• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Tinjauan Tentang Kota Bandar Lampung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IV. HASIL DAN PEMBAHASAN. 1. Tinjauan Tentang Kota Bandar Lampung"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

(1)

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian

1. Tinjauan Tentang Kota Bandar Lampung a. Kondisi Geografis Daerah

Sebagai Ibu Kota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung menjadi pusat kegiatan pemerintahan, sosial, politik, pendidikan dan kebudayaan. Kota Bandar Lampung juga merupakan pusat kegiatan perekonomian di Provinsi Lampung, karena terletak di wilayah yang strategis dan merupakan daerah transit kegiatan perekonomian antar Pulau Jawa dan Sumatera sehingga secara ekonomis menguntungkan bagi pertumbuhan dan pengembangan, sebagai pusat perdagangan, industri dan wisata.

Jika dilihat dari iklim, Kota Bandar Lampung memiliki iklim tropis basah yang mendapat pengaruh dari angin musim. Suhu udara maksimum rata–rata 30,57 0 celcius, suhu minimum 25,34 0 celcius.

Kelembaban relative maksimum rata-rata 89,34% dan minimum

72,29%, intensitas penyinaran rata-rata 0,25 jam, kecepatan angin rata-

rata adalah 2,34 km/jam dan rata-rata evaporasi 3.95 mm/hari. Curah

hujan bervariasi 67,22 mm pada Bulan September s/d 277,8 mm pada

(2)

Bulan Januari. Curah hujan yang tinggi (>100mm/bulan) terjadi selama tujuh bulan mulai Bulan November s/d Bulan Mei dan musin kemarau curah hujan <100 mm/bulan terjadi selama lima bulan mulai dari Bulan Juni s/d Bulan Oktober.

b. Luas Wilayah dan Batas Administrasi Daerah

Kota Bandar Lampung memiliki luas wilayah 197,22 km² atau 19.722 hektar. Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 12 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 04 Tahun 2012 tentang Penataan dan Pembentukan Kelurahan dan Kecamatan, Wilayah Administrasi Kota Bandar Lampung terdiri dari 20 Kecamatan dan 126 Kelurahan.

Tabel 2. Data Wilayah Administrasi Kota Bandar Lampung

No Kecamatan Luas Wilayah (Km2)

Jumlah Kelurahan

Jumlah Lingkungan

Jumlah RT

1. Teluk Betung Barat 11,02 5 14 98

2 Teluk Betung Timur 14,83 6 14 99

3 Teluk Betung Selatan 3,79 6 14 141

4 Bumi Waras 3,37 5 12 153

5 Panjang 15,75 8 20 227

6 Tanjung Karang Timur 2,03 5 11 109

7 Kedamaian 8,21 7 16 126

8 Teluk Betung Utara 4,33 6 12 161

9 Tanjung Karang Pusat 4,05 7 14 148

10 Enggal 3,49 6 13 199

11 Tanjung Karang Barat 14,99 7 16 130

12 Kemiling 24,24 9 20 240

13 Langkapura 6,12 5 11 73

14 Kedaton 4,79 7 16 136

15 Rajabasa 13,53 7 14 105

16 Tanjung Senang 10,63 5 11 105

17 Labuhan Ratu 7,79 6 12 91

18 Sukarame 14,75 6 13 117

19 Sukabumi 20,60 7 16 157

20 Wayhalim 5,35 6 16 184

Jumlah 197,22 126 285 2.719

Sumber : Kota Bandar Lampung dalam Angka Tahun 2013, BPS 2013

(Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Walikota Bandar Lampung Tahun 2013)

(3)

Secara Geografis Kota Bandar Lampung terletak pada 5 0 20‟ sampai dengan 5 0 30‟ Lintang Selatan dan 105 0 28‟ sampai dengan 105 0 37‟

Bujur Timur. Letak tersebut berada pada Teluk Lampung di ujung selatan Pulau Sumatera. Secara administratif batas daerah Kota Bandar Lampung adalah :

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan.

2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran dan Kecamatan Katibung Kabupaten Lampung Selatan serta Teluk Lampung.

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Gedong Tataan dan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran.

4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan.

2. Gambaran Umum Demografis Kota Bandar Lampung

Demografis Kota Bandar Lampung menggambarkan kondisi penduduk

Kota Bandar Lampung yang meliputi jumlah, komposisi, struktur dan

perkembangannya. Demografis Kota Bandar Lampung berguna untuk

menyusun perencanaan dan pembangunan disegala bidang seperti bidang

pendidikan, kesehatan dan bidang-bidang lainnya, selain itu kondisi

demografis Kota Bandar Lampung juga menjadi salah satu dasar dalam

menentukan kebijakan-kebijakan yang akan diambil oleh Pemeritah

Daerah Kota Bandar Lampung.

