DWI MARTANTI PEMBIMBING:
Teks penuh
(2) DETERMINASI PERKEMBANGAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KABUPATEN SLEMAN (STUDI KASUS KERAJINAN BAMBU DI KECAMATAN MINGGIR, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA). SKRIPSI. DIAJUKAN KEPADA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA SEBAGAI SALAH SATU SYARAT MEMPEROLEH GELAR SARJANA STRATA SATU DALAM ILMU EKONOMI ISLAM. OLEH: DWI MARTANTI 14810050. PEMBIMBING: Drs. SLAMET KHILMI, M.S.I. NIP: 19631014 199203 1 002. PROGRAM STUDI EKONOMI SYARI’AH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2018. i.
(3) ii.
(4) iii.
(5) iv.
(6) v.
(7) MOTTO. “Barang siapa keluar untuk mencari ilmu maka dia berada di jalan Allah” (H.R. Tirmidzi). “Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah” (Thomas Alva Edison). vi.
(8) HALAMAN PERSEMBAHAN Skripsi ini saya persembahkan untuk motivasi terbesar saya yaitu kedua orangtua Bapak Sarimin dan Ibu Sukinem serta Kakakku Sari Nurrani yang telah senantiasa berjuang dan memberikan dukungan baik secara moril maupun materil serta saya persembahkan untuk nenek saya Almh. Ny. Arjo Wiyono yang telah berpulang ke rahmatullah disaat hari-hari terakhir penyusun mendekati kelulusan.. vii.
(9) PEDOMAN TRANSLITERASI Transliterasi kata-kata arab yang digunakan dalam skripsi ini berpedoman pada Surat Keputusan Bersama Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor: 158/1987 dan 0543b/U/1987. A. Konsonan Tunggal Huruf Arab. Nama. Huruf Latin. Nama. ا. Alif. Tidak dilambangkan. Tidak dilambangkan. ب. Bā’. B. Be. ت. Tā’. T. Te. ث. Ṡā’. Ṡ. Es (dengan titik di atas). ج. Jim. J. Je. ح. Ḥā’. Ḥ. Ha (dengan titik di bawah). خ. Khā’. Kh. Ka dan ha. د. Dāl. D. De. ذ. Żāl. Ż. Zet (dengan titik di atas). ر. Rā’. R. Er. ز. Zai. Z. Zet. س. Sin. S. Es. ش. Syin. Sy. Es dan ye. ص. Ṣād. Ṣ. Es (denga titik di bawah). ض. Ḍad. Ḍ. De (dengan titik di bawah). ط. Ṭā’. Ṭ. Te (dengan titik di bawah). ظ. Ẓā’. Ẓ. Zet (denga titik di bawah). ع. ‘Ain. ‘. Koma terbalik di atas. غ. Gain. G. Ge. ف. Fā’. F. Ef. ق. Qāf. Q. Qi. viii.
(10) ك. Kāf. K. Ka. ل. Lām. L. El. م. Mim. M. Em. ن. Nūn. N. En. و. Waw. W. W. ه. Hā’. H. Ha. ء. Hamzah. ‘. apostrof. ي. Ya. Y. Ye. B. Konsonan Rangkap karena Syaddah Ditulis Rangkap. ّ متعددة ّ عدة. Ditulis. Muta’addidah. Ditulis. ‘iddah. C. Ta’marbūtah Semua Ta’marbūtahditulis dengan h, baik berada pada akhir kata tunggal ataupun berada di tengah penggabungan kata (kata yang dikutip oleh kata sandang “al”). Ketentuan ini tidak diperlukan bagi kata-kata Arab yang sudah terserap dalam bahasa Indonesia, seperti shalat, zakat, dan sebagainya kecuali dikehendaki kata aslinya.. حكمة. Ditulis. Ḥikmah. جزية. Ditulis. Jizyah. كرامةاالويلاء. Ditulis. Karāmah al-auliyā’. ix.
(11) D. Vokal Pendek dan Penerapannya. _ َ___. Fatḥah. Ditulis. A. _ َ___. Kasrah. Ditulis. i. _ َ___. Ḍammah. Ditulis. u. E. Vokal Panjang جاھلیة. Ditulis. Jāhiliyyah. Fathah + ya’ mati. تنسى. Ditulis. tansā. 3. Kasrah + ya’ mati. كریم. Ditulis. karīm. 4. Dammah + wawu mati فروض. Ditulis. furūd. 1. Fathah + alif. 2. F. Vokal Rangkap 1. 2. Fathah + ya mati. Ditulis. Ai. بینكم. Ditulis. bainakum. Dammah + wawumati. Ditulis. au. قول. Ditulis. qaul. G. Vokal Pendek Berurutan dalam Satu Kata yang Dipisahkan dengan Apostrof. أأنتم. ّ أعد ت لنئ شكرتم. Ditulis. a’antum. Ditulis. u’iddat. Ditulis. x. la’in syakartum.
(12) H. Kata sandang Alif + Lam 1. Bila diikuti huruf Qomariyyah maka ditulis dengan menggunakan huruf awal “al”. القران القياس. Ditulis. Al-Qur’ān. Ditulis. Al-Qiyās. 2. Bila diikuti oleh huruf Syamsiyah ditulis dengan huruf pertamaSyamsiyah tersebut.. السماء. Ditulis. الشمس. Ditulis. As-Samā’ Asy-Syams. I. Penyusunan kata-kata dalam rangkaian kalimat Ditulis menurut penulisannya. ذوي الفروض أهل السنة. Ditulis. Zawi al-Furūd. Ditulis. Ahl as-Sunnah. xi.
(13) KATA PENGANTAR. Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji dan syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat, taufiq, hidayah, dan inayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Determinasi Perkembangan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Kabupaten Sleman (Studi Kasus Kerajinan Bambu Di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)”. Sholawat dan salam semoga tetap terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Skripsi ini disusun dalam rangka memenuhi salah satu syarat untuk mencapai derajat Sarjana Strata I Program Studi Ekonomi Syariah pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Penyusunan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan ini, penyusun ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada pihakpihak yang telah membantu penyusun dalam menyelesaikan skripsi ini, pihak-pihak tersebut adalah: 1. Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D. selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 2. Dr. H. Syafiq Mahmadah Hanafi, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. 3. Dr. Sunaryati, S.E., M.Sc., selaku Ketua Prodi Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang telah memberikan pengarahan dan perizinan skripsi ini. 4. Drs. Slamet Khilmi, M.S.I. selaku Dosen Pembimbing Skripsi yang senantiasa sabar mengarahkan dan membimbing penyusun dari awal hingga akhir penyusunan skripsi ini. 5. Sunarsih, S.E., M.Si, selaku Dosen Pembimbing Akademik yang telah menyetujui judul skripsi ini.. xii.
(14) 6. Seluruh Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. yang. telah. memberikan. ilmu. serta. pengalaman. pengetahuannya kepada penyusun selama masa perkuliahan. 7. Seluruh Staf dan karyawan Tata Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga. 8. Kedua orang tua yaitu Bapak Sarimin dan Ibu Sukinem, serta saudaraku Sari Nurrani yang telah mendukung, memotivasi, dan memberi semangat serta dengan ikhlas memberikan dorongan dan do’a hingga penyusun dapat menyelesaikan skripsi ini. 9. My Partner, Muhammad Burhanuddin Hisbullah yang telah senantiasa berjuang bersama, memberikan arahan, motivasi, dorongan dan do’a serta mendukung secara moril dan materil dari awal proses pengerjaan skripsi hingga akhir pengerjaan skripsi. 10. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik D.I.Yogyakarta yang telah mengizinkan penelitian penyusun. 11. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sleman yang telah mengizinkan penelitian penyusun. 12. Dinas Koperasi dan UMKM D.I.Yogyakarta yang telah membantu kelengkapan data penyusun. 13. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman yang telah membantu kelengkapan data penyusun. 14. Perangkat Desa serta masyarakat Kecamatan Minggir yang telah membantu dalam kelancaran penelitian penyusun. 15. Sahabat-sahabatku, Ana, Fitri, Upik, Runti, Afifah, Heni, Dinda, Meida, Fatul, Lia, Nisa yang selalu bersama dalam suka dan duka serta membantu mengoreksi dalam penyusunan skripsi penyusun. 16. Teman-teman seperjuangan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sunan Kalijaga tahun angkatan 2014 yang tidak bisa saya sebutkan satu-persatu. 17. Teman-teman KKN Dusun Sumberjo Angkatan 93 Kel. Ngalang, Kec. Gedangsari, Gunungkidul Indah, Iwan, Angga, Ocha, Arina, Lutfi, Aji, Rifa’i.. xiii.
(15) xiv.
