• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KREDIT MACET PADA PT.BANK MANDIRI (PERSERO) TBK DI BURSA EFEK INDONESIA TUGAS AKHIR. Oleh : MIKA APRYANTI HALOHO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS KREDIT MACET PADA PT.BANK MANDIRI (PERSERO) TBK DI BURSA EFEK INDONESIA TUGAS AKHIR. Oleh : MIKA APRYANTI HALOHO"

Copied!
74
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KREDIT MACET PADA PT.BANK MANDIRI (PERSERO) TBK DI BURSA EFEK INDONESIA

TUGAS AKHIR

Oleh :

MIKA APRYANTI HALOHO 132101203

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Untuk Menyelesaikan Pendidikan Pada Program Diploma III

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2016

(2)

LEMBAR PENGESAHAN TUGAS AKHIR

NAMA : MIKA APRYANTI HALOHO

NIM : 132101203

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III KEUANGAN

JUDUL : ANALISIS KREDIT MACET PADA

PT. BANK MANDIRI (PERSERO) TBK DI BURSA EFEK INDONESIA

Tanggal : ………….… 2016 DOSEN PEMBIMBING TUGAS AKHIR

Beby Kendida Hsb,SE,M.Si NIP.19831008 201012 2 003

Tanggal : ………….… 2016 KETUA PROGRAM STUDI

Dr. Yeni Absah, SE, M.Si NIP.19741123 200012 2 001

Tanggal : ………….… 2016 DEKAN

Prof. Dr. Ramli, S.E.,M.S

NIP.19580602 198803 1 001

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis mampu menyelesaikan Tugas Akhir ini tepat pada waktunya sekaligus sebagai titik akhir dari sebuah proses pembelajaran di Program Diploma III Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Tugas Akhir ini berjudul “ANALISIS KREDIT MACET PADA PT.

BANK MANDIRI (PERSERO) Tbk DI BURSA EFEK INDONESIA” dan disusun guna memenuhi salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan pada program Diploma III Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Ramli, S.E.,M.S selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu DR. Yeni Absah, S.E., M.Si. dan Bapak Syafrizal Helmi Situmorang, S.E.M.Si. selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Diploma III Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Beby Kendida Hsb, SE,M.Si selaku dosen pembimbing yang telah memberikan saran, arahan, koreksi dan bimbingan kepada penulis.

4. Ibunda Rismawati Manihuk tercinta yang telah banyak berkorban dan.

memberikan kasih sayang, perhatian, dukungan, dan doa yang tiada henti-

hentinya selama ini sehingga penulis bisa menyelesaikan Tugas Akhir ini.

(4)

5. Pakki R.Haloho dan nanguda Y.Sagala yang telah bnyak memberi wejangan dan dukungan kepada penulis selama ini.

6. Para sahabatku Maria Betty, Rumiris Simanjuntak, Susi Lusiana, Rafameta Sirait, Yesika Enyya, dan Nopita Sari yang telah berjuang bersama dan mengisi hari-hari penulis semasa kuliah.

7. Teman-teman Program Studi D-III Manajemen Keuangan stambuk 2013 dan semua rekan-rekan terbaik yang telah membantu dan memberikan semangat pada penulis dalam menyelesaikan Tugas akhir ini.

Akhir kata, kepada pihak yang telah memberi bantuan yang tak ternilai harganya ini, penulis mengucapkan terima kasih. Dan besar harapan penulis semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi rekan-rekan pembaca sekalian.

Medan, Juli 2016 Penulis

Mika Haloho

(5)

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR... i

DAFTAR ISI... iii

DAFTAR TABEL... iv

DAFTAR GAMBAR... v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Rumusan Masalah... 4

C. Tujuan Penelitiaan... 4

D. Manfaat Penelitian... 4

BAB II PROFIL PT.BANK MNDIRI (PERSERO) Tbk A. Sejarah PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 6

1. Indentitas PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 8

2. Strategi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 10

3. Tujuan PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 10

4. Visi & Misi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 10

5. Budaya PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 11

6. Slogan PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 11

7. Logo PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 12

B. Struktur Organisasi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 14

C. Uraian Pekerjaan PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 16

D. Kinerja Terkini PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 34

BAB III PEMBAHASAN A. Kredit Macet... 36

B. Faktor Penyebab Kredit Macet... 37

C. Indikasi Kredit Macet... 40

D. Akibat Kredit Macet... 41

E. Mengurangi/Mencegah Kemungkinan Terjadinya Kredit Macet... 42

F. Penyelesaiaan Kredit Macet... 58

G. Langkah Yang Ditempuh Bila Terjadi Kredit Macet... 61

BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 66

B. Saran... 66

DAFTAR PUSTAKA

(6)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 1.1 Data NPL PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 2

Tabel 2.1 Identitas Perusahaan PT.Bank Mandiri (Peresero) Tbk... 9

Tabel 3.1 Data Kolektibitas Kredit Bermasalah... 48

Tabel 3.2 Rasio Kolektibitas Terhadap Total Kredit... 54

Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Non Performing Loan (NPL)... 55

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Logo PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 12

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 14

Gambar 2.3 Struktur Organisasi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk... 15

(8)

A. Latar Belakang

Telah kita ketahui bersama bisnis merupakan salah satu hal yang terpenting di dalam era pasar bebas MEA sekarang ini. Pada perkembangannya bisnis selalu berhubungan dengan bank baik berupa modal usaha, penyimpanan saham dan hal lainnya.

Peranan bank sangat memengaruhi kegiatan ekonomi suatu Negara dan dapat dikatakan sebagai darahnya perekonomian negara. Oleh karena itu kemajuan suatu bank dapat pula dijadikan ukuran kemajuan negara yang bersangkutan.

Berdasarkan Undang-undang No 10 tahun 1998, bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk kredit/bentuk simpanan lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak. Sedangkan perbankan merupakan segala sesuatu yang menyangkut tentang bank, kelembagaan, kegiatan usaha serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Di Indonesia dikenal dua golongan kredit bank, yaitu kredit lancar dan kredit bermasalah. Dimana kredit bermasalah digolongkan menjadi tiga, yaitu kredit kurang lancar, kredit diragukan, dan kredit macet. Kredit macet inilah yang sangat dikhawatirkan oleh setiap bank, karena akan mengganggu kondisi keuangan bank, bahkan dapat mengakibatkan berhentinya kegiatan usaha bank.

Menurut Iswi Hariani (2013:10) kredit macet/bermasalah adalah kredit

dimana debiturnya tidak memenuhi persyaratan yang telah diperjanjikan

(9)

sebelumnya, misalnya persyaratan mengenai pembayaran bunga, pengambilan pokok pinjaman, peningkatan margin deposit, pengikatan dan peningkatan agunan dan sebagainya.

Masalah kredit bermasalah ini tidak terlepas dari lembaga keuangan bank.

Bank-bank yang dikelola oleh pemerintah ataupun bank swasta sekarang ini telah semuanya turut ambil bagian dalam penyaluran kredit bagi pengusaha yang membutuhkan tambahan modal kerja.

Kredit yang diberikan oleh bank mangandung resiko, maka dalam pelaksanaannya bank senantiasa ingin mendapatkan kepastian bahwa kredit yang di berikan tersebut dipergunakan sesuai kebutuan dan tujuan serta dapat kembali dengan aman. Oleh karena itu untuk memperkecil resiko yang akan di hadapi, sebelum memberikan kredit bank harus memperoleh keyakinan atas kemampuan nasabah untuk melunasi kredit sesuai dengan perjanjian yang disepakati.

Salah satu bank yang yang memberikan modal kredit bagi nasabah adalah Bank Mandiri. Bank Mandiri merupakan satu dari bank di Indonesia yang cukup sering mengalami masalah dalam hal perkreditan khususnya kredit macet.

Dibawah ini akan dijelaskan mengenai data nett NPL Bank Mandiri selama 4 tahun terakhir.

Tabel 1.1 Data NPL PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk

TAHUN NET NPL

2012 1,90%

2013 2,08%

2014 2,07%

2015 2,27%

Sumber: data-npl-bank mandiri-2015

(10)

Tabel diatas menjelaskan Net NPL Bank Mandiri dari tahun 2013-2015 mengalami kenaikan.

Tahun 2013 kenaikan NPL Bank Mandiri terjadi karena pada tahun 2013 Bank Indonesia menaikkan BI Rate, kenaikan BI Rate ini menyebabkan suku bunga kredit ikut naik, dan hal ini banyak membuat debitur tidak mampu melunasi pokok dan bunga pinjaman kepada bank.

Tahun 2014 Bank Mandiri mengalami kenaikan npl sebesar 0,01% hal ini disebabkan oleh dua faktor yaitu masalah internal debitur dan faktor eksternal yang tidak dapat dikontrol debitur. Masalah internal seperti kelemahan manajemen, memiliki hutang kepada kreditur non bank yang besar. Sementara itu permasalahan eksternal adalah penurunan permintaan akibat ketidakmampuaan debitur bersaing dengan kompetitor.

Pada tahun 2015 meningkatnya rasio NPL sebesar 0,2% disebabkan karena kenaikan inflasi sebesar 3,35%. Kenaikan inflasi ini menyebabkan kenaikan harga secara menyeluruh dan nilai tukar rupiah menurun,karena hal ini banyak debitur yang tidak mampu melunasi hutang-hutangnya. Faktor lain yang menyebabkan nainnya NPL tahun 2015 karena perekonomiaan global yang melambat dan masih lemahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa waktu belakangan hingga dampaknya terasa ke perekonomiaan nasional.

Dari tabel data NPL Bank Mandiri diatas, kita dapat mengetahui bahwa

kinerja Bank Mandiri cukup baik karena Bank Mandiri tidak mengalami kenaikan

NPL diatas 5%, meskipun Bank Mandiri tidak mengalami kenaikan yang cukup

tinggi, kenaikan nett NPL ini merupakan indikator gagalnya suatu bank dalam

mengelola bisnis sehingga menimbulkan masalah likuiditas (ketidakmampuan

(11)

membayar pihak ketiga), Rentabilitas (utang tidak bisa ditagih), Solvabilitas (Modal berkurang). Dan jika masalah tersebut tidak segera mendapatkan solusi maka akan berdampak bahaya pada bank, salah satu dampak negatifnya adalah mengurangi jumlah modal yang dimiliki oleh bank. Maka melihat kasus ini pihak bank dituntut untuk melakukan analisa kredit sehingga bisa melakukan seleksi klien mana yang pantas untuk menerima dana dan pinjaman dari bank.

Dari uraian dan penjelasan diatas penulis merasa tertarik untuk membahas mengenai kredit macet dalam perkreditan pada Bank Mandiri. Dan penulis memilih judul “Analisis Kredit Macet Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk di Bursa Efek Indonesia”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka yang menjadi permasalahan dalam tugas akhir ini adalah “ Bagaimana analisis kebijakan yang ditetapkan oleh PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menangani kredit macet/bermasalah?”

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan uraian pada latar belakang di atas, maka tujuan dari penulisan ini adalah untuk mengetahui kebijakan apa saja yang dilakukan PT.

Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam menangani kredit macet.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(12)

1. Bagi peneliti

Manfaat penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengetahui kebijakan dalam menangani kredit macet pada Bank Mandiri (Persero) Tbk dan juga untuk memenuhi persyaratan Akademik dalam menyelesaikan studi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Diploma III Manajemen Keuangan Universitas Sumatera Utara dan juga sebagai bahan perbandingan bagi penulis antara teori yang diperoleh selama pendidikan dengan penerapannya di perusahaan.

2. Bagi Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Berguna sebagai bahan masukan bagi PT. Bank Mandiri sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan pemberian kredit dan penganalisaan kredit dimasa yang akan datang.

3. Bagi peneliti lain

Peneliti berharap hasil penelitian ini nantinya dapat bermanfaat bagi

peneliti lain dan dapat menjadi bahan masukan apabila melakukan

penelitian mengenai analisis kredit macet di tahun-tahun selanjutnya.

(13)

A. Sejarah PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk merupakan program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh Pemerintah Indonesia yang komposisi kepemilikan sahamnya 70% dipegang oleh oleh pemerintah dan 30% dipegang oleh publik.

Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah yaitu Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia dilebur menjadi Bank Mandiri, dimana masing-masing bank tersebut memiliki peran yang tak terpisahkan dalam pembangunan perekonomiaan Indonesia. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomiaan Indonesia.

Bank Mandiri melakukan Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2003.

Setelah selesainya proses merger, Bank Mandiri kemudiaan memulai proses konsolidasi, termasuk pengurangan cabang dan pegawai. Selanjutnya diikuti dengan peluncuran single brand di seluruh jaringan melalui iklan dan promosi.

Pada Maret 2005, Bank Mandiri mempunyai 829 cabang yang tersebar di

sepanjang Indonesia dan enam cabang di luar negeri. Selain itu, Bank Mandiri

mempunyai sekitar 2500 ATM dan tiga anak perusahaan utama yaitu Bank

Syariah Mandiri, Mandiri Sekuritas, dan AXA Mandiri. Nasabah Bank Mandiri

yang terdiri dari berbagai segmen merupakan penggerak utama perekonomiaan

(14)

Indonesia. Berdasarkan sektor usaha, nasabah Bank Mandiri bergerak di bidang usaha yang sangat beragam. Sebagai bagiaan dari upaya penerapan “prudential banking” dan “best-practices risk management”, Bank Mandiri telah melakukan berebagai perubahan. Salah satunya, persetujuaan kredit dan pengawasan dilaksanakan dengan “four-eye principle”,dimana pesetujuaan kredit dipisahkan dari kegiatan pemasaran dan bussines unit. Sebagai bagian diversivikasi resiko dan pendapatann, Bank Mandiri juga berhasil mencetak kemajuaan signifikan dalam melayani Usah Kecil dan Menengah (UKM) dan nasabah ritel. ahun 2006- 2007 merupakan Tahap 1 dalam Program Transformasi “Backon Track” yang fokus utamanya adalah merekonstruksi ulang pondasi Bank Mandiri untuk pertumbuhan dimasa depan

.

Tahun 2008-2009 merupakan Tahap 2 dalam Program Transformasi

“Outperform the Market” yang fokus utamanya adalah ekspansi bisnis untuk menjamin pertumbuhan yang signifikan di berbagai segmen usaha dan mencapai level profit yang melampaui target rata-rata pasar.

Tahun 2010 merupakan tahap terakhir dalam Program Transformasi

“Shaping the End Game”. Yaitu Bank Mandiri menargetkan untuk menjadi bank regional terdepan melalui konsolidasi dari bisnis jasa keuangan dan lebih mengutamakan peluang strategi pertumbuhan nonorganik. Proses transformasi yang telah dijalankan sejak tahun 2005 ini secara konsisten telah berhasil meningkatkan kinerja Bank Mandiri, yang tercermin dari peningkatan berbagai parameter finansial.

Tahun 2011 merupakan tahap awal pelaksanaan Transformasi Lanjutan

tahun 2010-2014, dimana Bank Mandiri telah melakukan revitalisasi visinya

(15)

menjadi “Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif”. Transformasi lanjutan ditahun 2011 dilakukan dengan Transformasi Budaya melalui: perbaikan transformasi budaya

tahap I, memperkaya dengan best practice dan benchmark dengan kelas dunia

.

Transformasi lanjutan di tahun 2012 dilakukan dengan Transformasi Bisnis, yang fokus pada 3 area utama, yaitu Wholesale Transaction, Retail Deposit & Payment serta Retail Financing

.

Pada Juni 2013, Bank Mandiri sudah mempunyai 1.811 cabang dan sekitar 11.812 ATM yang tersebar merata di 34 provinsi di Indonesia tampa terkecuali, semakin menegaskan Bank Mandiri sebagai salah satu dari jajaran bank terbesar di Indonesia. Pencapaian kinerja keuangan Bank Mandiri di tahun 2013 meliputi market cap: IDR 183.16 Tn, revenue market share 12,0%, ROE 22,35% dan Gross NPL 1,90%.

Tahun 2014 Bank Mandiri telah berhasil melewati Transformasi Tahap Kedua dan bersiap untuk melanjutkan Corporate Plan 2015-2020.

Tahun 2015 menjadi tahun penting Bank Mandiri memasuki tahun pertama Transformasi Tahap Ketiga .

1. Identitas PT.Bank Mandiri ( Persero) Tbk.

Untuk peringkat nasional, Bank Mandiri mendapatkan peringkat AAA,

peringkat tertinggi yang diberikan Fitch pada skala peringkat nasional yang

mencerminkan risiko gagal bayar yang rendah. Adapun untuk peringkat viabilitas

atau peringkat subinvestment adalah di level bb+, yang mencerminkan tingkat

profitabilitas diatas rata-rata pesaingnya, kualitas aset yang relatif stabil dan

permodalan yang memadai.

(16)

Tabel 2.1 Identitas Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk IDENTITAS PERUSAHAAN

Tanggal Pendirian 2 Oktober 1998

Bidang Usaha Bank Umum

Kepemilikan Saham Pemerintah Republik Indonesia 60% Publik 40%

Dasar Hukum Pendirian Akta No.10 tanggal 2 Oktober 1998, dibuat dihadapan Notaris Sutjipto, SH dan telah memperoleh persetujuan Menteri Kehakiman Republik Indonesia No.

C26561.HT.01.01 TH 98 tanggal 2 Oktober 1998, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1998, Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. 6859

Modal Dasar Rp16.000.000.000.000,- (enam belas triliun Rupiah) terdiri dari 1 lembar saham Seri A Dwiwarna bernilai nominal Rp500,00 (lima ratus Rupiah) dan 31.999.999.999 lembar saham Seri B, masing-masing saham bernilai nominal Rp500,00 (lima ratus Rupiah) Modal Ditempatkan

dan Disetor Penuh

Rp11.666.666.666.500,- (sebelas triliun enam ratus enam puluh enam miliar enam ratus enam puluh enam juta enam ratus enam puluh enam ribu lima ratus Rupiah) terdiri dari 1 (satu) lembar saham Seri A Dwiwarna dengan nilai nominal sebesar Rp.500,00 (lima ratus Rupiah) dan 23.333.333.332 lembar saham Seri B dengan nilai nominal sebesar Rp.500,00 (limaratus Rupiah)

Bursa Saham Dicatatkan di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya

Tanggal Pencatatan Saham

14 Juli 2003

Kode Saham BMRI

Kode SWIFT BMRIDJA

Jumlah Pgawai 36.737 orang Kantor Pusat Plaza Mandiri

Jl. Jenderal Gatot Subroto Kav. 36-38 Jakarta 12190 INDONESIA

Tel. (6221) 5265045

Fax. (6221) 5274477, 5275577 Call center 14000, (6221) 52997777 Jaringan Kantor Tahun

2015

2.457 Kantor Cabang 1.082 Cabang Pembantu 273 Kantor Kas 17.388 ATM

8 Jaringan Kantor Luar Negeri

Website www.bankmandiri.co.id

Meliputi informasi antara lain terkait dengan informasi

pemegang saham, struktur grup perusahaan, analisis

kinerja keuangan, laporan keuangan tahunan sejak

(17)

tahun 2002, Profil Dewan Komisaris dan Direksi Contact Center  Email: [email protected]

[email protected]

 Twitter: @bankmandiri

Sumber: http://www.idx.co.id/

2. Strategi PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.

a. Menyelesaikan permasalahan kredit bermasalah (NPL) dan melakukan konsolidasi bisnis Corporate Banking,

b. Memperbaiki image perusahaan, meningkatkan penerapan Good Corporate Governance dan memperkuat kapabilitas,

c. Melanjutkan pengembangan bisnis pada seluruh segmen yang telah ditetapkan,

d. Meningkatkan efisiensi operasional ,

3. Tujuan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk

Turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan dan program pemerintah di bidang ekonomi dan pembangunan nasional pada umumnya, khususnya di bidang perbankan dengan menerapkan prinsip-prinsip Perseroan Terbatas.

4. Visi dan Misi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Visi :

Menjadi Lembaga Keuangan Indonesia yang paling dikagumi dan selalu progresif.

Misi :

a. Berorientasi pada pemenuhan kebutuhan pasar

b. Mengembangkan sumber daya manusia professional

(18)

c. Memberi keuntungan yang maksimal bagi stakeholder d. Melaksanakan manajemen terbuka

e. Peduli terhadap kepentingan masyarakat dan lingkungan

5. Budaya PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk

Untuk mendukung pencapaian visi dan misi, serta keberhasilan strateginya, Bank Mandiri telah mengimplementasikan budaya perusahaan yang menjadi yang disingkat “TIPCE” yang diuraikan sebagai berikut:

a. Trust : Membangun keyakinan dan sangka baik dalam hubungan yang tulus dan terbuka berdasarkan kehandalan.

b. Integrity : Berperilaku terpuji, menjaga martabat serta menjunjung tinggi etika profesi.

c. Professionalism : Bekerja tuntas dan akurat atas dasar kompetensi terbaik dengan penuh tanggungjawab.

d. Customer focus : Senantiasa menempatkan pelanggan internal dan eksternal sebagai fokus untuk membangun pengalaman positif yang saling menguntungkan dan tumbuh berkesinambungan.

e. Ecellent : Selalu berupaya mencapai keunggulan menuju kesempurnaan yang merupakan wujud cinta dan bangga sebagai Insan Mandiri.

6. Slogan PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

a) 1998 – 2005 : Bank Terpercaya Pilihan Anda b) 2003 - 2004 : Satu Hati, Satu Negeri, Satu Bank

c) 2005 – 2007 : Melayani Dengan Hati, Menuju Yang Terbaik

(19)

d) 2008 – sekarang : Terdepan, Terpercaya, Tumbuh bersama Anda (slogan utama Bank Mandiri sejak 2008)

e) 2009 – 2010 : Menembus Batas Keinginan

f) 2010 - 2012 : Menjawab Setiap Keinginan

g) 2012 – sekarang : Apapun Keinginan Anda, Mandiri Saja (baru disosialisasikan mulai Juni 2013)

7. Logo PT Bank Mandiri (Persero), Tbk.

Perubahan logo Bank Mandiri yang terbaru ini berlaku sejak tahun 2007 dimana perubahan logo tidak mengubah legal name (PT Bank Mandiri (Persero), Tbk dan nick name (Bank Mandiri). Logo Bank Mandiri (tanpa kata bank) sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia ke depan yang mengijinkan bank untuk menjual produk–produk non bank seperti reksadana, bank insurance, dan sebagainya serta sejalan dengan rencana Bank Mandiri ingin memiliki anak perusahaan non bank.

Gambar 2.1 Logo PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sumber: www.bankmandiri.ac.id

Bentuk Logo dengan huruf kecil

Melambangkan sikap ramah dan rendah hati.

(20)

Ramah terhadap semua segmen bisnis yang memasuki, menunjukkan keinginan yang besar untuk melayani dengan rendah hati (Customer Focus).

Warna huruf biru tua

a. Biru melambangkan rasa nyaman, tenang, menyejukkan, warna ini umumnya digunakan pada industri jasa;

b. Warisan leluhur, stabilitas (Command, memimpin) dan serius (Respect) serta tahan uji (Reliable);

c. Dasar pondasi yang kuat, berhubungan dengan kesetiaan, hal yang dapat dipercaya, kehormatan yang tinggi (Trust, Integrity);

d. Simbol dari spesialisasi (Professinalism).

Bentuk Gelombang Emas Cair

Gelombang emas cair sebagai simbol dari kekayaan finansial di Asia

Lengkungan emas sebagai metamorfosa dari sifat agile, progresif, pandangan ke depan, (excellence), fleksibilitas serta ketangguhan atas segala kemungkinan yang akan datang;

Warna Kuning Emas (Kuning Kearah orange)

a. Warna logam mulia (emas) menunjukkan keagungan, kemuliaan, kemakmuran, kekayaan.

b. Menjadikan kita merasa tajam perhatiannya (warna yang menarik perhatian orang), aktif, kreatif, dan meriah, warna spiritual dan melambangkan hal yang luar biasa.

c. Warna yang ramah, menyenangkan dan nyaman.

(21)

d. Warna yang diterima sebagai warna yang riang, membuat perasaan Anda bahwa masa depan lebih baik, cemerlang dan menyala – nyala.

B. Struktur Organisasi PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk

Berikut ini adalah uraian tentang susunan struktur organisasi pada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sumber: http//www.idx.co.id/

(22)

Gambar 2.3 Struktur Organisasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

Sumber: http//www.idx.co.id/

(23)

C. Uraian Pekerjaan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk Tugas Pokok Direksi

Tugas Pokok Direksi Perseroan adalah sebagai berikut:

1. Melaksanakan pengurusan Perseroan untuk kepentingan serta sesuai dengan maksud dan tujuan Perseroan dan bertindak selaku pimpinan dalam pengurusan tersebut.

2. Memelihara pengurusan Perseroan yang seluruhnya telah dilaksanakan dengan baik selama tahun 2015.

Ruang Lingkup dan Pembagiaan Tugas Masing-masing anggota Direksi Direktur Utama

1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengurusan Perseroan sebagaimana ditetapkan dalam Anggaran Dasar dan keputusan RUPS Perseroan dengan mengindahkan ketentuan yang berlaku.

2. Mengkoordinasikan, mengarahkan dan mensupervisi unit kerja yang berada langsung dibawah koordinasi grup CEO, berkoordinasi dengan Deputy Group CEO secara berkesinambungan sesuai dengan bidangnya masing-masing agar berjalan dengan lancar, efektif, efisien dan tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan.

3. Mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar dengan mendorong bisnis unit memasarkan produk dan jasa dengan lebih dinamis dan kompetitif, dengan pengkajiaan yang komprehentif dari unit Risk.

4. Meningkatkan tingkat Perseroan baik di tingkat Nasional maupun

Internasional dan turut membina hubungan baik dengan bank-bank

(24)

koresponden, investment bank, lembaga keuangan, nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri maupun luar negeri.

5. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan, dan untuk perbuatan tertentu atas tanggung jawabnya sendiri, berhak mengangkat seseorang atau lebih sebagai wakil atau kuasanya, dengan memberikan kepadanya atau kepada mereka kekuasaan untuk perbuatan tertentu tersebut yang diatur dalam surat kuasa.

Wakil Direktur Utama 1. Kebijakan dan Strategi

a. Membantuk Group CEO dalam memimpin dan mengarahkan kebijakan dan strategi, pemuktahiran serta sosialisasi kebijakan seluruh bidang yang dikoordinasi.

b. Membantu Group CEO dalam memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

2. Kegiatan Operasional

a. Memastikan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang berhubungan dengan bidang yang langsung berada di bawah supervise Treasury &

Markets, Corporate Banking, Comersial Banking serta supervisi atas Wilayah I, agar berjalan dengan lancar, efektif dan efisien serta terkoordinasi dengan baik.

b. Menbantu Group CEO dalam mengarahkan dan mensupervisi unit

kerja yang secara fungsional turut berada di bawah supervise Deputy

(25)

Group CEO secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan.

c. Membantu Group CEO dalam mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan persaingan pasar dengan mendorong Unit Bisnis memasarkan produk dan jasa dengan lebih dinamis dan kompetitif.

d. Citra Perseroan baik di tingkat nasional maupun internasional dan turut membina hubungan baik dengan bank-bank koresponden, investmen bank, lembaga keuangan, nasabah dan otoritas moneter baik dalam negeri maupun luar negeri.

e. Berhak dan berwenang bertindak untuk dan atas nama Direksi serta mewakili Perseroan dalam hal Group CEO tidak hadir atau berhalangan karena sebab apapun , hal mana tidak perlu dibuktikan kepada pihak ketiga.

Direktur Consumer Banking 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan

dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang

Consumer Banking, termasuk AXA Mandiri Financial Servicer

(Perusahaan Anak), Mandiri Tunas Finance (Perusahaan Anak),

Mandiri Internasional Remittance (Perusahaan Anak), dan Mandiri

Manajemen Investasi (Anak dari Perusahaan Anak).

(26)

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pende, jangka menengah dan jangka panjang pada bidang Consumer Banking agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Menduung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk melakukan transformasi jaringan distribusi , optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek finansial, service exxelence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengoordinir implementasi kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Consumer Banking untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja yang berada di bawahnya serta perusahaan ana yang menjadi tanggung jawabnya secara beresinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya msing-masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan serta menangani persaingan pasar dalam bidang Consumer Banking.

c. Memimpin dan mengarahan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Consumer Banking.

d. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasi pengembangan serta

penawaran produk-produk Consumer Banking yang terbaik dan

(27)

memastikan bahwa pengembangan dan penawaran tersebut merupakan produ yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Consumer Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatiaan.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Consumer Banking, termasuk mengusulkan rekruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Direktur Distributions 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang Distributions termasung Cabang Bank Mandiri Dili, Timur Leste ( Kantor Luar Negeri).

b. Memimpin dan mengarahkan penyususnan Business Plan serta Action Plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang Distributions agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengkoordinir implementasi kebijakan serta strategi

yang berhubungan dengan kegiatan operasional Distributions untuk

jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara

komprehensif.

(28)

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja yang berada di bawah supervisinya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang bekaitan dengan bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan serta menangani persaingan pasar.

3. Sumber Daya Manusia.

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Distributions, termasuk mengusulkan rekruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Direktur Risk Management & Compliance 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kkebijakan dalam bidang Market Risk, Operational Risk, Credit Portfolio Risk, Legal, Compliance, dan Policy & Procedures.

b. Tugas dan tanggung jawab terkait Fungsi Kepatuhan, yang bersifat Kebijakan dan Strategi mencakup:

1) Merumuskan strategi guna mendorong terciptanya Budaya Kepatuhan Bank.

2) Mengusulkan kebijakan kepatuhan atau prinsip-prinsip kepatuhan yang akan ditetapkan oleh Direksi.

3) Menetapkan sistem dan prosedur kepatuhan yang akan

digunakan untuk menyususn ketentuan dan pedoman Internal

Bank.

(29)

c. Memimpin dan mengarahkan penyusunan kebijakan, strategi, dan prosedur pengendalian gratifikasi dan program APU-PPT.

d. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan serta Action Plan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang pada bidang Risk Management & Compliance agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

2. Kegiatan Operasional

a. Mengkoordinasikan dan mengarahkan pelaksanaan:

1) Prinsip-prinsip good corporate governance.

2) Program pengendalian gratifikasi.

3) Program APU-PPT.

b. Tugas dan tanggung jawab terkait Fungsi Kepatuhan, yang bersifat Operasional mencakup:

1) Memastikan bahwa semua kebijakan, ketentuan, sistem dan prosedur, serta kegiatan usaha yang dilakukan Bank telah sesuai dengan ketentuan Bank Indonesia dan peraturan perundang- undangan yang berlaku.

2) Meminimalkan resiko Kepatuhan Bank.

3) Melakukan tindakan pencegahan agar kebijakan dan/atau

keputusan yang diambil Direksi bank tidak menyimpang dari

ketentuaan OJK/Bank Indonesia dan peraturan perundang-

undangan yang berlaku.

(30)

4) Memastikan kepatuhan Bank terhadap komitment yang dibuat oleh Bank kepada OJK/Bank Indonesia dan/atau otoritas pengawas lain yang berwenang.

5) Melakukan tugas-tugas lainnya yang terkait dengan Fungsi Kepatuhan.

c. Memimpin dan mengkoordinir kegiatan operasional bidang Market Risk, Operational Risk, Credit Portfolio Risk, Legal, Compliance, dan Policy & Prosedures untuk jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang panjang secara komprehensif.

d. Mengkoordinasikan, mengarahkan, dan memonitor penanganan permasalahan hukum yang bersifat kompleks dan/atau bankwide melalui pemberiaan opini dan advis hukum kepada unit kerja, manajemen maupun dengan mengoptimalkan legal officer.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Risk Management & Compliance, termasuk mengusulkan rekrutment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan, dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Direktur Finance & Strategy / Chief Financial Officer (CFO) 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta perumusan kebijakan

dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang

Finance & Strategy.

(31)

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business serta action plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk melakukam transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek finansial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Proud Preventation.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengarahkan strategi, tujuan dan target financial jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek Bank Mandiri secara komprehensif.

b. Memimpin, mengarahkan dan menghasilkan seluruh fungsi kerja Investor Relation dalam rangka melakukan komunikasi keuangan kepada investor secara efektif, efisien, transparan, akuntabel, tepat waktu dan meningkatkan kualitas laporan Tahunan Perseroan sebagai perusahaan Publik.

c. Memimpin dan mengarahkan aktifitas pembukuan dan pelaporan (Acounting) agar memiliki sistem keuangan dengan pengawasan, kebijakan prosedur yang tepat untuk menghasilkan informasi keuangan dan MIS yang tepat waktu, lengkap konsisten, handal dan terukur.

d. Memimpin dan mengkoordinasi penyusunan dan pelaksanaan strategi

komunikasi Perseroan dalam arti luas dalam upaya menjaga dan

mempertahankan reputasi Perseroan sebagai perusahaan terbuka.

(32)

e. Memimpin, mengkoordinasikan, mengarahkan dan memonitor penyelenggaraan Corporate Action, keterbukaan informasi dengan mengacu pada ketentuan yang berlaku serta kegiatan Internal Perseroan lainnya termasuk tetapi tidak terbatas pada pelaksanaan kegiatan sebagaimana tercatat dalam Calender of Event maupun kegiatan lain berupa rapat-rapat Perseroan Intern.

f. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan dan strategi, pemuktahiran serta sosialisasi kegiatan dalam bidang Finance & Strategy.

g. Memimpin dan mengarahkan penyusunan performance management system yang handal, terukur, lengkap, konsisten serta memonitor dan mengukur pelaksanaanya secara akurat dan tepat waktu.

h. Mengkoordinasi sera mengarahkan kebijakan Program Kemitraan dan Bina lingkungan (PKBL) sesuai ketentuan yang berlaku dan kebijakn yang ditetapkan oleh Rapat Umum Pemengang Saham (RUPS)

i. Mengarahkan aktivitas procument, maintenance, warehousing and archiving, service and facilities agar efektif dan efisien serta memastikan dokumen-dokumen Perseroan tersimpan dengan aman dan dapat dicari kembali dengan cepat dan efisien.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di

bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan

regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui

koordinasi dengan SEVP Human Capital.

(33)

Directur Corporate Banking 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunana serta pelaksanaan kebijakan dan strategy, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang Corporate Banking.

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan business Plan serta action plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang pada bidang Corporate Banking agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek finansial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengkoordinir implemenrasi kebijakan serta strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Corporate Banking untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Memimpin dan mengarahkan serta mensupervisi seluruh fungsi kerja

bidang Corporate Banking serta Perusahaan Anak dan Entitas

Terafiliasi yang menjadi tanggumg jawabnya secara

berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan

dengan bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan

(34)

Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Corporate Banking.

c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Corporate Banking.

d. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Corporate Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Corporate Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatian.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Directur Commercial Banking.

1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta perumusan kebijakan

dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang

Commercial Banking.

(35)

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Mendukung Directur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan memgkoordinir implementasi kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Commercial Banking untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja yang berada di bawah koordinasinya dan menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Commercial Banking sesuai dengan kebijakan Perseroan.

c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Commercial Banking.

d. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasi pengembangan serta

penawaran produk-produk Commercial Banking yang terbaik dan

(36)

memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Commercial Banking secara agresif dengan tetap mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatiaan.

f. Memimpin dan mengkoordinasi secara efektif promosi produk-produk Commercial Banking sesuai dengan riset pasar dan segmen nasabah.

4. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Direktur Technology & Operations 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta perumusan kebijakan dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang Tehcnology & Operations.

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang bidang technology & Operations agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta pelaksanaan kebijakan

d. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina

Kantor Wilayah untuk melakukan transformasi jaringan distribusi,

optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial,

(37)

service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention.

e. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk mencapai dan meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengkoordinir implementasi kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional bidang Technology &

Operations untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja di bawahnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing agar tetap pada jalur strategi jangka panjang Perseroan dan Technology & Operations.

c. Mengembangkan Informations Technology untuk bekerja sebagai mitra bisnis dengan seluruh unit kerja organisasi Perseroan dan memastikan bahwa Perseroan telah mempunyai solusi teknologi yang paling tepat untuk situasi saat ini dan kebutuhan bisnis di masa mendatang melalui perencanaan teknologi informasi yang efektif dan efisien, pengembangan, pencapaian, pengimplementasiaan, pemeliharaan dan dukungan yang berkelanjutan.

d. Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan strategi service

Perseroan, konsolidasi komunikasi dan program-program untuk

peningkatan kualitas layanan kepada nasabah.

(38)

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

Direktur Treasury & Markets 1. Kebijakan dan Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyusunan serta perumusan kebijakan dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang Treasury & Markets, Cabang Bank Mandiri Cayman Island, Singapore, Shanghai dan Hongkong (Kantor Luar Negeri) serta bertindak sebagai Pembina BMEL dan Mandiri Sekuritas (Perusahaan Anak).

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan serta Action Plan jangka pendek, jangka menengah serta jangka panjang agar sejalan dengan kebijakan Perseroan.

c. Mendukung Direktur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk melakukan transformasi jaringan distribusi, optimalisasi business unit di wilayah baik dalam aspek financial, service excellence, Good Corporate Governance maupun Fraud Prevention.

2. Kegiatan Operasionl

a. Memimpin mengkoordinir implementasi kebijakan dan strategi yang

berhubungan dengan kegiatan operasioanal Treasury & Markets,

Cabang Bank Mandiri Cayman Island, Singapore, Shanghai dan

(39)

Hongkong (Kantor Luar Negeri) untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja dan Kantor Luar Negeri yang berada di bawah koordinasinya serta anak perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya amsing- masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Treasury & Markets sesuai dengan kebijakan Perseroan.

c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Treasury & Markets.

d. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasikan pengembangan serta penawaran produk-produk Treasury & Markets yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Treasury &

Markets secara agresif dengan tetap mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatiaan.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di

bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan

regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui

koordinasi dengan SEVP Human Capital.

(40)

Directur Micro & Business Banking 1. Kebijakan & Strategi

a. Memimpin dan mengarahkan penyususnan serta pelaksanaan kebijakan dan strategi, pemuktahiran dan sosialisasi kebijakan dalam bidang Micro & Business Banking, serta bertindak sebagai pembina Bank Syariah Mandiri (Perusahaan Anak) dan Bank Sinar Harapan Bali.

b. Memimpin dan mengarahkan penyusunan Business Plan dan Action Plan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang bidan Micro & Business Banking agar sejalan dengan dengan kebijakan Perseroan.

c. Mendukung Directur Distributions dalam mengarahkan dan membina Kantor Wilayah untuk mencapai dan meningkatkan target volume bisnis (dana dan kredit) yang telah ditetapkan.

2. Kegiatan Operasional

a. Memimpin dan mengkoordinir implementasi kebijakan dan strategi yang berhubungan dengan kegiatan operasional Treasury & Markets, Cabang Bank Mandiri Cayman Island, Singapore, Sanghai dan Hongkong (Kantor Luar Negeri) untuk jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang secara komprehensif.

b. Mengarahkan dan mensupervisi unit kerja dan Kantor Luar Negeri

yang berada di bawah koordinasinya serta anak perusahaan yang

menjadi tanggung jawabnya secara berkesinambungan dalam

menjalankan tugas-tugas yang berkaitan dengan bidangnya masing-

(41)

masing agar sejalan dengan kebijakan Perseroan, serta menangani persaingan pasar dalam bidang Treasuy & Markets.

c. Memimpin dan mengarahkan proses-proses perubahan yang diperlukan untuk memenuhi tantangan pasar yang berkaitan dengan bidang Micro & Business Banking.

d. Memimpin, mengarahkan dan mengkoordinasi pengembangan serta penawaran produk-produk Micro & Business Banking yang terbaik dan memastikan bahwa pengembangan serta penawaran tersebut merupakan produk yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

e. Memimpin dan mengkoordinasi pengaturan produk Micro & Business Banking secara agresif dengan mengindahkan kebijakan Perseroan dan prinsip kehati-hatiaan.

3. Sumber Daya Manusia

Memimpin dan mengarahkan kebijakan Sumber daya Manusia (SDM) di bawah koordinasi bidang Finance & Strategy, termasuk mengusulkan regruitment, promosi, mutasi/rotasi, pembinaan dan pelatihan melalui koordinasi dengan SEVP Human Capital.

D. Kinerja Terkini

Pada akhir 2015 Bank Mandiri bertekat untuk menjadi salah satu bank Top

5 di ASEAN, sedangkan pada tahun 2020 Bank Mandiri mengharapkan untuk

menjadi salah satu Top 3 di ASEAN dalam hal kapitalisasi pasar, dan untuk

menjadi pemain regional utama. Dalam rangka mewujudkan visi ini, transformasi

bisnis Bank Mandiri selama periode 2010-2014 akan fokus pada 3 bidang, yaitu:

(42)

1. Transaksi Grosir

Bank Mandiri mengkonsolidasikan posisi kepemimpinannya dengan menawarkan solusi yang komprehensif transaksi keuangan dan mengembangkan pendekatan hubungan holistic dalam melayani nasabah korporasi dan komersial diIndonesia.

2. Deposit Retail & Pembayaran

Bank Mandiri bertekad untuk menjadi bank pilihan konsumen di pasar deposito ritel dengan menyediakan pengalaman perbankan yang unik dan unggul.

3. Retail Pembiayaan

Tujuan Bank Mandiri adalah menjadi bank No 1 atau 2 dalam segmen pembiayaan ritel terkemuka di hipotek, pinjaman pribadi, dan pasar kartu kredit, dan dengan menjadi pemain utama di segmen perbankan mikro.

Selain berfokus pada tiga bidang strategis, Bank Mandiri juga memperkuat

struktur organisasi dan infrastruktur (cabang, IT, operasi,manajemen risiko) untuk

menyediakan solusi layanan yang lebih terintegrasi. Dalam upaya untuk mencapai

tujuannya, Bank Mandiri manfaat dari dukungan sumber daya manusia, teknologi,

manajemen risiko kehati-hatian, dan tata kelola perusahaan yang baik.

(43)

A. Kredit Macet

Pada dasarnya, sebuah pinjaman digolongkan macet , apabila debitur sudah tidak lagi membayar bunga dan atau angsurannya lebih dari 6 bulan sesuai ketentuan Bank Indonesia (BI). Sedangkan dalam dunia bisnis, jangka waktu tunggakan lebih daripada 3 bulan sudah dianggap kredit macet, bergantung kepada kebijakan masing-masing perusahaan. Kredit macet disebabkan oleh :

a. Error Omission (EO)

Kredit macet terjadi oleh karena adanya unsur kesengajaan untuk melanggar kebijakan dan prosedur yang telah ditetapkan.

b. Error Commusion

Kredit macet terjadi karena adanya pihak yang memanfaatkan lemahnya pengaturan atau ketentuan yang belum ada atau sudah ada , tetapi tidak jelas.

Suatu kredit digolongkan ke dalam kredit macet bilamana:

a. Tidak dapat memenuhi kriteria kredit lancar, kriteria kredit kurang lancar dan kredit diragukan.

b. Dapat memenuhi kriteria kredit diragukan, tetapi setelah jangka waktu 21 bulan sejak masa penggolongan kredit diragukan, belum terjadi pelunasan pinjaman, atau usaha penyelamatan kredit.

c. Penyelesaiaan pembayaran kembali kredit yang bersangkutan , telah

diserahkan kepada pengadilan negeri atau Badan Urusan Piutang Negara

(44)

(BUPN), atau telah diajukan permintaan ganti rugi kepada perusahaan asuransi kredit.

Sejak krisis keuangan yang berlanjut dengan krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1997, penyelesaiaan kredit macet bank-bank di Indonesia ditangani oleh Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Berkaitan dengan kasus kredit macet di Indonesia, kasus kredit macet lebih disebabkan karena faktor kesengajaan. Karena sebagiaan besar dana kredit yang dimiliki bank disalurkan kepada debitur kelompok usahanya sendiri, yang disebut perusahaan terafiliasi. Dimana dalam penyalurannya kurang atau mungkin tidak didasarkan pada studi kelayakan (feasibility study), dan bahkan besarnya kredit yang mereka ajukan jumlahnya telah di “mark up” terlebih dahulu. Sebagai contoh adalah Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) dan Bank Umum Nasional (BUN), yang masing-masing secara berurutan menyalurkan 90,7% dan 78,4% untuk kepentingan kelompok usahanya sendiri

B. Faktor Penyebab Kredit Macet

Kredit macet yang selama ini melanda kalangan perbankan di Indonesia bisa terjadi karena berbagai sebab yang satu sama lain dapat saling berkaitan.

Namun pada dasarnya kredit macet disebabkan oleh 3 (tiga) faktor, yaitu : a. Syarat-syarat pemberian kredit tidak ditaati

Untuk mendapatkan kredit, seorang nasabah (debitur) harus melalui

tahapan-tahapan yang telah ditetapkan oleh Bank. Hal ini dilakukan oleh

pihak Bank untuk memastikan bonafiditas debitur terhadap prestasinya di

(45)

kemudian hari, sehingga pihak Bank mempunyai keyakinan atas kemampuan dan kesanggupan debitur untuk melunasi hutangnya sesuai dengan yang diperjanjikan. Ada 5 (lima) tahap yang dilakukan oleh Bank untuk menyeleksi calon debitur agar kredit yang akan diberikan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari. Lima tahap tersebut adalah tahap pengajuan permohonan kredit, tahap penilaian kredit, tahap analisis kredit, tahap keputusan kredit dan tahap perjanjian kredit, serta tahap pengawasan kredit. Kelima tahap tersebut merupakan tahap-tahap aman untuk mengamankan dan mengantisipasi resiko kredit yang telah disalurkan oleh Bank. Atau dengan kata lain, seandainya persyaratan kredit sebagaimana diuraikan di atas dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku serta didukung Pejabat Bank yang profesional, maka kemungkinan kredit macet dapat ditekan sekecil mungkin.

b. Pengurusan perusahaan yang keliru

Pengurusan perusahaan yang keliru ini disebabkan karena faktor manusianya. Hal ini menyangkut sikap pengusaha Indonesia yang tidak profesional dalam mengelola perusahaan.

Sekarang ini, sikap dunia usaha Indonesia adalah ingin secepatnya menjadi pengusaha besar yang mempunyai banyak perusahaan atau sering juga disebut konglomerat. Tetapi dipihak lain mereka senantiasa berusaha tampil secara low profile kalau berada dalam media publik, apalagi yang secara cermat mengungkap aset investasi serta wawasan strategik mereka.

Karena itu tidak mengherankan bila banyak pengusaha di Indonesia yang

melakukan investasi besar-besaran tanpa batas yang bisa dicerna dengan

(46)

ukuran-ukuran yang wajar, walaupun tidak didukung sumber daya manusia dan cash flow yang memadai .

Dampak dari sikap pengusaha ini adalah tidak jarang ditemui pengusaha yang mendapatkan fasilitas kredit dari suatu Bank, tetapi oleh pengusaha tersebut fasilitas kreditnya tidak digunakan seluruhnya untuk investasi tapi untuk mendirikan beberapa perusahaan lagi atau investasi ke perusahaan lain yang tidak sesuai dengan proposal waktu mengajukan kredit. Karena tidak didukung sumber daya manusia dan cash flow yang memadai, maka fasilitas kredit yang didapat dari Bank tidak bisa dikelola menjadi jenis usaha yang menguntungkan. Akibatnya, kredit menjadi macet.

c. Kondisi ekonomi di Indonesia

Kondisi makro ekonomi memang tidak secara langsung memberi dampak kepada sektor perbankan, namun melalui multiplier efek agaknya tidak bisa dipungkiri bahwa yang paling membawa akibat kepada lembaga perbankan adalah kausatif yang berasal dari kondisi makro ekonomi.

Untuk mengetahui relevansi kondisi makro ekonomi terhadap masalah yang dihadapi sektor perbankan, maka perlu dikaji kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

Meningkatnya jumlah Bank menimbulkan persaingan yang ketat antar

Bank. Berbagai insentif yang menarik bermunculan, dari tingkat bunga

deposito dan tabungan yang cukup tinggi hingga bebagai hadiah,

dimaksudkan untuk menarik dana dari masyarakat. Namun sayang,

meningkatnya jumlah Bank tidak diikuti dengan meningkatnya jumlah

tenaga profesional di bidang perbankan sehingga pada saat itu banyak

(47)

terjadi ”bajak-membajak” pegawai Bank, bahkan banyak pengusaha yang beralih profesi sebagai bankir.

Kecurangan juga merupakan penyebab utama kerugiaan pinjaman.

Walaupun faktor tersebut juga mungkin saja dihadapi jika hubungan antara bank dan peminjam dan pihak mengalami ketegangan dan adanya kemunduran kerja sama antara peminjam dan pihak yang bersangkutan.

C. Indikasi Kredit Macet

Untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya kredit macet debitur sedini mungkin, dapat dilakukan dengan memperhatikan gejala-gejala sebagai berikut:.

1. Sering melakukan overdrafts (penarikan dana yang melampaui plafon kredit).

2. Banyak cek/giro bilyet yang ditolak

3. Sering melakukan penarikan cek/giro bulyet kosong

4. Beberapa kali memperpanjang jatuh tempo kredit yang seharusnya sudah dilunasi.

5. Laporan keuangan tidak diserahkan sesuai jadwal.

6. Adanya perubahan drastis dalam laporan keuangan atau telah terjadi kerugiaan operasional.

7. Sering kali gonta-ganti akuntan publik.

8. Adanya kelesuan bisnis yang tiba-tiba muncul.

9. Pembatalan asuransi karena tak mampu bayar premi.

10. Munculnya gugatan atau perkara di pengadilan.

(48)

11. Adanya aktivitas tidak normal dari manajemen atau pemilik atau para manajernya seperti judi, foya-foya, alkohol berlebihan atau masalah narkoba atau poligami.

12. Adanya perubahan susunan manajemen yang drastis 13. Adanya tunggakan pajak.

14. Debitur sulit dihubungi atau selalu menghindar.

Dengan mencermati gejala-gejala terjadinya kredit macet tersebut, maka bukanlah sesuatu yang mustahil untuk mencegah terjadinya kredit macet, atau paling tidak dapat mengurangi/menekan sekecil mungkin kasus-kasus kredit macet yang ada.

D. Akibat Kredit Macet

Keadaan ekonomi mempunyai pengaruh yang besar terhadap kesehatan keuangan peminjam dan atas kerugiaan pinjaman bank. Dalam masa kemakmuran, peminjam memperoleh hasil yang baik karena pendapatan relatif tinggi, tapi dalam masa resesi kemampuaan untuk melunasi pinjaman mengalami penurunan.

Kredit bermasalah mempunyai akibat buruk terhadap likuiditas bank dan

meningkatkan kemungkinan rugi. Sebagaimana diketahui, apabila kredit

bermasalah atau kredit macet perbankan tidak ditangani secara tuntas, maka

dikhawatirkan dapat menjadi salah satu penghambat pertumbuhan kredit

perbankan yang pada gilirannya dapat mengganggu pencapaiaan pertumbuhan

ekonomi. Kredit bermasalah atau macet yang jumlahnya relatif semakin besar

juga akan mengganggu efektivitas kebijaksanaan dalam upaya memantapkan suku

(49)

bunga kredit. Selain itu, adanya permasalahan kredit macet yang arah penyelesaiaanya belum jelas, pada saatnya dapat mengganggu terciptanya sistem perbankan yang sehat.

E. Mengurangi dan Mencegah Kemungkinan Terjadinya Kredit Macet

Beberapa hal penting yang harus dilakukan oleh bank dalam menekan atau mengurangi seminimal mungkin resiko pemberiaan kreditnya, adalah:

1. Penilaiaan/Analisi terhadap Permohonan Kredit.

Setiap permohonan kredit yang diajukan oleh calon debitur, tentu harus dilakukan penilaian secara seksama oleh pejabat bank.

Dalam penilaian kredit, ada prinsip-prinsip yang harus diperhatikan yaitu prinsip 5C+1C, yang meliputi:

a. Character

Character atau watak debitur sangat menentukan kemauan untuk membayar kembali kredit yang telah diterimanya. Namun demikiaan,untuk mengetahui karakter seseorang itu tidak mudah.

Oleh karena itu, penilaian oleh karakter debitur perlu dilakukan secara hati-hati dan secermat mungkin. Informasi dari keluarga dan teman-teman dekat dari debitur, serta informasi dari bank pemberi kredit sebelumnya adalah sangat penting.

Untuk mengetahui dan memperoleh gambaran yang jelas tentang

watak calon debitur ini, dapat dilakukan usaha-usaha seperti

melakukan interview langsung terhadap calon debitur, meneliti

daftar riwayat hidupnya, mengetahui reputasi calon debitur

(50)

berdasarkan informasi dari lingkungan usahanya, serta meneliti kegiatan dan pengalaman-pengalaman usahanya.

b. Capacity

Capacity mengandung arti kemampuan calon debitur dalam mengelola usahanya. Dengan demikian, capacity berkaitan erat dengan kemampuan calon debitur dalam melunasi kreditnya.

Unsur-unsur yang dinilai untuk mengetahui kemampuan calon debitur antara lain meliputi penilaian terhadap:

a. Proyeksi arus kas.

b. Proyeksi laporan keuangan c. Pusat informasi kredit d. Kemampuan manajemen e. Kemampuan pemasaran f. Kemampuan teknis

g. Kewajiban-kewajiban pada pihak lainnya c. Capital

Informasi mengenai besar kecilnya modal (capital) perusahaan

calon debitur adalah sangat penting bagi bank. Modal yang

dimaksudkan disini adalah modal sendiri (networth) atau nilai

kekayaan bersih yang dimiliki perusahaan, yang merupakan selisih

dari total aktiva dengan total kewajiban (utang). Semakin besar

modal yang dimiliki perusahaan merupakan cerminan keberhasilan

perusahaan di masa lalu, dan ini tentunya semakin baik di hadapan

bank. Mengingat kredit bank hanya merupakan pelengkap atau

(51)

tambahan bagi pembiayaan kegiatan operasional perusahaan. Posisi modal suatu perusahaan dapat dianalisis dari laporan keuangannya.

Untuk mendapatkan gambaran yang lengkap tentang modal perusahaan, maka bank harus melakukan analisis terhadap laporan keuangan perusahaan selama paling tiga tahun periode akuntansi sebelumnya.

d. Collateral

Collateral (jaminan kredit) merupakan setiap aktiva atau barang- barang yang diserahkan debitur sebagai jaminan atas kredit yang diperoleh dari bank. Manfaat dari jaminan ini bagi bank adalah sangat penting, sebagai ‘back up’ atas kredit yang diberikan kepada debitur. Tujuanya adalah agar bank dapat memperoleh pelunasan kembali atas kredit yang diberikan kepada debitur, apabila kelak debitur tidak mampu melunasi kreditnya ataupun ingkar janji (wan prestasi). Atas jaminan yang diberikan oleh debitur, maka perlu diperhatikan cara pengikatannya sesuai dengan hukum yang berlaku, untuk menghindari sengketa yang kemungkinan muncul di kemudiaan hari.

e. Conditions

Yang dimaksud conditions disini adalah keadaan perekonomiaan secara umum dimana perusahaan tersebut beroperasi.

Kondisi perekonomiaan sangat menentukan keberhasilan maupun

kegagalan suatu perusahaan. Oleh karena itu, bank atau dalam hal

ini analisis kredit harus mempertimbangkan keadaan

Gambar

Tabel 1.1 Data NPL PT.Bank Mandiri (Persero) Tbk
Tabel 2.1 Identitas Perusahaan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  IDENTITAS PERUSAHAAN
Gambar 2.1 Logo PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  Sumber: www.bankmandiri.ac.id
Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT Bank Mandiri (Persero) Tbk  Sumber: http//www.idx.co.id/
+4

Referensi

Dokumen terkait

Perlakuan dengan 0,50 ml ekstrak buah mengkudu merupakan dosis optimum untuk menghambat per- tumbuhan bakteri V. harveyi secara in vitro karena pada 0,50 ml menghasilkan rerata

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kekayaan daerah, tingkat ketergantungan kepada Pemerintah Pusat, belanja modal, leverage dan temuan audit BPK tidak

Dengan penuh kerendahan hati penulis mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kasih dan penyertaan-Nya pada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan

Praktikum ini bertujuan (1) Mengidentifikasi data dan informasi yang diperlukan untuk penyusunan rencana pemanenan, (2) Melakukan pengumpulan, pengolahan, dan

Dalam bidang pemasaran jasa, pengelolaan jasa harus selalu berhadapan langsung dengan pemakai jasa sehingga perusahaan jasa dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang

EFIKASI bAcILLus THuRIngIEnsIs 2 ISOLAT SEROTIPE H-10 GALUR LOKAL TERHADAP JENTIK NYAMUK AEdEs AEgypTI DAN..

Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilakukan oleh Panitia Pengadaan Barang/Jasa menurut.. ketentuan-ketentuan yang berlaku dan berdasarkan Surat Keputusan Panitia

Bentuk vakuolar lainnya akan memperbanyak diri menjadi bentuk amuboid yang akan berkembang menjadi bentuk prakista yang kemudian dengan proses skizogoni akan