• Tidak ada hasil yang ditemukan

ABSTRAK PREVALENSI DAN PROFIL HERPES ZOSTER DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2015 SAMPAI MARET 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ABSTRAK PREVALENSI DAN PROFIL HERPES ZOSTER DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2015 SAMPAI MARET 2016"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

vi ABSTRAK

PREVALENSI DAN PROFIL HERPES ZOSTER DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH DENPASAR PERIODE APRIL 2015 SAMPAI

MARET 2016

Herpes zoster atau yang juga sering disebut shingles merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus varisela zoster (VVZ) laten di akar sensoris dorsal atau ganglia saraf kranialis, dan biasanya bermanifestasi sebagai ruam vesikuler yang nyeri di sepanjang distribusi dermatom. Beberapa faktor risiko terjadinya herpes zoster adalah usia tua dan orang yang imunokompromais. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi dan profil herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016.

Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis herpes zoster pada rekam medis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016. Data penelitian diambil dari rekam medis di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016.

Hasil penelitian didapatkan prevalensi herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 sebanyak 28 penderita. Laki-laki 60,7%

dan perempuan 39,3%, usia terbanyak adalah 45-64 tahun (50%), pekerjaan terbanyak adalah pekerja swasta dan ibu rumah tangga (masing-masing 21,4%), lokasi lesi tersering adalah torakalis (32,1%), penyakit penyerta terbanyak adalah DM dan hipertensi (masing-masing 10,7%), komplikasi terbanyak adalah PHN (14,3%), antivirus yang paling banyak diberikan adalah acyclovir (82,1%), dan lebih banyak penderita yang diberikan pengobatan antivirus lebih dari 72 jam sejak munculnya gejala (57%).

Dapat disimpulkan bahwa kejadian herpes zoster masih banyak terjadi di masyarakat dan cenderung meningkat. Diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang profil herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar mengenai riwayat varisela sebelumnya, pengobatan selain antivirus, pasien rawat inap atau tidak, dan lokasi lesi pada pasien yang dirawat inap.

Kata Kunci: herpes zoster, prevalensi, profil.

(2)

ABSTRACT

PREVALENCE AND PROFILE OF HERPES ZOSTER IN SANGLAH PUBLIC GENERAL HOSPITAL DENPASAR PERIOD APRIL 2015

UNTIL MARCH 2016

Herpes zoster also called with Shingles is a disease caused by reactivation of latent varicella zoster virus (VZV) in sensory dorsal root or cranial nerve ganglia, and usually, manifests as a painful vesicular rash along a dermatomal distribution.

Several risk factors for herpes zoster is older population and immunocompromised person. The purpose of this study is to know the prevalence and profile of herpes zoster in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016.

The research method is descriptive retrospective. Samples were all patients diagnosed with herpes zoster in medical records at Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016. Data were taken from medical records in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016.

The result showed the prevalence of herpes zoster in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016 as 28 patients. Male 60,7% and female 39,3%, the most common age was 45-64 years old (50%), the most common occupation were private workers and housewives (21,4% each), the most common location of lesion was thoracic (32,1%), the most common comorbidities were DM and hypertension (10,7% each), the most common complication was PHN (14,3%), the most common antiviral treatment given was acyclovir (82,1%), and more patients are given antiviral treatment more than 72 hours from onset of symptoms (57%).

It can be concluded that herpes zoster is still a lot happening in the community and is likely to increase. It is expected to do more research on herpes zoster profile in Sanglah Public General Hospital Denpasar on previous varicella history, another treatment besides antiviral, hospitalized patients or not, and location of lesion in hospitalized patients.

Keywords: herpes zoster, prevalence, profile.

(3)

viii RINGKASAN

Prevalensi dan Profil Herpes Zoster di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar Periode April 2015 Sampai Maret 2016. Rania Ayu Permata Putri Kornia, Fakultas Kedokteran Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Udayana.

Herpes zoster atau yang juga sering disebut shingles merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus varisela zoster (VVZ) laten di akar sensoris dorsal atau ganglia saraf kranialis, dan biasanya bermanifestasi sebagai ruam vesikuler yang nyeri di sepanjang distribusi dermatom. Beberapa faktor risiko terjadinya herpes zoster adalah usia tua, orang imunokompromais, dan jenis kelamin wanita.

