• Tidak ada hasil yang ditemukan

25 Februari Market Review

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "25 Februari Market Review"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

25 Februari 2016

Market Review

Sterling Terbenam Dalam Dampak Brexit dan Risk Aversion.

Pelemahan Sterling tidak terbendung dalam kecemasan Brexit serta penurunan harga minyak mentah yang membuat investor lebih memilih aset-aset safe haven. Sterling jatuh ke bawah $1.40 untuk pertama kalinya sejak krisis finansial di tahun 2009. Tingkat volatilitas Sterling yang mencapai level tertinggi lebih dari 4-tahun. Tingkat volatilitas yang tinggi mencerminkan ketakutan investor yang semakian kuat akan kekuatan Sterling serta peluang adanya fluktuasi yang lebih signifikan dalam beberapa bulan mendatang. Sterling dinilai sebagai perdagangan yang lebih berisiko dibandingkan mata uang negara-maju lain karena defisit transaksi berjalan domestik yang besar serta tingkat suku bunga acuan yang tinggi. Dalam kondisi risk appetite yang dipicu pelemahan harga minyak, investor pun lebih melirik aset-aset safe haven seperti Yen, Franc, dan emas.

Risk Aversion Menggiring Investor Mencari Safe Haven Yen.

Yen kembali menguat terhadap pasangan mata uangnya seiring sentimen risk aversion serta potensi stimulus tambahan dari bank sentral Jepang. Penguatan Yen bermula dari pernyatan Gubernur Bank of Japan (BoJ) mengatakan bank sentral tidak akan ragu untuk bertindak jika volatilitas pasar dapat mengancam usaha memerangi deflasi. Penguatan Yen semakin terpicu ketika harga minyak mentah terbenam di bawah level $31 per barel. Pelamahan minyak mentah ikut menyeret valuasi saham-saham global sehingga memperkuat sentimen risk aversion untuk dua sesi beruntun.

Euro Ikut Terseret Kecemasan Brexit.

Euro memasuki penurunan beruntun selama 3 sesi berturut-turut dalam kecemasan keluarnya Inggris dari Uni Eropa akan berdampak sama buruknya terhadap euro seperti terhadap pound. Euro anjlok ke level rendah 3-pekan terhadap dollar dan pound anjlok ke bawah level $1.39 untuk pertama kalinya sejak Maret 2009 dengan polling terkini mensinyalkan hasil yang ketat. Polling melalui telepon oleh ComRes untuk Daily Mail menunjukkan 51% warga Inggris memilih untuk tetap berada di dalam Uni Eropa dan 39% lainnya mendukung agar keluar. Polling online oleh YouGov Plc untuk the Times mensinyalkan hasil yang lebih ketat, dengan kubu "Brexit" memimpin perolehan suara sebanyak 1%, yaitu 38% dengan 37%. Euro juga tertekan oleh spekulasi bahwa ECB akan menambah program QE di bulan Maret.

Fed Lacker: Peluang Rate Hike Masih Terbuka.

Presiden Federal Reserve bagian Richmond Jeffrey Lacker pada hari Rabu mengatakan bahwa abhwa masih ada peluang untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut, sinyal bahwa dapat berlangsung debat mengenai kenaikan suku bunga di dalam bank sentral bulan depan.

Menyusul penurunan bursa saham global selama hampir 2 bulan dan meningkatnya kecemasan perlambatan ekonomi global, investor memperkirakan the Fed hampir mustahil akan menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan tanggal 15-16 Maret nanti. Lacker tidak berkomentar mengenai waktu kenaikan suku bunga selanjutnya namun mengatakan bahwa tidak ada bukti resesi di AS dalam jangka pendek dan menjelaskan bahwa menurutnya the Fed perlu menaikkan suku bunga untuk menjaga laju inflasi tidak naik terlalu tinggi.

(2)

Terkepung Sentimen Negatif, Mayoritas Saham Asia Ditutup Merah.

