Akhmad Nurcahyadi +62-21-515-1141 akhmad.nurcahyadi @dwsec-id.com For subscription of our Daily Focus, please contact us at [email protected]
Embun Pagi
Positive story continues
Sepanjang lima tahun terakhir indek Jakarta Consumers (JakCons Index) telah mencatat imbal hasil tahunan lebih dari 10% (kecuali pada saat krisis, tahun 2008). Sudut pandang positivf yang berkelanjutan telah mendorong investor untuk tetap memilih saham saham berbasis consumer sebagai salah satu strategi untuk menambah imbal hasil portfolio mereka, sekaligus sebagai salah satu tempat untuk melakukan hedging atau menyeimbangkan portfolio mereka disaat pasar sedang berada dalam keadaan yang tidak menentu.
Tahun ini, kami tetap memberikan sudut pandang yang positif pada pergerakan indeks tersebut atau saham berbasis konsumer yang akan didorong oleh beberapa indicator, antara lain : 1) pertumbuhan kelas menengah yang terus terjadi, 2) kenaikan pendapatan atau kenaikan ump yang dapat mendorong perbaikan daya beli, 3) tren pertumbuhan konsumsi yang tetap terjadi, 4) struktur umur masyarakat Indonesia yang akan mendukung pertumbuhan populasi dan kekuatan belanja konsumen (struktur umur produktif tetap tercatat bertumbuh) , 5) kenaikan disposable income, dan 6) ekspansi dari pelaku usaha konsumsi serta tren penurunan harga komoditas dunia yang dapat menurunkan biaya produksi dan berpotensi mendorong naiknya margin.
Di sisi lain, kami juga melihat akan adanya beberapa potensi ancaman pada kinerja saham berbasis konsumsi tersebut: 1) kepercayaan pasar akan imbal hasil JakCons yang akan mencatat angka lebih rendah, 2) ancaman tingginya angka inflasi, 3) dampak dari kenaikan BBM (meskipun kembali turun ke Rp7.600 per liter dari Rp8.500 per liter, 4) dampak dari kenaikan ump yang dapat melemahkan kinerja perusahaan serta belanja masyarakat yang dapat melemah didorong oleh kenaikan listrik, 5) potensi perlambatan pertumbuhan makro dalam negeri, 6) pelemahan nilai tukar rupiah yang masih dapat terjadi.
Kami memberikan saran pada investor sebaiknya tetap mencermati pergerakan saham berbasis konsumsi seiring dengan preferensi investor di tahun tahun sebelumnya yang menggunakan saham saham tersebut sebagai tempat untuk menyeimbangkan imbal hasil dan mengendalikan resiko di saat ketidakpastian pasar tengah terjadi.
Terlepas dari beberapa kekhawatiran tersebut, kami masih memberikan sudut pandang yang positif dan meyakini akan imbal hasil JakCons Index akan kembali mencatat angka yang positif di tahun ini. Per penutupan transaksi perdagangan pada 14/12/30, JakCons ditransaksikan pada 31.32x P/E, sedangkan untuk tahun ini diharapkan JakCons akan ditransaksikan pada 25.16x 12/15F P/E.
