8
2.1. Konsep Dasar Sistem 2.1.1. Pengertian Sistem
Secara sederhana suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel-variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling ketergantungan satu sama lainnya dan terpadu. Sistem juga merupakan suatu kesatuan yang terdiri dari dua atau lebih komponen atau sub sistem yang berinteraksi untuk mencapai tujuan. Ada beberapa pakar yang berlainan pendapat dalam mendefinisikan suatu sistem namun tetap pada satu tujuan.
Menurut Pamudji dalam Rendy (2018:1) bahwa “Sistem adalah suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks atau terorganisasi, suatu himpunan atau perpaduan hal-hal atau bagian-bagian yang membentuk suatu kebulatan atau keseluruhan yang kompleks dan utuh”.
Menurut Romney dan Steinbart (2015:3) bahwa “Sistem adalah rangkaian dari dua atau lebih komponen-komponen yang saling berhubungan, yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan. Sebagian besar sistem terdiri dari sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar”.
Definisi sistem menurut mulyadi (2016:5) bahwa “Sistem adalah suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan”.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur yang saling berhubungan, yang sebagian
besar sistem terdiri dari sub sistem yang lebih kecil yang mendukung sistem yang lebih besar untuk melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
2.1.2. Pengertian Informasi
Informasi adalah sekumpulan data/ fakta yang diorganisasi atau diolah dengan cara tertentu sehingga mempunyai arti bagi penerima. Data yang telah diolah menjadi sesuatu yang berguna bagi si penerima maksudnya yaitu dapat memberikan keterangan atau pengetahuan. Dengan demikian yang menjadi sumber informasi adalah data. Informasi dapat juga di katakan sebuah pengetahuan yang diperoleh dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi.
Menurut Krismaji (2015:14), bahwa “Informasi adalah data yang telah diorganisasi dan telah memiliki kegunaan dan manfaat”.
Menurut Romney dan Steinbart (2015:4), bahwa “Informasi (information) adalah data yang telah dikelola dan diproses untuk memberikan arti dan memperbaiki proses pengambilan keputusan. Sebagaimana perannya, pengguna membuat keputusan yang lebih baik sebagai kuantitas dan kualitas dari peningkatan informasi”.
Menurut Davis dalam Anggraeni dan Rita Irviani (2017:14), Bahwa “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau saat mendatang”.
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah agar bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penggunanya.
2.1.3. Pengertian Sistem Informasi
Menurut Krismiaji (2015:15), bahwa “Sistem informasi adalah cara-cara yang diorganisasi untuk mengumpulkan, memasukan, dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah di tetapkan”.
Menurut Hanry Lucas dalam Djahir dan Dewi (2015:14) ”Sistem informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi”.
Dan dalam pengertian lain disampaikan juga oleh Rahmat dalam Djahir dan Dewi (2015:14), bahwa “Sistem informasi merupakan kegiatan atau aktifitas yang melibatkan serangkaian proses, berisi informasi-informasi yang digunakan untuk mencapai tujuan”.
Jadi berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa sistem informasi adalah kumpulan data yang terintegritasi dan saling melengkapi dengan menghasilkan output yang baik guna untuk memecahkan masalah dan pengambilan keputusan.
2.1.4. Pengertian Sistem Informasi Pendaftaran
Pengertian pendaftaran disini pada dasarnya hanya untuk memperlancar dan mempermudah dalam proses pendaftaran siswa baru. Sehingga dapat terorganisir, teratur dengan cepat dan tepat dengan beberapa persyaratan yang telah ditentukan.
Menurut [DEPDIKBUD01]. Bahwa “Pendaftaran adalah proses, cara, perbuatan mendaftar yaitu pencatatan nama, alamat dsb dalam daftar. Jadi, pendaftaran adalah proses pencatatan identitas pendaftar kedalam sebuah media penyimpanan yang digunakan dalam proses pendaftaran”.
