• Tidak ada hasil yang ditemukan

Rancangan dan Susunan Tes

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Rancangan dan Susunan Tes"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Tujuan

 Mendeskripsikan isu yang perlu dipertimbangkan

ketika merencanakan tes.

 Mendeskripsikan jenis tujuan pendidikan yang

relevan untuk mengorganisasikan item tes (taksonomi tujuan kognitif).

 Mendeskripsikan pertimbangan perilaku dan isi

ketika mempersiapkan item tes (daftar spesifkasi).

 Mengetahui keunggulan dan kekurangan item

respon terseleksi versus tersusun (selected versus constructed response item) dan terbiasa dengan tipe item tes berikut ini : benar-salah,

(3)

Mengetahui hal-hal yang perlu

dipertimbangkan ketika

mengumpulkan dan

memproduksi tes.

Mendeskripsikan keunggulan dan

kekurangan pengetahuan lisan.

Memahami strategi pengetesan

pencapaian prestasi

(4)

 Menyiapkan tes karakteristik minat dan kepribadian

secara tertulis melibatkan banyak masalah yang

berbeda daripada menyusun tes pencapaian prestasi atau kecakapan alami (test of achievement atau

aptitude).

 Sebagian besar guru tidak terbiasa dengan prosedur

kompleks yang diikuti oleh para perancang tes professional.

 Apapun jenis tes ataupun tujuan para pemakai tes,

perencanaan isi diperlukan sebelum item yang ada dalam tes ditulis.

 Perencanaan tes meliputi defnisi variable yang jelas

(5)

Merencanakan Tes

Tes Penyaringan

 Menyusun tes kecakapan alami (aptitude test) untuk

menyaring para pelamar pekerjaan tertentu dimulai dengan menganalisis secara mendetail aktivitas yang berisi pekerjaan.

 Analisis tugas atau analisis pekerjaan (job analysis)

terdiri dari menentukan komponen pekerjaan sehingga situasi atau item tes dapat direncanakan untuk

memprediksi kinerja karyawan.

 Spesifkasi meliputi insiden kritis (critical incident) –

perilaku yang sangat menentukan kinerja yang berhasil atau tidak berhasil dan informasi lain yang sangat

(6)

Tes Kecerdasan

 Seperti dalam menyusun tes lain,

sekumpulan item barangkali mengukur aspek susunan “kecerdasan” dikumpulkan.

 Item ini akan disusun menurut teori perilaku kecerdasan spesifk atau hanya dengan

referensi sejenis tugas yang dapat dikerjakan secara lebih efektif oleh orang dengan

kecerdasan sangat tinggi daripada orang dengan kecerdasan rendah.

(7)

Skala dan Daftar Rinci Kepribadian

 Berbagai pendekatan, beberapa berdasarkan

pada akal sehat (atau pendidikan) yang lain pada teori kepribadian dan yang lain lagi pada prosedur statistik digunakan dalam menyusun daftar rinci kepribadian dan skala peringkat.

 Banyak instrument pemeriksaan kepribadian

yang dipublikasikan telah disusun dengan mengkombinasikan pendekatan teoritis,

rasional dan empiris. Salah satu atau lebih pendekatan ini digunakan pada tahap

(8)
(9)

Tes Pencapaian Prestasi

(Achievement Test)

 Lebih banyak perhatian ditujukan pada prosedur untuk menyusun tes pencapaian prestasi skolastik daripada tes jenis lain.

 Tes pencapaian prestasi lebih dikelola daripada semua jenis tes lain yang dikumpulkan.

 Siswa lebih banyak belajar dan mengingat ketika mereka lebih sering dites.

 Hasil tes tidak terbatas pada mengevaluasi dan memotivasi siswa. Hasil ini juga memberikan informasi bagi guru,

administrator sekolah dan orang tua yang memperhatikan tingkat tujuan pendidikan yang akan dicapai.

 Dengan menghasilkan data yang berkaitan dengan efektiftas kurikulum sekolah dan prosedur pengajaran, skor tes

(10)

Pertanyaan Bagi Perencana Tes

Perhatian seksama pada pertanyaan

berikut ini :

Pada topik dan materi apa siswa akan

dites ?

Apa jenis pertanyaan yang harus

disusun ?

