BAB lV
KONSEP PERANCANGAN
A. Tataran Lingkungan Atau Komunitas
Sebuah desain dari awal saat dilakukannya pengkonsepan produk, sudah memiliki tujuan yang menjurus kepada siapa produk tersebut akan dibutuhkan dan digunakan setiap harinya. Rancangan sebuah produk dengan pengelompokan komunitas tertentu, selain dapat membantu seorang designer dalam memenuhi keinginan, kebutuhan dan prioritas dari sebuah komunitas, designer berharap produknya dapat menjadi trendseter di kalangan komunitas tersebut (pengendara motor). Ketika seorang designer menentukan komunitas atau pengguna mana yang nantinya akan menggunakan produk tersebut, perancangan akan dapat mempengaruhi hasil akhir dari desain yang dibuat nantinya. Dengan hasil produk yang memiliki kegunaan yang baru dan lebih lengkap, diharapkan agar dapat memberikan kenyamanan, keamanan dan juga keindahan yang lebih ketika produk tersebut digunakan setiap harinya.
B. Tataran Sistem
1. Busa Angin
Gambar21. Busa Angin yang digunakan Sumber. Google.com
Penggunaan busa angin untuk melapisi bagian dalam pouch bertujuan untuk mengurangi resiko helm yang ada di dalamnya terbentur ataupun tergores. Selain itu kegunaan busa angin berguna untuk mebuat cover lebih berbentuk karena sifatnya yang kaku.
2. Lubang Fentilasi
Penggunaan mata ikan pada produk pouch helm ini berfungsi sebagai lubang fentilasi dan juga tempat tali sling menembus pouch untuk mengunci helm langsung kebagian behel yang terdapat di bagian belakang helm.
3. Jahit Bordir
Teknik jahit bordir pinggir kain berguna sebagai opsi lain dari lubang fentilasi yang akan di buat pada bagian bawah pouch helm .Bagian pinggiran kain yang akan di lubangi tidak akan merembet kenagian kain lainnya.
4. Pouch Helm Kecil
Pouch Helm Kecil yang juga di buat sebagai wadah penyimpanan Pouch Helm yang besar, kemudian Pouch Helm dilipat lalu dimasukan kedalam Pouch Helm Kecil, sehingga menjadikan cover lebih ringkas, rapih dan mudah dibawa.
1. Cara Penyebaran Produk
Cara penyebaran produk adalah dengan mengikuti berbagai kegiatan acara komunitas pengendara motor (semua jenis motor) dan membuka bazar/booth perlengakapan yang dibutuhkan para pengendara motor yang biasanya diadakan saat event berlangsung. Cara penyebatan produk lainnya yaitu dengan membuka bazar/booth pada saat event di kampus-kampus ataupun event lainnya, karena hampir diseluruh kegiatan setiap harinya pengguna motor selalu ada berlalu-lalang di jalan-jalan untuk mencakup masyarakat luas. Penyebaran brosur juga dapat membantu mempercepat penyebaran informasi tentang produk yang dibuat, penyebaran informasi di akun sosial media juga
menjadi yang langsung tepat tujuan kepada konsumen yang membutuhkan produk tersebut.
2. Cara Kerja Produk
Cara penggunaan produk adalah pertama-tama dengan membuka Pouch kecil (tempat penyimpanan) pembungkus bagian yang besar, membuka pembungkus bagian yang besar, kemudian masukan helm yang ingin disimpan pada bagian dalam pembungkus yang kemudian dirapatkan bagian yang terbuka dengan bantuan resleting yang ada di bagian pinggir-pinggir pembungkus dan menutupnya hingga rapat. Letakan helm yang sudah terbungkus rapih di atas jok motor yang digunakan.
Gambar22. Menempatkan pouch helm di atas jok motor Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Langkah berikutnya yaitu tarik tali sling yang ada pada bagian bawah pembungkus helm tersebut, kemudian lilitkan pada besi bagian belakang jok
motor dan jangan lupa untuk mengaitkan kunci tali slingnya sampai tali sling benar-benar sudah terkunci rapat.