(4)

Jumlah penduduk Kota Bandar Lampung tahun 2012 berdasarkan hasil estimasi Sensus Penduduk 2010 tercatat sebesar 902.885 jiwa yang terdiri dari 456.620 jiwa penduduk laki-laki dan 446.265 perempuan. Angka ini menempatkan Kota Bandar Lampung di posisi 4 populasi terbesar di Provinsi Lampung setelah Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Timur dan Kabupaten Lampung Selatan. Perkembangan penduduk pada tahun 2012 juga menunjukkan peningkatan dengan membandingkan jumlah penduduk pada tahun 2011 sebanyak 891.837 jiwa terlihat bahwa Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Bandar Lampung pada tahun 2012 mencapai 1.29%.

Perbandingan antara penduduk laki-laki dan perempuan akan menghasilkan suatu ukuran yang disebut Rasio Jenis Kelamin atau Sex Ratio (SR). Pada tahun 2012, Sex Ratio menunjukkan angka 102,3 artinya

bahwa setiap 100 penduduk perempuan terdapat 102 penduduk laki-laki.

Rasio jenis kelamin penduduk Kota Bandar Lampung selama periode 2010–2012 menunjukkan angka diatas 100. Hal tersebut mengindikasikn bahwa selama periode 2010-2012 proporsi penduduk laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan.

Kepadatan penduduk suatu daerah berkaitan dengan daya dukung daerah

tersebut, salah satunya memiliki akses fasilitas yang baik. Tiga Kecamatan

yang mempunyai tingkat kepadatan penduduk yang cukup tinggi adalah

Kecamatan Tanjung Karang Pusat (11.166 jiwa/km²), Kecamatan Teluk

Betung Selatan (9.031 jiwa/km²) dan Kecamatan Kedaton (8.244

(5)

jiwa/km²). secara rata-rata, kepadatan penduduk Kota Bandar Lampung tahun 2012 adalah sebesar 4.578 jiwa/km².

Tingkat pertumbuhan penduduk yang relatif tinggi akan sangat mempempengaruhi pertumbuhan angkatan kerja, semakin besar jumlah penduduk usia kerja, maka otomatis jumlah angkatan kerja akan bertambah, baik itu sebagai pekerja maupun sebagai pencari kerja. Sejarah perkembangan bangsa-bangsa di dunia menunjukkan bahwa keunggulan suatu bangsa dalam berbagai bidang tidak semata-mata tergantung pada keunggulan sumber daya alam yang dimilikinya, melainkan oleh sumber daya manusianya yang mampu mengolah dan memanfaatkan sumber daya alam yang ada.

Semakin bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan akan sumber daya manusia yang berkualitas dan ikut berperan serta dalam pembangunan juga semakin selektif. Oleh sebab itu persaingan di bidang pendidikan juga semakin meningkat, karena tingkat pendidikan memberikan cerminan tentang kemampuan dan pengetahuan seseorang.

3. Kondisi Ekonomi Kota Bandar Lampung

Gambaran secara menyeluruh tentang kondisi perekonomian suatu daerah dapat diperoleh dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Penghitungan PRDB menggunakan dua macam harga, yaitu PRDB atas

dasar harga berlaku dan PRDB atas dasar harga konstan. PRDB atas dasar

harga berlaku dapat digunakan untuk melihat struktur ekonomi. Selain itu

(6)

indikator yang sangat popular yang dapat diturunkan dari pendapatan regional atas dasar harga berlaku adalah pendapatan perkapita.

Pendapatan perkapita merupakan rata-rata pendapatan yang diterima masing-masing penduduk, yang akan menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Sedangkan PRDB atas dasar daftar harga konstan digunakan untuk melihat pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi masing-masing sektor akan dapat memberikan gambaran untuk mengukur sampai seberapa jauh keberhasilan pemerintah daerah dalam meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian daerahnya.

Struktur ekonomi digunakan untuk menunjukkan komposisi atau susunan sektor-sektor ekonomi dalam suatu perekonomian. Sektor yang dominan atau diandalkan mempunyai kedudukan paling atas dalam struktur tersebut dan menjadi ciri khas dari suatu perekonomian. Sebagaimana perkotaan lainnya. perekonomian Kota Bandar Lampung memiliki ciri khas yang bertumpu pada sektor sekunder dan tersirer. Sektor sekunder mencakup sektor industri, sektor listrik, gas dan air bersih, dan sektor bangunan.

Input sektor ini berasal dari sektor primer. Sedangkan sektor tersier

mencakup sektor perdagangan, hotel, rumah makan, sektor angkutan dan

komunikasi, sektor lembaga keuangan, persewaan dan jasa perusahaan

serta sektor jasa-jasa. Umumnya sektor ini inputnya berasal dari sektor

sekunder dan outputnya berupa service (jasa).

