TA 135 MUSEUM BATIK YOGYAKARTA
56
LP3A TUGAS AKHIR | KAMILA HASNA KHAIRANI (21020112140167)BAB IV
KESIMPULAN, BATASAN, DAN ANGGAPAN
4.1 Kesimpulan
Pada bab sebelumnya telah dibahas latar belakang, pengertian, dan kebutuhan tentang Kabupaten Bantul untuk memiliki Museum Batik Yogyakarta yang berskala provinsi yaitu Provinsi DIY. Maka dapat disimpulkan bahwa:
a. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang dinobatkan sebagai kota batik dunia oleh World Craft Council membutuhkan sebuah Museum Batik yang dapat memamerkan serta mengedukasi tentang batik.
b. Kegiatan yang akan diadakan di museum ini selain fungsinya untuk menyimpan dan memamerkan koleksi kain batik, juga sebagai tempat untuk melakukan edukasi tentang batik dari mulai workshop proses membatik, mengenal pengrajin-pengrajin batik secara langsung yang ada di sekitar lokasi museum dan kegiatan-kegiatan lainnya yang berhubungan dengan edukasi batik.
c. Studi banding memberikan gambaran dalam membangun Museum Batik Yogyakarta.
4.2 Batasan
Pada bab sebelumnya telah dibahas beberapa batasan-batasan dalam merancang Museum Batik Yogyakarta, batasan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Pembangunan museum berdasarkan Perda Kabupaten Bantul dan RDTRK. b. Kepemilikan bangunan milik instansi pemerintah dikelola oleh Disbudpar Provinsi
DIY yang bekerja sama dengan museum milik pribadi.
c. Program ruang berdasarkan analisa pada LP3A yang diambil dari standard dipadukan dengan studi banding.
d. Lingkup koleksi yang dipamerkan di museum ini yaitu batik-batik yang berasal dari seluruh Pulau Jawa namun tidak menutup kemungkinan jika ada koleksi batik dari luar Pulau Jawa.
4.3 Anggapan
Berdasarkan pembahasan pada bab sebelumnya maka timbulah anggapan sebagai berikut:
a. Perencanaan pembangunan Museum Batik Yogyakarta diharapkan mampu meningkatkan angka pengunjung Museum Batik itu sendiri.
b. Lokasi yang terpilih merupakan lokasi yang potensial dan batik sudah menjadi kearifan lokal di wilayah tersebut.