• Tidak ada hasil yang ditemukan

Naskah Publikasi. diajukan oleh Agung Setia Wibawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Naskah Publikasi. diajukan oleh Agung Setia Wibawa"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

OPTIMALISASI JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) SMP NEGERI 1 BENGKULU SELATAN DENGAN

MEMBANGUN BASE TRANSMITTER STATION (BTS) MENGGUNAKAN ROUTERBOARD

MIKROTIK RB 433A

Naskah Publikasi

diajukan oleh Agung Setia Wibawa

05.11.0863

kepada

SEKOLAH TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER AMIKOM

YOGYAKARTA 2011

(2)

i

(3)

ii

OPTIMIZING WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) ON SMPN 1 SOUTH BENGKULU WITH BUILDING BASE TRANSMITTER STATION (BTS)

USING MIKROTIK ROUTERBOARD RB 433A

OPTIMALISASI JARINGAN WIRELESS LOCAL AREA NETWORK (WLAN) SMP NEGERI 1 BENGKULU SELATAN DENGAN MEMBANGUN BASE

TRANSMITTER STATION (BTS) MENGGUNAKAN ROUTERBOARD MIKROTIK RB 433A

Abstract

SMP Negeri 1 Bengkulu South as a place to study is required to have supporting infrastructure and facilities for teaching and learning process can go smoothly. One is the internet, because now with the internet is very easy to get good information for learning and many other things. For that schools are required to provide a good internet facilities for such use of the wireless network.

The research was done by direct observation of the problems that exist on the Internet network facilities, especially wireless networks on SMP Negeri 1 South Bengkulu. It also carried out data collection by reading books of literature and other related sources of information as a reference in the implementation of activities.

These results indicate that the development of Base Station Transmitters using Mikrotik RB 433A has made wireless networks on SMP Negeri 1 South Bengkulu better than ever in terms of signal coverage, user management and security.

Key words: Network, Wireless, Internet, Mikrotik

(4)

1,2,3Sofana, Iwan.2008.Membangun Jaringan Komputer.Bandung: Informatika Bandung.(hal 5)

1

1. Pendahuluan

SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan yang berstatus sebagai Rintisan Sekolah Berbasis Internasional (RSBI) dituntut untuk bisa mempersiapkan sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar-mengajar. Salah satunya adalah jaringan internet untuk siswa dan guru-guru serta staf di dalam lingkungan sekolah agar para siswa dan guru-guru lebih mudah mendapatkan informasi penunjang kegiatan belajar-mengajar. Untuk itu diperlukan sebuah jaringan komputer agar setiap siswa dan guru-guru serta staf SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan dengan mudah mendapatkan akses internet.

Selama ini memang telah ada jaringan komputer yang terhubung dengan internet di SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan, namun dirasa masih kurang optimal karena masih terlalu banyak menggunakan kabel dan beberapa hotspot yang hanya mengcover sebagian area dari SMP Negeri 1 Bengkulu Selatan. Sedangkan hampir lebih dari 60%

dari siswa telah memiliki laptop dan netbook yang tidak bisa dilayani oleh hotspot yang ada yang hanya mampu menangani 20-30 pengguna tiap satu akses point. Untuk itu deperlukan perangkat yang mampu menangai semua pengguna internet yang ada di SMP Negeri 1 Bengkul Selatan. Salah satunya adalah dengan Membangun Base Transmitter Station (BTS) menggunakan Routerboard Mikrotik RB433A yang mampu menangani sampai dengan 2007 pengguna.

2. Dasar Teori

2.1. Jaringan Komputer

2.1.1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network (LAN) adalah jaringan lokal yang dibuat pada area tertutup.

Misalkan dalam sebuah gedung atau ruangan. LAN biasanya digunakan untuk jaringan kecil yang menggunakan resource bersama-sama seperti penggunaan printer secara bersama, penggunaan media penyimpanan secara bersama-sama.1

2.1.2. Metropolitan Area Network (MAN)

Metropolitan Area Network menggunakan metode yang sama dengan LAN namun dearah cakupannya lebih luas. Daerah cakupan MAN bisa satu RW, beberapa kantor yang berada dalam komplek yang sama, satu kota bahkan satu provinsi. Dapat dikatakan MAN merupakan pengembangan dari LAN.2

2.1.3. Wide Area Network (WAN)

Wide Area Network cakupannya lebih luas daripada MAN. Cakupan meliputi suatu kawasan, suatu Negara, satu pulau, bahkan satu benua.3

2.1.4. Internet

(5)

4Sofana, Iwan.2008.Membangun Jaringan Komputer.Bandung: Informatika Bandung.(hal 5)

2

Internet adalah interkoneksi jaringan-jaringan komputer yang ada di dunia.

Sehingga cakupannya sudah mencapai satu planet, bahkan tidak menutup kemungkinan mencakup antar planet. Koneksi antarjaringan komputer menggunakan protocol TCP/IP.4

Tabel 2.1 Jaringan komputer berdasarkan area Jarak/cakupan

(meter)

Contoh Jenis

10 s/d 100 Ruangan LAN

100 s/d 1.000 Gedung LAN

1.000 s/d 10.000 Kampus LAN

10.000 s/d 100.000 Kota MAN

100.000 s/d 1.000.000 Negara WAN

1.000.000 s/d 10.000.0000 Benua WAN

> 10.000.000 Planet Internet

2.2. Routing

Dalam sebuah jaringan perlu adanya ketentuan untuk mengatur jalur paket IP supaya bisa terhubung dengan jaringan yang lain. Mekanisme ini disebut dengan routing, sedangkan perangkat yang melakukan routing disebut dengan router. Router adalah peralatan jaringan yang dapat menghubungkan satu jaringan dengan jaringan lainnya.

Router bekerja menggunakan routing table yang di simpan dalam memory untuk menentukan ke mana dan bagaimana paket dikirimkan. Router dapat menentukan rute terbaik yang akan ditempuh oleh paket data.

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protocol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.

(6)

3

2.3. Wireless 2.3.1. WiFi

WiFi (Wireless Fidelity) adalah salah satu standar wireless networking (spesifikasi transfer data WLAN). Dengan menggunakan peralatan yang sesuai kita bisa terkoneksi ke jaringan tanpa menggunakan kabel. Saat ini standar yang berlaku untuk WiFi adalah IEEE 802.11b, IEEE 802.11a, dan IEEE 802.11g.

2.3.2. Topologi jaringan WiFi 2.3.2.1. Ad-Hoc

Ad-Hoc adalah jaringan sederhana di mana komunikasi terjadi di antara dua atau lebih secara peer-to-peer pada cakupan area tertentu tanpa harus menggunkan acces point atau server. Pada jaringan Ad-Hoc bila device WiFi yang terhubung terlalu banyak akan mengakibatkan transfer data menjadi lambat. Keuntungan menggunakan jaringan Ad-Hoc adalah biaya yang murah dan praktis.

2.3.2.2. Mode infrastruktur

Mode infrastruktur adalah jaringan yang menggunakan acces point yang berfungsi sebagai pengatur lalu-lintas data, acces point ini berfungsi seperti pusat transfer data.Mode ini biasa digunakan untuk hotspot WiFi dan perkantoran yang memerlukan stabilitas dan keamanan data. Mode ini juga dapat dikembangkan menjadi koneksi point to point, point to multi point, dan bridging.

2.4. Mikrotik

2.4.1. Sejarah mikrotik

Mikrotik dibuat oleh MikroTikls sebuah perusahaan di kota Riga, Latvia. Merek dagang Mikrotik mulai didirikan tahun 1995 yang pada awalnya ditujukan untuk perusahaan jasa layanan Internet (PJI) atau Internet Service Provider (ISP) yang melayani pelanggannya menggunakan teknologi nirkabel atau wireless.5

2.4.2. Jenis-jenis mikrotik

Mikrotik yang berbentuk software yang di instal pada komputer rumahan.

Built-in hardware mikrotik dalam bentuk perangkat keras yang khusus dikemas dalam board router yang didalamnya sudah terinstal mikrotik 2.4.3. Fitur-fitur dan kemampuan mikrotik

Beberapa fitur mikrotik yang umum digunakan dalam menangani jaringan anatara lain sebagai berikut : Address List, Asynchronous, Bonding, Wireless Client and Bridge, Wireless AP, Synchronous interface, EoIP tunnels, PPPoE tunnels, PPTP tunnels, L2TP tunnels dan masih banyak lainnya.

(7)

5Berbagai Level OS dan Kemampuannya”, http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=7, Januari, 2011.