(16) DAFTAR ISI. HALAMAN JUDUL ...................................................................................... i HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ....................................................... ii HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ..................................................... iii HALAMAN PENYATAAN KEASLIAN..................................................... iv HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ............................................... v HALAMAN MOTTO .................................................................................... vi HALAMAN PERSEMBAHAN ................................................................... vii PEDOMAN TRANSLITERASI ................................................................... viii KATA PENGANTAR .................................................................................... xii DAFTAR ISI ................................................................................................... xv DAFTAR TABEL ......................................................................................... xviii DAFTAR GRAFIK ....................................................................................... xix DAFTAR DIAGRAM ................................................................................... xx DAFTAR GAMBAR ...................................................................................... xxi DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xxii ABSTRAK ...................................................................................................... xxiii ABSTRACT .................................................................................................... xxiv BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 12 C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian ................................................................ 13 D. Sistematika Pembahasan ........................................................................... 14 BAB II LANDASAN TEORI ........................................................................ 16 A. Telaah Pustaka........................................................................................... 16 B. Landasan Teori .......................................................................................... 18 1. Perkembangan Usaha.............................................................................. 18 a. Pengertian Produksi .......................................................................... 22 b. Tujuan Produksi ................................................................................ 24 c. Fungsi Produksi ................................................................................ 24 d. Fungsi Produksi Cobb-Douglas ........................................................ 26 e. Teori Spesialisasi dan Pembagian Kerja Adam Smith...................... 28 f. Perkembangan Usaha dalam Islam ................................................... 30 2. UMKM ................................................................................................... 33 a. Teori-teori Klasik ............................................................................. 33 b. Teori-teori Modern ........................................................................... 35 c. Usaha dalam Islam........................................................................... 39 3. Modal ...................................................................................................... 40 a. Definisi Modal ................................................................................. 40 b. Modal dalam Islam .......................................................................... 43 4. Upah Tenaga Kerja ................................................................................. 46 a. Pengertian Upah Tenaga Kerja ........................................................ 46 b. Upah dalam Islam ............................................................................ 48. xv.
(17) 5. Penjualan .............................................................................................. 50 a. Pengertian Penjualan ....................................................................... 50 b. Penjualan dalam Islam..................................................................... 53 C. Kerangka Berfikir....................................................................................... 56 D. Hipotesis..................................................................................................... 56 1. Pengaruh Modal terhadap Perkembangan Usaha ................................. 56 2. Pengaruh Upah Tenaga Kerja terhadap Perkembangan Usaha ............ 57 3. Pengaruh Penjualan terhadap Perkembangan Usaha............................ 58 BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 60 A. Jenis dan sifat Penelitian ........................................................................... 60 B. Obyek Penelitian ....................................................................................... 61 C. Populasi dan Sampel ................................................................................. 61 D. Teknik Pengumpulan dan Sumber Data .................................................. 62 E. Definisi Operasional Variabel ................................................................... 64 F. Teknik Analisis Data ................................................................................. 65 1. Analisis Regresi Berganda ................................................................... 66 2. Uji Kesesuaian (Test of Godness of Fit)............................................... 66 a. Uji Signifikansi Koefisien Determinasi (R-Square) ......................... 66 b. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) ..................... 67 c. Uji Simultan (Uji Statistik F)............................................................ 67 3. Uji Asumsi Klasik ................................................................................ 68 a. Uji Normalitas ................................................................................. 68 b. Uji Heteroskedastisitas ..................................................................... 69 c. Uji Multikolinieritas ......................................................................... 69 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN.............................. 71 A. Hasil Penelitian ......................................................................................... 71 1. Kondisi Geografi .................................................................................. 71 2. Kondisi Demografi ............................................................................... 72 3. Kondisi Umum Responden .................................................................. 75 4. Data Karakteristik Responden .............................................................. 78 5. Deskripsi Data Penelitian ..................................................................... 81 a. Perkembangan Usaha ....................................................................... 82 b. Modal ................................................................................................ 82 c. Upah Tenaga Kerja ........................................................................... 85 d. Penjualan .......................................................................................... 87 B. Hasil Analisis Data ................................................................................... 90 1. Uji Regresi Linier Berganda................................................................. 90 2. Uji Kesesuaian (Test of Godness of Fit)............................................... 91 a. Uji Signifikansi Koefisien Determinasi (R-Square) ......................... 91 b. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji Statistik t) ..................... 92 c. Uji Simultan (Uji Statistik F)............................................................ 93 3. Uji Asumsi Klasik ................................................................................ 93 a. Uji Normalitas .................................................................................. 93 b. Uji Heteroskedastisitas ..................................................................... 93 c. Uji Multikolinieritas ......................................................................... 94 C. Pembahasan ............................................................................................... 95. xvi.
(18) 1. Pengaruh Modal terhadap Perkembangan Usaha ................................. 2. Pengaruh Upah Tenaga Kerja terhadap Perkembangan Usaha ............ 3. Pengaruh Penjualan terhadap Perkembangan Usaha............................ BAB V PENUTUP .......................................................................................... A. Kesimpulan ............................................................................................... B. Saran.......................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... LAMPIRAN. xvii. 95 98 101 104 104 105 106.
(19) DAFTAR TABEL Tabel 2.1 : Karakteristik Utama UMI, UK, UM dan UB di NSB .......................36 Tabel 2.2 : Klasifikasi UMKM Menurut UU RI No. 20 Tahun 2008 .................38 Tabel 3.1 : Distribusi Pembagian Variabel .........................................................65 Tabel 4.1 : Persebaran Pemerintahan di Kecamatan Minggir Tahun 2016.........72 Tabel 4.2 : Distribusi Frekuensi Variabel Modal ................................................84 Tabel 4.3 : Distribusi Frekuensi Variabel Upah Tenaga Kerja ...........................86 Tabel 4.4 : Distribusi Frekuensi Variabel Penjualan ..........................................89. xviii.
(20) DAFTAR GRAFIK Grafik 1.1 : Kontribusi UMKM terhadap PDB Tahun 2008-2013 ....................... 2 Grafik 1.2 : Jumlah UMKM dan UB Nasional Tahun 2008-2013........................ 3 Grafik 1.3 : Jumlah Tenaga Kerja UMKM Tahun 2008-2013.............................. 4 Grafik 1.4 : Jumlah UMKM di DIY Tahun 2010-2017 ........................................ 5 Grafik 1.5 : Jumlah UMKM setiap Kabupaten di DIY Tahun 2014-2017 ........... 6 Grafik 1.6 : Jumlah UMKM berdasarkan bidang/jenis usaha di Kabupaten Sleman Tahun 2014-2017 .................................................................. 7 Grafik 4.1 : Persebaran Penduduk di Kecamatan Minggir Tahun 2013-2016 ...... 73. xix.
(21) DAFTAR DIAGRAM Diagram 4.1 : Mata Pencaharian Penduduk di Kecamatan Minggir Tahun 2016..................................................................................................74 Diagram 4.2 : Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin....................78 Diagram 4.3 : Karakteristik Responden Berdasarkan Usia...................................79 Diagram 4.4 : Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan........................80 Diagram 4.5 : Karakteristik Responden Berdasarkan Penghasilan.......................81. xx.
(22) DAFTAR GAMBAR Gambar 4.1 : Peta Kecamatan Minggir.................................................................72. xxi.
(23) DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V Lampiran VI Lampiran VII Lampiran VIII. : Kuesioner Penelitian : Pedoman Wawancara : Data Jumlah Pengrajin Bambu di Kecamatan Minggir : Data Responden : Hasil Regresi : Dokumentasi : Surat Izin Penelitian : Curriculum Vitae (CV). xxii.
(24) ABSTRAK Pemerintah Indonesia saat ini terus berupaya mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar bisa dijadikan penggerak utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. UMKM juga sangat bermanfaat bagi wirausahawan karena meningkatkan pendapatan sehingga kesejahteraan dan kemakmuran lebih cepat tercapai. Oleh karena itu perlu diteliti faktor apa saja yang bisa mempengaruhi perkembangan UMKM. Faktor yang diukur dalam penelitian ini meliputi modal, upah tenaga kerja dan penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh modal, upah tenaga kerja dan penjualan terhadap perkembangan UMKM. Populasi dalam penelitian ini adalah pengrajin kerajinan bambu di wilayah Kecamatan Minggir Kabupaten Sleman yang berjumlah 167 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampel acak sehingga didapat sampel sebanyak 63 responden. Model penelitian mengadopsi fungsi CobbDouglas kemudian dianalisis menggunakan analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) terdapat pengaruh positif dan signifikan modal terhadap perkembangan UMKM, (2) terdapat pengaruh positif dan signifikan upah tenaga kerja terhadap perkembangan UMKM dan (3) terdapat pengaruh positif dan signifikan penjualan terhadap perkembangan UMKM. Nilai R-Square sebesar 0,8257 atau sebesar 82,57% yang menunjukkan variabel modal, upah tenaga kerja dan penjualan dapat mempengaruhi perkembangan UMKM sedangkan 17,43% dipengaruhi variabel lain di luar model penelitian ini.. Kata Kunci: Perkembangan UMKM, Modal, Upah Tenaga Kerja, Penjualan. xxiii.
