• Tidak ada hasil yang ditemukan

LCA untuk Konsumen Online

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LCA untuk Konsumen Online"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

Perumusan Masalah

LCA untuk Konsumen Online

Daya konsumsi listrik komputer

: 200 Watt

Rata-rata daya listrik lampu

: 12,67 Watt

Rata-rata lama konsumen browsing

: 25,67 menit=0,427 jam

KWh yang dikonsumsi konsumen

: 0,427 x (212,67/1000)

(2)

Perumusan Masalah

LCA untuk Konsumen Online

Daya konsumsi listrik komputer

: 200 Watt

Rata-rata daya listrik lampu

: 12,67 Watt

Rata-rata lama konsumen browsing

: 14,33 menit=0,238 jam

KWh yang dikonsumsi konsumen

: 0,238 x (212,67/1000)

(3)
(4)

Perumusan Masalah

LCA untuk Konsumen Offline

(5)

Perumusan Masalah

LCA untuk Konsumen Offline

Sepeda

Motor

(6)

Perumusan Masalah

LCC untuk Produsen-Online

1. Biaya listrik

Daya listrik yang digunakan oleh Sawoong adalah daya listrik rumah tangga 2200VA, sehingga tarif listriknya adalah Rp 795/kWh. Berikut perhitungan biaya listrik : Komputer (2 buah)

Menurut sumber Universitas of Warloo, daya yang dibutuhkan oleh komputer adalah sebesar 200 Watt. (200 Watt x 8,5 jam)/1000 = 1,7 kWh

Biaya listrik komputer per bulan

= 1,7 kWh x Rp 795 x 30 hari x 2 buah = Rp 81.090 Lampu 20 Watt sebanyak 1 buah

(20 Watt x 8 jam)/1000 = 0,16 kWh Biaya listrik lampu per bulan

= 0,16 kWh x Rp 795 x 30 hari = Rp 3.816 Kipas angin 1 buah

(55 Watt x 8 jam)/1000 = 0,44 kWh Biaya listrik kipas angin per bulan

= 0,44 kWh x Rp 795 x 30 hari = Rp 10.494 Total biaya listrik per bulan

= Rp 81.090 + Rp 3.816 + Rp 10.494

2. Biaya internet

Biaya yang dikeluarkan untuk internet per bulannya adalah Rp 150.000

3. Biaya gaji karyawan

= Rp 1.000.000 x 2 karyawan = Rp 2.000.000

LCC online = Rp 95.400 + Rp 150.000

+ Rp 2.000.000

= Rp 2.245.400 / bulan

(7)

Perumusan Masalah

LCC untuk Produsen-Offline

1.Biaya sewa tempat (Royal Plaza)

= Rp 1.500.000 /bulan

2.Biaya listrik

= Rp 100.000 /bulan

3.Biaya distribusi produk

Jarak pabrik – Royal = 8km

Menurut Trisanggaraya, 1liter premium = 51 km

Maka, untuk 8 km membutuhkan bahan bakar

0,157 liter

Harga 1liter premium = Rp 4.500

Biaya distribusi produk per bulan adalah :

= Rp 4.500 x 0,157 liter x 30 hari

= Rp 21.195

4.Biaya gaji karyawan

Karyawan distribusi = Rp 900.000

Karyawan outlet

= Rp 900.000

LCC offline = Rp 1.500.000 + Rp 100.000 +

Rp 21.195 + Rp 1.800.000

= Rp 3.421.195

(8)

Perumusan Masalah

LCC untuk Konsumen-Online

1.Biaya Listrik

Harga listrik untuk daya rumah tangga 2200

VA adalah Rp 795/kWh.

Menurut sumber Universitas of Warloo, daya

yang dibutuhkan oleh komputer adalah

sebesar 200 Watt.

Lama browsing = 55,67 menit = 0,928 jam

Lama kustomisasi= 25.67 menit = 0,428 jam

Lama pemesanan= 14,33 menit = 0,239 jam

2.Biaya Transportasi

Kendaraan yang digunakan untuk transfer

uang adalah sepeda motor, dimana untuk 1

liter premium = 51 km.

Rata-rata jarak rumah konsumen ke bank

adalah 2,037 km, sehingga konsumsi bahan

bakar yang diperlukan adalah 2,037 km/51

km = 0,039 liter.

LCC online

= Biaya listrik + Biaya akses internet + Biaya transportasi + Biaya pengiriman produk = ((0,928+0,428+0,239) x (200 Watt/1000) x Rp 795)) + ((0,928+0,428+0,239) x Rp 208,33) + (0,039 liter x Rp 4.500) + Rp 15.000 = Rp 117,603 + Rp 332,28+ Rp 175,5 + Rp 15.000 = Rp 15.625,383

3. Biaya Pengiriman Produk

 Biaya jasa pengiriman produk untuk daerah Surabaya adalah Rp 15.000.

4. Biaya Akses Internet

 Rata-rata dalam sebulan konsumen

membutuhkan biaya akses internetnya = Rp 150.000/bulan = Rp 5.000/hari

(9)

Perumusan Masalah

LCC untuk Konsumen-Offline

LCC untuk konsumen pengguna sepeda motor

Diketahui : 1 liter premium = 51 km

Harga premium = Rp 4.500

LCC offline = Biaya pergi ke toko + Biaya pengambilan produk

= (9,6/51) x 2 x Rp 4.500 + (9,14/51) x Rp 4.500 x 2

= Rp 1.694,12 + Rp 1.612,94

= Rp 3.307,06 untuk satu kali pembelian kaos

Sepeda

Motor

LCC untuk konsumen pengguna mobil

Diketahui : 1 liter premium = 8 km

Harga premium = Rp 4.500

LCC offline = Biaya pergi ke toko + Biaya pengambilan produk

= (9,6/8) x 2 x Rp 4.500 + (9,14/8) x Rp 4.500 x 2

= Rp 10.800 + Rp 10.282,5

= Rp 21.082,5 untuk satu kali pembelian kaos

(10)
(11)

Perumusan Masalah

Analisa Network untuk Produsen

Online

• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.

• Proses yang memberikan dampak terbesar adalah proses penerimaan pesanan. Hal ini disebabkan adanya penggunaan printer laser jet dimana printer tersebut memberikan dampak lingkungan yang cukup besar.

(12)

Perumusan Masalah

Analisa Characterization Impact

Assessment untuk Produsen Online

• Dalam grafik ini terlihat untuk tiap prosesnya impact yang dihasilkan hampir sama semua, hal ini dikarenakan pada setiap prosesnya fasilitas yang digunakan semua sama, yaitu komputer, lampu, dan printer, sehingga terlihat impact yang hampir sama untuk tiap prosesnya. Namun untuk beberapa

impact seperti human toxicity wat dan slags/ashes untuk proses penerimaan pesanan jumlahnya

(13)

Perumusan Masalah

Analisa

Single

Score

Impact

Assessment untuk Produsen Online

• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.

• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses penerimaan pesanan sebesar 5,6 Pt. Hal ini dikarenakan ada perbedaan penggunaan fasilitas di proses penerimaan pesanan, yaitu ada,nya penggunaan printer. Sedangkan impact yang paling tinggi pada proses penerimaan pesanan adalah impact acidification sebesar 1,8 Pt.

(14)

Perumusan Masalah

Analisa Network untuk Produsen

Offline

• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.

• Proses yang memberikan dampak terbesar pada proses pemasaran offline adalah proses distribusi ke toko. Hal ini disebabkan pihak Sawoong menggunakan sepeda motor dalam melakukan distribusinya. Dan dari pengolahan data di SImaPro, penggunaan sepeda motor dapat menyumbang dampak yang cukup besar ke lingkungan.

(15)

Perumusan Masalah

Analisa Characterization Impact

Assessment untuk Produsen Offline

• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Grafik ini menunjukkan jenis impact yang dihasilkan oleh proses pengoperasian toko lebih banyak dibanding dengan proses distribusi ke toko.