4

Tabel 2.1 Berbagai level mikrotik.5

Level

Number 1 3 4 5 6

Wireless Client and Bridge

- - Yes Yes Yes

Wireless AP - - - Yes Yes

Synchronous

interface - - Yes Yes Yes

EoIP tunnels 1 Unlimited Unlimited Unlimited Unlimited

PPPoE tunnels 1 200 200 500 Unlimited

PPTP tunnels 1 200 200 Unlimited Unlimited

L2TP tunnels 1 200 200 Unlimited Unlimited

VLAN

interface 1 Unlimited Unlimited Unlimited Unlimited P2P firewall

rules 1 Unlimited Unlimited Unlimited Unlimited

NAT rules 1 Unlimited Unlimited Unlimited Unlimited Hotspot active

user 1 1 200 500 Unlimited

Radius client - Yes Yes Yes Yes

Queues 1 Unlimited Unlimited Unlimited Unlimited

Web proxy - Yes Yes Yes Yes

RIP, OSPF,

BGP protocol - Yes Yes Yes Yes

Upgrade Configuration erased on

upgrade

Yes Yes Yes Yes

(8)

5

3. Perancangan dan Implementasi 3.1. Gambaran Obyek

Objek adalah jaringan wireless yang berada lingkungan SMPN 1 Bengkulu Selatan yang menggunakan wireless hotspot pada beberapa titik.

3.2. Permasalahan

Permasalahan dan kekurangan pada jaringan wireless SMPN 1 Bengkulu Selatan antara lain sebagai berikut:

Jangkauan sinyal wireless yang tidak menjangkau seluruh area SMPN 1 Bengkulu Selatan.

Kapasitas pengguna atau user yang terbatas karena kemampuan perangkat yang tidak bisa menangani jumlah user yang ada.

Banyaknya penggunaan kabel untuk menghubungkan titik-titik wireless hotspot. Penggunaan kabel pada jarak yang cukup jauh akan berpengaruh pada proses transfer data. Selain itu penggunaan kabel sangat rentan akan gangguan dari siswa-siswi.

Dari aspek keamanan pada jaringan ini sangat lemah karena semua orang bisa menggunakan jaringan wireless. Karena tidak adanya sistem security yang dipakai untuk membatasi user.

3.3. Perancangan Jaringan Wireless

Pada jaringan sebelumnya kedua ISP yang digunakan tidak tergabung pada satu router. Sedangkan rancangan ini ISP yang digunakan akan digabungkan pada sebuah router atau load balance agar lebih dalam pengelolaan dan pengawasan jaringan. Pada jaringan wireless ini akan optimalkan dengan membangun Base Transmitter Station (BTS) menggunakan mikrotik Routerboard RB433A dengan lisensi level 4. Mikrotik Routerboard RB433A ini digabungkan dengan antenna omni agar dapat menjangkau seluruh area SMPN 1 Bengkulu Selatan. Berikut adalah gambar rancangan jaringan wireless yang akan dibangun.

(9)

6

Gambar 3.1 Rancangan jaringan Wireless

3.4. Implementasi Pengoptimalan Jaringan Wireless

Dalam melakukan implementasi pengoptimalan jaringan wireless ada beberapa tahapan proses yang dilakukan.

3.4.1. Dari sisi perangkat keras (hardware)

a. Persiapan perangkat dan peralatan yang diperlukan b. Penentuan lokasi server

c. Penentuan posisi antena wireless d. Pembangunan Base Transmitter Station

3.4.2. Dari sisi perangkat lunak (software) a. Mengakses mikrotik

Aplikasi yang digunakan untuk mengakses mikrotik adalah winbox.

(10)

7

Gambar 3.2 Tampilan login mikrotik b. Pemberian nama dan nomor IP pada interface mikrotik

Pemberian nomor IP pada interface mikrotik antara lain sebagai berikut:

LanPoe : 192.168.1.3 Hotspot : 10.5.50.1 Kepsek : 192.168.2.1 Diknas : 192.168.3.1 Bridge1 : 192.168.2.2 Bridge2 : 192.168.3.2 c. Pemberian nomor IP pada interface modem

Pemberian nomor IP pada interface modem dilakukan melalui web dengan menggunakan IP standar pabrikan sebelum dilakukan perubahan.

Modem pertama : 192.168.1.1

Modem pertama : 192.168.1.2

d. Penentuan frekuensi

Frekuensi yang dipilih adalah 2.4 GHz B/G, frekuensi ini dipilih karena semua client menggunakan laptop dengan adapter wireless standar pabrik yang hanya bisa menggunakan frekuensi tersebut.

