• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

4 2.1. Audio

Adalah suara atau bunyi yang dihasilkan ketika molekul di udara berubah oleh suatu gerakan yang ditimbulkan sebuah objek yang menghasilkan sebuah getaran. Objek ini bisa berupa senar gitar, vocal manusia, atau sebuah kaleng yang bergerak ketika ada energi yang menggetarkannya. Ketika kita memetik senar gitar pada sebuah gitar, senar tersebut akan bergerak maju dan mundur dengan jumlah getaran tertentu. Jumlah getaran ini disebut sebagai frekwensi dari getaran tersebut. Satu kali gerakan maju dan mundur tersebut disebut cycle (putaran). Maka satuan untuk frekwensi adalah cycle per second, atau cps. Satuan ini biasa dikenal dengan sebutan Hertz (Hz). Kadangkala getaran yang dihasilkan sangat cepat, dan perbandingan gerakan yang dihasilkan adalah seribu, maka satuan yang digunakan adalah kilohertz (kHz).

Jarak sesungguhnya dari senar yang bergerak disebut displacement (pergerakan). Semakin jauh jaraknya maka semakin keras suara yang dihasilkan oleh senar tersebut.

Menurut teori, agar sebuah suara dapat didengarkan oleh manusia, frekwensi minimal dari gerakan suara adalah 20 Hz dan frekwensi tertingginya adalah 20 kHz. Pada kenyataan manusia dapat menangkap frekwensi tinggi yang mendekati antara 15 kHz dan 17 kHz. Binatang atau microphone mempunyai frekwensi yang berbeda.

(2)

Gelombang suara dapat digambarkan dengan berbagai cara: sebagai rumus matematis, sebagai rangkaian angka, atau secara grafik table gelombang (waveform). Grafik gelombang menampilkan besar (amplitude) dari gerakan sebagai fungsi waktu. Tiap waveform mempunyai karakteristik bentuk (envelope) dan mempunyai kombinasi rumit dari komponen frekwensi yang berbeda, yang berubah – ubah sesuai dengan durasi waktu dari suara tersebut.

Garis tengah dari waveform adalah garis nol yang berrfungsi sebagai titik getaran awal (resting point) dari benda. (Waveform dari benda yang diam adalah garis horizontal pada garis nol). Gerakan maju dan mundur dari objek digambarkan sebagai atas (positif) dan bawah (negatif) seiring dengan amplitude waveform. Sebagai contoh tampilan waveform dengan perbandingan 1:1 adalah:

Gambar 1. Tampilan Waveform Skala 1:1

Gelombang suara melewati garis nol dua kali dalam satu kali getaran (Zero - Crossing). Perpotongan ini digunakan untuk memotong sebuah digital audio. Bila suara dipotong bukan pada perpotongan garis nol, maka akan menimbulkan suara yang tidak diinginkan.

Sebagai langkah pertama yang kita harus pahami adalah bahwa untuk menggunakan sebuah Pc untuk merekam dan memainkan suara adalah kartu suara (Sound Card). Sound Card bertugas untuk mengkonversi suara dari alat instrumen atau microphone menjadi rangkaian angka yang biasa disebut sample (Digital Sample) untuk di simpan dan dimanipulasi yang kemudian rangkaian angka tersebut

(3)

dikonversi ulang menjadi suara melalui konektor output pada sound card. Alat – alat instrument tersebut dikenal dengan nama Acoustis (Akustik).

Pengukuran digital sample oleh sound card adalah dengan menyimpan jumlah kuatnya getaran dari sinyal suara (Sample) yang disebut dengan sampling rate. Dikarenakan manusia dapat mendengar suara dengan jelas pada frekwensi diatas 10 kHz, maka kebanyakan dari sound card sekarang mampu menangani suara dengan sampling rate 22 kHz, 44.1 kHz, dan 48 kHz. Sampling rate 44.1 kHz disebut sampling rate CD-Audio, karena frekwensi tersebut digunakan oleh CD-Audio.

Hal lain yang diukur oleh sound card adalah resolusi dan sampling (sampling resolution). Sampling resolution menyatakan keakuratan pengukuran dari amplitudo getaran sample. Di masa ini indrusti musik menggunakan sistem perekaman yang menghasilkan 65386 nilai yang berbeda untuk mengisi waveform amplitude. Maka dari itu tiap sample yang disimpan oleh komputer membutuhkan 2 Byte (16 Bits) karena digunakan untuk menyimpan nilai antara -32768 dan 32767. Skala dari perubahan sinyal input menjadi nilai amplitudo ditentukan oleh hardware audio dan posisi dari kontrol pengaturan input.

