KEPUTUSAN DIREKTUR KEPUTUSAN DIREKTUR
RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH RAWAMANGUN RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH RAWAMANGUN
NO :
NO : 035/KEP-DIR/RSKB035/KEP-DIR/RSKBR/ 2016R/ 2016 TENTANG
TENTANG
KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI DI RUMAH SAKIT KHUSUS KEBIJAKAN PELAYANAN FARMASI DI RUMAH SAKIT KHUSUS
BEDAH RAWAMANGUN BEDAH RAWAMANGUN
DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH RAWAMANGUN DIREKTUR RUMAH SAKIT KHUSUS BEDAH RAWAMANGUN
M!"#$%!&
M!"#$%!& :: a.a. babahwhwa dala dalam meam meniningngkakatktkan muan mutu petu pelalayyananan di Ruan di Rumamahh Sak
Sakit it KhuKhusus sus BedBedah ah RawRawamaamangungun, n, makmaka a dipdiperlerlukaukann penyelenggaraan pelayanan yang bermutu ting
penyelenggaraan pelayanan yang bermutu tinggi.gi. b.
b. bahwa bahwa supaya supaya pelayanan pelayanan Rumah Rumah Sakit Sakit Khusus Khusus BedahBedah Ra
Rawawamamangngun un dadapapat t terterlaklaksansana a dedengngan an babaikik, , peperlrluu adanya Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah adanya Keputusan Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah Raw
Rawamaamangungun n tententantang g KebKebijakijakan an PelPelayaayanan nan sebsebagaiagai lan
landasadasan n bagbagi i penpenyeyelenlenggaggaraan raan seluseluruh ruh pelpelayaayanan nan didi Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamanagun.
Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamanagun.
cc.. bbahahwwa a bbererddaasasarkrkaan n peerrtip timmbbaannggaan n sesebbaaggaiaimmaannaa dimaksud dalam diktum a dan b, perlu ditetapkan dengan dimaksud dalam diktum a dan b, perlu ditetapkan dengan Ke
Kepupututusasan n DiDirerektktur ur RuRummah ah SaSakikit t KhKhususuus s BeBedadahh Rawamangun.
Rawamangun. M!&"!&%'
M!&"!&%' :: 1.1. nndadangng!!ndndanang g ReRepupublblik "nik "nd#d#nenesisia a $#$#m#m#r r %& ta%& tahuhunn %''( tentang Praktek Ked#kteran
%''( tentang Praktek Ked#kteran %.
%. nndadangng!!ndndanang g ReRepupublblik ik "n"nd#d#nenesisia a $#$#m#m#r r )* )* tatahuhunn %''& tentang Kesehatan.
%''& tentang Kesehatan. ).
). nndadangng!!ndndanang g ReRepupublblik ik "n"nd#d#nenesisia a $#$#m#m#r r (( (( tatahuhunn %''& tentang Rumah Sakit.
%''& tentang Rumah Sakit. (.
(. PePeraratuturan +entran +entereri i KeKesehsehatatan an $#$#m#m#r r 1(1() tahu) tahun n %'%'1'1' tentang Standar Pelayanan Ked#kteran.
tentang Standar Pelayanan Ked#kteran. -.
-. PePeraratuturan +enran +enterteri i KeKesehsehataatan n $#$#m#m#r r %&%&' ' tatahuhun n %'%'1'1' tentang Persetujuan indakan Ked#kteran.
tentang Persetujuan indakan Ked#kteran. *.
*. PePeraratuturan +enran +enterteri i KeKesehsehataatan n $#$#m#m#r r %*%*& & tatahuhun n %'%'1'1' tentang Rekam +edis.
tentang Rekam +edis. /.
/. PerPeratuaturan ran +en+enteri teri KeseKesehathatan an $#m$#m#r #r 1*& 1*& tahtahun un %'1%'111 tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit
tentang Keselamatan Pasien Rumah Sakit .
. PePeraratuturaran +enn +enteteri Keri Kesesehahatatan Repn Repubublilik k "n"nd#d#nenesisiaa $#m#r
$#m#r 1%0+$KS0PR02""0%'11%0+$KS0PR02""0%'1' ' tentangtentang Pe
Penynyeleelengnggagaraaraan n PePelaylayananan an DiDialalisiisis s PaPada da 3a3asilsilitaitass Kesehatan
MEMUTUSKAN
KS4 : KPS4$ D"RKR R+45 S4K" K5SS BD45 R464+4$7$ $4$7 KB"84K4$ P944$4$ 34R+4S" D" R+45 S4K" K5SS BD45 R464+4$7$
KD4 : Kebijakan pelayanan ;armasi di Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun sebagaimana tercantum dalam lampiran keputusan ini.
K"74 : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan Pelayanan di Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun dilaksanakan #leh Direktur Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun K+P4 : "si dari diktum kesatu sampai keempat terlampir dalam
keputusan ini.
K9"+4 : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan. Ditetapkan di : 8akarta
Pada anggal : ( 8anuari %'1* Direktur tama
Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun
Dr. l<iera Darmayanti, ++ $"K 1&&/'1'1(
9ampiran Keputusan Direktur $#m#r : ')-.0KP!D"R0RSKBR0%'1* tentang Kebijakan Pelayanan 3armasi di Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun
KB"84K4$ P944$4$ 34R+4S"
D" R+45 S4K" K5SS BD45 R464+4$7$
ORGANISASI DAN MANAJEMEN
1. Pelayanan Ke;armasian melakukan perencanaan penggunaan #bat yang di#rganisir dan dikel#la untuk seluruh unit di RSKBR
%. 4danya struktur #rganisasi dalam penataan pelayanan ke;armasian yang meliputi pengel#laan perbekalan ;armasi, pelayanan ;armasi klinik, manajemen mutu
). ahapan +anagemen =bat di "nstalasi 3armasi RSKBR meliputi pemilihan >seleksi?, pengadaan, penyimpanan, pemesanan0peresepan, pencatatan >transcribe?, pendistribusian, persiapan >preparing?, penyaluran >dispensing?, pemberian, pend#kumentasian dan pemantauan terapi #bat. (. "nstalasi 3armasi bertanggungjawab terhadap semua sediaan
;armasi0perbekalan ;armasi yang beredar di rumah sakit meliputi #bat , bahan #bat, alat kesehatan, reagensia, radi# ;armasi dan gas medis.
-. Pelayanan 3armasi adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan rumah sakit yang utuh dan ber#rientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan #bat yang bermutu, termasuk pelayanan ;armasi klinik yang
terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
SELEKSI DAN PENGADAAN
1. Seleksi atau perencanaan dan pengadaan #bat dan alat baru dimulai dari permintaan unit >n#ta dinas?, di#t#risasi #leh kepala bidang keperawatan dan disetujui #leh direksi, selanjutnya dilakukan pemesanan #leh bagian l#gistik dan dilakukan serah terima pada saat barang datang.
%. Pengawasan penggunaan #bat dan pengamanan #bat
a. "nstalasi ;armasi mengel#la perbekalan ;armasi yang e;ekti; dan aman b. "nstalasi ;armasi menerapkan ;armak#ek#n#mi dalam pelayanan
c. +eningkatkan k#mpetensi 0 kemampuan tenaga ;armasi
d. +ewujudkan sistem in;#rmasi manajemen berdaya guna dan tepat guna
e. +elaksanakan pengendalian mutu pelayanan
;. 4da pr#ses pemilihan #bat >seleksi? dimulai dari meninjau masalah kesehatan yang terjadi di rumah sakit
g. Standarisasi dan memperbarui standar #bat dengan tetap memperhatikan kualitas dan e;ekti;itas serta jaminan purna transaksi pembelian
). Perlindungan terhadap kehilangan dan pencurian #bat dilakukan dengan menata barang sesuai dengan kel#mp#knya dan ditempatkan pada tempat yang telah disediakan, selain itu instalasi ;armasi menjaga keamanan persediaan dengan cara mengunci pintu dan mengawasi atau memantau #rang luar yang masuk ke ruangan ;armasi, berk##rdinasi dengan bagian keamanan jika terdapat hal!hal yang mencurigakan.
(. Kriteria menambah atau mengurangi #bat dalam ;#rmularium : a. +engutamakan penggunaan #bat generik
b. Perbandingan #bat generik : #riginal : mee t## @ 1 : 1 : )
c. +emiliki rasi# man;aat A resik# >bene;it!risk rati#? yang paling menguntungkan penderita
d. +utu terjamin, termasuk stabilitas dan bi#a<ailabilitas e. Praktis dalam penyimpanan dan pengangkutan
;. Praktis dalam penggunaan dan penyerahan
g. +enguntungkan dalam hal kepatuhan dan penerimaan #leh pasien h. +emiliki rasi# man;aat A biaya >bene;it!c#st rati#? yang tertinggi
berdasarkan biaya langsung dan tidak langsung
i. =bat lain yang terbukti paling e;ekti; secara ilmiah dan aman >e<idence based medicine? yang paling dibutuhkan untuk pelayanan, dengan harga yang terjangkau.
PENYIMPANAN
1. Penyimpanan #bat lengkap RS Khusus Bedah Rawamangun untuk masing!masing area penyimpanan:
a. Penyimpanan perbekalan ;armasi umum
• Simpan sesuai ketentuan dalam standar pelayanan ;armasi
b. Bahan berbahaya :
• Simpan dalam tempat terpisah
• ersedia 4P4R 0 4lat Pemadam 4pi Ringan • Diberi label sesuaikan dengan klasi;ikasi B)
c. 7as medis :
• Disimpan terpisah dari tempat perbekalan ;armasi • Bebas dari sumber api
• 2entilasi harus baik
d. =bat nark#tika :
• Disimpan dalam lemari khusus dengan pintu ganda dan terkunci
e. 2aksin:
• 6aspada terhadap epire date
%. Persyaratan secara umum:
a. D"(()%"*%! +!&%! $!')* (+"%%! +%! ,!"(!%. ()) !"#%!%! +%! ('%$""'%(!%. mudah tidaknya meledak0terbakar, si;at bahan dan ketahanan terhadap cahaya >petunjuk penyimpanan masing!masing #bat? disertai dengan sistem in;#rmasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan ;armasi sesuai kebutuhan
b. =bat disusun al;abetis
c. Sistem 3"3= >3irst "n 3irst =ut? atau 33= >3irst pired 3irst =ut? + O$%'-$%'%! +%! $%%! *"#"% %!& +"&)!%*%! )!')*
##4("%*%! $%' +"$4" %$ : "(". '%!&&% *%+%)%4(% +%! 4"!&%'%!
e. lektr#lit pekat k#nsentrat dilarang disimpan di unit pelayanan
;. nit tertentu yang dapat menyimpan elektr#lit k#nsentrasi harus dilengkapi dengan SP= khusus untuk mencegah penatalaksanaan yang kurang hati!hati
g. =bat high alert diberi stiker high alert, #bat $#rum094S4 diberi stiker 94S4
h. O$%' %!& +"$%% %("! +%4" 4)#% %4)( +"%'%' +%%# 74#)"4 4*!(""%(" $%' +%! +"("#%! +" $8 4%%' "!% %!& %+% +" 7%4#%("
i. Sistem in;#rmasi yang selalu menjamin ketersediaan perbekalan ;armasi sesuai kebutuhan
). Syarat!syarat penyimpanan di gudang ;armasi: 1. Segi tata ruang : kemudahan bergerak %. Sirkulasi udara yang baik
). Suhu ruangan terjaga 1- ! %-EC dengan adanya therm#meter ruang kelembaban udara maksimum /' mm5g
(. ntuk keamanan gudang perlu dilengkapi dengan : CC2, alarm, pintu yang tidak mudah dirusak >besi dan tralis?, pemadam
kebakaran dan detect#r api
-. +enggunakan : rak dengan ketentuan atas (' cm dari atap, bawah %' cm dari ubin, pallet plastic, lemari yang terkunci
*. 4da kartu st#k
/. Bebas dari kec#a, tikus dan kucing
. Peletakan #bat harus jelas, dengan nama yang jelas &. Bersih dan rapi
1'. idak b#leh mer#k#k
11. 5anya petugas yang berkepentingan yang diperb#lehkan masuk (. Penyimpanan Bahan berbahaya dan beracun:
1. 4da gudang0lemari khusus
%. 5arus ada etiket nama B), tidak b#leh lepas ). 4da label0symb#l B), +SDS dan Spill kit (. Si;at ;isika dan kimia sama
-. 4P4R dan FDilarang +er#k#kG untuk FB) +udah terbakarG, dalam F7udang ahan 4piG
*. 8angan menyimpan B) melebihi pandangan mata
/. 8angan menyimpan B) di rak paling atas dan dibawah bak cuci . Penyimpanan B) di satuan kerja dalam jumlah kecil
&. Penyimpanan sesuai +SDS
1'. Penyimpanan B) dengan system 3"3= dan 33= 11. Perhatikan ruangan suhu penyimpanan B).
-. Penyimpanan #bat high alert di instalasi ;armasi:
1. empelkan stiker #bat high alert pada setiap d#s #bat
%. Beri stiker high alert pada setiap ampul #bat high alert yang akan diserahkan kepada perawat
). Pisahkan #bat high alert dengan #bat lain
(. Simpan #bat sit#statika secara terpisah dari #bat lainnya dan diberi stiker high alert
-. Simpan #bat nark#tika secara terpisah dalam lemari terkunci d#uble, setiap pengeluaran harus diketahui #leh penanggung jawabnya dan dicatat
*. Sebelum perawat memberikan #bat high alert lakukan d#uble check kepada perawat lain untuk memastikan - benar >pasien, #bat, d#sis, rute, waktu?
/. =bat high alert dalam in;us : cek selalu kecepatan dan ketepatan p#mpa in;use, tempel stiker label nama #bat pada b#t#l in;us dan
diisi dengan catatan sesuai ketentuan
*. empat!tempat penyimpanan #bat high alert :
a. 7udang ;armasi dan ;armasi, ditempatkan di l#kasi terpisah dan diberi tanda khusus
b. lektr#lit pekat >KC /,(-H, $aCl )H? tidak b#leh ada di ruang rawat kecuali sangat diperlukan >5C,"7D, =K? dengan syarat disimpan di tempat terpisah dengan akses terbatas dan diberi label yang jelas
d. +embatasi <ariasi k#nsentrasi st#k yang digunakan /. Penyimpanan $ark#tika:
1. 5arus disimpan dalam lemari khusus dan pintu terkunci ganda dan dua pintu
%. 9emari harus kuat , ukuran *' ' cm
). Kunci lemari nark#tika diberi tali dan dikalungkan pada pemegang kunci yang ditunjuk
(. 5anya pemegang kunci yang diiIinkan untuk membuka lemari
-. 8ika pemegang kunci dinas se#rang diri, maka setiap keluar ruangan harus mengin;#rmasikan kepada penanggung jawab shi;t ruang perawatan
*. 4da kartu st#k
. Super<isi penyimpanan #bat di unit perawatan : a. Da;tar statis st#ck dan emergensi st#k b. Suhu ruangan dan lemari pendingin
c. lektr#lit pekat d. =bat high alert e. =bat lasa ;. Bahan berbahaya g. r#li emergensi h. tiket #bat 9 P%$%! $%'-$%' +%! $%%! *"#"% %!& +"&)!%*%! )!')* #!"%*%! $%'
1. Pemberian label digunakan untuk #bat!#bat yang akan dilakukan pr#ses rek#nstitusi, misalnya :
a. Dari k#nsentrasi pekat ke k#nsentrasi sesuai kebutuhan >pengenceran?
b. Dari bentuk serbuk dirubah menjadi bentuk sediaan sesuai keperluannya
c. Dari d#sis tinggi ke d#sis sesuai kebutuhan
d. =bat parenteral yang masih tersisa dan dapat digunakan lagi %. Data yang harus tertulis dalam label rek#nstitusi meliputi
a. $ama pasien b. anggal lahir
c. $#m#r rekam medis
d. $ama #bat >tidak disingkat? e. K#nsentrasi 0 d#sis #bat ;. anggal dan jam rek#nstitusi
g. anggal kadaluarsa sesuai dengan si;at #bat
). 9abel untuk #bat 5"75 49R berupa label berwarna merah dengan kata HIGH ALERT tulisan tebal berwarna hitam, berbentuk lingkaran elips ukuran kecil
(. 9abel untuk #bat 94S4 berupa label berwarna kuning dengan kata LASA tulisan tebal berwarna hitam, berbentuk lingkaran elips ukuran kecil
1'. Pelap#ran dari unit :
a. Resep nark#tika parenteral ditulis #leh d#kter yang berwenang >dalam hal ini d#kter anestesi?
b. Kelengkapan resep harus lengkap c. Resep disimpan tersendiri
d. Pemakaian #bat nark#tika parenteral, ampul k#s#ngnya diserahkan kembali ke instalasi ;armasi
e. 4pabila ada sisa pemakaian #bat parenteral nark#tika dimasukkan kedalam spuit dengan diberi label yang jelas yaitu nama #bat, kekuatan >jumlah mg0ml?, tanggal dan jam
;. 4pabila setelah %( jam tidak dipergunakan, maka #bat tersebut harus dibuang ke air mengalir >wasta;el? dan disaksikan #leh dua petugas yang berbeda pr#;esi dengan disertai buku lap#ran pemakaian.
11. Penyimpanan yang tepat untuk pr#duk nutrisi
a. Pr#duk nutrisi dibutuhkan untuk pasien selama masa perawatan
b. Penyimpanan pr#duk nutrisi tersedia di l#gistik umum dan diserah terimakan ke unit giIi
c. nit giIi menyimpan pr#duk nutrisi pada tempat sejuk, kering dan bersih dan sesuai dengan rek#mendasi pabriknya.
1%. Penyimpanan bahan pemeriksaan radi#l#gi
a. Bahan pemeriksaan radi#l#gi dibutuhkan untuk pasien rawat jalan dan rawat inap atas intruksi d#kter
b. Penyimpanan bahan pemeriksaan radi#l#gi tersedia di unit radi#l#gi yang diper#leh dari l#gistik ;armasi
c. nit radi#l#gi menyimpan bahan pemeriksaan >seperti garam inggris, barium sul;at? pada tempat sejuk, kering dan bersih dan sesuai dengan
rek#mendasi pabriknya 1). Penyimpanan radi# akti;
"nstalasi ;armasi rumah sakit khusus bedah rawamangun tidak melayani pengadaan dan penyimpanan sediaan radi#akti; .
1(. Penyimpanan pr#duk sampel 0 k#nsinyasi
b. Principal mengisi ;#rmulir pengajuan #bat baru dari instalasi ;armasi yang berisi nama #bat, kemasan, d#sis, harga, nama dan para; d#kter yang akan menggunakannya
c. 3#rmulir tersebut diappr#<e #leh yang berkepentingan, antara lain : ap#teker, k#mite ;armasi terapi dan direksi
d. 8ika ;#rmulir disetujui, maka #bat dapat diterima sebagai #bat sampel0 k#nsinyasi dan disimpan di instalasi ;armasi
e. =bat sampel0 k#nsinyasi akan die<aluasi selama ) >tiga? bulan apakah #bat tersebut benar digunakan atau tidak
;. 8ika dalam waktu ) bulan #bat digunakan, maka dapat dilakukan repeat #rder ke distribut#r dan akan terus die<aluasi sampai 1 tahun untuk menjadi #bat usulan di ;#rmularium berikutnya.
g. 8ika setelah ) bulan #bat tidak digunakan, maka #bat tersebut tidak menjadi #bat usulan untuk ;#rmularium berikutnya.