Ruam dimulai sebagai lesi makulopapular distribusi unilateral, distribusi dermatom yang jarang melintasi garis tengah. Lokasi lesi yang paling umum terlibat adalah daerah thorakal, servikal, dan optalmik, meski area kulit mana pun dapat terlibat. Komplikasi dari herpes zoster dapat terjadi seperti PHN (Post Herpetic Neuralgia), Ramsay Hunt Syndrome, disseminated zoster, dan infeksi bakteri, namun yang paling umum terjadi adalah PHN. Terapi antivirus merupakan pengobatan herpes zoster lini utama dan harus dimulai dalam waktu 72 jam dari onset ruam untuk meningkatkan laju penyembuhan dan mengurangi rasa sakit. Acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan herpes zoster.

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan profil herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 menurut variabel jenis kelamin, usia, pekerjaan, lokasi lesi, penyakit penyerta, komplikasi, pengobatan antivirus yang diberikan, dan waktu mulai pengobatan antivirus yang diberikan. Penelitian ini bersifat deskriptif retrospektif. Sampel penelitian ini adalah seluruh pasien yang terdiagnosis herpes zoster pada rekam medis di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016. Data penelitian diambil dari rekam medis di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016.

Hasil penelitian didapatkan prevalensi herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai Maret 2016 sebanyak 28 penderita. Laki-laki 60,7%

dan perempuan 39,3%, usia terbanyak adalah 45-64 tahun (50%), pekerjaan terbanyak adalah pekerja swasta dan ibu rumah tangga (masing-masing 21,4%), lokasi lesi tersering adalah torakalis (32,1%), penyakit penyerta terbanyak adalah DM dan hipertensi (masing-masing 10,7%), komplikasi terbanyak adalah PHN (14,3%), antivirus yang paling banyak diberikan adalah acyclovir (82,1%), dan lebih banyak penderita yang diberikan pengobatan antivirus lebih dari 72 jam sejak munculnya gejala (57%).

Dapat disimpulkan bahwa kejadian herpes zoster masih banyak terjadi di masyarakat dan cenderung meningkat. Diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut tentang profil herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar mengenai riwayat varisela sebelumnya, pengobatan selain antivirus, pasien rawat inap atau tidak, dan lokasi lesi pada pasien yang dirawat inap.

(4)

SUMMARY

Prevalence and Profile of Herpes Zoster in Sanglah Public General Hospital Denpasar Period April 2015 Until March 2016. Rania Ayu Permata Putri Kornia, Faculty of Medicine, Medical Education Program of Udayana University.

Herpes zoster also called with Shingles is a disease caused by reactivation of latent varicella zoster virus (VZV) in sensory dorsal root or cranial nerve ganglia, and usually, manifests as a painful vesicular rash along a dermatomal distribution.

Several risk factors for herpes zoster is older population, immunocompromised person, and female gender. The rash begins as maculopapular lesions in a unilateral, dermatomal distribution that rarely crosses the midline. The most common lesion location was thoracic, cervical, and ophthalmic, although any skin area can be involved. Complications from herpes zoster can occur such as PHN (Post Herpetic Neuralgia), Ramsay Hunt Syndrome, disseminated zoster, and bacterial infections, but the most common were PHN. Antiviral therapy is first- line treatment and should be initiated within 72 hours of rash onset to increase the rate of healing and decrease pain. Acyclovir, valacyclovir, and famciclovir have been approved by the Food and Drug Administration (FDA) for the treatment of herpes zoster.

The purpose of this study is to know the prevalence and profile of herpes zoster in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016 according to the variables gender, age, occupation, location of the lesion, comorbidities, complications, antiviral treatment given, and the start time antiviral treatment is given. The research method is descriptive retrospective. Samples were all patients diagnosed with herpes zoster in medical records at Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016. Data were taken from medical records in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016.

The result showed the prevalence of herpes zoster in Sanglah Public General Hospital Denpasar period April 2015 until March 2016 as 28 patients. Male 60,7% and female 39,3%, the most common age was 45-64 years old (50%), the most common occupation were private workers and housewives (21,4% each), the most common location of lesion was thoracic (32,1%), the most common comorbidities were DM and hypertension (10,7% each), the most common complication was PHN (14,3%), the most common antiviral treatment given was acyclovir (82,1%), and more patients are given antiviral treatment more than 72 hours from onset of symptoms (57%).

