• Tidak ada hasil yang ditemukan

DASAR SEJARAH PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DASAR SEJARAH PENDIDIKAN JASMANI DAN OLAHRAGA"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

DASAR SEJARAH PENDIDIKAN JASMANI DAN

OLAHRAGA

(2)

Zaman Kuno

• Mesir kuno

– Latihan senam dan gulat untuk menghormati

dewa gulat.

– Permainan: mengangkat & mengayun

benda, renang, permainan bola, permainan dgn raket, adu sapi jantan.

– Gulat, renang, gymnastik sebagi latihan

kekuatan untuk perang.

– Menari, hal yang istimewa bagi mesir.

• Mesir kuno

– Latihan senam dan gulat untuk menghormati

dewa gulat.

– Permainan: mengangkat & mengayun

benda, renang, permainan bola, permainan dgn raket, adu sapi jantan.

– Gulat, renang, gymnastik sebagi latihan

kekuatan untuk perang.

(3)

Zaman Kuno (Lanjutan)

• Yunani Kuno

– Aegan: akrobat, perburuan, bergumul dengan

binatang buas (gladiator), dan menari (perempuan)

– Homerik: perlombaan kereta-kuda, tinju, dan gulat. – Sparta: bertahan hidup, pembelajaran dan pelatihan

terhadap jasmani dan moral, latihan jasmani untuk militer.

– Athena: Permainan anak-anak, bidang studi

olahraga senam (Palestra), guru yang ahli dalam berbagai olahraga, latihan jasmani kemiliteran.

• Yunani Kuno

– Aegan: akrobat, perburuan, bergumul dengan

binatang buas (gladiator), dan menari (perempuan)

– Homerik: perlombaan kereta-kuda, tinju, dan gulat. – Sparta: bertahan hidup, pembelajaran dan pelatihan

terhadap jasmani dan moral, latihan jasmani untuk militer.

– Athena: Permainan anak-anak, bidang studi

olahraga senam (Palestra), guru yang ahli dalam berbagai olahraga, latihan jasmani kemiliteran.

(4)

• Pekan Olahraga Pan-Hellenic

– Olimpia

– Phytian, menghormati dewa appolo, tahun ketiga

setelah olimpia

– Nemean, menghormati dewa Zeus pada bagian

pertama setiap musim panas yang kedua.

– Isthmian, menghormati dewa Poseidon pada

musim semi setiap tahun yang kedua.

• Pekan Olahraga Pan-Hellenic

– Olimpia

– Phytian, menghormati dewa appolo, tahun ketiga

setelah olimpia

– Nemean, menghormati dewa Zeus pada bagian

pertama setiap musim panas yang kedua.

– Isthmian, menghormati dewa Poseidon pada

(5)

Asia

• Jepang

– Latihan-latihan militer dan senam untuk

membentuk militer yang kuat.

– Program pendidikan jasmani setelah perang dunia

II.

– Pendidikan jasmani dari sekolah dasar sampai

perguruan tinggi.

– Aktivitas: olahraga, permainan, menari, bentuk

pendidikan di luar sekolah.

– Tujuan: kesehatan, kepribadian, keterampilan

gerak, ketajaman sosial.

– Pemilihan aktivitas-aktivitas dan metode mengajar

yang selektif.

• Jepang

– Latihan-latihan militer dan senam untuk

membentuk militer yang kuat.

– Program pendidikan jasmani setelah perang dunia

II.

– Pendidikan jasmani dari sekolah dasar sampai

perguruan tinggi.

– Aktivitas: olahraga, permainan, menari, bentuk

pendidikan di luar sekolah.

– Tujuan: kesehatan, kepribadian, keterampilan

gerak, ketajaman sosial.

– Pemilihan aktivitas-aktivitas dan metode mengajar

(6)

Asia (lanjutan)

• Cina

– Senam dan permainan diperkenalkan oleh para

misionaris dan persekutuan muda kristen.

– 1929 diwajibkannya program penjas.

– Standarisasi program pendidikan jasmani.

– Menyelenggarakan sejumlah besar pertandingan

amatir lokal.

– Partisipasi anak-anak gadis dan wanita meningkat,

terutama dalam renang, bola voli, bola basket, tenis, dan softball.

• Cina

– Senam dan permainan diperkenalkan oleh para

misionaris dan persekutuan muda kristen.

– 1929 diwajibkannya program penjas.

– Standarisasi program pendidikan jasmani.

– Menyelenggarakan sejumlah besar pertandingan

amatir lokal.

– Partisipasi anak-anak gadis dan wanita meningkat,

terutama dalam renang, bola voli, bola basket, tenis, dan softball.

