Chap 6
Model-Gas Real dan
Ekspansi Virial
1. Ekspansi Virial
2. Gugus Mayer
Fungsi Partisi Kanonik Untuk Gas Dengan
Interaksi Lemah
• Misalkan terdapat interaksi (potensial) antar 2 partikel : 𝑢𝑖𝑗, sehingga Hamiltonian system N partikel diberikan oleh:
𝐻 𝒑, 𝒓 = 1 2𝑚 𝑗=1 𝑁 𝑝2 + 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 𝑢𝑖𝑗 Dengan 𝑢𝑖𝑗 = 𝑢 𝒓𝒊, 𝒓𝒋 dan 𝑝𝑗2 = 𝑝𝑗𝑥2 + 𝑝𝑗𝑦2 + 𝑝𝑗𝑧2 • Fungsi partisi kanonik klasik akan diberikan oleh:
𝑄𝑁 𝑉, 𝑇 = 1
ℎ3𝑁𝑁! 𝑑𝒑𝑑𝒓 𝑒
−𝛽𝐻(𝒑,𝒓)
Integral Konfigurasi
Integral di ruang momentum segera bisa dilakukan (lihat gas ideal tanpa interaksi): 1 ℎ3𝑁 0 ∞ 𝑑𝑁𝑝 exp − 𝛽 2𝑚 𝑗=1 𝑁 𝑝𝑗2 = 1 𝜆3𝑁
Dengan : 𝜆 = ℎ/ 2𝜋𝑚 𝑘𝑇. Jadi fungsi partisi kanoniknya menjadi:
𝑄𝑁 𝑉, 𝑇 = 𝑍𝑁 𝑁! 𝜆3𝑁 Dengan ZN adalah integral konfigurasi sbb:
𝑍𝑁 = 𝑑𝑁𝑟 exp − 𝛽 2𝑚 𝑗<𝑖 𝑁 𝑖=1 𝑁 𝑢𝑖𝑗
Integral Konfigurasi
Integral konfigurasi akan dihitung secara perturbative dengan ekspansi parameter kecil . Definisikan fij :
𝑓𝑖𝑗 = 𝑒−𝛽𝑢𝑖𝑗 − 1
Maka ZN dapat dituliskan sbg: 𝑍𝑁 = 𝑑𝑁𝑟 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 exp −𝛽𝑢𝑖𝑗 = 𝑑𝑁𝑟 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 1 + 𝑓𝑖𝑗 Perhatikan bahwa: 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 1 + 𝑓𝑖𝑗 = 1 + 𝑓12 1 + 𝑓13 1 + 𝑓23 … . .
Integral Konfigurasi
𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 1 + 𝑓𝑖𝑗 = 1 + 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 𝑓𝑖𝑗 + 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 𝑘<𝑙 𝑁 𝑙=1 𝑁 𝑓𝑖𝑗 𝑓𝑘𝑙 + ⋯Conoth untuk 3 partikel:
𝑖<𝑗 3 𝑗=1 3 1 + 𝑓𝑖𝑗 = 1 + 𝑓12 1 + 𝑓13 1 + 𝑓23 𝑖<𝑗 3 𝑗=1 3 1 + 𝑓𝑖𝑗 = 1 + 𝑓12 + 𝑓13 + 𝑓23 + 𝑓12𝑓13 + 𝑓12𝑓23 + 𝑓13𝑓23 + 𝑓12𝑓13 𝑓23
Integral Konfigurasi
Suku pertama : gas ideal – tak ada interaksi:
𝐼1 = 𝑉 𝑑𝑁𝑟 1 = 𝑉 𝑑3𝒓1 𝑉 𝑑3𝒓2… 𝑉 𝑑3𝒓𝑁 = 𝑉𝑁 Suku kedua : 𝐼2 = 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗=1 𝑁 𝑉 𝑑3𝑟1 … 𝑑3𝑟𝑁𝑓𝑖𝑗 Salah satu sukunya misalnya:
𝑉 𝑑3𝑟1𝑑3𝑟2𝑓12 𝑉 𝑑3𝑟3 … 𝑑3𝑟𝑁 = 𝑉𝑁−2 𝑉 𝑑3𝑟1𝑑3𝑟2𝑓12 Suku semacam ini untuk semua pasangan (I,j) berbeda ada sebanyak 𝑁(𝑁 − 1)/2, sehingga:
Integral Konfigurasi
