• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET AIR PADA ANAK KELOMPOK B DI Upaya Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Melalui Permainan Estafet Air Pada Anak Kelompok B Di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Suko

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET AIR PADA ANAK KELOMPOK B DI Upaya Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Melalui Permainan Estafet Air Pada Anak Kelompok B Di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Suko"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET AIR PADA ANAK KELOMPOK B DI

TK DESA BUGEL KECAMATAN POLOKARTO KABUPATEN SEKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

NASKAH PUBLIKASI

Disusun Guna Memenuhi Sebagian Prasyarat Mencapai Derajat Sarjana S-1

Oleh :

ZULHAMIDAH AMINI A520090001

PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA

(2)
(3)

ABSTRAKSI

UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET AIR PADA ANAK KELOMPOK B DI TK DESA BUGEL KECAMATAN POLOKARTO

KABUPATEN SEKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan

interpersonal anak kelompok B di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013 melalui permainan estafet air. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Dalam penelitian yang menjadi subjek ini adalah anak didik kelompok B di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo tahun pelajaran 2012/2013 sebanyak 20 anak , terdiri dari 10 laki-laki dan 10 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus masing-masing siklus terdiri atas tahap perencanaan, tahap tindakan, pengamatan, refleksi.

Data kecerdasan interpersonal anak dikumpulkan melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tekhnik analisis data yang digunakan adala h diskriptif komparatif yaitu membandingkan kecerdasan interpersonal anak dengan indikator kinerja pada setiap siklus, dan analisis interaktif yaitu mengkroscek hasil observasi pembelajaran setiap siklus dengan cara pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan. Hasil penelitian sebelum pelaksanaan siklus diperoleh hasil sebesar 35.62%, siklus I mencapai 58.27% kenaikan prosentase sebesar 22.65% dan siklus II mencapai 81.71%. dan kenaikan prosentase siklus I ke siklus II adalah sebesar 23.44% berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa melalui permainan estafet air dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013.

(4)

A. PENDAHULUAN

Pendidikan taman kanak-kanak merupakan jenjang pendidikan

setelah play group sebelum anak masuk sekolah dasar. Walaupun TK

bukan jenjang pendidikan yang wajib diikuti, namun memberikan banyak

manfaat bagi penyiapan anak untuk masuk sekolah Dasar. TK adalah masa

keemasan (Golden Age) program pendidikan bagi anak usia 0-6 tahun yang intinya pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Masa

kanak-kanak merupakan masa yang paling kritis dalam perkembangan dan

pertumbuhan manusia, baik dari segi fisik maupun emosi.

Banyak orang tua maupun guru telah memahami pentingnya masa

emas (golden age) perkembangan pada usia dini. Sebagai masa penting, masa sensitifnya semua potensi yang dimiliki untuk berkembanng sesuai

dengan kemampuan dan kecerdasan yang dimilikinya.

Potensi kecerdasan berhubungan dengan kemampuan intelektual.

Teori kecerdasan sangat sesuai untuk anak, dan akan lebih baik

ditumbuhkembangkan sejak usia dini. Teori kecerdasan tersebut adalah

teori kecerdasan majemuk atau yang lebih dikenal dengan istilah Multiple Intelligence.

Adapun kecerdasan majemuk (Multiple Intelligence) meliputi 9 jenis kecerdasan diantaranya: kecerdasan linguistic, kecerdasan logika

matematika, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musical, kecerdasan

kinestetik, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan

naturalis, kecerdasan spiritual.

Dari 9 kecerdasan salah satu diantaranya adalah kecerdasan

interpersonal. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan untuk

memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif. Kecerdasan

interpersonal yang baik membuat yang bersangkutan mempunyai

kepekaan hati yang tinggi, sehingga bisa bersikap empatik tanpa

(5)

Pada usia TK anak-anak masih masih kesulitan dalam

meningkatkan kecerdasan interpersonal yang beragam dalam

melakukannya. Kecerdasan interpersonal yang dibutuhkan anak untuk

berkembang baik bisa dipelajari dan dilakukan dalam kehidupan anak.

