IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Tinjauan Tentang Kota Bandar Lampung a. Kondisi Geografis Daerah
Sebagai Ibu Kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung menjadi pusat kegiatan pemerintahan, sosial, politik, pendidikan dan kebudayaan. Kota Bandar Lampung juga merupakan pusat kegiatan perekonomian di Provinsi Lampung, karena terletak di wilayah yang strategis dan merupakan daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Jawa dan Sumatera sehingga secara ekonomis menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan, sebagai pusat perdagangan, industri dan wisata.
Jika dilihat dari iklim, Kota Bandar Lampung memiliki iklim tropis basah yang mendapat pengaruh dari angin musim. Suhu udara maksimum rata–rata 30,57 0 celcius, suhu minimum 25,34 0 celcius.
Kelembaban relative maksimum rata-rata 89,34% dan minimum
72,29%, intensitas penyinaran rata-rata 0,25 jam, kecepatan angin rata-
rata adalah 2,34 km/jam dan rata-rata evaporasi 3.95 mm/hari. Curah
hujan bervariasi 67,22 mm pada Bulan September s/d 277,8 mm pada
Bulan Januari. Curah hujan yang tinggi (>100mm/bulan) terjadi selama tujuh bulan mulai Bulan November s/d Bulan Mei dan musin kemarau curah hujan <100 mm/bulan terjadi selama lima bulan mulai dari Bulan Juni s/d Bulan Oktober.
b. Luas Wilayah dan Batas Administrasi Daerah
Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah 197,22 km² atau 19.722 hektar. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, Wilayah Administrasi Kota Bandar Lampung terdiri dari 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan.
Tabel 2. Data Wilayah Administrasi Kota Bandar Lampung
No Kecamatan Luas Wilayah (Km2)
Jumlah Kelurahan
Jumlah Lingkungan
Jumlah RT
1. Teluk Betung Barat 11,02 5 14 98
2 Teluk Betung Timur 14,83 6 14 99
3 Teluk Betung Selatan 3,79 6 14 141
4 Bumi Waras 3,37 5 12 153
5 Panjang 15,75 8 20 227
6 Tanjung Karang Timur 2,03 5 11 109
7 Kedamaian 8,21 7 16 126
8 Teluk Betung Utara 4,33 6 12 161
9 Tanjung Karang Pusat 4,05 7 14 148
10 Enggal 3,49 6 13 199
11 Tanjung Karang Barat 14,99 7 16 130
12 Kemiling 24,24 9 20 240
13 Langkapura 6,12 5 11 73
14 Kedaton 4,79 7 16 136
15 Rajabasa 13,53 7 14 105
16 Tanjung Senang 10,63 5 11 105
17 Labuhan Ratu 7,79 6 12 91
18 Sukarame 14,75 6 13 117
19 Sukabumi 20,60 7 16 157
20 Wayhalim 5,35 6 16 184
Jumlah 197,22 126 285 2.719
Sumber : Kota Bandar Lampung dalam Angka Tahun 2013, BPS 2013
(Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Bandar Lampung Tahun 2013)
Secara Geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5 0 20‟ sampai dengan 5 0 30‟ Lintang Selatan dan 105 0 28‟ sampai dengan 105 0 37‟
Bujur Timur. Letak tersebut berada pada Teluk Lampung di ujung selatan Pulau Sumatera. Secara administratif batas daerah Kota Bandar Lampung adalah :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan serta Teluk Lampung.
3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gedong Tataan dan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.
4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.
2. Gambaran Umum Demografis Kota Bandar Lampung
Demografis Kota Bandar Lampung menggambarkan kondisi penduduk
Kota Bandar Lampung yang meliputi jumlah, komposisi, struktur dan
perkembangannya. Demografis Kota Bandar Lampung berguna untuk
menyusun perencanaan dan pembangunan disegala bidang seperti bidang
pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lainnya, selain itu kondisi
demografis Kota Bandar Lampung juga menjadi salah satu dasar dalam
menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh Pemeritah
Daerah Kota Bandar Lampung.
Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung tahun 2012 berdasarkan hasil estimasi Sensus Penduduk 2010 tercatat sebesar 902.885 jiwa yang terdiri dari 456.620 jiwa penduduk laki-laki dan 446.265 perempuan. Angka ini menempatkan Kota Bandar Lampung di posisi 4 populasi terbesar di Provinsi Lampung setelah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan. Perkembangan penduduk pada tahun 2012 juga menunjukkan peningkatan dengan membandingkan jumlah penduduk pada tahun 2011 sebanyak 891.837 jiwa terlihat bahwa Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Bandar Lampung pada tahun 2012 mencapai 1.29%.
Perbandingan antara penduduk laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang disebut Rasio Jenis Kelamin atau Sex Ratio (SR). Pada tahun 2012, Sex Ratio menunjukkan angka 102,3 artinya
bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 102 penduduk laki-laki.
Rasio jenis kelamin penduduk Kota Bandar Lampung selama periode 2010–2012 menunjukkan angka diatas 100. Hal tersebut mengindikasikn bahwa selama periode 2010-2012 proporsi penduduk laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.
Kepadatan penduduk suatu daerah berkaitan dengan daya dukung daerah
tersebut, salah satunya memiliki akses fasilitas yang baik. Tiga Kecamatan
yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi adalah
Kecamatan Tanjung Karang Pusat (11.166 jiwa/km²), Kecamatan Teluk
Betung Selatan (9.031 jiwa/km²) dan Kecamatan Kedaton (8.244
jiwa/km²). secara rata-rata, kepadatan penduduk Kota Bandar Lampung tahun 2012 adalah sebesar 4.578 jiwa/km².
Tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi akan sangat mempempengaruhi pertumbuhan angkatan kerja, semakin besar jumlah penduduk usia kerja, maka otomatis jumlah angkatan kerja akan bertambah, baik itu sebagai pekerja maupun sebagai pencari kerja. Sejarah perkembangan bangsa-bangsa di dunia menunjukkan bahwa keunggulan suatu bangsa dalam berbagai bidang tidak semata-mata tergantung pada keunggulan sumber daya alam yang dimilikinya, melainkan oleh sumber daya manusianya yang mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.
Semakin bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas dan ikut berperan serta dalam pembangunan juga semakin selektif. Oleh sebab itu persaingan di bidang pendidikan juga semakin meningkat, karena tingkat pendidikan memberikan cerminan tentang kemampuan dan pengetahuan seseorang.
3. Kondisi Ekonomi Kota Bandar Lampung
Gambaran secara menyeluruh tentang kondisi perekonomian suatu daerah dapat diperoleh dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Penghitungan PRDB menggunakan dua macam harga, yaitu PRDB atas
dasar harga berlaku dan PRDB atas dasar harga konstan. PRDB atas dasar
harga berlaku dapat digunakan untuk melihat struktur ekonomi. Selain itu
indikator yang sangat popular yang dapat diturunkan dari pendapatan regional atas dasar harga berlaku adalah pendapatan perkapita.
Pendapatan perkapita merupakan rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing penduduk, yang akan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sedangkan PRDB atas dasar daftar harga konstan digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi masing-masing sektor akan dapat memberikan gambaran untuk mengukur sampai seberapa jauh keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian daerahnya.
Struktur ekonomi digunakan untuk menunjukkan komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan atau diandalkan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Sebagaimana perkotaan lainnya. perekonomian Kota Bandar Lampung memiliki ciri khas yang bertumpu pada sektor sekunder dan tersirer. Sektor sekunder mencakup sektor industri, sektor listrik, gas dan air bersih, dan sektor bangunan.
Input sektor ini berasal dari sektor primer. Sedangkan sektor tersier
mencakup sektor perdagangan, hotel, rumah makan, sektor angkutan dan
komunikasi, sektor lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan
serta sektor jasa-jasa. Umumnya sektor ini inputnya berasal dari sektor
sekunder dan outputnya berupa service (jasa).