(7)

Perekonomian Kota Bandar Lampung Tahun 2012 masih didominasi oleh 5 (sektor) kegiatan ekonomi yakni sektor industri pengolahan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan, sektor perdagangan, hotel dan restoran, dan sektor jasa-jasa.

Hal ini terlihat dari kontribusi masing-masing sektor tersebut terhadap pembentukan PRDB kota Bandar Lampung.

B. Tinjauan Tentang Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung 1. Pembentukan Organisasi dan SK Pembentukan

Organisasi atau Kelembagaan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 159 Tahun 2000 tentang Pedoman Pembentukan Badan Kepegawaian Daerah sebagaimana tercantum dalam Pasal 5 ayat (1 dan 2)

“bahwa disetiap daerah dibentuk Badan Kepegawaian Daerah.”

Implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 159 Tahun 2000 diatur dalam

Peraturan Daerah Kota Bandar Lampung Nomor 4 Tahun 2008, tentang

Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi

Pamong Praja Daerah Kota Bandar Lampung yang dipertegas dalam

Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 22 tahun 2008 tentang

perubahan atas Peraturan Walikota Bandar Lampung Nomor 67 Tahun

2001 Tentang Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah

Kota Bandar Lampung.

(8)

2. Gambaran Singkat Tupoksi Organisasi

Berdasarkan Keputusan Walikota Bandar Lampung Nomor 22 Tahun 2008, tentang Kedudukan, Tugas Pokok, Fungsi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung, bahwa kedudukan Badan Kepegawaian Daerah adalah Lembaga Teknis Daerah berbentuk Badan, merupakan unsur pendukung Pemerintah Daerah yang mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian urusan pemerintahan daerah dalam hal penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah dibidang pengelolaan dan manajemen Pegawai Negeri Sipil Daerah yang dipimpin oleh seorang Kepala Badan yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah, mempunyai tugas pokok membantu Kepala Daerah dalam melaksanakan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah, penyampaian informasi kepegawaian daerah Kota Bandar Lampung kepada Badan Kepegawaian Negara dan Badan Kepegawaian Daerah Propinsi Lampung.

Dalam penyelenggaraan tugas pokok sebagaimana di atas, Badan Kepegawaian Daerah mempunyai fungsi :

a. Penyusunan Peraturan perundang-undangan daerah di bidang kepegawaian sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan Pemerintah;

b. Perencanaan dan pengembangan Kepegawaian Daerah Kota;

c. Penyusunan Kebijakan Teknis Pengembangan Kepegawaian Daerah

Kota;

(9)

d. Penyiapan dan Pelaksanaan Pengangkatan, Kenaikan Pangkat, pemindahan dan pemberhentian Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota sesuai dengan norma standar dan prosedur yang ditetapkan dengan Peraturan Perundang-undangan;

e. Pelayanan Administrasi Kepegawaian dalam dan dari jabatan sturuktural atau fungsional sesuai dengan norma dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan;

f. Penyiapan Penetapan gaji, tunjangan dan kesejahteraaan Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota sesuai dengan norma, standar dan prosedur yang ditetapkan dengan peraturan perundang-undangan;

g. Penyelenggaraan Administrasi Pegawai Negeri Sipil Daerah Kota;

h. Pengelolaan Sistem Informasi Kepegawaian Daerah Kota.

3. Gambaran Cakupan Kegiatan/Wilayah Pelayanan Ruang Lingkup Badan Kepegawaian Daerah antara lain :

a. Perumusan Kebijakan Teknis dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;

b. Pemberian dukungan atas Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;

c. Pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang Kepegawaian Daerah serta Pendidikan dan Pelatihan;

d. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Walikota dibidang Kepegawaian Daerah;

e. Pelayanan Administratif.

(10)

4. Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung

Susunan Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung terdiri dari :

1. Kepala Badan.

2. Sekretariat, membawahi :

a. Sub. Bagian Penyusunan Program, Monitoring dan Evaluasi;

b. Sub. Bagian Umum dan Kepegawaian;

c. Sub. Bagian Keuangan.

3. Bidang Pengadaan, Kepangkatan dan Penggajian Pegawai, membawahi:

a. Sub. Bidang Pengadaan Pegawai;

b. Sub. Bidang Kepangkatan dan Penggajian Pegawai.

4. Bidang Mutasi dan Pengembangan Pegawai membawahi : a. Sub. Bidang Mutasi Pegawai;

b. Sub Bidang Pengembangan Pegawai.

5. Bidang Pembinaan, Pemberhentian, Data dan Informasi Kepegawaian membawah:

a. Sub.Bidang Pembinaan dan Pemberhentian Pegawai;

b. Sub Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian.

6. Bidang Pendidikan dan Pelatihan, membawahi : a. Sub.Bidang Pendidikan dan Pelatihan Struktural;

b. Sub.Bidang Pendidikan dan Pelatihan Teknis dan Fungsional.