Market Index
Last Trade Chg (%) MoM YoY
JCI 5,226.9 0.9 0.6 21.2
MSCI EM 956.3 0.0 -2.9 -4.6
HANG SENG 23,605.0 0.4 0.6 0.8
KOSPI 1,927.9 -0.6 -2.7 -4.2
FTSE 6,566.1 0.3 -1.6 -3.0
DJIA 17,823.1 -0.9 1.2 8.5
NASDAQ 4,736.1 -0.9 1.1 14.4
Key Rates
Last Trade Chg (bps) MoM YoY
Policy Rate 7.75 0 25 25
3yr 7.55 -10 0 -15
10yr 7.82 3 10 -74
FX
Last Trade Chg (%) MoM YoY
USD/IDR 12,388.00 -0.4 1.2 2.2
USD/KRW 1,093.95 0.3 -1.2 4.2
USD/JPY 119.74 0.0 0.4 14.2
USD/CNY 6.21 0.0 0.9 2.5
Commodities
Last Trade Chg (%) MoM YoY
WTI 53.3 -1.6 -20.5 -40.4
Gold 1,182.0 -0.2 -1.4 -3.5
Coal 62.8 1.5 1.0 -25.8
Palm Oil 702.5 0.0 -5.1 -20.6
Rubber 126.6 0.0 9.5 -31.0
Nickel 15,075.0 0.0 -7.5 8.5
Copper 6,325.0 0.0 -1.9 -14.1
Tin 19,400.0 0.2 -4.6 -13.4
JCI Index VS MSCI Emerging Markets
800 1,000 1,200
3,500 4,500 5,500
(pt) JCI MSCI EM (pt)
Local flashes
ICBP: Anak Usaha Indofood Akuisisi Danone Rp250 Miliar. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk, lewat anak usahanya yaitu PT Indolakto, merampungkan akuisisi PT Danone Dairy Indonesia senilai Rp250 miliar. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/12/2014), Corporate Secretary Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) Gideon A. Putro mengatakan transaksi telah selesai pada 30 Desember 2014. Dengan demikian, Indolakto menjadi pemilik produk minuman susu cair Milkuat sekaligus pemegang merek dan desain industrinya. Akuisisi ini bernilai Rp250 miliar.
(Bisnis Indonesia)
TINS: Timah Anggarkan Capex Rendah, Mulai Berhemat. Perusahaan tambang pelat merah PT Timah (Persero) Tbk. menganggarkan belanja modal yang lebih rendah pada tahun depan menjadi Rp750 miliar hingga Rp1,1 triliun dari alokasi 2014 senilai Rp1,4 triliun. Agung Nugroho, Sekretaris Perusahaan PT Timah mengatakan penurunan anggaran belanja modal (capital expenditure/Capex) periode 2015 bercermin dari serapan Capex tahun ini yang hanya mencapai Rp600 miliar hingga Rp800 miliar.
(Bisnis Indonesia)
BWPT: BW Plantation resmi genggam saham Green Eagle. PT BW Plantation Tbk (BWPT) resmi menjadi pemilik sah saham Green Eagle Holdings Pte Ltd (GEH).
Transaksi tersebut telah usai dilakukan pada 24 Desember 2014. BWPT resmi membeli saham GEH dari Green Eagle Palm Limited. Aksi ini didanai dengan cara menerbitkan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu alias rights issue Rp 10,8 triliun.
Dimana Rp 10,53 triliun untuk akuisisi saham GEH dari pemegang saham lama. (Kontan) BMRI: Di 2015, Bank Mandiri incar kredit infrastruktur. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencatat pertumbuhan bisnis sesuai rencana pada akhir tahun ini. Riswinandi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri mengatakan, pertumbuhan kredit mencapai 13%-14%
dan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 11%-12% di tahun 2014 ini.
"Pertumbuhan ini syarat akan kualitas yang baik," kata Riswinandi. Menurutnya, di tahun depan target pertumbuhan bisnis akan lebih tinggi, dibandingkan realisasi akhir tahun ini. Salah satunya yaitu banyaknya peluang di penyaluran kredit infrastruktur.
(Kontan)
MDLN: Modernland siapkan capex Rp 1,3 triliun di 2015. PT Modernland Realty Ltd Tbk belum mau beranjak dari dua lokasi pilihan tahun ini yakni Cikande (Serang, Banten) dan Jakarta Timur. Pengembang itu akan melanjutkan eskpansi di dua lokasi itu tahun depan. Modernland berencana menambah tabungan lahan alias landbank. Perusahaan itu itu menyiapkan dana belanja modal atau capital expenditure (capex) Rp 1,3 triliun.
(Kontan)
PTBA: Bukit Asam siap pasok 4 juta batubara ke Inalum. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) terus menggenjot proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Inalum berkapasitas 1.000 Megawatt (MW). Perusahaan ini bahkan telah menetapkan areal tambang batubara yang menjadi sumber energi pembangkit setrum tersebut. Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam menjelaskan, hingga saat ini, pihaknya masih mengelar tahapan uji kelayakan alias feasibility study (FS) atas proyek tersebut.
