• Tidak ada hasil yang ditemukan

Filsafat aliran konstruktivisme Matematika

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Filsafat aliran konstruktivisme Matematika"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

ALIRAN FILSAFAT KONSTRUKTIVISME

ALIRAN FILSAFAT KONSTRUKTIVISME

I.

I. PengPengertiertian Aan Aliran Filiran Filsafalsafat Konstt Konstruktruktivisivisee Kon

Konstrustruktiktivisvisme me berberasal asal dardari i katkata a konkonstrustruktiktiv v dan dan ismisme. e. KonKonstrustruktiktiv v berberarti arti berbersifasifatt membina, memperbaiki, dan membangun. Sedangkan Isme dalam kamus Bahasa Inonesia berarti membina, memperbaiki, dan membangun. Sedangkan Isme dalam kamus Bahasa Inonesia berarti  paham

 paham atau atau aliran. aliran. Konstruktivisme Konstruktivisme merupakan merupakan aliran aliran filsafat filsafat pengetahuan pengetahuan yang yang menekankanmenekankan  bahwa

 bahwa pengetahuan pengetahuan kita kita merupakan merupakan hasil hasil konstruksi konstruksi kita kita sendiri. sendiri. Kaum Kaum konstruktivis konstruktivis menyatakanmenyatakan  bahwa kita dapat mengetahui sesuatu melalui indera kita.

 bahwa kita dapat mengetahui sesuatu melalui indera kita. 1.1

1.1.. PenPengergertian tian AlAlirairan iln ilsafasafat Kont Konstrstruktuktiviivisme msme menuenurut prut para ahara ahlili

Pengertian Aliran ilsafat Konstruktivisme menurut beberapa ahli !tokoh dalam aliran Pengertian Aliran ilsafat Konstruktivisme menurut beberapa ahli !tokoh dalam aliran konstruktivisme" akan di#elaskan sebagai berikut $

konstruktivisme" akan di#elaskan sebagai berikut $ (a)

(a) Piaget Piaget yanyang g menmenyatyatakaakan n bahbahwa wa penpengetgetahuahuan an kokonsenseptuptual al tidtidak ak dapdapat at ditditranransfer sfer dardarii sese

seseoraorang ng ke ke oraorang ng lainlainnyanya, , melamelainkinkan an harharus us dikdikononstrustruksi ksi oleoleh h setisetiap ap oraorang ng berberdasadasar r   pengalaman mereka sendiri.

 pengalaman mereka sendiri.

Konstruktivisme dibedakan dalam % kelompok besar menurut Piaget, yaitu konstruktivisme Konstruktivisme dibedakan dalam % kelompok besar menurut Piaget, yaitu konstruktivisme  psikologis

 psikologis !personal" dan !personal" dan sosial  sosial .. !b

!b"" KoKonsnstrutrukikivivismsme e memenunururutt vovon n GlGlasaserersfsfeldeld !von &lasersfeld, 1'()" !von &lasersfeld, 1'()" adalah pengetahadalah pengetahuanuan se*a

se*ara ra aktaktif if ditditerimerima a oraorang ng melamelalui lui indindera era ataatau u melamelalui lui komkomuniunikaskasi i atau atau penpengalagalamanman.. +rang menginterpretasi dan mengkonstruksi realitas berbasis pengalaman dan interaksinya +rang menginterpretasi dan mengkonstruksi realitas berbasis pengalaman dan interaksinya dengan lingkungannya.

dengan lingkungannya. Fosnot Fosnot menyatakan konsep bahwa siswa membangun pengetahuanmenyatakan konsep bahwa siswa membangun pengetahuan  berdasar pengalaman dinamakan konstruktivisme.

 berdasar pengalaman dinamakan konstruktivisme. (c)

(c) KoKonsnstrutruktktivivismisme e memenunururut t papandndanangagann VVyygogotstskyky menmenekaekankankan n padpada a penpengargaruh uh budbudayaaya.. y

ygotsky berpendapgotsky berpendapat at fungsfungsi i mental yang mental yang lebih lebih tinggtinggi i bergbergerak erak antara antara interpinterpsikolsikologiogi !interpsy*hologi*al" melalui interaksi sosial dan intrapsikologi !intrapsy*hologi*al" dalam !interpsy*hologi*al" melalui interaksi sosial dan intrapsikologi !intrapsy*hologi*al" dalam  benaknya. Internalisasi

 benaknya. Internalisasi dipandang sebagai dipandang sebagai transformasi dari transformasi dari kegiatan eksternal kegiatan eksternal ke internal.ke internal. Ini ter#adi pada individu bergerak antara interpsikologi !antar orang" dan intrapsikologi Ini ter#adi pada individu bergerak antara interpsikologi !antar orang" dan intrapsikologi !dalam diri individu". ygotsky menekankan pada pentingnya hubungan antara individu !dalam diri individu". ygotsky menekankan pada pentingnya hubungan antara individu dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan.

dan lingkungan sosial dalam pembentukan pengetahuan. Berkai

Berkaitan tan dengadengan n pembepembela#aranla#aran ,  , VyVygotskygotsky mengemmengemukakaukakan n empat empat prinsiprinsipp , , yaituyaitu sebagai berikut$

sebagai berikut$ !1"

!1" pempembelbela#ara#aran an sossosial ial !so!so*ial *ial leanleaninging". ". PenPendekdekatan atan pempembelbela#ara#aran an yanyang g dipdipandandangang sesuai adalah pembela#aran kooperatif. ygotsky menyatakan bahwa siswa bela#ar  sesuai adalah pembela#aran kooperatif. ygotsky menyatakan bahwa siswa bela#ar  melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih *akap.

melalui interaksi bersama dengan orang dewasa atau teman yang lebih *akap. !%

!%"" -P-P  !/!/onone e of of prpro0o0imimal al dedevevelolopmpmenent"t". . BaBahwhwa a sisiswswa a akakan an dadapapat t memempmpelaela#ar#arii konsepkonsep dengan baik #ika berada dalam -P. Siswa beker#a dalam -P #ika konsepkonsep dengan baik #ika berada dalam -P. Siswa beker#a dalam -P #ika siswa tidak dapat meme*ahkan masalah sendiri, tetapi dapat meme*ahkan masalah siswa tidak dapat meme*ahkan masalah sendiri, tetapi dapat meme*ahkan masalah itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya !peer".

itu setelah mendapat bantuan orang dewasa atau temannya !peer". !2"

!2" masmasa a magmagang ang kogkognitnitif if !*o!*ognignitif tif appapprenrenti*eti*eshiship". p". SuaSuatu tu proproses ses yanyang g menmen#ad#adikaikann siswa sedikit

siswa sedikit demi sedikit memperoleh ke*akapan intelektdemi sedikit memperoleh ke*akapan intelektual ual melalumelalui i interainteraksiksi dengan orang yang lebih ahli, orang dewasa atau teman yang lebih pandai.

(2)

!)" pembela#aran termediasi !mediated learning". ygostky menekankan pada s*affolding. Siswa diberi masalah yang kompleks, sulit, dan realistik, dan kemudian diberi bantuan se*ukupnya dalam meme*ahkannya.

Berdasar beberapa pendapat tentang pengertian konstruktivisme yang di kemukakan tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa konstruktivisme adalah suatu filsafat pengetahuan yang memiliki anggapan bahwa pengetahuan adalah hasil dari konstruksi !bentukan" manusia itu sendiri. 3anusia menkonstruksi pengetahuan mereka se*ara individu maupun melalui interaksi mereka dengan ob#ek, fenomena, pengalaman dan lingkungan mereka.

4ntuk memahami teori Piaget , perlu kita mengetahui beberapa istilah baku yang digunakannya untuk men#elaskan proses seseorang men*apai pengertian $

!i" Skema5s*hemata

Skema adalah suatu struktur mental atau kognitif yang dengannya seseorang se*ara intelektual beradaptasi dan mengkoordinasikan dengan lingkungan sekitarnya. Skemata itu akan beradaptasi dan berubah selama perkembangan mental anak.

!ii" Asimilasi

Asimilasi adalah suatu proses kognitif yang dengannya seseorang mengintegrasikan  persepsi, konsep, ataupun pengalaman baru kedalam skema yang sudah ada dalam  pikirannya. Asimilasi tidak mengubah s*hemata melainkan memperkembangkan s*hemata !6adsworth dalam Suparno %77(". Seseorang akan mengalami asimilasi dengan mengaitkan kembali suatu pengalaman baru dengan skema yang sudah ada.

!iii" Akomodasi

Seseorang terkadang tidak bisa mengasimilasikan pengalaman baru kedalam skemata yang sudah ada, karena mungkin tidak *o*ok. Sehingga seseorang tersebut akan mengadakan akomodasi dengan *ara, membentuk skema baru yang *o*ok maupun memodifikasi skema sehingga *o*ok dengan rangsangan baru.

!iv"89uilibriation

89uilibriation merupakan pengaturan diri se*ara mekanis untuk mengatur keseimbangan  proses asimilasi dan akomodasi. 89uilibriation membuat seseorang dapat menyatukan  pengalaman luar dengan struktur dalamnya !skemata".

1.%. Klarifikasi Pengertian Konstruktivisme !a" Konstruktivisme Kognitif 

ari sudut pandang konstruktivisme kognitif, pengetahuan merupakan hasil internalisasi dan rekonstruksi dari realitas eksternal !oolittle dan :amp, 1'''". ;asil dari proses internalisasi ini adalah strukturstruktur dan prosesproses kognitif yang se*ara akurat  berkaitan dengan strukturstruktur dan prosesproses yang terdapat di dunia nyata.

(3)

Konstruktivisme radikal tergolong konstruktivisme individu sebagaimana konstruktivisme Piaget. Konstruktivisme radikal bukan suatu teori pengembangan atau teori pembela#aran, tetapi suatu model pengetahuan yang dapat digunakan oleh para ahli teori pengembangan  pembela#aran untuk mengembangkan suatu model pembela#aran !Steffe, 1''=". Pembela#aran bera*uan konstruktivisme radikal memfokuskan pada siswa se*ara individu mengkonstruksi pengetahuan berdasar pengalaman siswa sendiri.

!*" Konstruktivisme Sosial

Konstruktivisme sosial meyakini bahwa pengetahuan merupakan hasil dari interaksi sosial dan pemakaian bahasa, #adi merupakan pengalaman yang dihasilkan dari kesepakatan melalui tukar pendapat dalam interaksi sosial, dan bukan pengalaman yang hanya dihasilkan se*ara individu.

II. Aliran Filsafat Konstruktivise !ala Pen"i"ikan

>eori konstruktivisme adalah suatu proses pembela#aran yang mengkondisikan siswa untuk melakukan proses aktif membangun konsep baru, pengertian baru, dan pengetahuan baru  berdasarkan data.

#.$. I%likasi Konstruktivise Ter&a"a% Proses Pe'ela(aran

Penggunaan pendekatan konstruktivisme dalam pembela#aran akan membawa implikasi sebagai berikut$

!a" Isi Pembela#aran

alam pembela#aran dengan menggunakan pendekatan konstruktivisme, guru tidak  dapat menentukan se*ara spesifik isi atau bahan yang harus dipela#ari oleh siswa, tetapi hanya sebatas memberikan ramburambu bahan pembela#aran yang sifatnya umum. Proses penya#ian dimulai dari keseluruhan ke bagianbagian, bukan sebaliknya. 3engingat aliran konstruktivisme lebih mengutamakan pemahaman terhadap konsep konsep besar, maka konsep tersebut disa#ikan dalam konteksnya yang a*tual yang kadangkadang kompleks. Siswa perlu didorong agar ia tidak takut pada halhal yang komplek. Siswa perlu memahami bahwa halhal yang kompleks akan memberikan tantangan untuk diketahui dan dipahami.

!b" >u#uan Pembela#aran

>ugas guru dalam pembela#aran dengan pendekatan konstruktivisme adalah membantu siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri melalui proses internalisasi,  pembentukan kembali, dan transformasi informasi yang telah diperolehnya men#adi  pengetahuan baru. >ransformasi ter#adi kalau ada pemahaman !understanding", sedangkan pemahaman ter#adi sebagai akibat terbentuknya struktur kognitif baru dalam  pikiran siswa. Pemahaman ter#adi kalau ter#adi proses akomodasi atau perubahan  paradigma dalam pikiran siswa. Berlandaskan teoritik, tu#uan pembela#aran dengan

(4)

menggunakan pendekatan konstruktivisme adalah membangun pemahaman. Pemahaman dinilai penting, karena pemahaman akan memberikan makna kepada apa yang dipela#ari. Karena itu tekanan bela#ar bukanlah untuk memperoleh atau menemukan lebih banyak, akan tetapi yang lebih penting adalah memberikan interpretasi melalui skema atau struktur kognitif yang berbeda.

!*" Strategi Pembela#aran

>ugas guru adalah membantu agar siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya sesuai dengan situasi konkrit, maka strategi pembela#aran yang digunakan perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan situasi siswa. &uru tidak dapat memastikan strategi yang digunakan, yang dapat hanya sebatas tawaran dan saran. alam hal ini teknik dan seni yang dimiliki guru ditantang untuk mengoptimalkan pembela#aran. Pendekatan konstruktivisme mementingkan pengembangan lingkungan bela#ar yang meningkatkan  pembentukan pengertian dari perspektif ganda, dan informasi yang efektif atau kontrol

eksternal yang teliti dari peristiwaperistiwa siswa yang ketat, dihindari sama sekali. !d" Penataan ?ingkungan Bela#ar 

Penataan lingkungan bela#ar berdasar pendekatan konstruktivistik diidentifikasikan dengan alternatif sebagai berikut@ !1" menyediakan pengalaman bela#ar melalui proses  pembentukan pengetahuan dimana siswa ikut menentukan topik5sub topik yang mereka

sikapi, metode pembela#aran berikut strategi pembela#aran yang dipergunakan, !%" menyediakan pengalaman bela#ar yang kaya akan alternatif seperti penin#auan masalah dari berbagai segi, !2" mengintegrasikan proses bela#ar dengan konteks yang nyata dan relevan dengan harapan siswa dapat menerapkan pengetahuan yang didapat dalam hidup seharihari, !)" memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan isi dan arah bela#ar mereka dengan menempatkan guru sebagai konsultan, !" peningkatan interaksi antara guru dengan siswa dan antar siswa sendiri, !=" meningkatkan  penggunaan berbagai sumber bela#ar disamping komunikasi tertulis dan lisan, !" meningkatkan kesadaran siswa dalam proses pembentukan pengetahuan mereka agar  siswa mampu men#elaskan mengapa5bagaimana mereka meme*ahkan masalah dengan *ara tertentu.

!e" ;ubungan &uruSiswa

alam aliran kostruktivisme, guru bukanlah seseorang yang maha tahu dan siswa  bukanlah yang belum tahu, karena itu harus diberi tahu. alam proses bela#ar, siswa aktif men*ari tahu dengan membentuk pengetahuannya, sedangkan guru membantu agar   pen*arian itu ber#alan baik. alam banyak hal guru dan siswa bersamasama

membangun pengetahuan. alam hal ini hubungan guru dan siswa lebih sebagai mitra yang bersamasama membangun pengetahuan.

#.#. I%likasi Konstruktivise Ter&a"a% Pen"i"ik !an Peserta !i"ik 

!a" Pendidik dalam proses pembela#aran harus mendorong ter#adinya kegiatan kognitif  tingkat tinggi seperti mengklasifikasi, menganalisis, menginterpretasikan, memprediksi dan menyimpulkan, dll.

(5)

!b" Pendidik meran*ang tugas yang mendorong peserta didik untuk men*ari peme*ahan masalah se*ara individual dan kolektif sehingga meningkatkan keper*ayaan diri yang tinggi dalam mengembangkan pengetahuan dan rasa tanggung#awab pribadi.

!*" alam proses pembela#aran, pendidik harus memberi peluang seluasluasnya agar ter#adi  proses dialogis antara sesama peserta didik, dan antara peserta didik dengan pendidik, sehingga semua pihak merasa bertanggung #awab bahwa pembentukan pengetahuan adalah tanggung#awab bersama. :aranya dengan memberi pertanyaanpertanyaan, tugas tugas yang terkait dengan topik tertentu, yang harus dipe*ahkan, didalami se*ara individual ataupun kolektif, kemudian diskusi kelompok, menulis, dialog dan presentasi di depan teman yang lain.

#.). Prinsi%*%rinsi% Konstruktivise !ala Pen"i"ikan

Sebenarnya prinsipprinsip konstruktivisme telah banyak digunakan dalam pendidikan sains dan matematika. Se*ara umum prinsipprinsip itu berperan sebagai referensi dan alat refleksi kritis terhadap praktek, pembaruan dan peren*anaan pendidikan sains dan matematika. Prinsipprinsip yang diambil dari konstruktivisme adalah $

!a" Pengetahuan dibangun oleh peserta didik se*ara aktif. !b" >ekanan dalam proses bela#ar terletak pada peserta didik. !*" 3enga#ar adalah membantu peserta didik bela#ar.

!d" >ekanan dalam proses bela#ar lebih pada proses, bukan hasil. (e)Kurikulum menekankan partisipasi peserta didik.

(f) &uru adalah fasilitator.

Sedangkan menurut Ca*9ueline &rennon Brooks dan 3artin &. Brooks dalam The case  for constructivist classrooms. !1''2" menawarkan lima prinsip kun*i konstruktivist teori  bela#ar. Anda dapat menggunakan mereka untuk membimbing5memandu pada ka#ian struktur kurikulum dan peren*anaan pela#aran. 3enurutnya terdapat lima panduan prinsip konstruktivisme$

 Prinsip 1 : Permasalahan yang muncul sebagai hal yang relevan dengan siswa  Prinsip 2 : Struktur belajar di sekitar konsep-konsep utama

 Prinsip 3 : Carikan dan hargai poin-poin pandangan siswa sebagai jendela memberi  alasan mereka

 Prinsip ! : Sesuaikan pembelajaran dengan perkiraan menuju pengembangan siswa  Prinsip " : #ilai hasil belajar siswa dalam konteks pembelajaran

#.+. Kele'i&an "an Kekekurangan Konstruktivise "ala Pe'ela(aran (a) Kelebihan pendekatan konstruktivisme antara lain

!1" &uru bukan satusatunya sumber bela#ar. Peserta didik menurut konstruktivisme adalah peseta didik yang aktif mengkonstruksi pengetahuan yang dia dapat. 3ereka membandingkan pengalaman kognitif mereka dengan persepsi kognitif mereka

(6)

tentang sesuatu. Cadi guru dalam pembela#aran konstruktivisme hanya fasilitator,  bukan model atau sumber utama yang bertugas untuk mentransfer ilmu pada siswa. !%" Pembela#ar lebih aktif dan kreatif. Sebagai akibat konstruksi mandiri pembela#ar 

terhadap sesuatu, pembela#ar dituntut aktif dan kreatif untuk mengaitkan ilmu baru yang mereka dapat dengan pengalaman mereka sebelumnya sehingga ter*ipta konsep yang sesuai dengan yang diharapkan.

!2" Pembela#aran men#adi lebih bermakna. Bela#ar bermakna berarti mengkonstruksi informasi dalam struktur pengertian lamanya. Cadi dapat di#abarkan bahwa dalam konstruktivisme, pembela#ar mendapatkan ilmunya tidak hanya dengan mendengarkan pen#elasan gurunya, tetapi #uga dengan mengaitkan pengalaman  pribadi mereka dengan informasi baru yang mereka dapat. Sesuatu yang didapat dengan proses pen*arian se*ara mandiri akan menimbulkan makna yang mendalam terhadap ilmu baru itu.

!)" Pembela#ar memiliki kebebasan bela#ar. Kebebasan disini berarti bahwa pembela#ar  dapat dengan bebas mengkonstruksi ilmu baru itu sesuai pengalamannya sebelumnya, sehingga ter*ipta konsep yang diinginkan.

!" Perbedaan individual terukur dan dihargai. Karena proses bela#ar sesuai konstruktivisme adalah proses bela#ar mandiri, maka potensi individu akan terukur  dengan sangat #elas.

!=" 3embina sikap produktif dan per*aya diri. Pembela#ar diharapkan selalu mengkonstruksi ilmu barunya, sehingga mereka akan produktif men*iptakan konsep  baru tentang sesuatu untuk diri mereka sendiri. <asa per*aya diri #uga dipupuk dalam filsafat ini dengan memberikan kesempatan bagi pembela#ar untuk menggunakan  pengalaman mereka sendiri untuk melahirkan konsep baru yang nantinya akan mereka aplikasikan untuk mengatasi permasalahan dalam kehidupan seharihari mereka.

!" Proses evaluasi difokuskan pada penilaian proses. ilsafat konstruktivisme menuntun  pembela#ar untuk mengkonstruksi ilmu barunya dengan merefleksi pada pengalaman sebelumnya untuk membuat konsep baru. alam praktek penga#aran, penyelesaian materi dan hasil bukanlah merupakan hal terpenting. Dang lebih penting adalah proses  pembela#aran yang lebih menekankan partisipasi murid. Bela#ar adalah kegiatan

murid untuk membentuk pengetahuan.

!(" Berfikir proses membina pengetahuan baru, murid berfikir untuk menyelesaikan masalah, dan membuat keputusan.

!'" aham, karena murid terlibat se*ara langsung dalam mebina pengetahuan baru, mereka akan lebih faham dan boleh mengaplikasikannya dalam semua situasi.

!17" Ingat $karena murid terlibat se*ara langsung dengan aktif, mereka akan ingat lebih lama semua konsep. Dakin 3urid melalui pendekatan ini membina sendiri kefahaman mereka. Custru mereka lebih yakin menghadapi dan menyelesaikan masalah dalam situasi baru.

!11" Kemahiran sosial $Kemahiran sosial diperoleh apabila berinteraksi dengan teman dan guru dalam membina pengetahuan baru.

(7)

isisi lain pendekatan konstruktivisme #uga memiliki kelemahan diantaranya adalah$

!1" Kemauan dan kemampuan bela#ar yang lemah dari pembela#ar akan mengakibatkan  proses konstruksi men#adi terhambat, karena dalam filsafat konstruktifisme yang  berperan aktif dalam pembela#aran adalah pembela#ar.

!%" >erkadang pembela#ar tidak memiliki ketekunan dan keuletan dalam mengkonstruksi  pemahamannya terhadap sesuatu, itu bisa sa#a men#adi kendala dalam prosesnya

mengerti sesuatu.

!2" Pembela#aran kelas dapat lama, bila ada beberapa siswa yang kurang *epat berpikir. !)" &erak kelas dapat sangat berlainan bila siswanya beraneka inteligensi.

!" Pengaturan kelas kadang lebih sulit.

!=" Pendekatan konstruktivisme memerlukan alokasi waktu yang lebih pan#ang dibandingkan dengan pendekatan pembela#aran yang lain, membutuhkan kelengkapan sarana5prasarana dan media penun#ang pembela#aran serta menuntut adanya ketrampilan dan ke*akapan lebih dari guru dalam mengelola kelas yang dikembangkan dengan  pendekatan model pembela#aran konstruktivisme.

III. ,ela(ar Mateatika enurut Aliran Filsafat Konstruktivise

Konsep pembela#aran konstruktivis didasarkan kepada ker#a akademik para ahli psikologi dan peneliti yang peduli dengan konstruktivisme. Para ahli konstruktivisme mengatakan bahwa ketika siswa men*oba menyelesaikan tugastugas di kelas, maka pengetahuan matematika dikonstruksi se*ara aktif ! Suherman, %771" Para ahli konstruktivisme yang lain mengatakan bahwa dari perspektifnya konstruktivis, bela#ar matematika bukanlah suatu proses EpengepakanF  pengetahuan se*ara hatihati, melainkan hal mengorganisir aktivitas, di mana kegiatan ini

diinterpretasikan se*ara luas.

Para ahli konstruktivis setu#u bahwa bela#ar matematika melibatkan manipulasi aktif dari  pemaknaan bukan hanya bilangan dan rumusrumus sa#a. 3ereka menolak paham matematika dipela#ari dalam satu koleksi yang berpola linear. Setiap tahap dari pembela#aran melibatkan suatu  proses penelitian terhadap makna dan penyampaian keterampilan hafalan dengan *ara yang tidak 

ada #aminan bahwa siswa akan menggunakan keterampilan intelegensinya dalam setting matematika.

?ebih #auh lagi para ahli konstrutivis merekomendasi untuk menyediakan lingkungan bela#ar  di mana siswa dapat men*apai konsep dasar, keterampilan algoritma, proses heuristik dan kebiasaan  beker#a sama dan berefleksi . alam kaitannya dengan bela#ar, :obb dkk !1''%" !dalam Suherman, %771". menguraikan bahwa Gbela#ar dipandang sebagai proses aktif dan konstruktif di mana siswa men*oba untuk menyelesaikan masalah yang mun*ul sebagaimana mereka berpartisipasi aktif  dalam latihan matematika di kelas.

:onfrey !1''7" !dalam Suherman, %771", yang #uga banyak bi*ara dalam konstruktivisme menawarkan suatu  po"erfull contruction dalam matematika. alam mengkonstruksi pengertian matematika melalui pengalaman, ia mengidentifikasi 17 karakteristik dari po"erfull contructions  berfikir siswa. ?ebih #auh ia mengatakan bahwa po"erfull construction ditandai oleh$

(8)

!1" Sebuah struktur dengan ukuran kekonsistenan internal@ !%" Suatu keterpaduan antar berma*amma*am konsep@

!2" Suatu kekonvergenan di antara aneka bentuk dan konteks@ !)" Kemampuan untuk merefleksi dan men#elaskan@

!" Sebuah kesinambungan se#arah@

!=" >erikat kepada berma*amma*am system symbol@ !" Suatu yang *o*ok dengan pendapat e0pert !ahli"@

!(" Suatu yang potensial untuk bertindak sebagai alat untuk konstruksi lebih lan#ut@ !'" Sebagai petun#uk untuk tindakan berikutnya@

!17" Suatu kemampuan untuk men#ustifikasi dan mempertahankan !:onfrey dalam Suherman, %771".

Implementasi pendekatan konstruktivisme dalam pembela#aran meliputi ) tahap yaitu $ 1" apersepsi %" eksplorasi 2" diskusi dan pen#elasan konsep serta )" pengembangan dan aplikasi.

$ahap pertama , siswa didorong agar mengemukakan pengetahuan awalnya tentang konsep yang akan dibahas. Bila perlu guru meman*ing dengan memberikan pertanyaan Hpertanyaan problematik  tentang fenomena yang sering ditemui seharihari dengan mengaitkan konsep yang akan dibahas. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan, mengilustrasikan pemahaman tentang konsep itu.

$ahap kedua , siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep pengumpulan,  pengorganisasian, dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah diran*ang guru.

Kemudian se*ara berkelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Se*ara keseluruhan, tahap ini akan memenuhi rasa keingintahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya.

$ahap ketiga , saat siswa memberikan pen#elasan dan solusi yang didasarkan pada hasil observasinya ditambah dengan penguatan dari guru, maka siswa membangun pemahaman baru tentang konsep yang dipela#ari. ;al ini men#adikan siswa tidak raguHragu lagi tentang konsepsinya. $ahap keempat  , guru berusaha men*iptakan iklim pembela#aran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya, baik melalui kegiatan atau pemun*ulan dan  peme*ahan masalah H masalah yang berkaitan dengan isu H isu dilingkungannya.

alam pembela#aran matematika beberapa ahli konstruktivisme telah menguraikan indikator bela#ar  menga#ar berdasarkan konstruktivisme. :onfrey ! Suherman,%771 " menyatakan$

#sebagai seorang konstruktivis ketika saya menga!arkan matematika, saya tidak menga!arkan tentang struktur matematika yang ob!eknya ada di dunia ini$ %aya menga!ar mereka, bagaimana mengembangkan kognisi mereka, bagaimana melihat dunia melalui sekumpulan lensa kuantitatif yang saya percaya akan menyediakan suatu cara yang po"erful untuk  memahami dunia, bagaimana merefleksikan lensa & lensa itu untuk menciptakan lensa & lensa  yang lebih kuat, dan bagaimana mengapresiasi peranan dari lensa dalam memainkan  pengembangan kultur mereka$ %aya mencoba untukmenga!arkan untuk mengembangkan satu

(9)
(10)

!AFTAR PUSTAKA

Anshar. !%712".  %liran &ilsa'at (onstruktivisme )an *mplikasinya )alam Pendidikan http$55ansharmtk.blogspot.*o.id5%71257%5aliranfilsafatkonstruktivismedan.html.iakses pada tanggal 1( esember %71J.

Brooks, Ca*9ueline &rennon and Brooks, 3artin &. !1''2". $he case 'or constructivist classrooms. Ale0andria, A$ AS:

oolittle, P.8 dan :amp, 6.&. 1'''. Constructivism: $he Career and $echnical +ducation  Perspective (irk Swortsel ,+d$ Cournal of o*ational and >e*hni*al 8du*ation. olume 1=,  umber 1.

Shanti, 6idha ur. !%71%". &ilsa'at (onstruktivisme )an Penerapannya )alam Pembelajaran http$55widhanurshanti.blogspot.*o.id5%7125715filsafatkonstruktivismedan.html iakses pada tanggal 1( esember %71J.

Suherman, dkk !%771". Strategi Pembelajaran .atematika (ontemporer $CI:A, 4PI Bandung.

Referensi

Dokumen terkait

 Sistem kesehatan diharapkan memberikan proteksi dalam bentuk jaminan pembiayaan kesehatan bagi yang membutuhkan.. Elemen – elemen

ekstrapolasi ke kekuatan ion sama dengan nol, maka y± pada berbagai konsentrasi akan dapat dihitung (γ± = so/s).. Nilai I terendah yang dapat digunakan untuk mengukur

Upaya pelaksanaan perencanaan penataan ruang yang bijaksana adalah kunci dalam pelaksanaan tata ruang agar tidak merusak lingkungan hidup, dalam

Menyerahkan 4 (empat) eksemplar proposal tesis yang telah disetujui dan ditandatangani oleh dosen pembimbing untuk mengikuti ujian seminar proposal2.

Gagasan meliputi Kondisi Kekinian, pencetus gagasan, Solusi yang pernah ditawarkan, pihak-pihak yang dimungkinkan dapat terlibat dalam gagasan, dan langkah-langkah

Penduduk Berumur 15 Tahun Ke Atas yang Bekerja Selama Seminggu yang Lalu Menurut Lapangan Pekerjaan Utama dan Sekolah Menengah Pertama, 2000-2012... Pertanian, Kehutanan,

Pengaruh Efektivitas Pengendalian Anggaran Terhadap Pelaksanaan Anggaran Berbasis Kinerja Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Boalemo.Jurnal IAIN Gorontalo Vol.11 Nomor 1 Juni

Apabila dalam gonad individu terdapat sel kelamin betina dan sel kelamin jantan yang dapat masak bersama-sama dan siap untuk dikeluarkan. Ikan hermaprodit jenis ini