Khususnya dalam hal meningkatkan kecerdasan interpersonal anak.

Dengan dihadirkannya permainan estafet air dapat dijadikan alternative

untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal agar meningkat secara

signifikan. Karena pada hakekatnya anak-anak suka bermain.

Di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

kecerdasan interpersonal anak masih rendah. Hal ini telihat saat salah satu

anak menginginkan mainan yang sedang dimainkan oleh beberapa anak.

Mereka tidak mau bergantian untuk menggunakan mainan tersebut,

beberapa anak marah, memukul temannya yang ingin meminjam mainan

yang sedang mereka mainkan, bukan hanya saat menggunakan mainan

yang ada dalam bekerjasama ataupun melakukan kegiatan yang dilakukan

bersama-sama masih kesulitan dalam melakukan permainan secara

bersama-sama dengan teman satu kelompoknya.

Realitas di lapangan menunjukan bahwa kecerdasan interpersonal

sebagian besar anak-anak kelompok B di TK Desa Bugel Kecamatan

Polokarto Kbupaten Sukoharjo, anak-anak kelompok B masih rendah

dalam meningkatkan kecerdasan interpersonalnya.

Dari masalah yang dihadapi di TK Desa Bugel Kecamatan

Polokarto Kabupaten Sukoharjo tersebut, maka peneliti akan melakukan

upaya peningkatan kecerdasan interpersonal yang lebih baik dengan “

UPAYA MENINGKATKAN KECERDASAN INTERPERSONAL

ANAK MELALUI PERMAINAN ESTAFET AIR PADA ANAK

KELOMPOK B DI TK DESA BUGEL KECAMATAN POLOKARTO

KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN PELAJARAN 2012/2013 “ sangat

tinggi.

Dengan menggunakan permainan estafet air di TK Desa Bugel

(6)

senang dan tidak mudah bosan dengan pembelajaran yang dilakukannya

tanpa paksaan.

B. METODE PENELITIAN

Lokasi Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dilakukan di sesa

Bugel yaitu di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

Tahun Pelajaran 2012/2013. Yang lokasi sekolahnya sangat strategis

karena dekat dengan pemukiman warga dan TK Desa Bugel treletak di

sebelah SD N 1 Bugel.

Waktu penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian

dilakukan pada waktu semester II. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti

dimulai pada hari Senin, 14 Januari 2013. Langkah pertama peneliti

melakukan obervasi terlebih dahulu selama satu minggu, pada tanggal 22

& 25 Januari 2013 peneliti melakukan tindakan siklus I, pada tanggal 28 &

30 Januari 2013 peneliti melakukan tindakan siklus II.

Jenis Penelitian yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian yang

dilakukan adalah jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian

tindakan kelas adalah kajian sistematik dari upaya perbaikan pelaksanaan

praktek pendidikan oleh sekelompok guru dengan melakukan

tindakan-tindakan dalam pembelajaran, berdasarkan refleksi mereka mengenai hasil

tindakan tersebut. Alasan peneliti mengambil PTK karena dalam proses

pembelajaran yang dilakukan guru dalam meningkatkan kecerdasan

interpersonal masih rendah.

Sampel yang digunakan dalam Penelitian tindakan kelas yang

dilakukan oleh peneliti untuk memperoleh hasil yang akan diperoleh dalm

meningkatkan kecerdasan interpersonal anak melalui permainan estafet air

adalah anak-anak kelompok B di TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto

Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013 yang berjumlah 20 anak

yann terdiri dari 10 anak laki-laki dan 10 anak perempuan. Alas an

memilih anak kelompok B dikarenakan Kecerdasan interpersonal anak

(7)

Teknik Pengumpulan Data yang digunakan oleh peneliti dalam

penelitian yang dilakukan untuk memperoleh hasil ataupun data dari

peserta didik dengan cara sebagai berikut:

1. observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematis terhadap

gejala yang tampak pada objek penelitian

2. wawancara adalah cara pengumpulan data dengan jalan Tanya jawab

secara langsung berhadapan muka

3. dokumentasi adalah cara pengumpulan data atau informasi melalui

laporan-laporan yang telah tertulis.