(Kontan)
SUPR: SUPR Sesuaikan Harga Waran Seri I Jadi Rp3.367. PT Solusi Tunas Pratama Tbk. menyesuaikan jumlah penerbitan Waran Seri I serta harga pelaksanaannya. Emiten sewa menara berkode saham SUPR itu menyusun formula penyesuaian berdasarkan informasi dalam prospektus Penawaran Umum Terbatas (PUT) I Perseroan. Lewat keterbukaan informasi Selasa, (30/12/2014), manajemen SUPR menyebut harga pelaksanaan Waran Seri I setelah penyesuaian yakni Rp3.367. Jumlah waran 52.061 dan rasio penyesuaian 1:1,42558. (Bisnis Indonesia)
Technical analysis
Investor sentiment
Hari pertama perdagangan bursa di tahun 2015 dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah menurunkan harga BBM dan melepas subsidi premium hanya solar dan minyak tanah yang disubsidi. Akan menghemat anggaran negara yang dapat dialihkan ke sektor produktif.
Daily Chart
Penguatan pada hari terakhir 2014 telah membuat IHSG breakout dari level resistance 5207 yang bisa kita lihat pada chart1. Peluang penguatan lanjutan menuju level resistance berikutnya di 5262 didukung oleh indikator MACD dan indikator PSAR.
namun indicator stochastic mulai memberi peringatan akan adanya profit taking dikarenakan mulai overbought.
60 Minute Chart
Penguatan pada hari terakhir 2014 telah membuat IHSG breakout dari resistance channel uptrendnya (garis hijau yang ditengah) dan akan menguji berikutnya ke 5262, diperkirakan indeks masih akan naik namun kesempatan ini dapat digunakan untuk profit taking karena indicator stochastic mulai menunjukan overbought.
Chart 1. Daily Chart Chart 2. 60 MInute chart
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Recommendation Trading Buy
Target price 5.262
Stop-loss 5.191
Close 5.226
Indikator
Stoch OB
MACD UP
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Stocks on our focus list
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)
Kenaikan sebesar 2% pada penutupan akhir tahun 2014 telah membuat secara mingguan saham AALI telah berhasil mengalami kenaika sebesar 4%. Pada chart 3 bisa kita lihat secara jelas telah mamu breakout garis resistance hitam. Sehingga peluang penguatan lanjutan mempunyai peluang akan terjadi. Apalagi didukung oleh indikator MACD yang telah melakukan goldencross.
Recommendation Trading Buy
Target price 25.300
Stop-loss 24.000
Entry price Open market price
Close 24.250
Indikator
Stoch OB
MACD GC
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 3. AALI
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM)
Memang saham TLKM belum melakukan breakout garis hitam yang merupakan resistance kuat pada chart 4. Namun jika melihat indikator MACD dan indikator PSAR yang mengirimkan sinyal bullish, maka peluang penguatan lanjutan dan breakout akan cukup besar. Target harga adalah level psikologis 3.000 yang pernah tercapai sbelumnya.
Recommendation Trading Buy
Target price 3.000
Stop-loss 2.800
Entry price Open Market Price
Close 2.865
Indikator
Stoch OB
MACD UP
PSAR UP
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 4. TLKM
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
PT Indo Tambang Megah Raya Tbk (ITMG)
Tekanan jual saham ITMG pada tiga bulan terakhir cukup agresif. Dari level 27.000 hingga level 15.050. dengan harga saat ini 15.375 tentunya memberikan peluang rebound, melihat chart 5 dimana garis hitam sebagai support yang cukup kuat memberikan gambaran akan adanya rebound ini. Apalagi indikator stochastic telah memasuki area oversold. Strategy trading buy atau buy on weakness pada leel mendekati level psikologis 15.100 dapat dilakukan dengan target 16.400.
