• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbedaan UU Narkotik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Perbedaan UU Narkotik"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat tidak sesuai dengan standar pengobatan dapat menimbulkan akibat yang sangat merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda.

merugikan bagi perseorangan atau masyarakat khususnya generasi muda.

Untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap Untuk mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap nark

narkotikotika a yanyang g sangsangat at mermerugugikan ikan dan dan memmembahbahayaayakan kan kehkehiduidupan pan masymasyarakarakat,at,  bangsa dan negara pada Sidang Umu

 bangsa dan negara pada Sidang Umum Majelis Permusyawarm Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik atan Rakyat Republik  In

Indodonenesisia a NoNomomor r VIVI/M/MPRPR/2/200002 2 tetelalah h memererekokomemendndasasikikan an kekepapada da DeDewawann Perwak

Perwakilan ilan RakyaRakyat t RepubRepublik lik IndonIndonesia esia dan Presidendan Presiden Republik Indonesia untuk Republik Indonesia untuk  me

melaklakukukan an peperurubabahahan n ataatas s UnUndandang-g-UnUndadang ng NoNomomor r 22 22 TaTahuhun n 191997 97 tetentantangng  Narkot

 Narkotika.ika. Undan

Undang-undg-undang Nomor ang Nomor 22 22 TahuTahun n 1997 tentang 1997 tentang NarkotNarkotika ika mengamengatur tur upayaupaya  pembe

 pemberantasan rantasan terhadap terhadap tindak tindak pidana pidana NarkotNarkotika ika melalumelalui i ancamaancaman n pidana pidana denda,denda,  pidana

 pidana penjarapenjara, , pidana pidana seumur seumur hidup, hidup, dan dan pidana pidana mati. mati. NamuNamun, n, dalamdalam ke

kenynyataataanannynya a tintindadak k pipidadana na NaNarkrkototika ika di di daldalam am mamasyasyarakrakat at memenununjunjukkkkanan kecenderungan yang semakin meningkat baik secara kualitatif maupun kuantitatif  kecenderungan yang semakin meningkat baik secara kualitatif maupun kuantitatif  denga

dengan n korbakorban n yang meluas, terutama di yang meluas, terutama di kalangkalangan anak-anak, remaja an anak-anak, remaja dan generasidan generasi mu

muda da papada da umumumumnynya. a. BeBerdrdasasararkakan n hahal l tetersrsebebut ut guguna na pepeniningngkakatatan n upupayayaa  penceg

 pencegahan ahan dan dan pembepemberantasan rantasan tindak tindak pidana pidana NarkotNarkotika ika perlu perlu dilakudilakukankan  pemba

 pembaruan teruan terhadap Urhadap Undangndang-Undan-Undang Nomg Nomor 22 Tor 22 Tahun 1ahun 1997 te997 tentang Nntang Narkotikarkotika.a. Pen

Penggoggolonlongan gan NarkNarkotikotika a padpada a UndUndangang-Und-Undang ang NoNomor mor 35 35 tahtahun un 20200909 menga

mengalami lami perubaperubahan. han. PerubaPerubahan han penggpenggolongolongan an NarkotNarkotika ika adalah adalah penyepenyesuaiansuaian  pengg

 penggolongolongan an NarkotNarkotika ika berdasarberdasarkan kan kesepakkesepakatan atan internasiointernasional nal dan dan pertimbpertimbanganangan kepentingan nasional. Daftar Golongan Narkotika dapat dilihat pada Lampiran N. kepentingan nasional. Daftar Golongan Narkotika dapat dilihat pada Lampiran N.

Adanya perbedaan penyimpanan dan pelaporan pada morfin dan petidin Adanya perbedaan penyimpanan dan pelaporan pada morfin dan petidin serta garam-garamnya disebabkan morfin merupakan agonis murni dari narkotika serta garam-garamnya disebabkan morfin merupakan agonis murni dari narkotika dan untuk memudahkan dokter memberikan obat Narkotika tersebut kepada pasien dan untuk memudahkan dokter memberikan obat Narkotika tersebut kepada pasien yang mengidap penyakit kanker stadium yang tidak dapat disembuhkan dan hanya yang mengidap penyakit kanker stadium yang tidak dapat disembuhkan dan hanya

19 19

(2)

morfin satu-satunya obat yang dapat menghilangkan rasa sakit yang tidak terhingga morfin satu-satunya obat yang dapat menghilangkan rasa sakit yang tidak terhingga dari penderita kanker tersebut

dari penderita kanker tersebut

Perbedaan antara UU no.22/1997 dan UU

Perbedaan antara UU no.22/1997 dan UU no. 35/2009 tentang Narkotikano. 35/2009 tentang Narkotika Un

Undadangng-U-Undndanang Ng No. o. 22 22 tatahuhun 1n 1999977 UnUndadangng-U-Undndanang Ng No. o. 35 35 tatahuhun 2n 2000099 1. Pengaturan narkotika bertujuan untuk:

1. Pengaturan narkotika bertujuan untuk: a. menjamin ketersediaan narkotika a. menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan

untuk kepentingan  pelayan

 pelayanan kesean kesehatan dahatan dan/ataun/atau  penge

 pengembangmbangan ilmu an ilmu pengepengetahuan;tahuan;  b. me

 b. mencegah tencegah terjadinya prjadinya penyalenyalahgunaaahgunaann narkotika; dan

narkotika; dan

c.memberantas peredaran gelap c.memberantas peredaran gelap narkotika. narkotika.

1. Undang-Undang tentang

1. Undang-Undang tentang

Narkotika bertujuan:

Narkotika bertujuan:

a. menjamin ketersediaan

a. menjamin ketersediaan

Narkotika untuk kepentingan

Narkotika untuk kepentingan

pelayanan kesehatan dan/atau

pelayanan kesehatan dan/atau

pengembangan ilmu

pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi;

pengetahuan dan teknologi;

b. mencegah, melindungi, dan

b. mencegah, melindungi, dan

menyelamatkan bangsa

menyelamatkan bangsa

Indonesia dari penyalahgunaan

Indonesia dari penyalahgunaan

Narkotika;

Narkotika;

c. memberantas peredaran

c. memberantas peredaran

gelap Narkotika dan Prekursor

gelap Narkotika dan Prekursor

Narkotika; dan

Narkotika; dan

d. menjamin pengaturan upaya

d. menjamin pengaturan upaya

rehabilitasi medis dan sosial

rehabilitasi medis dan sosial

bagi Penyalah Guna dan

bagi Penyalah Guna dan

pecandu Narkotika.

pecandu Narkotika.

..11 NNaarrkkoottiikkaa

Golongan I Golongan I hanya dapat hanya dapat digunakan digunakan untuk  untuk  kepentingan kepentingan  penge  pengembangmbanganan ilmu ilmu  penge  pengetahuantahuan dan dilarang dan dilarang digunakan digunakan untuk  untuk  kepentingan kepentingan lainnya. lainnya.