Apa item dan format atau lay-out tes

yang harus digunakan ?

Kapan, di mana dan bagaimana tes

harus dikelola ?

Bagaimana lembar jawab tes akan

(11)

Taksonomi Tujuan Kognitif

Tujuan taksonomi ini tidak hanya

menyusun item untuk mengukur memori

hafalan sederhana dan merencanakan

item untuk memeriksa pencapaian

tujuan pendidikan berkualitas tinggi yang

mengharuskan pendalaman materi.

Item berikut ini, yang dapat diberikan

(12)

 Apa rumus untuk menghitung standard error

pengukuran ? (Pengetahuan)

 Perhatikan grafk berikut ini dan tentukan berapa item

harus ditambahkan pada tes 50 item untuk meningkatkan reliabilitas dari 0,60 ke 0,80 (Pemahaman menyeluruh)

 Hitunglah standard error estimasi untuk tes yang

memiliki korelasi 0,70 dengan kriteria yang memiliki standard deviasi 10 . (Penerapan)

 Bedakan antara tes pencapaian prestasi kelas

(classroom achievement test) dengan tes pencapaian prestasi standard (standardized achievement test)

mengenai apa yang diukur oleh setiap tes dan bagaimana tes ini digunakan (Analisis)

 Rumuskan teori yang mengkaitkan antara minat dan

kepribadian dan kutiplah bukti penelitian yang sangat mendukung (Sintesis)

 Evaluasi kritik berkaitan dengan Isi dan penggunaan

(13)

Tabel 2.1 Kategori dari Taksonomi of

Educational Objectives : The Cognitive Domain

Pengetahuan

 Pengetahuan meliputi pengingatan

kembali fakta yang dipelajari sebelumnya.

 Sampel kata kerja pada item pengetahuan

meliputi mendefnisikan, mengidentifkasi, menyusun daftar dan menyebutkan.

 Sampel item pengetahuan berupa : “Tulis 6

(14)

Pemahaman

Pemahaman menyeluruh berarti

memahami maksud atau tujuan sesuatu.

Sampel kata kerja dalam item

pemahaman menyeluruh ini meliputi

mengubah, menjelaskan dan meringkas.

Sampel item pemahaman menyeluruh ini

berupa “Jelaskan apa yang dimaksud

(15)

Penerapan

Penerapan meliputi penggunaan

informasi dan ide pada situasi khusus.

Sampel kata kerja pada item penerapan

meliputi menghitung, menentukan,

memcahkan masalah.

Sampel item penerapan adalah “

Hitunglah hasil rata-rata (mean) dan

(16)

Analisis

Analisis berarti memecahkan sesuatu

untuk mengungkapkan struktur dan

hubungan antar-bagian.

Sampel kata kerja pada item analisis

terdiri dari menganalisis, membedakan

dan menghubungkan.

Sampel item analisis adalah “

(17)

Sintesis

Sintesis adalah mengkombinasikan

berbagai elemen atau bagian menjadi

utuh secara struktural.

Sampel kata kerja pada item sintesis

ini antara lain merancang, memikirkan,

merumuskan dan merencanakan.

Sampel

item

sintesis

adalah

(18)

Evaluasi

Evaluasi adalah membuat penilaian

berdasarkan penalaran.

Sampel kata kerja pada item evaluasi

antara lain membandingkan ,

mengkritik, mengevaluasi dan menilai.

Sampel item evaluasi berupa

(19)

Tabel Spesifkasi

 Sebagian besar perancang tes tidak

memegang teguh taksonomi formal dalam membuat spesifkasi tujuan yang akan

diukur.

 Lebih mudah menyusun item yang menilai

(20)
(21)

Menyiapkan item tes

 Tujuan utama perencanaan tes adalah persiapan outline

mendetail seperti tabel spesifkasi yang berfungsi sebagai

pedoman dalam menyusun item untuk menilai atau memprediksi tujuan tertentu.

 Untuk tes obyektif, biasanya direkomendasi bahwa sekitar 20 %

lebih item yang sesungguhnya diperlukan harus dipersiapkan lebih awal sehingga jumlah memadai dari item yang bagus tersedia untuk versi terakhir tes.