Waveform digital sample disimpan dalam sebuah PC dengan format audio yaitu WAVE. Wave adalah standar format audio yang dikembangkan oleh Microsoft dan IBM dengan ekstensi file (*.wav) yang mempunyai atribut Durasi Waktu, Channels, Bit Deph dan Sample Rate. Penjelasan dari masing – masing atribut tersebut adalah sebagai berikut: (http://id.wikipedia.org/wiki/Audio).

1. Durasi Waktu.

Durasi waktu adalah panjang data suara yang terkonversi ke dalam format digital audio.

(4)

2. Channels.

Channels adalah banyaknya suara yang di simpan dalam sebuah file dengan format Wave. Ada dua tipe channels pada format ini yaitu mono dan stereo. Channels mono mempunyai satu buah suara yang tersimpan pada format ini yaitu suara kiri atau suara kanan atau gabungan dari kedua buah suara tesebut. Sedangkan stereo mempunyai dua buah suara yang tersimpan yaitu suara kiri dan suara kanan.

3. Sample Rate

Wave dengan sample rate 44100 Hz mempunyai ketepatan suara yang lebih dari 22050 Hz. Sample rate 44100 Hz adalah rate yang digunakan oleh Audio CD, sedangkan rate 22050 Hz adalah rate yang digunakan oleh radio FM (Frequency Modulation). Semakin besar rate sebuah file wave, semakin besar pula kapasitas memori atau hard disk space yang digunakan oleh file tersebut. 4. Bit Deph

Bit Deph adalah nama lain dari sampling resolution. Bit Deph merupakan banyaknya jumlah digit bilangan biner yang digunakan oleh sample suara. Sample dengan kedalaman 8 bit menggunakan sedikit memori atau hard disk space dari pada sample dengan kedalaman bit 16. Tapi semakin kecil jumlah bit suatu sample maka semakin sedikit jumlah data yang tersimpan pada PC. Hal ini akan menimbulkan suara yang tidak kita inginkan (Noise). Ketika kita merekam suara melalui microphone dengan format ini, microphone tersebut akan menyebabkan tegangan voltage mengalir pada kabel berubah secara cepat sesuai dengan getaran yang ditimbulkan oleh mic. Perubahan ini diukur dan direkam oleh chip pada sound card yaitu analog-to-digital (ADC), dan hasil dari

(5)

proses pengukuran ini yang kita sebut sebagai digital audio. Untuk mengkonversi digital audio kembali ke suara, digunakan chip digital-to-audio converter (DAC) pada sound card yang akan mengubah data digital tersebut menjadi tegangan yang dialiri pada kabel dan akan mengakibatkan terjadinya serangkaian getaran sesuai dengan data yang tersimpan dan getaran ini ditangkap oleh pengeras suara yang kemudian akan dihasilkan suara yang sama (kecuali bila suara tersebut diedit kembali pada PC ) ketika suara tersebut ditangkap oleh microphone.

Adapun format audio terbagi menjadi dua : 2.1.1. Audio Analog

Audio analog adalah harmonisasi bunyi yang hanya bisa dibuat melalui suara sintetis yang disimpan dalam bentuk media kaset pita. Format analog yang hanya dapat menyimpan suara dalam jumlah yang terbatas (http://id.wikipedia.org/wiki/Audioanalog).

2.1.2. Audio Digital

Audio digital adalah harmonisasi bunyi yang dibuat melalui perekaman konvensional maupun suara sintetis yang disimpan dalam media berbasis teknologi komputer. Format digital dapat menyimpan data dalam jumlah besar, jangka panjang dan berjaringan luas. Audio digital menggunakan sinyal digital dalam proses reproduksi suaranya. Sebagai proses digitalisasi terhadap format rekaman musik analog, lagu atau musik digital mempunyai beraneka ragam format

yang bergantung pada teknologi yang digunakan

(6)

2.2. Format-format Audio Digital

Format-format audio digital yang ada sampai pada saat ini adalah sebagai berikut :

2.2.1. MP3

MP3 (MPEG, Audio Layer 3) menjadi format paling populer dalam musik digital. Hal ini dikarenakan ukuran filenya yang kecil dengan kualitas yang tidak kalah dengan CD audio. Format ini dikembangkan dan dipatenkan oleh Fraunhofer Institute. Dengan bitrate 128 kbps, file MP3 sudah berkualitas baik. Namun MP3 Pro-format penerus MP3-menawarkan kualitas yang sama dengan bitrate setengah dari MP3. MP3 Pro kompatibel dengan MP3. Pemutar MP3 dapat memainkan file MP3 Pro namun kualitas suaranya tidak sebagus pengganti yang mendukung MP3 Pro (http://id.wikipedia.org/wiki/Mp3).

2.2.2. WAV

WAV merupakan standar suara de-facto di Windows. Awalnya hasil ripping dari CD direkam dalam format ini sebelum dikonversi ke format lain. Namun sekarang tahap ini sering dilewati karena file dalam format ini biasanya tidak dikompresi dan karenanya berukuran besar (http://id.wikipedia.org/wiki/Wav).

2.2.3. AAC

AAC adalah singkatan dari Advanced Audio Coding. Format ini merupakan bagian standar Motion Picture Experts Group (MPEG), sejak standar MPEG-2 diberlakukan pada tahun 1997. Sample rate yang

(7)

ditawarkan sampai 96 KHz-dua kali MP3. Format ini digunakan Apple pada toko musik online-nya, iTunes. Kualitas musik dalam format ini cukup baik bahkan pada bitrate rendah. iPod, pemutar musik digital portabel dari Apple, adalah peranti terkemuka yang mendukung format ini (http://id.wikipedia.org/wiki/Aac).

2.2.4. WMA

Format yang ditawarkan Microsoft, Windows Media Audio (WMA) ini disukai para vendor musik online karena dukungannya terhadap Digital Rights Management (DRM). DRM adalah fitur untuk mencegah pembajakan musik, hal yang sangat ditakuti oleh studio musik saat ini. Kelebihan WMA lainnya adalah kualitas musik yang lebih baik daripada MP3 maupun AAC. Format ini cukup populer dan didukung oleh peranti

lunak dan peranti keras terbaru pada umumnya

(http://id.wikipedia.org/wiki/Wma).

2.2.5. Ogg Vorbis

Ogg Vorbis merupakan satu-satunya format file yang terbuka dan gratis. Format lain yang disebutkan di atas umumnya dipatenkan dan pengembang peranti lunak atau pembuat peranti keras harus membayar lisensi untuk produk yang dapat memainkan file dengan format terkait.

Dari segi kualitas, kelebihan Ogg Vorbis adalah kualitas yang tinggi pada bitrate rendah dibandingkan format lain. Peranti lunak populer, Winamp dan pelopor pemutar MP3 portabel Rio sudah mendukung format ini dalam model terbarunya. Walaupun demikian dukungan peranti keras terhadap format ini masih jarang (http://id.wikipedia.org/wiki/OggVorbis).

(8)

2.2.6. Real Audio

Salah satu format yang biasa ditemukan pada bitrate rendah. Format dari RealNetworks ini umumnya digunakan dalam layanan streaming audio. Pada bitrate 128 kbps ke atas RealAudio menggunakan standar AAC MPEG-4 (http://id.wikipedia.org/wiki/Realaudio).

2.2.7. MIDI

Format audio satu ini lebih cocok untuk suara yang dihasilkan oleh synthesizer atau peranti elektronik lainnya, tetapi tidak cocok untuk hasil konversi dari suara analog karena tidak terlalu akurat. File dengan format ini berukuran kecil dan sering digunakan dalam ponsel sebagai ringtone (http://id.wikipedia.org/wiki/Midi).

2.3 Hardware

Hardware-hardware yang digunakan penulis dalam pembahasan adalah sebagai berikut :

2.3.1 Kaset

Compact Cassette, yang biasa disebut kaset, pita kaset, atau tape adalah media penyimpan data yang umumnya berupa lagu. Berasal dari bahasa Perancis, yakni cassette yang berarti "kotak kecil". Kaset berupa pita magnetik yang mampu merekam data dengan format suara. Dari tahun 1970 sampai 1990-an, kaset merupakan salah satu format media yang paling umum digunakan dalam industri musik.

Kaset terdiri dari kumparan-kumparan kecil. Kumparan-kumparan dan bagian-bagian lainnya ini terbungkus dalam bungkus plastik berbentuk

(9)

kotak kecil berbentuk persegi panjang. Di dalamnya terdapat sepasang roda putaran untuk pita magnet. Pita ini akan berputar dan menggulung ketika kaset dimainkan atau merekam. Ketika pita bergerak ke salah satu arah dan yang lainnya bergerak ke arah yang lain. Hal ini membuat kaset dapat dimainkan atau merekam di kedua sisinya. Contohnya, side A dan

side B (http://id.wikipedia.org/wiki/kaset).

2.3.2 Sound Card

Kartu suara (Sound Card) adalah suatu perangkat keras komputer yang digunakan untuk mengeluarkan suara dan merekam suara. Pada awalnya,

Sound Card hanyalah sebagai pelengkap dari komputer. Namun sekarang,

sound card adalah perangkat wajib di setiap komputer (http://id.wikipedia.org/wiki/Soundcard).

2.3.3 Konektor Audio

Konektor audio adalah konektor elektris yang dirancang dan digunakan untuk frekuensi audio. Sinyal yang dilewatkan bisa berupa analog ataupun digital (http://id.wikipedia.org/wiki/Konektoraudio).

2.3.4 Komputer atau PC

Alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang pekerjaannya melakukan perhitungan aritmatika dengan atau alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri. Asal mulanya pengolahan informasi hampir ekslusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi computer modern dipakai untuk banyak

(10)

tugas yang tidak berhubungan dengan matematika (http://id.wikipedia.org/wiki/Pc).

2.3.5 Walkman

Alat yang dipakai untuk memutar dan merekam kaset pita semacam tape recorder tetapi alat tersebut bisa dibawa-bawa atau portable (http://id.wikipedia.org/wiki/Walkman).

2.4 Tampilan Window

Tampilan track dasar Sony sound forge 9.0

Gambar 2. Tampilan dasar sony sound forge 9.0

Keterangan Panel audio track : ( Jeffery,2004,h:29)  Nomor : Nomor urut track.

(11)

Nama : Nama dari track

Auto Trim/Crop : Untuk memotong klip audio.

Bit-Depth Converter : Untuk merubah byte-rate.

Channel Converter : Untuk merubah left-right.

Clip Audio : Media di timeline yang terbagi dari dua channel kiri dan kanan.

Copy : Untuk menduplikat track.

Cut : Untuk memotong track.

DC Offset : Untuk merubah titik volume minimum pada audio dari soundcard ke input device untuk mengurangi kesalahan.

Envolope Tool : Untuk menyambung track

Fade In : Tool untuk memulai audio dari titik terkecil ke titik normal.

Fade Out : Tool untuk memulai audio dari titik normal ke titik terkecil.

(12)

Forward : Untuk melongkap satu track

Go to End : Untuk sampai ke ujung track.

Go to start : Untuk sampai ke awal track.

Graphic EQ : Untuk menampilkan grafik equalizer.

Graphic Fade : Untuk menampilkan grafik audio.

Insert Silence : Untuk memasukan bagian kosong.

Invert-Flip : Untuk memutar audio secara vertical atau horizontal.

Lock channel selection : Untuk mengunci satu channel yang di pilih.

Loop Playback : Untuk memutar kembali.

Magnify tool : Untuk melihat lebih details.

(13)

Mute : Untuk menghilangkan suara pada track.

New : Untuk memulai project baru.

Next : Untuk memilih track berikutnya.

Next Edit Tool : Untuk memilih tool edit berikutnya.No. : Nomor Track.

Noramalize : Untuk menormalkan suara yang terkecil menjadi besar.

Normal Rate : Untuk menormalkan byte-rate.

Open : Untuk membuka project.

Pan Atau Expand : Mengatur channel audio kiri dan kanan.

panel track : Induk dari track.

(14)

Parametic EQ : Untuk menyusun equalizer secara vertical.

Paste : Menggandakan track yang di copy.

Pause : Menghentikan Sementara.

Peak Meters : Status volume.

Pencil Tool : Untuk menulis notasi.

Play : Untuk memulai Track.

Play All : Untuk memulai semua track secara bersamaan.

(15)

Playback Rate : Untuk merubah tempo pada track.

Preview plug-in chain : Tool untuk memberikan effect pada hasil akhir.

Previous : Mengulang track.

Publish : Untuk mengukur dan membagi track.

Record : Tool siaga untuk merekam suara yang masuk.

Redo : Untuk melanjutkan track yang terlewatkan.

Render As : Untuk mengexport hasil editing menjadi format yang diinginkan..

(16)

Resample : Untuk menaikan rate pada track.

Rewind : Untuk mengulang track yang sudah diproses.

Save : Untuk menyimpan hasil track.

Save As : Untuk menyimpan hasil track ke file yang di tuju.

Selection Star : Durasi track yang diproses.

Smooth-Enhance : Untuk menambahkan effect smooth dan merubah frequensi pada track.

Stop : Untuk menghentikan track.