Gambar23. Tali sling sebagai komponen penggabung Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Helm keselamatan para pengendara motor pun akan terjaga dari hujan dan panas matahari, debu dan benturan pada helm, juga kehilangan helm saat diletakan di parkiran.
Cara merapihkan pembungkus helm menjadi bagian yang kecil pada pouch yang sudah disediakan saat pembungkus sedang tidak dibutuhkan, yaitu dengan cara melipat pembungkus helm yang sudah tidak digunakan dilipat menjadi bagian yang kecil, kemudian buka pouch dan masukan lipatan tersebut kedalamnya bersamaan dengan tali sling yang ada pada bagiannya, rekatkan
kancing jepret sehingga pouch tertutup menjadi bagian yang rapih dan simpan pouch tersebut sampai dibutuhkan kembali.
Gambar24. Cara merapihkan pouch helm menjadi bagian yang mudah disimpan Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
C. Tataran Produk
1. Konsep Perancangan
Dalam merancang Pouch Helm dibutuhkan beberapa data sesuai observasi yang sebelumnya sudah di lakukan, untuk menyesuaikan dengan kebutuhan para konsumen sebagai sebuah perwujudan ide konsep perancangan yang menggabungkan alat pengamanan terhadap helm dengan cover penutup helm yang dapat disatukan dengan cara membongkar pasang kedua komponen tersebut, sehingga menjadikan produk yang memeliki kegunaan yang lebih multifungsi dengan desain yang lebih fresh yang dapat digunakan secara universal baik pria maupun wanita, penggunaan yang mudah, ukuran
yang dibuat dapat menyesuaikan beberapa nama produk Helm yang ada di pasaran dan juga dapat di aplikasikan terhadap berbagai jenis model motor.
2. Proses Perancangan
Gambar25. Sketsa kasar desain Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Membuat sketsa kasar manual awal dilakukan untuk mendapatkan beberapa gambar pouch helm yang akan dibuat. Setelah membuat enam refrensi desain yang kemudian di sortir hingga menjadi tiga desain yang memungkinkan dalam proses produksi, yang kemudian di lanjutkan kepada tahap membuat gambar teknik sesuai desain sketsa yang di buat dan kemudian perancangan dimulai menyesuaikan dengan explore ide desain ketika produksi berjalan.
Gambar26. Gambar Teknik desain Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
3. Proses produksi
Proses Master Pola
Gambar27. Proses pengukuran dan pemotongan master pola Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Master pola Desain Pouch Helm ini dibuat agar dapat mempermudah dalam pembuatan pola kain yang nantinya akan dipotong-potong sesuai layout dasar pouch helm. Master pola di buat menggunakan karton tebal yang sudah sesuai ukuran potongan kain sebelum di jahit.
Gambar28. Hasil potongan master pola Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Proses pencetakan pola
Gambar29. Proses pencetakan pola Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Proses pencetakan pola pada bahan dasar pouch helm dilakukan dengan meletakan pola di atas bahan dan kemudian dilakukan penebalan garis dengan menggunakan pulpen pada bahan agar tidak salah pada saat pemotongan bahan pouch helm yang sudah tercetak pada pola. Pemotongan bahan pouch helm dilakukan setelah
semua pola di cetak diatas bahan pouch helm sesuai dengan konsep dan ukuran yang sudah di buat.
Gambar30. Hasil potongan bahan dari master pola Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Proses penjahitan
Gambar31. Proses penjahitan Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Proses penjahitan pouch helm dilakukan dengan seteliti mungkin dikarenakan proses penggabungan di setiap potongannya sudah memliliki urutan dan pasangannya
masing-masing. Proses penjahitan yang digunakan yaitu penjahitan dengan teknik jahit tindas, cara menjahit dengan cara menyusun secara urutan dengan posisi menindih satu sama lain. Pada bagian dalam lapisan pouch helm ini menggunakan bahan yang tidak mudah di tembus air.