Recommendation Buy on weakness
Target price 16.400
Stop-loss 14.700
Entry price 15.100
Close 15.375
Indikator
Stoch OS
MACD UP
PSAR DN
Volume NM
GC = Golden-cross AC = Accumulation DC = Dead-cross Dis = Distribution
UP = Up OB = Overbought
DN = Down OS = Oversold
NM = Normal
Chart 5. ITMG
Source: HOTS, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 6. JCI Vs. IDR/USD Chart 7. JCI performance (absolute vs. relative)
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Note: Relative to MSCI EM Index
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 8. Foreigner’s net purchase (EM) Chart 9. Energy price
Note: The latest figure for India is December 31th
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
Chart 10. Non-ferrous metal price Chart 11. Precious metal price
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research 11,300
11,500 11,700 11,900 12,100 12,300 12,500 12,700 12,900
4,600 4,700 4,800 4,900 5,000 5,100 5,200 5,300
9/29 10/13 10/27 11/10 11/24 12/8 12/22
(IDR)
(pt) JCI Composite Index (L)
USD/IDR (R)
0.9 1.6 1.5
22.3
0.9 1.1
4.4
26.9
0 4 8 12 16 20 24 28 32
1D 1W 1M 1Y
Absolute Relative (%, %p)
-80 74
201
-4 -5
88
-158 574
-75
36 141
-194 -300
-200 -100 0 100 200 300 400 500 600 700
Korea Taiwan Indonesia ThailandPhilippines India
1 Day 5 Days
(USDmn)
90 92 94 96 98 100 102 104 106 108
60 65 70 75 80 85 90 95 100 105
10/14 11/14 12/14 12/14
(USD/b) Brent (L) CPO(R) (USD)
70 75 80 85 90 95 100 105 110
10/14 11/14 12/14 12/14
(D-3M=100) Copper Nickel Tin
75 80 85 90 95 100 105
10/14 11/14 12/14 12/14
Silver Gold Platinum
Table. Key valuation metrics
Company Name Ticker Price Market Cap Price Performance (%) P/E(X)* P/B(X)* ROE(%)*
(IDR) (IDRbn) 1D 1W 1M 1Y FY13 FY14 FY13 FY14 FY13 FY14
BANKING
Bank Central Asia Tbk PT BBCA 13,125 323,597 -0.2 -0.4 -0.6 33.9 19.5 17.0 4.2 3.5 23.4 22.4
Bank Mandiri Persero Tbk PT BMRI 10,775 251,417 0.5 1.2 0.2 33.0 12.7 11.1 2.5 2.1 20.7 20.6
Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk PT BBRI 11,650 287,396 0.0 1.1 0.0 59.6 12.0 10.7 3.0 2.5 27.0 25.2 Bank Negara Indonesia Persero Tbk PT BBNI 6,100 113,757 0.0 0.8 -2.0 54.4 11.3 10.0 2.0 1.8 19.5 19.2
Bank Danamon Indonesia Tbk PT BDMN 4,525 43,371 0.6 2.1 5.6 18.3 14.1 11.8 1.3 1.2 9.6 10.3
Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk PT BTPN 3,950 23,069 -1.3 -2.3 -2.2 -8.1 11.4 9.4 2.0 1.6 18.8 19.4 PROPERTY
Surya Semesta Internusa Tbk PT SSIA 1,070 5,035 -0.5 0.5 7.0 81.4 13.6 11.3 2.0 1.7 16.9 17.3
Ciputra Property Tbk PT CTRP 845 5,197 1.8 -0.6 -3.4 36.3 12.3 9.9 N/A N/A 10.2 13.9
Pakuwon Jati Tbk PT PWON 510 24,802 0.0 -4.6 -1.0 83.9 12.9 12.1 4.6 3.6 40.1 32.4
