Tujuan
Mendeskripsikan isu yang perlu dipertimbangkan
ketika merencanakan tes.
Mendeskripsikan jenis tujuan pendidikan yang
relevan untuk mengorganisasikan item tes (taksonomi tujuan kognitif).
Mendeskripsikan pertimbangan perilaku dan isi
ketika mempersiapkan item tes (daftar spesifkasi).
Mengetahui keunggulan dan kekurangan item
respon terseleksi versus tersusun (selected versus constructed response item) dan terbiasa dengan tipe item tes berikut ini : benar-salah,
Mengetahui hal-hal yang perlu
dipertimbangkan ketika
mengumpulkan dan
memproduksi tes.
Mendeskripsikan keunggulan dan
kekurangan pengetahuan lisan.
Memahami strategi pengetesan
pencapaian prestasi
Menyiapkan tes karakteristik minat dan kepribadian
secara tertulis melibatkan banyak masalah yang
berbeda daripada menyusun tes pencapaian prestasi atau kecakapan alami (test of achievement atau
aptitude).
Sebagian besar guru tidak terbiasa dengan prosedur
kompleks yang diikuti oleh para perancang tes professional.
Apapun jenis tes ataupun tujuan para pemakai tes,
perencanaan isi diperlukan sebelum item yang ada dalam tes ditulis.
Perencanaan tes meliputi defnisi variable yang jelas
Merencanakan Tes
Tes Penyaringan Menyusun tes kecakapan alami (aptitude test) untuk
menyaring para pelamar pekerjaan tertentu dimulai dengan menganalisis secara mendetail aktivitas yang berisi pekerjaan.
Analisis tugas atau analisis pekerjaan (job analysis)
terdiri dari menentukan komponen pekerjaan sehingga situasi atau item tes dapat direncanakan untuk
memprediksi kinerja karyawan.
Spesifkasi meliputi insiden kritis (critical incident) –
perilaku yang sangat menentukan kinerja yang berhasil atau tidak berhasil dan informasi lain yang sangat
Tes Kecerdasan
Seperti dalam menyusun tes lain,
sekumpulan item barangkali mengukur aspek susunan “kecerdasan” dikumpulkan.
Item ini akan disusun menurut teori perilaku kecerdasan spesifk atau hanya dengan
referensi sejenis tugas yang dapat dikerjakan secara lebih efektif oleh orang dengan
kecerdasan sangat tinggi daripada orang dengan kecerdasan rendah.
Skala dan Daftar Rinci Kepribadian
Berbagai pendekatan, beberapa berdasarkan
pada akal sehat (atau pendidikan) yang lain pada teori kepribadian dan yang lain lagi pada prosedur statistik digunakan dalam menyusun daftar rinci kepribadian dan skala peringkat.
Banyak instrument pemeriksaan kepribadian
yang dipublikasikan telah disusun dengan mengkombinasikan pendekatan teoritis,
rasional dan empiris. Salah satu atau lebih pendekatan ini digunakan pada tahap
Tes Pencapaian Prestasi
(Achievement Test)
Lebih banyak perhatian ditujukan pada prosedur untuk menyusun tes pencapaian prestasi skolastik daripada tes jenis lain.
Tes pencapaian prestasi lebih dikelola daripada semua jenis tes lain yang dikumpulkan.
Siswa lebih banyak belajar dan mengingat ketika mereka lebih sering dites.
Hasil tes tidak terbatas pada mengevaluasi dan memotivasi siswa. Hasil ini juga memberikan informasi bagi guru,
administrator sekolah dan orang tua yang memperhatikan tingkat tujuan pendidikan yang akan dicapai.
Dengan menghasilkan data yang berkaitan dengan efektiftas kurikulum sekolah dan prosedur pengajaran, skor tes
Pertanyaan Bagi Perencana Tes
Perhatian seksama pada pertanyaan
berikut ini :
Pada topik dan materi apa siswa akan
dites ?
