BAB 1 Pendahuluan. Saat ini, Keamanan merupakan hal yang sangat penting untuk semua

Teks penuh

(1)

1

1.1. Latar

Belakang

Saat ini, Keamanan merupakan hal yang sangat penting untuk semua sistem komputer dengan akses yang terbatas atau yang menyimpan data -data penting dalam perusahaan. Untuk masalah ini ada 3 macam cara untuk meningkatkan keamanan tersebut. Yang pertama merupakan cara yang saat ini dikenal oleh banyak orang adalah dengan menggunakan password atau kata sandi. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan suatu benda sebagai tanda pengenal untuk mengakses komputer tersebut seperti kartu khusus. Cara yang ketiga adalah dengan menggunakan biometriks, dimana biometriks menggunakan penghitungan secara detail terhadap tubuh manusia tersebut dan juga berdasarkan kebiasaan dari manusia tersebut. (Jain, Pankantin, 2003)

Biometriks merupakan sebuah ilmu yang mengakui bahwa semua manusia memiliki perbedaan dalam hal bentuk raga mereka dan dengan perbedaan tersebut memungkinkan untuk dapat membedakan setiap individu tersebut. Ada dua jenis biometrics yang ada saat ini yaitu biometrics yang menggunakan bentuk tubuh sebagai media untuk melakukan identifikasi seperti sidik jari, retina pada mata, bentuk muka dan biometrics yang menggunakan kebiasaan (behaviour) dari pengguna bimetrics tersebut seperti bagaimana cara mengetik pengguna tersebut pada keyboard, cara pengguna tersebut berjalan, atau juga bagaimana pengguna tersebut berbicara. Pada Tesis ini penulis akan memfokuskan pembahasan penulis pada biometrics yang menggunakan behaviour dari menggunanya untuk menekan

(2)

keyboard.

Dalam hal authentication atau identity verification pada biometrics, ada

tiga macam error rate yang biasa digunakan dalam menjelaskan performa dari

biometrics tersebut, yaitu :

Ó False Rejection Rate (FRR) : Persentase pengguna ditolak/dianggap sebagai penyusup.

Ó False Acception Rate (FAR) : Persentase penyusup diterima/dianggap sebagai pengguna.

Ó Equal Error Rate (EER): Persentase dimana FAR dan FAR bertemu/ memiliki nilai yang sama.

Pada zaman yang telah maju ini, keyboard telah menjadi alat yang biasa digunakan sebagai input berbagai macam data kedalam berbagai device. Berbagai macam alat seperti handphone, computer, notebook menggunakan keyboard sebagai alat untuk meng-input. Karakteristik keyboard sangat kaya dengan

cognitive quality (Cooper, 1983) dan juga keyboard sangat berpotensial sebagai personal identifier (Gaines, Lisowski, Press, Shapiro, 1980). Jika cara pengguna

mengetik pada keyboard dapat dibedakan secara otomatis, maka pengguna akan mendapatkan 2 faktor keuntungan yaitu identifikasi atau reidentifikasi secara berlanjut dan pengguna yang mengetik tersebut akan dikenali dan dicatat/diingat untuk apa yang ditulisnya.

Untuk pengambilan data dari keystroke biometrics, digunakan waktu diantara dua keyboard event, yaitu press dan release. Berikut adalah event dari

press dan release yang ada dalam keyboard event (Hocquet, Ramel, Cardot, 2005)

(3)

1. Press – Press (PP) : Waktu antara dua tombol yang ditekan pada

keyboard.yaitu waktu waktu antara ditekannya tombol pertama dengan

ditekannya tombol kedua.

2. Press – Release (PR) : Waktu antara satu tombol yang ditekan kemudian dilepas.

3. Release – Press(RP) : Waktu antara dua tombol, yaitu tombol yang dilepas dan menekan tombol selanjutnya.

4. Release – Release (RR) : Waktu antara dua tombol, yaitu waktu antara tombol pertama dilepas dengan tombol kedua dilepas.

Pada penelitian yang terdahulu, telah banyak penelitian untuk keystroke

recognition yang membuahkan hasil baik pada keyboard full QWERTY maupun keyboard numeric / number-pad. Ada banyak metode yang dilakukan oleh para

peneliti untuk mengembangkan biometrics ini seperti metode yang berdasarkan rata – rata dan standart deviasi yang dilakukan oleh J.Leggett dan G.William (1991) serta N.Barlow dan B.Cukic (2006) , kemudian ada juga yang menggunakan density function dari random variable distribution yang dilakukan oleh Varun dan Shasank (2005). Dan juga ada yang menggunakan metode yang merupakan penggabungan dari beberapa metode (rata -rata dan standart deviasi,

rhythm modification dan rank of time) yang dilakukan oleh Sylvain Hocquet,

Jean-Yves Ramel dan Hubert Cardot (2005). dan semua penelitian tersebut menggunakan keyboard full QWERTY seperti penelitian yang lain seperti F.Bergadano, D.Gunnet, dan C.Picardi (2002), serta S.Bleha, Slivincky, dan B.Hussien (1990) dan A. Ogahara, H.Matsumara dan A.Shiozaki (2006).

