• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme Perdagangan Saham di Bursa Efe

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Mekanisme Perdagangan Saham di Bursa Efe"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

MAKALAH ANALISIS INVESTASI DAN MANAJEMEN PORTOFOLIO

“INVESTASI DI PASAR MODAL”

Kelompok 10

Nama Kelompok :

1. Bela Amalia Hartanti (31401405430) 2. Bioli Nindi Tiara Putri (31401405431) 3. Dewi Ika Supartriono (31401405453) 4. Dhea Anggita F (31401405456) 5. Grittya Kusuma Dewi (31401405517) 6. Nindya Ristra Dwilasari (31401405627)

(2)

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

TAHUN AJARAN 2016/2017

DAFTAR ISI

Halaman Judul ...1

Daftar Isi ...2

Bab I Pendahuluan...3

Bab II Isi...5

(3)

BAB 1

PENDAHULUAN

1. Latar Belakang

Perkembangan dunia investasi di Indonesia saat ini semakin pesat. Semakin banyak masyarakat yang tertarik dan masuk ke bursa untuk melakukan investasi. Hal ini membuktikan semakin berkembangnya dunia investasi yang kemudian membuat para pengelola dana menciptakan berbagai produk untuk ditawarkan kepada

masyarakat. Pada dasarnya investasi merupakan kegiatan penempatan dana pada aset tertentu pada periode tertentu dengan harapan memperoleh imbal hasil yang

diinginkan.

Salah satu bidang investasi sangat berkembang saat ini adalah investasi di pasar modal. Selain menjadi wadah yang mempertemukan pihak-pihak yang membutuhkan dana (emiten) dan pihak-pihak yang kelebihan dana (investor), berinvestasi di pasar modal juga dapat memberikan tambahan pendapatan berupa capital gain dan dividen

bagi investor. Investor pada umumnya merupakan pihakyang tidak menyukai risiko tetapi menginginkan pengembalian yang maksimal. Meskipun investasi di pasar modal menjanjikan tingkat pengembalian yang lebih tinggi, namun perlu diingat bahwa semakin besar pengembalian, maka risiko-nya akan semakin besar pula. Sebagai seorang investor yang rasional sebaiknya harus memperhatikan bagaimana investasi dapat menghasilkan pengembalian yang optimal pada tingkat risiko yang minimal. Oleh karena itu, investor dapat mengurangi risiko dengan melakukan diversifikasi dalam portofolio.

2. Rumusan Masalah

1. Bagaimana mekanisme perdagangan saham di BEI? 2. Bagaimana etika di pasar modal?

3. Pihak pihak mana saja yang terlibat di pasar modal?

(4)

1. Untuk mengetahui mekanisme perdagangan saham di BEI 2. Untuk mengetahui etika di pasar modal

(5)

BAB II

PEMBAHASAN

1. Mekanisme Perdagangan Saham di Bursa Efek Indonesia

Pelaksanaan perdagangan Efek di Bursa dilakukan dengan menggunakan fasilitas JATS. Perdagangan saham di Bursa hanya dapat dilakukan oleh Anggota Bursa (AB) yang juga menjadi anggota Kliring KPEI. Anggota Bursa bertanggung jawab terhadap seluruh transaksi yang dilakukan di Bursa baik untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan nasabah.

a) Proses Pelaksanaan Perdagangan di Bursa

(6)

 Kesalahan Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek dalam rangka

Remote Trading kecuali kesalahan perangkat lunak JONEC yang disediakan oleh Bursa.  Kelalaian atau kesalahan PJPP dalam melaksanakan penawaran jual dan atau permintaan

beli ke JATS.

 Kelalaian atau kesalahan IT Officer Remote Trading dalam pengoperasian Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek.

 Adanya akses yang tidak sah yang dilakukan melalui Peralatan Penunjang dan atau aplikasi Anggota Bursa Efek.