Apa jenis pertanyaan yang harus
disusun ?
Apa item dan format atau lay-out tes
yang harus digunakan ?
Kapan, di mana dan bagaimana tes
harus dikelola ?
Bagaimana lembar jawab tes akan
Taksonomi Tujuan Kognitif
Tujuan taksonomi ini tidak hanya
menyusun item untuk mengukur memori
hafalan sederhana dan merencanakan
item untuk memeriksa pencapaian
tujuan pendidikan berkualitas tinggi yang
mengharuskan pendalaman materi.
Item berikut ini, yang dapat diberikan
Apa rumus untuk menghitung standard error
pengukuran ? (Pengetahuan)
Perhatikan grafk berikut ini dan tentukan berapa item
harus ditambahkan pada tes 50 item untuk meningkatkan reliabilitas dari 0,60 ke 0,80 (Pemahaman menyeluruh)
Hitunglah standard error estimasi untuk tes yang
memiliki korelasi 0,70 dengan kriteria yang memiliki standard deviasi 10 . (Penerapan)
Bedakan antara tes pencapaian prestasi kelas
(classroom achievement test) dengan tes pencapaian prestasi standard (standardized achievement test)
mengenai apa yang diukur oleh setiap tes dan bagaimana tes ini digunakan (Analisis)
Rumuskan teori yang mengkaitkan antara minat dan
kepribadian dan kutiplah bukti penelitian yang sangat mendukung (Sintesis)
Evaluasi kritik berkaitan dengan Isi dan penggunaan
Tabel 2.1 Kategori dari Taksonomi of
Educational Objectives : The Cognitive Domain
Pengetahuan
Pengetahuan meliputi pengingatan
kembali fakta yang dipelajari sebelumnya.
Sampel kata kerja pada item pengetahuan
meliputi mendefnisikan, mengidentifkasi, menyusun daftar dan menyebutkan.
Sampel item pengetahuan berupa : “Tulis 6
Pemahaman
Pemahaman menyeluruh berarti
memahami maksud atau tujuan sesuatu.
Sampel kata kerja dalam item
pemahaman menyeluruh ini meliputi
mengubah, menjelaskan dan meringkas.
Sampel item pemahaman menyeluruh ini
berupa “Jelaskan apa yang dimaksud
Penerapan
Penerapan meliputi penggunaan
informasi dan ide pada situasi khusus.
Sampel kata kerja pada item penerapan
meliputi menghitung, menentukan,
memcahkan masalah.
Sampel item penerapan adalah “
Hitunglah hasil rata-rata (mean) dan
Analisis
Analisis berarti memecahkan sesuatu
untuk mengungkapkan struktur dan
hubungan antar-bagian.
Sampel kata kerja pada item analisis
terdiri dari menganalisis, membedakan
dan menghubungkan.
Sampel item analisis adalah “
Sintesis
Sintesis adalah mengkombinasikan
berbagai elemen atau bagian menjadi
utuh secara struktural.
Sampel kata kerja pada item sintesis
ini antara lain merancang, memikirkan,
merumuskan dan merencanakan.
Sampel
item
sintesis
adalah
“
Evaluasi
Evaluasi adalah membuat penilaian
berdasarkan penalaran.
Sampel kata kerja pada item evaluasi
antara lain membandingkan ,
mengkritik, mengevaluasi dan menilai.
Sampel item evaluasi berupa
Tabel Spesifkasi
Sebagian besar perancang tes tidak
memegang teguh taksonomi formal dalam membuat spesifkasi tujuan yang akan
diukur.
Lebih mudah menyusun item yang menilai
Menyiapkan item tes
Tujuan utama perencanaan tes adalah persiapan outline
mendetail seperti tabel spesifkasi yang berfungsi sebagai
pedoman dalam menyusun item untuk menilai atau memprediksi tujuan tertentu.
