan patung di area pekarangan depan rumahnya bersama saudara laki-lakinya. Area kerja tersebut merupakan area terbuka yang hanya diberi peneduh dari terpal dengan kondisi seadanya sehingga apabila hujan cukup deras, air tersebut akan mengenai orang yang sedang mengerjakan kerajinan patung di bawah terpal tersebut.

Kayu-kayu untuk bahan utama kerajinan tersebut dibeli dari supplier kayu sesuai jumlah pesanan,

biasanya setiap pembelian kayu sebanyak satu mobil pick-up senilai Rp. 800.000,00 per setiap

pembelian. Dalam sehari, Bapak Suardi beserta saudara laki-lakinya dapat menghasilkan ± 30 biji

patung burung hantu berukuran kecil.

(5)

Gambar 1.3 Jamban Keluarga Bapak Suardi Sumber : Hasil Observasi.

Gambar 1.4 Dapur Keluarga Bapak Suardi Sumber : Hasil Observasi.

Gambar 1.5 Pekarangan Rumah Keluarga Bapak Suardi Sumber : Hasil Observasi.

Referensi

Dokumen terkait

This study used coconut shell charcoal as raw material which function as carbon to examine the growth of crystal in the development carbon composite.. To obtain carbon from

Tergantung seberapa baik mereka mengambil gambar atau angel-angel yang sesuai dalam konsep film yang dibuat, mereka selalu bersaing untuk menjadi yang lebih baik agar

[r]

Akuntansi lingkungan sangat penting untuk diterapkan bagi perusahaan terutama mengenai alokasi biaya lingkungan, karena umumnya banyak perusahaan yang hanya bertujuan

Kesimpulan yang dapat diambil pada penelitian ini yaitu label syariah, harga dan fasilitas secara simultan berpengaruh signifikan terhadap niat pembelian ulang di Pasar

Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rata-rata waktu peningkatan glasgow coma scale dan lama pemakaian ventilator mekanik pada pasien

Apakah ekstrak etanol buah asam jawa ( Tamarindus indica L.) dengan dosis 60 mg/kg BB memiliki efek analgetik.. Apakah ekstrak etanol buah asam jawa memiliki efek analgetik

Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar asam asetat, total asam, kadar alkohol, total gula dan total padatan