It can be concluded that herpes zoster is still a lot happening in the community and is likely to increase. It is expected to do more research on herpes zoster profile in Sanglah Public General Hospital Denpasar on previous varicella history, another treatment besides antiviral, hospitalized patients or not, and location of lesion in hospitalized patients.

(5)

x DAFTAR ISI

Halaman

SAMPUL DALAM ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

PENETAPAN PANITIA PENGUJI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... v

ABSTRAK ... vi

ABSTRACT ... vii

RINGKASAN ... viii

SUMMARY ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 7

2.1 Definisi Herpes Zoster ... 7

2.2 Epidemiologi Herpes Zoster ... 7

2.3 Faktor Risiko Herpes Zoster ... 8

2.3.1 Usia yang Lebih Tua ... 8

2.3.2 Orang Imunokompromais ... 9

2.3.3 Jenis Kelamin Wanita ... 10

2.4 Etiologi Herpes Zoster ... 10

(6)

2.5 Patogenesis Herpes Zoster ... 11

2.6 Manifestasi Klinis Herpes Zoster ... 12

2.7 Diagnosis Herpes Zoster ... 13

2.8 Komplikasi Herpes Zoster ... 14

2.9 Pengobatan Herpes Zoster ... 16

2.10 Pencegahan Herpes Zoster ... 19

BAB III KERANGKA BERPIKIR DAN KONSEP PENELITIAN ... 21

3.1 Kerangka Berpikir ... 21

3.2 Konsep Penelitian ... 22

BAB IV METODE PENELITIAN ... 23

4.1 Jenis Rancangan Penelitian ... 23

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 23

4.3 Populasi Penelitian ... 23

4.4 Sampel Penelitian ... 23

4.4.1 Teknik Penentuan Sampel ... 24

4.4.2 Besar Sampel ... 24

4.5 Variabel Penelitian ... 24

4.5.1 Identifikasi Variabel ... 24

4.6 Penjelasan Variabel Penelitian ... 25

4.7 Protokol Penelitian ... 26

4.8 Instrumen Pengumpulan Data ... 27

4.9 Analisis Data ... 27

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ... 28

5.1 Prevalensi ... 28

5.2 Profil Penderita Herpes Zoster ... 28

5.2.1 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Jenis Kelamin ... 28

5.2.2 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Usia .. 29

5.2.3 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Pekerjaan ... 31 5.2.4 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Lokasi

(7)

xii

Lesi ... 32

5.2.5 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Penyakit Penyerta ... 34

5.2.6 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Komplikasi ... 35

5.2.7 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Pengobatan Antivirus yang Diberikan ... 36

5.2.8 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Waktu Mulai Pengobatan Antivirus yang Diberikan ... 37

BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 39

6.1 Simpulan ... 39

6.2 Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1 Terapi antivirus untuk herpes zoster pada orang

nonimunokompromais ... 17 Tabel 2.2 Terapi antivirus untuk herpes zoster pada orang imunokompromais

yang membutuhkan rawat inap atau orang dengan komplikasi

neurologis yang parah ... 19 Tabel 5.1 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Jenis Kelamin 28 Tabel 5.2 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Usia ... 29 Tabel 5.3 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Pekerjaan ... 31 Tabel 5.4 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Lokasi Lesi ... 32 Tabel 5.5 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Penyakit

Penyerta ... 34 Tabel 5.6 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Komplikasi ... 35 Tabel 5.7 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Pengobatan

Antivirus yang Diberikan ... 36 Tabel 5.8 Profil Penderita Herpes Zoster Berdasarkan Variabel Waktu Mulai

Pengobatan Antivirus yang Diberikan ... 37

(9)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Gambar 3.1 Kerangka konsep penelitian ... 22

(10)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Herpes zoster berasal dari bahasa Yunani “herpein” yaitu “menjalar”

dan “zoster” yaitu “ikat pinggang” (Wehrhahn dan Dwyer, 2012). Herpes zoster atau yang juga sering disebut “shingles” merupakan penyakit yang disebabkan reaktivasi virus varisela zoster (VVZ). Setelah infeksi primer atau vaksinasi, VVZ tetap laten dalam sel ganglion akar sensoris dorsal. Virus mulai bereplikasi pada beberapa waktu kemudian, lalu menyusuri saraf sensoris menuju kulit. Herpes biasanya bermanifestasi sebagai ruam vesikuler yang menyakitkan sepanjang distribusi dermatom (James dkk., 2011). Infeksi VVZ primer menimbulkan varisela (cacar air) yang biasanya terkena pada anak-anak dan manifestasinya sebagai ruam vesikuler yang tersebar luas (Wehrhahn dan Dwyer, 2012).