 Organisasi tes komersial, semacam Educational Testing Service

mempekerjakan penulis item yang memiliki pemahaman pokok bahasan tes dan ketrampilan item tes.

 Seseorang yang ingin belajar mengenai cara menyusun item tes

(22)

 Berbagai metode pengelompokan item menurut

respons yang diminta telah diungkapkan.

 Dua kategori utama berupa format respons-dipilih

(selected-response format) dan format

respons-disusun (constructed-response format), mengharuskan peserta tes menyeleksi respons mereka dari berbagai respons yang telah diberikan. Ini juga merujuk pada

format forced-choice (pilihan terpaksa) dan meliputi item pilihan ganda dan benar-salah.

 Pada tes pencapaian prestasi (achievement test),

peserta tes harus mengidentifkasi atau mengenali jawaban yang tepat.

 Pada tes kepribadian, peserta tes biasanya menjawab

(23)

 Constructed-response item mengharuskan peserta

tes untuk menciptakan dan mengorganisasi

respons (juga disebut item bebas merespon/ free-response).

 Dalam tes kepribadian yang meminta partisipan

untuk bercerita mengenai gambar tertentu atau merespon noda karena terkena tinta. Dalam tes pencapaian prestasi kelas, perbedaan ini seringkali terjadi antara tes obyektif (item respons-terpilih) dan tes esai (item respons-tersusun).

 Salah satu perbedaannya ialah item obyektif dapat

menjadi jenis dipilih atau disusun, tergantung pada apakah peserta ujian diminta untuk menyusun

(24)

 Sistem pemberian skor dapat dirancang

untuk pertanyaan esai, jadi mengubah item obyektif bisa terjadi. Ini terjadi misalnya hanya dengan memberikan poin skor jika frase perancangan terjadi pada respons esai.

 Tes pencapaian prestasi biasanya menilai

respons yang diberikan oleh peserta tes baik benar atau salah. Dalam beberapa kasus, poin bonus ditambahkan pada

(25)

Sistem pemberian skor dapat dirancang

untuk pertanyaan esai, jadi mengubah item

obyektif bisa terjadi. Ini terjadi misalnya

hanya dengan memberikan poin skor jika

frase perancangan terjadi pada respons

esai.

Tes pencapaian prestasi biasanya menilai

respons yang diberikan oleh peserta tes

baik benar atau salah. Dalam beberapa

kasus, poin bonus ditambahkan pada

(26)

 Tetapi tes kepribadian tidak memiliki jawaban

benar atau salah tetapi pemberian skor tinggi akar diberikan pada sikap yang sangat kuat.

 Item objektif tidak terbatas pada empat

format tradisional (benar-salah,

mencocokkan, pilihan ganda dan Likert), tetapi format tersebut paling popular.

 Salah satu keunggulan dari pilihan ganda

(27)

 Item Benar-Salah. Salah satu jenis item yang disusun

paling sederhana tetapi paling banyak dikritik oleh tester professional adalah item benar-salah.

 Item ini seringkali berkaitan dengan informasi sepele

atau disusun dengan menghilangkan pernyataan harfah dari buku teks.

 Item ini sering ambigu dan tidak dapat digunakan

untuk mengukur tujuan pengajaran yang lebih kompleks.

 Juga karena skor total pada tes benar-salah dapat

dipengaruhi oleh kecenderungan peserta tes benar-salah dapat dipengaruhi oleh kecenderungan peserta tes menebak ketika merasa ragu-ragu atau setuju

(28)

 Dengan mengesampingkan kekurangan ini,

item benar-salah tidak harus menjadi sepele atau ambigu dan konsekuensinya

pembelajaran salah arah.

 Dalam mempertahankan item benar-salah,

Ebel (1979) menyatakan bahwa “tingkat perintah siswa pada bidang pengetahuan tertentu ditunjukkan dengan kesuksesan mereka dalam menilai kebenaran atau kesalahan dalil yang berhubungan”, Ebel menganggap dalil (proposition) seperti itu menjadi ekspresi pengetahuan verbal yang dipandang sebagai intisari pencapaian

(29)

Apapun tujuan item benar-salah, dalam

menyusun item jenis ini, disarankan

untuk mengikuti anjuran berikut ini :

Pastikan bahwa pertanyaan

berhubungan dengan masalah penting

(bukan sepele).