(25) ABSTRACT The Government of Indonesia is currently continuing to develop small and medium enterprises (MSMEs) in order to be a major driver in accelerating Indonesia's economic recovery. MSMEs is also very useful for entrepreneurs because it increases income so that prosperity and prosperity more quickly achieved. Therefore it is necessary to examine what factors can influence the development of MSMEs. Factors measured in this study include capital, wage labor and sales. The purpose of this study is to know how the influence of capital, wage labor and sales on the development of MSMEs. The population in this research is bamboo craftsmen in Sleman District Minggir Regency which amounted to 167 respondents. The sampling technique used random sampling technique to get 63 respondents. The research model adopted Cobb-Douglas function was then analyzed using multiple linear regression analysis. The result of the research shows that (1) there are negative and significant effect of capital on the development of MSMEs, (2) there are negative and significant influence of labor wage on the development of MSMEs and (3) there is positive and significant influence of sales on MSMEs development. R-Square value equal to 0,8257 or equal to 82,57% indicating variable of capital, wage of labor and sales can influence the development of UMKM while 17,43% influenced by other variable outside this research model.. Keywords: Development of MSMEs, Capital, Wage of Labor, Sales. xxiv.
(26) BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Meningkatnya perekonomian suatu negara dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya faktor perkembangan Usaha Mikro Kecil. dan Menengah. (UMKM). UMKM mempunyai peran penting dalam pembangunan dan pertumbuhan perekonomian suatu negara diantaranya menciptakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran, menyerap tenaga kerja. Hal tersebut sangat membantu pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. UMKM juga berfungsi dalam mengembangkan daya saing dan produktivitas serta penciptaan teknologi, produk baru serta pemasaran (Ghafur, 2010: 29). Kemampuan UMKM dalam menopang perekonomian sudah terbukti pada saat krisis ekonomi yang melanda Indonesia pada tahun 1997-1998. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM, ada beberapa potensi yang dimiliki UMKM yaitu : pertama, jumlah pengusaha UMKM di Indonesia mencapai 99% dari total pengusaha di Indonesia; kedua, UMKM mempunyai kekebalan terhadap krisis. Selama krisis terjadi di Indonesia hanya 4% UMKM yang mengalami gulung tikar, 31% mengalami pengurangan usaha dan 1% mengalami pertumbuhan usaha; ketiga, UMKM mampu menyerap tenaga kerja yang jauh lebih banyak dibandingkan dengan Usaha Besar (UB). UMKM berperan penting dalam membangkitkan pembangunan dan pertumbuh\an ekonomi. UMKM memberikan kontribusi terhadap Produk. 1.
(27) 2. Domestik Bruto (PDB) paling besar dibandingkan dengan usaha besar. UMKM juga berperan sangat penting tidak hanya di negara sedang berkembang seperti di Indonesia saja melainkan di negara Asia, Afrika dan Amerika Latin. UMKM juga berperan penting dalam kesempatan kerja, sumber pendapatan bagi kelompok miskin, distribusi pendapatan dan kemiskinan serta pembangunan ekonomi pedesaan (Tambunan, 2012: 1). Grafik 1.1 Kontribusi UMKM terhadap PDB Tahun 2008-2013. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, data diolah) Data yang digambarkan melalui grafik 1.1 menunjukkan bahwa selama tahun 2008-2013 jumlah kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar Rp. 4.328.355,2 Miliar atau sebesar 50,62%. Sedangkan untuk periode tahun 2012-2013 jumlah kontribusi UMKM terhadap PDB sebesar Rp. 844.978,7 Miliar atau 17,35%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor UMKM telah menunjukkan perkembangan yang terus meningkat dan bahkan mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional. Pertumbuhan dan peran sektor UMKM di dalam perekonomian nasional.
(28) 3. harus terus ditingkatkan, tidak saja kemampuan dalam menghadapi permasalahan ekonomi akan tetapi juga kemampuan dalam menciptakan lapangan kerja dan mengatasi masalah kemiskinan. Terlebih ada komitmen, strategi dan kebijakan dari pemerintah yang akan mendukung kemajuan sektor UMKM menjadi lebih baik. UU RI No. 20 Tahun 2008 yang mengatur tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah menjelaskan bahwa ruang lingkup usaha dibedakan menjadi usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah dan usaha besar. Berdasarkan UU tersebut UMKM adalah usaha produktif yang memenuhi persyaratan tertentu dengan batasan kekayaan bersih dan hasil penjualan tahunan yang telah ditentukan. Berikut data mengenai jumlah UMKM dan UB Nasional : Grafik 1.2 Jumlah UMKM dan UB Nasional Tahun 2008-2013. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, data diolah). Data yang digambarkan melalui grafik 1.2 menunjukkan bahwa selama tahun 2008-2013, jumlah UMKM meningkat sebanyak 6.486.109 unit atau sebesar.
(29) 4. 11,20%. Sedangkan untuk periode 2012-2013 jumlah UMKM meningkat sebanyak 1.361.130 unit atau sebesar 2,41%. Hal ini menunjukkan bahwa adanya kesadaran masyarakat untuk berusaha menciptakan sesuatu yang baru serta adanya peran aktif pemerintah dalam mendorong perkembangan UMKM. Peningkatan jumlah UMKM ini juga memberikan dampak positif dalam menciptakan lapangan kerja sehingga hal ini juga memberikan dampak positif terhadap meningkatkan tenaga kerja. Berikut data mengenai tenaga kerja nasional yang bekerja pada sektor UMKM dan UB : Grafik 1.3 Jumlah Tenaga Kerja UMKM Tahun 2008-2013. (Sumber: Kementerian Koperasi dan UMKM, data diolah) Data yang digambarkan melalui grafik 1.3 menunjukkan bahwa data diatas menunjukkan bahwa pada tahun 2008-2013, jumlah penyerapan tenaga kerja UMKM meningkat sebanyak 20.119.804 orang atau sebesar 17,62% sedangkan pada 2 tahun terakhir yakni 2012-2013, jumlah penyerapan tenaga kerja UMKM.
(30) 5. meningkat sebanyak 6.488.518 orang atau sebesar 6,3%. Hal ini menunjukkan bahwa penciptaan suatu usaha baik usaha kecil, usaha mikro, usaha menengah dan usaha besar akan menyerap sejumlah tenaga kerja sehingga dalam hal ini akan membantu pemerintah dalam mengurangi pengangguran. Salah satu Provinsi yang memiliki jumlah UMKM terbanyak adalah D.I.Yogyakarta. Berikut data mengenai jumlah unit UMKM di D.I.Yogyakarta dari tahun 2010 – 2017 : Grafik 1.4 Jumlah UMKM di DIY Tahun 2010-2017 Jumlah UMKM di DIY Tahun 2010-2017 300.000 254.442 238.619. 250.000 200.000 150.000. 195.088 151.557 139.980142.782144.186146.193. 100.000 50.000 0 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017. (Sumber: Disperindag DIY, data diolah) Data yang digambarkan melalui grafik 1.4 menunjukkan bahwa jumlah unit UMKM di DIY setiap tahun mengalami peningkatan dimana pada tahun 2010 sebesar 139.980 unit dan tahun 2014 sebesar 151.557 unit. Kemudian meningkat signifikan pada tahun 2015 sebesar 195.088 unit dan pada tahun 2017 sebesar 254.442 unit. Peningkatan jumlah UMKM ini menunjukkan adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya berwirausaha serta menunjukkan keberhasilan peran dan tugas pemerintahan daerah dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada sektor UMKM..
(31) 6. Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi DIY, Arjuliwondo mengatakan Kabupaten Sleman menempati posisi tertinggi jumlah UMKM se-DIY dengan 27.119 unit dengan rincian jumlah UMKM sebesar 29,09%, dan UMB sebesar 42,26% serta kontribusi terhadap sektor ekonomi sebesar 33% (Republika, 28 Juli 2017). Hal tersebut menunjukkan bahwa adanya peluang penciptaan usaha pada setiap kabupaten/kota yang ada di D.I.Yogyakarta. Berikut data jumlah UMKM di setiap Kabupaten se-provinsi DIY : Grafik 1.5 Jumlah UMKM setiap Kabupaten di DIY Tahun 2014-2017 Jumlah UMKM setiap Kabupaten di DIY Tahun 2014-2017 30.000 25.000 20.000 15.000 10.000 5.000 0 2014. 2015. 2016. Kota Yogyakarta. Kab. Sleman. Kab. Kulonprogo. Kab. Gunungkidul. 2017 Kab. Bantul. (Sumber: Badan Pusat Statitik DIY, data diolah) Berdasarkan data pada grafik 1.5 diatas, pada tahun 2014 Kota Yogyakarta memiliki jumlah UMKM terbanyak dibandingkan dengan kabupaten lain se-DIY yakni sebesar 22.751 unit dan pada tahun 2017 Kabupaten Sleman berkontribusi lebih banyak daripada Kabupaten lain se-DIY yakni sebesar 27.119 unit UMKM. Hal ini mengindikasikan bahwa setiap kabupaten se-DIY selalu berusaha untuk meningkatkan jumlah UMKM demi mengurangi angka pengangguran dan.