(4)

mereka menggunakan keyboard number-pad. Ada beberapa peneliti menggunakan

number-pad pada penetiannya seperti seperti yang dilakukan oleh R.N. Rodrigues,

G.F.Rayed, C.R.do N.Costa J.B.Yabuuti, dan F.Violaro (2006) yang mendapatkan hasil akhir EER 3.6% dengan menggunakan 8-digit nomor yang harus ditekan. Selain Rodrigues dan kawan – kawannya, Clarke et al (2007) juga menggunakan

keyboard number-pad untuk penelitian yang digunakan, metode penelitian yang

digunakan adalah dengan membuat kondisi pada saat eksperimental seperti pada

mobile phone. Hasil yang dicapai dalam eksperimen ini adalah ERR mencapai

5.5% untuk eksperimen dengan menggunakan empat digit dan 3.2% untuk eksperimen dengan menggunakan sebelas-digit. Ada juga penelitian yang dilakukan oleh Clark dan Furnel (2007), kedua orang tersebut melakukan dua buah penelitian untuk biometrics keystroke ini, yang pertama dilakukan dengan menggunakan 30 participant dalam eksperimen untuk melakukan pengulangan sebanyak 30 kali untuk memasukkan empat digit nomor PIN dan sebelas digit nomor telepon, dan hasil yang dicapai adalah ERR mencapai 8% untuk PIN dan 9% untuk sebelas digit nomor telepon (Leggett, Williams, 1988). Untuk eksperimen yang kedua, penelitian diikuti oleh 32 participant untuk memasukkan empat digit nomor PIN dan sebelas digit nomor telepon. Pada eksperimen ini, hasil yang dianggap valid apabila participan memasukkan pengulangan tersebut sebanyak 30 kali tanpa ada kesalahan, apabila ada kesalahan, maka participan diharuskan mengulangi dari awal. Hasil yang dicapai dari penelitian tersebut adalah ERR mencapai 8.5% untuk PIN dan 4.9% untuk nomor telepon (Leggett, Williams, 1991).

(5)

keystroke / mengetik pada keyboard adalah faktior koordinasi motorik yang

dipengaruhi oleh syaraf motorik itu sendiri (Magil 2001). Menurut Mettiews, Roy Davies, Westerman dan Stammer (2000), faktor yang mempengaruhi kinerja pada pekerjaan yang membutuhkan koordinasi motorik adalah

1. Tahapan Belajar, dimana menurut Stephens dan Singer (1980), kinerja motorik dipengaruhi oleh tahapan belajar (seperti SMA, D3, S1) yang ditempuh oleh individu tersebut.

2. Mood / keadaan psikologi dari individu mempengaruhi kinerja dari koordinasi motorik. Seperti yang dijelaskan oleh Jurimae (2002) bahwa kinerja motorik pada individu yang memiliki mood positif memiliki kinerja lebih baik dibandingkan dengan individu yang memiliki mood negatif.

3. Usia dari individu tersebut mempengaruhi kinerja koordinasi motorik. Seperti yang dijelaskan oleh Magil (2001), bahwa individu yang memiliki usia dibawah 20 tahun, kinerja motorik yang dimiliki belum berkembang sepenuhnya sehingga usia dibawah 20 tahun memiliki kinerja koordinasi motorik belum sempurna. Untuk usia 20 – 30 tahun merupakan usia dimana keterampilan motorik pada puncaknya (bekerja maksimal) dan pada usia diatas 30 tahun keterampilan koordinasi motorik mulai menurun dikarenakan faktor usia

4. Jenis kelamin, menurut Matthiew (2000), Pria lebih baik dalam mengerjakan pekerjaan yang membutuhkan kinerjdari motorik kasar sedangkan wanita lebih baik bekerja dengan menggunakan motorik halus.