𝐼2 = 𝑁 𝑁 − 1 2 𝑉 𝑁−2 𝑉 𝑑3𝑟1𝑑3𝑟2𝑓12Akan tetapi potensial 𝑢𝑖𝑗 biasanya hanya bergantung jarak relative 𝑟𝑖, 𝑟𝑗 sehingga : 𝑉 𝑑3𝑟1𝑑3𝑟2𝑓12 = 𝑉 𝑉 𝑑3𝑟 𝑓(𝑟) Dan 𝐼2 = 𝑁 𝑁 − 1 2 𝑉 𝑁−1 𝑉 𝑑3𝑟 𝑓(𝑟)
Fungsi Partisi Kanonik
Pada umumnya potensial interaksi hanya bergantung jarak ri dan rj bukan pada posisi absolutnya, sehingga:
𝑍𝑁 = 𝑉𝑁 + 𝑁 𝑁 − 1 2 𝑉 𝑁−1 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟 + ⋯ . Dan fungsi partisi kanoniknya dapat dinyatakan sbg:
𝑄𝑁 𝑉, 𝑇 = 𝑍𝑁 𝜆3𝑁𝑁! = 𝑉𝑁 𝜆3𝑁𝑁! (1 + 𝛼 𝑇 + … ) Dengan 𝛼 = 𝑁 𝑁 − 1 2𝑉 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟
Fungsi Energi Bebas Helmhotz
Seperti biasa berbagai hubungan thermodinamika bisa didapatkan melalui ungkapan energy bebas Helmhotz:
𝐴 = −𝑘𝑇 ln 𝑄𝑁 = −𝑘𝑇 ln 𝑉 𝑁 𝜆3𝑁𝑁! 1 + 𝛼 𝑇 + ⋯ . 𝐴 = −𝑘𝑇 ln 𝑉 𝑁 𝜆3𝑁𝑁! − 𝑘𝑇 ln 1 + 𝛼 𝑇 + ⋯ . Untuk 𝛼 kecil maka ln 1 + 𝛼 ≈ 𝛼 sehingga :
𝐴 ≈ −𝑘𝑇 ln 𝑉
𝑁
Persamaan Keadaan Gas Real
Persamaan keadaan dapat diperoleh melalui hubungan: 𝑃 = − 𝜕𝐴 𝜕𝑉 𝑁,𝑇 = 𝑁𝑘𝑇 𝑉 − 𝑘𝑇 𝜕𝛼 𝜕V + . . 𝜕 𝜕𝑉 𝑁 𝑁 − 1 2𝑉 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟 = −𝑁 𝑁 − 1 2𝑉2 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟
Dengan aprosimasi 𝑁 𝑁 − 1 ≈ 𝑁2 dan definisi 𝑛 = 𝑁
𝑉, maka 𝑃 = 𝑛𝑘𝑇 1 + 1 2𝑛 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟 + ⋯
Persamaan Keadaan Gas Real- Ekspansi Virial
𝑃 = 𝑛𝑘𝑇 1 + 𝑛𝐴2 𝑇 + 𝑛2𝐴3 𝑇 + ⋯ Dimana 𝐴2(𝑇) dikenal sebagai koefisien virial kedua :
𝐴2 𝑇 = 2𝜋
0 ∞
𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟
• Secara teknis, persoalan menjadi, bagaimana cara mencari koefisien-koefisien virial untuk mendapatkan hasil yg lebih teliti, bilamana model potensial interaksi antar partikel
Potensial Bola Keras (Hard Sphere)
Model potensial Hard-Sphere dg jari-jari a: Sehingga:
Jadi koefisien virial kedua:
𝐴2 𝑇 = −2𝜋 0 𝑎 𝑟2𝑑𝑟 = − 2 3 𝜋𝑎 3 𝑃 = 𝑛𝑘𝑇 1 − 2 3 𝑛𝜋𝑎 3 + ⋯ → 𝑃𝑉 = 𝑁𝑘𝑇{1 − 2𝑁 3𝑉 𝜋𝑎 3 + ⋯ . } a r a r r u 0 ) ( U(r) r a r a r e r f u r 0 1 1 ) ( ( )
Bagaimana merumuskan dan mencari koefisien virial orde-orde berikutnya??
Linked-Cluster Expansions – Gugus Mayer
Telah didemonstrasikan kebutuhan untuk secara sistematis mendapatkan suku-suku koreksi pada fungsi partisi atau
persamaan keadaan. Sepasang suami istri Mayer menemukan cara mengasosiasikan suku-suku koreksi dengan sekumpulan grafik yg khas .
Kita mulai dari integral konfigurasi:
i j i kl k l k ij i j i ij N dr f f f Z 1Linked-Cluster Expansions – Gugus Mayer
Gambar disamping mengilustrasikan berbagai suku-suku:
Biru : suku-suku fij merah fijfkl kuning fijfklfmn , misal
Misal suku f8b fab f9a dan f23 f47 f56
Jadi tiap garis menghubungkan 2 vertex melambangkan fij 2 3 4 5 8 9 b a 7 6
Linked-Cluster Expansions – Gugus Mayer
Jadi ekspansi berbagai suku terasosiasi dengan berbagai grafik connected maupun disconnected. Tetapi semua grafik
disconnected bisa dinyatakan dengan grafik connected. Berikut contoh beberapa
gambar-gambar grafik yg terkait dengan suku-suku tertentu:
fij
fijfkl fijfklfkl
Semua bisa dinyatakan sebagai jumlah
connected-graph (gugus) saja
Linked-Cluster Expansions – Gugus Mayer
Dapat dibuktikan bahwa fungsi partisi grand kanonik dapat dituliskan sbg: ln 𝜁 = 𝑉 𝜆3 𝑘 ∞ 𝑧𝑘𝑏𝑘
Dengann z : fugacity, dan bk dihitung berdasarkan linked-cluster (gugus) sbb:
𝑏𝑘 𝑉, 𝑇 = 1
𝑘! 𝜆3(𝑘−1)𝑉 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑚𝑢𝑎 𝑔𝑢𝑔𝑢𝑠 − 𝑘 𝑦𝑔 𝑏𝑖𝑠𝑎 𝑑𝑖𝑏𝑢𝑎𝑡
Gugus –k adalah connected-graph dengan k-titik atau vertex. Contoh: 1 1 1 ! 1 1 1 3 0 ) 1 1 ( 3 1
V V r d V V b V b2 3(2 1) ! 2 1
2 12 3 1 3 3 2 1 f r d r d V 1 2 l= •l=3 •k=1 •k=2Linked-Cluster Expansions – Gugus Mayer
V b3 3(3 1) ! 3 1
3 12 23 13
3 2 3 1 3 23 12 3 3 2 3 1 3 6 3 3 6 1 f f f r d r d r d f f r d r d r d V b
+ + + 1 3 2 2 3 1 2 1 3 1 3 2 V b4 3(4 1) ! 4 1
34 13 23 12 4 3 3 3 2 3 1 3 34 12 4 3 3 3 2 3 1 3 34 12 4 3 3 3 2 3 1 3 9 4 6 3 24 1 f f f f r d r d r d r d f f r d r d r d r d f f r d r d r d r d V b •k=4 •k=3 + 6 + 1 3 2 2 3 1 2 1 3 4 4 4 3Fungsi Partisi Grand Kanonik
• Fungsi partisi grand kanonik: 𝑃𝑉 𝑘𝑇 = ln 𝜁 = 𝑉 𝜆3 𝑘 ∞ 𝑧𝑘𝑏𝑘 • Jumlah partikel rata-rata:
𝑁 =< 𝑁 > = 𝑧 𝜕 𝜕𝑧 ln 𝜁 = 𝑉 𝜆3 𝑘 ∞ 𝑘𝑧𝑘𝑏𝑘 Atau : 𝑁 𝑉 = 𝑛 = 1 𝜆3 𝑘 ∞ 𝑘𝑧𝑘𝑏𝑘
Perhatikan nilai bk dihitung dari integral terhadap graph yg terkait.
Ekspansi Virial
Dengan v= V/N persamaan keadaan dapat diekspansikan sebagai deret kuasa dari (3 /v): 𝑃𝑣 𝑘𝑇 = 𝑘=1 ∞ 𝑎𝑘 𝜆 3 𝑣 𝑘−1 =
Koefisien ekspansi ak dihitung dari 2 persamaan sebelumnya melalui nilai bk ( 𝑘=1∞ 𝑧𝑘𝑏𝑘/ 𝑘=1∞ 𝑘𝑏𝑘(𝑧𝑘) 𝑃𝑣 𝑘𝑇 = 𝑘=1 ∞ 𝑎𝑘 𝜆 3 𝑣 𝑘−1 𝑃 𝑘𝑇 = 1 𝜆3 𝑘=1 ∞ 𝑧𝑘𝑏𝑘 1 𝑣 = 1 𝜆3 𝑘=1 ∞ 𝑘𝑧𝑘𝑏𝑘
Ekspansi Virial
𝑘=1 ∞ 𝑏𝑘𝑧𝑘 = 𝑘=1 ∞ 𝑘𝑏𝑘𝑧𝑘 𝑛=1 ∞ 𝑎𝑛 𝜆 3 𝑣 𝑘−1 = 𝑘=1 ∞ 𝑏𝑘𝑧𝑘 = 𝑘=1 ∞ 𝑘𝑏𝑘𝑧𝑘 𝑛=1 ∞ 𝑎𝑛 𝑚=1 ∞ 𝑚𝑧𝑚𝑏𝑚 𝑛−1 Berarti: 𝑏1𝑧1 + 𝑏2𝑧2 + 𝑏3𝑧3 + ⋯ . . = 𝑏1𝑧1 + 2𝑏2𝑧2 + 3𝑏3𝑧3 + ⋯ ∗ {𝑎1+𝑎2 𝑏1𝑧1 + 2𝑏2𝑧2 + 3𝑏3𝑧3 + ⋯ + 𝑎3 𝑏1𝑧1 + 2𝑏2𝑧2 + 3𝑏3𝑧3 + ⋯ 2 + ⋯ }Ekspansi Virial
Samakan koefisien 𝑧𝑘: 𝑧 : 𝑏1 = 𝑏1𝑎1 → 𝑎1 = 1 ingat 𝑏1 = 1 𝑧2 : 𝑏2 = 2𝑏2𝑎1 + 𝑎2𝑏12 → 𝑏2 = 2𝑏2 + 𝑎2 → 𝑎2 = −𝑏2 𝑧3 : 𝑏3 = 3𝑎1𝑏3 + 2𝑎2𝑏1𝑏2 + 2𝑎2𝑏1𝑏2 + 𝑎3𝑏13 𝑏3 = 3𝑏3 − 4𝑏22 + 𝑎3 → 𝑎3 = −2𝑏3 + 4𝑏22 DstModel Hard sphere:
𝑢 𝑟 = ∞ 𝑟 < 𝑎
0 𝑟 ≥ 𝑎 → 𝑓 𝑟 = 𝑒
−𝛽𝑢(𝑟) − 1 = −1 𝑟 < 𝑎
Ekspansi Virial
𝑢 𝑟 = ∞ 𝑟 < 𝑎 0 𝑟 ≥ 𝑎 → 𝑓 𝑟 = 𝑒−𝛽𝑢(𝑟) − 1 = −1 𝑟 < 𝑎 0 𝑟 ≥ 𝑎 𝑏2 = 1 2𝜆3𝑉 𝑑 3𝒓 𝟏𝑑3𝒓𝟐 𝑓12 = 1 2𝜆3 𝑑 3𝒓 12𝑓(𝑟12) 𝑏2 = 1 2𝜆3 0 ∞ 4𝜋𝑟2𝑓 𝑟 𝑑𝑟 = − 1 2𝜆3 0 𝑎 4𝜋𝑟2𝑑𝑟 𝑏2 = − 2𝜋𝑎 3𝜆3 Dengan ini : 𝑎2 = −𝑏2 = 2𝜋𝑎 3𝜆3Pers. Keadaan
Maka: 𝑃𝑣 𝑘𝑇 = 𝑘=1 ∞ 𝑎𝑘 𝜆 3 𝑣 𝑘−1 = 𝑎1 + 𝑎2 𝜆 3 𝑣 + ⋯ 𝑃𝑣 𝑘𝑇 = 1 + 2𝜋𝑎 3 1 𝑣 + ⋯ • Dengan 𝑣 = 𝑉𝑁 maka hasil ini sama dengan ekspansi virial yang
Perumusan Linked Cluster
Expansions*)
• Pada bagian ini akan diturunkan cara menghitung integral konfigurasi dengan Linked-Cluster Expansions.
• Kita mulai dengan integral konfigurasi ZN: 𝑍𝑁 𝑉,𝑇 = 𝑑3𝑟1 … 𝑑3𝑟𝑁 𝑗<𝑖 𝑁 𝑖=1 𝑁 (1 + 𝑓𝑖𝑗)
Arti perkalian tsb, adalah perkalian factor (1 + 𝑓𝑖𝑗) untuk seluruh kemungkinan pasangan (i,j) (dengan i<j, mengapa?). Contoh N=3: 𝑗<𝑖 𝑁 𝑖=1 𝑁 (1 + 𝑓 𝑖𝑗) = (1 + 𝑓12) (1 + 𝑓13) 1 + 𝑓23 = = 1 + (𝑓12+𝑓13 + 𝑓23) + 𝑓12𝑓13 + 𝑓12𝑓23 + 𝑓13𝑓23 + 𝑓12𝑓13𝑓23
Hubungan Z
N
dengan Graph
• Sehingga secara umum dapat dituliskan: 𝑍𝑁 𝑉,𝑇 = 𝑑3𝑟1 … 𝑑3𝑟𝑁{1 + 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗 𝑁 𝑓𝑖𝑗 + 𝑘<𝑙 𝑁 𝑙 𝑁 𝑖<𝑗 𝑁 𝑗 𝑁 𝑓𝑘𝑙𝑓𝑖𝑗 + … . }
Setiap suku di integrand tsb dapat divisualisasikan sebagai graph: 1 f12 f12 f34 f12 f13 1 1 2 1 2 3 4 1 2 3
Apakah Graph?
• Apakah grafik ?
Himpunan titik (vertex) dan garis (bond). • Grafik bisa berlabel atau tak berlabel
• Grafik bisa connected/linked (terhubung) atau
disconnected (tak terhubung)
1 2
vertex bond
Grafik Partikel-N
• Grafik partikel-N :
– Kumpulan N vertex yang dilabeli 1,2,…N dan mengandung sejumlah garis penghubung antara vertex yang berbeda
• Jika 𝛼, 𝛽 … 𝛾 adalah garis-garis penghubungnya, maka grafik tsb diasosiasikan dengan integral berikut ini:
𝑑3𝑟1 … 𝑑3𝑟𝑁 𝑓𝛼𝑓𝛽 … 𝑓𝛾
• Karena grafik partikel –N berlabel, maka cara pelabelan berbeda menghasilkan grafik yg beda. Contoh:
2 1 3 1 2 3 3 2 1 1 2 3 =
Grafik Partikel-N dan Z
N
• Grafik sebagai cara visualisasi berbagai suku integral:
• Maka integral konfigurasi dapat dinyatakan sebagai jumlah total seluruh grafik partikel N:
𝑍 = (𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑡𝑜𝑡𝑎𝑙 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑔𝑟𝑎𝑓𝑖𝑘 𝑝𝑎𝑟𝑡𝑖𝑘𝑒𝑙 𝑁 𝑦𝑔 𝑏𝑒𝑟𝑏𝑒𝑑𝑎) Disconnected graph dapat
dituliskan sebagai perkalian dari masing-masing connected graph
Grafik Cluster-k dan Integral Cluster-k
• Grafik cluster-k : connected k-vertex graph. Himpunan k vertex yang saling
terhubung.
• Definisikan integral cluster-k sebagai :
𝑏𝑘 𝑉, 𝑇 = 1
Grafik Cluster-k
• Contoh beberapa integral konfigurasi bk
• Sebuah Grafik-Partikel N adalah kumpulan (hasil kali) dari cluster-graph dengan jumlah vertex k, yg memenuhi
kriteria:
𝑘
Cara membuat Grafik Cluster-k
• Tetapi dengan mendefinisikan himpunan tertentu {mk} yg memenuhi kriteria tsb, tidak mendefinisikan secara unik grafik partikel-N. Ada banyak macam cluster-graph yg terkait dengan {mk} yg sama, sebab:
• a. Banyak cara membentuk cluster-k yg berbeda
• b. Banyak cara labeling untuk cluster-k yang sama
• Jadi himpunan {mk} tertentu terkait dengan sekumpulan grafik. 2 1 3 1 2 3
S{m
k
}
• Jika S{mk} himpunan seluruh grafik yg terkait dengan suatu distribusi {mk} tertentu, maka jumlah terhadap seluruh
kemungkinan {mk} yg memenuhi kriteria adalah Z: 𝑍 =
{𝑚𝑘}
𝑆 𝑚𝑘 • Yang memenuhi kriteria 𝑘 𝑘𝑚𝑘 = 𝑁 • Bagaimana cara mendapatkan S{mk}?
1. Buat sebuah grafik partikel-N terkait dengan distribusi jumlah vertex tertentu {mk}.
1-vertex : m1 buah 2-vertex: m2 buah dst
S{m
k
}
• Masing-masing grafik cluster-k yg terlibat bisa berbeda • Total vertex =N
• Kemudian tiap vertex bisa diberi label 1,2,…N. Setiap permutasi label ini akan menghasilkan grafik-N yang berbeda.
• Jika seluruh kemungkinan di atas dilakukan maka akan diperoleh S{mk}:
Permutasi dan Labelling
• Arti notasi jumlah P: dijumlahkan terhadap seluruh kemungkinan permutasi label 1,2,…N. Dan jika suku
(..+..+..)m dibuka akan menghasilkan banyak grafik, tetapi
ketika dijumlahkan thd P, total vertex =N
• Jadi ada mk cluster-k, permutasi diantara mk ini tidaklah menghasilkan grafik baru!
• Di dalam penjumlahan terhadap seluruh cluster-k, permutasi label diantara k vertex tsb tidak akan menghasilkan grafik N-partikel yg baru. Contoh:
Banyak Suku terkait {m
k
}
• Jadi banyaknya suku terkait dengan suatu distribusi {mk} tertentu di S{mk} adalah:
𝑁!
1! 𝑚1! 2! 𝑚2! … 𝑚1! 𝑚2! …
• Dan setiap suku tsb berkontribusi (lihat definisi bk): 1! 𝑉𝑏1 𝑚1 2! 𝜆3𝑉𝑏
2
𝑚2
3! 𝜆6𝑉𝑏3 𝑚3 … • Menggunakan ini maka S{mk} adalah:
𝑆 𝑚𝑘 = 𝑁! 𝑘 𝑁 𝑉𝜆3𝑘−3𝑏𝑘 𝑚𝑘 𝑚𝑘! = 𝑁! 𝜆 3𝑁 𝑘 𝑁 𝑉𝑏𝑘/𝜆3 𝑚𝑘 𝑚𝑘!
Q
N
sebagai Integral Cluster-k
• Mengingat fungsi partisi kanonik QN: 𝑄𝑁 𝑉, 𝑇 = 1
𝑁! 𝜆3𝑁 𝑍𝑁 Dan definisi ZN dalam S{mk}:
𝑄𝑁(𝑉, 𝑇) = {𝑚𝑘} 𝑘=1 𝑁 𝑉𝑏𝑘/𝜆3 𝑚𝑘 𝑚𝑘! Dengan kendala 𝑘 𝑘𝑚𝑘 = 𝑁
• Kendala ini mempersulit penjumlahan tsb. Untuk
melonggarkan hal tsb maka digunakan fungsi partisi Grand Kanonik, sehingga setiap mk=0,1,2,…..
𝜁(𝑧, 𝑉, 𝑇) dan Integral Cluster
• Fungsi partisi grand kanonik: 𝜁 𝑧, 𝑉, 𝑇 = 𝑁=0 ∞ 𝑧𝑁𝑄𝑁 𝑉, 𝑇 = 𝑁=0 ∞ 𝑧 𝜆3 𝑁 𝑍 𝑁 𝑉, 𝑇 𝑁! 𝜁(𝑧, 𝑉, 𝑇) = 𝑁=0 ∞ 𝑧𝑁 𝑚𝑘 𝑘=1 𝑁 𝑉𝑏𝑘/𝜆3 𝑚𝑘 𝑚𝑘! • Dengan 𝑘 𝑘𝑚𝑘 = 𝑁 maka 𝑧𝑁 = 𝑧1𝑚1+2𝑚2+⋯ 𝜁 𝑧, 𝑉, 𝑇 = 𝑚1=0 ∞ 𝑚2=0 ∞ … 𝑉𝑧𝑏1/𝜆 3 𝑚1 𝑚1! 𝑉𝑧2𝑏2/𝜆3 𝑚2 𝑚2! …