Mayoritas saham Asia mengakhiri perdagangan hari Rabu di zona merah, dengan sentimen investor terbebani oleh kombinasi dari sejumlah faktor negatif seperti penurunan harga minyak, keraguan atas kemampuan bank sentral dalam memacu pertumbuhan, data ekonomi lemah dan kekhawatiran baru tentang Renminbi China. Indeks Shanghai Composite mampu melawan tren pelemahan dengan ditutup 0,9% lebih tinggi, seiring lonjakan saham industri dan infrastruktur membantu mengimbangi penurunan di ChiNext. Sementara indeks Hang Seng merosot 1,1%

seiring saham China yang listing di bursa Hong Kong membukukan penurunan tertajam dalam hampir 2- minggu. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup turun 0,85% pada level terendah sepekan, dipicu penurunan harga minyak serta apresiasi Yen yang membebani saham eksportir. Di Korea Selatan, indeks KOSPI tergelincir 0,09% pasca data pemerintah menunjukkan utang rumah tangga mencatat kenaikan kuartalan terbesar dan menyentuh rekor tertinggi 1.207 trilyun Won ($977 milyar).

Sektor Komoditas Kembali Tenggelamkan Bursa Eropa.

Bursa saham Eropa kembali merasakan tekanan dari harga minyak dan sektor komoditas pada hari Rabu, sementara laporan earning belum mampu memperbaiki sentimen para pelaku pasar. Harga minyak membuat bursa bergerak bagai roller coaster setelah hilangnya harapan akan pemangkasan jumlah produksi. Pada hari Selasa, Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali bin Ibrahim Al-Naimi, mengatakan tidak akan ada pemangkasan produksi untuk mengatasi berlebihnya suplai minyak global. Indeks DAX Jerman melemah 2,6% menjadi 9.167,80. Indeks FTSE 100 turun 1,6%

menjadi 5.867,18. Sementara CAC 40 Prancis berakhir melemah 2% menjadi 4.155,34, tingkat keyakinan konsumen Prancis dilaporkan menurun di bulan Februari dari bulan Januari.

Wall Street Melambung Seiring Rebound Harga Minyak.

Bursa Wall Street sempat terkoreksi namun berhasil berbalik ke teritori positif di hari Rabu setelah harga minyak mentah AS berjangka rebound sehingga menghapus kerugian sebelumnya, namun kejatuhan saham sektor finansial masih membatasi penguatan indeks utama. Saham sektor keuangan pada S&P500 telah anjlok 14% sepanjang tahun 2016. Bank of America sendiri telah ambruk 30% sepanjang tahun ini, sedangkan Citigroup melemah 29%. Aksi selloff saham sektor perbankan ini mencerminkan kecemasan atas kesehatan perekonomian AS, prospek dipertahankannya suku bunga rendah untuk periode yang lebih lama dengan kejatuhan harga minyak selama berbulan-bulan. Terkait resiko harga minyak, J.P. Morgan Chase memperkirakan penimbunan stok cadangan minyak yang terus bertambah seiring potensi kerugian energi selama kwartal pertama.

Emas Sentuh Level Tertinggi Lebih Dari Sepekan.

Emas sempat menyentuh level tertinggi dalam lebih dari sepekan terakhir pada hari Rabu setelah data penjualan rumah baru AS memberikan kecemasan akan pasar finansial, membuat investor beralih ke aset safe haven. Bursa global yang kembali dilanda sell off dalam beberapa hari terakhir memberikan keuntungan bagi emas, sepanjang tahun ini logam mulia telah menguat sekitar 17%, berdasarakan data dari FactSet. Kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, berada di level tertinggi sejak Maret 2015. Inflow ke SPDR sejak awal tahun telah melampaui outflow sepanjang tahun 2015.

Permintaan Bensin Meningkat, Minyak Menguat.

Sempat melemah di awal sesi, minyak mentah WTI menguat pada hari Rabu, naiknya permintaan akan bensin mampu mengimbangi persediaan minyak mentah AS yang berada di rekor tertinggi. Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak AS naik 3,5 juta barel pada pekan lalu, mencapai rekor tertinggi 507 juga barel. Namun permintaan bensin AS selama empat pekan terakhir naik lebih dari 5% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Persediaan bahan bakar kendaraan bermotor juga turun dari rekor tertinggi akibat turunya aktivitas kilang minyak. Namun beberapa trader memperkirakan harga minyak akan kembali melemah akibat pada hari Selasa Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengesampingkan kemungkinan penurunan jumlah produksi.

(3)

Emiten Chipotle Merosot Akibat Rekomendasi Sell.