(6)

Dari penjelasan diatas, dapat dilihat bahwa faktor yang mempengaruhi individu dalam melakukan keystroke / mengetik keyboard adalah faktor motorik halus dikarenakan menggunakan otot – otot pada jari. Kinerja dari koordinasi motorik dipengaruhi oleh empat hal yaitu tahapan belajar, mood, usia dan jenis kelamin. Sehingga untuk varibel independent pada penelitian ini akan penulis lakukan adalah usia dan jenis kelamin dari individu tersebut.

Untuk pembatasan usia pada penelitian ini, penulis hanya memilih participant yang memiliki usia 21 – 40 dimana usia tersebut merupakan usia pada saat individu tersebut masih dalam masa produktif yang disebut dengan younger

adult(Krakoff, Lindsay, Looker, Nelson, 2003).

Dilihat dari jurnal – jurnal yang telah dibahas diatas yang berkenaan dengan biometrics keystroke recognition dan juga faktor yang mempengaruhi

keystroke itu sendiri yaitu motorik halus yang kemudian ditambahkan dengan

faktor – faktor yang mempengaruhi syaraf motorik itu sendiri. Sehingga yang akan penulis bahas dalam penelitian ini adalah Analisis Keystroke Recognition

Biometric pada Number-pad terhadap Usia dan Jenis kelamin.

Pada Penelitian ini, penulis akan melakukan eksperimen dimana eksperimen keystroke dengan menggunakan media keyboard number – pad seperti yang dilakukan oleh R.N. Rodrigues, G.F.Rayed, C.R.do N.Costa J.B.Yabuuti, dan F.Violaro (2006) dan Clarke et al (2007). Perbedaan dasar yang berbeda dengan R.N. Rodrigues, G.F.Rayed, C.R.do N.Costa J.B.Yabuuti, dan F.Violaro (2006) dan Clarke et al (2007) adalah Rodrigues menggunakan number-pad pada saat eksperimen seperti menggunakan 8 nomor / PIN yang harus ditekan sedangkan

(7)

Clarke menggunakan number-pad pada seperti keadaan individu menekan tombol pada telepon genggam.

Pada Eksperimen yang penulis lakukan adalah menetapkan number-pad seperti keadaan individu saat menekan nomor PIN pada ATM dimana hanya memperbolehkan satu jari telunjuk sebelah kanan sebagai penekan tombol seperti yang dilakukan oleh Clark dan Farnel, tetapi perbedaan dari penelitian Furnel adalah pada penelitian Furnel, beliau menggunakan angka gabungan antara PIN dan nomor Telepon sehingga total penekanan tombol dalam satu kali pengulangan yang harus dilakukan pada penelitian beliau adalah 15 angka, sedangkan pada penelitian ini hanya memakai 6 digit yang ditentukan oleh penulis dan penekanan tersebut memiliki arti tertentu yang akan dijelaskan pada bab 3 metodologi penelitian.

Untuk pengambilan data dari keystroke / penekanan tombol pada

number-pad. Yang dilakukan penulis adalah mengikuti yang dilakukan oleh Hocquet,

Ramel dan Cardot (2005) yaitu mengambil waktu pada saat event PP (Press -

Press), PR (Press – Release), RP (Release - Press) dan RR (Release – Release).

Diharapkan dengan mengikuti pengambilan wakti pada event tersebut didapatkan waktu – waktu yang akurat sebagai recognition.

Seperti yang dituliskan pada paper Magil (2001), bahwa pengetikan (Keystroke) dipengaruhi oleh faktor – faktor motorik halus yang dimana yang dikatakan oleh Mettiews, Roy Davies, Westerman dan Stammer (2000) faktor motorik halus tersebut dipengaruhi oleh empat hal yaitu Tahapan Belajar, Mood, Usia dan Jenis Kelamin. Untuk penelitian ini, Tahapan Belajar akan dibatasi oleh penulis dimana sampel untuk eksperimen ini hanya memiliki tahapan belajar

(8)

minimal S1. Sedangkan mood tidak dibahas pada eksperimen ini. Untuk jenis kelamin pada penelitian ini ditetapkan ada 2 kelompok yaitu pria dan wanita. Untuk faktor umur, peneliti akan membatasi usia sampel penelitian dari usia 21 – 40 dimana seperti pada penelitian yang dilakukan oleh Krakoff, Lindsay, Looker, dan Nelson (2003), usia 21 – 40 merupakan masa dimana kemampuan mental dari suatu individu pada saat puncak/prima, yang disebut dengan younger adult.

