• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akibat Kepailitan Atas Gugatan-Gugatan Hukum Oleh dan Terhadap Debitur Pailit

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Akibat Kepailitan Atas Gugatan-Gugatan Hukum Oleh dan Terhadap Debitur Pailit"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

I. Buku

Ahmad Yani dan Gunawan Widjaja. Seri Hukum Bisnis dan Kepailitan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2002)

Ali, Mohammad Chidir. Kepailitan dan Penundaan Pembayaran. Bandung: Mandar Maju, 1995.

Edy Ikhsan dan Mahmul Siregar. Metode Peneliian dan Penulisan Hukum Sebagai Bahan Ajar. Medan: Fakultas Hukum USU, 2009.

Fuady, Munir. Hukum Pailit dalam Teori dan Praktek. Bandung: PT. Citra Aditya Bakti, 2010.

Hasibuan, Fauzi Yusuf. Seri Pendidikan Advokat: Praktek Hukum Acara Perdata . Jakarta: Fauzie & Partners, 2007

Lontoh, Rudi. A. Penyelesaian Utang-piutang. Bandung: Alumni, 2001.

Manik, Edward. Cara Mudah Memahami Proses Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (Dilengkapi Dengan Studi Kasus Kepailitan). Bandung: Mandar Maju, 2012

Mertokusumo, Sudikno. Hukum Acara Perdata di Indonesia. Yogyakarta: Liberty, 1979.

Pradjoto, “RUU Kepailitan Ditinjau Dari Aspek Perbankan” (Makalah ini disampailkan dalam seminar Sosialisasi RUU Tentang Kepailitan oleh BPHN dan Ellips Project , tanggal 27-28 Juli 1999)

R. Suryatin. Hukum Dagang I dan II. Jakarta: Pradnya Paramita, 1983.

Subhan, Hadi. Hukum Kepailitan: Prinsip, Norma dan Praktik di Peradilan. Jakarta: Kencana, 2008.

Sunarmi. Hukum Kepailitan Edisi 2. Jakarta: Sofmedia, 2010.

Soekanto, Soejono. Penelitian Hukum. Jakarta: UI Press, 1986.

Syahdeini, Sutan Remy. “Sejarah Hukum Kepailitan di Indonesia.” Jurnal Hukum Bisnis, Jakarta, Vol. 12 (2002).

(2)

Simanjuntak, Ricardo. “Rancangan Perubahan Undang-Undang Kepailitan dalam Perspektif Pengacara (Komentar Terhadap Perubahan Undang-Undang Kepailitan).” Jurnal Hukum Bisnis, Vol. 17 (2002).

Sinaga, Syamsudin. Hukum Kepailitan Indonesia. Jakarta: Tatanusa, 2012.

Samudra, Teguh. “Strategi dan Taktik Beracara.” (Makalah disampaikan pada Karya Latihan Bantuan Hukum (KALABAHU), Jakarta, 6 April 2005).

Viktor Situmorang dan Henry Soekarso. Pengantar Hukum Kepailitan di Indonesia. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1994.

Waluyo, Bernadette. Hukum Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang. Bandung: Mandar Maju, 1999.

Widjaja, Gunawan. Tanggung Jawab Direksi Atas Kepailitan Perseroan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003.

\

II. Perundang-undangan

Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.

Republik Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Perdata

Republik Indonesia. Undang-Undang No.37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU

III. Website

Syarat Kepailit

Pelaksanaan Putusan Pailit Oleh Kurator.

Referensi

Dokumen terkait

Perbuatan hukum yang digugat action paulina dalam kepailitan tersebut merupakan perbuatan yang merugikan kreditur yang merupakan pembayaran atas, atau pemberian jaminan untuk

Berdasarkan putusan-putusan tersebut, maka peneliti memiliki ketertarikan untuk menganalisis duduk perkara kepailitan antara PT Rabobank International Indonesia

Adapun judul dalam penelitian Akibat Hukum Pailit Pada Perusahaan Asuransi Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2004 Tentang Kepailitan dan

Dalam Pasal 1 angka 6 Undang-Undang 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan PKPU dijabarkan bahwa yang dimaksud dengan utang dalam hukum kepailitan adalah kewajiban yang dinyatakan

Pengertian Kepailitan menurut Undang-undang No. Situmorang, Pengantar Hukum Kepailitan di Indonesia, Rineke Cipta, Jakarta, 2004, hlm.. pailit yang pengurusan dan

Harton Badia Simanjuntak: Akibat Hukum Putusan Pailit Terhadap Utang Pajak Perseroan Ditinjau dari Hukum Kepailitan Dan Hukum Pajak, 2005... Harton Badia Simanjuntak: Akibat

Dalam ilmu hukum perbuatan tersebut dikenal sebagai actio pauliana.Pengertian dari actio pauliana ini sendiri adalah hak yang diberikan oleh undang-undang kepada seorang

Artikel ini membahas kedudukan dan konsekuensi putusan pailit debitur terhadap hak eksekusi benda jaminan oleh kreditur separatis menurut hukum