Alam Sutera Realty Tbk PT ASRI 560 11,004 0.0 7.7 -1.8 23.1 8.6 8.0 1.7 1.5 21.6 19.7
Bumi Serpong Damai PT BSDE 1,805 33,161 0.8 -1.4 -1.6 36.7 11.7 13.2 2.1 1.9 25.0 17.0
CONSTRUCTION
Total Bangun Persada Tbk PT TOTL 1,120 3,819 -0.9 3.7 1.8 103.6 23.7 19.3 4.7 4.2 19.3 21.2
Adhi Karya Persero Tbk PT ADHI 3,450 6,269 -0.3 15.6 22.3 126.0 21.6 17.4 3.6 3.1 17.2 18.3
Wijaya Karya Persero Tbk PT WIKA 3,680 22,629 -1.1 10.0 14.5 121.7 34.2 27.4 6.1 5.3 18.6 19.3
Pembangunan Perumahan Persero Tbk PT PTPP 3,575 17,312 0.0 3.5 10.0 200.4 33.3 25.1 7.3 6.0 23.4 25.3
Waskita Karya Persero Tbk PT WSKT 1,470 14,299 -2.6 10.9 26.7 250.0 34.6 27.1 5.2 4.6 16.2 17.2
RETAIL & CONSUMER
Indofood Sukses Makmur Tbk PT INDF 6,750 59,268 1.9 3.1 1.1 0.7 14.3 12.5 2.2 2.0 15.5 16.3
Kalbe Farma Tbk PT KLBF 1,815 85,781 0.0 1.7 1.9 38.6 40.4 33.5 9.1 7.8 23.7 24.5
Mitra Adiperkasa Tbk PT MAPI 5,075 8,425 1.5 1.6 -10.2 -7.7 40.5 23.9 3.2 2.9 8.3 13.1
Unilever Indonesia Tbk PT UNVR 32,300 246,449 1.1 0.9 3.3 20.5 44.3 40.1 52.4 48.4 124.7 127.1
Indofood CBP Sukses Makmur Tbk PT ICBP 13,100 76,385 4.8 6.3 14.9 25.4 28.6 24.8 5.4 4.8 19.5 20.0
Ramayana Lestari Sentosa Tbk PT RALS 790 5,606 2.6 8.2 -1.9 -27.5 14.3 13.2 1.7 1.6 11.8 11.9
Mayora Indah Tbk PT MYOR 20,900 18,692 -0.4 -2.6 -14.0 -19.6 40.2 21.7 4.5 3.8 10.8 19.3
Ace Hardware Indonesia Tbk PT ACES 785 13,463 1.3 3.3 -2.5 28.7 23.5 20.2 5.8 4.7 26.6 25.8
Gudang Garam Tbk PT GGRM 60,700 116,792 2.2 2.1 -0.7 42.0 21.8 19.0 3.6 3.2 17.3 17.5
Nippon Indosari Corpindo Tbk PT ROTI 1,385 7,011 0.4 -2.5 8.2 34.5 34.3 26.6 7.4 6.1 22.7 23.3
AUTOMOTIVE
Astra International Tbk PT ASII 7,425 300,590 1.0 3.1 6.1 6.8 14.9 13.6 3.2 2.8 21.7 20.7
Indomobil Sukses Internasional Tbk PT IMAS 4,000 11,061 10.2 16.6 20.3 -16.7 21.4 14.5 1.8 1.7 7.5 9.9
Astra Otoparts Tbk PT AUTO 4,200 20,243 7.7 7.7 9.1 15.1 18.6 15.5 2.2 2.0 12.2 13.5
TELECOMMUNICATION
Telekomunikasi Indonesia Persero Tbk PT TLKM 2,865 288,792 0.5 1.8 -0.3 33.0 18.4 16.9 4.1 3.8 23.1 22.5
XL Axiata Tbk PT EXCL 4,865 41,520 4.0 0.8 -0.3 -5.5 252.9 33.4 2.7 2.5 3.0 7.1
Indosat Tbk PT ISAT 4,050 22,007 2.9 0.6 3.7 -3.0 20.2 29.8 1.4 1.4 -2.3 4.1
INFRASTRUCTURE
Jasa Marga Persero Tbk PT JSMR 7,050 47,940 1.4 0.0 2.9 49.2 30.4 26.3 4.7 4.3 15.4 16.2
Tower Bersama Infrastructure Tbk PT TBIG 9,700 46,526 0.3 -0.8 3.5 60.3 32.9 24.9 8.9 5.9 29.6 27.1 MINING
Aneka Tambang Persero Tbk PT ANTM 1,065 10,158 -2.7 8.7 8.1 -1.4 N/A 21.5 0.8 0.8 0.0 3.3
Timah Persero Tbk PT TINS 1,230 9,161 0.0 4.7 1.2 15.2 16.2 13.6 1.7 1.6 11.8 13.2
Tambang Batubara Bukit Asam Persero Tbk PTBA 12,500 28,802 -0.2 -3.8 -2.5 20.2 13.9 13.6 3.2 2.9 24.3 22.5 CEMENT