• Untuk proses pengoperasian toko, impact yang paling tinggi adalah ozone depletion, aquatic

euthropic, ecotoxicity water, hazardous waste, dan bulk waste. Sedangkan untuk proses distribusi ke

(16)

Perumusan Masalah

Analisa

Single

Score

Impact

Assessment untuk Produsen Offline

• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui

impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.

• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses distribusi ke toko sebesar 160 mPt dan jenis impact yang paling besar adalah human toxicity soil sebesar 0,158 Pt Hal ini dikarenakan adanya penggunaan sepeda motor dan penggunaan fasilitas ini dapat menyumbang dampak lingkungan yang cukup besar. Sedangkan untuk proses pengoperasian toko, impact yang dihasilkan adalah sebesar 58 mPt dan jenis impact yang paling besar dihasilkan oleh human toxicity • Bila dibandingkan dengan produsen yang melakukan pemasaran secara online, proses pemasaran

kaos kustomisasi secara offline menimbulkan impact yang lebih kecil dibandingkan dengan impact yang dihasilkan oleh proses pemasaran secara online. Namun jenis impact yang dihasilkan oleh pemasaran online lebih banyak bila dibandingkan dengan pemasaran offline

(17)

Perumusan Masalah

Analisa Network untuk Konsumen

Online

• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.

• Dalam pembelian kaos kustomisasi secara online, proses yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan adalah proses browsing, kustomisasi, dan pemesanan. Proses yang menimbulkan dampak lingkungan terbesar adalah proses browsing.

(18)

Perumusan Masalah

Analisa Characterization Impact

Assessment untuk Konsumen Online

• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Dalam grafik tersebut diketahui bahwa ozone depletion impact paling tinggi terdapat dalam proses browsing, hal ini dikarenakan rata-rata dalam proses kustomisasi kaos, konsumen lebih banyak menghabiskan waktu akses internet pada tahap ini.

• Pada proses pembayaran hanya terdapat 2 impact saja, yaitu impact human toxicity soil dan ecotoxicity

soil chro. Hal ini disebabkan karena pada proses ini konsumen membutuhkan kendaraan dalam

(19)

Perumusan Masalah

Analisa Single Score Impact Assessment

untuk Konsumen Online

• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.

• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses browsingimpact sebesar 2,71 Pt dan jenis impact yang tinggi dalam proses browsing ini adalah radioactive waste sebesar 0,91 Pt. Pada proses browsing ini total impact yang dihasilkan lebih besar karena browsing merupakan salah satu proses yang membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaannya. Sedangkan total impact yang paling kecil dihasilkan dari proses pembayaran, yaitu sebesar 0,04 Pt. Proses pembayaran ini menghasilkan total impact yang lebih kecil dikarenakan fasilitas dan energi yang dibutuhkan juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan proses browsing, kustomisasi, dan pemesanan.

(20)

Perumusan Masalah

Analisa Network untuk Konsumen

Offline

• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran

online.

• Pada pembelian produk secara

offline baik menggunakan sepeda

motor dan mobil, impact yang dihasilkan untuk tiap prosesnya sama. Hal ini dikarenakan adanya penggunaan fasilitas yang sama untuk tiap proses dan jarak antar toko dan rumah konsumen tersebut sama.

(21)

Perumusan Masalah

Analisa Characterization Impact

Assessment untuk Konsumen Offline

• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Proses pembelian offline baik dengan mobil maupun sepeda motor, impact yang dihasilkan untuk tiap prosesnya kadarnya sama, hal ini dikarenakan media transportasi yang digunakan sama dan jarak rumah ke toko untuk tiap prosesnya juga sama.

Mobil

Sepeda Motor

(22)

Perumusan Masalah

Analisa Single Score Impact Assessment

untuk Konsumen Offline

• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.

• Pada pembelian offline dengan menggunakan sepeda motor, kedua prosesnya yaitu searching dan penerimaan produk menghasilkan jenis impact yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan pembelian offline dengan menggunakan mobil. Dan human toxicity soil merupakan jenis impact yang paling banyak dihasilkan dari kedua transportasi tersebut dalam mendukung pelaksanaan proses pembelian

offline

Mobil

Sepeda

Motor

(23)

Perumusan Masalah

Analisa LCC untuk Produsen

• LCC untuk pemasaran online adalah Rp 2.245.400/bulan dan

LCC untuk pemasaran offline adalah Rp 3.421.195/bulan

• Walaupun media pemasaran online menimbulkan biaya yang

lebih sedikit, tidak berarti menandakan bahwa media

pemasaran online

lebih baik

bila dibanding

media

pemasaran offline. Hal ini dikarenakan dalam konsep mass

customization, kedua jenis pemasaran online dan offline

sebenarnya saling mendukung untuk melancarkan jalannya

proses kustomisasi produk.

• Kedua media pemasaran tersebut disediakan karena tiap

konsumen memiliki karakteristik tersendiri dalam melakukan

proses kustomisasinya.

(24)

Perumusan Masalah

Analisa LCC untuk Konsumen

• LCC untuk pembelian online adalah Rp 15.625,383 untuk satu kali pembelian

kaos dan LCC untuk pembelian offline dengan mobil Rp 21.082,5 dan pembelian

offline dengan sepeda motor sebesar Rp 3.307,06 untuk satu kali pembelian kaos

• Dilihat dari biaya yang dikeluarkan pembelian secara online menghabiskan biaya

yang lebih besar dari pembelian offline dengan sepeda motor hal ini dikarenakan

rata-rata konsumen yang menggunakan media pembelian online menggunakan

jasa pengiriman produk untuk melakukan proses penerimaan produknya dan

fasilitas yang digunakan dalam mendukung akitivitas tersebut juga cukup banyak,

seperti komputer, lampu, dan lain-lain.

• Sedangkan untuk pembelian secara offline, rata-rata konsumen mengambil

sendiri ke toko/outlet yang dituju untuk menerima produknya. Dari kedua jenis

media

transportasi

yang

digunakan

dalam

proses

pembelian

offline

menunjukkan bahwa penggunaan fasilitas mobil menghasilkan biaya yang lebih

besar dibandingkan dengan penggunaan sepeda motor. Hal ini dikarenakan

konsumsi bahan bakar untuk mobil dan sepeda motor tersebut berbeda dimana

sepeda motor lebih irit konsumsi bahan bakarnya dibandingkan dengan

konsumsi bahan bakar mobil.

(25)
(26)

Perumusan Masalah

Kesimpulan…

1.

Karakteristik konsumen yang dapat mempengaruhi dalam

penggunaan media online dan offline dalam melakukan

pembelian kustomisasi kaos adalah pendapatan, teknologi,

usia, dan gender

2.

Hasil analisa LCA dari produsen adalah untuk produsen dengan

pemasaran online, impact yang paling tinggi terdapat pada

proses penerimaan pesanan sebesar 5,6 Pt dan jenis impact

yang paling tinggi adalah acidification sebesar 1,8 Pt.

Sedangkan untuk produsen dengan pemasaran offline, impact

yang paling tinggi terdapat pada proses distribusi ke toko

sebesar 0,16 Pt dan jenis impact yang paling tinggi dalam

proses tersebut adalah human toxicity soil yaitu sebesar 0,14

Pt.

(27)

Perumusan Masalah

Cont’d…

3. Hasil analisa LCA dari konsumen adalah untuk konsumen yang menggunakan

media online, impact yang paling tinggi terdapat dalam proses browsing yaitu

sebesar 2,71 Pt dan jenis impact yang paling tinggi dalam proses tersebut

adalah radioactive waste sebesar 0,91 Pt. Sedangkan untuk konsumen yang

menggunakan media offline dengan menggunakan mobil dan sepeda motor,

jenis impact yang paling tinggi yaitu human toxicity soil sebesar 0,0322 Pt

dan 0,191 Pt.

4. LCC produsen (Sawoong Surabaya) untuk pemasaran online adalah Rp

2.245.400/bulannya. Sedangkan untuk LCC pemasaran offline perbulannya

membutuhkan biaya sebesar Rp 3.421.195

5. LCC untuk konsumen yang menggunakan pembelian secara online

membutuhkan biaya sebesar Rp 15.625,383 untuk satu kali pembelian kaos.