Sekitar satu juta kasus herpes zoster terjadi di Amerika Serikat setiap tahun, dengan insiden 3,2 kasus per 1.000 orang-tahun (Fashner dan Bell, 2011). Sebuah studi menunjukkan bahwa kejadian herpes zoster meningkat.

Hingga 3% dari pasien dengan herpes zoster memerlukan rawat inap (Cohen, 2013).

Faktor risiko utama dari herpes zoster adalah usia yang lebih tua, dengan kata lain insiden herpes zoster meningkat dengan usia. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa sekitar sepertiga dari populasi akan mengalami herpes zoster selama masa hidup mereka dengan insiden yang

(11)

2

2

meningkat terutama setelah usia 60 tahun (Wehrhahn dan Dwyer, 2012). Di bawah usia 45 tahun, insiden herpes zoster kurang dari satu per 1000 orang dalam setahun. Sedangkan untuk usia di atas 75 tahun, angkanya lebih dari empat kali lebih besar (James dkk., 2011).

Faktor risiko utama lainnya dari herpes zoster adalah orang yang imunokompromais. Pasien imunosupresi memiliki risiko 20-100 kali lebih besar untuk terkena herpes zoster daripada individu imunokompeten pada usia yang sama (Goldsmith dkk., 2012). Selain risiko untuk terkena herpes zoster, komplikasinya juga lebih besar pada orang imunokompromais. Seperti misalnya dalam kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki- laki, risiko relatif untuk mengembangkan herpes zoster adalah 16,9 pada mereka dengan HIV dan tingkat kekambuhannya sebesar 22% (Wehrhahn dan Dwyer, 2012).

Selain itu, jenis kelamin juga dikatakan sebagai faktor risiko herpes zoster. Sekitar 60% kasus herpes zoster terjadi pada wanita (Fashner dan Bell, 2011). Tingkat kekambuhan sebesar 4% untuk pria dan 7% untuk wanita setelah delapan tahun (Wehrhahn dan Dwyer, 2012).

Post Herpetic Neuralgia (PHN) merupakan komplikasi yang paling sering ditemukan dari herpes zoster. Definisi baku dari PHN sangat kurang, namun PHN biasa didefinisikan sebagai nyeri yang berlanjut ≥ 90 hari setelah onset ruam herpes zoster. Nyeri kronis PHN dapat bertahan berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun setelah fase akut penyakit. Dalam sebuah studi terhadap pasien berusia ≥ 65 tahun, durasi rata-rata nyeri adalah 3,3 tahun, dan berkisar antara tiga bulan hingga lebih dari 10 tahun (Johnson dkk.,

(12)

3

2010). Faktor yang terkait dengan pengembangan PHN termasuk usia yang lebih tua, jenis kelamin perempuan, pasien imunokompromais, adanya herpes zoster optalmikus, ruam dalam tingkat sedang hingga parah, nyeri akut dalam tingkat sedang hingga parah selama ruam, riwayat nyeri prodromal, dan diabetes (Fashner dan Bell, 2011; Johnson dkk., 2015). PHN menyebabkan hilangnya fungsi fisik, pasien mengalami kelelahan, anoreksia, penurunan berat badan, mobilitas berkurang, tidak beraktivitas fisik, gangguan tidur (terutama insomnia), dan penurunan kesehatan secara keseluruhan (Johnson dkk., 2010).

