• Tidak ada hasil yang ditemukan

08 September Market Review

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "08 September Market Review"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

08 September 2015

Market Review

Mata Uang Safe Haven Terpukul Pemulihan Pasar Saham. Dollar AS menguat terhadap mata uang safe haven Yen Jepang dan Franc Swiss, memulihkan perdagangannya merespon penguatan pasar saham Eropa.

Yen melemah untuk pertama kalinya dalam 3-hari menyusul pengurangan permintaan untuk aset safe haven.

Sementara itu, Swiss National Bank (SNB) hari ini melaporkan cadangan dalam bentuk valuta asing (foreign currency reserves) Swiss yang naik 1,7% di bulan Agustus menambah muram perdagangan Franc. Cadangan valuta asing SNB meningkat menjadi 540,4 miliar Franc di akhir bulan lalu, dari data bulan Juli yang direvisi menjadi 531,2 miliar Franc. Pada bulan Agustus, Franc melemah sekitar 2% terhadap Euro sehingga menaikkan valuasi cadangan devisa SNB jika dikonversikan kembali ke dalam Franc.

Aussie Terdongkrak Pemulihan Tenaga Kerja. Aussie menguat tipis terhadap Dollar AS tertopang pemulihan pasar tenaga kerja Australia di bulan lalu. Meskipun demikian, valuasi mata uang Australia masih berada di level terendah 6-tahun dengan investor mempersiapkan diri menghadapi keputusan tingkat suku bunga acuan AS pada pekan depan. Survei bulanan yang dilakukan bank ANZ menunjukkan jumlah iklan lowongan kerja di Australia naik 1% dari penurunan 0,5% di bulan Juli. Kepala Ekonom ANZ, Warren Hogan, menilai rebound tingkat iklan lowongan kerja ini merupakan sinyal positif untuk saat ini. Namun, lambatnya pertumbuhan GDP Australia dan pengurangan karyawan sektor pertambangan dan manufaktur menyiratkan pertumbuhan pasar tenaga kerja akan tertahan di semester kedua tahun ini.

Rebound, Sterling Menjauh Dari Level Rendah. Sterling menjauh dari level rendah 4-bulan terhadap dollar pada hari Senin, seiring aksi bargain hunting yang mewarnai pasca aksi jual yang telah memangkas nilai tukar sterling hampir sebanyak 4% dalam hanya 2 pekan. Data yang mengecewakan dari sektor jasa Inggris pekan lalu menambah keraguan apakah Bank of England dapat menaikkan suku bunga dalam waktu dekat mengingat kecemasan volatilitas dan pertumbuhan global saat ini. Meski Gubernur BoE Mark Carney mengatakan perlambatan pada perekonomian China belakangan ini tidak mengubah posisi bank sentral mengenai kapan dan bagaimana akan menaikkan suku bunga. Sebulan lalu, pasar keuangan memperkirakan kenaikan suku bunga di sekitar awal tahun depan, saat ini mereka memperkirakan waktu paling awal untuk langkah dari BoE adalah di bulan April dan Mei.

Loonie Melemah Terbebani Penurunan Minyak. Dollar Kanada, loonie, kembali tertekan dan

mendekati level terendah 11 tahun akibat berlanjutnya penurunan harga minyak mentah. Minyak melemah

lebih dari 3% pada hari Senin, terpukul oleh pelemahan bursa saham China, dan produksi di North Sea yang

menyentuh rekor tertinggi. Sejak bulan Juni 2014, minyak telah merosot 60%, dan dalam beberapa pekan

terakhir bergerak seesaw akibat kecemasan akan pelambatan ekonomi China. Tidak seperti dollar AS,

pergerakan loonie terkait dengan pasar komoditas. Ketika minyak melemah, hingga ke bawah $40 per barel

untuk pertama kalinya sejak 2009, nilai tukar loonie turun merosot tajam.

