• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

8 2.1. Konsep Dasar Sistem

Istilah sistem sering dipakai dalam kegiatan perekonomian, pemerintahan, pendidikan, dan masih banyak lagi. Sistem yang saat ini terus berkembang tidak hanya mengendalikan prosedur yang berjalan tapi juga menyertakan media penyimpanan yang semakin hemat dan mempermudah pekerjaan manusia.

A. Pengertian Sistem

Maslihudin dan Oktafianto (2016:2) berpendapat bahwa, “sistem adalah sekumpulan komponen atau jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berkaitan dan saling bekerja sama membentuk satu jaringan kerja untuk mencapai sasaran atau tujuan tertentu”.

Sedangkan menurut Kadir (2014:61), “Sistem adalah sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. Ada 3 elemen yang membentuk sebuah sistem (Kadir, 2014:62-64) yaitu:

1. Input

Segala sesuatu yang masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan untuk di proses.

2. Proses

Bagian yang melakukan perubahan dari input menjadi output yang berguna. 3. Output

Hasil dari pemrosesan, misalnya berupa suatu informasi, saran, cetakan laporan, dan sebagainya.

(2)

B. Karakteristik dan Klasifikasi Sistem

Menurut Hutahaean (2014:3), supaya sistem itu dikatakan sistem yang baik, maka harus memiliki karakteristik sebagai berikut:

1. Komponen (components)

Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen-komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. 2. Batasan Sistem (boundary)

Batasan sistem merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batasan sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut

3. Lingkungan Luar Sistem (enviroment)

Lingkungan luar sistem adalah batas luar dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Environment dapat bersifat menguntungkan sehingga harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.

4. Penghubung Sistem (interface)

Penghubung sistem menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir antar subsistem. Keluaran (output) dari subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lain melalui penghubung.

5. Masukkan Sistem (input)

(3)

perawatan (maintenance input) dan masukkan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan agar sistem dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem (output)

Keluaran sistem adalah sistem yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolah Sistem (process)

Suatu sistem menjadi bagian dari pengolah yang akan merubah masukkan menjadi keluaran.

8. Sasaran Sistem (objectives)

Suatu sistem pasti mempunyai tujuan (goal) atau sasaran (objective). Sasaran dari sistem sangat menentukan input yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem.

Sumber : Hutahaean (2014:5)

Gambar II.1. Karakteristik Sistem

(4)

Hutahaean (2014:6) juga mengklasifikasikan sistem dalam beberapa sudut pandang, yaitu:

1. Klasifikasi sistem sebagai:

a. Sistem abstrak (abstract system)

Sistem abstrak sistem yang berupa pemikiran-pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik.

b. Sistem fisik (physical system)

Sistem fisik adalah sistem yang ada secara fisik. 2. Klasifikasi sistem sebagai:

a. Sistem alamiah (natural system)

Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak dibuat oleh manusia. Misalnya sistem perputaran bumi.

b. Sistem buatan manusia (human made system)

Sistem buatan manusia adalah sistem yang dibuat oleh manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin.

3. Klasifikasi sistem sebagai:

a. Sistem tertentu (determiniticl system)

Sistem tertentu adalah sistem yang beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat dipredikasi, sebagai keluaran sistem yang dapat diramalkan. b. Sistem tak tentu (probalistic system)

Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat dipredikasi karena mengandung unsur probabilistik.

(5)

4. Klasifikasi sistem sebagai: a. Sistem tertutup (close system)

Sistem tertutup adalah sistem yang tidak terpengaruh dan tidak berhubungan dengan lingkungan luar, sistem bekerja secara otomatis tanpa ada turut campur lingkungan luar. Secara teoritis sistem tertutup ini tidak ada, kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanya relatively closed system.

b. Sistem terbuka (open system)

Sistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi lingkungan luar. Sistem ini menerima input dan output dari lingkungan luar atau subsistem lainnya. Karena sistem terbuka terpengaruh lingkungan luar maka harus mempunyai pengendali yang baik.

C. Pengertian Informasi

Menurut Gordon B. Davis dalam Ladjamudin (2013:8), “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berguna dan nyata atau berupa nilai yang dapat dipahami dalam pengambilan keputusan sekarang maupun yang akan datang”.

Djahir dan Pratita (2014:8) mendefinisikan bahwa, “Informasi merupakan suatu kesatuan yang tampak maupun tidak tampak fungsinya untuk mengurangi ketidakpastian suatu keadaan atau peristiwa di masa depan. Infromasi terdiri dari data yang telah diambil kesimpulan, argumen, atau dasar dalam pengambilan keputusan”.

(6)

Ciri-ciri informasi yang berkualitas menurut Raymond Mc. Leod dalam Anggraeni dan Irviani (2017:15) adalah:

1. Akurat, informasi harus mencerminkan keadaan yang sebenarnya dan informasi tersebut harus bebas dari kesalahan-kesalahan.

2. Tepat waktu, informasi harus tersedia/ada pada saat informasi tersebut diperlukan dan tidak terhambat.

3. Relevan, informasi yang diberikan harus sesuai dengan yang dibutuhkan. 4. Lengkap, informasi harus diberikan secara lengkap karena bila informasi

yang dihasilkan sebagian-sebagian akan mempengaruhi dalam mengambil keputusan.

D. Pengertian Sistem Informasi

Anggraeni dan Irviani (2017:2) mendefinisikan bahwa, “sistem informasi merupakan suatu kombinasi teratur dari orang-orang, hardware, software, jaringan komputer, dan sumber daya data yang mengumpulkan, mengubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah organisasi”.

Fungsi sistem informasi, adalah:

1. Untuk meningkatkan aksebilitas data yang ada secara efektif dan efisien kepada pengguna tanpa dengan perantara sistem informasi.

2. Memperbaiki produktivitas aplikasi pengembangan dan pemeliharaan sistem. 3. Menjamin ketersediaan kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan

sistem informasi secara kritis.

4. Mengidentifikasi kebutuhan mengenai keterampilan pendukung sistem informasi.

(7)

5. Mengantisipasi dan memahami akan konsekuensi ekonomi. 6. Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem informasi. 7. Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.

Keseimbangan antara sistem dan informasi akan berjalan apabila terdiri dari komponen-komponen berikut ini:

1. Komponen input, yaitu data yang masuk ke dalam sistem informasi.

2. Komponen model, adalah kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang memproses data yang tersimpan di basis data dengan cara yang sudah ditentukan untuk menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Komponen output, adalah hasil informasi yang berkualitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan manajemen serta semua pemakai sistem. 4. Komponen teknologi, alat dalam sistem informasi, teknologi digunakan dalam menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirim output, dan memantau pengendalian sistem. 5. Komponen basis data, adalah kumpulan data yang saling berhubungan yang

tersimpan di dalam komputer dengan menggunakan software database. 6. Komponen kontrol, adalah komponen yang mengendalikan gangguan

terhadap sistem informasi.

E. Pelayanan Umum (Public Service)

Konsepsi pelayanan administrasi pemerintahan sering kali digunakan secara bersama-sama atau dipakai sebagai sinomim dari konsepsi pelayanan perijinan, pelayanan umum, dan pelayanan publik. Keempat istilah tersebut dipakai sebagai terjemahan dari public service.

(8)

Menurut Sampara dalam Sinambela, dkk (2017:5), “Pelayanan adalah suatu sistem atau urutan kegiatan yang terjadi dalam interaksi langsung antarseseorang dengan orang lain atau mesin secara fisik, dan menyediakan kepuasan pelanggan”.

Selanjutnya menurut Kepmenpan No.63/KEP/M.PAN/7/2003 dalam Sinambela, dkk (2017:5), “Publik adalah segala kegiatan pelayanan yang dilaksanakan oleh penyelenggara pelayanan publik sebagai upaya pemenuhan kebutuhan penerima pelayanan maupun pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan”.

Dengan demikian Sinambela, dkk (2017:5) menyimpilkan bahwa “pelayanan publik adalah pemenuhan keinginan dan kebutuhan masyarakat oleh penyelenggara negara”. Negara didirikan oleh publik (masyarakat) tentu saja dengan tujuan agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat. Untuk mencapai kepuasan itu kualitas pelayanan yang tercermin dari:

1. Transparansi, yakni pelayanan yang bersifat terbuka, mudah dan dapat diakses oleh semua pihak yang membutuhkan dan disediakan secara memadari serta mudah dimengerti.

2. Akuntabilitas, yakni pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

3. Kondisional, yakni pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan pemberi dan penerima pelayanan.

4. Partisipatif, yaitu pelayanan dapat mendorong peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

(9)

5. Kesamaan hak, yaitu pelayanan tidak melakukan diskriminasi dilihat dari aspek apa pun khususnya suku, ras, agama, golongan, status sosial, dan lain-lain.

6. Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pelayanan yang mempertimbangkan aspek keadilan antara pemberi dan penerima pelayanan publik.

F. Pengertian Desa

Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 (Undang Undang Desa) mendefinisikan bahwa:

Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia”.

Berdasarkan Pasal 8 Nomor 2 dalam Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 (Undang Undang Desa) disebutkan bahwa pembentukkan desa disesuaikan dengan mempertimbangkan prakarsa masyarakat Desa, asal usul, adat istiadat, kondisi sosial budaya masyarakat Desa, serta kemampuan dan potensi Desa.

Namun sebagaimana yang dijelaskan pada Pasal 9, desa juga dapat dihapus apabila disebabkan bencana alam ataupun kepentingan pemerintahan berupa program nasional yang strategis. Maka dari itu perlu ada upaya mempertahankan desa dengan dilaksanakannya pembangunan desa yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, kualitas kualitas hidup manusia, penanggulangan kemiskinan melalui kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana, pengembangan potensi ekonomi lokal, serta pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan yang berkelanjutan.

(10)

Status desa dapat diubah menjadi kelurahan sebagaimana kesimpulan yang dikutip dari Pasal 12 Nomor 1 pada Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 (Undang Undang Desa), yaitu berdasarkan prakarsa masyarakat dan memenuhi persyaratan yang ditentukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

G. Internet

Menurut Sanjaya dalam Zainiyati (2017:152) menjelaskan bahwa, “internet merupakan jaringan global yang menghubungkan beribu bahkan berjuta jaringan komputer (local/wide area network) dan komputer pribadi (stand alone), yang memungkinkan setiap komputer yang terhubung kepadanya bisa melakukan komunikasi satu sama lain”

Internet muncul awal tahun 1969 yang dibuat oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet untuk mendukung keperluan penelitian (riset) kalangan militer. Tetapi dalam perkembangan selanjutnya jaringan ini digunakan untuk keperluan pendidikan pada perguruan tinggi yang dimulai dengan University of California.

Internet memiliki banyak fasilitas yang mampu memberi dukungan bagi keperluan militer, akademis, media massa, maupun bisnis. Fasilitas tersebut antara lain Telnet, Gopher, internet relay chat, dan juga WAIS. Dengan lima fasilitas standar yang dapat digunakan untuk keperluan pendidikan, yaitu e-mail, mailing list, newsgroup, file transfer protocol (FTP), world wide web (WWW).

Di internet sendiri terdapat banyak situs atau website yang memuat segala bentuk infromasi, baik berupa teks, gambar, maupun video yang dapat diakses melalui domain tertentu.

(11)

H. Website

Marisa (2016:1) menyatakan pengertian website sebagai berikut:

Website dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk mempublikasikan informasi berupa teks, gambar, dan program multimeedia lainnya berupa animasi (gambar gerak, tulisan gerak), suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait antara satu halaman dengan halaman yang lain yang sering disebut sebagai hyperlink.

Sebuah web page di tulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language), yang hampir selalu bisa di akskes melalui HTTP, yaitu protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk di tampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Sebagaimana menurut Siberto (2013:12), “Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menjadikan sumber informasi web”.

Selain itu Marisa (2016:2) juga berpendapat bahwa, “Aplikasi web adalah jenis aplikasi yang menggunakan arsitek client-server”. Pada jenis arsitektur ini, sebuah program client terhubung pada sebuah server untuk informasi yang dibutuhkan untuk melengkapi tugas-tugas yang telah diset oleh user.

Berikut ini merupakan tugas dari server dan client: 1. Web Server

Server menerima permintaan-permintaan dari para client web browser dan kemudian meresponnya. Beberapa permintaan yang datang dari client disertai nama dan alamt item yang client cari. Setelah itu server merespon data yang dicari oleh client atau sebuah kode error yang mengidentifikasikan bahwa item tidak terdapat pada server.

(12)

2. Web Client

Ketika user meminta server mengirim form, browserlah yang memformat permintaan tersebut ke dalam sesuatu yang server dapat mengerti. Server memproses dan mengirim respon, browser mengambil data dan kemudian merendernya untuk ditampilkan ke user.

I. Konsep Dasar Program

Perangkat lunak dan bahasa pemrograman yang mendukung penggunaan website dan database, diantaranya:

1. XAMPP

Menurut Wicaksono dalam Jurnal Firdayanthie dan Mahdiati (2016:129) menjelaskan bahwa “XAMPP adalah sebuah software berbasis PHP dan menggunakan pengolah data MySQL di komputer lokal”. XAMPP berperan sebagai server web pada komputer lokal. Apache merupakan aplikasi web server dan bertugas untuk menghasilkan halaman web yang benar kepada user berdasarkan kode PHP yang dituliskan oleh pembuat halaman web. Sedangkan MySQL merupakan aplikasi database server yang digunakan untuk mengolah database beserta isinya.

2. HTML

Menurut Setiawan (2017:16), “HTML atau Hyper Text Language merupakan sebuah bahasa pemrograman terstruktur yang dikembangkan untuk membuat halaman website yang dapat diakses atau ditampilkan menggunakan web browser”.

(13)

3. PHP

Menurut Setiawan (2017:54), “Hypertext Preprocessor yang merupakan sebuah bahasa scripting tingkat tinggi yang dipasang dalam dokumen HTML”. Tujuan utama dari penggunaan bahasa pemrograman PHP adalah untuk memungkinkan perancangan web yang dinamis dan dapat bekerta secara otomatis.

4. CSS

Menurut Setiawan (2017:116), “CSS merupakan salah satu kode pemrograman yang bertujuan untuk menghias dan mengatur gaya tampilan/layout halaman web supaya lebih elegan dan menarik”. CSS digunakan oleh web programer dan juga web designer untuk menentukan warna, tata letak font, dan semua aspek lain dari presentasi dokumen di situs mereka.

5. JavaScript dan jQuery

Setiawan (2017:194) menyatakan kegunaan JavaScript adalah untuk menambah interaktif suatu web. Sedangkan jQuery adalah sebuah library JavaScript. Library adalah kumpulan dari berbagai fungsi siap pakai untuk memudahlan pembuatan sebuah aplikasi. Dengan demikian, Setiawan (2017:210) menjelaskan bahwa, “jQuery adalah kumpulan fungsi-fungsi javascript yang memudahkan penulisan kode JavaScript”.

J. Basis Data

Setiawan (2017:8) menjelaskan bahwa “database ialah kumpulan banyak data yang saling terkait dan terkumpul dalam satu tempat yang sama dan dipakai

(14)

oleh sistem aplikasi yang dikontrol secara terpusat serta memiliki nilai yang berharga bagi pemilik”.

Sedangkan Rosa dan Salahudin (2018:44) berpendapat bahwa, “DBMS (Database Management System) atau dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai Sistem Manajemen Basis Data adalah suatu sistem yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan menampilkan data”.

K. Model Pengembangan Perangkat Lunak

Mulyani (2016:26) mendefinisikan bahwa, “Prototype merupakan teknik pengembangan sistem yang menggunakan prototype untuk menggambarkan sistem, sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukannya”.

Teknik prototype digunakan sebagai gambaran dari sistem yang akan dikembangkannya tersebut. Dalam pengembangan sistem informasi, prototype sering diwujudkan dalam bentuk user interface program aplikasi dan contoh-contoh reporting yang akan dihasilkan. Sehingga dengan demikian penguna sistem akan mempunyai gambaran tentang sistem yang akan digunakannya nanti.

Menurut MCLeod dan Schell dalam Mulyani (2016:27) ada dua tipe dari prototype yaitu:

1. Evolution prototype

Evolutionary Prototype yaitu prototype yang secara terus menerus dikembangkan hingga prototype tersebut memenuhi fungsi dan prosedur yang dibutuhkan oleh sistem.

(15)

a. Analisis kebutuhan user.

Pengembang dan pengguna atau pemilik sistem melakukan diskusi dimana pengguna atau pemilik sistem menjelaskan kepada pengembang tentang kebutuhan sistem yang mereka inginkan.

b. Membuat prototype.

Pengembang membuat prototype dari sistem yang telah dijelaskan oleh pengguna atau pemilik sistem.

c. Menyesuaikan prototype dengan keinginan user.

Pengembang menanyakan kepada pengguna atau pemilik sistem. d. Menggunakan prototype.

Sistem mulai dikembangkan dengan prototype yang sudah dibuat.

Sumber : Mulyani (2016:27)

Gambar II.2.

(16)

2. Requirements prototype

Requirement prototype merupakan prototype yang dibuat oleh pengembang dengan mendifiniskan fungsi dan prosedur sistem dimana pengguna atau pemilik sistem tidak bisa mendefinisikan sistem tersebut.

Berikut ini langkah-langkah dari requirement prototype : a. Analisis kebutuhan user.

Pengembang dan pengguna atau pemilik sistem melakukan diskusi dimana pengguna atau pemilik sistem menjelaskan kepada pengembang tentang kebutuhan sistem yang mereka inginkan.

b. Membuat prototype.

Pengembang membuat prototype dari sistem yang telah dijelaskan oleh pengguna atau pemilik sistem.

c. Menyesuaikan prototype dengan keinginan user.

Pengembang menanyakan kepada pengguna atau pemilik sistem tentang prototype yang sudah dibuat, sesuai atau tidak dengan kebutuhan sistem. d. Membuat sistem baru.

Pengembang menggunakan prototype yang sudah dibuat untuk membuat sistem baru.

e. Melakukan testing sistem.

Pengguna atau pemilik sistem melakukan uji coba terhadap sistem yang dikembangkan.

f. Menyesuaikan dengan keinginan user.

Sistem disesuaikan dengan keinginan user dan kebutuhan sistem. g. Menggunakan sistem.

(17)

2.2. Teori Pendukung

A. Entity Relationship Diagram

Menurut Ladjamudin (2013:143), “Diagram hubungan entitas atau yang lebih dikenal dengan sebutan E-R diagram, adalah notasi grafik dari sebuah model data atau sebuah model jaringan yang menjelaskan tentang data tersimpan (storage data) dalam sistem secara abstrak”.

Menurut Yanto (2016:32) ERD adalah “Suatu diagram untuk menggambarkan desain konseptual dari model konseptual suatu basis data”. ERD juga merupakan gambaran yang merelasikan antara objek yang satu dengan objek yang lain dari objek di dunia nyata yang sering dikenal dengan hubungan antar entitas.

Derajat kardinalitas merupakan penjabaran dari hubungan antarentitas. Derajat kardinalitas dibagi atas 3 (tiga) bagian yaitu:

1. One to One

Derajat kardinalitas one to one terjadi jika satu entitas X hanya berelasi dengan satu entitas Y, ataupun sebaliknya.

2. One to Many

Derajat kardinalitas one to many terjadi jika satu entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya.

3. Many to Many

Derajat Kardinalitas many to many terjadi jika banyak entitas X berelasi dengan banyak entitas Y, ataupun sebaliknya.

(18)

Sumber: Yanto (2016:40)

Gambar II.3.

Contoh Derajat Kardinalitas

B. Logical Record Structure

Menurut Simarmata dan Paryudi dalam Jurnal Fridayanthiel dan Mahdiati (2016:132) juga menjelaskan bahwa, “Logical Record Structured (LRS) adalah representasi dari struktur record-record pada tabel-tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas”.

Sedangkan menurut Tabrani dalam Jurnal Sandra (2014:33-41) “Logical Record Structure (LRS) dibentuk dengan nomor dari tipe record”. Beberapa tipe record digambarkan oleh kotak persegi panjang dan dengan nama yang unik. LRS terdiri dari link-link diantara tipe record. Link ini menunjukkan arah dari satu tipe record field -field yang kelihatan pada kedua link tipe record.

(19)

Sumber: Sandra (2017:89)

Gambar II.4.

Contoh LRS Studi Kasus Nilai Siswa

C. Unified Modelling Language

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:133) “UML (Unified Modeling Language) adalah salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk medefinisikan requirement, membuat analisis dan desain, serta menggambarkan arstitektur dalam pemograman berorientasi objek”.

(20)

Diagram UML terdiri dari 13 macam dan dikelompokan dalam tiga kategori seperti gambar berikut ini:

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:140) Gambar II.5.

Diagram Unified Modelling Language

Namun dalam perancangan sistem, penggunaan UML hanya terfokus pada 4 diagram saja, yaitu:

1. Use Case Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:155), “Use Case diagram merupakan pemodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang dibuat”. Use Case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada di

(21)

dalam sebuah sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu.

Sumber : Sukamto dan Shalahuddin (2016:205) Gambar II.6.

Contoh Diagram Use Case Studi Kasus Perpustakaan

2. Activity Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:161) menjelaskan “Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau

(22)

aktivitas dari sebuah sistem atau proses bisnis atau menu yang ada pada perangkatn lunak”.

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:235) Gambar II.7.

Contoh Activity Diagram Perpustakaan

3. Class Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:141), “Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Class memiliki apa yang disebut attribut dan metode atau operasi.

(23)

a) Attribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. b) Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas

Sumber: Sukamto dan Shalahuddin (2016:205) Gambar II.8.

Contoh Diagram Class Studi Kasus Perpustakaan

4. Sequence Diagram

Menurut Sukamto dan Shalahuddin (2016:165), “Sequence diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mengdeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan diterima antar objek”.

Gambar

Gambar II.1.
Gambar II.2.
Gambar II.3.
Gambar II.4.
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Abdulloh (2018:1), Website dapat diartikan sebagai “Kumpulan halaman yang berisi informasi data digital baik berupa teks, gambar, animasi, suara, dan video atau

Menurut Hidayat (2010:2) “website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam, atau gerak, animasi, suara, dan

Website adalah sering juga disebut Web, dapat diartikan suatu kumpulan-kumpulan halaman yang menampilkan berbagai macam informasi teks, data, gambar diam ataupun

Menurut Hidayat (2010:2) website atau situs dapat diartikan “sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau

Menurut Hidayat, (2010:2), Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak,

Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak, animasi, suara, dan

Konsep Dasar Web Menurut Hidayat, 2010:2 website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi teks, gambar diam atau gerak,