Terapi antivirus merupakan pengobatan herpes zoster lini utama dan harus dimulai dalam waktu 72 jam dari onset ruam untuk meningkatkan laju penyembuhan dan mengurangi rasa sakit (Fashner dan Bell, 2011). Acyclovir, valacyclovir, dan famciclovir telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA) untuk pengobatan herpes zoster. Agen ini dianggap aman dan ditoleransi dengan baik dengan efek samping minimal (misal sakit kepala dan mual), mempercepat resolusi lesi, mengurangi pembentukan lesi baru, mengurangi pelepasan virus, dan mengurangi keparahan nyeri akut (Cohen, 2013).

Pencegahan herpes zoster dan komplikasinya dengan vaksinasi akan meningkatkan kehidupan orang tua dan juga mengurangi dampak sosial dari herpes zoster. Sebuah vaksin VVZ hidup yang dilemahkan untuk melawan herpes zoster yang telah berlisensi pada beberapa negara di seluruh dunia, telah terbukti mengurangi insiden herpes zoster, PHN, dan komplikasi lain pada orang dewasa yang imunokompeten (Johnson dkk., 2015).

(13)

4

4

Rumah sakit yang menjadi pusat pelayanan kesehatan di Bali adalah Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah Denpasar, sehingga pasien dengan berbagai penyakit ringan sampai berat akan mendatangi rumah sakit ini, termasuk penderita herpes zoster. Selain itu data mengenai herpes zoster di Indonesia juga masih kurang. Sehubungan dengan itu, maka peneliti ingin mengetahui secara jelas prevalensi dan profil herpes zoster yang terdata di rekam medis RSUP Sanglah Denpasar melalui penelitian ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan penelitian yang diajukan adalah:

1) Berapakah prevalensi penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar?

2) Bagaimanakah profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai dengan Maret 2016 menurut variabel jenis kelamin, usia, pekerjaan, lokasi lesi, penyakit penyerta, komplikasi, pengobatan antivirus yang diberikan, dan waktu mulai pengobatan antivirus yang diberikan?

1.3 Tujuan Penelitian 1.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi dan profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar.

(14)

5

1.3.2 Tujuan Khusus

1) Untuk mengetahui prevalensi penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar periode April 2015 sampai dengan Maret 2016.

2) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel jenis kelamin.

3) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel usia.

4) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel pekerjaan.

5) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel lokasi lesi.

6) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel penyakit penyerta.

7) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel komplikasi.

8) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel pengobatan antivirus yang diberikan.

9) Untuk mengetahui profil penderita herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar berdasarkan variabel waktu mulai pengobatan antivirus yang diberikan.

1.4 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:

1) Bagi pengembangan ilmu

(15)

6

6

Sebagai studi dasar untuk mengembangkan penelitian mengenai herpes zoster di RSUP Sanglah Denpasar.

2) Bagi masyarakat

Dapat memberikan informasi terbaru, menambah wawasan masyarakat tentang gambaran umum herpes zoster.

3) Memperkaya khazanah medis di RS Sanglah sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terkait herpes zoster.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari studi deskriptif ini adalah untuk mengetahui karakteristik profil imunohistokimia pasien kanker payudara di RSUP Sanglah Denpasar periode 2003-2012

Pada periode 2011-2013 di RSUP Sanglah, Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan tingkat pendidikan terakhir yang paling banyak pada pasien depresi yang berkunjung

Penelitian ini sebagai data dasar untuk mengetahui bagaimana profil penderita PU di poliklinik obstetrik dan ginekologi RSUP Sanglah Denpasar April 2015 sampai Maret 2016 berguna

Sampel penelitian ini adalah semua pasien penderita AIDS yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah Denpasar periode Juli 2013 sampai Juni 2014 yang

Penelitian ini adalah penelitian deskriptif untuk mengetahui prevalensi infeksi virus Hepatitis E pada penderita HIV di RSUP Sanglah Denpasar yang didagnosis

Hasil penelitian menunjukkan prevalensi gangguan cemas pada caregiver pasien yang di rawat di Ruang ICU RSUP Sanglah Denpasar bahwa caregiver internal lebih

Angka kejadian penyakit autoimun pada anak di RSUP Sanglah Denpasar pada periode Januari 2015 sampai Juni 2016 adalah sebanyak 50 pasien dari jumlah total pasien anak

Angka kejadian penyakit autoimun pada anak di RSUP Sanglah Denpasar pada periode Januari 2015 sampai Juni 2016 adalah sebanyak 50 pasien dari jumlah total pasien anak