Indocement Tunggal Prakarsa Tbk PT INTP 25,000 92,031 1.2 2.2 -2.6 22.9 17.7 16.3 3.6 3.2 21.5 20.9
Holcim Indonesia Tbk PT SMCB 2,185 16,743 0.2 -1.6 -4.8 -7.0 17.5 15.3 1.8 1.7 10.5 11.1
Semen Indonesia Persero Tbk PT SMGR 16,200 96,091 0.2 1.4 -1.8 11.7 16.8 15.4 4.0 3.5 25.0 24.2
Source: Bloomberg, KDB Daewoo Securities Indonesia Research
*Note: Valuation metrics based on Bloomberg consensus estimates
Sector performance Top 10 market cap performance
Name Index Chg (%) Ticker Price Market Cap (IDRbn) Chg (%)
Agricultural 2,351.0 2.0 PLIN IJ 3750 13,313 25.00
Mining 1,307.1 1.6 KPIG IJ 1290 8,348 14.16
Basic-Industry 543.7 0.4 EMTK IJ 7800 43,992 11.4
Miscellaneous Industry 1,307.1 1.6 IIKP IJ 3340 11,222 11.33
Consumer Goods 2,177.9 1.4 BRMS IJ 315 8,055 10.9
Property & Construction 524.9 0.6 MTFN IJ 208 6,623 10.64
Infrastructure 1,160.3 0.6 IMAS IJ 4000 11,061 10.19
Finance 731.6 0.2 MEDC IJ 3800 12,663 10.14
Trade 878.6 2.3 TRIO IJ 1275 6,071 8.1
Composite 5,226.9 0.9 AUTO IJ 4200 20,243 7.69
Source: Bloomberg
Top 5 leading movers Top 5 lagging movers
Name Chg (%) Close Name Chg (%) Close
EMTK IJ 11.4 7,800 BBLD IJ -25.0 1,875
ICBP IJ 4.8 13,100 GIAA IJ -4.3 555
ASII IJ 1.0 7,425 BBCA IJ -0.2 13,125
UNVR IJ 1.1 32,300 INVS IJ -24.9 169
PLIN IJ 25.0 3,750 RODA IJ -7.4 463
Source: Bloomberg
Economic Calendar
Time Currency Detail Forecast Previous
3:00am EUR Spanish Unemployment Change -72.0K -14.7K
3:15am EUR Spanish Manufacturing PMI 54.9 54.7
3:45am EUR Italian Manufacturing PMI 49.6 49.0
4:00am EUR Final Manufacturing PMI 50.8 50.8
9:45am USD Final Manufacturing PMI 54.1 53.7
10:00am USD ISM Manufacturing PMI 57.6 58.7
10:00am USD Construction Spending m/m 0.4% 1.1%
10:00am USD ISM Manufacturing Prices 43.1 44.5
Note: Time is based on Indonesian local time Source: Forex Factory
Disclaimers
This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT Daewoo Securities Indonesia (DWS). It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable. No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of DWS and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any representation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opinions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of DWS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceedings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither DWS, its affiliated companies or their respective employees or agents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.
This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recommendations herein before they have been provided to you. © PT Daewoo Securities Indonesia 2014.