BAB III MORAL PADA REMAJA MAJELIS TAKLIM AL-HAQ WAL HAŻ PONCOL. A. Gambaran Umum Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

14  Download (0)

Teks penuh

(1)

51

A. Gambaran Umum Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol 1. Sejarah Berdirinya Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

Majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol merupakan salah satu majelis taklim yang ada di Pekalongan. Majelis taklim ini terletak di kelurahan Poncol kecamatan Pekalongan Timur. Yang diasuh oleh ustaẓ Moh. Abdurrozaq. Seperti halnya dengan seorang anak manusia, yang terlahir dari kecil sampai besar serta tumbuh berkembang begitu juga dengan majelis taklim ini, tidak hanya muncul tiba-tiba, tapi memiliki sejarah.

Adanya majelis taklim ini diawali dengan seorang pemuda yang ingin mendalami tentang kaidah islam, kemudian dia datang (sowan) pada ustaẓ dan meminta untuk diajari tentang islam, kemudian terjadilah diskusi hanya 4 mata, sang ustaẓ dan 1 santrinya, seperti privat. Akhirnya sang santri mengajak temannya, jadi bertambah 2 santri. Tetapi yang paling penting itu bukan banyaknya santri yang belajar tetapi kualitas yang belajar. Semuanya berjalan bagai arus air yang mengalir secara pasti.

Dalam perjalanannya, tempat majelis taklim ini berpindah-pindah, pernah dilakukan di rumah mertua selama lima tahun, pindah dikontrakan sang ustaẓ berlangsung selama 2 tahun, dan terakhir sampai sekarang ada

(2)

di rumah sang ustaẓ tepatnya di Poncol gang Gumuk Indah. Nama majelis taklim ini adalah Al-Haq wal Haż, yang memiiki makna bagian yang benar dan pasti, maksudnya adalah semua yang terjadi di majelis taklim ini, lika-likunya adalah rezeki yang pasti dari Allah Swt dan insya Allah membimbing santri dengan benar.1

2. Letak Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

Majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol terletak di daerah Poncol tepatnya di Jl. Tondano gang Gumuk Indah. Daerah Poncol sendiri merupakan salah satu kelurahan dari kecamatan Pekalongan Timur, yang memiliki batasan-batasan:

a. Sebelah utara berbatasan dengan kelurahan Klego

b. Sebelah selatan berbatasan dengan kelurahan Noyontaan c. Sebelah barat berbatasan dengan kelurahan Keputran d. Sebelah timur berbatasan dengan kelurahan Dekoro.2

Berdasarkan observasi yang dilakukan, lokasi majelis taklim Al-Haq wal Haż kurang strategis karena ada dalam gang yang melosok, tempat parkirnya pun kurang luas, sehingga meminjam latar tetangga untuk parkir sepeda para santri. Walau demikian tidak membuat santri berhenti tetapi mereka tetap semangat.

1 Abdul Rozaq, Pengasuh Majlis Ta’lim Al-Haq wal Hadh Poncol, Wawancara Bebas,

Pekalongan , 30 Agustus 2013

2 Administrator, Monografi Kelurahan Poncol Semester 1 Tahun 2011,

poncol.pekalongankota.or.id/index.pekalongantimur, (24 oktober 2011), diakses 03 september 2013.

(3)

3. Visi, Misi, dan Tujuan Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

Berdasarkan hasil wawancara dengan pengasuh ustaẓ Moh. Abdurrozaq majelis taklim Al-Haq wal Haż memiliki visi, misi dan tujuan sebagai berikut:

a. Visi: melaksanakan ajaran agama Islam dengan sebaik-baiknya

b. Misi: mengamalkan ilmu agar bermanfaat untuk sesama, menciptakan ketenangan dan ketentraman bagi santri khususnya, memiliki akhlak moral yang baik

c. Tujuan: menciptakan lingkungan yang harmonis dan seimbang antara duniawi dan ukhrowi.

4. Keadaan Pengasuh, Ustaẓ dan Santri Majelis taklimAl-Haq wal Haż Poncol

a. Keadaan pengasuh

Pelaksanaan pendidikan di majelis taklimAl-Haq wal Haż Poncol Pekalongan di pimpin langsung oleh pengasuh sekaligus ustaẓ Moh. Abdurrozaq, sebagai pengajar utama. Ustaẓ Moh. Abdurrozaq sendiri merupakan warga asli kelurahan Poncol. Beliau menempuh pendidikan di SMP Salafiyah Pekalongan kemudian nyantri di pondok pesantren At-Taufiqy Wonopringgo selama kurang lebih selama 10 tahun dan dilanjutkan belajar pada Habib Abdullah al Khaddad selama lebih dari dua tahun.

(4)

b. Keadaan santri

Peserta didik dalam pendidikan Islam dikenal dengan sebutan santri. Pendidikan Islam dapat ditempuh melalui pendidikan formal maupun non formal. Menuntut ilmu tidak mengenal usia bagi seseorang mendalami ajaran agamanya. Karena kewajiban seorang muslim adalah mencari ilmu dari sejak lahir sampai akhir hayat.

Para santri majelis taklim Al-Haq wal Haż memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu karena menyadari betapa pentingnya ilmu untuk bekal hidup di dunia dan akhirat nanti. Jumlah total santri baik remaja menjelang dewasa dan orang tua yang ada sekitar 30an tetapi yang akan di bahas di sini adalah remaja dewasa berjumlah 15 orang. Diantara para santri remaja majelis taklimAl-Haq wal Haż adalah :

Tabel I

Daftar Nama Santri Majelis taklimal-Haq wal Haż

No. Nama Alamat

1. Ari Poncol

2. Apri Poncol

3. Abdillah Batang

4. Bahrul Poncol

5. Fadli Robbi Poncol

6. Hadi Sampangan

7. Ikhwan Poncol

8. Imam Klego

9. Isnaini Dukuh

10. Nizar Alamsyah Poncol

11. Majdi Noyontaan

12. Nur Nizar Poncol

13. Rifki Poncol

14. Soleh Noyontaan

(5)

B. Pelaksanaan Pendidikan Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol 1. Pelaksanaan Pengajian Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

Keberadaan majelis taklim Al-Haq wal Haż sebagai tempat belajar agama Islam memiliki peranan penting bagi masyarakat Poncol dan sekitarnya. Hal ini terlihat dari banyaknya santri yang belajar, baik yang berasal dari Poncol maupun sekitarnya. Selain sebagai tempat ngaji, majlis ini juga berfungsi sebagai sarana untuk untuk melaksanakan aktivitas lain yang berkaitan dengan ibadah maupun sosial. Kegiatan pengajaran yang diselenggarakan di majlis ini bertujuan untuk memperbaiki praktek ibadah serta pendalaman ajaran agama para santrinya.

Majelis taklim ini masih menggunakan cara-cara tradisional dalam proses belajar mengajarnya, dimana para santri berkumpul dalam majlis dan sang ustaẓ membacakan kitab lalu menyampaikan maksud dari materi yang dibacakan tersebut. Setelah materi disampaikan maka dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana para santri diberi kesempatan untuk bertanya mengenai materi tadi.

Kegiatan belajar mengajar di majelis taklim Al-Haq wal Haż di awali dengan dzikir terlebih dahulu, seperti bacaan istigfar dan sholawat nabi, kemudian dilanjutkan dengan pembahasan kitab dan diakhiri dengan dzikir penutup lalu doa. Yang unik adalah setiap kali selesai pembelajaran sang ustaẓ memohon maaf atas prilaku dan kata-kata yang jurang berkenan

(6)

selama pengajian. Ini jarang ditemukan ditemui di majelis taklimyang lain, bahkan di sekolah formal pun jarang sang guru meminta maaf.3

2. Komponen-komponen Pendidikan Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

a. Materi

Materi yang dikaji dalam pengajian majelis taklimAl-Haq wal Haż sangat beragam, yang melingkupi kajian seputar ibadah, akhlak, sholawat, tafsir dan hadist. Menurut ustaẓ Moh. Abdurrozaq, materi yang dikaji disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dalam rangka memperbaiki tata cara beribadah, mempertebal iman, serta memperbaiki akhlak moral para santri. Sistem pendidikan yang digunakan majelis taklim Al-Haq wal Haż lebih dominan mengadopsi sitem pondok pesantren, yaitu pondok tempat sang ustaẓ belajar. Pada saat memutuskan kitab yang akan diajarkan pun beliau minta saran terlebih dahulu kepada sang kyai.

Tabel II

Materi Pengajian Majelis taklimAl-Haq wal Haż

No. Materi Tujuan pembelajaran

1 Tauhid Meningkatkan dan mempertebal keimanan kepada Allah SWT.

2 Akhlak Memperbaiki tingkah laku dan moral. 3 Tafsir Quran

dan Hadits

Memahami al-Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup muslim.

4 Fikih Memperbaiki dan meningkatkan kualits ibadah.

3 Hasil Observasi di Majlis Ta’lim dan Dzikir Al- Haq wal Haz Poncol pada tanggal 4

(7)

b. Metode

Metode adalah cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan. Metode merupakan aspek penting untuk mentransfer ilmu pengetahuan dari guru kepada murid. Sehingga terjadi proses pembelajaran dan pemilikan ilmu oleh murid tersebut. Tujuan diadakannya metode adalah menjadikan proses dan hasil belajar mengajar di majelis taklimini lebih berdaya guna dan lebih berhasil dalam membimbing santri yang bertakwa dan memiliki moral yang baik. Adapun metode yang digunakan di majelis taklim Al-Haq wal Haż adalah :

1) Metode Ceramah 2) Metode Tanya Jawab 3) Metode Diskusi 4) Metode Keteladanan 5) Metode Nasehat

6) Metode Bimbingan dan Konseling.

Seringkali para santri dihadapkan pada permasalahan hidup yang beragam seperti masalah keluarga, ekonomi dan lainnya. Mereka berusaha mencari jalan keluar dengan cara mengadukan masalahnya kepada ustaẓ. Kemudian ustaẓ memberikan pendapat dan bimbingan kepada santri tersebut agar masalahnya dapat segera selesai.4

4 Hasil Wawancara dengan Pengasuh Majelis Taklim Al Haq wal Haż pada tanggal 7

(8)

c. Waktu Pelaksanaan

Pembelajaran di majelis taklimAl-Haq wal Haż dilaksanakan selama satu minggu, dengan kitab dan kegiatan yang berbeda, satu hari ke hari berikutnya tidaklah sama. Pelaksanaan pengajian kitab dimulai pada pukul 20.00 WIB dan berakhir pada jam 21.00 WIB, sedangkan Pembacaan kitab maulid biasanya sampai pukul 22.00 WIB.5

d. Jadwal pengajian

Tabel III

Jadwal dan materi majelis taklim Al-Haq wal Haż

No Hari Kitab

1. Ahad Riyadus Sholihin (Hadis) 2. Senin Tafsir Jalalain

3. Selasa Fathul Muin (Fikih)

4. Rabu Al-Hikam (Akhlak Tauhid)

5. Kamis Dalail Khairat (Salawat)

6. Jumat Maulid Simtudduror

e. Kegiatan-kegiatan Lain

Di samping pengajian kitab, majelis taklimAl-Haq wal Haż Poncol juga mengadakan kegiatan-kegiatan lain, yang melingkupi keagamaan maupun kegiatan yang bersifat sosial. Dan diantara kegiatan yang diadakan oleh majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol, antara lain:

(9)

1) Peringatan hari-hari besar Islam

Peringatan Maulid Nabi dan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW adalah salah satu kegiatan yang dilakukan oleh majelis taklim Al-Haq wal Haż. Kegiatan ini dilaksanakan secara sederhana dengan pembacaan kitab Maulid Simtudduror oleh para santri dan dihadiri masyarakat sekitar.

2) Penyembelihan hewan kurban

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dengan cara santri yang memiliki rezeki mengumpulkan uang qurbaan lalu dibelikan sapi, kemudian di sembelih di depan majelis, lalu dagingnya dibagikan kepada warga sekitar majlis. Dan santri dicicipi dengan dimasakkan daging lalu dimakan bersama, menciptakan suasana majelis semakin kekeluargaan dan kebersamaan.

3) Ziarah

Kegiatan dilakukan untuk mendoakan ulama yang telah berjasa dalam berdakwah dan sekaligus mengingatkan santri bahwa semua manusia yang hidup akan mati sehingga mereka lebih giat beribadah. Ziarah ini biasanya dilakukan dibulan rajab ke makam Habib Ahmad di Sapuro dan ke Wonobodro Batang. 4) Jamaah sholat subuh

(10)

Kegiatan ini dilakukan setiap waktu subuh, ustaẓ dan santrinya berjamaah sholat subuh dilanjutkan dengan dzikir kepada Allah Swt.

5) Kegiatan sosial lain

Kegiatan sosial yang dilaksanakan oleh majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol adalah silaturrahim dan halal bi halal, anjangsana menengok teman (santri) yang sakit maupun terekena musibah.

6) Istighosah

Kegiatan ini dilakukan setiap bulan sekali dengan membaca kitab manakib syaikh Abdul Qadir al-Jailani dan tahlil serta menyuguhkan hidangan yang sederhana.

C. Moral Pada Remaja Majelis Taklim Al-Haq wal Haż Poncol

Degradasi moral remaja merupakan salah satu masalah sosial yang sering terjadi di masyarakat. Peningkatan tingkat degradasi moral remaja disebabkan oleh beberapa faktor, seperti pergaulan bebas, kurangnya pengawasan dan perhatian dari orang tua, tingkat pendidikan yang rendah, dan pengaruh budaya asing. Degradasi moral remaja merupakan keprihatinan mendalam suatu bangsa. Dimana tulang punggung suatu bangsa adalah remaja maka jika moral remajanya hancur maka hancurlah bangsa tersebut. Pemasalahan moral remaja juga berkaitan dengan kondisi remaja tersebut.

(11)

Berikut adalah gamabaran umum dari hasil penelitian remaja majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol :

1. Kondisi Biologis

Masa remaja adalah masa bergejolaknya bermacam-macam perasaan yang kadang-kadang bertentangan satu sama lain, kondisi ini menyebabkan terjadinya perubahan emosi yang begitu cepat dalam diri remaja, seperti ketidakstabilan perasaan remaja kepada Tuhan. Fitrah beragama merupakan kemampuan dasar yang mengandung kemungkinan untuk berkembang. Namun, mengenai arah dan kualitas perkembangan remaja sangat bergantung pada proses pendidikian yang diterimanya. Jiwa beragama atau kesadaran beragama merujuk kepada aspek rohaniah individu yang berkaitan dengan keimanan kepada Allah yang direfleksikan dalam peribadatan.

Secara umum, remaja majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol merupakan remaja yang taat dalam menjalankan ibadah, seperti sholat lima waktu, puasa ramadan, zakat, dan menuntut ilmu. Seperti yang diungkapkan oleh saudara Imam “Alhamdulillah setelah mengaji di majelis, saya selalu rajin mengerjakan sholat”.6 Beberapa remaja majelis taklimjuga aktif dalam kegiatan keagamaan dan seringkali menjadi panitia dalam peringatan Maulid Nabi dan Isra Mi’raj.

6 Hasil Wawancara dengan Santri Majlis Ta’lim dan Dzikir Al- Haq wal Haz Poncol,

(12)

2. Kondisi Psikologis

Proses perkembangan psikologis manusia merupakan suatu kodrat alam manusia sebagai makhluk yang memiliki nilai peradaban dengan kemampuan berpikir dan berbudaya, dalam proses ini terdapat perbedaan manusia dengan makhluk hidup lainnya. Manusia berkembang secara psikologis tidak hanya berdasarkan nalurinya saja, tetapi manusia berkembang melalui proses belajar dan tumbuh dalam lingkungan sosial. Kondisi psikologis adalah kondisi kejiwaan yang menyangkut kecerdasan emosional serta sikap dan tingkah laku;

a. Kecerdasan emosional

Kecerdasan emosi merupakan kemampuan individu dalam mengendalikan perasaan atas sesuatu atau kejadian yang menimpanya, seperti rasa marah dan senang. Mayoritas remaja majelis taklimmerasa senang dan bahagia apabila mengalami hal-hal yang disukai seperti gajian, memperoleh sesuatu yang diinginkan dan lain lain. Secara keseluruhan, remaja majlis tidak mudah marah, hanya sebagian kecil remaja yang memiliki perasaan mudah marah terhadap ucapan dan perbuatan yang menyinggungnya.

b. Sikap dan perilaku

Sikap dan perilaku dapat ditumbuhkan dan dikembangkan melalui proses belajar, nilai dan budaya masyarakat. Remaja majelis taklim memiliki sikap yang positif dalam sehari-harinya, seperti sabar,

(13)

tenang, berpakaian sopan dan menutup aurat. Mereka juga mampu menjaga perilakunya sehingga dapat menjadi teladan bagi masyarakat.

3. Kondisi Sosiologis

Hubungan sosiologis adalah interaksi antara satu individu dengan individu atau kelompok lainnya. Berikut adalah gambaran umum kondiisi sosioogis remaja majelis taklim Al-Haq wal Haż Poncol.

a. Interaksi dengan keluarga

Secara keseluruhan, remaja majelis taklimal-Haq wal Haż memiliki hubungan dan komunikasi yang baik dengan keluarganya, bahkan sebagian remaja ikut membantu perekonomian keluarganya sebagai wujud bakti terhadap kedua orang tua, seperti yan diungkapkan Bapak Asrofi: “setiap malam habis ngaji anak saya membantu saya berjualan nasi”.7

b. Interaksi dengan lingkungan

Mayoritas remaja majelis taklimAl-Haq wal Haż memiliki hubungan yang baik dengan masyarakat sekitarnya. Hal ini terlihat dengan keikutsertaan mereka dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh masyarakat, seperti kerja bakti, perayaan Hari Kemerdekaan, peringatan Maulid Nabi dan lainnya.8

7 Asrofi, Ayah Remaja Majlis Ta’lim Al-Haq wal Hadh, wawancara bebas, Pekalongan, 4

Agustus 2013.

(14)

c. Interaksi dengan remaja lainnya.

Para remaja majelis taklimmampu menghindari diri dari pergaulan negatif seperti miras, narkoba dan tindak kriminal. Mereka mampu bergaul dengan remaja lainnya dengan baik selama kegiatannya positif seperti olahraga, pekerjaan dan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Apri “Setiap ada waktu luang, saya sering bermain futsal dengan teman sekampung saya”.9

9 Hasil Wawancara dengan Apri, Remaja Ta’lim Al- Haq wal Haz Poncol pada tanggal 4

Figur

Tabel III

Tabel III

p.8

Referensi

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di