1-. Penyimpanan #bat emergensi dan standar #bat emergensi di masing! masing unit
a. Perbekalan ;armasi emergensi disimpan dalam tr#li 0 b# emergensi terkunci, diperiksa, dipastikan selalu tersedia dengan jenis dan jumlah sesuai da;tar yang telah ditetapkan
b. Perbekalan ;armasi emergensi harus segera diganti jika jenis dan jumlahnya tidak sesuai lagi dengan da;tar
c. r#li 0 b# emergensi hanya b#leh diisi dengan perbekalan ;armasi emergensi, tidak b#leh dicampur dengan perbekalan ;armasi lain.
d. empat!tempat penyimpanan #bat emergensi berupa tr#li ada di 5C, Kamar Bedah >=K? dan "7D, sedangkan b# ada di 5D, Kebidanan, Ranap
e. Standar #bat emergensi untuk masing!masing unit sebagai berikut :
• IGD :
! 4sam traneksamat -'' mg inj ! 4tr#pine sul;at inj ',%- mg ! Busc#pan amp %' mg inj ! 4mi#dar#n inj ! Deamethas#n ampul, ! DiaIepam - mg0ml inj, ! D#butamin -' mg0ml inj ! D#pamin %'' mg inj ! pinephrine ',1H 1 ml ! 3ur#semide 1' mg0ml inj ! 9id#cain 5Cl inj %H % ml, ! =tsu meyl#n ! =tsu KCl /,(*H ! 4d#na ac inj ! 4min#phylline inj
! 4S inj ! Ca 7luc#nas inj ! +#rphin inj ! Cl#phedin inj ! 4min#phylin inj ! 3arg#in inj ! =tsu +g S=( ('H %- ml, ! =tsu +g S=( %' H %- ml ! Sedacum - mg inj ! $icardipin inj ! $itr#glycerin inj ! +anit#l ! 4ml#dipine - mg ! 4spilet tab ! Capt#pril tab ! Cl#pid#grel tab ! Dig#in tab ! "s#s#rbid dinitrat ! Pam#l sup ! $#r ephineprine inj ! Stes#lid rectal 1' ! Stes#lid rectal -! 5eparin inj ! 2ent#lin nebule
! Jyl#card inj >jika ada? ! 4tp inj >jika ada?
• AMBULANE :
! 4tr#pine sul;at inj ',%- mg, ! Deamethas#n ampul
! DiaIepam - mg0ml inj ! pinephrine ',1H 1 ml, ! Sedacum - mg inj
• RANAP :
! 4tr#pine sul;at inj ',%- mg,
! Deamethas#n - mg inj ! DiaIepam - mg0ml inj, ! pinephrine ',1H 1 cc ! 3ur#semide inj ! 9id#cain 5Cl inj %H % ml ! =tsu D(' H ! Pam#l 1%- mg supp
! Stes#lid rectal tube 1' mg ! Stes#lid rectal tube - mg,
• KEBIDANAN >Dewasa dan Bayi? :
D%(%:
- Pit#gin inj
- +ethyl erg#metrin maleat ',% mg0ml - 9id#cain 5Cl inj %H % ml
- 4tr#pine sul;at inj ',%- mg - pinephrine ',1H 1ml
- 3ur#semid 0 lasi ampul
- 4sam traneksamat inj -'' mg - Ca gluc#nas 1'H 1' ml
- =tsu +gS=( (' H %- ml
- +gS=( %'H %- ml B%" :
- 4tr#pine sul;at inj ',%- mg - Deamethas#n ampul - =tsu meyl#n - $e# K % mg0ml - =tsu D(' H -• OK : ! 4min#phyllin inj %,(H ! 4sam traneksamat inj ! 4tr#pine sul;at inj ',%- mg ! Ca gluc#nas 1'H 1' ml ! Catapres inj ! Deamethas#n - mg inj ! D#butamin inj ! D#pamine inj ! phedrine inj ! pinephrine ',1H 1ml ! 3entanyl inj
! 3ur#semide 0 lasi ampul ! 9id#cain 5Cl inj %H % ml ! =tsu +eyl#n ! +#rphine inj ! $e# K % mg0ml, ! $i;edipin tab ! =tsu KCl /,(* %- ml ! =tsu +gS=( ('H %- ml ! Pehacain inj ! Ranitidine inj ! Sedacum inj ! racrium inj • HD : ! 4min#phyllin %,( H inj ! 4tr#pine sul;at inj
! Deamethas#n ampul ! DiaIepam inj ! pinephrine inj ! =tsu D('H %- ml HU : ! 4min#phyllin %,( H inj ! 4tr#pine sul;at inj ! Deamethas#n ampul ! DiaIepam inj
! D#butamin inj ! D#pamin inj ! pinephrine inj
! 3ur#semid 0 9asi inj ! 9id#cain inj ! =tsu +eyl#n ! $#<algin inj ! =tsu KCl /,(* %- ml ! =tsu +gS=( ('H %- ml ! Sedacum inj ! Sibital inj ! Stes#lid rectal 1' ! Stes#lid rectal
-1*. =bat emergensi harus dijaga dan dilindungi dari kehilangan atau pencurian, dim#nit#r secara berkala >% bulan sekali? dan diganti bilamana telah digunakan atau kadaluarsa atau rusak, penggantian #bat emergensi dilakukan dengan membawa p#t#ngan segel dan ampul k#s#ng dari unit kemudian ;armasi segera mengisi kembali #bat baru dan dilakukan penyegelan di b#
1/. Kebijakan penarikan #bat:
a. =bat!#bat yang jarang digunakan >sl#wm#<ing? akan die<aluasi
b. =bat!#bat yang tidak digunakan >death st#ck? setelah waktu ) >tiga? bulan maka akan diingatkan kepada d#kter!d#kter terkait yang menggunakan #bat tersebut. 4pabila pada ) >tiga? bulan berikutnya tetap tidak0 kurang digunakan, maka #bat tersebut dikeluarkan dari buku ;#rmularium
c. =bat!#bat yang dalam pr#ses penarikan #leh pemerintah0BP=+ atau dari pabrikan
1. Pengel#laan #bat kadaluarsa > pengaturan penggunaan #bat kadaluarsa dan pemusnahannya?
1. =bat!#batan dan 4lkes yang mendekati pired date dapat dikembalikan ke 9#gistik 3armasi dalam waktu paling lambat ) bulan sebelum pired date
%. Pemeriksaan rutin #bat 0 alkes 0 barang lain untuk menghindari epired date dan melakukan pemilihan #bat0alkes yang bisa dikembalikan ke distribut#r
). ntuk barang yang telah kadaluarsa dilakukan pengumpulan data secara rutin dan dimusnahkan perbekalannya.
PEMESANAN DAN PENATATAN
1. Peresepan, pemesanan, pencatatan #bat yang aman di rumah sakit:
a. 5anya yang berhak menulis dan memesan resep saja yang dilayani b. ersedia da;tar sta; medis yang berhak menulis resep 0 da;tar
petugas yang berhak memesan resep di "nstalasi 3armasi
c. Resep harus lengkap >tersedia c#nt#h dan keterangan resep yang lengkap?
d. Sebelum menulis resep harus melakukan penyelarasan #bat >medicati#n rec#nciliati#n?. Penyelarasan #bat adalah membandingkan antara da;tar #bat yang sedang digunakan pasien dan #bat yang akan diresepkan agar tidak terjadi duplikasi atau terhentinya terapi suatu #bat
e. Penulis resep harus memperhatikan tiga kemungkinan :
• K#ntra indikasi • "nteraksi #bat • Reaksi alergi
;. ulisan harus jelas dan dapat dibaca
g. +enggunakan istilah dan singkatan yang ditetapkan rumah sakit dan tidak b#leh menggunakan singkatan yang dilarang >tersedia da;tar singkatan yang digunakan di rumah sakit dan da;tar singkatan yang dilarang?
%. Penulisan resep dan pemesanan yang tidak terbaca
1. Petugas ;armasi menerima resep dari d#kter dengan memperhatikan kelengkapan resepnya
%. Petugas ;armasi membubuhkan stempel telaah resep di belakang resep ). 4pabila ada resep yang tidak terbaca atau kurang jelas atau timbul
pertanyaan maka petugas ;armasi melakukan k#n;irmasi0 menghubungi d#kter untuk meminta kejelasan resep
(. 5asil dik#n;irmasi ditulis pada resep dan buku tubak sebagai arsip
). Pemesanan atau Penulisan resep memuat & elemen, : a. Data identi;ikasi pasien yang akurat
b. lemen!elemen dari pemesanan0penulisan resep
c. Bilamana nama generic atau nama dagang adalah ekseptabel atau diperlukan
d. Bilamana indikasi untuk penggunaan diperlukan pada suatu prn > pr# re nata0bila perlu? atau pesanan #bat lain
e. Pr#sedur khusus untuk pemesanan #bat 94S4 >l##k!alike, s#und! alike?
;. indakan yang harus diambil bila pemesanan #bat tidak lengkap, tidak terbaca atau tidak jelas
g. 8enis pemesanan tambahan yang diijinkan seperti pada pesanan dan setiap elemen yang dibutuhkan dalam pesanan yang emergensi, dalam da;tar tunggu >standing?, aut#matic st#p
h. Pesanan #bat secara <erbal atau melalui telp#n : tulis lengkap, baca ulang dan k#n;irmasi
i. 8enis pesanan yang berdasarkan berat, seperti untuk kel#mp#k pasien anak.
(. Penulisan resep umum sesuai ketentuan perundang!undangan: a. 4da tanggal penulisan resep
b. +engisi k#l#m riwayat alergi #bat pada bagian kanan atas lembar resep manual atau elektr#nik dalam system in;#rmasi ;armasi untuk memastikan ada tidaknya riwayat alergi #bat
c. 4da tanda R0 pada setiap sediaan
d. ntuk nama #bat tunggal ditulis dengan nama generik. ntuk #bat k#mbinasi ditulis sesuai nama dalam ;#rmularium, dilengkapi dengan bentuk sediaannya >c#nt#h : injeksi, tablet, kapsul, tablet, salep? serta
kekuatannya >c#nt#h : -'' mg, 1 gram? e. 4da tertera jumlah sediaan
;. Bila #bat berupa racikan dituliskan nama setiap jenis0bahan #bat dan jumlah bahan #bat >untuk bahan padat : micr#gram, milligram, gram
dan untuk cairan : tetes, milliliter, liter?
g. Pencampuran beberapa #bat jadi dalam satu sediaan tidak dianjurkan, kecuali sediaan dalam bentuk campuran tersebut telah terbukti aman dan e;ekti;
h. 4da aturan pakai >seperti ;rekuensi, d#sis, rute pemberian?. ntuk aturan pakai jika perlu atau prn atau Fpr# re nataG, harus dituliskan d#sis maksimal dalam sehari
i. 4da nama lengkap pasien j. 4da n#m#r rekam medic
k. 4da tanggal lahir atau umur pasien >jika tidak dapat mengingat tanggal lahir?
l. 4da tertulis berat badan pasien >untuk pasien anak? m. 4da nama d#kter
-. Batasan penulisan resep khusus :
a. +emastikan bahwa terdapat #bat yang harus die<aluasi dan ditinjau secara k#nsisten dan bahwa in;#rmasi ini diberitahu kepada d#kter b. +emastikan administrasi aman #bat melalui st#p #rder
c. =bat #t#matis akan dihentikan #leh "nstalasi ;armasi setelah penggunaan awal seperti: ! ket#r#lac A setelah - hari penggunaan
d. Peresepan #bat A#bat yang mengandung nark#tika dan psik#tr#pika hanya diperb#lehkan untuk pemakaian 1' hari dan harus dengan resep asli .
e. Peresepan #bat antibi#tic PERSIAPAN DAN PENYALURAN
1. Kriteria in;#rmasi spesi;ik pasien yang dibutuhkan untuk telaah resep 0 pemesanan :
• Ketepatan dari #bat, d#sis, ;rekuensi dan r#ute pemberian • Duplikasi terapi
• 4lergi atau reaksi sensiti<itas yang sesungguhnya maupun yang
p#tensial
• "nteraksi yang sesungguhnya maupun p#tensial antara #bat dengan
#bat!#batan lain atau makanan
• 2ariasi dari criteria penggunaan yang ditentukan rumah sakit • Berat badan pasien dan in;#rmasi ;isi#l#gis lain dari pasien • K#ntra indikasi yang lain
%. Penyaluran dan pendistribusian #bat seragam
• Kegiatan mendistribusikan perbekalan ;armasi di rumah sakit untuk
pelayanan indi<idu dalam pr#ses terapi bagi pasien rawat inap dan rawat jalan serta untuk menunjang pelayanan medis.
• Sistem distribusi dirancang atas dasar kemudahan untuk dijangkau
#leh pasien dengan mempertimbangkan e;isiensi dan e;ekti;itas sumber daya yang ada menggunakan +et#de sentralisasi atau desentralisasi dan sistem F;l##r st#ckG, resep indi<idu >dalam bentuk daily d#se?
• Pendistribusian Perbekalan 3armasi >khusus untuk #bat minum dan
injeksi? untuk pasien rawat inap diselenggarakan secara sentralisasi dari instalasi ;armasi menggunakan resep d#kter sedangkan untuk pendistribusian perbekalan ;armasi >alat kesehatan dan cairan in;us?
diselenggarakan secara desentralisasi > sistem floor stock ? menggunakan 3#rm 9embar Kendali.
• Pendistribusian Perbekalan 3armasi untuk pasien rawat jaIan
diselenggarakan secara sentralisasi dengan sistem resep per#rangan kepada "nstalasi ;armasi RS Khusus Bedah Rawamangun.
• Pendistribusian Perbekalan 3armasi diluar jam kerja diselenggarakan
#leh: 3armasi rumah sakit yang buka %( jam dan ruang rawat yang menyediakan perbekalan ;armasi emergensi
). Pemberian label #bat untuk #bat yang dikeluarkan dari wadah asli:
• 4da identitas pasien • 4da nama #bat
• 4da d#sis0k#nsentrasi • 4da cara pemberian • 4da tanggal penyiapan • 4da tanggal kadaluarsa
• 4da waktu pemberian >untuk label rawatinap? • 4da label 94S4 0 5"75 49R
(. "nstalasi ;armasi tidak melakukan pengambilan #bat di gudang ;armasi pada malam hari, sehingga permintaan barang di#ptimalkan pada jam kerja petugas gudang ;armasi.
-. "nstalasi ;armasi menggunakan s#;tware medscape untuk melihat interaksi #bat yang dapat diupdate melalui internet.
*. Rumah sakit Khusus Bedah Rawamangun >"nstalasi ;armasi? melakukan e;isiensi biaya terhadap #bat dan alkes untuk kebutuhan unit dengan membuat paket!paket, seperti : paket sc, paket sunat, paket ;am, paket kuret, paket partus n#rmal.
PEMBERIAN
1. Sta; yang berwenang memberikan #bat:
a. Petugas ;armasi >ap#teker dan asisten ap#teker? yang sudah memiliki kelengkapan persyaratan >seperti : surat iIin kerja dan surat
penempatan, berupa SR dan S"P? dan terda;tar di Kementrian Kesehatan, as#siasi pr#;esi >"4"0 P43"?
b. Pemberian #bat di rawat inap dilakukan dengan pendelegasian ke perawat dengan syarat Perawat yang telah memasuki tingkatan perawat
klinik ""
%. 6aktu tunggu pelayanan #bat
a. "nstalasi ;armasi melakukan pengukuran kecepatan pelayanan resep rawat jalan dengan cara mengukur waktu tunggu pelayanannya
b. Pelayanan resep #bat jadi ditetapkan tidak lebih dari 1- menit dimulai dari resep diterima, #bat dikemas sampai #bat diserahkan ke pasien c. Pelayanan resep #bat racikan ditetapkan tidak lebih dari )' menit
dimulai dari resep diterima, #bat diracik, dikemas sampai #bat diserahkan ke pasien
). Pelayanan pengel#laan #bat yang dibawa pasien ke rumah sakit : 4. =bat yang dibawa pasien ke rumah sakit
1. Perawat mengin;#rmasikan ke ;armasi , untuk mengetahui #bat apa yang sedang dik#nsumsi #leh pasien dari rumah
%. Semua #bat dicatat dalam formulir rekonsiliasi obat dan obat yang dibawa dari rumah
). Bila #bat yang dibawa pasien masih digunakan, maka d#kter akan menulis resep #bat tersebut
(. =bat yang tidak digunakan diserahkan kembali ke pasien dan #bat yang digunakan disimpan di ;armasi
B. =bat Sampel
1. =bat baru yang telah disetujui #leh Panitia 3armasi erapi dan Direksi dapat disimpan di bagian ;armasi
%. 8ika ada pemakaiannya dalam resep, #bat diberikan ke pasien disertai in;#rmasi #bat
). =bat yang sudah keluar dapat dilakukan repeat #rder ke distribusi (. =bat baru die<aluasi selama ) bulan , jika ada yang tidak keluar di
peresepan. Selanjutnya diretur kembali ke l#gistic0 distribut#r
(. Kebijakan antibi#tik di rumah sakit meliputi :
1. Pengel#laan antibi#tic harus dilakukan #leh instalasi ;armasi melalui system satu pintu
%. Da;tar 4ntibi#tik ang B#leh Dipakai, ). Da;tar 4ntibi#tik ang Dibatasi 0 Restriksi (. Ped#man erapi 4ntibi#tik "njeksi
-. Pelayanan #bat pada pasien BP8S
1. Rumah Sakit Khusus Bedah Rawamangun menerima pelayanan pasien BP8S baik rawat jalan maupun rawat inap
%. Pelayanan ke;armasian mengikuti ;#rmularium nasi#nal berdasarkan ketersediaan #bat generiknya
). Pelayanan untuk pasien rawat jalan berdasarkan prinsip / : %), yang artinya / hari dilakukan pelayanan resep di rumah sakit dan %) hari dilakukan pada ap#tik yang ditunjuk dan telah bekerjasama dengan BP8S
*. Pemberian #bat single d#se ke rawat inap 1. Pemberian #bat dilakukan setiap hari,
%. Petugas ;armasi menyiapkan #bat untuk pasien rawat inap per kali pemberian perhari >pagi siang s#re malam?,
). Petugas ;armasi menuliskan pada formulir serah terima obat pasien rawat inap
(. Petugas ;armasi menyerahkan #bat ke perawat secara pendelegasian dan kedua pihak menandatangani0memberi nama pada ;#rmulir tersebut
PEMANTAUAN
1. "denti;ikasi e;ek yang tidak diharapkan
1. "nstalasi ;armasi melakukan identi;ikasi e;ek yang tidak diharapkan yang harus dicatat dalam status pasien rekam medic
%. Pencatatan meliputi nama pasien, diagn#se, tanggal masuk, n# rm, ruang rawat
). "denti;ikasi meliputi #bat yang diduga e;ek, bagaimana penyelesaiannya, nama pelap#r dan alamat pelap#r
%. Pemantauan statis st#k dan emergensi st#k di ruangan
1. Secara berkala petugas ;armasi melakukan pemeriksaan st#k di ruangan
%. Petugas ;armasi berk#lab#rasi dengan petugas unit yang ditunjuk untuk memeriksa emergensi atau statis st#k
). Sediaan yang melebihi dari da;tar st#k dikembalikan ke ;armasi
(. ntuk sedian emergensi st#k yang dipakai harus diisi kembali dan dilakukan penyegelan serta mengisi ;#rmulir buka tutup b# emergensi ). Pemantauan st#k #bat di ;armasi
1. Secara berkala petugas ;armasi memeriksa rak yang menjadi bagiannya masing!masing
%. Petugas ;armasi memeriksa jumlah #bat, kadaluarsa dan #bat yang hampir kadaluarsa
(. Pencapaian +utu ;armasi
Pada standar pelayanan ;armasi, penulisan resep yang sesuai ;#rmularium adalah sebesar &' H, dikarenakan masih ada #bat sl#wm#<ing yang akan dihabiskan agar tidak menjadi beban rumah sakit
-. Pencapaian mutu l#gistic ;armasi
Pencapaian mutu di 9#gistik ;armasi dalam hal penerimaan barang datang dari distribut#r 0 PB3 dengan leadtime 1 jam , tidak termasuk untuk barang cairan 5D, =bat $ark#tika, Prekurs#r, ==, =bat BP8S, #bat
imm#rtal dan P. S4B4 dikarenakan pr#sedur dari distribut#r melebihi dari 1 hari.
*. "nstalasi ;armasi RSKBR tidak melakukan pelayanan untuk penyiapan pr#duk steril dan pelatihan tekhnik aseptic.