Buatlah pertanyaan relatif pendek dan

secara tidak memenuhi syarat benar

atau salah.

Hindari item yang dinyatakan secara

negative, terutama yang mengandung

dobel negatif.

(30)

Sebagai peraturan, hindari kata penentu (determiner)

khusus. Jika determiner khusus digunakan untuk mengandung peserta tes yang harus tidak

berpengetahuan tetapi layak ikut tes (testwise), determiners tersebut harus dimasukkan ke dalam pernyataan benar sesering pernyataan salah.

Pada pernyataan pendapat, kutiplah sumber atau pihak

berwenang.

Buatlah pernyataan benar kira-kira setara dengan

panjang yang sama dan buatlah jumlah pernyataan benar kira-kira setara dengan jumlah yang salah.

Karena item salah cenderung lebih diskriminasi

daripada item benar, dapat disarankan bahwa jumlah pernyataan salah seharusnya lebih banyak dari pada jumlah pernyataan benar.

(31)

Buatlah jawaban salah lebih

menarik dengan membuat

susunan kata dalam item dengan

cara tertentu sehingga logika

superfcial

, miskonsepsi popular

atau determiner khusus

menyatakan bahwa jawaban salah

adalah benar.

Pernyataan salah yang memiliki

lingkaran kebenaran mungkin juga

menyandung peserta tes yang

(32)
(33)

Item mencocokkan.

 Item benar-salah maupun pilihan ganda merupakan

variasi dari item mencocokkan. Pada ketiga jenis item ini, serangkaian opsi respons dicocokkan dengan serangkaian opsi stimulus (premis).

 Pada item mencocokkan memiliki premis majemuk

dan opsi majemuk. Tugas peserta tes pada item mencocokkan ini memasangkan opsi respon dengan premis yang tepat.

 Mencocokkan biasanya satu ke satu (satu respons

(34)

Pedoman untuk menyusun item mencocokkan :

 Susun premis dan opsi respons ke dalam format

kolom yang jelas dan logis, premis di kolom kiri dan opsi di kolom kanan.

 Gunakan 6-15 premis dengan 2 atau 3 lebih

banyak opsi respons daripada premis.

 Urutkan nomor premis dari nomor kecil dan

tempatkan huruf di depan opsi respons.

 Tentukan dengan jelas dasar untuk mencocokkan.  Tempatkan seluruh item dalam satu halaman.

 Jenis item mencocokkan khusus berupa item

menyusun kembali (rearrangement item) yang mengharuskan peserta tes menyusun kelompok opsi ke dalam urutan kategori yang sudah

(35)

Item Pilihan Ganda

 Tidak ada seorang pun yang tahu siapa penyusun

item tes pilihan ganda yang pertama tetapi dari sudut pandang pemeriksaan psikologi, penyusunan ini

merupakan peristiwa menguntungkan. Item pilihan ganda merupakan item tem obyektif yang paling

serbaguna karena dapat digunakan untuk mengukur tujuan pembelajaran yang sederhana maupun

kompleks pada setiap tingkat kelas dan semua pokok masalah.

 Skor pada item pilihan ganda juga kurang

dipengaruhi menebak dan kumpulan respons lain daripada skor pada item objektif lain. Informasi diagnostik yang bermanfaat dapat diperoleh dari

(36)

Kelemahan item pilihan ganda meliputi :

 Item yang baik sulit disusun, terutama item yang

semua opsinya sama menariknya bagi para

peserta tes yang tidak mengetahui jawaban benar.

 Item menekankan pada pengenalan (recognition)

bukan pada daya ingat dan pengorganisasian informasi

 Item membutuhkan lebih banyak waktu menjawab

dan item ini mengambil sampel domain pokok bahasan lebih sedikit daripada item benar-salah. Item juga mendukung pembelajaran hafalan yang mendetail, bukannya memahami materi dengan cara lebih bermakna dan mendalam.