B. Penyelesaian Akuntansi

C. Pesanan Nasabah

Pesanan yang dapat dilaksanakan di Bursa oleh Anggota Bursa adalah pesanan terbatas (limit order), yaitu pesanan yang dilaksanakan oleh Anggota Bursa sampai dengan batas harga yang ditetapkan oleh nasabahnya. Penawaran jual dan atau permintaan beli nasabah atas Efek selain HMETD hanya boleh ditransaksikan oleh Anggota Bursa di Pasar Reguler, kecuali nasabah menginstruksikan atau menyetujui secara tertulis bahwa penawaran jual atau permintaan belinya ditransaksikan di Pasar Tunai atau Pasar Negosiasi.

D. Satuan Perdagangan

Segmen Pasar Waktu Penyelesaian Transaksi

Pasar Reguler Hari Bursa ke-3 setelah terjadinya Transaksi Buras (T+3)

Pasar Tunai Hari Bursa yang sama dengan terjadinya Transaksi Bursa (T+0)

(7)

Perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 500 (lima ratus) Efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot).

Satuan Perubahan Harga (Fraksi) :

Harga Step Value Maximum Price Step *

< Rp 200 Rp 1 Rp 10 HariBursapenuh dan disesuaikan pada Hari Bursa berikutnya jika Harga Penutupan berada pada rentang harga yang berbeda. Jenjang maksimum perubahan harga dapat dilakukan sepanjang tidak melampaui batasan persentase auto rejection.

Auto Rejection*

Harga penawaran jual dan atau permintaan beli yang dimasukkan ke dalam JATS adalah harga penawaran yang masih berada di dalam rentang harga tertentu. Bila Anggota Bursa memasukkan harga diluar rentang harga tersebut maka secara otomatis akan ditolak oleh JATS (auto rejection).

Batasan auto rejection yang berlaku saat ini:

· Harga penawaran jual atau penawaran beli saham,yakni :

 Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 35% (tiga puluh lima

perseratus) di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga Rp 50,- (lima puluh rupiah) sampai dengan dari Rp 200,- (dua ratus rupiah);

(8)

 Harga penawaran jual atau penawaran beli saham lebih dari 20% (dua puluh perseratus)

di atas atau di bawah Acuan Harga untuk Saham dengan rentang harga di atas Rp

5.000,-(lima ribu rupiah).

Penerapan Auto Rejection terhadap harga di atas untuk perdagangan saham hasil penawaran umum yang pertama kalinya diperdagangkan di bursa (perdagangan perdana), ditetapkan sebesar 2 (dua) kali dari persentase batasan auto rejection harga sebagaimana dimaksud dalam butir di atas.Acuan Harga yang digunakan untuk pembatasan harga penawaran tertinggi atau terendah atas saham yang dimasukkan ke JATS dalam perdagangan saham di Pasar Reguler dan Pasar Tunai ditentukan sebagai berikut:

 Menggunakan harga pembukaan (Opening Price) yang terbentuk pada sesi Pra-Pembukaan

 Menggunakan harga penutupan (Closing Price) di Pasar Reguler pada Hari Bursa sebelumnya (Previous Price) apabila Opening Price tidak terbentuk.

 Dalam hal Perusahaan Tercatat melakukan tindakan korporasi maka selama 3 (tiga) Hari Bursa berturut-turut setelah berakhirnya perdagangan saham yang memuat hak (periode cum) di Pasar Reguler, Acuan Harga di atas menggunakan Previous Price dari masing-masing Pasar (Reguler atau Tunai).