Teknik Analisis Data yang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian

yang dilakukan oleh peneliti teknik analisis data yang digunakan di

antaranya :

1. reduksi data adalah proses penyederhanaan data yang dilakukan melalui

seleksi, pengelompokan, dan pengorganisasian data mentah menjadi

sebuah informasi bermakna.

2. penyajian data adalah suatu upaya menampilkan data secara jelas dan

mudah difahami dalam bentuk paparan naratif, table, grafik, atau

perwujudan lain yang dapat memberikan gambaran jelas tentang proses

dan hasil tindakan yang dilakukan

3. penyimpulan hasil analisis adalah pengambilan inti dari sajian data

yang telah teroganisasikan dalam bentuk pernyataan atau kalimat

singkat, padat, dan bermakna.

C. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti sebanyak dua siklus

yang masing-masing siklus dilakukan dua kali pertemuan dengan kegiatan

yang dilakukan adalah permainan estafet air untuk meningkatkan

kecerdasn interpersonal anak. Siklus I dilakukan pada tanggal 22 dan 25

Januari 2013. Adapun dalam permainan estafet air yang dilakukan terdiri

dari empat tahap, yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, pengamatan,

(8)

tahap perencanaan yang diantaranya membuat RBP, mempersiapkan

media pembelajaran.

Pada pelaksanaan tindakan peremuan pertama peneliti membagi

kelompok permainan yang dalam melakukan pembagian kelompoknya

ditentukan secara langsung oleh peneliti. Yang masing-masing kelompok

terdiri dari lima anak. Dalam permainan yang dilakukan anak-anak masih

mengalami kesulitan. Dalam pertemuan berikutnya yaitu pertemuan kedua

permainan yang dilakukan sama denga pertemuan pertama yaitu

permainan estafet air dalam pertemuan kedua ini pembagian kelompok

yang dilakukan oleh peneliti berbeda dengan pembagian kelompok ya ng

pertama yaitu dengan cara masing-masing anak berhitung satu sampai

dengan empat setelah berhitung anak yang mrnyebut angka satu

berkumpul dengan anak yang menyebut angka satu begitupula seterusnya

sampai yang ke empat.

Dalam pertemuan pertama yang dilakukan peneliti melakukan

pengamatan/observasi kepada anak-anak yang melakukan permainan

estafet air dengan menggunakan lembar observasi yang telah dipersiapkan

peneliti sebelum melakukan pelaksanaan kegiatan permainan estafet air

berlangsung yaitu lembar observasi kinerja guru yang diamatai oleh guru

kelompok B dan lembar observasi untuk anak dilakukan oleh peneliti

sendiri. Adapun butir amatan yang dilakukannya di antaranya sebai berikut

anak mampu melaksanakan kegiatan secara bersama-sama, anak mampu

bekerjasama dengan baik, anak bermain tanpa ada perselisihan dengan

teman satu kelompoknya, anak tidak membeda-bedakan antara teman yang

satu dengan yang lain dalam satu kelompok, anak mampu memimpin

kelompoknya sesuai dengan peraturan yang diberikan, anak dalam

bermain tidak melanggar peraturan yang diberikan, anak mampu

bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan sampai selesai,

anak mau melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Berdasarkan

pengamatan yang dilakukan oleh peneliti untuk meningkatkan kecerdasan

(9)

dari sebelum tindakan rata-rata prosentase satu kelas sebesar 35.62% pada

siklus I mencapai 58.27%, hasil observasi peningkatan kecerdasan

interpersonal anak sudah terlihat meningkat. Akan tetapi dalam permainan

estafet air masih ada beberapa kekurangan yang di anataranya peneliti

dalam menjelaskan dan memotivasi anak kurang mendetai dan tidak

berulang-ulang.

Dalam siklus II yang dilakukan dalam dua kali pertemuan yaitu

pada tanggal 28 dan 30 Januari 2013. Peneliti mengupayakan dalam

perminan yang dilakukan anak dalam suasana senang dan nyaman

sehingga anak-anak dalam bermain merasa gembira. Sebelum

melksanakan kegiatan pembelajaran dengan melakukan permainan estafet

air dengan melakukan perencanaan dengan membuat RBP, media

pembelajaran yang akan digunakan, lembar observasi kinerja guru dan

lembar observasi lembar observasi anak dalam melakukan kegiatan

permainan estafet air untuk meningkatkan kecerdasan interpersonal anak.

Dalam pelaksanaan tinakan pada pertemuan pertama kegiatan yang

dilakukan sama yaitu melakukan kegiatan permainan estafet air untuk

meningkatkan kecerdasan interpersonal anak. Dari 20 anak peneliti

membagi kelompok menjadi empat kelompok yang masing-masing

kelompok beranggotakan lima anak. Dalam permainan yang dilakukan

peneliti dalam menyampaikan aturan permainan dengan berulang-ulang ,

melakukan demonstrasi dan lebih memotivasi anak untuk lebih

bersemangat dan lebih kompak denga teman satu kelompoknya sehingga

permainan yang dilakukan menjadi menyenangkan dan membuat anak

menjadi gembira. Dalam pertemuan kedua peneliti melakukan permainan

yang sama yaitu permainan estafet air untuk meningkatkan kecerdasan

interpersonal anak dalam permainan yang dilakukan peneliti membagi

anak menjadi dua kelompok yang masing-masing kelompoknya terdiri dari

10 anak hal tersebut dilakukan karena peneliti ingin menciptakan suasana

yang bervariasi dan agar anak-anak merasakan jika melakukan permainan

(10)

pelaksanaan tindakan pertemuan pertama anak sudah mengalami

peningkatan yang bagus dalam bekerjasama dengan teman satu kelompok,

bertanggung jawab terhadap permainan yang diberikan, saat anak

memimpin teman satu kelomoknya.

Dalam permainan estafet air untuk meningkatkan kecerdasan

interpersonal anak peneliti melakukan pengamatan/observasi dengan

menggunakan lembar observasi yang telah dibuat oleh peneliti sebelum

melakukan pelaksanaan tindakan, yaitu berupa lembar observasi kinerja

guru yang di amati oleh guru kelomok B , dan lembar observasi anak yang

dilakukan oleh peneliti. Adapun butir amatan dalam melakukan

pengamatan untuk anak-anak saat bermain estafet air diantaranya anak

mampu melaksanakan kegiatan secara bersama-sama, anak mampu

bekerjasama dengan baik, anak bermain tanpa ada perselisihan dengan

teman satu kelompok, anak tidak membeda-bedakan antara teman yang

satu dengan yang lain dalam satu kelompok, anak mampu memimpin

kelompoknya sesuai dengan peraturan yang diberikan, anak dalam

bermain tidak melanggar peraturan yang telah diberikan, anak mampu

bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang diberikan sampai selesai,

anak mau melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik. Berdasarkan

pengamatan yang telah dilakukan dalam siklus II peningkatan kecerdasan

interpersonal anak melalui permainan estafet air prosentase pencapaian

yang diperoleh 81.71%, prosentase tersebut sudak mencapai indikator

kinerja yang telah ditentukan oleh peneliti sebelum melakukan penelitian.

Hasil obervasi pada siklus II sudah mencapai indikator kinerja,

peningkatan rata-rata prosentase pencapaian dari siklus I dibandingkan

dengan siklus II sudah menga;lami peningkatan yang sudah baik.