2.1.5. Website
A. Internet
Menurut Nurhendi dalam Kesuma dan Kholifah (2019:83), “Internet adalah hubungan jaringan komputer yang menggunakan standar sistem global TCP/IP sebagai protokol pertukaran paket (packing switching communication) guna pelayanan terhadap miliaran pengguna”.
B. Website
Menurut Abdulloh (2018:1), Website dapat diartikan sebagai “Kumpulan halaman yang berisi informasi data digital baik berupa teks, gambar, animasi, suara, dan video atau gabungan dari semuanya yang disebabkan melalui jalur koneksi internet sehingga dapat diakses dan dilihat oleh semua orang diseluruh dunia”.
Menurut Puspitasari dalam Kristania dkk (2017:84), “Website adalah halaman informasi yang disediakan melalui jalur internet sehingga bisa diakses diseluruh dunia, selama terkoneksi dengan jaringan internet”.
C. Web browser
Menurut Abdulloh (2018:4), “Web browser digunakan untuk menampilkan dan mengetes hasil program”.
Menurut Kisman dalam Susanti (2016:92), “Web browser adalah program untuk menampilkan halaman yang berbentuk kode HTML”.
D. Web Server
Menurut Abdulloh (2018:4), “Web server merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk menerima permintaan (request) melalui protokol HTTP atau HTTPS dari client kemudian mengirimkan kembali dalam bentuk halaman-halaman web.”
Menurut WK dalam Kristania dkk (2017:84), “Web server merupakan perangkat lunak pada server yang memiliki fungsi sebagai penerima permintaan (request) yang berupa halaman web dari client dan mengirim kembali (respon) hasil yang diminta dalam bentuk halaman-halaman web”.
2.1.6. Bahasa Pemprograman
A.
HTMLMenurut Abdulloh (2018:7), “HTML merupakan singkatan dari Hypertxt
Markup Language yaitu bahasa standar web yang dikelola penggunaannya oleh W3C
(World Wide Web Consortium) berupa tag-tag yang menyusun setiap elemen dari
website”.
B. PHP
Menurut Mundzir (2018:3), “PHP berasal dari kata “Hypertext Preprocessor”, yaitu bahasa pemograman universal untuk penanganan pembuatan dan pengembangan sebuah situs web dan bisa digunakan bersamaan dengan HTML”.
C. CSS
Menurut Abdulloh (2018:45), “CSS adalah singkatan dari Cascading Style
Sheet yaitu dokumen web yang berfungsi mengatur elemen HTML dengan berbagai
D. Sublime Text
Menurut Putra dkk dalam Pradiantiningtyas dan Suparwanto (2017:4), “Sublime text adalah text editor berbasis Python, sebuah text editor elegan, kaya fitur,
cross platfrom, mudah dan simple yang cukup terkenal dikalangan developer
(pengembangan) dan desainer”.
2.1.7. Basis Data (Database)
A. Basis Data (Database)
Menurut Yanto (2016:10), “Basis data terdiri dari 2 kata, yaitu basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas, gudang, tempat berkumpul. Sedangkan data adalah fakta yang mewakili suatu objek seperti manusia, barang, hewan, peristiwa, keadaan dan sebagainya, yang direkam dalam bentuk angka, huruf simbol, teks gambar, bunyi atau kombinasinya”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa basis data adalah objek yang tidak dapat bergerak sendiri, ia memerlukan program/aplikasi sebagai penggerak atau pengelolanya. Sehingga gabungan basis data dan aplikasi dapat menghasilkan sebuah sistem.
B. MySQL
Menurut Mundzir (2018:217), “MySQL adalah sistem mnajemen data base SQLyang sifatnya open source (terbuka) dan paling banyak digunakan saat ini”.
Menurut kadir dalam Kristania dkk (2017:84), “MySQL adalahsalah satu jenis database server yang sangat terkenal”.
C. PhpMyAdmin
Menurut Zaki dan Smitdev dalam Kristania dkk (2017:84), “PhpMydmin adalah MySQL client yang berupa aplikasi web dan umumnya tersedia di server php seperti XAMPP maupun server komersial lainnya”.
D. XAMPP
Menurut Enterprise (2018:3), “XAMPP merupsksn server yang paling banyak digunkan untuk keperluan belajar PHP secara mandiri, terutama bagi programmer pemula”.
Menurut Aryanto dalam Kristania dkk (2017:84), “XAMPP merupakan sebuah aplikasi perangkat lunak pemograman dan database yang didalamnya terdapat berbagai macam aplikasi pemograman seperti: Apache HTTP server, MySQL, database, Bahasa pemograman PHP dan perl”.
2.1.8. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Model pengembangan perangkat lunak ini penulis menggunakan metode
Evolutionary Prototype sebagai teknik pengembangan sistem. Sebagaimana yang telah
diusulkan McLeod dan Schell dalam Mulyani (2016:27), mengatakan bahwa “Evolutionary Prototype yaitu, prototype yang secara terus menerus dikembangkan hingga prototype tersebut memenuhi fungsi dan prosedur yang dibutuhkan oleh sistem”.
Adapun menurut Yurindra (2017:47), bahwa “Prototype adalah suatu proses yang memungkinkan developer membuat sebuah model software, metode ini baik digunakan apabila client tidak bisa memberikan informasi yang maksimal mengenai kebutuhan yang diinginkannya”.
1. Tujuan Prototype
Prototyping model sendiri mempunyai tujuan yaitu mengembangkan model
awal software menjadi suatu sistem yang final. 2. Tahapan proses dalam model Prototype
a. Pengumpulan kebutuhan
Developer dan klien akan bertemu terlebih dahulu dan kemudianmenentukan
tujuan umum, kebutuhan yang diketahui dan gambaran bagian-bagian yang akan dibutuhkan berikutnya.
b. Perancangan
Perancangan dilakukan dengan cepat dan rancangan tersebut mewakili semua aspek software yang diketahui, dan rancangan ini menjadi dasar pembuatan
prototype.
c. Mengkodekan sistem
Dalam tahap ini prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan kedalam bahasa pemograman yang sesuai.
d. Pengujian sistem
Setelah sistem sudah menjadi suatu perangkat lunak yang siap pakai, harus dites dahulu sebelum digunkan. Pengujian ini dilakukan dengan white box,
black box, basis path, pengujian arsitektur dan lain-lain.
e. Evaluasi sistem
Pelanggan mengevaluasi apakah sistem yang sudah jadi sesuai dengan yang diharapkan. Jika sudah, maka langkah ketujuh dilakukan, jika belum maka mengulangi langkah b dan c.
f. Implementasi sistem
2.2. Teori Pendukung
2.2.1. ERD (Entity Relationship Diagram)
Menurut Simarmata dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:132), “Entity
Relationship Diagram (ERD) adalah alat pemodelan data utama dan akan mambantu
mengorganisasi data dalam suatu proyek ke dalam entitas-entitas dan menentukan hubungan antar entitas”.
Proses memungkinkan analis menghasilkan struktur basis data dapat disimpan dan diambil secara efisien.
A. Simbol-simbol dalam ERD (Entity Relationship Diagram) adalah sebagai berikut: 1) Entitas: suatu yang nyata atau abstrak yang mempunyai karakteristik dimana
kita akan menyimpan data.
2) Atribut: ciri umum semua atau sebagian besar instansi pada entitas tertentu. 3) Relasi: hubungan ilmiah yang terjadi antara satu atau lebih entitas.
4) Link: garis penghubung atribut dengan kumpulan entitas dan kumpulan entitas dengan relasi.
B. Kardinalitas Relasi
1) Satu ke satu (one to one) setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan elemen pada Entitas B. Demikian juga sebaliknya elemen B berhubungan paling banyak satu elemen pada Entitas A.