 Para perancang tes biasanya lebih sulit menyusun

item untuk mengukur pemahaman dan pemikiran daripada item yang mengukur langsung

(37)

Cara lain yang membuat keputusan

peserta lebih menuntut adalah :

Meliputi item dengan berbagai jawaban

yang jumlah opsi variabelnya benar dan

peserta tes harus mengidentifkasi opsi

mana (jika ada) benar atau salah

Meminta peserta tes memilih jawaban

dan mengembangkan atau menulis

pembenaran jawaban itu

Meminta peserta tes mengidentifkasi

(38)
(39)

Format Likert

 Format Likert lazimnya terdiri dari item

5-poin berkisar pada rangkaian dari sangat setuju sampai sangat tidak setuju.

 Namun, format ini dapat pula memiliki tiga

atau empat pilihan atau bahkan lebih dari 5 pilihan. Variasinya merupakan skala

peringkat grafk atau analog visual (visual analogue or graphic rating scale) yakni

bermusuhan ….. ramah).

 Format ini jelas lebih tepat untuk

(40)

Format Respons-disusun

 Fitur inti format respons adalah bahwa format

ini mengharuskan peserta tes menciptakan atau mengkontraskan respons. Variasi yang relatif terstruktur berupa teknik mengisi titik-titik (fll in the blank) yang digunakan untuk item jawaban pendek. Metode yang jauh lebih pendek mengharuskan peserta tes

memasukkan portofolio kerja seseorang atau meminta keluarga atau pelamar kerja

memecahkan problem simulasi.

 Format respons-disusun paling umum berupa

(41)

Item Jawaban-Pendek

Peserta tes diminta untuk melengkapi atau

mengisi satu atau lebih tempat kosong

dengan kata frase yang benar atau

jawaban singkat pada pertanyaan.

 

Meskipun format ini pasti bermanfaat untuk

menilai pengetahuan atau terminology,

item jawaban pendek memiliki

(42)

Pedoman berikut ini harus diikuti dalam menyusun item jawaban-pendek :

 Pertanyaan langsung lebih disukai daripada

pertanyaan tidak lengkap.

 Buatlah frase/susunan beberapa kata pada

item dalam cara tertentu sehingga jawabannya pendek dan tidak ambigu.

 Jika pertanyaan tidak lengkap digunakan,

tempatkan tempat kosong pada bagian akhir pernyataan.

 Buatlah semua bagian kosong sama panjang.

 Hindari banyak bagian kosong pada item sama,

terutama jika bagian kosong tersebut membuat makna tugas menjadi tidak jelas.

 Tunjukkan unit yang harus diisi dengan

(43)

Item Tes Esai

 Keunggulan terpenting item esai adalah bahwa item ini

dapat mengukur kemampuan mengorganisasi, mengaitkan dan berkomunikasi. Perilaku ini tidak dapat dengan mudah dinilai dengan item objektif.

 Tes esai memiliki keunggulan tambahan yakni dengan hanya

membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyusun dan dengan mengurangi kemungkinan bahwa peserta tes akan mendapatkan item benar hanya dengan menebak.

 Namun, pertanyaan esai begitu umum sehingga peserta tes

yang berbeda akan menginterpretasikan pertanyaan dengan sangat berbeda. Pemberian skor jawaban juga

mengakibatkan perbedaan interpretasi mengenai jawaban terbaik. Juga, hanya sekitar enam pertanyaan esai dapat dijawab dengan periode waktu di kelas 50 menit.

 Hal ini tidak cukup untuk menentukan semua cakupan

(44)

Kelemahan tes esai lainnya adalah

bahwa tes ini peka terhadap tipuan

peserta tes yang terampil bicara

tetapi tidak diberitahu sebelumnya

dan pemberian skor pada tes ini

(45)

Dalam merancang pertanyaan esai, penulis item akan mencoba membuat pertanyaan seobyektif mungkin. Hal ini dapat dilakukan dengan :

 Mendefnisikan tugas dan menyusun kata

dalam item dengan jelas, misalnya minta peserta tes untuk “mengkontraskan” dan “menjelaskan” bukan mendiskusikan.

 Menggunakan angka kecil untuk item,

semua harus dicoba oleh semua peserta tes

 Menyusun item sehingga para ahli masalah

pokok setuju bahwa satu jawaban dapat dibuktikan lebih baik dari yang lain

 Meminta para peserta tes menjawab setiap

(46)
(47)

Teknik Bercerita

Salah satu metode yang diklaim mampu

mendeteksi pola kepribadian ialah

meminta orang untuk bercerita.

Secara umum, peserta tes diperlihatkan

pada gambar dan diminta mengatakan

apa yang dilakukan orang dalam

gambar, apa yang mereka piker dan

rasakan, peristiwa apa yang

(48)

Menggunakan Komputer dalam

Penyusunan Tes

 Penerapan komputer paling umum dalam

penyusunan tes terdiri dari program

pemrosesan kata untuk membantu mengetik item, memformat, mengecek kesalahan ejaan dan sintaksis dan lain sebagainya.

 Para penulis item-tes berbasis komputer,

algoritma spesifkasi domain untuk

menghasilkan item tes dan pendekatan

berbasis linguistic atau pembelajaran konsep untuk menulis item memberikan prosedur

(49)

Merakit dan mereproduksi tes

 Setelah item tes dipersiapkan, disarankan

untuk ditinjau ulang dan diedit oleh

beberapa orang lain yang berpengetahuan. Bahkan upaya paling menyakitkan tidak

selalu menghasilkan tes yang bagus.

 Di kelas, tes pencapaian prestasi

(achievement test) yang dibuat sendiri

(50)

Dengan asumsi bahwa para perancang tes telah menyusun sejumlah item memuaskan,

keputusan akhir berkaitan dengan beberapa

masalah harus dibuat sebelum menerapkan tes.

 Apakah panjang tes sesuai dengan batas waktu ?  Bagaimana cara item dikelompokkan atau

disusun di halaman buklet tes ?

 Apakah jawaban ditandai pada buklet tes atau

apa lembar jawaban khusus yang akan digunakan ?

 Bagaimana cara memproduksi buklet tes dan

lembar jawaban ?

 Informasi apa yang harus dimasukkan pada

(51)

Panjang Tes

 Berapa banyak item yang terdapat pada tes tergantung pada batas waktu, tingkat membaca peserta tes dan

panjang serta kesulitan item. Item lebih pendek dan /atau item yang hanya membutuhkan memori hafalan fakta

dapat dijawab dengan sedikit waktu daripada item panjang yang membutuhkan penghitungan yang menghabiskan

energy dan/atau pemberian alas an abstrak.

 Tes pilihan ganda atau jawaban pendek 50 item dan tes benar salah 100 item biasanya sesuai untuk periode kelas 50 menit pada tingkat SMP atau SMA.

 Lima atau enam pertanyaan esai yang mengharuskan jawaban setengah halaman dapat dikerjakan dengan

(52)

Susunan item

 Disarankan untuk menyusun pola item pilihan

ganda dan item benar salah sehingga jawaban tidak mengikuti pola.

Lembar Jawab

 Pada sebagian besar tes kelas, terutama kelas

bawah disarankan agar para siswa menandai atau menulis jawaban di buklet tes. Ini

mengurangi kesalahan dalam merespons.

 Pada tes obyektif, meminta peserta tes untuk

menulis huruf atau jawaban yang tepat di bagian tepi yang kosong di sebelah kiri

(53)

Setiap institusi pendidikan memiliki

fasilitas mereproduksi materi tertulis

atau cetak untuk penggunaan di kelas.

Mesin fotokopi dapat digunakan untuk

menggandakan buklet tes dalam

format cetak satu atau 2 sisi,

kadang-kadang berwarna.

Jika tipe lembar jawab sama

(54)

Petunjuk tes

 Petunjuk tes esai atau objektif yang dikelola

secara serempak pada sekelompok orang ditempatkan di bagian depan tes dan

petunjuk khusus untuk setiap bagian tes multibagian diletakkan sebelum masing-masing bagian.

 Biasanya cukup bijaksana untuk mengetik

petunjuk dengan jenis huruf tebal sehingga para peserta tes tidak akan melompat atau mengabaikannya. Karena susunan kata untuk petunjuk itu berdampak pada skor perolehan maka petunjuk itu harus tepat bukannya

(55)

Petunjuk dapat disampaikan secara

lisan, bentuk cetak atau keduanya,

petunjuk harus menginformasikan

para peserta tes tentang tujuan tes

(atau item), bagaimana respons harus

diindikasikan, bantuan apa yang dapat

diharapkan oleh para peserta tes jika

mereka tidak mengerti sesuatu, lama

waktu mereka mengerjakan tes,

respon bagaimana yang akan diberi

skor, apakah disarankan untuk

(56)
(57)

Pengetesan Lisan

 Tes lisan (oral tes) adalah situasi yang para

peserta tes merespons dengan menjawab

secara lisan : pertanyaan dapat disampaikan secara lisan , tulis atau keduanya.