Pada penelitian ini usia tersebut akan terbagi menjadi dua kelompok yaitu usia 21 – 30 dengan usia 31 – 40 dimana pembagian usia tersebut didasarkan pada penelitian Magil (2001) yang mengatakan bahwa usia 20 – 30 tahun merupakan puncak dimana syaraf motorik memiliki kinerja optimal dan setalah usia 30 kinerja motorik mulai menurun.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa penelitian ini akan melakukan analisis

keystroke recognition biometric pada number-pad terhadap Usia dan Jenis

Kelamin.

1.2. Perumusan

Masalah

Teknologi untuk melakukan penerapan biometrics saat telah berkembang, baik untuk biometric recognition secara facial, fingerprint, vein-print, palm-print yang menggunakan media khusus yang dimana akan menanggkap dan menyimpan gambar dari individu yang menggunakan dan kemudian akan membandingkan dengan setiap individu yang ingin memasukinya, akan tetapi

facial, fingerprint, vein-print dan palm-print merupakan biometric yang

menggunakan bentuk tubuh seseorang sebagai PIN dari sistem tersebut.

(9)

sebagai PIN dari sistem tersebut. Salah satunya adalah biometric keystroke

recognition yang menggunakan cara mengetik individu pada keyboard sebagai

PIN / Password untuk masuk kedalam sistem tersebut. Seperti yang telah dijelaskan pada pendahuluan, keystroke recognition dipengaruhi oleh faktor motorik dari syaraf individu tersebut yang dimana faktor motorik tersebut dipengaruhi oleh usia, jenis kelaminm mood dan tahapan belajar yang dimana faktor – faktor tersebut tidak mempengaruhi langsung cara orang melakukan

keystroke.

Menurut penulis, biometric keystroke recognition merupakan salah satu

sistem pengamanan yang masih dapat dikembangkan lebih dalam lagi. Dikarenakan kita lihat sekarang ini banyak sistem pengamanan yang masih menggunakan password atau PIN contohnya apa sistem ATM atau sistem pengamanan memasuki suatu ruangan dan masih banyak lagi. Banyak kita lihat berita – berita yang memperlihatkan bahwa sering terlihat pembobolan ATM yang hanya perlu menggunakan kartu dan nomor PIN yang dapat dilihat oleh orang lain.

Dari kejadian – kejadian seperti itulah dapat kita cegah dengan disempurnakannya sistem biometric ini sebagai sistem keamanan yang dapat kita tambahkan sebagai sistem pengamanan dalam seluruh sistem pengamanan khususnya pada pengamanan yang menggunakan keyboard baik itu QWERTY maupun number-pad.

Alasan mengapa penulis menekankan pada variabel usia dan jenis kelamin adalah untuk mengetahui secara ilmiah apakah benar kedua variabel tersebut memberikan pengaruh kepada hasil penekanan tombol pada keyboard dan

(10)

pengaruh tersebut menyebabkan perbedaan yang significant pada hasil pengetikan. Sehingga apabila benar terjadi perbedaan baik pada variabel usia maupun jenis kelamin ataupun keduanya, hasil dari penelitian ini dapat mengembangkan sebuah sistem biometric recognition yang dapat membedakan pengetikan berdasarkan usia dan jenis kelamin pengguna yang menggunakan sehingga keamanan dari sistem biometric ini dapat meningkat

Sebagai usaha penulis untuk mengembangkan sistem pengamanan

biometric keystroke recognition tersebut, secara khusus melalui penelitian ini,

penulis ingin mengetahui dan menjawab pertanyaan berikut :

1. Apakah ada hubungan antara keystroke timing yang dihasilkan dengan usia dan jenis kelamin dari individu yang melakukan.

2. Apakah ada pengaruh significant dari usia dan jenis kelamin terhadap

keystroke timing yang dilakukan individu yang melakukan.

1.3. Tujuan

Tujuan dari tesis ini adalah :

Melakukan studi terhadap pengaruh usia dan jenis kelamin terhadap

keystroke recognition biometric dengan menggunakan keyboard number-pad yang

dari hasil penelitian ini diharapkan dapat dikembangkan sistem biometric yang mampu mengenali pengguna berdasarkan usia dan jenis kelamin.

1.4. Kontribusi/Manfaat Penelitian.

Manfaat Teoritis

(11)

pihak yang akan merancang sebuah sistem biometric keystroke

recognition.

Manfaat Praktis

Membuktikan bahwa usia dan jenis kelamin merupakan faktor penting untuk keystroke recognition biometric

1.5. Batasan Masalah

Agar pembahasan tesis ini tidak melebar dan keluar dari latar belakang

penelitian, maka ruang lingkup akan dibatasi dengan rincian, dalam tesis ini, penulis membahas tentang pengaruh faktor usia dan jenis kelamin terhadap

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :