• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi model project based learning terhadap pelaksanaan proyek peserta didik pada materi indikator alami di kelas XI IPA SMAN 4 Banda Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Implementasi model project based learning terhadap pelaksanaan proyek peserta didik pada materi indikator alami di kelas XI IPA SMAN 4 Banda Aceh"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Pros. SemNas. Peningkatan Mutu Pendidikan Volume 1, Nomor 1, Januari 2020

Halaman 137 - 142

E-ISSN: 2745-5297

Implementasi model project based learning terhadap pelaksanaan proyek peserta

didik pada materi indikator alami di kelas XI IPA SMAN 4 Banda Aceh

Coryna Oktaviani

Program Studi Pendidikan Kimia, Universitas Malikussaleh, Aceh Utara, Indonesia Email: [email protected]

ABSTRAK

Implementasi model PJBL pada materi indikator alami bertujuan untuk melihat bagaimana pelaksanaan proyek dari peserta didik. Tindakan ini menerapkan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif pada peserta didik kelas XI IPA SMAN 4 Banda Aceh. Melalui pemilihan sampel secara purposive sampling diperolehlah peserta didik kelas XI IPA, berjumlah 31orang (7 laki-laki dan 24 perempuan). Berdasarkan hasil penilaian oleh observer yang ahli dibidangnya, diperoleh pelaksanaan proyek peserta didik 90,1% (berkategori sangat baik). Hasil ini diperoleh dari perhitungan (dengan rumus persentase) lembar pernilaian pelakasanaan proyek peserta didik yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan dan laporan proyek, di mana masing-masing ketiga tahapan ini memiliki poin-poin penilaian lagi di dalamnya. Dengan demikian, berdasarkan hasil yang diperoleh peneliti, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proyek peserta didik mengalami peningkatan dari sebelum hingga susudahnya diterapkan tindakan PJBL dalam pembelajaran kimia. Bagi peneliti lanjutan, dapat disarankan agar melakukan pengembangan terhadap lembar penilaian pelaksaanan proyek yang lebih kompleks agar diperoleh hasil yang lebih akurat lagi untuk kedepannya.

Kata Kunci : Project Based Learning, Proyek, Asam Basa, Indikator Alami, Peserta Didik

ABSTRACT

The implementation of the PJBL model on natural indicator material aims to see how the project will be implemented by students. This action applies a qualitative method to the type of descriptive research in class XI science students of SMAN 4 Banda Aceh. Through sample selection by purposive sampling the students of class XI IPA were obtained, totaling 31 people (7 male and 24 female). Based on the results of the assessment by observers who are experts in their fields, obtained project implementation of students 90.1% (categorized as very good). This result is obtained from the calculation (with a percentage formula) sheet assessment of student project implementation which includes the stages of planning, implementation and project reports, where each of these three stages has more assessment points in it. Thus, based on the results obtained by researchers, it can be concluded that the implementation of student projects has increased from before until after the implementation of PJBL actions in chemistry learning. For advanced researchers, it can be suggested to develop more complex project implementation assessment sheets to obtain more accurate results in the future

(2)

1. PENDAHULUAN

Pembelajaran kimia di SMA merupakan salah satu pembelajaran sains yang sering peserta didik anggap sulit. Hal ini dikarenakan pelajaran kimia yang tidak hanya menuntut konsep untuk dikuasi oleh peserta didik, tetapi juga keterampilan didalamnya (Oktaviani, dkk., 2019). Bicara tentang pembelajaran kimia disekolah, tentunya banyak sekali materi-materi yang dipelajari mulai dari tingkat awal SMA (kelas X SMA) hingga tingkat akhir (kelas XII SMA). Salah satu materi yang membutuhkan tidak hanya konsep kimia saja, tetapi juga keterampilan dalam pembelajarannya adalah materi asam basa. Materi asam basa adalah salah satu materi yang diperoleh peserta didik di semester genap kelas XI IPA SMA. Sub materi yang dipelajari peserta didik dalam pembelajaran asam basa terdiri dari beberapa, misalnya teori asam basa, perhitungan tingkat keasaman, indikator asam basa dan contoh senyawa asam basa dalam kehidupan. Salah satu sub materi yang menuntut peserta didik untuk paham konsep dan keterampilan, yaitu indikator alami. Materi indikator alami di sekolah seharusnya di sampaikan dengan cara melakukan percobaan. Peserta didik diwajibkan dalam merancang percobaan dan berdiskusi kelompok. Hal ini sesuai dengan Kompetensi Dasar (KD) dalam pembelajaran materi asam basa. Berdasarkan hasil pengamatan yang telah dilakukan di SMAN 4 Banda Aceh, penyampaian materi pada indikator alami masih membuat peserta didik hanya menunggu penjelasan dan persiapan percobaan dari guru saja tanpa membiarkan peserta didik untuk mengembangkan keterampilannya dalam melakukan percobaan. Sehingga dengan demikian membuat peserta didik kurang terampil dalam pembelajaran. Hal ini sebenarnya sangat penting sekali sebagai bekal mereka untuk persipaan perkembangan IPTEK saat ini. Oleh karena itu, berkaitan dengan hal tersebut, dilakukanlah suatu penerapan tindakan dalam pembelajaran guna mengatasi masalah ini. Tindakan yang dilakukan tersebut adalah dengan cara menerapkan model yang sesuai, diantaranya adalah model PjBL. Model PjBl, atau dikenal dengan istilah model project based learning (model berbasis proyek) adalah suatu model yang dapat mengambangkan tidak hanya pemahaman konsep peserta didik saja, tetapi juga keterampilan dalam pembelajaran khususnya. Hal ini dikarenakan, dalam pembelajaran yang menerapkan model ini, peserta didik dilatih sedemikian rupa baik mulai persiapan awal, merancang, melakukan hingga sampai ketahap memaparkan hasil dari apa yang dilakukan dan diperoleh. Sehingga dengan demikian, peserta didik terlatih kemampuan dan keterampilannya.

Penelitian terhadap model PjBL telah dilakukan oleh peneliti sebelumnya, salah satunya yaitu Sastrika, dkk., (2013) yang memaparkan hasil bahwa terdapat perbedaan pemahaman konsep kimia dan

keterampilan berpikir kritis peserta didik antara peserta didik yang mengikuti model pembelajaran berbasis proyek dengan peserta didik yang mengikuti model pembelajaran konvensional. Selain itu, Munawaroh, dkk., (2013) menemukan bahwa dengan penerapan model pembelajaran berbasis proyek dapat meningkatkan hasil belajar pada materi sistem pencernaan manusia. Dengan demikian, berdasarkan paparan tersebut peneliti tertarik untuk melakukan pengamatan dan pemberian tindakan penerapan model PjBL terhadap pelaksanaan proyek peserta didik khususnya materi sub asam basa yaitu indikator alami. Harapannya, melalui penerapan tindakan ini dapat mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran kimia, dan juga dapat mengembangkan tidak hanya pengetahuan konsep saja tetapi juga keterampilan peserta didik.

2. METODE PENELITIAN

Tindakan implementasi model PJBL pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif pada peserta didik SMAN 4 kelas XI IPA yang berlokasi di Jl. P. Nyak Makam 19 Banda Aceh. Melalui pemilihan sampel secara purposive sampling diperolehlah peserta didik kelas XI IPA, berjumlah 31orang (7 laki-laki dan 24 perempuan) sebagai sampel dalam penelitian ini. Kegiatan penelitian dalam proses pengumpulan data di sekolah, peneliti langsung mengambil data penelitian selama proses kegiatan pembelajaran di dalam kelas maupun diluar jam pembelajaran. Namun, pada tahapan awal peneliti menyiapkan perangkat pembelajaran dan instrumen penelitian. Perangkat pembelajaran disiapkan sebanyak dua pertemuan, di mana pada pertemuan pertama ini peserta didik diberikan tugas berupa proyek yang akan dikerjakan di luar jam pembelajaran dan akan dilakukan penilaian berupa penilaian pelaksanaan proyek oleh observer sebanyak enam orang. Sedangkan, pada pertemuan keduanya, peserta didik bersama teman sekelompoknya menampilkan hasil proyeknya di depan kelas dan mulai memaparkan hasil yang diperolehnya. Penilaian oleh observer yang ahli dibidangnya dilakukan dengan cara menilai lembar pernilaian pelakasanaan proyek peserta didik yang mencakup tahapan perencanaan, pelaksanaan dan laporan proyek, di mana masing-masing ketiga tahapan ini memiliki poin-poin penilaian lagi di dalamnya. Hasil penilaian ini diperoleh data berupa angka, yang selanjutnya diolah dengan menggunakan rumus persentase. Nilai yang diperoleh dari hasil ini, selanjutnya diinprestasikan ke dalam nilai range pelaksanaan proyek peserta didik untuk mendapatkan sebuah kategori terhadap pelaksanaan proyek peserta didik, yaitu jika kurang baik (0-50); cukup (51-70); Baik (71-85) dan sangat baik (86-100).