(32) 7. meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Berikut data mengenai jumlah unit UMKM di Kabupaten Sleman : Grafik 1.6 Jumlah UMKM berdasarkan bidang/jenis usaha di Kabupaten Sleman Tahun 2014-2017 Jumlah UMKM setiap bidang di Kab. Sleman Tahun 2014-2017 10000 8000 6000 4000. 3905. 4321. 5113. 5253. 2000 0 2014 Aneka Usaha. 2015 Perdagangan. 2016 Pertanian. 2017 Non Pertanian. (Sumber: Disperindag Sleman, data diolah) Berdasarkan data yang digambarkan pada grafik 1.6 di atas, jumlah UMKM berdasarkan bidang/jenis usaha di Kabupaten Sleman mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2017, aneka usaha sebesar 8115 unit, usaha perdagangan sebesar 8827 unit, dan usaha pertanian sebesar 4927 unit serta usaha non pertanian sebesar 5253 unit sehingga total semua jenis usaha di Kabupaten Sleman adalah 27.119 unit. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah Kabupaten Sleman berkontribusi penuh dalam meningkatkan jumlah UMKM sehingga mampu mendorong dan mendukung masyarakatnya untuk terus berusaha dan berinovasi dalam bidang usaha apapun. Tuntutan perkembangan teknologi dan informasi membuat masyarakat untuk terus berinovasi dan berkreasi untuk terus menciptakan dan mengembangkan produk agar dapat mengikuti perkembangan zaman sehingga mampu menarik minat.
(33) 8. pembeli dalam jumlah yang banyak. Salah satu usaha yang berkontribusi besar terhadap perkembangan UMKM adalah usaha kerajinan. Dengan jumlah UMKM yang tercatat sebesar 27.119 unit pada Juli 2017, Kabupaten Sleman memiliki banyak usaha terlebih usaha kerajinan bambu. Usaha kerajinan bambu ini tersebar di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Sleman diantaranya Kecamatan Godean, Kecamatan Moyudan, Kecamatan Mlati, Kecamatan Seyegan dan Kecamatan Minggir. Akan tetapi, yang mampu menarik pembeli dalam jumlah banyak adalah usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir karena bentuk hasil kerajinan bambu yang bervariatif sehingga mampu menarik minat pembeli. Selain itu, produk-produk usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir mampu menembus pasar internasional dengan jumlah permintaan yang cukup. Kecamatan Minggir juga terkenal dengan Desa Wisata Kerajinan Bambu karena mayoritas masyarakat di Kecamatan Minggir bekerja sebagai pengrajin bambu dan Kecamatan Minggir merupakan daerah yang masih sangat asri, sejuk dan damai sehingga diharapkan menjadi daya tarik wisatawan. Latar belakang berdirinya kerajinan bambu di Kecamatan Minggir ini yakni banyaknya bahan baku bambu yang ada di perkebunan masyarakat Kecamatan Minggir sehingga masyarakat memanfaatkan untuk membuat kerajinan bambu berbagai bentuk. Hal tersebut akan menambah pendapatan masyarakat, meningkatkan kekreatifan masyarakat dan melatih masyarakat untuk hidup mandiri sehingga menurunkan angka pengangguran. Kerajinan bambu yang dibuat oleh masyarakat di Kecamatan Minggir ini bersifat home industry dimana kerajinan.
(34) 9. tersebut dilakukan dirumah. Dalam pemasarannya, hasil kerajinan bambu ini disetor kepada pengepul, eksportir atau masyarakat umum.1 Selama kurang lebih 40 tahun, usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menambah penghasilan. Saat ini jumlah pengrajin bambu di Kecamatan Minggir yang tercatat pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman di tahun 2016 sejumlah 167 unit. Hal tersebut menandakan bahwa banyaknya minat masyarakat untuk terjun ke dunia usaha kerajinan bambu karena usaha tersebut tidak membutuhkan modal yang tinggi dan mendatangkan keuntungan yang lumayan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mempunyai ciri khas tersendiri. Selain itu hasil produksi kerajinan bambu ini selalu meningkat setiap tahunnya sehingga menjadi salah satu bisnis yang menjanjikan. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari peran dan dukungan Pemerintah Kabupaten Sleman khususnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman untuk gencar mempromosikan produk lokalnya salah satunya adalah usaha kerajinan bambu. Dalam setiap acara atau event yang diadakan oleh Dinas terkait, usaha kerajinan bambu yang ada di Kecamatan Minggir selalu diundang untuk mewakili salah satu contoh kerajinan. Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan UMKM penting untuk diketahui untuk mengukur faktor apasaja yang menyebabkan UMKM berkembang secara pesat. Dalam perkembangannya, UMKM memiliki kendala yakni. 1. Wawancara dengan Bapak Sugiyono, Kepala Dusun Jomboran Kecamatan Minggir, 22 Januari 2018, Pukul 10.00 WIB.
(35) 10. permodalan, pangsa pasar, kualitas tenaga kerja yang bekerja pada sektor UMKM dan nilai-nilai entrepreneur (Ghafur, 2010: 34). Hal. tersebut. senada. dengan. Zimmerer (1996) yang menyatakan bahwa keberhasilan atau kegagalan berwirausaha sangat bergantung pada kemampuan pribadi wirausahawan itu sendiri. Penelitian yang dilakukan oleh Kristiningsih dan Adrianto Sumarjono (2015) menyatakan bahwa variabel yang paling dominan mempengaruhi perkembangan UMKM adalah faktor internal yakni karakteristik wirausaha dan karakteristik usaha tersebut. Hal penting dalam perkembangan UMKM adalah permodalan. Kegagalan UMKM disebabkan oleh kurangnya permodalan. Oleh sebab itu, kemampuan dalam mengelola modal merupakan hal penting. Kurangnya pengetahuan dalam mengelola modal berhubungan dengan ketidakmampuan perusahaan dalam mencapai tujuan bisnisnya (Ghafur, 2010: 34). Modal yang dimiliki pengrajin bambu di Kecamatan Minggir masih kecil sehingga dalam mengembangkan usahanya masih mengalami kesulitan. Modal ini terdiri dari modal barang dan modal manusia. Modal manusia salah satunya terdiri dari tingkat keahlian atau kemampuan dalam mengolah bahan baku. Pengrajin bambu di Kecamatan Minggir mengalami kesulitan dalam mengolah kerajinan bambu berbagai bentuk, sebagian besar pengrajin bambu di Kecamatan Minggir masih minim tingkat keahlian atau skill dalam mengolah kerajinan bambu berbagai bentuk sehingga tingkat penghasilan masih rendah. Hal yang tak kalah penting dalam perkembangan UMKM adalah manajemen. Seperti halnya usaha besar yang memiliki manajemen yang terstruktur.
(36) 11. dan rapi, maka UMKM juga harus memiliki hal tersebut. Manajemen yang dimaksud berhubungan dengan kemampuan mengelola suatu perusahaan. Salah satu kegagalan UMKM disebabkan karena ketidakmampuan wirausaha dalam memanajemen usahanya dengan baik. Oleh sebab itu, kemampuan dalam memanajemen suatu usaha merupakan faktor penting dalam perkembangan UMKM. Perusahaan yang berhasil dalam menjalankan usahanya harus mampu memanajemen usahanya dengan baik sehingga tercapai tujuan bisnis tersebut (Sukirno, 2011: 94) Permasalahan manajamen pengrajin bambu di Kecamatan Minggir adalah tingkat pemberian upah tenaga kerja yang masih rendah. Hal ini dikarenakan jumlah produksi kerajinan bambu yang tergolong masih rendah sehingga pemberian upah tenaga kerja juga masih rendah. Selain itu, terdapat permasalahan regenerasi pengrajin. Pengrajin bambu di Kecamatan Minggir sebagian besar sudah berusia lanjut dan sudah tidak produktif lagi sehingga kedepannya kerajinan bambu akan kesulitan dalam mencari tenaga kerja yang mau dan mampu mengerjakan kerajinan bambu. Hal tersebut dikarenakan generasi penerus atau remaja di Kecamatan Minggir lebih minat bekerja pada sektor lain. Hal lain yang menjadi permasalahan dalam perkembangan usaha adalah penjualan dimana penjualan kerajinan bambu di Kecamatan Minggir juga tergolong masih rendah karena kurangnya promosi serta minat masyarakat yang berubah ke barang produksi berbahan baku selain bambu karena dinilai lebih praktis dan efisien. Selain itu permasalahan lainnya yakni hasil produksi yang tergolong masih rendah sehingga menyebabkan penjualan rendah..