(2)

Berusaha Menenangkan Pasar, Cadangan Devisi China Anjlok. Cadangan devisa China mencetak penurunan bulanan terbesar pada bulan Agustus, menunjukkan usaha pihak Beijing untuk menghentikan pelemahan yuan dan menstabilkan pasar keuangan menyusul langkah kejutan untuk mendevaluasi mata uang bulan lalu. Cadangan devisi China, yang merupakan cadangan devisa terbesar di dunia, turun sebanyak 93.9 milyar dollar bulan lalu menjadi 3.557 trilyun dollar, menurut data bank sentral apda hari Senin. Penurunan tersebut membuat pelaku pasar mempertanyakan seberapa jauh pemerintah China akan menopang yuan, seiring adanya aliran modal keluar akibat kecemasan perlambatan ekonomi dan prospek kenaikan suku bunga AS.

China Memimpin Pelemahan Pasar Asia di Awal Pekan. Sebagian besar saham Asia diperdagangkan melemah pada awal pekan ini, menyusul penutupan negatif Wall Street sesi sebelumnya dan kegagalan otoritas China dalam menenangkan gejolak di pasar saham. Bursa saham China kembali dibuka setelah libur panjang di akhir pekan, dengan indeks Shanghai Composite mengakhiri perdagangan 2,55% lebih rendah kendati China Securities Regulatory Commission menyatakan kondisi pasar saham telah lebih stabil. Di Hong Kong, Indeks Hang Seng kehilangan lebih dari 1%. Indeks Nikkei 225 Jepang mampu kembali ke teritori positif untuk ditutup 0,4% lebih tinggi dalam sesi volatile hari Senin, seiring lonjakan saham Toshiba dan Ricoh mengimbangi penurunan komponen kelas berat Softbank. Saham Korea Selatan pun tak luput dari perdagangan choppy. Indeks KOSPI berubah negatif di akhir sesi dan berakhir 0,15% lebih rendah, terseret kinerja negatif komponen kelas berat seperti Samsung Electronics, Posco dan KB Financial Group.

Awal Pekan, Bursa Eropa Menguat. Bursa saham di Eropa menguat di hari Senin dan cenderung bergerak tenang setelah melewati pekan yang dipenuhi kecemasan akan perekonomian China dan spekulasi kenaikan suku bunga AS yang membuat bursa saham berada di zona merah. Pada akhir pekan lalu, Gubernur People’s Bank of China (PBoC), Zhou Xiaochuan, dihadapan para banker dan menteri keuangan G20 mengatakan jika koreksi di bursa saham hampir berakhir, dan nilai tukar yuan mulai stabil setelah devaluasi pada bulan lalu. Indeks DAX Jerman menguat 0,7% menjadi 10.108,61 dan CAC 40 Prancis naik 0,6%

menjadi 4.549,64. Indeks FTSE 100 menguat 0,5% menjadi 6.074,52, tertopang oleh penguatan saham Glencore PLC. Saham perusahaan pertambangan dan trader komoditas tersebut melesat 7% setelah mengatakan akan mengurangi net debt sebesar $20 milyar.

Emas Tertahan di Level Terendah 2 1/2 Pekan. Emas tertahan di level terendah 2 1/2 pekan pada hari Senin, melanjutkan pelemahan tiga sesi sebelumnya setelah data non-farm payrolls AS gagal memberikan kejelasan kapan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Data tenaga kerja tersebut selalu dinanti pada pelaku pasar untuk melihat kekuatan pemulihan ekonomi yang akan menjadi pertimbangan Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga di bulan ini. The Fed sebelumnya telah mengatakan kenaikan suku bunga akan tergatung dengan data ekonomi. Para trader mengatakan emas akan terus tertekan sampai The Fed mengadakan rapat moneter pada 16 - 17 September (waktu AS). Emas di tahun ini telah tertekan akibat ekspektasi kenaikan suku bunga di AS untuk pertama kalinya dalam hampir satu dekade terakhir.

Perdagangan Sepi, Minyak Melemah . Minyak melemah pada hari Senin mengikuti pergerakan bursa

China, kokohnya dollar serta kecemasan akan berlebihnya pasokan minyak global turut membebani harga

minyak. Dengan liburnya pasar AS, para trader mengatakan volume perdagangan menjadi kecil. Dalam

beberapa pekan terakhir harga minyak bergerak naik turun dengan volatilitas tinggi akibat kecemasan akan

pelambatan ekonomi China yang menimbulkan gejolak di bursa saham global. Kejutan kenaikan persediaan

minyak AS sebesar 4,7 juta barel dalam sepekan yang berkahir 28 Agustus, menambah kekhawatiran akan

berlimpahnya persediaan minyak global. Kenaikan tersebut terjadi meski jumlah rig yang beroperasi di AS

turun sebanyak 13 menjadi 662 pada pekan lalu, dan menjadi penurunan pertama dalam tujuh pekan terakhir,

berdasarkan data dari perusahaan Baker Hughes.

(3)

Kecemasan Global Berpotensi Hambat Estimasi Laba Korporat Q3. Pelambatan pertumbuhan di negara emerging disertai fluktuasi mata uang seiring antisipasi kenaikan suku bunga The Fed kemungkinan akan menyeret revenue Q3 serta laju earnings korporat lebih rendah di bulan ini. Wall Street memperkirakan laju earnings akan merosot 3.4 persen untuk S&P500, sedangkan revenue diperkirakan merosot 2.8 persen pada Q3. Sebagai tambahan, laju permintaan turut diperkirakan melambat di berbagai negara seiring dengan pelambatan pertumbuhan China, resesi di Brazil dan Russia turut melukai revenue dan earnings korporat.

Sektor telekomunikasi AS, yang terisolasi dari pasar global, merupakan satu-satunya sektor emiten S&P500 yang menunjukkan perbaikan estimasi earnings dan revenue Q3. Namun dengan kejatuhan harga minyak, sektor energy terlukai paling parah, dengan ekspektasi 62 persen penurunan earnings dan 33 persen penurunan revenue. Berbagai analis memperkirakan sektor material merosot 11.8% pada laju laba seiring dengan kejatuhan harga komoditas, selain itu revenue diperkirakan anjlok 10.4 persen, akibat berbagai industri yang mengekspor ke luar mengalami penurunan 4.9% dan revenue melemah 5 persen.

Penjualan General Motor Merosot Tajam Di Bulan Agustus. General Motors Co melaporkan penurunan penjualan yang terbesar dalam 6 bulan terakhir di bulan Agustus kemarin seiring produsen otomotif global tersebut terimbas oleh pelambatan ekonomi yang semakin buruk serta kemerosotan modal pasar mobil di China. Penjualan kendaraan GM dan partner join venture nya anjlok 4.8% YoY selama bulan Agustus, sedangkan Ford Motor Co dan Nissan Motor Co Ltd juga melaporkan kontraksi penjualan pada bulan yang sama, mengindikasikan perbedaan minat pasar pada jenis kendaraan di China. Figur tersebut cukup kontras dengan kenaikan penjualan dari Toyota Motor Corp, Honda Motor Co Ltd dan produsen Mercedez, Daimler AG di China, menunjukkan permintaan terhadap mobil baru masih cukup solid.Mercedes sendiri menawarkan lini produk yang lebih segar ketimbang competitor produk mobil mewah di China, sehingga mengalahkan model yang ditawarkan oleh Audi AG dan BMW AG dan berhasil mendongkrak penjualan bulan lalu hingga 53.1%. Sepanjang tahun ini, Honda dan Toyota turut merilis segment kendaraan SUV yang lebih menarik, dimana segmen tersebut diperkirakan akan tumbuh lebih dari 20 persen tahun ini, meskipun secara keseluruhan pasar otomotif mengalami pelambatan.

Technical Outlook

EUR/USD. Bias bullish untuk jangka pendek untuk membidik resisten terdekat di area 1.1230 dan penembusan area ini akan menggiring harga membidik resisten berikutnya 1.1280 sebelum harga bisa menguji resisten kunci 1.1335. Sementara tren bearish membutuhkan konsistensi penurunan di bawah area 1.1115 untuk membawa harga ke area yang lebih rendah di kisaran 1.1060 atau bahkan ke area support kunci 1.1000.

GBP/USD. Bias bullish untuk jangka pendek dan tren penguatan dapat terpicu jika harga menembus area resisten terdekat 1.5340. Resisten berikutnya terletak di dekat area 1.5400 dan 1.5470. Tren penurunan membutuhkan konfirmasi penembusan support 1.5215 untuk dapat membawa harga membidik support berikutnya, 1.5160 dan 1.5100.

USD/JPY. Bias netral dalam area 118.80 dan 119.85. Support terdekat terletak di kisaran 118.80 dan

penembusan area ini dapat menyeret harga untuk membidik target yang lebih rendah di area 118.10 atau

bahkan support kunci 117.40. Di sisi lain, resisten terdekat terletak di area 119.85 dan kenaikan konsisten di

atas area ini akan menghadapi resisten berikutnya 120.40 dan resisten kunci 121.15.

(4)

USD/CHF. Outlook bullish dalam jangka pendek seiring harga bertahan di atas area 0.9710, dengan dibutuhkan break ke atas area 0.9800 untuk memicu momentum bullish lanjutan untuk kembali menguji area 0.9900. Sementara kegagalan menembus ke atas area 0.9800 dapat memicu koreksi bearish kembali ke area 0.9650. Break ke bawah area ini dapat melanjutkan koreksi bearish menuju support pada area 0.9580. Hanya break ke bawah area 0.9400 yang dapat mengubah bias menjadi bearish.

AUD/USD. Bias masih bearish dalam jangka pendek untuk menguji support pada area 0.6910, break ke bawah area ini akan melanjutkan bias bearish menuju area 0.6800 atau bahkan area 0.6700. Sementara untuk pergerakan naik, break ke atas area 0.7020 dapat memicu rebound bullish kembali ke area 0.7085 atau bahkan area 0.7140. Hanya break ke atas area 0.7200 yang dapat menjadi ancaman bagi outlook bearish saat ini.

XAU/USD. Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 1112. Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1104 atau bahkan lebih rendah. Pada pergerakan ke atas, penembusan di atas area 1125 akan membawa bias kembali ke netral akibat arah pergerakan menjadi tidak jelas, lebih jauh menguji area 1132.

Hang Seng Futures. Bias intraday menjadi netral di jangka pendek dengan potensi range trading tampak di kisaran 20200 – 20700. Anjlok lebih lanjut dibawah area 20200 berpotensi memicu tekanan bearish lebih dalam mengincar area 19665. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 20700 baru dapat merubah bias intraday kembali bullish menguji area 21105.

Nikkei Futures. Bias intraday masih potensial bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 17665 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 17230 atau bahkan lebih rendah. Di sisi atasnya, penembusan konsisten diatas area 17945 dapat menambah tekanan bullish kemungkinan mengincar area resisten 18320 sebelum dapat melanjutkan trend pelemahan.

Kospi Futures. Outlook netral dalam jangka pendek dengan range perdagangan di sekitar area 226.00 - 230.65. Break ke luar dari range tersebut akan memberika petunjuk arah yang lebih jelas menuju 234.90 sebagai resisten selanutnya atau bahkan menguji support pada area 222.50 dan 216.90. Dalam jangka yang lebih panjang, kami masih lebih memilih outlook bearish selama harga bertahan di bawah area 240.00.

Pivot Levels

Support PIVOT Resistance Trend

EUR/USD 1.1043 1.1099 1.1135 1.1155 1.1191 1.1211 1.1267 Bullish

USD/JPY 117.63 118.42 118.84 119.21 119.63 120.00 120.79 Sideways

GBP/USD 1.5007 1.5124 1.5195 1.5241 1.5312 1.5358 1.5475 Bullish

USD/CHF 0.9628 0.9684 0.9717 0.9740 0.9773 0.9796 0.9852 Bullish

AUD/USD 0.6856 0.6892 0.6908 0.6928 0.6944 0.6964 0.7000 Bearish

Hang Seng 19353 19981 20239 20609 20867 21237 21865 Sideways

Nikkei 16665 17225 17540 17785 18100 18345 18905 Bearish

KOSPI 221.80 224.60 225.95 227.40 228.75 230.20 233.00 Sideways

FTSE 5941.7 6011.2 6040.8 6080.7 6110.3 6150.2 6219.7 Sideways

DAX 9857.5 9988.0 10054.0 10118.5 10184.5 10249.0 10379.5 Sideways

DOW 15618 15887 16033 16156 16302 16425 16694 Sideways

Gold 1102.46 1111.24 1115.35 1120.02 1124.13 1128.80 1137.58 Bearish

OIL 41.39 43.10 43.67 44.81 45.38 46.52 48.23 Sideways

(5)

Upcoming Data and Events Monday, September 07

th

WIB Loc Economic Data Period Impact Actual Forecast Val Last

06:30 AU AIG Construction Index Aug Low 53.8 - Ind 47

08:30 AU ANZ Job Advertisements m/m Aug Med 1.0 - % -0.5

12:00 JP Leading Indicators Jul Low 104.9 104.9 % 106.5

13:00 DE German Industrial Production m/m Jul Low 0.7 0.9 % -0.9

14:00 CH Foreign Currency Reserves Aug Med 540 - Bln 532

15:30 EZ Sentix Investor Sep Low 13.6 16.2 Ind 18.4

7

th

-10th GB Halifax HPI m/m Aug Med - - % -0.6

Tuesday, September 08

th

WIB Loc Economic Data Period Impact Actual Forecast Val Last

05:45 NZ Manufacturing Sales q/q Q2 Low % -2.8

06:50 JP Current Account Jul Med 1.25 Trln 1.30

JP Final GDP q/q Q2 Med -0.4 % -0.4

JP Bank Lending y/y Aug Low - % 2.6

08:30 AU NAB Business Confidence Aug High - Ind 4

09:00 CN Trade Balance Aug High 48.20 Bln 43.03

12:45 CH Unemployment Rate Aug Low 3.3 % 3.3

13:00 DE German Trade Balance Jul Low 22.2 Bln 24.0

13:45 FR French Gov Budget Balance Jul Low - Bln 58.5

FR French Trade Balance Jul Low -3.2 Bln -2.7

16:00 EZ Revised GDP q/q Q2 Low 0.3 % 0.3

21:00 US Labor Market Condition Index m/m Aug Low - Ind 1.1

AGENDA ON SEPTEMBER 08

th

2015

EVANSTON : Presiden Bank Federal Reserve Bank Minneapolis Narayana Kocherlakota berpidato tentang "Outlook Untuk Kebijakan Moneter AS " di acara Advanced Workshop for Central Bankers - 0415 WIB/Rabu . LONDON : Menteri Keuangan Inggris George Osborne hadir di acara House of Lords Economic Affairs Committee -

2130 WIB.

EARNINGS & FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON TUESDAY -- Tidak Ada Laporan Eranings Pada Hari Ini---

DIARY GOVERNMENT DEBT AUCTIONS

Jepang : Lelang obligasi pemerintah bertenor 30 tahun & Lelang surat berharga diskonto 6 bulan Inggris : Lelang surat berharga yang jatuh tempo di tahun 2045

Amerika Serikat : Lelang surat berharga bertenor 3 tahun

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2015

A Week September Year 2015

CUR HIGH LOW RANGE HIGH LOW HIGH LOW

EUR 1.1176 1.1120 56 1.1331 1.1086 1.2108 1.0461

JPY 119.57 118.78 79 121.23 118.58 125.84 115.84

GBP 1.5287 1.5170 117 1.5407 1.5164 1.5929 1.4564

CHF 0.9762 0.9706 56 0.9769 0.9567 1.0238 0.8058

AUD 0.6948 0.6912 36 0.7161 0.6907 0.8295 0.6907

IDR 14249 14230 19 14249 13970 14249 12380

GOLD 1124.70 1115.92 8.78 1147.80 1115.92 1307.49 1077.22

(6)

CURRENCY MARKET RANGE TRADING on September 07

th

2015

Currency Open High Low Close Range Change Previous

EUR 1.1151 1.1176 1.1120 1.1170 56 0.17% 1.1151

JPY 119.14 119.57 118.78 119.27 79 0.22% 119.01

GBP 1.5193 1.5287 1.5170 1.5266 117 0.63% 1.5171

CHF 0.9716 0.9762 0.9706 0.9751 56 0.32% 0.9720

AUD 0.6917 0.6948 0.6912 0.6924 36 0.22% 0.6909

CAD 1.3274 1.3307 1.3243 1.3307 64 0.20% 1.3280

SGD 1.4236 1.4284 1.4224 1.4271 60 0.25% 1.4235

IDR 14210 14249 14230 14250 19 0.60% 14165

GOLD 1123.20 1124.70 1115.92 1119.45 8.78 -0.34% 1123.25

SILVER 14.62 14.67 14.46 14.52 0.21 -0.41% 14.58

OIL 45.82 45.94 44.23 44.25 1.71 -3.32% 45.77

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency Open High Low Close Range Change Previous

EUR / JPY 132.87 133.34 132.63 133.26 71 0.38% 132.75

EUR / CHF 1.0837 1.0898 1.0828 1.0895 70 0.51% 1.0840

EUR / GBP 0.7340 0.7355 0.7297 0.7315 58 -0.50% 0.7352

CHF / JPY 122.55 122.97 122.22 122.36 75 -0.02% 122.39

AUD / JPY 82.61 83.07 82.22 82.60 85 0.41% 82.26

GBP / CHF 1.4763 1.4919 1.4741 1.4894 178 1.00% 1.4746

GBP / JPY 181.02 182.51 180.41 182.13 210 0.83% 180.63

EUR / CAD 1.4806 1.4866 1.4746 1.4867 120 0.41% 1.4806

EUR / AUD 1.6073 1.6138 1.6039 1.6134 99 0.01% 1.6133

GBP / AUD 2.1901 2.2081 2.1857 2.2054 224 0.45% 2.1955

AUD / NZD 1.1019 1.1086 1.0979 1.1063 107 0.59% 1.0998

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency Open High Low Close Range Change Previous

SSIamU5 17650 18025 17470 17905 555 0.48% 17820

SSIpmU5 17910 17910 17800 17855 110 -0.28% 17905

.N225 17674.82 18013.64 17478.72 17860.47 534.92 0.38% 17792.16

NIYU5 17845 17910 17800 17845 110 1.19% 17635

KSU5 227.05 228.80 226.05 227.30 2.75 0.00% 227.30

HSIU5 20404 20980 20352 20496 628 0.37% 20420

.HSI 20683.31 21056.39 20579.93 20583.52 476.46 -1.23% 20840.61

.JKSE 4397.222 4398.009 4297.821 4301.365 100.188 -2.58% 4415.343

FFIM5 6053.0 6120.5 6051.0 6070.5 69.5 0.67% 6030.0

FDXM5 10100.0 10183.0 10052.5 10120.0 130.5 1.00% 10020.0

DJM5 16090 16280 16011 16178 269 0.37% 16119

.DJI H O L I D A Y

NQM5 4181.75 4243.75 4180.00 4211.50 63.8 0.42% 4194.00

.IXIC H O L I D A Y

ESM5 1916.75 1944.50 1915.75 1931.00 28.8 0.48% 1921.75

USD 96.225 96.424 96.037 96.151 0.387 -0.07% 96.220

(7)

US Market Movers

Most Actives

Stocks Price % Change

H O L I D A Y

Top Gainers

Stocks Price % Change

H O L I D A Y

Top Losers

Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Composed by:

Research and Analysis Team Email: [email protected] www.monexnews.com

Stocks Price % Change

H O L I D A Y

Referensi

Dokumen terkait

Resisten terdekat ada di sekitar area 1.3065, break ke atas area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji area 1.3150 namun secara

Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek, khususnya jika harga berhasil anjlok secara meyakinkan dibawah area 0.8925 untuk menambah tekanan bearish mengincar target

Support terdekat ada di sekitar area 92.55, break konsisten ke bawah area tersebut dapat memicu tekanan bearish lanjutan menguji area 92.00 namun koreksi bearish saat ini

Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat terletak di dekat area 1.3880 dan target yang lebih rendah berada di area 1.3810 sedangkan support kunci di kisaran

Bias bearish dalam jangka pendek, berpotensi menguji area 1.0560 Penembusan di bawah area tersebut akan membawa harga turun menuju area 1.0510.. Pada pergerakan ke atas, penembusan

Dari perspektif harian, bias masih bearish selama harga bertahan di bawah area 0.8240, dengan break ke bawah support pada area 0.8130 dapat mambawa harga turun untuk kembali

Break kembali di atas area tersebut akan membawa harga ke zona netral dalam jangka pendek, dengan kemungkinan menguji ulang area 1193.70.. Bias terlihat bearish pada grafik

Untuk pergerakan turun, support terdekat ada di sekitar area 1.6170, break ke bawah area tersebut dapat membawa harga menuju zona netral dalam jangka pendek menguji area