2. Adanya perluasan:

2. Adanya perluasan:

Dalam jumlah terbatas,

Dalam jumlah terbatas,

Narkotika Golongan I dapat

Narkotika Golongan I dapat

digunakan untuk kepentingan

digunakan untuk kepentingan

pengembangan ilmu

pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi dan

pengetahuan dan teknologi dan

untuk reagensia diagnostik,

untuk reagensia diagnostik,

serta reagensia laboratorium

serta reagensia laboratorium

setelah

setelah mendapat

mendapatkan

kan

persetujuan Menteri atas

persetujuan Menteri atas

rekomendasi

rekomendasi

Kepala Badan Pengawas Obat

Kepala Badan Pengawas Obat

dan Makanan.

dan Makanan.

..22 TTididaak ak addaanynyaa

 penga  pengawasanwasan dengan dengan  peratura  peraturann Kepala Badan Kepala Badan Pengawas Obat Pengawas Obat dan Makanan dan Makanan

3. Ketentuan lebih lanjut

3. Ketentuan lebih lanjut

mengenai tata cara

mengenai tata cara

pengawasan sebagaimana

pengawasan sebagaimana

dimaksud pada ayat (3) diatur

dimaksud pada ayat (3) diatur

dengan Peraturan Kepala Badan

dengan Peraturan Kepala Badan

Pengawas Obat dan Makanan.

Pengawas Obat dan Makanan.

(pasal 11)

(3)

4. Narkotika Golongan I dilarang 4. Narkotika Golongan I dilarang diproduksi dan/atau digunakan dalam diproduksi dan/atau digunakan dalam  proses p

 proses produkroduksi, kecusi, kecuali dalam jali dalam jumlahumlah yang sangat terbatas untuk kepentingan yang sangat terbatas untuk kepentingan  penge

 pengembangmbangan ilmu an ilmu pengepengetahuan tahuan dandan dilakukan dengan pengawasan yang dilakukan dengan pengawasan yang ketat dari Menteri Kesehatan.

ketat dari Menteri Kesehatan.

4.Adanya perluasan:

4.Adanya perluasan:

Pengawasan produksi Narkotika

Pengawasan produksi Narkotika

Golongan I untuk kepentingan

Golongan I untuk kepentingan

pengembangan ilmu

pengembangan ilmu

pengetahuan dan

pengetahuan dan

teknologi sebagaimana

teknologi sebagaimana

dimaksud pada ayat (1)

dimaksud pada ayat (1)

dilakukan secara ketat oleh

dilakukan secara ketat oleh

Badan Pengawas Obat dan

Badan Pengawas Obat dan

Makanan

Makanan

.

.

5.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata

5.Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara penyimpanan secara khusus

cara penyimpanan secara khusus sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dan jangka waktu, bentuk, isi dan tata dan jangka waktu, bentuk, isi dan tata cara pelaporan sebagaimana dimaksud cara pelaporan sebagaimana dimaksud dalam

dalam ayat (2) diatur denganayat (2) diatur dengan Keputusan Menteri

Keputusan Menteri KesehatanKesehatan.. (Pasal 11)

(Pasal 11)

5. Ketentuan lebih lanjut

5. Ketentuan lebih lanjut

mengenai tata cara

mengenai tata cara

penyimpanan secara khusus

penyimpanan secara khusus

sebagaimana dimaksud pada

sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) dan jangka waktu,

ayat (1) dan jangka waktu,

bentuk, isi, dan tata cara

bentuk, isi, dan tata cara

pelaporan sebagaimana

pelaporan sebagaimana

dimaksud pada ayat (2) diatur

dimaksud pada ayat (2) diatur

dengan

dengan Peraturan Menteri

Peraturan Menteri

.

.

.

.

6. Tidak ada hasil audit Kepala Badan

6. Tidak ada hasil audit Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan

Pengawas Obat dan Makanan (Pasal 13)

(Pasal 13)

6. Surat Persetujuan I

6. Surat Persetujuan Impor

mpor

Narkotika

Narkotika sebagaiman

sebagaimana

a

dimaksud pada ayat (1)

dimaksud pada ayat (1)

diberikan berdasarkan

diberikan berdasarkan hasil

hasil

audit Kepala Badan

audit Kepala Badan

Pengawas Obat dan

Pengawas Obat dan

Makanan

Makanan terhadap rencana

terhadap rencana

kebutuhan dan realisasi

kebutuhan dan realisasi

produksi dan/atau penggunaan

produksi dan/atau penggunaan

Narkotika. (Pasal 16)

Narkotika. (Pasal 16)

7.

7. Pengemasan kembali narkotika padaPengemasan kembali narkotika pada transito narkotika, hanya dapat

transito narkotika, hanya dapat dilakukan terhadap kemasan asli dilakukan terhadap kemasan asli narkotika yang mengalami kerusakan narkotika yang mengalami kerusakan dan harus dilakukan di bawah tanggung dan harus dilakukan di bawah tanggung  jawab pe

 jawab pengawangawasan Pejasan Pejabat Bea dbat Bea danan Cukai. (Pasal 28)

Cukai. (Pasal 28)

7. Pengemasan kembali

7. Pengemasan kembali

Narkotika pada Transito

Narkotika pada Transito

Narkotika hanya dapat

Narkotika hanya dapat

dilakukan terhadap kemasan

dilakukan terhadap kemasan

asli Narkotika yang

asli Narkotika yang mengalami

mengalami

kerusakan dan harus dilakukan

kerusakan dan harus dilakukan

di bawah tanggung

di bawah tanggung

 jawab

 jawab peng

pengawas

awasan pe

an pejabat

jabat Bea

Bea

dan Cukai dan petugas

dan Cukai dan petugas Badan

Badan

Pengawas Obat dan

Pengawas Obat dan

Makanan

Makanan

.

. (Pasal 30)

(Pasal 30)

8.