Untuk tes obyektif, biasanya direkomendasi bahwa sekitar 20 %
lebih item yang sesungguhnya diperlukan harus dipersiapkan lebih awal sehingga jumlah memadai dari item yang bagus tersedia untuk versi terakhir tes.
Organisasi tes komersial, semacam Educational Testing Service
mempekerjakan penulis item yang memiliki pemahaman pokok bahasan tes dan ketrampilan item tes.
Seseorang yang ingin belajar mengenai cara menyusun item tes
Berbagai metode pengelompokan item menurut
respons yang diminta telah diungkapkan.
Dua kategori utama berupa format respons-dipilih
(selected-response format) dan format
respons-disusun (constructed-response format), mengharuskan peserta tes menyeleksi respons mereka dari berbagai respons yang telah diberikan. Ini juga merujuk pada
format forced-choice (pilihan terpaksa) dan meliputi item pilihan ganda dan benar-salah.
Pada tes pencapaian prestasi (achievement test),
peserta tes harus mengidentifkasi atau mengenali jawaban yang tepat.
Pada tes kepribadian, peserta tes biasanya menjawab
Constructed-response item mengharuskan peserta
tes untuk menciptakan dan mengorganisasi
respons (juga disebut item bebas merespon/ free-response).
Dalam tes kepribadian yang meminta partisipan
untuk bercerita mengenai gambar tertentu atau merespon noda karena terkena tinta. Dalam tes pencapaian prestasi kelas, perbedaan ini seringkali terjadi antara tes obyektif (item respons-terpilih) dan tes esai (item respons-tersusun).
Salah satu perbedaannya ialah item obyektif dapat
menjadi jenis dipilih atau disusun, tergantung pada apakah peserta ujian diminta untuk menyusun
Sistem pemberian skor dapat dirancang
untuk pertanyaan esai, jadi mengubah item obyektif bisa terjadi. Ini terjadi misalnya hanya dengan memberikan poin skor jika frase perancangan terjadi pada respons esai.
Tes pencapaian prestasi biasanya menilai
respons yang diberikan oleh peserta tes baik benar atau salah. Dalam beberapa kasus, poin bonus ditambahkan pada
Sistem pemberian skor dapat dirancang
untuk pertanyaan esai, jadi mengubah item
obyektif bisa terjadi. Ini terjadi misalnya
hanya dengan memberikan poin skor jika
frase perancangan terjadi pada respons
esai.
Tes pencapaian prestasi biasanya menilai
respons yang diberikan oleh peserta tes
baik benar atau salah. Dalam beberapa
kasus, poin bonus ditambahkan pada
Tetapi tes kepribadian tidak memiliki jawaban
benar atau salah tetapi pemberian skor tinggi akar diberikan pada sikap yang sangat kuat.
Item objektif tidak terbatas pada empat
format tradisional (benar-salah,
mencocokkan, pilihan ganda dan Likert), tetapi format tersebut paling popular.
Salah satu keunggulan dari pilihan ganda
Item Benar-Salah. Salah satu jenis item yang disusun
paling sederhana tetapi paling banyak dikritik oleh tester professional adalah item benar-salah.
Item ini seringkali berkaitan dengan informasi sepele
atau disusun dengan menghilangkan pernyataan harfah dari buku teks.
Item ini sering ambigu dan tidak dapat digunakan
untuk mengukur tujuan pengajaran yang lebih kompleks.
Juga karena skor total pada tes benar-salah dapat
dipengaruhi oleh kecenderungan peserta tes benar-salah dapat dipengaruhi oleh kecenderungan peserta tes menebak ketika merasa ragu-ragu atau setuju
Dengan mengesampingkan kekurangan ini,
item benar-salah tidak harus menjadi sepele atau ambigu dan konsekuensinya
pembelajaran salah arah.
Dalam mempertahankan item benar-salah,
Ebel (1979) menyatakan bahwa “tingkat perintah siswa pada bidang pengetahuan tertentu ditunjukkan dengan kesuksesan mereka dalam menilai kebenaran atau kesalahan dalil yang berhubungan”, Ebel menganggap dalil (proposition) seperti itu menjadi ekspresi pengetahuan verbal yang dipandang sebagai intisari pencapaian
Apapun tujuan item benar-salah, dalam
menyusun item jenis ini, disarankan
untuk mengikuti anjuran berikut ini :
Pastikan bahwa pertanyaan
berhubungan dengan masalah penting
(bukan sepele).
Buatlah pertanyaan relatif pendek dan
secara tidak memenuhi syarat benar
atau salah.
Hindari item yang dinyatakan secara
negative, terutama yang mengandung
dobel negatif.
Sebagai peraturan, hindari kata penentu (determiner)
khusus. Jika determiner khusus digunakan untuk mengandung peserta tes yang harus tidak
berpengetahuan tetapi layak ikut tes (testwise), determiners tersebut harus dimasukkan ke dalam pernyataan benar sesering pernyataan salah.
Pada pernyataan pendapat, kutiplah sumber atau pihak
berwenang.
Buatlah pernyataan benar kira-kira setara dengan
panjang yang sama dan buatlah jumlah pernyataan benar kira-kira setara dengan jumlah yang salah.
Karena item salah cenderung lebih diskriminasi
daripada item benar, dapat disarankan bahwa jumlah pernyataan salah seharusnya lebih banyak dari pada jumlah pernyataan benar.
Buatlah jawaban salah lebih
menarik dengan membuat
susunan kata dalam item dengan
cara tertentu sehingga logika
superfcial
, miskonsepsi popular
atau determiner khusus
menyatakan bahwa jawaban salah
adalah benar.
Pernyataan salah yang memiliki
lingkaran kebenaran mungkin juga
menyandung peserta tes yang
Item mencocokkan.
Item benar-salah maupun pilihan ganda merupakan
variasi dari item mencocokkan. Pada ketiga jenis item ini, serangkaian opsi respons dicocokkan dengan serangkaian opsi stimulus (premis).
Pada item mencocokkan memiliki premis majemuk
dan opsi majemuk. Tugas peserta tes pada item mencocokkan ini memasangkan opsi respon dengan premis yang tepat.
Mencocokkan biasanya satu ke satu (satu respons
Pedoman untuk menyusun item mencocokkan :
Susun premis dan opsi respons ke dalam format
kolom yang jelas dan logis, premis di kolom kiri dan opsi di kolom kanan.
Gunakan 6-15 premis dengan 2 atau 3 lebih
banyak opsi respons daripada premis.
Urutkan nomor premis dari nomor kecil dan
tempatkan huruf di depan opsi respons.
Tentukan dengan jelas dasar untuk mencocokkan. Tempatkan seluruh item dalam satu halaman.
Jenis item mencocokkan khusus berupa item
menyusun kembali (rearrangement item) yang mengharuskan peserta tes menyusun kelompok opsi ke dalam urutan kategori yang sudah
Item Pilihan Ganda
Tidak ada seorang pun yang tahu siapa penyusun
item tes pilihan ganda yang pertama tetapi dari sudut pandang pemeriksaan psikologi, penyusunan ini
merupakan peristiwa menguntungkan. Item pilihan ganda merupakan item tem obyektif yang paling
serbaguna karena dapat digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang sederhana maupun
kompleks pada setiap tingkat kelas dan semua pokok masalah.
Skor pada item pilihan ganda juga kurang
dipengaruhi menebak dan kumpulan respons lain daripada skor pada item objektif lain. Informasi diagnostik yang bermanfaat dapat diperoleh dari
Kelemahan item pilihan ganda meliputi :
Item yang baik sulit disusun, terutama item yang
semua opsinya sama menariknya bagi para
peserta tes yang tidak mengetahui jawaban benar.
Item menekankan pada pengenalan (recognition)
bukan pada daya ingat dan pengorganisasian informasi
Item membutuhkan lebih banyak waktu menjawab
dan item ini mengambil sampel domain pokok bahasan lebih sedikit daripada item benar-salah. Item juga mendukung pembelajaran hafalan yang mendetail, bukannya memahami materi dengan cara lebih bermakna dan mendalam.
Para perancang tes biasanya lebih sulit menyusun
item untuk mengukur pemahaman dan pemikiran daripada item yang mengukur langsung
Cara lain yang membuat keputusan
peserta lebih menuntut adalah :
Meliputi item dengan berbagai jawaban
yang jumlah opsi variabelnya benar dan
peserta tes harus mengidentifkasi opsi
mana (jika ada) benar atau salah
Meminta peserta tes memilih jawaban
dan mengembangkan atau menulis
pembenaran jawaban itu
Meminta peserta tes mengidentifkasi
Format Likert
Format Likert lazimnya terdiri dari item
5-poin berkisar pada rangkaian dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.
Namun, format ini dapat pula memiliki tiga
atau empat pilihan atau bahkan lebih dari 5 pilihan. Variasinya merupakan skala
peringkat grafk atau analog visual (visual analogue or graphic rating scale) yakni
bermusuhan ….. ramah).
Format ini jelas lebih tepat untuk
Format Respons-disusun
Fitur inti format respons adalah bahwa format
ini mengharuskan peserta tes menciptakan atau mengkontraskan respons. Variasi yang relatif terstruktur berupa teknik mengisi titik-titik (fll in the blank) yang digunakan untuk item jawaban pendek. Metode yang jauh lebih pendek mengharuskan peserta tes
memasukkan portofolio kerja seseorang atau meminta keluarga atau pelamar kerja
memecahkan problem simulasi.
Format respons-disusun paling umum berupa
Item Jawaban-Pendek
Peserta tes diminta untuk melengkapi atau
mengisi satu atau lebih tempat kosong
dengan kata frase yang benar atau
jawaban singkat pada pertanyaan.
Meskipun format ini pasti bermanfaat untuk
menilai pengetahuan atau terminology,
item jawaban pendek memiliki
Pedoman berikut ini harus diikuti dalam menyusun item jawaban-pendek :
Pertanyaan langsung lebih disukai daripada
pertanyaan tidak lengkap.
Buatlah frase/susunan beberapa kata pada
item dalam cara tertentu sehingga jawabannya pendek dan tidak ambigu.
Jika pertanyaan tidak lengkap digunakan,
tempatkan tempat kosong pada bagian akhir pernyataan.
Buatlah semua bagian kosong sama panjang.
Hindari banyak bagian kosong pada item sama,
terutama jika bagian kosong tersebut membuat makna tugas menjadi tidak jelas.
Tunjukkan unit yang harus diisi dengan
Item Tes Esai
Keunggulan terpenting item esai adalah bahwa item ini
dapat mengukur kemampuan mengorganisasi, mengaitkan dan berkomunikasi. Perilaku ini tidak dapat dengan mudah dinilai dengan item objektif.
Tes esai memiliki keunggulan tambahan yakni dengan hanya
membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyusun dan dengan mengurangi kemungkinan bahwa peserta tes akan mendapatkan item benar hanya dengan menebak.
Namun, pertanyaan esai begitu umum sehingga peserta tes
yang berbeda akan menginterpretasikan pertanyaan dengan sangat berbeda. Pemberian skor jawaban juga
mengakibatkan perbedaan interpretasi mengenai jawaban terbaik. Juga, hanya sekitar enam pertanyaan esai dapat dijawab dengan periode waktu di kelas 50 menit.
Hal ini tidak cukup untuk menentukan semua cakupan
Kelemahan tes esai lainnya adalah
bahwa tes ini peka terhadap tipuan
peserta tes yang terampil bicara
tetapi tidak diberitahu sebelumnya
dan pemberian skor pada tes ini
Dalam merancang pertanyaan esai, penulis item akan mencoba membuat pertanyaan seobyektif mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan :
Mendefnisikan tugas dan menyusun kata
dalam item dengan jelas, misalnya minta peserta tes untuk “mengkontraskan” dan “menjelaskan” bukan mendiskusikan.
Menggunakan angka kecil untuk item,
semua harus dicoba oleh semua peserta tes
Menyusun item sehingga para ahli masalah
pokok setuju bahwa satu jawaban dapat dibuktikan lebih baik dari yang lain
Meminta para peserta tes menjawab setiap
Teknik Bercerita
Salah satu metode yang diklaim mampu
mendeteksi pola kepribadian ialah
meminta orang untuk bercerita.
Secara umum, peserta tes diperlihatkan
pada gambar dan diminta mengatakan
apa yang dilakukan orang dalam
gambar, apa yang mereka piker dan
rasakan, peristiwa apa yang
Menggunakan Komputer dalam
Penyusunan Tes
Penerapan komputer paling umum dalam
penyusunan tes terdiri dari program
pemrosesan kata untuk membantu mengetik item, memformat, mengecek kesalahan ejaan dan sintaksis dan lain sebagainya.
Para penulis item-tes berbasis komputer,
algoritma spesifkasi domain untuk
menghasilkan item tes dan pendekatan
berbasis linguistic atau pembelajaran konsep untuk menulis item memberikan prosedur
Merakit dan mereproduksi tes
Setelah item tes dipersiapkan, disarankan
untuk ditinjau ulang dan diedit oleh
beberapa orang lain yang berpengetahuan. Bahkan upaya paling menyakitkan tidak
selalu menghasilkan tes yang bagus.
Di kelas, tes pencapaian prestasi
(achievement test) yang dibuat sendiri
Dengan asumsi bahwa para perancang tes telah menyusun sejumlah item memuaskan,
keputusan akhir berkaitan dengan beberapa
masalah harus dibuat sebelum menerapkan tes.
Apakah panjang tes sesuai dengan batas waktu ? Bagaimana cara item dikelompokkan atau
disusun di halaman buklet tes ?
Apakah jawaban ditandai pada buklet tes atau
apa lembar jawaban khusus yang akan digunakan ?
Bagaimana cara memproduksi buklet tes dan
lembar jawaban ?
Informasi apa yang harus dimasukkan pada
Panjang Tes
Berapa banyak item yang terdapat pada tes tergantung pada batas waktu, tingkat membaca peserta tes dan
panjang serta kesulitan item. Item lebih pendek dan /atau item yang hanya membutuhkan memori hafalan fakta
dapat dijawab dengan sedikit waktu daripada item panjang yang membutuhkan penghitungan yang menghabiskan
energy dan/atau pemberian alas an abstrak.
Tes pilihan ganda atau jawaban pendek 50 item dan tes benar salah 100 item biasanya sesuai untuk periode kelas 50 menit pada tingkat SMP atau SMA.
Lima atau enam pertanyaan esai yang mengharuskan jawaban setengah halaman dapat dikerjakan dengan
Susunan item
Disarankan untuk menyusun pola item pilihan
ganda dan item benar salah sehingga jawaban tidak mengikuti pola.
Lembar Jawab
Pada sebagian besar tes kelas, terutama kelas
bawah disarankan agar para siswa menandai atau menulis jawaban di buklet tes. Ini
mengurangi kesalahan dalam merespons.
Pada tes obyektif, meminta peserta tes untuk
menulis huruf atau jawaban yang tepat di bagian tepi yang kosong di sebelah kiri
Setiap institusi pendidikan memiliki
fasilitas mereproduksi materi tertulis
atau cetak untuk penggunaan di kelas.
Mesin fotokopi dapat digunakan untuk
menggandakan buklet tes dalam
format cetak satu atau 2 sisi,
kadang-kadang berwarna.
Jika tipe lembar jawab sama
Petunjuk tes
Petunjuk tes esai atau objektif yang dikelola
secara serempak pada sekelompok orang ditempatkan di bagian depan tes dan
petunjuk khusus untuk setiap bagian tes multibagian diletakkan sebelum masing-masing bagian.
Biasanya cukup bijaksana untuk mengetik
petunjuk dengan jenis huruf tebal sehingga para peserta tes tidak akan melompat atau mengabaikannya. Karena susunan kata untuk petunjuk itu berdampak pada skor perolehan maka petunjuk itu harus tepat bukannya
Petunjuk dapat disampaikan secara
lisan, bentuk cetak atau keduanya,
petunjuk harus menginformasikan
para peserta tes tentang tujuan tes
(atau item), bagaimana respons harus
diindikasikan, bantuan apa yang dapat
diharapkan oleh para peserta tes jika
mereka tidak mengerti sesuatu, lama
waktu mereka mengerjakan tes,
respon bagaimana yang akan diberi
skor, apakah disarankan untuk
Pengetesan Lisan
Tes lisan (oral tes) adalah situasi yang para
peserta tes merespons dengan menjawab
secara lisan : pertanyaan dapat disampaikan secara lisan , tulis atau keduanya.
Tes pencapaian lisan lebih umum di institusi
pendidikan Eropa daripada di Amerika
Serikat di mana praktek tes lisan semakin
menurun selama abad ke -20 dan tidak biasa di tingkat pendidikan tinggi dibandingkan
Banyak siswa tidak suka tes lisan
dan merasa bahwa tes tersebut
merupakan ukuran pengetahuan
dan pemahaman yang tidak adil.
Tetapi guru pidato, seni drama,
bahasa Inggris dan bahasa asing
sering menyesalkan
ketidakperhatian pengabaian seperti
itu adalah orang-orang yang tidak
dapat berbicara dengan benar,
Keunggulan Tes Lisan
Salah satu keunggulan berupa situasi sosial
interaktif yang diberikan pada ujian lisan, memungkinkan evaluasi ciri pribadi seperti penampilan, gaya dan cara berbicara. Situasi bertatap muka ini juga membuat kecurangan dan barangkali sikap sombong berkurang.
Keunggulan lain dari tes lisan adalah bahwa
tes ini sering mengharuskan respon pada tingkat intelektual lebih tinggi lebih tinggi dari pada tes tertulis dan memberikan
Waktu yang diperlukan untuk menyiapkan dan mengevaluasi jawaban lisan lebih sedikit
dibandingkan dengan tes tertulis.
Interview struktural yang terdiri dari pertanyaan dan jawaban lisan sering diadakan terhadap
para pelamar kerja untuk mendapatkan posisi pada organisasi pemerintah dan industri.
Ujian Lisan versus Ujian Tertulis
Pengetesan Kinerja
Tes kertas dan pensil merupakan tes paling
efsien dan objektif dari semua jenis tes, tetapi tes ini hanya memberikan informasi tidak langsung mengenai kemampuan orang untuk mengerjakan atau berbuat sesuatu.
Ada banyak contoh perilaku khusus-situasi
yang banyak dipelajari oleh siswa untuk memberikan jawaban yang benar di kelas atau pada tes kertas-pensil tetapi
meninggalkannya ketika berhadapan dengan situasi nyata di mana perilaku ini
Karena kehidupan nyata lebih besar
daripada tes tertulis, pengetesan
pencapaian prestasi kadang-kadang
merujuk pada pemeriksaan otentik
(
authentic assessment
) atau menekankan
bahwa ini merupakan opsi pengetesan
tertulis, pemeriksaan alternative
(
alternative assessment
).
Tes kinerja tidak terstruktur mengamati