Chipotle Mexican Grill melemah tajam di hari Selasa setelah Deutsche Bank menyarankan untuk menjual emiten tersebut akibat kekhawatiran franchise makanan burrito yang dapat menghadapi resiko kehilangan customer secara permanen menyusul krisis keamanan makanan. Serangkaian isu yang menimpa Chipotle tahun lalu dan sempat menyebabkan lebih dari 500 orang terkena penyakit telah menyebabkan harga saham emiten tersebut kolaps lebih dari setengahnya dari level rekor tinggi di bulan Agustus 2015. Namun semenjak itu harga emiten berhasil rebound sekitar 30 persen dari level rendahnya di January 2016, seiring pernyataan regulator AS bahwa isu bakteri E.Coli telah berakhri dan Chipotle kembali meluncurkan kampanye marketing untuk memperkuat loyalitas konsumen. Deutsche Bank merupakan satu-satunya investment banking yang memberikan rating sell pada emiten tersebut. Alhasil saham Chipotle telah merosot 21.8% dalam 12 bulan terakhir.

Home Depot Terkerek Naik Seiring Pesatnya Pasar Perumahan AS.

Emiten Home Depot berhasil menguat paska laporan penjualan triwulanan maupun laju laba yang naik lampaui estimasi seiring pesatnya pasar perumahan AS yang menguntungkan peritel perlengkapan rumah tersebut. Perusahaan yang berbasis di Atlanta tersebut melaporkan penjualan menanjak 9.5 persen YoY di kwartal hingga 31 January, naik menjadi

$21 milyar. Sementara laju earnings naik ke $1.5 milyar, atau setara $1.17 per lembar saham, dari semula $1.4 milyar, atau setara $1.05 per lembar saham di kwartal yang sama tahun sebelumnya. Perusahaan blue chip ini juga memperkirakan revenue meningkat 4.1 – 5.1%, lebih tinggi dibanding perkiraan semula. Home Depot telah diuntungkan dari solidnya pasar perumahan AS yang sempat pesimis untuk melakukan belanja perlengkapan rumah tangga.

Technical Outlook

EUR/USD.

Bias bullish untuk jangka pendek untuk menguji support terdekat terletak di kisaran 1.1110 dan penembusan area ini berpotensi mendongkrak harga ke dekat area 1.1200 dengan resisten kunci di kisaran 1.1300. Harga membutuhkan konsistensi penurunan di bawah area 1.0940 untuk membuka peluang pelemahan lanjutan menuju area 1.0870 dengan support kunci di dekat area 1.0790.

GBP/USD

. Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat terletak di dekat area 1.3880 dan target yang lebih rendah berada di area 1.3810 sedangkan support kunci di kisaran 1.3730. Sementara kenaikan konsisten di atas resisten terdekat di area 1.4040 berpotensi mendongkrak harga ke dekat area 1.4100 dengan resisten kunci di kisaran 1.4180.

USD/JPY

. Bias bearish untuk jangka pendek untuk membidik support terdekat di kisaran 110.80 dan pelemahan lanjutan akan menghadapi area 110.90. Support kunci terletak di dekat area 109.40. Harga akan membutuhkan konsistensi kenaikan di atas resisten terdekat 112.10 untuk mendorong harga ke target berikutnya 112.70 sebelum bisa mendekati resisten kunci di dekat area 113.50.

USD/CHF.

Bias berubah bearish setelah harga menembus ke bawah area 0.9890, menuju area 0.9800 dalam jangka pendek sebelum menguji area 0.9760 dan 0.9660. Resisten terdekat ada pada area 0.9890 diikuti oleh area 0.9970. Hanya break kembali ke atas area ini yang dapat membatalkan outlook bearish saat ini.

AUD/USD.

Bias masih bullish selama harga bertahan di atas area 0.7160, namun diperlukan break ke atas area 0.7280 untuk memicu momentum bullish lebih lanjut menuju area 0.7385. Untuk pergerakan turun, break ke bawah area 0.7160 akan mengakselarasi pergerakan bearish untuk menuju area 0.7095 atau bahkan 0.7000.

(4)

XAU/USD.

Bias intraday menjadi bullish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten diatas area 1237, untuk menambah tekanan bullish lebih lanjut mengincar area 1252. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 1226, anjlok secara konsisten dibawah area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area 1211.

Nikkei Futures.

Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek khususnya jika harga berhasil tembus dibawah area 15580 untuk memicu momentum bearish lebih lanjut mengincar area 15330. Resisten terdekat tampak di area 15750, berbalik secara konsisten diatas area tersebut dapat membawa harga ke zona netral karena arahnya menjadi kurang jelas di jangka pendek kemungkinan menguji area resisten 15980 sebelum melanjutkan trend pelemahan.