(17)

Timer : Untuk menunjukan lokasi waktu pada track.

Trim-Crop : Untuk mengambil sebagian track yang dipilih.

Undo : Untuk melihat kembali track yang sudah lewat.

Volume : Untuk mengatur besar dan kecilnya volume track.

Zoom Ratio : Indikasi track pada salah satu audio yang sedang diproses.

2.5 Menu Effect

Menu effect merupakan sebuah tools yang di dalamnya terdapat effect – effect yang dapat memberikan warna pada suatu track.

Di bawah ini merupakan sebagian menu effect pada sony sound

forge 9.0 :

(http://www.sony-software.com/soundforge9.0/indeks/menueffect)

1. Effect acoustic mirror : Suatu effect yang menjadikan suara nyata atau acoustic menjadi suara bayang atau samar.

2. Effect delay / echo : Suatu effect yang menjadikan tempo pada suatu audio menjadi lambat dan bergema.

(18)

3. Effect distortion : Suatu effect yang berguna untuk menaikan level pada suatu track dan menambahkan suara bising atau noise. 4. Effect dynamics : Suatu effect yang berguna untuk

memperpanjang jarak tempo pada sebagian track.

5. Effect wave hammer directx : Suatu effect yang berguna untuk menaikan volume semaksimal mungkin dan mendapatkan suara klasik yang konsisten.

2.6 Algoritma

Diagram Alur sering digunakan untuk menggambarkan sebuah algoritma.

Dalam matematika dan komputasi, algoritma merupakan kumpulan perintah untuk menyelesaikan suatu masalah. Perintah-perintah ini dapat diterjemahkan secara bertahap dari awal hingga akhir. Masalah tersebut dapat berupa apa saja, dengan catatan untuk setiap masalah, ada kriteria kondisi awal yang harus dipenuhi sebelum menjalankan algoritma. Algoritma akan dapat selalu berakhir untuk semua kondisi awal yang memenuhi kriteria, dalam hal ini berbeda dengan heuristik. Algoritma sering mempunyai langkah pengulangan (iterasi) atau memerlukan keputusan (logika Boolean dan perbandingan) sampai tugasnya selesai.

Desain dan analisis algoritma adalah suatu cabang khusus dalam ilmu komputer yang mempelajari karakteristik dan performa dari suatu algoritma dalam menyelesaikan masalah, terlepas dari implementasi algoritma tersebut. Dalam cabang disiplin ini algoritma dipelajari secara abstrak, terlepas dari sistem komputer atau bahasa pemrograman yang digunakan. Algoritma yang berbeda dapat diterapkan pada suatu masalah dengan kriteria yang sama.

(19)

Kompleksitas dari suatu algoritma merupakan ukuran seberapa banyak komputasi yang dibutuhkan algoritma tersebut untuk menyelesaikan masalah. Secara informal, algoritma yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan dalam waktu yang singkat memiliki kompleksitas yang rendah, sementara algoritma yang membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan masalahnya mempunyai kompleksitas yang tinggi (http://ilmukomputer.com/category/algoritma).

Gambar

Gambar 2. Tampilan dasar  sony sound forge 9.0

Referensi

Dokumen terkait

Digital to Analog Converter adalah perangkat elektronika yang berfungsi untuk mengubah sinyal digital (diskrit) menjadi sinyal analog (kontinyu).. Aplikasi DAC (Digital To

a) Sektor industri, yaitu kredit yang diberikan kepada nasabah yang bergerak dalam sektor usaha yang mengubah bentuk dari bahan baku menjadi barang jadi atau mengubah sebuah

Menurut Abdulloh (2018:1), Website dapat diartikan sebagai “Kumpulan halaman yang berisi informasi data digital baik berupa teks, gambar, animasi, suara, dan video atau

Sound Card adalah perangkat keras computer yang berfungsi untuk mengolah data berupa audio atau suara. Sound card memiliki format tata suara yang mendukung system

Chip radio mengirimkan data suara menjadi sinyal radio juga menerima sinyal radio menjadi bit-bit digital yang nantinya diproses oleh mikrokontroler dan diubah DAC menjadi

Secara umum WWW (World Wide Web) adalah sebuah sistem penyebaran informasi melalui internet dimana informasi yang dikirimkan dapat berupa teks, suara (audio),

komunikasi dari PC ke telepon, software dari PC melakukan konversi sinyal suara analog ke digital dan dikompresi ke dalam paket IP, kemudian data digital

Di sisi lain, multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, di mana media tersebut dapat berupa audio (suara, musik), animasi, video,