Pra-pembukaan*

Pelaksanaan perdagangan di Pasar Reguler dimulai dengan Pra-pembukaan. Anggota Bursa dapat memasukkan penawaran jual dan atau permintaan beli sesuai dengan ketentuan satuan perdagangan, satuan perubahan harga (fraksi) dan ketentuan auto rejection. Harga Pembukaan terbentuk berdasarkan akumulasi jumlah penawaran jual dan permintaan beli terbanyak yang dapat dialokasikan oleh JATS pada harga tertentu pada periode pembukaan.Seluruh penawaran jual dan atau permintaan beli yang tidak teralokasi di Pra-pembukaan, akan diproses secara langsung (tanpa memasukkan kembali penawaran jual dan atau permintaan beli) pada sesi I perdagangan, kecuali Harga penawaran jual dan atau permintaan beli

(9)

Pasar Reguler

Penawaran jual dan atau permintaan beli yang telah dimasukkan ke dalam JATS diproses oleh

JATS dengan memperhatikan:

i. Prioritas harga (price priority):

Permintaan beli pada harga yang lebih tinggi memiliki prioritas terhadap permintaan beli pada harga yang lebih rendah, sedangkan penawaran jual pada harga yang lebih rendah memiliki prioritas terhadap penawaran jual pada harga yang lebih tinggi.

ii. Prioritas Waktu (time Priority)

Bila penawaran jual atau permintaan beli diajukan pada harga yang sama, JATS memberikan prioritas kepada permintaan beli atau penawaran jual yang diajukan terlebih dahulu.

Pengurangan jumlah Efek pada JATS baik pada penawaran jual maupun pada permintaan beli untuk tingkat harga yang sama tidak mengakibatkan hilangnya prioritas waktu. Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai terjadi dan mengikat pada saat penawaran jual dijumpakan (match) dengan permintaan beli oleh JATS.

Pasar Negosiasi

Perdagangan Efek di Pasar Negosiasi dilakukan melalui proses tawar menawar secara individual (negosiasi secara langsung) antara:

 Anggota Bursa atau

 Nasabah melalui satu Anggota Bursa atau

 Nasabah dengan Anggota Bursa atau

Selanjutnya hasil kesepakatan dari tawar menawar tersebut diproses melalui JATS.

(10)

dilaksanakan di JATS. Kesepakatan mulai mengikat pada saat terjadi penjumpaan antara penawaran jual dan permintaan beli di JATS.

Penyelesaian Transaksi Bursa*

Penyelesaian Transaksi Bursa di Pasar Reguler dan Pasar Tunai antara Anggota Bursajual dan Anggota Bursa beli dijamin oleh KPEI.

 Transaksi Bursa Pasar Reguler wajib diselesaikan pada Hari Bursa ke-3 (T+3).

 Transaksi Bursa Pasar Tunai wajib diselesaikan pada Hari Bursa yang sama (T+0).

Penyelesaiain Transaksi Bursa yang dilakukannya di Pasar Reguler dan Pasar Tunai akan ditentukan oleh KPEI melalui proses Netting dan dilakukan melalui pemindahbukuan Efek dan atau dana ke rekening Efek Anggota Bursa yang berhak yang berada pada KSEI. Dalam hal kewajiban Anggota Bursa untuk menyerahkan Efek tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan maka Anggota Bursa tersebut wajib untuk menyelesaikan kewajibannya dengan uang pengganti (ACS= Alternate Cash Settlement) yang besarnya ditetapkan sebesar 125% (seratus dua puluh lima perseratus) dari harga tertinggi atas Efek yang sama yang terjadi di:

 Pasar Reguler dan Pasar Tunai yang penyelesaiannya jatuh tempo pada tanggal yang sama.

 Pasar Reguler pada Sesi I pada hari penyelesaian transaksi yang jatuh temponya sebagaimana di atas.

(11)

Anggota Bursa wajib membayar biaya transaksi kepada Bursa, KPEI dan KSEI yang dihitung berdasarkan nilai per transaksi Anggota Bursa sebagai berikut :

Jenis Transaksi Biaya Transaksi Dana Jaminan Pajak * Pasar Reguler dan

* Dibayarkan ke Bursa sebagai Wajib Pungut, sesuai ketentuan yang berlaku.

Minimum biaya transaksi yang harus dibayar AB adalah Rp 2.000.000,- (dua juta rupiah) per bulan termasuk untuk AB dalam keadaan suspensi atau SPAB-nya dibekukan:

Pembayaran harus sudah efektif dalam rekening Bursa setiap bulan selambat-lambatnya pada hari kalender ke-12 bulan berikutnya. Dalam hal hari kalender ke-12 (dua belas) di atas jatuh pada hari Sabtu atau hari Minggu atau hari libur, kewajiban dimaksud efektif pada hari kerja berikutnya. Keterlambatan pembayaran dikenakan denda sebesar 1% (satu per seratus) setiap hari kalender keterlambatan. Anggota Bursa yang tidak memenuhi kewajibannya selambat-lambatnya 5 Hari Bursa setelah lampaunya batas waktu pembayaran maka Anggota Bursa tersebut disamping dikenakan denda juga dikenakan suspensi sampai dengan diselesaikannya seluruh kewajiban pembayaran biaya transaksi dan dendanya.

1. Etika di Pasar Modal

(12)

Kita perlu memberikan penekanan pada sebuah kata kunci yang melandasi kegiatan di pasar modal, yaitu kejujuran. Kejujuran dianggap sama dan sebangun dengan keterbukaan (Disclosure). Padahal keduanya merupakan sebuah sikap yang berada pada kuadran berbeda. Keterbukaan hanya menyangkut prosedur, sesuatu yang sifatnya legalitas formal, sementara kejujuran mencakup sebuah sikap mental dan nilai-nilai etika.

A. Prinsip Keterbukaan dan Pasar Modal

Prinsip keterbukaan dalam pasar modal dibutuhkan karena diharapkan dapat meminimalisir pelanggaran etika. Terdapat beberapa factor yang mempengaruhi pelanggaran etika, antara lain :

a. Kebutuhan individu atau golongan

b. Tidak ada pedoman

c. Perilaku dan kebiasaan individu yang terakumulasi dan tak dikoreksi

d. Lingkungan yang tidak etis

e. Perilaku dari komunitas

Ada 3 fungsi prinsip keterbukaan dalam pasar modal menurut Bismar Nasution yang dituangkan dalam bukunya Keterbukaan Dalam Pasar Modal :

 Untuk memelihara kepercayaan publik terhadap pasar, keterbukaan pasar memiliki peran yang penting bagi investor sebelum mengambil keputusan untuk melakukan investasi karena ketebukaan bisa terbentuk suatu penilaian terhadap investasi sehingga investor secara optimal dapat menentukan pilihan terhadap portofolio mereka.

 Untuk menciptakan mekanisme pasar yang efisien, dengan demikian keterbukaan dapat berperan memberikan informasi yang benar agar dapat terciptanya harga pasar yang akurat.

 Untuk mencegah penipuan, dengan semakin beragamnya informasi maka akan lebih meminimalisir tindak penyalahgunaan.

B. Etika Bagi Emiten

(13)

peraturan dan sifat akuntansi berbagai alternatif dalam menyajikan kondisi atau aktivitas ekonomi emiten. Dengan adanya upaya Emiten untuk menyajikan informasi yang bersifat menyesatkan akan diminimalisir dan dikoreksi oleh akuntan publik, sehingga investor dapat menggunakan informasi Emiten (Perusahaan Publik) yang memiliki informasi orang dalam dilarang melakukan pembelian atau penjualan efek Emiten atas perusahaan publik yang dimaksud. Termasuk dalam pengertian “orang dalam” menurut pasal tersebut adalah corporate insiders. Seacara teknis insiders dapat dibedakan menjadi 2 jenis yaitu :

1) Tradisional Insiders

Meruapakan pihak yang dalam fiduciary position didalam emiten. Seperti komisaris, direktur, pegawai , dan pemegang saham.

2) Temporary Insiders

Merupakan pihak luar perusahaan yang memiliki hubungan trust dan confidence dengan perusahaan atau memiliki hubungan jangka pendek yang mengakibatkan fiduciaty position obligation mereka kepada perusahaan.

Beberapa macam praktik penyimpangan yang terjadi pada pasar modal :

1. Penipuan

Penipuan menurut Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Pasal 90 yaitu membuat pernyataan tidak benar mengenai fakta material atau tidak mengungkapan fakta material agar pernyataan yang dibuat tidak menyesatkan mengenai keadaan yang terjadi pada saat pernyataan untuk menguntungkan atau menghindarkan kerugian untuk diri atau pihak lain dengan tujuan memengaruhi pihak lain untuk membeli atau menjual efek.

2. Marking the close

Merupakan tindakan merekayasa harga permintaan atau penawaran efek pada saat atau mendekati saat penutupan perdagangan dengan tujuan membentuk harga efek yang tinggi pada hari perdagangan berikutnya.

3. Painting the tape

(14)

4. Cornering the market

Merupakan pembelian efek dalam jumlah besar sehingga dapat mengusai pasar.

5. Pools

Merupakan penghimpunan dana dalam jumlah besar oleh sekelompok investor dimana dana tersebut dikelola oleh broker yang memahami kondisi pasar tersebut.

C. Etika Bagi Investor

Didalam melakukan investasi pasar modak kebanyak investor akan lebih selektif terhadap investasi yang akan dilakukan pada perusahaab , suatu investor juga akan melihat dari sisi etika yang ditujukan kepada produk dan jasa perusahaan tersebut. Bagi investor yang tidak aktif menjalankan bisnis itu sendiri terdapat tiga pendekatan yang dapat digunakan yaitu :

1) Pendekatan Negatif

Disebut juga teori penghindaran dimana para investor yang beretika akan menghindari investasi pada perusahaan tidak disukai dan bertentangan dengan prinsip etika bisnis yang dianutnya.

2) Pendekatan Positif

Didalam penerapannya investor akan menyusun daftar perusahaan yang mampu memiliki etika bisnis yang sesuai dengan yang dianutnya.

3) Pendekatan Aktif

Dengan pendekatan ini investor akan melakukan investasi dibidang bisnis yang menurutnya tidak sesuai dengan etika bisnis yang umum dianutnya.

2. Pihak – Pihak Yang Terkait Di Pasar Modal

(15)

 BAPEPAM

 SEC (AS)

2. Instansi Pemerintah Terkait

 Departemen Kehakiman

 Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

3. Lembaga Swasta Terkait

Kelompok ini sering disebut sebagai profesi penunjang, antara lain:

 Akuntan Publik

a. Penjamin Emisi (underwriter) b. Penanggung (Guarantor) c. Wali Amanat (Trustee)

d. Perantara Pedagang Efek (Pialang, Broker), mencakup: 1. Sales

2. Dealer 3. Floor Trader e. Manajer Investasi

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Situmorang,M Paulus,2008.Pengantar pasar modal,(jakarta : mitra wacana media)

Anggora Pandji, Piji Pakarti,2001. Pengantar Pasar Modal, Cet. Iii (Jakarta: Rineka Cipta)

(17)

Referensi

Dokumen terkait

(1) Menyimpang dari Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2002 Tentang Hak Cipta dan dengan mengingat Pasal 70 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem

Di tingkat SMP/MTs diharapkan ada penekanan pembelajaran Salingtemas (Sains, lingkungan, teknologi, dan masyarakat) secara terpadu yang diarahkan pada

[r]

The aim of this note is to describe the restriction map from the moduli space of stable rank 2 bundle with small c 2 on a jacobian X of di- mension 2, to the moduli space of stable

Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, mendorong peneliti untuk melakukan perbaikan pembelajaran dengan model pembelajaran yang dapat meningkatakan

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , kata mediasi memberikan arti sebagai proses pengikutsertaan pihak ketiga dalam penyelesaian suatu perselisihan sebagai

When you have completed your Speaking tests you should despatch the necessary paperwork and recorded samples for external moderation to Cambridge for moderation as soon as possible

Menurut Sudarsono (1996), untuk keperluan menetralkan Al 3+ dalam kompleks jerapan tanah, maka jumlah dolomit yang diperlukan adalah 1 ton / ha untuk setiap me Al 3+ yang