Gambar32. Lapisan dalam pouch yang sedang di uji coba Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Kemudian proses penjahitan berikutnya dilakukan pada resleting pouch helm sebagai sistem untuk membuka tutup pouch helm.
Proses penggabungan komponen pendukung
Gambar33. Komponen pendukung Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Proses berikutnya yaitu memasukan komponen pendukung merupakan step selanjutnya yang dilakukan setelah semua proses pembuatan pouch helm selesai. Seperti pemasangan komponen pendukung pouch helm yaitu kaitan gemblok pouch helm, mata ayam (ring O)/lubang fentilasi guna untuk memberikan jalur untuk tali sling keluar/masuk pouch helm sehingga dapat di kaitkan dengan behel motor.
Gambar34. Pengecekan apakah lubang sesuai ukuran Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Selanjutnya ada proses pembuatan Desain Pouch Helm dalam bentuk kecil, yang berfungsi sebagai wadah penyimpanan pouch helm besar, dengan desain yang disesuaikan ketika produk pouch helm sudah melakukan finishing dan mulai menentukan arah lipatan pouch helm, barulah di tentukan Desain Pouch Helm dalam bentuk kecilnya.
Gambar35. Contoh pemasangan pouch ke behel motor Sumber. Google.com
D. Tataran Elemen
Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Unsur warna yang digunakan dalam ketiga produk yang di buat yaitu warna dengan dominan motif blue jins, army look dan pineapple sebagai warna-warna yang relative dan tidak tertuju dengan warna tertentu,tetapi sebagian warnanya di pilih yang tidak terlalu terang agar tidak mudah kotor.
blue jins: Penggunaan warna biru gelap
army look: Padanan warna-warna natural seperti hijau, coklat muda dan biru
pineapple: Penggunaan warna cerah kuning dan hijau muda
2. Bentuk
Gambar37. Bentuk produk pouch helm Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Pada bagian bentuk produk rancangan menyesuaikan dengan konsep dan sistem yang dipakai, dimana produk ini mengharuskan untuk memiliki keunggulan yang lebih, seperti desain yang disesuaikan agar semua jenis helm dapat masuk kedalam produk pouch helm tersebut dan juga bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan keamanan
agar menjadi satu kesatuan yang kuat, walaupun dengan mudahnya dapat di bongkar pasang kemudian.
3. Bahan
Gambar38. Bahan tebal dan tipis Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Gambar39. Bahan tebal dan tipis2 Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Pemakaian bahan-bahan yang bersifat lebih tebal dari produk yang sebelumnya sudah ada, difungsikan sebagai salah satu perlindungan pada bagian terluar luar produk untuk mengurangi cahaya matahari yang dapat menembus bagian luar kain atau mudahnya bahan cepat robek ataupun rusak. Pada dua desain yang sudah dibuat, bahan
adapula perbandingan satu desain yang di buat dengan bahan serat yang lebih lembut dan tipis tapi memiliki warna yang lebih full colour dan cerah.
4. Bidang dan Ruang
Gambar40. Bidang dan Ruang Sumber. Dokumentasi Pribadi, 2017
Bidang atau shape adalah segala hal yang memiliki diameter, tinggi dan lebar. Pada bagian bidang produk lebih dominan ke dalam bentuk yang tumpul, seperti ouval maupun setengah lingkaran. Bentuk dasar ruang yang digunakan dalam pembuatan desain pouch helm ini lebih ke dominan bentuk yang mencembung, atau bulat melengkung pada bagia atasnya, menyesuaikan bentuk dari sebuah helm pada umumnya.
5. Ukuran
Pemilihan ukuran dalam pembuatan Desain Pouch Helm ini sudah disesuaikan dengan mengambil semple beberapa ukuran setiap jenis helm yang sudah ada dan yang cukup banyak digunakan oleh para pengguna helm motor.