Hang Seng Futures.

Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 18845 untuk memicu tekanan bearish mengincar area support 18520. Di sisi atasnya, hanya penembusan konsisten diatas area 19030 baru dapat memicu skenario bullish reversal mengincar area resisten kunci 19335.

Kospi Futures.

Harga masih berada dalam range konsolidasi sekitar area 234.00 - 237.00. Diperlukan break ke atas area 237.00 untuk melanjutkan outlook bullish menuju area 239.75 sebelum menguji area 244.90.

Untuk pergerakan turun, break ke bawah area 234.00 akan menjadi ancaman bagi outlook bullish untuk bergerak turun menuju area 230.50 dan 227.60.

Pivot Levels

Support PIVOT Resistance Trend

EUR/USD 1.0828 1.0916 1.0965 1.1004 1.1053 1.1092 1.1180 Bullish

USD/JPY 109.38 110.60 111.40 111.82 112.62 113.04 114.26 Bearish

GBP/USD 1.3645 1.3794 1.3861 1.3943 1.4010 1.4092 1.4241 Bearish

USD/CHF 0.9697 0.9797 0.9842 0.9897 0.9942 0.9997 1.0097 Bearish

AUD/USD 0.7048 0.7116 0.7156 0.7184 0.7224 0.7252 0.7320 Bullish

Hang Seng 17940 18486 18688 19032 19234 19578 20124 Bearish

Nikkei 14590 15175 15410 15760 15995 16345 16930 Bearish

KOSPI 231.05 233.15 234.20 235.25 236.30 237.35 239.45 Bullish

FTSE 5648.0 5769.0 5844.5 5890.0 5965.5 6011.0 6132.0 Bearish

DAX 8674.0 8979.0 9142.5 9284.0 9447.5 9589.0 9894.0 Bearish

DOW 15663 16012 16243 16361 16592 16710 17059 Neutral

Gold 1171.92 1203.37 1216.44 1234.82 1247.89 1266.27 1297.72 Bullish

OIL 28.05 29.89 31.05 31.73 32.89 33.57 35.41 Neutral

(5)

Upcoming Data and Events

Wednesday, February 24th2016

WIB Loc Economic Data Period Impact Actual Forecast Val Last

07:30 AU Construction Work Done q/q Q4 Med -3.6 -2.1 % -1.8

AU Wage Price Index q/q Q4 Med 0.5 0.6 % 0.6

08:30 US FOMC Member Fischer Speaks Feb Med - - - -

14:00 CH UBS Consumption Indicator Jan Low 1.66 - Ind 1.61

16:30 GB BBA Mortgage Approvals Jan Low 47.5 45.2 K 43.7

18:00 GB CBI Realized Sales Feb Low 10 16 Ind 16

21:45 US Flash Service PMI Feb Low 49.8 53.4 Ind 53.2

22:00 US New Home Sales Jan Med 494 522 K 544

22:30 US Crude Oil Inventories w/e High 3.5 2.0 Mln 2.1

Thursday, February 25th2016

WIB Loc Economic Data Period Impact Actual Forecast Val Last

07:00 US FOMC Member Bullard Speaks Feb Med - - -

07:30 AU Private Capital Expenditure q/q Q4 High -3.1 % -9.2

14:00 DE Gfk Consumer Climate Feb Low 9.2 Ind 9.4

16:00 EZ M3 Money Supply y/y Jan Med 4.7 % 4.7

EZ Private Loans y/y Jan Low 1.5 % 1.4

16:30 GB Second Estimate GDP q/q Q4 High 0.5 % 0.5

GB Prelim Business Investment q/q Q4 Med 0.6 % 2.2

GB Index of Service 3m/3m Dec Low 0.7 % 0.6

17:00 EZ Final CPI y/y Jan Med 0.4 % 0.4

EZ Final Core CPI y/y Jan Low 1.0 % 1.0

IT Italian Retail Sales m/m Dec Low 0.5 % 0.3

20:30 US Core Durable Goods Orders m/m Jan High 0.2 % -1.0

US Unemployment Claims w/e High 271 K 262

US Durable Goods Orders m/m Jan Med 3.0 % -5.0

21:00 US HPI m/m Dec Low 0.5 % 0.5

AGENDA ON FEBRUARY 25th2016

NEW YORK : Presiden Bank Federal Reserve St. Louis, James Bullard berpidato tentang kebijakan dan ekonomi AS di Money Marketers of New York University - 0700 WIB.

NEW YORK : Presiden Bank Federal Reserve Bank San Francisco, John Williams berpidato tentang outlook ekonomi di sebuah acara yang diselenggarakan oleh New York University Stern School of Business - 2400 WIB.

EARNINGS & FACTORS TO WATCH FOR INDICES ON THURSDAY

H.K : AIA, C.P. Lotus, Champion Reit, Galaxy Ent, Global Brands, Ngai Hing Hong, Time Watch, Yat Sing Hldg

U.S : Baidu.com.Inc, GAP Inc DIARY GOVERNMENT DEBT AUCTIONS Amerika Serikat : Lelang obligasi bertenor 7 tahun

Jepang : Lelang surat berharga yang bertenor 3 bulan Jepang : Lelang obligasi pemerintah bertenor 2 tahun Italia : Lelang surat berharga

(6)

THE HIGHEST AND LOWEST LEVEL 2016

A Week February Year 2016

CUR HIGH LOW RANGE HIGH LOW HIGH LOW

EUR 1.1123 1.0956 167 1.1375 1.0709 1.1375 1.0709

JPY 113.37 111.03 234 121.67 110.96 121.67 110.96

GBP 1.4305 1.3877 428 1.4815 1.3877 1.4815 1.3877

CHF 1.0001 0.9851 150 1.0254 0.9659 1.0254 0.9659

AUD 0.7258 0.7135 123 0.7300 0.6825 0.7300 0.6825

IDR 13488 13375 113 13975 13300 13975 13300

GOLD 1253.21 1201.83 51.38 1263.32 1061.68 1263.32 1061.68

OIL 33.53 29.48 4.05 38.39 26.05 38.39 26.05

CURRENCY MARKET RANGE TRADING on February 24th2016

Currency Open High Low Close Range Change Previous

EUR 1.1021 1.1044 1.0956 1.1013 88 -0.05% 1.1018

JPY 111.90 112.25 111.03 112.19 122 0.07% 112.11

GBP 1.4003 1.4026 1.3877 1.3927 149 -0.67% 1.4021

CHF 0.9916 0.9951 0.9851 0.9888 100 -0.31% 0.9919

AUD 0.7215 0.7212 0.7144 0.7196 68 -0.10% 0.7203

CAD 1.3792 1.3857 1.3675 1.3700 182 -0.69% 1.3795

SGD 1.4068 1.4114 1.4018 1.4048 96 -0.18% 1.4074

IDR 13420 13450 13400 13415 50 -0.07% 13425

GOLD 1224.94 1253.21 1221.76 1229.50 31.45 0.30% 1225.85

SILVER 15.24 15.56 15.16 15.23 0.40 -0.39% 15.29

OIL 31.28 32.40 30.56 32.22 1.84 2.71% 31.37

CURRENCY CROSSES RANGE TRADING

Currency Open High Low Close Range Change Previous

EUR / JPY 123.32 123.62 122.44 123.54 118 0.02% 123.52

EUR / CHF 1.0927 1.0941 1.0836 1.0890 105 -0.31% 1.0924

EUR / GBP 0.7869 0.7923 0.7851 0.7907 72 0.61% 0.7859

CHF / JPY 112.82 113.43 112.37 113.43 106 0.31% 113.08

AUD / JPY 80.48 80.81 79.59 80.72 122 -0.02% 80.74

GBP / CHF 1.3884 1.3924 1.3724 1.3771 200 -0.92% 1.3899

GBP / JPY 156.71 157.29 154.70 156.22 259 -0.61% 157.18

EUR / CAD 1.5206 1.5265 1.5055 1.5091 210 -0.72% 1.5200

EUR / AUD 1.5320 1.5403 1.5258 1.5306 145 0.05% 1.5298

GBP / AUD 1.9464 1.9513 1.9289 1.9355 224 -0.55% 1.9463

AUD / NZD 1.0836 1.0872 1.0795 1.0806 77 -0.32% 1.0841

(7)

GLOBAL MARKET INDICES RANGE TRADING

Currency Open High Low Close Range Change Previous

SSIamH6 15815 15995 15715 15920 280 -1.00% 16080

SSIpmH6 15956 16105 15525 15645 580 -1.73% 15920

.N225 15851.13 16006.45 15753.77 15915.79 252.68 -0.85% 16052.05

NIYH6 15800 16075 15525 15940 550 0.69% 15830

KSH6 235.35 236.25 234.20 235.25 2.05 -0.32% 236.00

HSIG6 19372 19375 18829 18891 546 -2.76% 19427

HSIH6 19278 19280 18733 18795 547 -3.26% 19428

.HSI 19282.34 19360.8 19060.16 19192.45 300.64 -1.15% 19414.78

.JKSE 4643.824 4673.820 4627.644 4657.722 46.176 0.08% 4654.054

FFIZ5 5912.0 5935.0 5814.0 5920.0 121 -0.09% 5925.5

FDXZ5 9377.0 9425.0 9120.5 9306.0 304.5 -1.00% 9400.0

DJM5 16378 16480 16131 16473 349 0.47% 16396

DJI 16418.84 16507.39 16165.86 16484.99 341.5 0.32% 16431.78

NQM5 4156.50 4210.50 4084.75 4208.50 125.8 1.18% 4159.25

IXIC 4453.929 4547.644 4425.716 4542.606 121.928 0.87% 4503.583

ESM5 1914.00 1931.25 1886.75 1930.25 44.5 0.74% 1916.00

USD 97.421 97.916 97.230 97.456 0.686 0.03% 97.422

US Market Movers

Most Actives

Stocks Price % Change

VelocityShares 3x Long Crude Oil ETN 1.56 +3.31%

Bank of America 12.13 -0.25%

iPath S&P VIX ST Futures ETN 25.02 -0.64%

Chesapeake Energy 2.69 +22.83%

Frontier Communications 5.30 +4.33%

Top Gainers

Stocks Price % Change

HealthSouth 1.75 +45.83%

Sequential Brands Group 7.55 +32.92%

Ixia 11.93 +22.83%

Chesapeake Energy 2.69 +22.83%

Encana 3.68 +22.26%

Top Losers

Stocks Price % Change

Skyline Medical 1.70 -41.78%

Nephro Genex 0.70 -32.30%

C&J Energy Services 1.09 -32.30%

Gastar Exploration 2.34 -28.66%

The Advisory Board Company 26.50 -26.98%

(8)

Disclaimer:

Semua tulisan yang terdapat dalam publikasi ini hanya bersifat informasi saja dan tidak ditujukan sebagai saran untuk melakukan trading. PT.Monex Investindo Futures berusaha menyajikan berita terbaik, namun demikian kami tidak menjamin keakuratan dan kelengkapan dari semua informasi atau analisa yang tersedia. PT. Monex Investindo Futures tidak bertanggung jawab terhadap semua kerugian baik langsung maupun tidak langsung yang dialami oleh pembaca atau pihak lain akibat menggunakan informasi dari publikasi ini.

Composed by:

Research and Analysis Team Email:[email protected] www.monexnews.com

Referensi

Dokumen terkait

Support terdekat terlihat di kisaran area 101.75, break konsisten di bawah area tersebut akan membawa harga menuju zona netral seiring petunjuk akan menjadi tidak jelas dalam

Penurunan konsisten di bawah area ini akan membebani harga untuk membidik support berikutnya 118.20 atau bahkan support kunci di dekat area 117.60..

Bias intraday menjadi bearish di jangka pendek namun masih dibutuhkan penembusan konsisten dibawah area 20090 untuk memicu skenario koreksi bearish mengincar area support 19880..

Support di sekitar area 1.2380 masih menahan pergerakan turun harga, diperlukan break ke bawah area ini untuk melanjutkan koreksi bearish menuju area 1.2300 dalam jangka pendek

Bias bearish dalam jangka pendek untuk menguji support di sekitar area 0.7580, break ke bawah area ini dapat melanjutkan koreksi bearish untuk menuju support pada area 0.7480..

Support di sekitar area 1.2380 masih menahan harga untuk bergerak turun, diperlukan break ke bawah area ini untuk memicu koreksi bearish menuju area 1.2300 dalam jangka pendek

Untuk sisi bawahnya, area 1.1000 adalah level support terdekat, break di bawah area tersebut dapat memicu bearish lanjutan menguji ulang ke wilayah 1.0850..

Bias masih bearish dalam jangka pendek untuk menguji support pada area 0.6910, break ke bawah area ini akan melanjutkan bias bearish menuju area 0.6800 atau bahkan area