(37) 12. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Peguh Setyo Nugroho dan Malik Cahyadin (2008) yang berjudul “Analisis Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia” yang menyatakan bahwa industri kreatif berperan besar dalam penyerapan tenaga kerja di Indonesia sehingga mampu menekan angka kemiskinan. Penelitian lainnya juga dilakukan oleh Toni Siswanto dan kirwani (2011) dengan judul “Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan UMKM Sepatu di Sentra Industri Sidoarjo (Studi Kasus Desa Seruni Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo)” yang menyatakan bahwa faktor permodalan merupakan faktor yang paling dominan dalam mempengaruhi perkembangan UMKM di Desa Seruni Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Dari latar belakang tersebut, maka penyusun ingin menguji bagaimana permodalan, tingkat upah tenaga kerja dan penjualan berpengaruh terhadap perkembangan UMKM. Sehingga penting dilakukan penelitian dengan judul “Determinasi Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sleman (Studi Kasus Kerajinan Bambu di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta)”.. B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, maka fokus penelitian adalah sebagai berikut: 1. Bagaimana modal berpengaruh terhadap perkembangan usaha ? 2. Bagaimana upah tenaga kerja berpengaruh terhadap perkembangan usaha ? 3. Bagaimana penjualan berpengaruh terhadap perkembangan usaha ?.
(38) 13. C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut : a. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh permodalan terhadap perkembangan usaha b. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh upah tenaga kerja terhadap perkembangan usaha c. Untuk mengetahui dan menjelaskan pengaruh penjualan terhadap perkembangan usaha. 2. Manfaat Penelitian a. Manfaat bagi akademisi Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan UMKM (studi kasus Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta). Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menjadi salah satu literatur/referensi dalam bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta memberikan wawasan baru bagi dunia pendidikan. b. Manfaat bagi praktisi Penelitian ini diharapkan mampu untuk mengkaji secara ilmiah gejalagejala ekonomi yang ada pada dunia nyata berdasarkan teori-teori yang pernah diperoleh. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi.
(39) 14. inspirasi bagi calon peneliti yang tertarik di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan juga pada bidang-bidang lainnya. c. Manfaat bagi pemerintah/pembuat kebijakan Penelitian ini diharapkan mampu memberikan pertimbangan bagi pemerintah dan pemegang regulasi atau kebijakan lainnya mengenai pengembangan ekonomi di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). D. Sistematika Pembahasan Penelitian ini terdiri dari lima bab. Bab pertama, yaitu pendahuluan yang menjelaskan tentang latar belakang penelitian yang berisi permasalahan dan isu-isu perkembangan UMKM. Dari latar belakang tersebut, penyusun menyusun rumusan masalah yang berguna untuk mempermudah penyusun dalam menentukan pokok masalah kemudian menyusun tujuan serta manfaat dari penelitian ini. Untuk memudahkan pembaca dalam memahami isi dan susunan dalam penelitian ini, maka subbab terakhir dalam bab ini disusun sistematika pembahasan. Bab kedua berisi tentang landasan teori yang diawali dengan telaah pustaka berisi beberapa penelitian sebelumnya yang digunakan sebagai dugaan sementara atas rumusan masalah yang disusun. Selanjutnya dijelaskan tentang teori yang digunakan dalam penelitian ini yang berhubungan dengan perkembangan UMKM serta faktor-faktor yang mempengaruhinya serta teori ekonomi Islam yang berkaitan dengan perniagaan..
(40) 15. Bab ketiga menjelaskan tentang metodologi penelitian. Metodologi penelitian yang dijelaskan berisi jenis dan sifat penelitian yang relevan terhadap model penelitian yang telah ditentukan dalam kerangka berfikir. Kemudian penentuan sampel dari populasi sesuai dengan obyek penelitian, teknik penentuan jumlah sampel, metode pengumpulan dan sumber data, definisi operasional variabel. Terakhir membahas mengenai teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian. Bab keempat berisi analisis data dan pengujian hipotesis. Bab ini menjelaskan tentang deskripsi objek penelitian, hasil analisis data serta pembahasan lebih mendalam mengenai hasil penelitian dan implikasinya. Bab kelima adalah penutup yang berisi kesimpulan dan saran. Kesimpulan pada bab ini diperoleh dari ringkasan analisis data pada bab empat kemudian dari kesimpulan tersebut ditarik implikasi yang dihasilkan dari sebuah penelitian. Sedangkan saran pada bab ini ditujukan bagi penelitian selanjutnya..
(41) BAB V PENUTUP. A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat diambil kesimpulan penelitian sebagai berikut : 1. Variabel modal secara parsial atau individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin besar modal yang digunakan maka akan menaikkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir. Sebaliknya, semakin rendah tingkat permodalan maka akan menurunkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir. 2. Variabel upah tenaga kerja secara parsial atau individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir, Kabupaten. Sleman, Yogyakarta. Hasil tersebut. menunjukkan bahwa semakin besar upah tenaga kerja yang diberikan maka akan menaikkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir. Sebaliknya, semakin rendah tingkat upah tenaga kerja maka akan menurunkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir. 3. Variabel penjualan secara parsial atau individu berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir, Kabupaten. Sleman, Yogyakarta. Hasil tersebut. 104.
(42) 105. menunjukkan bahwa semakin besar tingkat penjualan maka akan menaikkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir. Sebaliknya, semakin rendah tingkat penjualan maka akan menurunkan perkembangan usaha kerajinan bambu di Kecamatan Minggir.. B. Saran Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka peneliti berusaha memberikan saran terhadap para pelaku usaha kerajinan bambu diantaranya : 1. Para pelaku usaha hendaknya memberikan motivasi, dukungan, arahan, bimbingan dan pelatihan terhadap generasi muda untuk dapat meneruskan dan memproduksi kerajinan bambu di Kecamatan Minggir agar usaha tersebut tetap lestari dan tidak tergerus zaman, terlebih di Kecamatan Minggir sudah terkenal dengan Desa Wisata Kerajinan Bambu. 2. Para pelaku usaha antar kampung hendaknya saling bahu-membahu untuk memberikan pelatihan bagaimana cara mengolah bambu berbagai bentuk sehingga akan meningkatkan kekreatifan dan keinovasian pengrajin bambu yang lainnya. 3. Perlu adanya bantuan dana dari pemerintah untuk pembelian mesin produksi yang canggih agar tercapai tingkat efisiensi yang tinggi..
(43) DAFTAR PUSTAKA. Abdul Husain at-Tariqi Abdullah. (2004). Ekonomi Islam, Prinsip, Dasar dan Tujuan. Yogyakarta: Magistra Insania Press Anisyah Yulianita. (2011). “Analisis Perkembangan Industri Batik Semarang”. Skripsi. Universitas Diponegoro Semarang Anwar Muhammad. (2014). Pengantar Kewirausahaan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Prenadamedia Group Badan Pusat Statistik Effendi Rustam. (2003). Produksi dalam Islam Cetakan I. Yogyakarta: Magistra Insania Press Fitriyani. (2017). “Faktor-Faktor Penentu Keberhasilan Usaha di Kalangan Pedagang Sunday Morning UGM Yogyakarta”. Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Ghafur Wibowo Muhammad. (2010). UMKM dalam Pusaran Globalisasi Ekonomi (Kajian Kritis Pasca Pemberlakuan ACFTA). Yogyakarta: Fakultas Syariah dan Hukum Press UIN Sunan Kalijaga Ginting Rosnani. (2007). Sistem Produksi Edisi I Cetakan I. Yogyakarta: Graha Ilmu Hadiyati Ernani. (2014). Marketing and Government Policy on MSMEs in Indonesia: a Theretical Framework and Empirical Study. International Journal of Business and Management Vol. 10 No. 2: 2015, ISSN: 1883-385, E-ISSN: 1833-8119 Haryadi Dedi, Chotim Erna Ermawati, Maspiyanti. (1998). Tahap Perkembangan Usaha Kecil: Dinamika dan Peta Potensi Pertumbuhan. Bandung:Yayasan Akatiga Joesron Suhartati Tati, Muhammad Fathorrazi. (2012). Teori Ekonomi Mikro Edisi I Cetakan I. Yogyakarta: Graha Ilmu Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia. Lau Efrada, Heriyanto. (2014). “Analisis Faktor-Faktor Pemilihan Lokasi Usaha Terhadap Kesuksesan Usaha Jasa Mikro di Kecamatan Sungai Kunjang”. Jurnal. Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda. 106.
(44) 107. Mankiw N. Gregory. (2003). Pengantar Ekonomi Ed. 2 Jilid 1. Jakarta: Erlangga Mankiw N. Gregory. (2003). Pengantar Ekonomi Ed. 2 Jilid 2. Jakarta: Erlangga Manullang. (2008). Pengantar Bisnis. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Maupa Haris. (2004). “Faktor-Faktor yang Menentukan Pertumbuhan Usaha Kecil di Sulawesi Selatan”. Disertasi. Universitas Hasanuddin Makassar Mudrajad Kuncoro, Widjajanto Kusumahadi. (2001). “Analisis Profil dan Masalah Industri Kecil dan Rumah Tangga: Studi Kasus di Kabupaten Ngawi Jawa Timur”. Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 6 No. 1 Tahun 2001 Musselman, A. Vernon. (1998). Pengantar Ekonomi Perusahaan. Jakarta: Erlangga Peguh Setyo Nugroho, Malik Cahyadin. (2008). “Analisis Perkembangan Industri Kreatif di Indonesia”. Jurnal. Universitas Negeri Surakarta Pratita Vajar Kusuma. (2013). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Usaha Kecil dan Menengah: Studi Kasus UKM Batik Kota Solo”. Jurnal. Universitas Indonesia Jakarta Rasyid Mohtor. (2016). Pengantar Mikro Ekonometrika dengan Aplikasi Program Stata. Yogyakarta: TREND Rosyidi Suherman. (2006). Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro Edisi Revisi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada Salvatore, Dominick. (1994). Teori Ekonomi Mikro. Jakarta: Erlangga Sarwoko. (2005). Dasar-dasar Ekonometrika. Yogyakarta: Andi Soekartawi. (1990). Teori Ekonomi dan Produksi. Jakarta: Rajawali Sudjana. (2005). Metode Statitika Edisi 6. Bandung: Tarsito Sukirno Sadono et all. (2006). Pengantar Bisnis Edisi I Cetakan ke-2. Jakarta: Kencana Sukirno Sadono et all. (2011). Pengantar Bisnis Edisi I Cetakan ke-3. Jakarta: Kencana Sukirno Sadono. (2010). Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
(45) 108. Sukirno Sadono. (2012). Makroekonomi Modern. Jakarta: Raja Grafindo Persada Sukirno Sadono. (2016). Mikroekonomi Teori Pengantar Ed. 3 Cet. 31. Jakarta: Rajawali Pers Suprayitno Eko. (2008). Ekonomi Mikro Perspektif Islam. Malang: UIN Malang Press Supriyanto. (2006). “Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sebagai Salah Satu Upaya Penanggulangan Kemiskinan”. Jurnal Ekonomi & Pendidikan Volume 3 No. 1 April 2006. Univesitas Negeri Yogyakarta Supriyanto. (2009). Metodologi Riset Bisnis. Jakarta: PT Indeks Suroyah, Ismi Ayu. (2016). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nilai Produksi Tenun Ikat di Kabupaten Jepara (Studi Kasus di Desa Troso Kecamatan Pecangan Kabupaten Jepara). Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta. Suryana. (2010). Kewirusahaan: Pendekatan Wirausaha Sukses. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group Suryana. (2014). Kewirausahaa: Kiat-kiat dan Proses Menuju Sukses. Jakarta: Kencana Prenadamedia Group Suwiknyo Dwi. (2010). Kompilasi Tafsir Ayat-ayat Ekonomi Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Swastha Basu, Irawan. (2008). Manajemen Pemasaran Modern Edisi II Cetakan XIII. Yogyakarta: Liberty Offset Todaro Michael P. (1995). Ekonomi untuk Negara Berkembang: Suatu Pengantar tentang Prinsip-Prinsip, Masalah dan Kebijakan Pembangunan Edisi III Cetakan I. Jakarta: Bumi Aksara Toni. Siswanto, Kirwani. (2011). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan UMKM Sepatu di Sentra Industri Sidoarjo (Studi Kasus Desa Seruni Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo)”. Jurnal. Universitas Negeri Surabaya. Tulus Tambunan. (2012). Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Indonesia: Isu-Isu Penting. Jakarta: LP3ES Ubaid Elzaki. (2009). “Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Industri Kecil Knalpot di Desa Sayangan Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga”. Skripsi. Universitas Negeri Semarang.
(46) 109. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Wahyu, Suryana. (2017). Jumlah Usaha Menengah Kecil Sleman Tertinggi Di Yogya. (online) www.republika.co.id di akses tanggal 20 November 2017 Wirasasmita Yuyun. (1991). Fungsi Produksi: Perkembangan dan Aplikasinya. Bandung: Pascasarjana UNPAD Wulandari, I Gusti Ayu Athina, dkk. (2017). “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Industri Perhiasan Logam Mulia Di Kota Denpasar”. E-Jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 6.1 (2017): 79-108 Zhang Y. (2001). Learning Function and Small Business Growth: Management Accounting. Journal. MCB University Press.
(47) Lampiran 1 No. Responden : Kementerian Agama Republik Indonesia Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Jl. Marsda Adisucipto Yogyakarta 55281 KUESIONER PENELITIAN Kepada Yth. Bapak/Ibu Responden Di tempat Assalamu’alaikum wr. wb. Dalam rangka penelitian tugas akhir/skripsi pada program Sarjana (S1) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, saya : Nama No. Induk Mahasiswa Fakultas Jurusan. : : : :. Dwi Martanti 14810050 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Ekonomi Syariah. Bermaksud mengadakan penelitian dengan judul “Determinasi Perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kabupaten Sleman (Studi Kasus Usaha Kerajinan Bambu di Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman Yogyakarta)”. Berkenaan dengan ini, saya memohon bantuan dari Bapak/Ibu untuk mengisi kuesioner penelitian ini dengan objektif sesuai kondisi yang sebenarnya. Data dari Bapak/Ibu akan dijaga kerahasiannya dan hanya digunakan untuk kepentingan akademis penelitian. Atas kesediaan dan partisipasi Bapak/Ibu dalam mengisi kuesioner ini, saya mengucapkan terima kasih. Wassalamu’alaikum wr. wb. Peneliti,. Dwi Martanti.
(48) PETUNJUK PENGISIAN 1. Bapak/Ibu dimohon mengisi identitas responden yang disediakan. 2. Untuk pertanyaan-pertanyaan di bawah ini, Bapak/Ibu dipersilahkan untuk memberikan jawaban dengan memberi tanda centang (√) pada kolom yang telah disediakan.. A. Identitas Responden Nama Pemilik Usaha. : …………………………........................................... Umur. : ................................................................................... Pendidikan. : ................................................................................... Jenis Kelamin. :. Laki-laki. Perempuan. B. Indentitas Usaha Nama Usaha. : …………………………........................................... Alamat. : …………………………........................................... Tahun Berdiri Usaha. : ...................................................................................
(49) C. Pertanyaan 1. Perkembangan Usaha. No.. Nama Produk. Jumlah. Jumlah. Produksi Bulan. Produksi Bulan. Harga Produksi. Sebelumnya. Ini. (Rp.). (Unit). (Unit). 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. TOTAL. 2. Modal No.. Modal Investasi. Modal Operasional. Jumlah. (Rp.). (Rp.). (Rp.). 1. 2. TOTAL.
(50) 3. Upah Tenaga Kerja No.. Jenis Pekerjaan. Jumlah Tenaga. Upah. Kerja (Orang). (Rp.). 1. TOTAL. 4. Penjualan. No.. Nama Produk. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. TOTAL. Jumlah. Harga Jual. Harga Total. Barang Terjual. per Unit. Penjualan. (Unit). (Rp.). (Rp.).
(51) Lampiran 2 PEDOMAN WAWANCARA. Hari/Tanggal. :. Lokasi. :. Identitas Informan Nama. :. Umur. :. Jenis Kelamin. :. Pendidikan. :. Pertanyaan Penelitian 1. Bagaimana awal mula berdirinya usaha kerajinan bambu? 2. Bagaimana perkembangan usaha industri bambu? 3. Apa saja permasalahan yang dihadapi (dilihat dari segi produksi, bahan baku dan bahan penolong, mesin dan peralatan, teknik pemasaran, keuangan dan manajemen kelompok)? 4. Apasaja output atau hasil yang dihasilkan dalam usaha kerajinan bambu? 5. Apasaja dampak dari usaha kerajinan bambu? 6. Apakah. pemerintah. setempat. mendukung. dan. berkontribusi. dalam. perkembangan usaha industri kerajinan bambu? Jika iya, bentuk dukungan dan kotribusinya seperti apa? 7. Apakah rencana kedepan yang ingin dilaksanakan dalam meningkatkan usaha industri kerajinan bambu?.
(52) Lampiran 3 DAFTAR NAMA PENGRAJIN BAMBU DI KECAMATAN MINGGIR TAHUN 2016 NO. 1 2 3 4 5 6 7 8. ALAMAT BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN. HASIL KERAJINAN Tempat tisu, besek, lampion, tempat buah Tempat buku, tempat telur, tempat hantaran Tempat nasi, pincuk, keranjang kue, tas Nampan, kipas, tempat tisu, besek, toples Hiasan dinding, tempat baju, topi, vas bunga Tempat roti, tempat buah, tempat tisu, besek Tempat hantaran, besek, dompet, piring Pincuk, tempat sampah, lampion, kipas. BRAJAN. Guci, besek, tempat nasi, besek. 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32. NAMA SULISMAN SUNAN TRIYANTO LASONO SURYATI SUPARDI SUTILAH SUPRIYO PORWO SUMINTO SUMPENO SURYATI MADYO UTOMO TUKILAH SUKINEM NURRANI PRASTOWO DWI JUMIRAH SUDIMIN JUMIRIN WIYONO MANTO WAGIMAN CIPTO YATI GANIK LIMBANG GIYANTI TUGIMIN WALGIYEM TUMIRAH SUPARDI. BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN BRAJAN. 33. SUKARDI. BRAJAN. 34. NGADIMIN. BRAJAN. Tempat tisu mobil, besek, pincuk, tempat nasi Tempat gelas, tempat tisu makan, besek Lampion, caping, kipas, besek, tas, piring Besek, kipas, guci, piring, tempat cucian Tempat buku, tempat telur, tempat hantaran Nampan, kipas, tempat tisu, besek, toples Tempat roti, tempat buah, tempat tisu, besek Pincuk, tempat sampah, lampion, kipas Tempat tisu mobil, besek, pincuk, tempat nasi Lampion, caping, kipas, besek, tas, piring Tempat tisu, besek, lampion, tempat buah Tempat nasi, pincuk, keranjang kue, tas Hiasan dinding, tempat baju, topi, vas bunga Tempat hantaran, besek, dompet, piring Guci, besek, tempat nasi, besek Pincuk, tempat sampah, lampion, kipas Guci, besek, tempat nasi, besek Tempat tisu mobil, besek, pincuk, tempat nasi Nampan, kipas, tempat tisu, besek, toples Tempat roti, tempat buah, tempat tisu, besek Pincuk, tempat sampah, lampion, kipas Tempat tisu, besek, lampion, tempat buah Tempat buku, tempat telur, tempat hantaran Tempat nasi, pincuk, keranjang kue, tas, caping Tempat tisu mobil, besek, pincuk, tempat nasi. 9.
(53) 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75. SUPRIYO WARTINAH SUGIMIN SUGINEM SUTINAH NURCAHYATI PARTO NGATIJAH SRI HANDAYANI JAMINEM WAGIYAH GINEM MUJIYEM DINIL TRI ENDANG SUNARYO SARINDI SUMPENO NUR HIDAYAH PONIYEM PUJIRAH SUKIRNO TIAH WARTINI ABDUL ROHMAN NGATINEM PARMI DAMIN NGATIJO SARDI NGADINO SAPARINEM SARTINI SARIMIN WAHYUDI PRASTOWO JUMIRIN SITI SUMIRAH SUDIMIN SARJIMAN. BRAJAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN JOMBORAN TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 TENGAHAN 12 KLIRAN 09 KLIRAN 09. Lampion, caping, kipas, besek, tas, piring Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Tikar Tikar Tikar Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Kurungan ayam Kurungan ayam Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek.
(54) 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116. WALJIYEM SITI ROKHMAH MARTINI GALIH WIJANARKO SAMSU HIDAYAT YAYUK TRI HANDAYANI SOSRO YANTI LESTARI YULIANA NINGRUM PRATIWI KIRMIYATI SRI NINGSIH TUMINEM SARGINEM TUMINAH PONIYEM TRI HARYANTI KARTI UTOMO PARTINI JEMINEM NYAMI YATNO TUMIRAH JUMINTEN PARTO MADYO BEJO ROHYANI HENY INDRIANA WATIK PAMUNGKAS WARTINI MARTUTIK ENDANG RABEN. KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 KLIRAN 09 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 POJOK 5 TINGGEN. Besek Besek Besek, tas, kipas, tempat botol, hiasan dinding Besek Besek Besek Besek Besek, tempat telur, vas bunga, tempat nasi Besek, tempat hantaran, tas, piring Besek Besek Besek Besek, tempat buah, tempat cucian Besek Besek Besek Besek Besek Besek Parut Parut Parut Parut Parut Parut, besek Parut Parut Pincuk Pincuk Parut, besek Parut Pincuk Pincuk Parut, besek Parut, besek Parut Parut Parut, besek Parut Parut Besek.
(55) 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134 135 136 137 138 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 154 155 156 157. BUDIYATI SURATMIYATI ASIH PUJO UTOMO PONIRAH ENDANG LATIFAH RAHMAWATI SUDIMIN WALGINEM SURYO BAYU KURNIAWAN TUTIK RAHAYU MAWARNI NARTO RISA WIDIASTI PERTIWI ANDRIYANI SAPTO NUGROHO ASEP RATNA NANIK WAGIYAH SUDIMAN WARGINEM TUGIMIN GIMAN WIJO SUTO WARGINEM PARTO KARYO SRI LESTARI AGUSTINUS DWI ADESTU JUMIRAH TIYONO DARMO PORWO. TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN TINGGEN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN. Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek.
(56) 158 159 160 161 162 163 164 165 166 167. SUGIMIN TUMINEM KASIDI KASIMAN FAJAR IBNU PRABOWO WIDYANINGSIH GALUH PRAYITNO BAYU. SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN SOROMINTAN. (Sumber: DISPERINDAG Sleman, 2017). Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek Besek.
(57) Lampiran 4 DATA RESPONDEN PERKEMBANGAN USAHA. MODAL. UPAH. PENJUALAN. 16.40. Rp. 200.000. Rp. 600.000. Rp. 1.085.000. 17.13. Rp. 400.000. Rp 1.200.000. Rp. 1.500.000. 16.31. Rp. 375.000. Rp 1.200.000. Rp. 1.450.000. 16.68. Rp. 200.000. Rp. 600.000. Rp. 1.040.000. 16.62. Rp. 280.000. Rp. 256.000. Rp. 536.000. 16.51. Rp. 20.000. Rp. 130.000. Rp. 150.000. 16.62. Rp. 380.000. Rp. 416.000. Rp. 796.000. 16.62. Rp. 300.000. Rp. 600.000. Rp. 900.000. 16.80. Rp. 80.000. Rp. 152.000. Rp. 232.000. 16.80. Rp. 20.000. Rp. 130.000. Rp. 150.000. 16.62. Rp. 100.000. Rp. 160.000. Rp. 260.000. 16.65. Rp. 30.000. Rp. 174.000. Rp. 204.000. 16.62. Rp. 90.000. Rp. 30.000. Rp. 120.000. 16.35. Rp. 120.000. Rp. 40.000. Rp. 160.000. 16.40. Rp. 120.000. Rp. 40.000. Rp. 160.000. 17.13. Rp. 50.000. Rp. 200.000. Rp. 250.000. 16.31. Rp. 100.000. Rp. 160.000. Rp. 275.000. 16.68. Rp. 225.000. Rp. 200.000. Rp. 450.000. 16.62. Rp. 120.000. Rp. 40.000. Rp. 160.000. 16.51. Rp. 115.000. Rp. 385.000. Rp. 500.000. 16.62. Rp. 115.000. Rp. 385.000. Rp. 500.000. 16.21. Rp. 455.000. Rp 1.500.000. Rp. 1.600.000. 16.91. Rp. 40.000. Rp. 160.000. Rp. 200.000. 16.86. Rp. 845.000. Rp. 555.000. Rp. 1.400.000. 16.21. Rp. 80.000. Rp. 56.000. Rp. 136.000. 16.62. Rp. 80.000. Rp. 56.000. Rp. 136.000. 16.65. Rp. 100.000. Rp. 75.000. Rp. 150.000.
(58) 16.62. Rp. 120.000. Rp. 120.000. Rp. 240.000. 16.35. Rp. 120.000. Rp. 120.000. Rp. 240.000. 16.62. Rp. 112.000. Rp. 128.000. Rp. 240.000. 16.62. Rp. 22.000. Rp. 68.000. Rp. 90.000. 16.80. Rp. 64.000. Rp. 160.000. Rp. 224.000. 16.35. Rp. 120.000. Rp. 240.000. Rp. 360.000. 17.13. Rp. 156.000. Rp. 204.000. Rp. 360.000. 16.80. Rp. 64.000. Rp. 112.000. Rp. 176.000. 16.91. Rp. 375.000. Rp. 142.000. Rp. 517.000. 16.62. Rp. 160.000. Rp. 430.000. Rp. 580.000. 16.86. Rp. 75.000. Rp. 180.000. Rp. 250.000. 16.62. Rp. 112.000. Rp. 128.000. Rp. 240.000. 16.21. Rp. 30.000. Rp. 153.000. Rp. 183.000. 16.91. Rp. 45.000. Rp. 255.000. Rp. 300.000. 16.86. Rp. 60.000. Rp. 204.000. Rp. 264.000. 16.21. Rp. 237.000. Rp. 529.000. Rp. 766.000. 16.62. Rp. 75.000. Rp. 300.000. Rp. 375.000. 16.65. Rp. 45.000. Rp. 255.000. Rp. 300.000. 16.62. Rp. 370.000. Rp. 170.000. Rp. 540.000. 16.35. Rp. 410.000. Rp. 310.000. Rp. 720.000. 16.40. Rp. 60.000. Rp. 180.000. Rp. 240.000. 17.13. Rp. 500.000. Rp. 400.000. Rp. 900.000. 16.31. Rp. 170.000. Rp. 70.000. Rp. 240.000. 16.68. Rp. 560.000. Rp. 384.000. Rp. 944.000. 16.62. Rp. 460.000. Rp. 260.000. Rp. 720.000. 16.51. Rp. 410.000. Rp. 310.000. Rp. 720.000. 17.13. Rp. 500.000. Rp. 400.000. Rp. 900.000. 16.44. Rp. 25.000. Rp. 215.000. Rp. 240.000. 16.91. Rp. 48.000. Rp. 60.000. Rp. 108.000. 16.62. Rp. 25.000. Rp. 215.000. Rp. 240.000. 16.86. Rp. 25.000. Rp. 215.000. Rp. 240.000. 16.62. Rp. 20.000. Rp. 80.000. Rp. 100.000. 16.21. Rp. 20.000. Rp. 80.000. Rp. 100.000.
