• Tidak ada hasil yang ditemukan

SISTEM BILANGAN REAL DAN PERPANGKATAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SISTEM BILANGAN REAL DAN PERPANGKATAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017

MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN

MATEMATIKA

BAB VIII

SISTEM BILANGAN REAL DAN PERPANGKATAN

Dr. Djadir, M.Pd.

Dr. Ilham Minggi, M.Si

Ja’faruddin,S.Pd

.,M.Pd.

Ahmad Zaki, S.Si.,M.Si

Sahlan Sidjara, S.Si.,M.Si

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

(2)

1

SISTEM BILANGAN REAL DAN PERPANGKATAN

A. Kompetensi Inti

Menguasai materi, struktur, konsep dan pola pikir keilmuan yang mendukung mata pelajaran yang

diampu.

B. Kompetensi Dasar

Mengunakan bilangan, hubungan diantara bilangan, berbagai sistem bilangan dan teori bilangan.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Memahami operasi pada bilangan real.

2. Menerapkan operasi pada bilangan real.

3. Memahami operasi pada bilangan berpangkat.

4. Menerapkan operasi pada bilangan berpangkat.

D. Uraian Materi

1. Sistem Bilangan Real.

Himpunan bilangan real dinotasikan sebagai ℝ merupakan gabungan dari himpunan bilangan

rasional dan himpunan bilangan irasional. Bilangan rasional merupakan bilangan yang dapat

dinyatakan dalam bentuk 𝑎

𝑏 dengan 𝑎, 𝑏 ∈ ℤ(dibaca: 𝑎, 𝑏 anggota himpunan bilangan bulat ℤ)

dan , 𝑏 ≠ 0 denganℤ merupakan himpunan bilangan bulat yang terdiri dari bilangan bulat

positif, bilangan bulat negatif dan bilangan bulat nol. himpunan bilangan bulat dinotasikan

sebagai

ℤ = {0, ±1, ±2, ±3, … . }.

Himpunan bilangan rasional dinotasikan sebagai

ℚ = {𝑟⎹ 𝑟 =𝑎𝑏, dengan 𝑎, 𝑏 ∈ ℤ, 𝑏 ≠ 0}

Perhatikan bahwa setiap bilangan real dapat ditulis sebagai bentuk desimal dan bilangan

rasional dapat ditulis sebagai bentuk desimal yang berhenti atau berulang, sebagai contoh

2 = 2,0000 …

1

(3)

2

1

3 = 0,3333 …

1

12 = 0,0833 …

Bentuk-bentuk seperti 2 = 2,0000 … dan 1

4= 0,2500 … merupakan bentuk desimal yang

berhenti. Sedangkan, 1

3= 0,3333 … dan 1

12= 0,00833 … merupakan bentuk desimal yang

berulang. Jadi, bilangan rasional bisa berbentuk bilangan bulat, pecahan dan campurannya.

Pecahan didefinisikan sebagai bilangan yang dapat dinyatakan sebagai 𝑎

𝑏, 𝑎, 𝑏 ∈ ℤ , 𝑏 ≠ 0 dan

𝑎 ≠ 𝑘𝑏 untuk setiap 𝑘 ∈ ℤ. Pada pecahan yang berbentuk 𝑎

𝑏, disini 𝑎 disebut sebagai pembilang

dan 𝑏 disebut sebagai penyebut.Bentuk desimal yang tidak berhenti atau tidak berulang disebut

sebagai bilangan irasional misalnya √2 = 1,4142 …. , 𝜋 = 3,14159...

2. Sifat-Sifat Bilangan Real

NOTASI

1). Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ ⇒ 𝑎 + (−𝑏) = 𝑎 − 𝑏. (Pengurangan)

2). Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ , 𝑏 ≠ 0 ⇒𝑎

𝑏 = 𝑎 ∶ 𝑏 (Pembagian)

3). Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ ⇒ 𝑎 × 𝑏 = 𝑎. 𝑏 (Perkalian) TERHADAP OPERASI PENJUMLAHAN (+)

1) Sifat Tertutup

Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ berlaku 𝑎 + 𝑏 ∈ ℝ. 2) Sifat Komutatif

Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ berlaku 𝑎 + 𝑏 = 𝑏 + 𝑎 3) Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

(4)

3

Perkalian dapat dipandang sebagai penjumlahan yang berulang sebagai contoh:

3 + 3 + 3 + 3 = 4 × 3 dan juga 5 + 5 + 5 = 3 × 5, secara umum jika 𝑎 ∈ ℝ

𝑎 + 𝑎 + 𝑎 + 𝑎 + 𝑎 + ⋯ + 𝑎 = 𝑛 × 𝑎.

Penjumlahan sebanyak 𝑛

Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasi hitung pada sistem bilangan real:

a. Penjumlahan dan pengurangan berada pada tingkat yang sama.

b. Perkalian dan pembagian berada pada tingkat yang sama.

TERHADAP OPERASI PERKALIAN (×) 1) Sifat Tertutup

Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ berlaku 𝑎 × 𝑏 ∈ ℝ. 2) Sifat Komutatif

Untuk setiap 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ berlaku 𝑎 × 𝑏 = 𝑏 × 𝑎 3) Sifat Asosiatif (Pengelompokan)

Untuk setiap 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℝ berlaku (𝑎 × 𝑏) × 𝑐 = 𝑎 × (𝑏 × 𝑐) 4) Terdapat 1 ∈ ℝ sehingga untuk setiap 𝑎 ∈ ℝ berlaku 𝑎 × 1 = 𝑎 5) Setiap 𝑎 ∈ ℝ , 𝑎 ≠ 0 terdapat 1

𝑎∈ ℝ sehingga 𝑎 × ( 1 𝑎)=1

CATATAN: 1) Untuk 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ, 𝑏 ≠ 0 ⇒ 𝑎 × (1

𝑏) = 𝑎 𝑏.

2) Untuk setiap 𝑎 ∈ ℝ, 𝑎

0 tidak didefinisikan (Pembagian dengan nol tidak didefinisikan)

SIFAT DISTRIBUTIF:

(5)

4

c. Operasi perkalian dan pembagian lebih tinggi tingkatannya daripada operasi penjumlahan dan

pengurangan sehingga harus dikerjakan terlebih dahulu.

d. Apabila terdapat operasi hitung campuran setingkat, maka yang harus dikerjakan terlebih

dahulu adalah yang terletak sebelah kiri.

e. Apabila dalam operasi hitung campuran terdapat tanda kurung, maka yang terlebih dahulu

dikerjakan adalah operasi hitung yang terletak pada tanda kurung.

(6)

Perhatikan bahwa

1

Hitunglah nilai dari 1

3+

Untuk setiap 𝑎 bilangan bulat positif berlaku 1

2×(𝑎+1)=

(7)

6

Persen disebut sebagai “perseratus” yaitu pecahan yang berpenyebut 100 yang dinotasikan

dengan %.Jadi, persen menyajikan hubungan dengan bilangan 100.

Contoh:

1). 35% = 35

100

2). 27% = 27

100

Dengan demikian, mengubah suatu pecahan biasa kedalam bentuk persen cukup dengan cara

mengubah penyebutnya menjadi 100 atau dengan mengalikan pecahan tersebut dengan 100%

Contoh Soal:

3). Pak Anto memiliki 200 ekor ayam. Pada suatu hari ayamnya terserang flu burung dan mati 36

ekor. Berapa persen ayam pak Anto yang mati?

Jawab:

Ayam pak Anto mula-mula adalah 200 ekor dan yang mati sebanyak 36 ekor, sehingga yang

(8)

7 4. Bilangan Berpangkat

Perhatikan bahwa

𝑎 × 𝑎 × 𝑎 × 𝑎 × 𝑎 × … × 𝑎 = 𝑎𝑛. [dibaca: 𝑎 pangkat 𝑛]

Perkalian sebanyak 𝑛

𝑎 disebut sebagai bilangan pokok dan 𝑛 merupakan pangkat.

Khusus untuk 𝑎 ≠ 0 bilangan real sebarang, berlaku 𝑎0 = 1

Contoh:

1). 32× 32 = 32+2 = 34 = 81

2). (22)3 = 22×3 = 26 = 64

3). (2 × 3)3 = 23× 33 = 8 × 27 = 216

Misalkan 𝑎, 𝑏 merupakan bilangan real dan m, 𝑛 merupakan bilangan bulat positif maka

1). 𝑎𝑚× 𝑎𝑛 = 𝑎𝑚+𝑛 2). (𝑎𝑚)𝑛 = 𝑎𝑚×𝑛 3). (𝑎 × 𝑏)𝑚= 𝑎𝑚× 𝑏𝑚 4). 𝑎−𝑚= 1

𝑎𝑚 , 𝑎 ≠ 0

Misalkan 𝑎 bilangan real, 𝑎 ≠ 0 dan 𝑚, 𝑛 bilangan bulat positif berlaku 1). 𝑎𝑚

𝑎𝑛 = 𝑎𝑚−𝑛 untuk 𝑚 > 𝑛. 2). 𝑎𝑚

𝑎𝑛 = 1 untuk 𝑚 = 𝑛. 3). 𝑎𝑚

𝑎𝑛 = 1

𝑎𝑛−𝑚 untuk 𝑚 < 𝑛. 4). (−1)𝑛= ൜1 , untuk 𝑛 genap

(9)

8

Contoh:

1). 27

24 = 27−4 = 23 = 8.

2). 32

32 = 1.

3). 47

45 = 42 = 16.

Untuk 𝑚 = 1 dan 𝑛 = 2 , 𝑎 > 0 dinotasikan sebagai 𝑎12 = √𝑎

Contoh:

Carilah bentuk sederhana dari √5+2√6

2√2+2√3

Jawab:

√5 + 2√6 2√2 + 2√3=

(√2 + √3) 2(√2 + √3)=

1 2

BENTUK AKAR

Untuk setiap 𝑎, 𝑚 dan 𝑛 merupakan bilangan real dan 𝑎, 𝑛 > 0 maka

𝑎𝑚𝑛 = √𝑎𝑛 𝑚

SIFAT-SIFAT BENTUK AKAR

Untuk setiap 𝑎, 𝑏, 𝑐 dan 𝑛 merupakan bilangan real positif maka berlaku: 1). 𝑎 √𝑐𝑛 ± 𝑏 √𝑐𝑛 = (𝑎 ± 𝑏) √𝑐𝑛

2).𝑛√𝑎 × 𝑏= √𝑎𝑛 × √𝑏𝑛

3). 𝑛√ √𝑎𝑚 = 𝑚×𝑛√𝑎

(10)

9 MERASIONALKAN PENYEBUT BENTUK AKAR

1). 𝑎

√𝑏= 𝑎 √𝑏×

√𝑏 √𝑏=

𝑎

𝑏√𝑏 , 𝑎, 𝑏 ∈ ℝ , 𝑏 > 0

2). 𝑎

√𝑏+√𝑐= 𝑎 √𝑏+√𝑐×

√𝑏−√𝑐 √𝑏−√𝑐=

𝑎√𝑏−𝑎√𝑐

𝑏−𝑐 , 𝑎, 𝑏, 𝑐 ∈ ℝ,, 𝑏, 𝑐 > 0

3). 𝑎

√𝑏−√𝑐= 𝑎 √𝑏−√𝑐×

√𝑏+√𝑐 √𝑏+√𝑐=

𝑎√𝑏+𝑎√𝑐

(11)

10 DAFTAR PUSTAKA

Bello, Ignacio and Britton, Jack R (1982). Contemporary College Algebra. New York: Harper& row

Publisher.

Jiagu, Xu (2010). Lecture Notes On Mathematical Olympiad Courses For Junior Section (Volume I).

Singapore: World Scientific Publishing Co. Pte. Ltd.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk memberi motivasi kepada siswa, guru menyampaikan manfaat mempelajari menerapkan operasi hitung bilangan bulat dengan memanfaatkan berbagai operasi

Sifat tertutup (closure): Jika dilakukan operasi tertentu pada 2 anggota suatu himpunan bilangan dan hasilnya adalah bilangan yang merupakan anggota himpunan bilangan

Aksioma kelengkapan pada Sistem bilangan Real menyatakan bahwa setiap himpunan bagian tak kosong dari

(a) Tidak masalah seberapa besar bilangan real x yang diberikan, kita selalu dapat menemukan bilangan asli n sehingga n &gt; x.. (b) Sebesar apapun bilangan real positif y

Pendahuluan mendeskripsikan posisi matematika dalam Kurikulum Merdeka, peran bilangan dalam konteks pengolahan hasil pertanian dan STEAM-H, ruang lingkup materi sistem bilangan real

Kesulitan belajar analisis real pada umumnya dimulai sejak awal yaitu sejak memahami definisi formal yang diberikan seperti pada materi barisan bilangan real. Untuk

Mempertimbangkan paparan diatas, perlu adanya pendeskripsian perbandingan penyelesaian persamaan bentuk kuadrat berbantuan aplikasi photomath dengan sistem bilangan real dalam

Mereka dapat menerapkan operasi aritmetika pada bilangan real, dan memberikan estimasi/perkiraan dalam menyelesaikan masalah Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat membaca, menulis,