8. Importir narkotika memeriksaImportir narkotika memeriksa narkotika yang diimpornya dan wajib narkotika yang diimpornya dan wajib melaporkan hasilnya kepada Menteri melaporkan hasilnya kepada Menteri Kesehatan selambat-lambatnya Kesehatan selambat-lambatnya 77

8. Importir Narkotika dalam

8. Importir Narkotika dalam

mem

memeriksa Narkotika

eriksa Narkotika yang

yang

diimpornya disaksikan oleh

diimpornya disaksikan oleh

Badan Pengawas Obat dan

Badan Pengawas Obat dan

(4)

(tujuh)

(tujuh)hari sejak tanggal diterimanyahari sejak tanggal diterimanya narkotika di perusahaan. (Pasal 31) narkotika di perusahaan. (Pasal 31)

Makanan dan wajib melaporkan

Makanan dan wajib melaporkan

hasilnya kepada Menteri paling

hasilnya kepada Menteri paling

lambat

lambat 3 (tiga)

3 (tiga) hari kerja sejak

hari kerja sejak

tanggal diterimanya impor

tanggal diterimanya impor

Narkotika di perusahaan. (pasal

Narkotika di perusahaan. (pasal

34)

34)

9.Narkotika dalam bentuk obat jadi

9.Narkotika dalam bentuk obat jadi hanya dapat diedarkan setelah terdaftar  hanya dapat diedarkan setelah terdaftar   pada

 pada Departemen KesehatanDepartemen Kesehatan.. (Pasal 33)

(Pasal 33)

10.Ketentuan lebih lanjut mengenai 10.Ketentuan lebih lanjut mengenai  persyara

 persyaratan dan tan dan tata cara petata cara pendaftarandaftarann narkotika dalam bentuk obat jadi dan narkotika dalam bentuk obat jadi dan  peredar

 peredaran narkoan narkotika yang tika yang berupa berupa bahanbahan  baku d

 baku diatur deiatur denganngan Keputusan MenteriKeputusan Menteri Kesehatan.

Kesehatan. (Pasal 33 ayat 3)(Pasal 33 ayat 3)

9. Narkotika dalam bentuk obat

9. Narkotika dalam bentuk obat

 jadi ha

 jadi hanya d

nya dapat

apat diedar

diedarkan

kan

setelah

setelah mendapat

mendapatkan

kan izin

izin edar

edar

dari

dari Menteri

Menteri

.

. (Pasal 36 ayat 1)

(Pasal 36 ayat 1)

10.Ketentuan lebih lanjut

10.Ketentuan lebih lanjut

mengenai syarat dan tata cara

mengenai syarat dan tata cara

pendaftaran Narkotika dalam

pendaftaran Narkotika dalam

bentuk obat jadi

bentuk obat jadi

sebagaimana dimaksud pada

sebagaimana dimaksud pada

ayat (3) diatur dengan

ayat (3) diatur dengan

Peraturan Kepala Badan

Peraturan Kepala Badan

Pengawas Obat dan

Pengawas Obat dan

Makanan.

Makanan. (Pasal 36 ayat 4)

(Pasal 36 ayat 4)

11.

11. Pabrik obat tertentu hanya dapatPabrik obat tertentu hanya dapat menyalurkan narkotika kepada: menyalurkan narkotika kepada: a. eksportir;

a. eksportir;  b. ped

 b. pedagang agang besar farmbesar farmasi terteasi tertentu;ntu; c. apotek;

c. apotek;

d. sarana penyimpanan sediaan farmasi d. sarana penyimpanan sediaan farmasi  pemerin

 pemerintah tertetah tertentu;ntu; e. rumah sakit; dan e. rumah sakit; dan

f. lembaga ilmu pengetahuan tertentu. f. lembaga ilmu pengetahuan tertentu.

11. Industri Farmasi tertentu

11. Industri Farmasi tertentu

hanya dapat menyalurkan

hanya dapat menyalurkan

Narkotika kepada:

Narkotika kepada:

a. pedagang besar fa

a. pedagang besar farmasi

rmasi

tertentu;

tertentu;

b. apotek;

b. apotek;

c. sarana penyimpanan sediaan

c. sarana penyimpanan sediaan

farmasi pemerintah tertentu;

farmasi pemerintah tertentu;

dan

dan

d. rumah sakit.

d. rumah sakit.

12.

12. Pedagang besar farmasi tertentuPedagang besar farmasi tertentu hanya dapat menyalurkan narkotika hanya dapat menyalurkan narkotika kepada :

kepada :

a. pedagang besar farmasi tertentu a. pedagang besar farmasi tertentu lainnya;

lainnya;  b. sarana

 b. sarana penyimpenyimpanan panan sediaan sediaan farmasifarmasi  pemerin

 pemerintah tertetah tertentu;ntu; c. rumah sakit; dan c. rumah sakit; dan

d. lembaga ilmu pengetahuan tertentu. d. lembaga ilmu pengetahuan tertentu. f. eksportir.

f. eksportir.

12. Pedagang besar farmasi

12. Pedagang besar farmasi

tertentu hanya dapat

tertentu hanya dapat

menyalurkan Narkotika kepada:

menyalurkan Narkotika kepada:

a. pedagang besar fa

a. pedagang besar farmasi

rmasi

tertentu lainnya;

tertentu lainnya;

b. apotek;

b. apotek;

c. sarana penyimpanan sediaan

c. sarana penyimpanan sediaan

farmasi pemerintahtertentu;

farmasi pemerintahtertentu;

d. rumah sakit; dan

d. rumah sakit; dan

e. lembaga ilmu

e. lembaga ilmu pengetahuan

pengetahuan

13.tidak tercantum undang-undang

13.tidak tercantum undang-undang mengenai prekusor narkotika

mengenai prekusor narkotika

13.terdapat undang-undang

13.terdapat undang-undang

yang mengatur mengenai

yang mengatur mengenai

prekusor narkotika yang

prekusor narkotika yang

meliputi tujuan pengaturan,

meliputi tujuan pengaturan,

penggolongan dan lain-lain

penggolongan dan lain-lain

pada pasal 48 – pasal 52

pada pasal 48 – pasal 52

(5)

14.

14. Untuk kepentingan pengobatanUntuk kepentingan pengobatan dan/atau perawatan, pengguna narkotika dan/atau perawatan, pengguna narkotika dapat memiliki, menyimpan, dan/atau dapat memiliki, menyimpan, dan/atau membawa narkotika. Tidak adanya membawa narkotika. Tidak adanya kejelasan mengenai golongan narkotika kejelasan mengenai golongan narkotika

14. Untuk kepentingan

14. Untuk kepentingan

pengobatan dan berdasarkan

pengobatan dan berdasarkan

indikasi medis, dokter dapat

indikasi medis, dokter dapat

mem

memberikan

berikan Narkotika

Narkotika

Golongan II atau Golongan III

Golongan II atau Golongan III

dalam jumlah terbatas dan

dalam jumlah terbatas dan

sediaan tertentu kepada pasien

sediaan tertentu kepada pasien

sesuai dengan ketentuan

sesuai dengan ketentuan

peraturan

peraturan

perundang-undangan

undangan

.

.

15.