(59) 16.91. Rp. 20.000. Rp. 80.000. Rp. 100.000. 16.86. Rp. 20.000. Rp. 180.000. Rp. 200.000. 16.21. Rp. 20.000. Rp. 180.000. Rp. 200.000. DATA RESPONDEN SETELAH DILOGARITMAKAN PERKEMBANGAN USAHA 16.40. LOG MODAL 5.30. LOG UPAH 5.77. LOG PENJUALAN 6.03. 17.13. 5.60. 6.07. 6.17. 16.31. 5.57. 6.07. 6.16. 16.68. 5.30. 5.77. 6.01. 16.62. 5.44. 5.40. 5.72. 16.51. 4.30. 5.11. 5.17. 16.62. 5.57. 5.61. 5.90. 16.62. 5.47. 5.77. 5.95. 16.80. 4.90. 5.18. 5.36. 16.80. 4.30. 5.11. 5.17. 16.62. 5. 5.20. 5.41. 16.65. 4.47. 5.24. 5.30. 16.62. 4.95. 4.47. 5.07. 16.35. 5.07. 4.60. 5.20. 16.40. 5.07. 4.60. 5.20. 17.13. 4.69. 5.30. 5.39. 16.31. 5. 5.20. 5.43. 16.68. 5.35. 5.30. 5.65. 16.62. 5.07. 4.60. 5.20. 16.51. 5.06. 5.58. 5.69. 16.62. 5.06. 5.58. 5.69. 16.21. 5.65. 6.17. 6.20. 16.91. 4.60. 5.20. 5.30.
(60) 16.86. 5.92. 5.74. 6.14. 16.21. 4.90. 4.74. 5.13. 16.62. 4.90. 4.74. 5.13. 16.65. 5. 4.87. 5.17. 16.62. 5.07. 5.07. 5.38. 16.35. 5.07. 5.07. 5.38. 16.62. 5.04. 5.10. 5.38. 16.62. 4.34. 4.83. 4.95. 16.80. 4.86. 5.20. 5.35. 16.35. 5.07. 5.38. 5.55. 17.13. 5.19. 5.30. 5.55. 16.80. 4.80. 5.04. 5.24. 16.91. 5.57. 5.15. 5.71. 16.62. 5.24. 5.63. 5.76. 16.86. 4.87. 5.25. 5.39. 16.62. 5.04. 5.10. 5.38. 16.21. 4.47. 5.18. 5.26. 16.91. 4.65. 5.40. 5.47. 16.86. 4.77. 5.30. 5.22. 16.21. 5.37. 5.72. 5.88. 16.62. 4.87. 5.47. 5.57. 16.65. 4.65. 5.40. 5.47. 16.62. 5.56. 5.23. 5.73. 16.35. 5.61. 5.49. 5.85. 16.40. 4.77. 5.25. 5.38. 17.13. 5.69. 5.60. 5.95. 16.31. 5.23. 4.84. 5.38. 16.68. 5.74. 5.58. 5.97. 16.62. 5.66. 5.41. 5.85. 16.51. 5.61. 5.49. 5.85.
(61) 17.13. 5.69. 5.60. 5.95. 16.44. 4.39. 5.33. 5.38. 16.91. 4.68. 4.77. 5.03. 16.62. 4.39. 5.33. 5.38. 16.86. 4.39. 5.33. 5.38. 16.62. 4.30. 4.90. 5. 16.21. 4.30. 4.90. 5. 16.91. 4.30. 4.90. 5. 16.86. 4.30. 5.25. 5.30. 16.21. 4.30. 5.25. 5.30.
(62) Lampiran 5 Hasil Regresi . sum Variable. Obs. perkembang~a modal upah penjualan. 63 63 63 63. Mean. Std. Dev.. Min. Max. 23.59825 173331.7 276610.4 380648.4. 3.12 20000 30000 90000. 100 845000 1500000 1600000. 25.0627 169761.9 270111.1 439000. Hasil Regresi Linier Berganda reg. perkembanganusaha logmodal logupahtenagakerja logpenjualan Source. SS. df. MS. Model Residual. 3.22659863 .680900223. 3 59. 1.07553288 .011540682. Total. 3.90749885. 62. .063024175. perkembang~a. Coef.. Std. Err.. t. logmodal logupahten~a logpenjualan _cons. .5021934 .3048596 .167471 .773123. .0818103 .0664648 .0564808 1.113942. 6.14 4.59 2.97 0.69. Number of obs = F( 3, 59) = Prob > F = R-squared = Adj R-squared = Root MSE = P>|t| 0.000 0.000 0.004 0.490. [95% Conf. Interval] .3384913 .1718639 .0544532 -1.455869. Uji Normalitas . predict residual, resid. 2 1 0. Density. 3. 4. . histogram residual, normal (bin=7, start= -.20358211, width= .05835075). -.2. -.1. 0 Residuals. .1. 63 93.19 0.0000 0.8257 0.8169 .10743. .2. .6658955 .4378553 .2804888 3.002115.
(63) Uji Heterokedastisitas . rvfplot, yline(0) . hettest Breusch-Pagan / Cook-Weisberg test for heteroskedasticity Ho: Constant variance Variables: fitted values of perkembanganusaha = =. 1.42 0.2332. -50. 0. Residuals. 50. chi2( 1) Prob > chi2. -20. 0. 20 Fitted values. 40. 60. Uji Multikolinieritas . correlate (obs=63). perkembanganusaha logmodal logupahtenagakerja logpenjualan perkem~a logmodal logupa~a logpen~n. perkembang~a logmodal logupahten~a logpenjualan. 1.0000 0.8530 0.8205 0.4363. 1.0000 0.7554 0.2990. 1.0000 0.2952. . vif Variable. VIF. logmodal logupahten~a logpenjualan. 2.36 2.36 1.11. Mean VIF. 1.94. 1/VIF 0.422964 0.424025 0.899389. 1.0000.
(64) Lampiran 6 DOKUMENTASI. Lokasi Penelitian. Pengeringan Bambu. Galeri Bambu Dusun Brajan. Proses Menganyam.
(65) Proses Pengeboran. Proses Pengeleman. Pengisian Kuesioner. Pengisian Kuesioner.
(66) Hasil Kerajinan Bambu.
(67) Lampiran 7 SURAT IZIN PENELITIAN.
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75) Lampiran 8 Curiculum Vitae (CV) I. KETERANGAN PRIBADI 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7.. Nama Jenis Kelamin Tempat, Tanggal Lahir Kewarganegaraan Agama Status Alamat. 8. No. Hp 9. Email II. 1. 2. 3. 4. 5.. : : : : : : :. Dwi Martanti Perempuan Sleman, 16 Maret 1996 Indonesia Islam Belum Kawin Gamol RT. 006 RW. 017 Balecatur Gamping Sleman Yogyakarta : 089675509615 : [email protected]. PENDIDIKAN TK ABA Sumber SD Negeri Gamol SMP Negeri 1 Gamping SMK Negeri 7 Yogyakarta Program Sarjana (S1) Ekonomi Syariah UIN Sunan Kallijaga Yogyakarta. 2001-2002 2002-2008 2008-2011 2011-2014 2014-sekarang. III. PENGALAMAN KERJA 1. Kasir di PT. Matahari Department Store Malioboro Mall mulai 2 Juni 2014 - 31 Juli 2014 2. SPG event di PT. Anggana Catur Prima mulai 1 September 2014 - 31 November 2014 3. Waitress di McDonald Sudirman mulai 8 Desember 2014 – 31 Desember 2014 4. Karyawati Omah Sablon mulai 14 Juli 2015 - 14 September 2015 5. Kasir di Java Tea House Resto mulai 12 April 2016 - 12 Agustus 2016 6. Pedagang Sunday Morning UGM mulai 1 Januari 2012-sekarang.
(76)
Gambar
Garis besar
Dokumen terkait
a). Pengeluaran konsumsi rumahtangga menurut konsep akuisisi adalah jumlah nilai seluruh barang/jasa yang diperoleh rumahtangga selama periode referensi survei tanpa
Secara umum kondisi kelembaban udara pada bulan Maret 2021 di wilayah Sampit cukup tinggi, telihat dari rata-rata nilai kelembaban udara harian yang terdapat pada grafik yaitu di
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, sengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya,
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah,
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, penulis panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah
Setiap notis yang hendak diberikan kepada perunding akan dimaklumkan secara pos, emel atau faks ke alamat yang dinyatakan dalam Sijil Akuan Pendaftaran
Pelaksanaan pendidikan kecakapan hidup dapat dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler dengan tujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik