• Tidak ada hasil yang ditemukan

: FERTERRA 0.4 GR Insektisida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan ": FERTERRA 0.4 GR Insektisida"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Lembar Data Keselamatan ini mengikuti persyaratan peraturan perundangan Republik Indonesia dan mungkin tidak sesuai dengan persyaratan peraturan perundangan di negara lain.

1. IDENTITAS BAHAN DAN PERUSAHAAN Informasi produk

Nama dagang : FERTERRA® 0.4 GR Insektisida

Penggunaan Bahan / Preparat

: Insektisida

Perusahaan : PT DuPont Agricultural Products Indonesia

Beltway Office Park Building A, 5th. Floor, Jalan Ampera Raya No. 9-10, Jakarta 12550, Indonesia

Phone : +62 21-780-3150

Telefax : +62 21-780-3502

Nomor telepon darurat : 0-800-140-1288 (bebas pulsa) dan +62-21-2997-8916

2. KOMPOSISI BAHAN

Sinonim : B12767510

DPX-E2Y45 - 0.4%GR Komponen

Nama kimia No-CAS Konsentrasi

Klorantraniliprol 500008-45-7 0.4 %

Bahan-bahan tambahan 99.6 %

3. IDENTIFIKASI BAHAYA Risiko

Bahaya untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan jangka-panjang dalam lingkungan air.

Data keselamatan

Bahan ini dan atau wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya.

Bahaya spesifik

Paparan dosis rendah dalam air aman bagi organisme air/akuatik dalam penggunaan praktis.

4. TINDAKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KECELAKAAN (P3K)

Saran umum : Bawa kemasan produk atau label bersama anda ketika menghubungi Sentra Informasi Keracunan Nasional (SIKer Nas) . Badan POM atau dokter, atau untuk mendapatkan perawatan.

Penghirupan : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya.

(2)

Periksakan ke dokter jika perlu.

Kena kulit : Senyawa ini kemungkinan tidak berbahaya melalui kontak kulit, namun

disarankan untuk tetap mencuci kulit setelah penggunaan. Periksakan ke dokter jika perlu.

Kena mata : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya. Jika mengenai mata, bilas dengan air selama 15 menit. Periksakan ke dokter jika perlu.

Tertelan : Tidak ada intervensi khusus karena senyawa mungkin tidak berbahaya.

Periksakan ke dokter jika perlu.

5. TINDAKAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN Media pemadam yang

sesuai

: Semprotan air, Busa, Bahan kimia kering, Karbon dioksida (CO2)

Bahaya spesifik selama memadamkan kebakaran

: Jika terbakar, akan terbentuk produk-produk berbahaya hasil dekomposisi.

Hidrogen sianida (asam hidrosianat)

karbon monoksida

nitrogen oksida (NOx)

Alat perlindungan khusus bagi petugas pemadam kebakaran

: Jika terjadi kebakaran, pakai alat bantu pernapasan SCBA. Gunakan alat pelindung diri.

Informasi lebih lanjut : (pada kebakaran kecil) Jika area sudah terbakar dan jika keadaan

memungkinkan, biarkan kebakaran berlanjut sampai padam sendiri karena air dapat memperluas daerah yang tercemar. Dinginkan wadah / tangki dengan semprotan air.

6. TINDAKAN TERHADAP TUMPAHAN DAN KEBOCORAN Tindakan pencegahan

untuk melindungi lingkungan

: Cegah terjadinya tumpahan atau bocoran lebih lanjut. Jangan menyiram ke dalam air permukaan atau sistem pembuangan air limbah. Jangan biarkan bahan mengkontaminasi sistem air tanah.

Metode untuk pembersihan : Segera bersihkan dengan sekop atau penyedot-vakum. Sekoplah ke dalam wadah yang sesuai untuk dibuang.

Nasihat tambahan : Jangan sekali-kali mengembalikan tumpahan ke dalam wadah asli untuk digunakan lagi.

(3)

7. PENYIMPANAN DAN PENANGANAN BAHAN

Penyimpanan Persyaratan bagi area penyimpanan dan wadah

: Simpan produk di dalam wadah aslinya hanya di lokasi yang tidak dapat dijangkau oleh anak-anak dan binatang peliharaan. Dilarang mencemari air, pestisida lain, pupuk, atau makanan di dalam penyimpanan.

8. PENGENDALIAN PEMAJANAN / PERLINDUNGAN DIRI Nilai Ambang Batas Pekerjaan

Nama kimia Nilai Ambang Batas Pekerjaan Peraturan

Klorantraniliprol AEL * 10 mg/m3 (Debu seluruhnya.) DuPont AEL (2007) AEL * 5 mg/m3 (Debu dapat dihirup.) DuPont AEL (2007)

Tindakan rekayasa untuk mengurangi pajanan (paparan) Gunakan hanya dengan ventilasi yang cukup.

Alat Pelindung Diri

Perlindungan pernapasan : Dimana ada potensi pajanan di udara melebihi batas-batas terapan, gunakan pelindung pernafasan dengan cartridge debu / kabut.

Pelindung tangan : Bahan: Sarung tangan pelindung

Pelindung mata : Pakai alat pelindung mata untuk mencegah kontak / sentuhan dengan senyawa ini.

Pelindung kulit dan tubuh : Memakai pakaian pelindung seperti sarung tangan, celemek / rok kerja, sepatu boot atau pakaian kerja tertutup yang sesuai.

9. SIFAT-SIFAT FISIKA DAN KIMIA

Bentuk : granul

Warna : biru

Bau : tidak ada

pH

: data tidak tersedia

Densitas : 1.3 g/cm3

(4)

10. REAKTIFITAS DAN STABILITAS

Bahan yang harus dihindari : Tidak ada yang dapat diramalkan dengan akal sehat.

Produk berbahaya hasil peruraian

: Tidak tersedia informasi.

Reaksi berbahaya : Polimerisasi tidak akan terjadi. Stabil di suhu normal dan di kondisi penyimpanan normal.

11. INFORMASI TOKSIKOLOGI

Toksisitas oral akut : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg

Toksisitas oral akut

• Klorantraniliprol : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg Toksisitas inhalasi akut : LC50/4 h/tikus : > 5.1 mg/l

Toksisitas inhalasi akut

• Klorantraniliprol : LC50/4 h/tikus : > 5.1 mg/l Toksisitas kulit akut : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg

Toksisitas kulit akut

• Klorantraniliprol : LD50/tikus : > 5,000 mg/kg

Iritasi kulit :

Hasil: Tidak menyebabkan iritasi kulit

Iritasi kulit

Klorantraniliprol : kelinci

Klasifikasi: Tidak diklasifikasikan sebagai menimbulkan iritasi Hasil: Tidak menyebabkan iritasi kulit

Iritasi mata : kelinci

Hasil: Tidak menyebabkan iritasi mata

Iritasi mata

Klorantraniliprol : kelinci

Klasifikasi: Tidak diklasifikasikan sebagai menimbulkan iritasi Hasil: iritasi ringan

Sensitisasi

• Klorantraniliprol : multi spesies Klasifikasi: Bukan alat sensitivitas kulit. Hasil: Tidak menyebabkan sensitisasi pada hewan percobaan.

kelinci percobaan Hasil: Tidak menyebabkan sensitisasi pada hewan

(5)

percobaan.

mencit Klasifikasi: Bukan alat sensitivitas kulit. Hasil: Hewan uji tidak menimbulkan sensitisasi melalui kontak kulit.

Toksisitas dosis berulang

• Klorantraniliprol : Oral / mulut multi spesies Tidak ditemukan efek keracunan yang berarti.

Kulit tikus Tidak ditemukan efek keracunan yang berarti.

Pengujian mutagenisitas

• Klorantraniliprol : Tidak menyebabkan kerusakan genetik pada hewan. Uji pada kultur sel bakteria atau mamalia tidak menunjukkan efek mutagenik.

Pengujian karsinogenisitas

• Klorantraniliprol : Percobaan pada binatang tidak menunjukkan dampak karsinogenik apapun.

Toksisitas untuk pengujian reproduksi

• Klorantraniliprol : Uji hewan menunjukkan tidak ada toksisitas terhadap reproduksi.

Pengujian teratogenisitas

• Klorantraniliprol : Uji pada binatang menunjukkan tidak terjadi toksisitas terhadap perkembangan.

12. INFORMASI EKOLOGIS

Efek Eko-keracunan

Keracunan untuk ikan : LC50/96 h/Oncorhynchus mykiss (Ikan rainbow trout): > 13.8 mg/l

LC50/96 h/Lepomis macrochirus (Ikan bluegill sunfish): > 15.1 mg/l

LC50/96 h/Ictalurus puncatus (Ikan lele channel): > 13.4 mg/l

Keracunan untuk ikan

Klorantraniliprol : LC50/96 h/Oncorhynchus mykiss (Ikan rainbow trout): > 13.8 mg/l LC50/96 h/Ictalurus catus (Ikan lele): > 13.4 mg/l

Keracunan untuk ganggang : EC50/120 h/Scenedesmus capricornutum (Ganggang air tawar): > 2 mg/l

Keracunan untuk ganggang

• Klorantraniliprol : ErC50/72 h/Pseudokirchneriella subcapitata (Ganggang hijau): > 2 mg/l

(6)

Keracunan air (aquatic) : EC50/48 h/Daphnia magna: 11.6 mg/l

Keracunan air (aquatic)

• Klorantraniliprol : EC50/48 h/Daphnia magna: 0.0116 mg/l

13. PEMBUANGAN LIMBAH

Produk : sesuai dengan peraturan lokal dan nasional. Produk tidak boleh sampai memasuki saluran pembuangan, sungai, danau dsb. atau tanah.

Kemasan yang telah tercemar

: Dilarang menggunakan kembali kemasan/wadah yang sudah kosong.

14. INFORMASI PENGANGKUTAN

Informasi lebih lanjut : Tidak diklasifikasikan sebagai berbahaya menurut peraturan pengangkutan jalan dan laut.

15. PERATURAN PERUNDANG - UNDANGAN

Informasi peraturan nasional

Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor Kep. 187/MEN/1999. Lampiran I - Lembar Data Keselamatan Bahan.

Peraturan Menteri Perdagangan No. 44/M-DAG/PER/9/2009 tentang Pengadaan, Distribusi dan Pengawasan Bahan Berbahaya.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2001 Tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun.

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 1973 Tentang Pengawasan atas Peredaran, Penyimpanan dan Penggunann Pestisida.

Peraturan Menteri Pertanian RI Nomor 24/Permentan/SR.140/4/2011 tentang Syarat dan Tata cara Pendaftaran Pestisida.

R - Frasa : R52/53 Bahaya untuk organisme air, dapat menyebabkan efek merugikan jangka-panjang dalam lingkungan air.

S - frasa : S60 Bahan ini dan atau wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya.

16. INFORMASI LAIN

Sumber data utama yang digunakan untuk menyusun lembar data:

(7)

Departemen:

PT DuPont Agricultural Products Indonesia

Beltway Office Park Building A, 5th. Floor, Jalan Ampera Raya No. 9-10, Jakarta 12550, Indonesia Informasi lebih lanjut:

® Merek dagang terdaftar dari E.I. du Pont de Nemours and Company Perhatikan petunjuk penggunaan pada label.

Perubahan signifikan dari versi sebelumnya ditunjukkan dengan palang dua.

Informasi yang diberikan dalam Lembar Data Keselamatan ini benar menurut pengetahuan, informasi, dan keyakinan kami pada tanggal penerbitan. Informasi yang diberikan dimaksudkan hanya sebagai pedoman untuk penanganan, penggunaan, pemprosesan, penyimpanan, pengangkutan, pembuangan, dan pemusnahan yang aman dan tidak boleh dianggap sebagai jaminan atau spesifikasi mutu. Informasi di atas hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan mungkin tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses apa saja atau jika bahan diubah atau diproses kecuali jika dinyatakan secara spesifik dalam tulisan ini.

Referensi

Dokumen terkait

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain

Informasi di atas hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan mungkin tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam

Informasi hanya menyangkut bahan spesifik yang telah ditentukan dan dapat tidak berlaku jika bahan tersebut digunakan sebagai campuran dengan bahan lain atau dalam proses lain