(7)

SEJARAH PENJAS DAN

OLAHRAGA DI INDONESIA

SEJARAH PENJAS DAN

(8)

TIGA PERIODE SEJARAH

1. Zaman Kerajaan

2. Zaman Penjajahan (Belanda dan

Jepang).

3. Zaman Kemerdekaan.

1. Zaman Kerajaan

2. Zaman Penjajahan (Belanda dan

Jepang).

(9)

ZAMAN KERAJAAN

• Olahraga atau latihan jasmani pada jaman

ini sudah ada kegiatan-kegiatan untuk

rekreasi dan usaha pembinaan jasmani

(melatih keprajuritan).

• Pengaruh Hindu (Hatta-Yoga), untuk

Ksatria harus mahir kemiliteran, berburu,

naik kuda, menggunakan senjata (pedang,

tombak, gada, keris, dsb).

• Pengaruh islam yang menganjurkan

untuk berlatih naik kuda, renang, dan

panahan.

• Olahraga atau latihan jasmani pada jaman

ini sudah ada kegiatan-kegiatan untuk

rekreasi dan usaha pembinaan jasmani

(melatih keprajuritan).

• Pengaruh Hindu (Hatta-Yoga), untuk

Ksatria harus mahir kemiliteran, berburu,

naik kuda, menggunakan senjata (pedang,

tombak, gada, keris, dsb).

• Pengaruh islam yang menganjurkan

untuk berlatih naik kuda, renang, dan

panahan.

(10)

ZAMAN KERAJAAN (lanjutan)

• DEBUS (Aceh, Demak, Cirebon, dan

Banten).

• Pencak Silat (kera, macan, ular).

• Okol : permainan sejenis tinju di Jatim.

• Benjang : permainan sejenis gulat di

Jabar.

• Sepak Raga (memainkan bola rotan dari

Sulsel).

• Ujungan (saling memukul kaki/punggung

dengan tongkat rotan di Jawa dan NT).

• Lompat batu (Nias).

• DEBUS (Aceh, Demak, Cirebon, dan

Banten).

• Pencak Silat (kera, macan, ular).

• Okol : permainan sejenis tinju di Jatim.

• Benjang : permainan sejenis gulat di

Jabar.

• Sepak Raga (memainkan bola rotan dari

Sulsel).

• Ujungan (saling memukul kaki/punggung

dengan tongkat rotan di Jawa dan NT).

(11)

ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

• Tiga sistem pendidikan

jasmani yang berkembang di

Eropa.

1. Sistem Jerman (Gutsmuths,

1973).

2. Sistem Swedia (Pestalozzi dan

Per Hendrik Ling).

3. Sistem Austria (Gaulhofer dan

Streicher).

• Tiga sistem pendidikan

jasmani yang berkembang di

Eropa.

1. Sistem Jerman (Gutsmuths,

1973).

2. Sistem Swedia (Pestalozzi dan

Per Hendrik Ling).

3. Sistem Austria (Gaulhofer dan

Streicher).

(12)

ZAMAN PENJAJAHAN BELANDA

• Sekolah senam dan sport militer di

Bandung (1922).

• Lembaga bagi guru pendidikan jasmani,

AILO (Academisch instituut voor

Lichamelijke Opvoeding) di Surabaya.

• Berdiri PSSI

• Sekolah senam dan sport militer di

Bandung (1922).

• Lembaga bagi guru pendidikan jasmani,

AILO (Academisch instituut voor

Lichamelijke Opvoeding) di Surabaya.

• Berdiri PSSI

(13)

ZAMAN PENJAJAHAN JEPANG

• Pelatihan pemuda-pemuda Indonesia

dalam kemiliteran dan olahraga

tradisional Jepang (Sumo, kendo, judo,

karate).

• TAISO diajarkan di sekolah-sekolah

dengan diiringi gamelan.

• Pelatihan pemuda-pemuda Indonesia

dalam kemiliteran dan olahraga

tradisional Jepang (Sumo, kendo, judo,

karate).

• TAISO diajarkan di sekolah-sekolah

(14)

ZAMAN KEMERDEKAAN

• Tugas kementrian pendidikan dan

pengajaran yang bertugas untuk:

– Menyelenggarakan latihan-latihan jasmani

untuk masuk angkatan perang.

– Mengusahakan rehabilitasi mental bangsa

Indonesia.

• Tugas kementrian pendidikan dan

pengajaran yang bertugas untuk:

– Menyelenggarakan latihan-latihan jasmani

untuk masuk angkatan perang.

– Mengusahakan rehabilitasi mental bangsa

(15)

Periode 1945 – 1950

• Terbentuknya Inspeksi Karsidenan di 13

tempat.

• Sekolah Guru Pendidikan Djasmani

(SGPD) pada 19 Agustus 1950 di

Yogyakarta dan Bandung.