Perekonomian Kota Bandar Lampung Tahun 2012 masih didominasi oleh 5 (sektor) kegiatan ekonomi yakni sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa-jasa.
Hal ini terlihat dari kontribusi masing-masing sektor tersebut terhadap pembentukan PRDB kota Bandar Lampung.
B. Tinjauan Tentang Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung 1. Pembentukan Organisasi dan SK Pembentukan
Organisasi atau Kelembagaan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 159 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Badan Kepegawaian Daerah sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 ayat (1 dan 2)
“bahwa disetiap daerah dibentuk Badan Kepegawaian Daerah.”
Implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 159 Tahun 2000 diatur dalam
Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2008, tentang
Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi
Pamong Praja Daerah Kota Bandar Lampung yang dipertegas dalam
Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 22 tahun 2008 tentang
perubahan atas Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 67 Tahun
2001 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah
Kota Bandar Lampung.
2. Gambaran Singkat Tupoksi Organisasi
Berdasarkan Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 22 Tahun 2008, tentang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung, bahwa kedudukan Badan Kepegawaian Daerah adalah Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan, merupakan unsur pendukung Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah dalam hal penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pengelolaan dan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah, mempunyai tugas pokok membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah, penyampaian informasi kepegawaian daerah Kota Bandar Lampung kepada Badan Kepegawaian Negara dan Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Lampung.
Dalam penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana di atas, Badan Kepegawaian Daerah mempunyai fungsi :
a. Penyusunan Peraturan perundang-undangan daerah di bidang kepegawaian sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan Pemerintah;
b. Perencanaan dan pengembangan Kepegawaian Daerah Kota;
c. Penyusunan Kebijakan Teknis Pengembangan Kepegawaian Daerah
Kota;
d. Penyiapan dan Pelaksanaan Pengangkatan, Kenaikan Pangkat, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan;
e. Pelayanan Administrasi Kepegawaian dalam dan dari jabatan sturuktural atau fungsional sesuai dengan norma dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan;
f. Penyiapan Penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraaan Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan;
g. Penyelenggaraan Administrasi Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota;
h. Pengelolaan Sistem Informasi Kepegawaian Daerah Kota.
3. Gambaran Cakupan Kegiatan/Wilayah Pelayanan Ruang Lingkup Badan Kepegawaian Daerah antara lain :
a. Perumusan Kebijakan Teknis dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;
b. Pemberian dukungan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;
c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;
d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota dibidang Kepegawaian Daerah;
e. Pelayanan Administratif.
4. Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung
Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung terdiri dari :
1. Kepala Badan.
2. Sekretariat, membawahi :
a. Sub. Bagian Penyusunan Program, Monitoring dan Evaluasi;
b. Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian;
c. Sub. Bagian Keuangan.
3. Bidang Pengadaan, Kepangkatan dan Penggajian Pegawai, membawahi:
a. Sub. Bidang Pengadaan Pegawai;
b. Sub. Bidang Kepangkatan dan Penggajian Pegawai.
4. Bidang Mutasi dan Pengembangan Pegawai membawahi : a. Sub. Bidang Mutasi Pegawai;
b. Sub Bidang Pengembangan Pegawai.
5. Bidang Pembinaan, Pemberhentian, Data dan Informasi Kepegawaian membawah:
a. Sub.Bidang Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai;
b. Sub Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian.
6. Bidang Pendidikan dan Pelatihan, membawahi : a. Sub.Bidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural;
b. Sub.Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional.
7. Kelompok Jabatan Fungsional.
Gambar 4. Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Berdasarkan : SK Walikota Bandar Lampung No. 22 tahun 2008 Tanggal 11-02-2008
KABID PENDIDIKAN
DAN
PELATIHAN
KASUBBID DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL
KASUBBID DIKLAT STRUKTURAL
KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL
KEPALA BADAN