 Tes pencapaian lisan lebih umum di institusi

pendidikan Eropa daripada di Amerika

Serikat di mana praktek tes lisan semakin

menurun selama abad ke -20 dan tidak biasa di tingkat pendidikan tinggi dibandingkan

(58)

Banyak siswa tidak suka tes lisan

dan merasa bahwa tes tersebut

merupakan ukuran pengetahuan

dan pemahaman yang tidak adil.

 

Tetapi guru pidato, seni drama,

bahasa Inggris dan bahasa asing

sering menyesalkan

ketidakperhatian pengabaian seperti

itu adalah orang-orang yang tidak

dapat berbicara dengan benar,

(59)

Keunggulan Tes Lisan

 Salah satu keunggulan berupa situasi sosial

interaktif yang diberikan pada ujian lisan, memungkinkan evaluasi ciri pribadi seperti penampilan, gaya dan cara berbicara. Situasi bertatap muka ini juga membuat kecurangan dan barangkali sikap sombong berkurang.

 Keunggulan lain dari tes lisan adalah bahwa

tes ini sering mengharuskan respon pada tingkat intelektual lebih tinggi lebih tinggi dari pada tes tertulis dan memberikan

(60)

 Waktu yang diperlukan untuk menyiapkan dan mengevaluasi jawaban lisan lebih sedikit

dibandingkan dengan tes tertulis.

 Interview struktural yang terdiri dari pertanyaan dan jawaban lisan sering diadakan terhadap

para pelamar kerja untuk mendapatkan posisi pada organisasi pemerintah dan industri.

Ujian Lisan versus Ujian Tertulis

(61)

Pengetesan Kinerja

 Tes kertas dan pensil merupakan tes paling

efsien dan objektif dari semua jenis tes, tetapi tes ini hanya memberikan informasi tidak langsung mengenai kemampuan orang untuk mengerjakan atau berbuat sesuatu.

 Ada banyak contoh perilaku khusus-situasi

yang banyak dipelajari oleh siswa untuk memberikan jawaban yang benar di kelas atau pada tes kertas-pensil tetapi

meninggalkannya ketika berhadapan dengan situasi nyata di mana perilaku ini

(62)

Karena kehidupan nyata lebih besar

daripada tes tertulis, pengetesan

pencapaian prestasi kadang-kadang

merujuk pada pemeriksaan otentik

(

authentic assessment

) atau menekankan

bahwa ini merupakan opsi pengetesan

tertulis, pemeriksaan alternative

(

alternative assessment

).

Tes kinerja tidak terstruktur mengamati

(63)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini secara umum adalah untuk mengetahui faktor- faktor yang berhubungan dengan konsumtif makanan jajanan yang sehat anak usia sekolah di SDN

Kas dan setara kas ( cash equivalents) adalah aktiva yang paling likuid. Lalu diikuti piutang usaha kemudian persediaan. Persediaan digunakan dalam kegiatan produksi suatu

Berdasarkan hasil uji reliabilitas, nilai cronbach alpha untuk seluruh variabel yang digunakan yang terdiri dari harga, kualitas produk, kesadaran merek dan

Planlet karet dengan pra-kondisi enam hari yang ditanam pada pot terbuka dalam wadah plastik tertutup atau pada pot tertutup dalam wadah plastik terbuka memiliki daya

Akhir-akhir ini ada banyak sekali pembuat konten youtube (youtubers) yang membuat heboh mansyarakat internet yang memasukan unsur-unsur pornografi/melanggar kesusilaan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat orientasi politik pemilih pemula yang terdapat di Kabupaten Kerinci berada pada tingkat subjek/kaula sebanyak 128 pemilih (55,66%)

Manfaat Rawat Inap yang dibayarkan sesuai tagihan (as charged) untuk biaya perawatan Rumah Sakit di berbagai wilayah sesuai dengan ketentuan Plan yang dipilih.. Biaya perawatan