(11)

8

Gambar 3.3 Pengaturan frekuensi wireless

e. Pengelolaan client dan user

User dikelompok menjadi 24 profil yang terdiri 22 profil untuk siswa dibagi menurut kelas masing-masing siswa, satu profil untuk para tamu dan satu profil untuk para guru dan staf.

f. Pengaturan security

Pengamanan yang dilakukan pada jaringan wireless adalah dengan cara menggunakan enkripsi WPA/WPA2 (WiFi Protected Acces).

g. Pembatasan situs-situs porno

Untuk mencegah para pengguna yang kebanyakan siswa-siswi SMP mengakses situs-situs porno dilakukan dengan memakai DNS server dari nawala. IP DNS nawala adalah 180.131.144.144 dan 180.131.145.145.

3.5. Langkah-langkah Pengujian Jaringan

Pengujian sinyal wireless dilakukan dengan menggunakan laptop pada titik-titik yang berada jauh dari acces point dan daerah-daerah yang pada jaringan sebelumnya

(12)

9

hanya mendapat sedikit sinyal dan daerah yang belum termasuk ke daerah jangkauan sinyal.

3.5.1. Langkah pengujian sinyal wireless

Pengujian kemampuan menangani user dilakukan dengan cara memantau user/client pada jaringan saat banyak pengguna yang aktif atau menakses jaringan.

3.5.2. Langkah pengujian kemampuan menangani user/client

Pengujian kemampuan menangani user dilakukan dengan cara memantau user/client pada jaringan saat banyak pengguna yang aktif atau menakses jaringan.

3.5.3. Langkah pengujian sistem security

Pengujian sistem security dilakukan dengan mencoba mengoneksikan user/client yang tidak terdaftar pada jaringan wireless SMPN 1 Bengkulu Selatan.

4. Pembahasan

4.1. Jangkauan Sinyal

Sinyal pada jaringan yang baru menjangkau hampir semua daerah SMPN 1 Bengkulu Selatan. Pengujian sinyal dilakukan dengan cara mengukur jangkauan dari titik terjauh dari access point dalam hal ini pengukuran sinyal wireless dailakukan pada titik- titik terjauh dari area SMPN 1 Bengkulu Selatan.

Tabel 4.1 Hasil pengujian sinyal wireless

No. Ruang / Area Kuat sinyal (cuaca normal)

Kuat sinyal (cuaca buruk)

1. Kelas VII A 5-6 bar 4 bar

2. Kelas VII B 5-6 bar 4 bar

3. Kelas VII C 5-6 bar 4 bar

4. Kelas VII D 5-6 bar 4 bar

5. Kelas VII E 2-3 bar 2 bar

6. Kelas VII F 2-3 bar 2 bar

7. Kelas VII G 1-2 bar 1 bar

8. Kelas VIII A 5-6 bar 4 bar

9. Kelas VIII B 5-6 bar 4 bar

10. Kelas VIII C 5-6 bar 4 bar

11. Kelas VIII D 5-6 bar 4 bar

12. Kelas 8 E 2-3 bar 1 bar

13. Kelas 8 F 2-3 bar 1 bar

(13)

10

14. Kelas 8 G 2-3 bar 1 bar

15. Kelas IX A 4-5 bar 3 bar

16. Kelas 9 B 3-4 bar 2 bar

17. Kelas 9 C 3-4 bar 2 bar

18. Kelas 9 D 3-4 bar 2 bar

19. Kelas 9 E 3-4 bar 2 bar

20. Kelas 9 F 3-4 bar 2 bar

21. Kelas 9 G 3-4 bar 2 bar

22. Kepala Sekolah 5-6 bar 4 bar

23. Koperasi Siswa 3-4 bar 2 bar

24. Lab. IPA 3 bar 1 bar

25. Lab. Komputer 1 bar Tidak ada

26. Lapangan Upacara 5-6 bar 4 bar

27. Lapangan Voli 4-5 bar 3 bar

28. Mushola 4-5 bar 3 bar

29. Penjaga Sekolah 3-4 bar 2 bar

30. Perpustakaan 4-5 bar 3 bar

31. Ruang BK 5-6 bar 4 bar

32. Ruang Guru 4-5 bar 3 bar

33. Ruang Media 5-6 bar 4 bar

34. Ruang Seni 5-6 bar 4 bar

35. Ruang Tata Usaha 4-5 bar 3 bar

36. Ruang UKS 4-5 bar 3 bar

4.2. Kemampuan Menangani User

Dengan menggunakan mikrotik Routerboard RB433A pengelolaan jaringan menjadi lebih mudah, kapasitas user yang aktif lebih banyak, security yang lebih baik serta mudah dalam pengelolaan user.