15. Pecandu narkotika wajib menjalaniPecandu narkotika wajib menjalani  pengo

 pengobatan dbatan dan/atau pan/atau perawataerawatan.n. (Pasal 45)

(Pasal 45)

16.Orang tua atau wali dari pecandu 16.Orang tua atau wali dari pecandu narkotika yang belum cukup umur wajib narkotika yang belum cukup umur wajib melaporkannya kepada pejabat yang melaporkannya kepada pejabat yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk  ditunjuk oleh Pemerintah untuk  mendapatkan pengobatan dan/atau mendapatkan pengobatan dan/atau  perawat

 perawatan. (Pasal an. (Pasal 46)46)

15. Pecandu Narkotika dan

15. Pecandu Narkotika dan

korban penyalahgunaan

korban penyalahgunaan

Narkotika

Narkotika

wajib menjalani rehabilitasi

wajib menjalani rehabilitasi

medis dan rehabilitasi sosial.

medis dan rehabilitasi sosial.

(Pasal 54)

(Pasal 54)

16.Orang tua atau wali dari

16.Orang tua atau wali dari

Pecandu Narkotika yang belum

Pecandu Narkotika yang belum

cukup umur wajib melaporkan

cukup umur wajib melaporkan

kepada pusat kesehatan

kepada pusat kesehatan

masyarakat, rumah sakit,

masyarakat, rumah sakit,

dan/atau lembaga rehabilitasi

dan/atau lembaga rehabilitasi

medis dan rehabilitasi sosial

medis dan rehabilitasi sosial

yang ditunjuk oleh

yang ditunjuk oleh

Pemerintah untuk mendapatkan

Pemerintah untuk mendapatkan

pengobatan dan/atau

pengobatan dan/atau

perawatan melalui rehabilitasi

perawatan melalui rehabilitasi

medis dan rehabilitasi sosial.

medis dan rehabilitasi sosial.

(Pasal 55)

(Pasal 55)

17.

17. Pemerintah mengupayakan kerjaPemerintah mengupayakan kerja sama bilateral, regional, multilateral sama bilateral, regional, multilateral dengan negara lain dan/atau badan dengan negara lain dan/atau badan internasional guna mencegah dan internasional guna mencegah dan memberantas penyalahgunaan dan memberantas penyalahgunaan dan  peredar

 peredaran gelap an gelap narkotnarkotika sesuaika sesuai dengai dengann kepentingan nasional. kepentingan nasional. (Pasal 53) (Pasal 53) Pasal 54 Pasal 54

(1) Pemerintah membentuk sebuah (1) Pemerintah membentuk sebuah  badan

 badan koordkoordinasi narkinasi narkotika tiotika tingkatngkat nasional yang bertanggung jawab nasional yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden.

langsung kepada Presiden.

(2) Badan sebagaimana dimaksud dalam (2) Badan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) mempunyai tugas

ayat (1) mempunyai tugas

melakukan koordinasi dalam rangka melakukan koordinasi dalam rangka ketersediaan, pencegahan dan

ketersediaan, pencegahan dan

17. Pemerintah melakukan

17. Pemerintah melakukan

pengawasan terhadap

pengawasan terhadap

segalakegiatan yang berkaitan

segalakegiatan yang berkaitan

dengan Narkotika. (Pasal 61

dengan Narkotika. (Pasal 61

ayat 1)

ayat 1)

Pengawasan sebagaimana

Pengawasan sebagaimana

dimaksud pada ayat (1)

dimaksud pada ayat (1)

meliputi:

meliputi:

a. Narkotika dan

a. Narkotika dan Prekursor

Prekursor

Narkotika untuk kepentingan

Narkotika untuk kepentingan

pelayanan kesehatan dan/atau

pelayanan kesehatan dan/atau

pengembangan ilmu

pengembangan ilmu

pengetahuan dan teknologi;

pengetahuan dan teknologi;

b. alat-alat potensial yang dapat

b. alat-alat potensial yang dapat

disalahgunakan untuk

disalahgunakan untuk

melakukan tindak pidana

melakukan tindak pidana

(6)

 pembe

 pemberantasan prantasan penyalaenyalahgunaahgunaan dann dan  peredar

 peredaran gelap an gelap narkotnarkotika.ika.

(3) Ketentuan mengenai susunan, (3) Ketentuan mengenai susunan, kedudukan organisasi dan tata kedudukan organisasi dan tata kerja badan kerja badan narkotika kerja badan kerja badan narkotika nasional sebagaimana dimaksud dalam nasional sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) diatur dengan Keputusan ayat (1) diatur dengan Keputusan Presiden.

Presiden.

Narkotika dan Prekursor

Narkotika dan Prekursor

Narkotika;

Narkotika;

c. evaluasi keamanan, khasiat,

c. evaluasi keamanan, khasiat,

dan mutu produk sebelum

dan mutu produk sebelum

diedarkan;

diedarkan;

d. produksi;

d. produksi;

e. impor dan ekspor;

e. impor dan ekspor;

f. peredaran;

f. peredaran;

g. pelabelan;

g. pelabelan;

h. informasi; dan

h. informasi; dan

i. penelitian

i. penelitian dan pengembangan

dan pengembangan

ilmu pengetahuan dan

ilmu pengetahuan dan

teknologi. (Pasal 61)

teknologi. (Pasal 61)

18.

18. Pemusnahan narkotika dilakukanPemusnahan narkotika dilakukan dalam hal :

dalam hal :

a. diproduksi tanpa memenuhi standar  a. diproduksi tanpa memenuhi standar  dan persyaratan dan/atau tidak dapat dan persyaratan dan/atau tidak dapat digunakan dalam proses produksi; digunakan dalam proses produksi;  b. kada

 b. kadaluarsa;luarsa;

c. tidak memenuhi syarat untuk  c. tidak memenuhi syarat untuk  digunakan pada pelayanan kesehatan digunakan pada pelayanan kesehatan dan/atau untuk perkembangan ilmu dan/atau untuk perkembangan ilmu  penge

 pengetahuan; atahuan; atautau

d. berkaitan dengan tindak pidana. d. berkaitan dengan tindak pidana.

18.Tidak ada

18.Tidak ada undang-undan

undang-undang

g

yang mengatur tentang

yang mengatur tentang

pemusnahan narkotika

pemusnahan narkotika

19.Penyidik : 19.Penyidik : 1. 1.POLRIPOLRI .1

.1 PEPENYNYIDIDIK IK :: PPNS TERTENTU PPNS TERTENTU 19.Penyidik : 19.Penyidik : 1 1.. PPOOLLRRII 2.