Sedangkan untuk konsumen yang menggunakan pembelian secara offline

membutuhkan biaya untuk satu kali pembelian kaosnya sebesar Rp 3.307,06

untuk media transportasi sepeda motor dan Rp 12.412,94 untuk media

transportasi mobil.

(28)

Perumusan Masalah

Saran…

1. Penelitian lebih lanjut dapat meneliti tentang

bagaimana mendesain konfigurator (suatu fasilitas

untuk mendukung kustomisasi secara online) yang

baik dan dapat mendukung proses pemasaran dari

produsen.

2. Penelitian lebih lanjut dapat meneliti mengenai

pengaruh

kustomisasi

dan

pengaruh

media

pemasarannya terhadap profit penjualan yang

diperoleh produsen.

(29)

Perumusan Masalah

Daftar Pustaka

Anityasari, M., Latiffiani, E., Mass Customization and Sustainable Manufacturing : Opportuinities and

Challenges, Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Insitut Teknologi Sepuluh Nopember

Surabaya, Surabaya

Barringer, H.P., 2003, A Life Cycle Cost Summary, International Conference of Maintenance Societies

(ICOMS)

Bjork, H. & Rasmuson, A., 2002, A Method For Life Cycle Assessment Environmental Optimisation Of

A Dynamic Process Exemplified By An Analysis Of An Energy System With A Superheated Steam Dryer

Integrated In A Local District Heat And Power Plant, Chemical Engineering Journal, Vol. 87, pp.

381-394.

Da Silveira, G.J.C., Borenstein, D. & Fogliatto, F.S., 2001, Mass Customization : Literature Review and

Research Directions, International Journal of Production Economics , Vol .72, pp.1-13.

Fogliatto, F.S. & Silveira, G.J.C, 2007, Mass Customization : A Method For Market Segmentation and

Choice Menu Design, International Journal of Production Economics, Vol. 111, pp. 606-622.

Golongan Tarif (TTL 2010) PT.PLN Persero

http://www.pln.co.id/?p=553 diakses 20 Mei 2011.

(30)

Helms, M.M., Ahmadi, M., Jih, W.J.K. & Etkin, L.P., 2008, Technologies In Support Of Mass

Customization Strategy : Exploring The Linkages Between E-Commerce And Knowledge

Management, , Computers in Industry, Vol. 59, pp. 351-363.

Huang, X., Kristal, M.M. & Schoeder, R.G., 2008, Linking Learning and Effective Process

Implementation to Mass Customization Capability, Journal of Operations Management, Vol. 26, pp.

714-729.

http://www.elcogarment.com/e-article/sejarah-t-shirt.html diakses 16 Februari 2011.

http://www.internetworldstats.com/stats3.htm diakses 16 Februari 2011.

http://www.trisanggaraya.com/cara-mengukur-konsumsi-rata-rata-bbm/ diakses 20 Mei 2011.

http://www.sentralweb.com/jbptgunadarma-gdl-course-2004-suryariniw-55-sim1-eco-e.pdf

diakses 16 Februari 2011.

Idawati, P., 2009, Perancangan Sistem Efisiensi AC (Air Conditioner) Pada Bangunan Dengan

Menggunakan Pendekatan LCC (Life Cycle Cost) dan LCA (Life Cylce Assessment) (Studi Kasus :

Gedung Kuliah Jurusan Teknik Industri ITS Surabaya), Tugas Akhir Jurusan Teknik Industri Fakultas

Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Surabaya.

Kottler, P., 1983, Principles of Marketing, Prentice Hall, United States of America.

(31)

Kottler, P., 2003, Marketing Management, Prentice Hall, New Jersey.

Kwon, W.S. & Lennon, S.J., 2009, What Induces Online Loyalty?Online Versus Offline Brand Images,

Journal of Business Research, Vol. 62, pp. 557-564.

U.S Environmental Protection Agen Science Applications International Corporation. LCAccess – LCA

101.2001. Retrieved http ://www.epa.gov/ORD/NRMRL/lcaccess/lca101.htm

Lee, S.E. & Chen, J.C., 2000, Mass Customization Methodology for an Apparel Industry with a Future,

Journal of Industrial Technology, Vol. 16, pp. 1-8.

Lu, Y., Cao, Y., Wang, B. & Yang, S., 2010, A Study On Factors That Affect User’s Behavioral Intention To

Transfer Usage Rom The Offline To The Online Channel, Computers in Human Behavior, Vol. 27, pp.

355-364

Malhotra, Y., 2000, Knowledge Management for E-Business Performance : Advancing Information

Strategy to “Internet Time” Information Strategy, The Executive’s Journal, Vol. 16, pp. 5-16.

Piller, F., Mass Customization Discussion, [online],

http://www.configurator-database.com/definitions/mass-customization/mc-definition-discussion [Accesed 25 December 2010].

Pine, B.J., 1993, Mass Customization : The New Frontier in Business Competition, Cambridge, MA :

Harvard University Press.

(32)

Selladurai, R.S., 2002, Mass Customization in Operations Management : Oxymoron Or Reality, 2003,

Indiana University Northwest.

Shankar, V., Smith, A.K. & Rangaswamy, A., 2003, Customer Satisfaction and Loyalty in Online and

Offline Environments, International Journal of Research in Marketing, Vol. 20, pp. 153-175.

Song, Q. & Shepperd, M., 2006, Mining Web Browsing Patterns For E-Commerce, Computers in

Industry, Vol.57, pp. 622-635.

Sukarno, G. & Wardani, L.M., 2008, Peran Mass Customization dan Basic Market Orientation Dalam

Meningkatkan Kinerja Pemasaran, The 2nd National Conference UKWMS.

Swaminathan, J., 2001, Enabling Customization Using Standard Operations, California Management

Review, Vol. 43, pp. 25-36.

Thirumalai, S. & Sinha, K.K., 2009, Customization of the Online Purchase Process in Electronic Retailing

and Customer Satisfaction : An Online Field Study, Journal of Operations Management, Vol. 27, pp. 1-32

Tseng, M.M., Piller, F., 2003, The customer centric entreprise : Advances in mass customization and

personalization, Springer, New York.

Utne, IB, 2009, Life Cycle Cost (LCC) As A Tool For Improving Sustainability In The Norwegian Fishing

Fleet, Journal of Cleaner Production, Vol. 17, pp. 335-344.

Widiyaningsih, W., 2004, E-Commerce, Universitas Gunadarma, diakses 23 Februari 2011

< wiwied.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/.../slide_E-Commerce.pdf>

(33)

Sekian

Dan

Referensi

Dokumen terkait

Dengan diberikan lembar kerja siswa 1, siswa dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan dalam kelompok sesuai dengan kunci jawaban lembar kerja siswa

Selanjutnya dirancang sebuah sistem dengan tahapan perancangan proses bisnis otomatis dengan menggunakan model flowchart, merancang model relasi data dengan menggunakan model

Kegiatan Evaluasi Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi Akbid Harapan Mulya Ponorogo dimulai oleh dosen dengan membuat evaluasi diri terkait semua kegiatan yang

Pada analisis finansial usahatani jambu biji ini tingkat bunga yang digunakan adalah tingkat bunga yang dikeluarkan oleh social opportunity of capital (Tingkat

Pengembangan pembangunan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi memerlukan koordinasi dan sinergi yang terpadu dan terarah dari segenap pemangku kepentingan dalam upaya

2.5.6 Cakupan Pelayanan Kesehatan Neonatus 0-28 hari (KN Lengkap) Adalah cakupan neonatus yang mendapatkan pelayanan sesuai standar paling sedikit tiga kali dengan

Hipotesis Keempat pertama sebagaimana dikemukakan terdahulu bahwa kesadaran membayar pajak, pengetahuan dan pemahaman tentang self assessment dan persepsi yang baik

Berdasarkan pengamatan dan kondisi lapangan bisnis yang ada pada perusahaan, maka nilai keuntungan dasar yang dapat diperoleh perusahaan dalam menggunakan