Berdasarkan pelaksanaan siklus II menunjukan bahwa penelitian

yang telah dilakukan mengalami peningkatan, kegiatan anak dalam

melakukan permainan estafet air ssuai dengan yang diharapkan oleh

peneliti, peningkatan terlihat dari pencapaian rata-rata kecerdasan

(11)

yang baik yaitu dengan prosentase 81.71%. Adapun hasil refleksi tersebut

meliputi butir amatan yang diantaranya anak mampu melaksanakan

kegiatan secara bersama-sama, anak mampu bekerjasama dengan baik,

anak bermain tanpa ada perselisihan dengan teman satu kelompok, anak

tidak membeda-bedakan antara teman yang satu dengan yang lain dalam

satu kelompok, anak mampu memimpin kelompoknya sesuai dengan

peraturan yang diberikan, anak dalam bermain tidak melanggar peraturan

yang telah diberikan, anak mampu bertanggung jawab menyelesaikan

tugas yang diberikan sampai selesai, anak mau melaksanakan tugas yang

diberikan dengan baik. Dalam permainan estafet air yang telah dilakukan

anak terlihat sangat menikmati permainan dan merasa sangat senang

karena dapat melakukan permainan di luar kelas sehingga anak tidak cepat

merasa bosan dengan permainan yang telah dilakukan bersama. Hal

tersebut dapat berhasil dikarenakan peneliti lebih memotivasi dan dalam

(12)

D. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada

bab sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dalam penelitian yang telah dilaksanakan dalam dua siklus dapat

diketahui bahwa kecerdasan interpersonal anak melalui permainan

estafet air pada anak kelompok B di TK Desa Bugel Kecamatan

Polokarto Kabupaten Sukoharjo Tahun Pelajaran 2012/2013

mengalami peningkatan dengan prosentase rata-rata dari sebelum

tindakan sampai siklus II yaitu pra siklus 35.62%, siklus I 58.27%, dan

siklus II 81.71%.

2. Penerapan kegiatan pembelajaran melalui kegiatan permainan estafet

air dapat meningkatkan kecerdasan interpersonal anak kelompok B di

TK Desa Bugel Kecamatan Polokarto Kabupaten Sukoharjo

(13)

DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, Thomas. 2002. Setiap Anak Cerdas. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.

Effendi, Agus. 2005. Revolusi Kecerdasan Abad 21. Bandung : Alfabeta

Suyadi. 2010. Psikologi Belajar PAUD. Yogyakarta : PT Pustaka Insan Madani, Anggota IKAPI

Darsinah. 2010. Modul Perkembangan Kognitif. Surakarta : UMS.

Desmita. 2010. Psikologi Perkembangan. Bandung : PT REMAJA

ROSDAKARYA.

Malahayati, Murti, Krishna, Tendi.2012. 50 Permainan Edukatif. Yogyakarta : PT Citra Aji Parama

Susilo, Herawati dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Malang : Bayumedia Publishing

Hasan, Maimunah. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Jogyakarta : Diva Press

Anwar dan Ahmad Arsyad. 2009. Pendidikan Anak Usia Dini. Bandung : Alvabeta

Azwar, Saifuddin. 2010. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Kunandar. 2011. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta :Raja Gravindo Persada

Linda, Campbell dkk. 2002. Melesatkan Kecerdasan. Depok : Inisiasi Press

Isjoni. 2009. Model Pembelajaran Anak Usia Dini. Bandung : Alfabeta

http://ebekunt.wordpress.com/2010/10/31/kecerdasan-interpersonal-2/

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada kemampuan berpikir kritis peserta didik yang mengikuti dan tidak mengikuti pembelajaran

Pada Tabel 9 juga diketahui bahwa nilai R 2 dari asam lemak C10:0 dan C15:0 lebih rendah dari 0.6, rendahnya nilai R 2 ini menyebabkan prilaku asam lemak

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dalam rangka memperbaiki kegiatan belajar mengajar khususnya dalam pembelajaran menulis

1. Tentukan populasi sasaran. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi sasaran adalah wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Belitung.. Tentukan sebuah tempat tertentu sebagai

Segala puji syukur ke hadirat SWT, yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah- Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul: “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR

yang digunakan adalah analisis jalur.. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada hubungan kausal antara.. 1) kemampuan awal dengan keberhasilan belajar dengan koefisien jalur

Research on revitalization of family medicinal plant (TOGA) conservation done at Kampong Pabuaran (Cibanteng village), and Kampong Gunung Leutik ( Benteng

The purpose of this research is to develop a Knowledge Management System For The Selection Of High-Yielding Rice Variety and Seeds. The method used is the Linear Life Cycle model