2. PEPENYNYIDIDIK IK BNBNNN 3.

3. PPPPNS TENS TERTRTENENTUTU  PASA

 PASAL 81 L 81 :” Penyid:” Penyidik Poik Polri danlri dan  Penyid

 Penyidik BNN ik BNN berwenberwenang meang melakukanlakukan  penyid

 penyidikan terhikan terhadap adap lahgun lahgun dan eddan edar ar   gelap N

 gelap Narkotika arkotika dan Pdan Prekursor rekursor  narkotika ”

narkotika ”  PASA

 PASAL 82 L 82 (1) :” PP(1) :” PPNS tertenNS tertentutu  sebaga

 sebagaimana imana dimaksdimaksud dlm ud dlm UU tenUU tentang tang   KUHA

 KUHAP berwP berwenang enang melakumelakukankan  penyid

 penyidikan terhikan terhadap adap tindak ptindak pidanaidana  penya

 penyalahgulahgunaan naan narkotika narkotika dandan  prekurso

 prekursor narkor narkotika ”tika ”

20.KEWENANG

(7)

1

1.. PPOOLLRRII 2

2.. PPPNPNS TS TERERTTENENTTUU (KAP DAN HAN) (KAP DAN HAN)

1 1.. PPOOLLRRII 2 2.. PPEENNYYIIDDIIK K BBNNN N == POLRI POLRI 3 3.. PPPPNNS S TTEERRTTEENNTTUU ( KAP SAJA) ( KAP SAJA)  PASA

 PASAL 82 L 82 (2) huru(2) huruf h :” Mf h :” Menangenangkapkap orang yg diduga melakukan

orang yg diduga melakukan  penya

 penyalahgulahgunaan naan narkotika narkotika dandan  prekurso

 prekursor narkor narkotika ”tika ”

21.LAMA PENANGKAPAN : 21.LAMA PENANGKAPAN :

1X24 jam dan dapat diperpanjang 2 x 24 1X24 jam dan dapat diperpanjang 2 x 24  jam

 jam

21.LAMA

21.LAMA PENANGKAPPENANGKAPAN AN :: 3 X 24 jam dan dapat diperpanjang 3 X 24 jam dan dapat diperpanjang  paling

 paling lama 3 lama 3 x 24 x 24 jamjam  PASA

 PASAL 76 L 76 ::  Ayat (1

 Ayat (1) ) :” Pelak:” Pelaksanaan sanaan kewenakewenanganngan  penan

 penangkapagkapan dilakn dilakukan pukan paling laaling lamama 3X24 jam terhitung sejak surat  3X24 jam terhitung sejak surat   penan

 penangkapagkapan diterimn diterima penyia penyidik ”dik ”  Ayat (2

 Ayat (2) : ” Pen) : ” Penangkaangkapan dpan dapat apat  diperpanjang paling lama 3X24 jam ” diperpanjang paling lama 3X24 jam ” 2

222..LLAAMMA A PPEENNYYAADDAAPPAANN:: 2222..LLAAMMA A PPEENNYYAADDAAPPAAN :N : 3 bulan dan dapat diperpanjang 3 bulan dan dapat diperpanjang maksimal 3 bulan atas ijin ketua maksimal 3 bulan atas ijin ketua  penga

 pengadilan.dilan.  PASA

 PASAL 77 L 77 ::  Ayat

 Ayat (1) (1) :” Penya:” Penyadapan dapan dilaksandilaksanakanakan  setelah

 setelah terdapaterdapat bukti pt bukti permulaermulaan yg an yg  cukup dan dilakukan max 3 bulan ” cukup dan dilakukan max 3 bulan ”  Ayat (2

 Ayat (2) : ” Pen) : ” Penyadapyadapan haan hanyanya dilaksanakan atas ijin tertulis dari dilaksanakan atas ijin tertulis dari  Ketua

 Ketua PengaPengadilan”dilan”  Ayat (3

 Ayat (3) : ” Pen) : ” Penyadapyadapan daan dapat pat 

diperpanjang 1 kali untuk jangka waktu diperpanjang 1 kali untuk jangka waktu

(8)

 yg sam  yg sama ”a ”  PASA

 PASAL 78 L 78 ::  Ayat (1

 Ayat (1) :” Dlm ) :” Dlm keadaakeadaan mendn mendesak daesak dann  Penyid

 Penyidik hrs lakik hrs lakukan saukan sadap, sdap, sadap adap dpt dpt  dilakukan tanpa ijin tertulis dari Ketua dilakukan tanpa ijin tertulis dari Ketua  PN ”

 PN ”  Ayat (2

 Ayat (2) :” Dlm ) :” Dlm wkt mawkt max 24 jax 24 jamm  Penyid

 Penyidik wajib ik wajib minta iminta ijin tertulis jin tertulis kpd kpd   Ketua

 Ketua PN mePN mengenangenai sadap i sadap ”” 23.Ancaman pidana maksimal umum

23.Ancaman pidana maksimal umum kecuali untuk golongan I yang didahului kecuali untuk golongan I yang didahului dengan permufakatan jahat dan

dengan permufakatan jahat dan terorganisir ada minimal umum dan terorganisir ada minimal umum dan maksimal

maksimal

Contoh PAS

Contoh PASAL 111 AL 111 Ayat Ayat (1): ” Setiap(1): ” Setiap org yg tanpa hak atau melawan hukum org yg tanpa hak atau melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyimpan, menguasai atau

menyediakan narkotika Gol I dlm btk  menyediakan narkotika Gol I dlm btk  tanaman dipidana dg pidana penjara tanaman dipidana dg pidana penjara min 4 th dan max 12 th dan denda min min 4 th dan max 12 th dan denda min  Rp.8

 Rp.800 juta 00 juta max Rpmax Rp. 8 M ”. 8 M ” 24. Pemberatan ancaman pidana dari

24. Pemberatan ancaman pidana dari  jumlah

 jumlah barang barang bukti bukti dimana dimana untuk untuk 

tanaman lebih dari 1 Kg atau lebih dari 5 tanaman lebih dari 1 Kg atau lebih dari 5  batang

 batang atau buatau bukan takan tanaman lnaman lebih darebih dari 5i 5 gram ancaman pidana diperberat dan gram ancaman pidana diperberat dan denda ditambah 1/3nya.

denda ditambah 1/3nya.

24.

24. Contoh PASAL 111 :Contoh PASAL 111 :  Ayat (1

 Ayat (1) : ” Set) : ” Setiap org iap org yg tanpyg tanpa hak a hak  atau melawan hukum tanam, pelihara, atau melawan hukum tanam, pelihara, miliki, simpan, kuasai atau sediakan miliki, simpan, kuasai atau sediakan narkotika Gol I dlm btk tanaman narkotika Gol I dlm btk tanaman dipidana dg pidana penjara min 4 th dipidana dg pidana penjara min 4 th dan max 12 th dan denda min Rp.800 dan max 12 th dan denda min Rp.800  juta m

 juta max Rp. ax Rp. 8 M ”8 M ”  Ayat (2

 Ayat (2) :” Dlm ) :” Dlm hal pehal perbuatarbuatan sebgmn sebgm ayat (1) beratnya melebihi 1 KG atau ayat (1) beratnya melebihi 1 KG atau lebih dr 5 batang dipidana seumur  lebih dr 5 batang dipidana seumur  hidup atau min 5 th dan max 20 th dan hidup atau min 5 th dan max 20 th dan denda max ditambah dr ayat (1) 1/3 nya denda max ditambah dr ayat (1) 1/3 nya ”

” 25. Prekusor yang potensial dapat

25. Prekusor yang potensial dapat

disalahgunakan untuk melakukan tindak  disalahgunakan untuk melakukan tindak   pidana

 pidana narkotnarkotika ditetaika ditetapkan sepkan sebagaibagai  barang

 barang dibawdibawah pengah pengawasan peawasan pemerintahmerintah (tidak ada tindak pidananya)

(tidak ada tindak pidananya)

25.

25. PASAL  PASAL 129 : D129 : Dipidanipidana pena penjara minjara min 4 th dan max 20 th dan denda max Rp 5 4 th dan max 20 th dan denda max Rp 5  M setiap

 M setiap org yg org yg tanpa tanpa hak atahak atauu melawan hkm :

melawan hkm :

•  Huruf  Huruf a : ” ma : ” miliki, simpiliki, simpan,an,

kuasai atau sediakan prekursor  kuasai atau sediakan prekursor  narkotika utk buat narkotika ” narkotika utk buat narkotika ”

(9)

•  Huruf  Huruf b :” prb :” prod, imod, impor, eksppor, ekspor,or,

atau salurkan prekursor narkotika atau salurkan prekursor narkotika utk pembuatan narkotika ”

utk pembuatan narkotika ”

•  Huruf  Huruf c : ” tawc : ” tawarkan uarkan utk dijuatk dijual,l,

 jual, b

 jual, beli, terimeli, terima, jada, jadi peranti perantara dlmara dlm  jual be

 jual beli, tukar,li, tukar,atau seraatau serahkanhkan  prekurso

 prekursor narkotr narkotika utk pika utk pembuembuatanatan narkotika ”

narkotika ”

•  Huruf  Huruf d :” bad :” bawa, kirimwa, kirim, ang, angkut,kut,

atau transito prekursor narkotika utk  atau transito prekursor narkotika utk   pembu

 pembuatan atan narkotiknarkotika ”a ” 26. Alat bukti sesuai KUHAP

26. Alat bukti sesuai KUHAP 2626.. Adanya perluasan barang buktiAdanya perluasan barang bukti  PASA

 PASAL 86 L 86 ::

•  Ayat (1 Ayat (1) :” Pen) :” Penyidik dpyidik dpt perolet perolehh

alat bukti selain sebgm dimaksud  alat bukti selain sebgm dimaksud  dlm UU ttg HAP”

dlm UU ttg HAP”

•  Ayat (2 Ayat (2) :” Ala) :” Alat bukti set bukti sebgmbgm

dimaksud ayat (1) berupa: dimaksud ayat (1) berupa: 1.

1. a. Info yg diucapkan,a. Info yg diucapkan,

dikirimkan, diterima, atau disimpan dikirimkan, diterima, atau disimpan  scr elektro

 scr elektronik dg nik dg alat oalat optic / yg ptic / yg   serupa

 serupa dg itudg itu 2.

2. b. Data rekaman/info yg dpt b. Data rekaman/info yg dpt  dilihat, dibaca

dilihat, dibaca dan atau dan atau didengar didengar yg yg  dpt dikeluarkan dg atau tanpa

dpt dikeluarkan dg atau tanpa bantuan suatu sarana baik yg  bantuan suatu sarana baik yg  tertuang

tertuang diatas diatas kertas, benda kertas, benda fisik fisik  apapun selain kertas maupun yg  apapun selain kertas maupun yg  terekam scr elektronik termasuk  terekam scr elektronik termasuk  tetapi tdk terbatas pada:

tetapi tdk terbatas pada: 1.

1. tulisan, suara dtulisan, suara dan atau an atau gambar gambar  2.

2. peta, ranc, peta, ranc, foto afoto atau sejenisnyatau sejenisnya 3.

3. huruf, tanda, huruf, tanda, angka, simbol, angka, simbol, sandisandi atau p

atau perforasi erforasi yg myg miliki makna iliki makna dpt dpt  dipahami oleh org yg mampu

dipahami oleh org yg mampu membaca / pahami

membaca / pahami

PSIKOTROPIKA GOL I DAN II

PSIKOTROPIKA GOL I DAN II DARIDARI UU NO. 5/1997

UU NO. 5/1997 TTG PSIKOTROPIKATTG PSIKOTROPIKA MASUK GOL I NARKOTIKA

(10)

DALAM UU INI DALAM UU INI  PASA

 PASAL 153 L 153 huruf b huruf b ::

” Dengan berlakunya Undang-undang  ” Dengan berlakunya Undang-undang  ini Lampiran mengenai Psikotropika ini Lampiran mengenai Psikotropika Gol I dan II sebgm tercantum dalam Gol I dan II sebgm tercantum dalam  Lamp

 Lampiran UU iran UU No. 5No. 5/1997 /1997 ttg ttg   Psikotro

 Psikotropika yg pika yg tlh diptlh dipindahkaindahkan menn menjadijadi  Narko

 Narkotika Gotika Gol I menul I menurut Undrut Undang- ang-undang ini”

undang ini”

Farmakologi Beberapa Obat Golongan

Farmakologi Beberapa Obat Golongan NarkotikaNarkotika 1.

1. MSMST (MT (Mororphiphine Sne Sulpulphathate B.e B.P CP Contontrolrolled Rled Releaelease)se) Komposisi

Komposisi: Morfin sulfat: Morfin sulfat Farmakologi

Farmakologi

Zat ini berkhasiat analgetik kuat dan memiliki banyak kerja sentral lainnya, antara Zat ini berkhasiat analgetik kuat dan memiliki banyak kerja sentral lainnya, antara la

lain in sedsedatatif if dadan n hiphipnonotitis, s, memeninimbmbululkakan n eueuforforia, ia, memenenekakan n pepernrnafaafasansan, , dadann menghilangkan refleks batuk dimana semua efekt tersebut didasarkan atas supresi menghilangkan refleks batuk dimana semua efekt tersebut didasarkan atas supresi susunan saraf pusat (SSP). Efek analgetik morfin timbul berdasarkan 3 mekanisme: susunan saraf pusat (SSP). Efek analgetik morfin timbul berdasarkan 3 mekanisme:

1

1.. MMoorrffiin n mmeenniinnggggiikkaan n aammbbaanng g rraannggssaannggaan n nnyyeerrii.. Mekanisme ini berperan penting jika morfin diberikan sebelum terjadi stimulasi Mekanisme ini berperan penting jika morfin diberikan sebelum terjadi stimulasi nyeri. Bila morfin diberikan setelah timbul nyeri, mekanisme lain lebih penting. nyeri. Bila morfin diberikan setelah timbul nyeri, mekanisme lain lebih penting. 2

2.. MMoorrffiin n ddaappaat t mmeemmppeennggaarruuhhi i eemmoossii, , aarrttiinnyya a mmoorrffiin n ddaappaatt men

mengubgubah ah reakreaksi si yanyang g timtimbul bul di di kokortekrteks s sereserebri bri padpada a wakwaktu tu perpersepdsepdi i nyenyeriri diterima oleh korteks serebri dari talamus. Setelah pemberian morfin penderita diterima oleh korteks serebri dari talamus. Setelah pemberian morfin penderita masi

masih h tetatetap p mermerasakasakan an nyenyeri, ri, tetatetapi pi reareaksi ksi terterhadahadap p nyenyeri ri itu itu daldalam am benbentuk tuk  khawatir, takit, reaksi menarik diri (

khawatir, takit, reaksi menarik diri (withdrawal withdrawal ) tidak timbul.) tidak timbul. 2.

2. MoMorfirfin n mememumudadahkhkan an tidtidur ur dadan n papadddda a wawaktktu u tidtidur ur amambabang ng ranrangsgsangangan an nyenyeriri meningkat.

meningkat. Mor

Morfin fin jugjuga a memenimbnimbulkulkan an efeefek k stimstimulaulasi si SSPSSP, , mismisalnyalnya a miomiosis sis (pen(penciutciutanan  pupil

 pupil mata), mata), mual, mual, muntamuntah-munth-muntah, ah, eksitasi, eksitasi, dan dan konvkonvulsi. ulsi. Efek Efek perifernperifernya ya yangyang  penting

(11)

Penggunannya khusus pad anyeri hebat akut dan kronis, seperti pasca bedah dan Penggunannya khusus pad anyeri hebat akut dan kronis, seperti pasca bedah dan sete

setelah lah infainfark rk jantjantungung, , jugjuga a padpada a fase fase termterminal inal dardari i kankankerker. . BanBanyak yak digdigunakunakanan sebagai

sebagai tablet retard tablet retard untuk memperpanjang kerjanya.untuk memperpanjang kerjanya. Efek samping

Efek samping::

Depresi sistem pernafasan, mual, muntah, konstipasi, halusinasi, euforia. Depresi sistem pernafasan, mual, muntah, konstipasi, halusinasi, euforia. Kontra indikasi dan perhatian

Kontra indikasi dan perhatian:: .1

.1 PenggPenggunaaunaan agn agonis onis mumurni drni dengengan agan agonionis pars parsial sial lemlemahah

saat suatu agonis lemah seperti pentazocine diberikan pada pasien yang juga saat suatu agonis lemah seperti pentazocine diberikan pada pasien yang juga me

mendndapapatatkkan an susuatatu u agagooninis s mmururni ni (c(conontotohnhnya ya mmororfifin)n), , kekemmuungngkkininanan menurunkan efek analgesi atau mungkin menginduksi terjadinya gejala putus menurunkan efek analgesi atau mungkin menginduksi terjadinya gejala putus oba

obat; t; menmengkogkombmbinasinasikan ikan opiopioid oid agoagonis nis murmurni ni dendengan gan agoagonis nis parsparsial ial haruharuss dihindari.

dihindari. .2

.2 PengPenggugunaanaan padn pada paia paienen-pa-pasiesien cedn cederera kepa kepalaala Retensi karbondiok

Retensi karbondioksida yang sida yang desebadesebabkan oleh bkan oleh depresi nafas depresi nafas mengmengakibatkaakibatkann  pelebara

 pelebaran pembuln pembuluh darah ouh darah otak; pada patak; pada pasien dengsien dengan tekanan inan tekanan intrakraniatrakranial tinggil tinggi dapat mengakibatkan perubahan mematikan pada fungsi otak.

dapat mengakibatkan perubahan mematikan pada fungsi otak. .3

.3 PengPenggugunanaan san selelamama kea kehahamimilalann

Wanita hamil yang menggunakan opioid secara kronis, janinnya mungkin akan Wanita hamil yang menggunakan opioid secara kronis, janinnya mungkin akan menjadi tergantung secara fisik dan memanisfestasikan gejala-gejala putus obat menjadi tergantung secara fisik dan memanisfestasikan gejala-gejala putus obat  pada ha

 pada hari-hari awri-hari awal pasca pal pasca partus.artus. .4

.4 PenggPenggunaaunaan pn pada ada paspasien ien dendengan gan gangangggguan uan paruparu Pad

Pada a pasipasien en dendengan gan cadcadangangan an resprespirasi irasi perbperbatasatasan an ((borderlineborderline), ), sifatsifat-sifa-sifatt depresan dalam analgesik akan mengakibatkan gagal nafas akut.

depresan dalam analgesik akan mengakibatkan gagal nafas akut. .5

.5 PenggPenggunaaunaan padn pada pasia pasien deen dengangan gann gangggguan fuuan fungngsi hati dsi hati dan gian ginjalnjal

Pasien-pasien dengan gangguan fungsi ginjal mempunyai waktu paruh lebih Pasien-pasien dengan gangguan fungsi ginjal mempunyai waktu paruh lebih  panjang

 panjang, morfin , morfin dan medan metabolit aktabolit aktifnya mtifnya mungkungkin terakin terakumulasi.umulasi. .6

.6 PenggPenggunaaunaan pan pada pda pasieasien den dengangan pen penyanyakit kit endendokrokrinin Pasi

Pasien en dendengan gan insuinsufisiefisiensi nsi adreadrenal nal dan dan pasipasien en dendengan gan hiphipotiotiroidroidisme isme dapdapatat memperpanjang dan meningkatkan respons terhadap opioid.

memperpanjang dan meningkatkan respons terhadap opioid. Interaksi Obat

Interaksi Obat K

(12)

Sedatif-hipnotika

Sedatif-hipnotika MeningMeningkatkan depresi katkan depresi sitem sitem saraf pusat, saraf pusat, khusukhususnyasnya depresi nafas depresi nafas Antipsikosis penenang Antipsikosis penenang ((tranquilizer tranquilizer )) M

Menenininggkakatktkan an seseddasasi. i. PPenenononjojolalan n eefefek-k-efefek ek  kardiovaskular 

kardiovaskular  Inhibitor MAO

Inhibitor MAO KoKontrntrainaindidikakasi si rerelatlatif if teterharhadadap p semsemua ua ananalgalgesiesik k  opioid karena tingginya insiden koma hiperpireksia, opioid karena tingginya insiden koma hiperpireksia, hipertensi juga dilaporkan

hipertensi juga dilaporkan

KIE KIE

Hindari pemakaian alkohol. Menyebabkan ngantuk (hati-hati mengendarai mobil Hindari pemakaian alkohol. Menyebabkan ngantuk (hati-hati mengendarai mobil atau menjalankan mesin), gangguan koordinasi, pada penggunaan jangka panjang atau menjalankan mesin), gangguan koordinasi, pada penggunaan jangka panjang menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologi. Anjurkan kepada pasien untuk  menyebabkan ketergantungan fisik dan psikologi. Anjurkan kepada pasien untuk  menggunakan obat ini secata teratur dan tetap berkonsultasi kepada dokter apabila menggunakan obat ini secata teratur dan tetap berkonsultasi kepada dokter apabila terjadi reaksi-reaksi yang tidak diinginkan.

terjadi reaksi-reaksi yang tidak diinginkan. 2

2.. CCooddeeiinn Farmakologi Farmakologi::

Alkaloid candu ini memiliki sifat yang menyerupai morfin, tetapi efek analgetik dan Alkaloid candu ini memiliki sifat yang menyerupai morfin, tetapi efek analgetik dan mere

meredakdakan an batbatuknuknya ya jaujauh h leblebih ih lemlemah, ah, begbegitu itu pula pula efeefek k depdepresiresinya nya terhterhadapadap  pernafasa

 pernafasan. n. Obat Obat ini ini banyak digunakan sebagai banyak digunakan sebagai pereda batuk pereda batuk dan dan penghpenghilang ilang rasarasa sakit, biasanya dikombinasikan dengan asetosal yang memberikan efek potensiasi. sakit, biasanya dikombinasikan dengan asetosal yang memberikan efek potensiasi. Dosis analgetik yang efektif terletak antara 15 mg – 60 mg.

Dosis analgetik yang efektif terletak antara 15 mg – 60 mg.

3 3.. CCooddiipprroonntt Komposisi Komposisi KAPSUL KAPSUL

Tiap kapsul mengandung: Tiap kapsul mengandung: K

(13)

F

Feenniittoollookkssaammiinn 10 10 mmgg

(keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger) (keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger) SIRUP

SIRUP

Tiap 5 ml mengandung: Tiap 5 ml mengandung: K

Kooddeeiin n aannhhiiddrraatt 1111,,111 1 mmgg F

Feenniittoollookkssaammiin n 33,,667 7 mmgg

(keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger) (keduanya dalam bentuk resinat terikat dengan ion-exchanger) Farmakologi

Farmakologi

Codipront mengandung 2 zat aktif dengan tempat kerja yang berbeda. Kodein akan Codipront mengandung 2 zat aktif dengan tempat kerja yang berbeda. Kodein akan men

mengugurangrangi i batbatuk uk dendengagan n penpenekaekanan nan sentsentral ral padpada a puspusat at batbatuk. uk. FenFenitolitoloksaoksaminmin mer

merupaupakan kan antantihistihistamin amin yanyang g memmempunpunyai yai efeefek k padpada a aleralergi. gi. Zat Zat aktiaktif f codcodiproiprontnt terikat dengan ion-exchanger yang memungkinkan pelepasan lambat dan seragam terikat dengan ion-exchanger yang memungkinkan pelepasan lambat dan seragam dalam saluran cerna. Untuk mencapai efek antitusif yang lama dengan dosis 2 kali dalam saluran cerna. Untuk mencapai efek antitusif yang lama dengan dosis 2 kali sehari.

sehari.

Kontra indikasi Kontra indikasi

-- PaPasiesien hipn hiperersensensitsitif teif terharhadadap bap bahahan akn aktif dtif dan ban bahahan pan pemembabantuntu -- GGaanngggguuaan n ppeerrnnaaffaassaann

-- SSeerraannggaan n aassmma a aakkuutt -- KKoommaa

-- GGllaauuccoomma a ssuudduut t sseemmppiitt

-- HiHipepertrrtrof of proprostastat dt dengengan an pepembmbenentutukakan rn resesidu idu reresinsin -- PPeenynyakakit sit salaluurran pan peenncecernrnaaaann

-- WWananitita ha haammil il ddaan mn meennyyuususuii

-- AnaAnak dk dibawibawah 2 ah 2 tahutahun kan karena rena berberesikesiko meo meningningkatkatkan kan efeefek dek deprespresi peri pernafanafasansan

Efek samping Efek samping

Mual, muntah, ketergant

Mual, muntah, ketergantunganungan, , reaksi kulit, reaksi kulit, pada beberapa orang dapat pada beberapa orang dapat menaikmenaikkankan  berat ba

 berat badan, kodan, konstipasi.nstipasi. Interaksi obat

(14)

-- PePembmbereriaian n cocodidiprpronont t bebersrsamama a dedengngan an obobat at sesentntraral l dedeprpresesan an (p(psisikokofafarmrmakaka,a,  barbitur

 barbiturat, beberapa analgesik dan at, beberapa analgesik dan antihistamantihistamin) akan in) akan menimbmenimbulkan potensiasiulkan potensiasi sedasi dan mendepresi pernafasan.

sedasi dan mendepresi pernafasan.

-- KKoommbbiinanassi i ccooddiipprroonnt t ddeengngaan n aalklkoohohol l aakkaan n mmeenngguurraangngi i kkeemmaammppuuaann  psikom

 psikomotor otor (kemam(kemampuan puan berkoberkonsentrasi nsentrasi dan dan memecmemecahkan ahkan masalah masalah yangyang kompleks) lebih kuat dibandingkan masing-maisng komponen oleh karena itu kompleks) lebih kuat dibandingkan masing-maisng komponen oleh karena itu kombinasi ini tidak diperbolehkan.

kombinasi ini tidak diperbolehkan. KIE

KIE

Informasikan cara penggunaan obat ini sesuai dengan signa yang dokter berikan, Informasikan cara penggunaan obat ini sesuai dengan signa yang dokter berikan, sertakan pula informasi mengenai efek

sertakan pula informasi mengenai efek samping yang mungksamping yang mungkin akan in akan timbul selamatimbul selama  pengg

 penggunaan obat ini dan unaan obat ini dan interaksi obat yang mungkinteraksi obat yang mungkin terjadi. Apabila batuk masihin terjadi. Apabila batuk masih tetap berlangsung lebih dari 1 minggu atau kemudian disertai demam, rash atau tetap berlangsung lebih dari 1 minggu atau kemudian disertai demam, rash atau saki

sakit t kepkepala, ala, segsegera era konkonsultsultasikasikan an kepkepada ada dokdokter. ter. HatHati-hati-hati i penpenggggunaaunaan n padpadaa  pende

Referensi

Dokumen terkait

Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi yang sangat

Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi

Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat

Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat

Narkotika golongan I adalah narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak ditujukan untuk terapi serta mempunyai potensi sangat tinggi

Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta

Golongan II: Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan

Golongan I: Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi