• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN MODEL ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM UNTUK ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN HEWANI RUMAHTANGGA DI PROPINSI SUMATERA BARAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN MODEL ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM UNTUK ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN HEWANI RUMAHTANGGA DI PROPINSI SUMATERA BARAT."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL ALMOST IDEAL DEMAND SYSTEM UNTUK ANALISIS POLA KONSUMSI PANGAN HEWANI

RUMAHTANGGA DI PROPINSI SUMATERA BARAT

Oleh

Jafrinur, Jum’atri Yusri dan Rahmi Wati Nomor Kontrak; 02/J.16/PL/DIPA/2007

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) keragaan konsumsi pangan hewani oleh rumahtangga di propinsi Sumatera Barat, (2) Perilaku permintaan pangan hewani oleh rumahtangga di propinsi Sumaetra Barat. Objek penelitian adalah rumahtangga yang mengkonsumsi komoditi sumber protein hewani meliputi : ikan, daging ternak, daging unggas, dan telur. Data yang digunakan berupa raw data SUSENAS berupa data kor dan modul konsumsi Propinsi Sumatera Barat tahun 2005, yang dikumpulkan oleh Badan Pusat Statistik. Untuk mendapatkan perilaku permintaan digunakan pendekatan ekonometrika dengan membangun model permintaan sistim berupa aproksimasi linier dari model Almost Ideal Demand System. Hasil penelitian menunjukkan telur dan ikan merupakan komoditi pokok/utama sebagai sumber protein hewani bagi rumahtangga di Sumatera Barat. Variabel-variabel yang dimasukkan ke dalam model yaitu harga komoditi pangan hewani yang bersangkutan, harga komoditi pangan hewani lainnya dan pendapatan rumahtangga ternyata memberikan pengaruh yang kecil terhadap konsumsi pangan hewani rumahtangga di Sumatera Barat (Nilai R2 system 0,005 -0,342).

Referensi

Dokumen terkait

nilai elastisitas harga sendiri pisang lebih rendah pada rumahtangga dengan tingkat pendidikan tinggi. nilai elastisitas pengeluaran pisang lebih elastis pada kelompok

Data yang digunakan adalah data Badan Pusat Statistik (BPS) Susenas 1999 yang l11encakup tingkat konsul11si dan pengeluaran rUl11ah tangga untuk komoditi pangan

Hasil penelitian menunjukkan telur dan ikan merupakan komoditi yang paling banyak dikonsumsi oleh rumah tangga di Sumatera Barat untuk pemenuhan

Pada golongan pendapatan sedang dan tinggi tidak terlalu terpengaruh terhadap perubahan kenaikan harga daging, dan pengurangan pola konsumsi pangan hewani tidak signifikan

Rumahtangga dibagi ke dalam strata pendapatan rendah, sedang, dan tinggi untuk mendapatkan pola konsumsi yang khas menurut strata pendapatan, demikian pula menurut perkotaan

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya, maka diperoleh kesimpulan bahwa faktor ekonomi yaitu harga sendiri dan pendapatan, dalam

Nilai P-value yang terlihat pada Tabel 14 menunjukkan bahwa persentase konsumsi pangan rumahtangga petani berpengaruh nyata atau signifikan terhadap variabel pendapatan

..3 dimana: [ ] = Kemungkinan rumahtangga dalam pola konsumsi tertentu Y = Variabel dummy peluang peningkatan proporsi pengeluaran konsumsi pangan rumahtangga petani sayuran Y =