2) Satu ke banyak (One to Many) Setiap elemen dari Entitas A berhubungan dengan maksimal banyak elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B berhubungan dengan paling banyak satu elemen di Entitas A.
3) Banyak ke satu (Many to One) Setiap elemen dari Entitas A berhubungan paling banyak dengan satu elemen pada Entitas B. Dan sebaliknya setiap elemen dari Entitas B behubungan dengan maksimal banyak elemen di entitas A.
4) Banyak ke banyak (Many to Many) Setiap elemen dari Entitas A berhubungan maksimal banyak elemen pada Entitas B demikian sebaliknya.
Sumber: (Susanti, 2016:97)
Gambar II.1
2.2.2. LRS (Logical Relationship Structure)
Menurut Simarmata dan paryudi dalam Fridayanthie dan Mahdiati (2016:133), “Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.
Menentukan kardinalitas, jumlah tabel, dan ForeignKey (FK). Berikut adalah cara membentuk skema database atau LRS (Logical Record Strutured) berdasarkan Entity
Relationship Diagram :
a. Jika relasinya satu-ke-satu, maka foreign key diletakan pada salah satu dari dua entitas yang ada tau menyatukan kedua entitas tersebut.
b. Jika relasinya satu-ke-banyak, maka foreign key diletakan pada entitas Many. c. Jika relasinya banyak-ke-banyak, maka dibuat “file konektor” yang berisi dua
foreign key yang berasal dari kedua entitas.
Sumber: (Sukmaindrayana & Sidik, 2017:35)
Gambar II.2
2.2.3. UML (Unifed Modelling Language)
Menurut Mulyani (2016:42) “Unified Modeling Language (UML) adalah teknik pengembangan sistem yang menggunakan bahasa grafis sebagai alat untuk pendokumentasian dan melakukan spesifikasi pada sistem”.
UML memiliki banyak diagram yang digunakan untuk melakukan pemodelan data maupun sistem, Jenis-Jenis diagram UML dan beberapa contoh diagramnya yaitu: 1. Activity Diagram
Menurut Munawar (2018:127), “Activity Diagram adalah bagian penting dari UML, yang menggambarkan aspek dinamis dari sistem.”
Sumber: (Susanti, 2016:95)
Gambar II.3 Contoh Activity Diagram
2. Use Case Diagram
Menurut Mulyani (2016:42) “Use case diagram yaitu sekumpulan diagram yang digunakan untuk menggambarkan hubungan antara sistem dengan aktor”. Berikut adalah contoh dari Use Case Diagram:
Sumber: (Yuzistin.dkk, 2016:262)
Gambar II.4
3. Class Diagram
Menurut Rosa dan M.Shalahuddin (2018:141) Diagram kelas atau class diagram, yaitu “Menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi. Diagram kelas dibuat agar pembuat program atau programmer membuat kelas-kelas sesuai rancangan didalam diagram kelas agar antara dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Susunan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki janis-jenis kelas berikut:
a. Kelas main Kelas yang memiliki fungsi awal dieksekusi ketika sistem dijalankan.
b. Kelas yang menangani tampilan sistem (view) Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tampilan ke pemakai.
c. Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller) Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case, kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.
d. Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model) Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data.
Berikut adalah contoh dari class diagram:
Sumber: (Yuzistin.dkk, 2016:267)
Gambar II.5 Contoh Class Diagram
4. Sequence Diagram
Menurut Rosa dan M.Shalahuddin (2018:165) Diagram sekuen atau Sequence
Diagram, yaitu “Menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan
mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirimkan dan diterima antar objek”. Oleh karena itu untuk menggambarkan diagram sekuen maka harus diketahui objek-objek yang terlibat dalam sebuah use case beserta metode-metode yang dimiliki kelas yang diinstansiasi menjadi objek itu.
Berikut adalah contoh dari Sequence Diagram:
Sumber: (Yuzistin.dkk, 2016:265)
Gambar II.6 Contoh Sequece Diagram