Perumusan Masalah
LCA untuk Konsumen Online
Daya konsumsi listrik komputer
: 200 Watt
Rata-rata daya listrik lampu
: 12,67 Watt
Rata-rata lama konsumen browsing
: 25,67 menit=0,427 jam
KWh yang dikonsumsi konsumen
: 0,427 x (212,67/1000)
Perumusan Masalah
LCA untuk Konsumen Online
Daya konsumsi listrik komputer
: 200 Watt
Rata-rata daya listrik lampu
: 12,67 Watt
Rata-rata lama konsumen browsing
: 14,33 menit=0,238 jam
KWh yang dikonsumsi konsumen
: 0,238 x (212,67/1000)
Perumusan Masalah
LCA untuk Konsumen Offline
Perumusan Masalah
LCA untuk Konsumen Offline
Sepeda
Motor
Perumusan Masalah
LCC untuk Produsen-Online
1. Biaya listrik
Daya listrik yang digunakan oleh Sawoong adalah daya listrik rumah tangga 2200VA, sehingga tarif listriknya adalah Rp 795/kWh. Berikut perhitungan biaya listrik : Komputer (2 buah)
Menurut sumber Universitas of Warloo, daya yang dibutuhkan oleh komputer adalah sebesar 200 Watt. (200 Watt x 8,5 jam)/1000 = 1,7 kWh
Biaya listrik komputer per bulan
= 1,7 kWh x Rp 795 x 30 hari x 2 buah = Rp 81.090 Lampu 20 Watt sebanyak 1 buah
(20 Watt x 8 jam)/1000 = 0,16 kWh Biaya listrik lampu per bulan
= 0,16 kWh x Rp 795 x 30 hari = Rp 3.816 Kipas angin 1 buah
(55 Watt x 8 jam)/1000 = 0,44 kWh Biaya listrik kipas angin per bulan
= 0,44 kWh x Rp 795 x 30 hari = Rp 10.494 Total biaya listrik per bulan
= Rp 81.090 + Rp 3.816 + Rp 10.494
2. Biaya internet
Biaya yang dikeluarkan untuk internet per bulannya adalah Rp 150.000
3. Biaya gaji karyawan
= Rp 1.000.000 x 2 karyawan = Rp 2.000.000
LCC online = Rp 95.400 + Rp 150.000
+ Rp 2.000.000
= Rp 2.245.400 / bulan
Perumusan Masalah
LCC untuk Produsen-Offline
1.Biaya sewa tempat (Royal Plaza)
= Rp 1.500.000 /bulan
2.Biaya listrik
= Rp 100.000 /bulan
3.Biaya distribusi produk
Jarak pabrik – Royal = 8km
Menurut Trisanggaraya, 1liter premium = 51 km
Maka, untuk 8 km membutuhkan bahan bakar
0,157 liter
Harga 1liter premium = Rp 4.500
Biaya distribusi produk per bulan adalah :
= Rp 4.500 x 0,157 liter x 30 hari
= Rp 21.195
4.Biaya gaji karyawan
Karyawan distribusi = Rp 900.000
Karyawan outlet
= Rp 900.000
LCC offline = Rp 1.500.000 + Rp 100.000 +
Rp 21.195 + Rp 1.800.000
= Rp 3.421.195
Perumusan Masalah
LCC untuk Konsumen-Online
1.Biaya Listrik
Harga listrik untuk daya rumah tangga 2200
VA adalah Rp 795/kWh.
Menurut sumber Universitas of Warloo, daya
yang dibutuhkan oleh komputer adalah
sebesar 200 Watt.
Lama browsing = 55,67 menit = 0,928 jam
Lama kustomisasi= 25.67 menit = 0,428 jam
Lama pemesanan= 14,33 menit = 0,239 jam
2.Biaya Transportasi
Kendaraan yang digunakan untuk transfer
uang adalah sepeda motor, dimana untuk 1
liter premium = 51 km.
Rata-rata jarak rumah konsumen ke bank
adalah 2,037 km, sehingga konsumsi bahan
bakar yang diperlukan adalah 2,037 km/51
km = 0,039 liter.
LCC online
= Biaya listrik + Biaya akses internet + Biaya transportasi + Biaya pengiriman produk = ((0,928+0,428+0,239) x (200 Watt/1000) x Rp 795)) + ((0,928+0,428+0,239) x Rp 208,33) + (0,039 liter x Rp 4.500) + Rp 15.000 = Rp 117,603 + Rp 332,28+ Rp 175,5 + Rp 15.000 = Rp 15.625,383
3. Biaya Pengiriman Produk
Biaya jasa pengiriman produk untuk daerah Surabaya adalah Rp 15.000.
4. Biaya Akses Internet
Rata-rata dalam sebulan konsumen
membutuhkan biaya akses internetnya = Rp 150.000/bulan = Rp 5.000/hari
Perumusan Masalah
LCC untuk Konsumen-Offline
LCC untuk konsumen pengguna sepeda motor
Diketahui : 1 liter premium = 51 km
Harga premium = Rp 4.500
LCC offline = Biaya pergi ke toko + Biaya pengambilan produk
= (9,6/51) x 2 x Rp 4.500 + (9,14/51) x Rp 4.500 x 2
= Rp 1.694,12 + Rp 1.612,94
= Rp 3.307,06 untuk satu kali pembelian kaos
Sepeda
Motor
LCC untuk konsumen pengguna mobil
Diketahui : 1 liter premium = 8 km
Harga premium = Rp 4.500
LCC offline = Biaya pergi ke toko + Biaya pengambilan produk
= (9,6/8) x 2 x Rp 4.500 + (9,14/8) x Rp 4.500 x 2
= Rp 10.800 + Rp 10.282,5
= Rp 21.082,5 untuk satu kali pembelian kaos
Perumusan Masalah
Analisa Network untuk Produsen
Online
• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.
• Proses yang memberikan dampak terbesar adalah proses penerimaan pesanan. Hal ini disebabkan adanya penggunaan printer laser jet dimana printer tersebut memberikan dampak lingkungan yang cukup besar.
Perumusan Masalah
Analisa Characterization Impact
Assessment untuk Produsen Online
• Dalam grafik ini terlihat untuk tiap prosesnya impact yang dihasilkan hampir sama semua, hal ini dikarenakan pada setiap prosesnya fasilitas yang digunakan semua sama, yaitu komputer, lampu, dan printer, sehingga terlihat impact yang hampir sama untuk tiap prosesnya. Namun untuk beberapa
impact seperti human toxicity wat dan slags/ashes untuk proses penerimaan pesanan jumlahnya
Perumusan Masalah
Analisa
Single
Score
Impact
Assessment untuk Produsen Online
• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.
• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses penerimaan pesanan sebesar 5,6 Pt. Hal ini dikarenakan ada perbedaan penggunaan fasilitas di proses penerimaan pesanan, yaitu ada,nya penggunaan printer. Sedangkan impact yang paling tinggi pada proses penerimaan pesanan adalah impact acidification sebesar 1,8 Pt.
Perumusan Masalah
Analisa Network untuk Produsen
Offline
• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.
• Proses yang memberikan dampak terbesar pada proses pemasaran offline adalah proses distribusi ke toko. Hal ini disebabkan pihak Sawoong menggunakan sepeda motor dalam melakukan distribusinya. Dan dari pengolahan data di SImaPro, penggunaan sepeda motor dapat menyumbang dampak yang cukup besar ke lingkungan.
Perumusan Masalah
Analisa Characterization Impact
Assessment untuk Produsen Offline
• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Grafik ini menunjukkan jenis impact yang dihasilkan oleh proses pengoperasian toko lebih banyak dibanding dengan proses distribusi ke toko.
• Untuk proses pengoperasian toko, impact yang paling tinggi adalah ozone depletion, aquatic
euthropic, ecotoxicity water, hazardous waste, dan bulk waste. Sedangkan untuk proses distribusi ke
Perumusan Masalah
Analisa
Single
Score
Impact
Assessment untuk Produsen Offline
• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui
impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.
• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses distribusi ke toko sebesar 160 mPt dan jenis impact yang paling besar adalah human toxicity soil sebesar 0,158 Pt Hal ini dikarenakan adanya penggunaan sepeda motor dan penggunaan fasilitas ini dapat menyumbang dampak lingkungan yang cukup besar. Sedangkan untuk proses pengoperasian toko, impact yang dihasilkan adalah sebesar 58 mPt dan jenis impact yang paling besar dihasilkan oleh human toxicity • Bila dibandingkan dengan produsen yang melakukan pemasaran secara online, proses pemasaran
kaos kustomisasi secara offline menimbulkan impact yang lebih kecil dibandingkan dengan impact yang dihasilkan oleh proses pemasaran secara online. Namun jenis impact yang dihasilkan oleh pemasaran online lebih banyak bila dibandingkan dengan pemasaran offline
Perumusan Masalah
Analisa Network untuk Konsumen
Online
• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran online.
• Dalam pembelian kaos kustomisasi secara online, proses yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan adalah proses browsing, kustomisasi, dan pemesanan. Proses yang menimbulkan dampak lingkungan terbesar adalah proses browsing.
Perumusan Masalah
Analisa Characterization Impact
Assessment untuk Konsumen Online
• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Dalam grafik tersebut diketahui bahwa ozone depletion impact paling tinggi terdapat dalam proses browsing, hal ini dikarenakan rata-rata dalam proses kustomisasi kaos, konsumen lebih banyak menghabiskan waktu akses internet pada tahap ini.
• Pada proses pembayaran hanya terdapat 2 impact saja, yaitu impact human toxicity soil dan ecotoxicity
soil chro. Hal ini disebabkan karena pada proses ini konsumen membutuhkan kendaraan dalam
Perumusan Masalah
Analisa Single Score Impact Assessment
untuk Konsumen Online
• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.
• Proses yang menimbulkan dampak lingkungan paling besar adalah proses browsingimpact sebesar 2,71 Pt dan jenis impact yang tinggi dalam proses browsing ini adalah radioactive waste sebesar 0,91 Pt. Pada proses browsing ini total impact yang dihasilkan lebih besar karena browsing merupakan salah satu proses yang membutuhkan waktu yang lama dalam pelaksanaannya. Sedangkan total impact yang paling kecil dihasilkan dari proses pembayaran, yaitu sebesar 0,04 Pt. Proses pembayaran ini menghasilkan total impact yang lebih kecil dikarenakan fasilitas dan energi yang dibutuhkan juga lebih sedikit bila dibandingkan dengan proses browsing, kustomisasi, dan pemesanan.
Perumusan Masalah
Analisa Network untuk Konsumen
Offline
• Network menunjukkan semua aliran proses dalam pemasaran
online.
• Pada pembelian produk secara
offline baik menggunakan sepeda
motor dan mobil, impact yang dihasilkan untuk tiap prosesnya sama. Hal ini dikarenakan adanya penggunaan fasilitas yang sama untuk tiap proses dan jarak antar toko dan rumah konsumen tersebut sama.
Perumusan Masalah
Analisa Characterization Impact
Assessment untuk Konsumen Offline
• Dalam grafik ini terlihat pengkategorian berdasarkan jenis impact yang ada. Proses pembelian offline baik dengan mobil maupun sepeda motor, impact yang dihasilkan untuk tiap prosesnya kadarnya sama, hal ini dikarenakan media transportasi yang digunakan sama dan jarak rumah ke toko untuk tiap prosesnya juga sama.
Mobil
Sepeda Motor
Perumusan Masalah
Analisa Single Score Impact Assessment
untuk Konsumen Offline
• Grafik ini menggambarkan dengan pengkategorian untuk tiap proses sehingga dapat diketahui impact apa saja yang ditimbulkan oleh suatu proses.
• Pada pembelian offline dengan menggunakan sepeda motor, kedua prosesnya yaitu searching dan penerimaan produk menghasilkan jenis impact yang lebih sedikit bila dibandingkan dengan pembelian offline dengan menggunakan mobil. Dan human toxicity soil merupakan jenis impact yang paling banyak dihasilkan dari kedua transportasi tersebut dalam mendukung pelaksanaan proses pembelian
offline