(14)

11

Gambar 4.1 User yang ada di jaringan

4.3. Sistem Security

Pada sistem security dilakukan pembatasan akses pada jaringan, untuk mengakses jaringan setiap client/user harus mengetahui network key dan memiliki user account untuk bisa login ke jaringan wireless SMPN 1 Bengkulu Selatan. Setiap user/client yang terkoneksi dengan jaringan akan terlihat pada mikrotik, dengan mikrotik bisa diketahui user/client yang aktif. Terlihat pada gambar 4.3 semua yang terkoneksi dikenali dan terdaftar pada mikrotik.

(15)

12

Gambar 4.2 User aktif

5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dalam penyusunan skripsi ini yang berjudul “Optimalisasi Jaringan Wireless Local Area Network (WLAN) SMPN 1 Bengkulu Selatan dengan Membangun Base Transmitter Station (BTS) menggunakan Routerboard Mikrotik RB433A” disimpulkan beberapa hal, antara lain sebagai berikut :

1. Pembangunan Base Transmitter Station (BTS) dengan menggunakan mikrotik Routerboard Mikrotik RB433A mampu memperluas jangkauan sinyal wireless hingga hampir seluruh area SMPN 1 Bengkulu Selatan bahkan hingga daerah-daerah sekitar.

2. Penggunaan Mikrotik Routerboard RB433A telah mengatasi permasalahan keterbatasan kemampuan menangani user yang aktif secara bersamaan dalam jumlah yang banyak dan sistem security dari jaringan wireless SMPN 1 Bengkulu Selatan.

(16)

13

DAFTAR PUSTAKA

”Berbagai Level OS dan Kemampuannya”,

http://mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=7, Januari, 2011.

http://www.forummikrotik.com/

Purbo, W. Onno, Adnan Basalamah, Ismail Fahmi, dan Achmad Husni Thamrin,

“TCP/IP”, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 1998.

S. Mulyanta, Edi,“Pengenalan Protokol Jaringan Wireless Komputer”, C.V. Andi Ofset, Yogyakarta, 2005.

Safrizal, Melwin, ”Pengantar Jaringan Komputer”, C.V. Andi Ofset, Yogyakarta, 2005.

Sofana, Iwan, “Membangun Jaringan Komputer”, Informatika, Bandung, 2008.

Yani, Ahmad, “Panduan Menjadi Teknisi Jaringan Komputer”, PT. Kawan Pustaka, Jakarta, 2008.

Gambar

Tabel 2.1 Jaringan komputer berdasarkan area  Jarak/cakupan  (meter)  Contoh  Jenis  10 s/d 100  Ruangan  LAN  100 s/d 1.000  Gedung  LAN  1.000 s/d 10.000  Kampus  LAN  10.000 s/d 100.000  Kota  MAN  100.000 s/d 1.000.000  Negara  WAN  1.000.000 s/d 10.00
Tabel 2.1 Berbagai level mikrotik. 5
Gambar 3.1 Rancangan jaringan Wireless
Gambar 3.2 Tampilan login mikrotik  b.  Pemberian nama dan nomor IP pada interface mikrotik
+5

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini paralel dengan Rose dan Webb (dalam Kitchens III, 2000) yang mengemukakan bahwa premi murni mencerminkan besarnya risiko teoretis yang dipikul penanggung diluar

Pendekatan berbeda yang digunakan oleh Pusdalops PB Sumatera Barat dan Pusdalops PB Kota Padang menghasilkan arahan yang berbeda. Kota Padang menyebarkan arahan

Dengan penyampaian yang mudah dimengerti serta animasi yang lucu diharapkan mampu menarik pemakai untuk memainkan game ini.. Sistem ini menggunakan beberapa efek-efek

rencana pemecahan masalah siswa tidak menggunakan intuisi. Dalam memeriksa kembali pemecahan massalah geometri, siswa menggunakan intuisi konklusif, yaitu memeriksa

Jadi, kalau kita adakan pendidikan seperti itu, mungkin para agamawan kita dapat berfikir secara kontekstual – iaitu, mereka dapat memahami bahawa pendapat yang muncul

daya yang ada agar mampu meningkatkan sektor ekonomi kelautan yang berkelanjutan dalam mendukung gagasan strategis pemerintahan Indonesia dan membantu pemerintah

a. Hakim pengadilan dalam lingkungan peradilan agama yang memeriksa, mengadili dan menyelesaikan perkara yang berkaitan dengan ekonomi syariah, mempergunakan sebagai

(2) Kegiatan alih muat antar kapal (ship to ship) termasuk tongkang tanpa melalui dermaga di dalam Daerah Wilayah 4 (empat) mil laut dari garis pantai pelabuhan khusus terdekat atau