(3)

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan proyek yang dilakukan peserta didik bersama teman sekelompoknya baik mulai tahapan awal hingga terselesaikannya aktivitas ini, dilakukan penilaian proyek oleh observer sebanyak enam orang yang ahli dibidangnya. Hasil pengamatan dan penilaian proyek dari setiap kelompok ini dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1 menunjukkan hasil pengamatan dan penilaian masing-masing observer terhadap proyek dari setiap kelompok. Penilaian pelaksanaan proyek kelompok 1 yang berjudul ekstrak bunga seulanga sebagai indikator alami mendapatkan kriteria baik dengan nilai 88,6. Kelompok ini pada tahap perencanaan yaitu ketika membuat rumusan judul sesuai dengan materi dan tugas proyek yang diberikan guru mengenai indikator alami. Kelompok 1 ini menentukan judul tugas proyek mereka dengan judul ekstrak bunga seulanga sebagai indikator alami. Kemudian setelah kelompok 1 menentukan judul, kelompok 1 juga membuat jadwal secara sistematis mulai dari tanggal pelaksanaan, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data hasil pengamatan dan jadwal pembuatan laporan. Namun, kelompok 1 ini hanya mencantumkan tanggal saja, sedangkan waktunya tidak dicantumkan sama sekali.

Alat dan bahan yang diperlukan serta prosedur pelaksanaan juga dibuat dan disusun dengan sedemikian rupa disesuaikan dengan judul tugas proyek kelompok 1. Pada tahap pelaksanaan, kelompok 1 memperoleh sumber data yang akurat tetapi belum menuliskannya dengan rapi. Begitu juga dengan proses melaksanakan prosedur kerja, kelompok 1 melaksanakan sesuai dengan jadwal tetapi belum dilakukan bersama kelompok dikarenakan ada anggota kelompok tidak ikut membantu dan satu anggota kelompok tidak hadir saat proses pelaksanaan tugas proyek. Kemudian setelah melakukan tahapan melaksanakan prosedur kerja, kelompok 1 mulai menganalisis hasil tugas proyek yang didapatkan dan mengisinya ke dalam tabel pengamatan yang sudah dibuat sebelumnya saat pembelajaran di dalam kelas. Setelah selesai membuat hasil pengamatan sesuai dengan yang diperoleh, kelompok 1 mulai membuat kesimpulan terhadap hasil yang didapat dari proses tugas proyek yang dikerjakan. Namun, kelompok 1 belum membuatnya secara lengkap. Penilaian pelaksanaan laporan proyek juga dinilai terhadap kelompok 1 yang dimulai dari proses penampilan foto-foto hasil kegiatan, mengumpulkan bahan presentasi dan juga termasuk mempersentasikan hasil tugas proyek yang sudah dibuat. Kegiatan penampilan foto-foto hasil kegiatan disusun secara berurutan, lengkap dan rapi oleh kelompok 1. Namun saat pengumpulan bahan presentasi kelompok 1 belum mengumpulkan bahannya secara menarik, tetapi meskipun demikian saat proses mempresentasikan hasil tugas proyek, kelompok 1 mampu mempresentasikan dengan baik dan sistematis sehingga kelompok lain yang

mendengarkan dapat lebih memahami materi indikator alami.

Pembuatan ekstrak indikator alami bunga kertas merupakan hasil tugas proyek yang dibuat oleh kelompok 2 dengan prolehan nilai 93,2. Nilai ini termasuk kategori sangat baik. Perolehan nilai ini didapatkan oleh kelompok 2 dengan melaksanakan tugas proyek dengan baik. Tahap perencanaan kelompok 2 menentukan tugas proyek yang berjudul pembuatan ekstrak indikator alami bunga kertas. Pembuatan judul ini disesuaikan dengan tugas yang telah diberikan saat proses pembelajaran di kelas. Kemudian kelompok 2 juga membuat jadwal pelaksanaan, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data hasil pengamatan dan jadwal pembuatan laporan dengan sistematis dan baik. Namun meskipun demikian, kelompok 2 belum mencantumkan waktunya, hanya mencantumkan tanggalnya saja. Kelompok 2 juga membuat daftar alat dan bahan yang diperlukan dan disesuaikan dengan judul tugas proyeknya. Tidak hanya itu, kelompok dua juga membuat prosedur kerja dengan sangat sistematis dan rapi. Tahap pelakasanaan di proses pengumpulan data, kelompok 2 memperoleh sumber data yang akurat dan juga lengkap serta menuliskannya dengan rapi. Begitu juga saat melakukan pelaksanaan prosedur kerja, kelompok 2 melakukannya sesuai prosedur kerja dan melaksanakannya bersama teman sekelompok. Setelah itu, kelompok 2 mulai menganalisis data yang diperoleh dan membuatnya ke dalam tabel pengamatan yang sudah dibuat. Pembuatan kesimpulan terhadap hasil yang didapatkan, dilakukan dengan baik oleh kelompok 2 tetapi belum membuatnya secara lengkap. Tahap laporan proyek kelompok 2 melakukannya dengan baik, meskipun pada saat proses penampilan foto hasil kegiatan tugas proyek belum secara lengkap. Tahap mempresentasikan tugas proyek yang dilakukan kelompok 2 sangat baik dan pemaparannya secara sistematis serta bahasa yang dipergunakanpun juga mudah dimengerti, hal ini terlihat juga dari pengumpulan bahan presentasi yang disusun oleh kelompok 2 secara lengkap, menarik dan sesuai dengan materi.

Kelompok 3 mendapatkan nilai 90,9 dengan kriteria sangat baik. Kelompok ini mempunyai judul tugas proyek yaitu proses pembuatan indikator alami ekstrak kunyit. Tahap perencanaan proses persiapan rumusan judul dilakukan kelompok 3 dengan baik. Begitu juga dengan pembuatan jadwal, kelompok 3 hanya membuat tanggal saja, tidak membuat dan mencantumkan waktu baik pelaksanaan kegiatan, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data hasil pengamatan dan pembuatan laporan. Persiapan alat dan bahan yang diperlukan terkait pelaksanaan tugas proyek disusun secara baik. Begitu juga pembuatan prosedur kerja dibuat secara sistematis langkah-langkahnya serta jelas. Tahap pelaksanaan pengumpulan data, kelompok 3 memperoleh sumber data yang akurat dan lengkap sesuai tugas proyeknya

(4)

Tabel 1. Hasil Pengamatan Penilaian Pelaksanaan Proyek Peserta Didik Kelas XI IPA-1

No Nama

Kelompok Nama Proyek

Nilai yang diperoleh

Kriteria

1 Kelompok 1 Ekstrak Bunga Seulanga Sebagai Indikator Alami 88,6 Baik 2 Kelompok 2 Pembuatan Ekstrak Indikator Alami Bunga Kertas 93, 2 Sangat Baik 3 Kelompok 3 Proses Pembuatan Indikator Alami Ekstrak Kunyit 90,9 Sangat Baik

4 Kelompok 4 Indikator Alami Ekstrak Bunga Asoka 88,6 Baik

5 Kelompok 5 Pembuatan Ekstrak Daun Adam Hawa Sebagai Indikator Alami 88,6 Baik 6 Kelompok 6 Ekstak Ubi Ungu Sebagai Indikator Alami 90,9 Sangat Baik

Jumlah 540,8

Rata-Rata Persentase (%) 90,1 Sangat Baik

tetapi penulisannya belum ditulis secara rapi. Tahap pelaksanaan prosedur kerja dilakukan dengan penuh kerja sama bersama teman sekelompok. Kemudian kelompok 3 menganalisis data hasil pengamatan terhadap tugas proyek dan membuatnya kedalam tabel pengamatan. Begitu juga proses pembuatan kesimpulan dilakukan diskusi bersama-sama tetapi belum membuatnya secara lengkap. Tahapan laporan proyek di kegiatan penempelan foto-foto tugas proyek dilakukan dengan baik dan sistematis tetapi kelompok 3 belum menampilkanya secara lengkap. Tahap pengumpulan bahan presentasi dilakukan kelompok 3 dengan baik yaitu sesuai konsep materi dan bahannya menarik, tetapi dikarenakan anggota kelompok ada yang tidak hadir pada saat itu, sehingga proses presentasi tugas proyek kurang maksimal. Tetapi meskipun demikian, kelompok 3 bisa menguasainya dengan baik serta mampu dalam menyampaikan.

Indikator alami ekstrak bunga asoka merupakan judul tugas proyek kelompok 4 yang memperoleh nilai 88,6 (kategori baik). Kelompok 4 melakukan persiapan rumusan judul dengan baik meskipun judul tugas proyeknya hanya terdiri dari 5 kata saja. Pembuatan jadwal dilakukan kelompok 4 hanya mencantumkan tanggal saja, tanpa membuat waktunya. Adapun tanggal yang dibuat kelompok 4 mencakup tanggal pelaksanaan, tanggal persiapan alat dan bahan, pengumpulan data hasil pengamatan serta tanggal pembuatan laporan. Persiapan alat dan bahan ditulis dengan baik sesuai dengan judul tugas proyek, sedangkan prosedur kerja kelompok 4 membuat dengan sistematis dan jelas. Tahap pelaksanaan proses pengumpulan data kelompok 4 memperoleh sumber data yang akurat tetapi belum menuliskannya dengan rapi. Tahap pelaksanaan prosedur kerja dilakukan sesuai langkah-langkah prosedur kerja dan dilakukan bersama teman sekolompok. Setelah melaksanakan tahapan ini, kelompok 4 mulai menganalisis data hasil pengamatan dan membuatnya kedalam tabel pengamatan sesuai dengan hasil yang diperoleh. Tetapi proses pembuatan kesimpulan kelompok 4 masih belum membuat secara lengkap, hal ini dikarenakan sebahagian anggota kelompok tidak memberikan tanggapannya terkait pengamatan terhadap hasil yang diperoleh. Proses tahapan laporan proyek, meskipun kelompok 4 sudah menempelkan

secara sistematis hasil foto-foto kegiatan tetapi masih belum menampilkan secara lengkap. Hal ini terlihat dari ada beberapa foto yang tidak ditempel kelompok 4. Selain menampilkan foto-foto kegiatan, kelompok 4 juga mengumpulkan bahan presentasi sesuai dengan konsep materi dan juga bahannya menarik. Pada kegiatan mempresentasikan tugas proyek kelompok 4 memaparkannya secara sistematis serta menggunakan bahasa yang mudah dimengerti tetapi belum percaya diri dalam menyampaikannya.

Nilai 88,6 dengan kriteria baik diperoleh kelompok 5 yang judul tugas proyeknya yaitu pembuatan ekstrak daun adam hawa sebagai indikator alami. Kelompok 5 membuat rumusan judul sesuai materi tugas proyek dan memiliki judul kalimat yang terdiri dari delapan kosa kata. Pada pembuatan jadwal sudah terstruktur dan sistematis tetapi hanya mencantumkan tanggal saja tanpa membuat waktu pelaksanaan. Sedikit berbeda dengan kelompok lainnya, kelompok 5 hanya membuat tanggal pelaksanaannya saja, tanpa membuat tanggal persiapan alat dan bahan, pengumpulan data hasil pengamatan serta tanggal pembuatan laporan. Tahapan persiapan alat dan bahan dilakukan dengan baik oleh kelompok 5 yaitu menuliskan segala alat dan bahan yang diperlukan sesuai dengan rumusan judul proyek. Begitu juga dengan prosedur kerja, kelompok 5 membuat langkah-langkahnya secara sistematis dan jelas. Proses pengumpulan data pada tahap pelaksanaan dilakukan oleh kelompok 5 kurang begitu sempurna. Kelompok 5 memperoleh sumber data yang akurat dan lengakap namun dalam proses penulisannya tidak begitu rapi. Pada proses melaksanakan prosedur kerja, kelompok 5 melakukan langkah-langkahnya sesuai prosedur kerja yang sudah dibuat, tetapi belum dilakukan bersama kelompok dikarenakan ada anggota kelompok yang tidak hadir pada proses pelaksanaan dengan beralasan megikuti pertandingan lomba dari sekolah. Setelah melakukan percobaan, tahap selanjutnya kelompok 5 menganalisis data hasil tugas proyek dan mulai membutnya ke dalam tabel pengamatan sesuai dengan hasil yang diperoleh. Tahap selanjutnya yaitu kelompok 5 membuat kesimpulan dengan berdiskusi bersama anggota kelompok. Namun kelompok 5 masih belum membuatnya secara lengkap

(5)

dikarenakan kurangnya tanggapan beberapa anggota kelompok dan ketidak hadiran salah satu anggota kelompok. Tahap selanjutnya yaitu tahap laporan proyek, kelompok 5 pada proses menampilkan foto-foto hasil kegiatan sudah sistematis penyusunannya tetapi belum lengkap. Hal ini masih terlihat dari beberapa gambar yang tidak ditampilkan oleh kelompok 5. Proses pengumpulan bahan presentasi dilakukan dengan penyesuaian terhadap konsep materi dan juga menarik. Begitu juga saat proses presentasi hasil tugas proyek, kelompok 5 sudah mempresentasikan dengan sistematis serta penggunaan bahasa yang mudah dimengerti, dan penuh percaya diri dalam penyampain.

Kelompok 6 dengan judul tugas proyek ekstak ubi ungu sebagai indikator alami memperoleh kategori sangat baik dengan nilai 90,9. Tahap perencanaan di persiapan rumusan judul dilakukan sangat baik oleh kelompok 6. Kelompok ini menentukan judul tugas proyeknya yaitu ekstrak ubi ungu sebagai indikator alami. Seperti kelompok lainnya, kelompok 6 membuat jadwal secarta sistematis mulai dari tanggal pelaksanaan, persiapan alat dan bahan, pengumpulan data dan hasil pengamatan serta tanggal pembuatan laporan, tetapi tidak membuat serta mencantumkan wakunya. Persiapan alat dan bahan ditulis dengan baik oleh kelompok 6 yang telah disesuaikan dengan judul tugas proyek. Prosedur kerja juga dibuat secara sistematis langkah-langkah pelaksanaannya serta menggunakan kata yang jelas dan mudah dipahami. Tahap pelaksanaan kelompok 6 memperoleh sumber data yang lengkap dan akurat tetapi cara penulisannya belum begitu rapi. Proses pelaksanaan prosedur kerja dilakukan sesusai dengan yang telah dibuat dan dilakukannya bersama kelompok. Hal ini terlihat dari keaktifan dan keikutsertaan kerja sama seluruh anggota kelompok dalam pelaksanaan tugas proyek. Setelah itu, kelompok 6 menganalisis data hasil pengamatan terhadap percobaan yang telah dilakukan dan membuatnya ke dalam tabel pengamatan. Proses diskusi pun semakin berlangsung saat kelompok 6 memulai untuk membuat kesimpulan. Namun, pada tahap pembuatan kesimpulan ini kelompok 6 sudah membuatnya sesuai dengan hasil yang didapat tetapi belum terlalu lengkap membuatnya.

Berdasarkan uraian di atas menunjukkan bahwa dari hasil rata-rata penilaian pelaksanaan proyek yang telah dilakukan peserta didik di luar jam pelajaran dikaterogikan sangat baik dengan persentase nilai 90,1%. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peserta didik mampu melakukan pengerjaan proyek diluar jam sekolah dengan baik serta bertanggung jawab penuh terhadap tugas yang telah diberikan. Hal ini dikarenakan setiap kelompok selesai melaksanakan tugas proyek sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan masing-masing kelompok sebelumnya. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Adnyawati, (2011) menunjukkan adanya peningkatan pengerjaan proyek yang dilakukan oleh mahasiswa 79,86% pada

siklus I menjadi 85,42% pada siklus II yang berkategori sangat baik. Penelitian lain yang dilakukan oleh Siwa et al., (2013) tentang pengaruh pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran kimia diperoleh hasil penilaian pelaksanaan proyek sains peserta didik untuk kelas eksperimen memiliki rata-rata nilai 79,59 sedangkan untuk kelas kontrol memiliki rata-rata nilai 74,29. Lebih lanjut penelitian yang dilakukan oleh Widiyatmoko dan Pamelasari, (2012) menyimpulkan dengan diterapkannya pembelajaran berbasis proyek penilaian pelaksanaan proyek mahasiswa pada pembuatan alat peraga meningkat dari 40 jumlah mahasiswa hanya kurang dar 25% yang mendapat nilai 75 menjadi rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa 87,1 setelah diterapkannya pembelajaran berbasis proyek.

4. SIMPULAN

Berdasarkan hasil yang diperoleh dari tindakan yang dilakukan terhadap permasalahan yang ada, menunjukkan bahwa penilaian pelaksanaan proyek peserta didik oleh observer mendapatkan rata-rata 90,1% (berkategori sangat baik). Dengan demikian, berdasarkan hasil perolehan nilai tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan proyek peserta didik mengalami peningkatan dari sebelum hingga susudahnya diterapkan tindakan PJBL dalam pembelajaran kimia. Bagi peneliti lanjutan, dapat disarankan agar melakukan pengembangan terhadap lembar penilaian pelaksaanan proyek yang lebih kompleks agar diperoleh hasil yang lebih akurat lagi untuk kedepannya.

5. UCAPAN TERIMAKASIH

Peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam mengumpulkan data penelitian ini, baik mulai dari proses obseravasi awal hingga sampai terselesainya pengolahan data penelitian ini. Selain itu, rasa terima kasih juga diucapkan kepada warga SMAN 4 Banda Aceh yang telah bersedia menjadi lokasi untuk tindakan yang dilakukan peneliti dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

DAFTAR PUSTAKA

Adnyawati, N. D. M. S. (2011). Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Kreativitas Dan Hasil Belajar Tentang Hidangan Bali. Jurnal Pendidikan dan Pengajaran, 44(1-3), 52-59. Munawaroh, A., Wulan C., dan Supriyanto. (2013).

Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Sistem Pencernaan SMP. Unnes Journal of Biology Education, 2(1).

Oktaviani, C., Nurmaliah, C., dan Mahidin. (2019).

Upaya Pengembangan Psikomotorik Peserta Didik Melalui Implementasi Problem Based Learning.

(6)

Sastrika, I. A. K., I. Wayan S., dan I. Wayan M. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Pemahaman Konsep Kimia dan Keterampilan Berfikir Kritis. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha,(3).

Siwa, I. B., Muderawan, I. W., dan Tika, I. N. (2013). Pengaruh Pembelajaran Berbasis Proyek Dalam Pembelajaran Kimia Terhadap Keterampilan

Proses Sains Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa. E-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha Program Studi IPA, 3. Widiyatmoko, A dan Pamelasari, S. D. (2012).

Pembelajaran Berbasis Proyek Untuk Mengembangkan Alat Peraga IPA Dengan Memanfaatkan Bahan Bekas Pakai. Jurnal Pendidikan IPA Indonesia, 1(1), 51-56.

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan penelitian ini adalah Semua guru (7 orang guru) mampu mengelola kelas dengan sangat baik, dapat dilihat dari aspek membuat RPP, menguasai dalam mengelola

Mereka yang memiliki gangguan kepribadian memiliki beberapa fitur yang berbeda termasuk gangguan psikologis dalam diri : kemampuan untuk memiliki hubungan interpersonal yang

Hal ini menunjukkan bahwa pemberian ekstrak n-heksana biji langsat pada konsentrasi 4% dan 5% sangat efektif dalam membunuh larva nyamuk Aedes aegypti karena tidak

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR BERPENGARUH TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MATERI KELISTRIKAN OTOMOTIF BAGI SISWA KELAS XI1. SMK YP

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis triangulasi data yang disebut juga dengan triangulasi sumber, yaitu menunjuk pada upaya peneliti untuk mengakses

Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah ada hubungan yang positif dan signifikan antara: (1) motivasi belajar dengan prestasi belajar ekonomi;

Semakin berkembangnya teknologi informasi dan mudahnya akses informasi menjadikan para remaja semakin mudah mendapatkan informasi tentang kesehatan reproduksi yang

akan  menciptakan  suatu  proses  yang  akan  menimbulkan   suatu  rangkaian  tambahan  pendapatan  dan  pengeluaran   yang  baru  yang  di  sebut  dengan