• Konggres Olahraga I di Surakarta (1946)

membentuk PORI dan KORI.

• PON I di Surakarta (8-12 September

1948).

• Terbentuknya Inspeksi Karsidenan di 13

tempat.

• Sekolah Guru Pendidikan Djasmani

(SGPD) pada 19 Agustus 1950 di

Yogyakarta dan Bandung.

• Konggres Olahraga I di Surakarta (1946)

membentuk PORI dan KORI.

• PON I di Surakarta (8-12 September

(16)

Periode 1945 – 1950

• Konggres Olahraga III Di Yogyakarta

(25 Desember 1949):

– Pemberian hak otonom pada

organisasi-organisasi kecabangan olahraga.

– KORI diubah menjasi KOI.

• Persiapan pengiriman delegasi ke

AG I di New Delhi.

• Konggres Olahraga III Di Yogyakarta

(25 Desember 1949):

– Pemberian hak otonom pada

organisasi-organisasi kecabangan olahraga.

– KORI diubah menjasi KOI.

• Persiapan pengiriman delegasi ke

(17)

Periode 1951 – sekarang

• Konggres di Jakarta bertepatan dengan

PON II (25-26 Oktober 1951):

– Peleburan PORI dan KOI.

– Organisasi-organisasi olahraga otonom

menjadi anggota KOI.

• Tahun 1952, Indonesia menjadi anggota

Komite Olympiade International (IOC)

dan mengirim delegasi ke Olimpiade XV

di Helsinski.

• Konggres di Jakarta bertepatan dengan

PON II (25-26 Oktober 1951):

– Peleburan PORI dan KOI.

– Organisasi-organisasi olahraga otonom

menjadi anggota KOI.

• Tahun 1952, Indonesia menjadi anggota

Komite Olympiade International (IOC)

dan mengirim delegasi ke Olimpiade XV

di Helsinski.

(18)

Periode 1951 – sekarang

• Menyelenggarakan PON setiap 4 tahun sekali. • Menyelenggarakan POMNAS setiap 2 tahun

sekali.

• Ikut Sea Games (setiap 2 tahun), Asian Games

(setiap 4 tahun), Olympic Games (4 tahun sekali).

• Departemen Olahraga (1962). • Pemasalan olahraga.

• BAPOPI

• Penetapan 9 September sbg Hari Olahraga

Nasional.

• Pencetusan gerakan 45 olahraga, gerak-gerak

dasar dalam 4 bidang: Atletik, senam, renang, dan permainan

• Menyelenggarakan PON setiap 4 tahun sekali. • Menyelenggarakan POMNAS setiap 2 tahun

sekali.

• Ikut Sea Games (setiap 2 tahun), Asian Games

(setiap 4 tahun), Olympic Games (4 tahun sekali).

• Departemen Olahraga (1962). • Pemasalan olahraga.

• BAPOPI

• Penetapan 9 September sbg Hari Olahraga

Nasional.

• Pencetusan gerakan 45 olahraga, gerak-gerak

dasar dalam 4 bidang: Atletik, senam, renang, dan permainan

Referensi

Dokumen terkait

Catatan : Dilakukan Negosiasi Harga terhadap harga penawaran terkoreksi karena calon penyedia yang memasukkan penawaran kurang dari 3 (tiga) penyedia. Dengan ini

Pengambilan kayu dan pemanfaatan sumberdaya hutan yang dilakukan oleh komunitas lokal berlatar belakang sosial ekonomi dan budaya (kayu bakar dan membangun rumah

Pengkajian struktur komunitas makrozoobenthos sering digunakan untuk mengindikasikan kestabilan lingkungan, hal ini disebabkan oleh karena sifatnya yang menetap, mempunyai masa

Kas CV. Surat Pesanan CV. Surat Pengiriman CV. Kartu Stock Barang CV. Kartu Hutang Piutang CV. Tanda Terima CV. Serah Terima Tagihan CV. Bukti Penerimaan Kas CV. TPS. 1.14

Hubungan Antara Keterampilan Dasar Guru Dalam Mengajar Dengan Hasil Belajar PKn Siswa.. Universitas

telah melaksanakan rapat Dewan Guru, Kepala Sekolah, dan Komite Sekolah untuk menetapkan jumlah buku yang akan di beli oleh sekolah berkaitan dengan diterimanya dana

Next, the data were plotted to the graphic of Sun-Moon altitude (ARCV - Arc of Vision) and Sun- Moon angular distance (ARCL - Arc of Light), graphic of moon

Pengaruh Temperatur Heat Treatment dan Holding Time Terhadap Sifat Fisis, Mikrostruktur dan Sifat Magnet Permanen Bonded NdFeB. Medan : Universitas Sumatera