7. Kelompok Jabatan Fungsional.

(11)

Gambar 4. Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah Struktur Organisasi dan Tata Kerja

Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Berdasarkan : SK Walikota Bandar Lampung No. 22 tahun 2008 Tanggal 11-02-2008

KABID PENDIDIKAN

DAN

PELATIHAN

KASUBBID DIKLAT TEKNIS DAN FUNGSIONAL

KASUBBID DIKLAT STRUKTURAL

KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

KEPALA BADAN

S E K R E T A R I S

KASUBBAG PENYUSUNAN

PROGRAM, MONITORING, &

EVALUASI

KASUBBAG KEUANGAN

KASUBBAG UMUM &

KEPEGAWAIAN

KABID PEMBINAAN, PEMBERHENTIAN, DATA

& INFORMASI KEPEGAWAIAN

KASUBBID PEMBINAAN DAN PEMBERHENTIAN

PEGAWAI

KASUBBID KESEJAHTERAAN,

DATA DAN INFORMASI KEPEGAWAIAN KABID MUTASI

DAN PENGEMBANGAN

PEGAWAI

KASUBBID PENGEMBANG

AN PEGAWAI

KASUBBID MUTASI PEGAWAI KASUBBID

KEPANGKATAN DAN PENGGAJIAN

PEGAWAI KASUBBID PENGADAAN

PEGAWAI

KABID PENGADAAN, PENGANGKATAN, DAN PENGGAJIAN

PEGAWAI

(12)

5. Sumber Daya Manusia

Dalam melaksanakan fungsinya sebagai pengelola administrasi dan manajemen kepegawaian pada Pemerintah Kota Bandar Lampung, Badan Kepegawaian Daerah di dukung dengan komposisi Pegawai sebagai berikut: (data per 31 Desember 2013) berjumlah 58 Pegawai yang terdiri dari 54 Pegawai Negari Sipil dan 4 TKS, yang dapat diklasifikasikan berdasarkan Golongan, jabatan, pendidikan, jenis kelamin, status kepegawaian, dan usia sumber daya aparatur pada tabel sebagai berikut :

Tabel 3. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Golongan

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(Laporan Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013)

Tabel 4. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Jabatan

No Jabatan Jumlah

1 Struktural 17

2 Staf 37

Jumlah 54

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(Laporan Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013)

Golongan a b c d Jumlah

I - - - - -

II 4 3 2 - 9

III 17 10 6 7 40

IV 3 1 1 - 5

(13)

Tabel 5. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah

1 S-3 -

2 S-2 12

3 S-1 32

4 D IV -

5 D III 2

6 D II -

7 D I -

8 SLTA 8

9 SLTP -

10 SD -

JUMLAH 54

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(Laporan Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013).

Tabel 6. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Usia Sumber Daya Manusia (SDM)

No Usia Jumlah

1 50-56 5 PNS

2 40-49 14 PNS

3 30-39 25 PNS

4 20-29 10 PNS

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(Laporan Akuntabilits Kinerja Instansi Pemerintah Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013).

Tabel 7. Rekap Pegawai Negari Sipil BKD berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis Kelamin Jumlah

1 Laki-laki 31

2 Perempuan 23

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(LAKIP Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013).

(14)

Tabel 8. Rekap PNS BKD berdasarkan Status Kepegawaian

No Status Kepegawaian Jumlah

1 PNS 54 PNS

2 CPNS CPNS

3 PHL -

4 TKS 4 Orang

Jumlah 58

Sumber : Data Badan Kepegawaian Daerah Per 31 Desember 2013.

(LAKIP Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Tahun 2013).

Dengan komposisi pegawai sejumlah 58 personil, Badan Kepegawaian Daerah melaksanakan pengelolaan Kepegawaian Pemerintah Kota Bandar Lampung sebanyak 11.480 PNS.

C. Tinjauan Tentang Kartu Pegawai Elektronik (KPE)

Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik Pasal 1 ayat 2 menyatakan bahwa:

“Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik adalah kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil yang memuat data Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya secara elektronik, selanjutnya disebut Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE)”

Kartu Pegawai Negeri Sipil (KARPEG) yang saat ini berlaku belum dapat dimanfaatkan untuk kemudahan dan pemberian pelayanan multiguna kepada

Pegawai Negeri Sipil (PNS), penerima pensiun dan keluarganya.

Sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 pasal 1 ayat 3 menyatakan bahwa :

“Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik Tambahan (KPE Tambahan) adalah

Kartu Identitas untuk suami/istri dan anak yang menjadi tanggunan Pegawai

Negeri Sipil atau penerima Pensiun sesuai dengan peraturan perundangan-

undangan.”

(15)

Artinya setiap Pegawai Negari Sipil akan diberikan Kartu Pegawai yang memuat data pegawai negeri sipil dan keluarganya secara elektronik. Kartu Pegawai Elektronik sebagaimana dimaksud diatas adalah kartu identitas Pegawai Negari Sipil dan penerima pensiun Pegawai Negari Sipil yang berfungsi multiguna untuk pelayanan di bidang kepegawaian dan pengendalian data kepegawaian. Pemberian Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE) dan Kartu Pegawai Elektronik tambahan bertujuan untuk memudahkan pelayanan kepada Pegawai Negari Sipil dan penerima pensiun Pegawai Negari Sipil dan keluarganya.

Terobosan yang dilakukan Badan Kepegawaian Negara merupakan bentuk reformasi birokrasi dalam pendataan kepegawaian. Kartu Pegawai Elektronik diharapkan dapat memangkas berbagai birokrasi yang akan mengurangi beban Pegawai Negari Sipil dalam pengurusan administrasi kepegawaian dan layanan yang diperoleh akan lebih transparan dan objektif.

Adapun dasar hukum yang melandasi Badan Kepegawaian Negara dalam mengimplementasikan Kartu Pegawai Elektronik sebagai berikut:

a. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok

Kepegawaian Pasal 12 Ayat (2) yaitu mewujudkan Pegawai Negeri Sipil

yang profesional dan sejahtera serta memiliki misi yaitu

menyelenggarakan manajemen Pegawai Negeri Sipil berbasis kompetensi

untuk mewujudkan Pegawai Negeri Sipil yang profesional dan sejahtera.

(16)

b. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 22 Tahun 2007 tentang Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil dan Petunjuk pelaksanaan konversi Nomor Induk Pegawai.

c. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 43 Tahun 2007 tentang Tata Cara Permintaan, Penetapan dan Penggunaan Nomor Identitas Pegawai Negeri Sipil dan Pedoman pelaksanaan permintaan, penetapan dan penggunaan Nomor Induk Pegawai.

d. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik dan Petunjuk pelaksanaan penerbitan Kartu Pegawai Elektronik.

Kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menerbitkan Kartu Pegawai Elektronik adalah untuk memudahkan pelayanan kepada Pegawai Negeri Sipil, penerima pensiun Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya, juga membangun database Kartu Pegawai Elektronik yang memiliki tingkat keotentikan dan indentifikasi yang tinggi sehingga menghasilkan data dan informasi yang akurat, serta memberikan fasilitas multifungsi layanan kepada Pegawai Negeri Sipil yang lebih efektif dan efesien melalui penggunaan Kartu Pegawai Elektronik.

Pemberlakuan kartu identitas tunggal bagi Pegawai Negari Sipil merupakan

tindak lanjut Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Nomor 7

Tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik. Sebab, Kartu

Pegawai Negeri Sipil (KARPEG) yang dianggap belum dapat dimanfaatkan

untuk kemudahan dan pemberian pelayanan multiguna kepada Pegawai

(17)

Negeri Sipil, penerima pensiun dan keluarganya. Berbagai kemudahan akses, bisa dilakukan melalui kartu tersebut. Seperti, kartu kredit, ATM maupun kartu Askes dan lain sebagainya.

Berdasarkan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 Pasal 7, 8 dan 9 adapun Fungsi dari Kartu Pegawai Negari Sipil Elektonik, sebagai berikut:

1. Updating data Pegawai Negeri Sipil secara langsung melalui Anjungan yang terdapat pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/ Kota;

2. Pelayanan Kesehatan (ASKES);

3. Pelayanan Perumahan (TAPERUM);

4. Pelayanan TASPEN;

5. Tabungan Hari Tua (THT);

6. Pelayanan Pensiun;

7. Pelayanan Haji;

8. Kartu ATM dan Transaksi Perbankan.

Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE) merupakan kartu identitas

pegawai sebagai pengganti dari Kartu Pegawai (Karpeg) yang ada sekarang

sebagai bukti diri seorang Pegawai Negari Sipil. Kartu Pegawai Elektronik

selain sebagai kartu identitas Pegawai Negari Sipil, dirancang secara khusus

dengan bentuk dan format berbeda yang dapat digunakan oleh Pegawai

Negari Sipil sebagai kartu belanja dan dompet elektronik. Kartu Pegawai

Elektronik ini telah di launching oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur

Negara pada tanggal 30 Mei 2006 di Jakarta bertepatan dengan ulang tahun

(18)

Badan Kepegawaian Negara ke-58. Untuk persiapan pembuatan Kartu Pegawai Elektronik, Badan Kepegawaian Negara telah mempersiapkan pedoman pelaksanaan dan implementasinya akan dilakukan secara bertahap.

Di sisi lain juga dalam implementasinya Pencetakan Kartu Pegawai Elektronik ini bertujuan untuk :

a. Mendapatkan data biometric fisik Pegawai Negeri Sipil yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan dan kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil.

b. Membangun database Kartu Pegawai Elektronik yang memiliki tingkat keotentikan dan identifikasi yang tinggi sehingga menghasilkan data dan informasi yang akurat.

c. Mewujudkan Data Kepegawaian yang mutakhir di Instansi Pusat maupun Daerah yang terintegrasi secara nasional dalam sistem informasi kepegawaian yang dapat diakses oleh Pegawai Negeri Sipil bersangkutan melalui Anjungan Kartu Pegawai Elektronik

d. Memberikan fasilitas multifungsi layanan kepada Pegawai Negeri Sipil yang lebih efektif dan efesien melalui penggunaan Kartu pegawai Negeri Sipil Elektronik.

Disamping itu dalam pelaksanaan kegiatan Implementasi Kartu Pegawai Negari Sipil Elektronik juga mendapatkan manfaat antara lain :

a. Mempermudah dalam pelaksanaan pembangunan platform elektronik yang

mendukung pelaksanaan e-Government sebagai media pencatatan,

(19)

pengawasan dan kontrol serta dapat diintegrasikan dengan layanan sektor yang lainnya.

b. Tersedianya informasi Pegawai Negari Sipil yang akurat untuk keperluan perencanaan, pengembangan, kesejahteraan dan pengendalian Pegawai Negari Sipil, dan informasi data kepegawaian Pegawai Negari Sipil dapat diakses oleh Pegawai Negari Sipil bersangkutan melalui Kartu Pegawai Elektronik dan Anjungan Kartu Pegawai Elektronik.

c. Tersedianya fasilitas layanan dalam rangka penanganan dan pengelolaan Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE) serta pengendalian data Pegawai Negari Sipil.

d. Tersedianya acuan data Pegawai Negari Sipil bagi instansi dan pihak yang terkait dalam rangka peningkatan layanan kepegawaian secara efektif, efisien dan terpadu, seperti layanan pembayaran gaji, asuransi kesehatan, tabungan pensiun, tabungan perumahan, dsb.

Gambar 5. Desain Kartu Pegawai Elektronik :

(20)

Kartu Pegawai Elektronik dibuat dengan warna dasar kuning dalam bentuk persegi panjang dengan ukuran sebagai berikut :

a. Panjang 85,60 mm;

b. Lebar 53,98 mm;

c. Tebal 0,7 mm.

Bagian depan Kartu Pegawai Elektronik berlatar belakang peta wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang diatasnya terdapat :

a. Gambar burung Garuda Pancasila;

b. Tulisan BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA;

c. Tulisan KARTU PEGAWAI NEGARI SIPIL ELEKTRONIK (KPE);

d. Microchip warna kuning emas;

e. Nama, NIP, dan foto pemilik Kartu Pegawai Elektronik;

f. Tempat dan tanggal ditetapkannya Kartu Pegawai Elektronik.

Microchip memuat data elektronik pemilik Kartu Pegawai Elektronik antara

lain : data kepegawaian, sidik jari, data keluarga, nama jabatan. Memory Usage Kartu Pegawai Elektronik (Bytes) adalah:

a. Main Card for Pegawai Negari Sipil 9.015-14,08% (dari 64 Kb);

b. Additional Data for Spouses 6.378 – 9,96% (dari 64 Kb);

c. Additional Data for Children 6.362-9,94% (dari 64 Kb);

d. Biometric Data Picture & FP Aprox. 30 Kb atau 46% (dari 64 Kb).

Bagian Belakang Kartu Pegawai Elektronik memuat :

a. Logo dari pihak-pihak yang terkait program Kartu Pegawai Elektronik;

b. Magnetic Stripe (Swipe Contact);

(21)

c. Pengumuman atau himbauan berkaitan dengan Kartu Pegawai Elektronik;

d. Tulisan BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (BKN), alamat, dan nomor telepon.

Nomor Induk Pegawai adalah Nomor Identitas Pegawai Negari Sipil, sebagai nomor pensiun, sebagai nomor asuransi sosial dan sebagai dasar penyusunan tata usaha kepegawaian yang teratur. Nomor Induk Pegawai yang berlaku saat ini menggunakan sembilan angka, dua angka pertama menunjukkan instansi tempat bekerja, tujuh angka berikutnya menunjukkan nomor urut pegawai.

Jumlah digit yang hanya sembilan angka sudah tidak dapat dipertahankan lagi dengan adanya tuntutan masyarakat dan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, karena nomor induk pegawai yang ada saat ini tidak dapat lagi membedakan antara Pegawai Negari Sipil pusat dan Pegawai Negari Sipil daerah.

Untuk mengatasi masalah tersebut Badan Kepegawaian Negara telah

merancang Nomor Induk Pegawai baru dengan jumlah 18 digit, disusun tidak

lagi menunjukkan unit kerja dimana Pegawai Negari Sipil bekerja, tetapi

berdasarkan tahun bulan dan tanggal lahir pegawai yang bersangkutan serta

bulan dan tahun mulai masuk menjadi CPNS serta satu digit menunjukkan

jenis kelamin dan 3 digit terakhir menunjukkan angka urut pada saat dinagkat

menjadi PNS/CPNS. Sebagai contoh Pegawai Negari Sipil bernama Dedi

Saputra lahir di Bandar Lampung pada tanggal 27 November 1986 diangkat

menjadi CPNS bulan Pebruari 2009, dengan demikian penulisan nomor induk

pada kartu pegawainya menjadi 19861127 200902 1 002.

(22)

Dengan kode Nomor Induk Pegawai yang baru ini nantinya Pegawai Negari Sipil dimanapun bertugas nomor induknya menjadi unik dan diharapkan dapat menjadi perekat dan pemersatu dalam semangat Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selanjutnya Nomor Induk Pegawai ini akan menjadi identitas Pegawai Negari Sipil yang kemudian dituangkan dalam Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik berfungsi multiguna sebagai pengganti Kartu Pegawai yang telah ada.

Kartu Pegawai Elektronik merupakan terobosan untuk meningkatkan

pelayanan di bidang kepegawaian agar lebih efisien dan efektif, Pegawai

Negeri Sipil (PNS) sebagai unsur aparatur negara bertugas memberikan

pelayanan kepada masyarakat secara profesional, jujur, adil, dan merata tetapi

di sisi lain, layanan yang diterima oleh Pegawai Negari Sipil itu sendiri masih

sangat rendah. Kartu pegawai elektronik diharapkan dapat memangkas

berbagai Birokrasi yang akan mengurangi beban Pegawai Negari Sipil dalam

pengurusan administrasi kepegawaian dan layanan yang diperoleh akan lebih

transparan dan objektif. Badan Kepegawaian Negara mulai tahun 2005

mengkaji agar layanan kepada Pegawai Negari Sipil lebih transparan,

objektif, dan efisien. Tindak lanjut dari kajian itu adalah dengan

diterbitkannya Kartu Pegawai Elektronik.

(23)

D. Hasil Pengumpulan Data

Pada bagian ini, peneliti akan memaparkan hasil pengumpulan data, kemudian dilakukan pembahasan secara mendalam dengan cara mengaitkan data yang telah diperoleh dengan teori-teori yang telah dicantumkan pada bab II. Dengan demikian, diharapkan akan diperoleh titik temu yang bisa dijadikan jawaban atas permasalahan yang terjadi dalam proses Evaluasi Kebijakan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Implementasi Kartu Pegawai Elektronik (KPE).

Teknik sampling yang digunakan oleh peneliti adalah snowball, dengan demikian peneliti melakukan wawancara sampai tidak ada lagi informasi yang beragam (data jenuh) terkait dengan masalah penelitian. Karena aspek yang diteliti adalah aspek pelaksaaan program, maka peneliti melakukan banyak wawancara terhadap pelaksana dimasing-masing bagian pada Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung, sedangkan wawancara terhadap Pegawai Negeri Sipil dilakukan untuk mengetahui tentang pendapat dan informasi tentang implementasi kebijakan Kartu Pegawai Elektronik pada Kota Bandar Lampung.

Peneliti melakukan pengumpulan data berdasarkan fokus masalah yang telah ditentukan sebelumnya. Ada tiga fokus masalah dalam penelitian ini, yaitu :

a. Aspek Implementor Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung (aktor pelaksana kebijakan);

b. Aspek Pegawai Negeri Sipil pengguna Kartu Pegawai Elektronik;

c. Aspek Sumber Daya, Komunikasi dan Informasi.

(24)

1. Aspek Implementator Kartu Pegawai Elektronik (Aktor Pelaksana Kebijakan).

Sejak awal, yang menjadi Leading Sector terhadap pelaksanaan Kebijakan Impementasi Kartu Pegawai Elektronik (KPE) adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung. Setiap proses tahapan pelaksanaan kebijakan, Badan Kepegawaian Daerah memiliki peranan dan fungsi dalam mensosialisasikan Kartu Pegawai Elektronik kepada Pegawai Negari Sipil Kota Bandar Lampung.

Setelah terbitnya Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Negeri Sipil Elektronik (KPE), Pemerintah Kota Bandar Lampung menandatanggani Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pihak Badan Kepegawian Negara dengan

Nomor 69/K/KS/VIII/2009 dan Nomor 800/1493/25/2009. Selanjutnya Badan Kepegawaian Negara menunjuk Pihak ke-3 selaku rekanan yaitu PT. Sucofindo untuk melakukan proses perekaman data pegawai.

Kemudian dilanjutkan dengan mencari pihak Perbankan yang akan diajak kerja sama Layanan Perbankan dalam Otentikasi pembayaran Gaji Pegawai Negari Sipil.

Proses Implementasi Kebijakan Kartu Pegawai Elektronik melibatkan

beberapa aktor implementasi (Implementor) antara lain : Badan

Kepegawaian Negara (BKN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota

Bandar Lampung, PT. Sucofindo, dan Pihak Perbankan (Bank Lampung,

Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia), berikut hasil kerjanya:

(25)

Tabel 9. Aktor Implementasi dan Hasil Kerjanya

No

Aktor Implementasi

Kebijakan

Hasil Kerja

1. Badan

Kepegawaian Negara (BKN)

 Menindaklanjuti Peraturan Kepala BKN Nomor 7 Tahun 2008, BKN mendelegasikan Implementasi Kartu Pegawai Elektronik Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung mendatangani Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pihak Badan Kepegawian Negara dengan Nomor

69/K/KS/VIII/2009 dan Nomor

800/1493/25/2009.

 Melakukan Koordinasi dengan BKD Kota Bandar Lampung agar melakukan sosialisasi tentang Kartu Pegawai Elektronik

 BKN berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung untuk melakukan proses implementasi dengan cara mengadakan jadwal pengambilan data Pegawai Negari Sipil, dalam hal ini Foto Pegawai Negari Sipil dan sidik jari Pegawai Negari Sipil sebagai bahan untuk pembuatan Kartu Pegawai Elektronik Pegawai Negari Sipil.

 BKN menunjuk Pihak ke-3 selaku rekanan yaitu PT. Sucofindo untuk melakukan proses perekaman data pegawai pada Pemerintah Kota Bandar Lampung.

 BKN berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian

Daerah Kota Bandar Lampung untuk mencari

pihak Perbankan yang akan diajak kerja sama

Layanan Perbankan dalam Otentikasi

pembayaran Gaji Pegawai Negari Sipil.

(26)

 BKN Melakukan Pencetakan Kartu Pegawai Elektronik dari hasil perekaman data Pegawai Negari Sipil.

 BKN melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung terkait kendala apa saja yang terjadi dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik seperti Kartu Pegawai Elektronik yang gagal terbit, Kartu Pegawai Elektronik dengan kesalahan penulisan Nama, NIP, Photo, dan Kartu Pegawai Elektronik hilang. Untuk selanjutnya menjadwalkan perekaman data ulang.

2. Badan

Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung

 BKD mempersiapkan proses penadatanganan Memorandum Of Understanding (MOU) dengan pihak Badan Kepegawian Negara dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan Nomor 69/K/KS/VIII/2009 dan Nomor 800/1493/25/2009.

 BKD melakukan sosialisasi tentang Kartu Pegawai Elektronik kepada Pegawai Negari Sipil Pemerintah Kota Bandar Lampung.

 BKD berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara terkait proses implementasi Kartu Pegawai Elektronik dengan melakukan Perekaman data Pegawai Negari Sipil, dalam hal ini Foto Pegawai Negari Sipil dan sidik jari Pegawai Negari Sipil sebagai bahan untuk pembuatan Kartu Pegawai Elektronik Pegawai Negari Sipil.

 BKD berkoordinasi dengan PT. Sucofindo selaku

rekanan BKN dalam melakukan proses

perekaman data pegawai pada Pemerintah Kota

(27)

Bandar Lampung.

 BKD melakukan kerja sama dengan Pihak Perbankan yang akan diajak kerja sama dalam Layanan Perbankan dalam Otentikasi pembayaran Gaji Pegawai Negari Sipil. (Bank Lampung, Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia)

 BKD Melakukan Pendistribusian Kartu Pegawai Elektronik dari Badan Kepegawaian Negara yang sudah selesi dicetak.

 BKD melakukan pendataan Kartu Pegawai Elektronik Pegawai Negari Sipil yang terdapat kesalahan penulisan Nama, NIP, Photo, dan Kartu Pegawai Elektronik hilang untuk selanjutnya menjadwalkan perekaman data ulang.

3. PT.

Sucofindo

 PT. Sucofindo melakukan koordinsi dengan Badan Kepegawaian Negara terkait Jadwal perekaman data pegawai pada Pemerintah Kota Bandar Lampung.

 PT. Sucofindo melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung terkait Teknis perekaman data pegawai Negeri Sipil pada Pemerintah Kota Bandar Lampung.

 PT. Sucofindo menyerahkan data Pegawai Negari Sipil Kota Bandar Lampung kepada Badan Kepegawaian Negara sebagai bahan dasar pembuatan Kartu Pegawai Elektronik.

 PT. Sucofindo melakukan koordinsi dengan

Badan Kepegawaian Negara terkait adanya

kesalahan penulisan Nama, NIP, Photo, dan

Kartu Pegawai Elektronik hilang bagi Pegawai

(28)

Negari Sipil Kota Bandar Lampung untuk selanjutnya menjadwalkan perekaman data ulang.

 PT. Sucofindo melakukan koordinsi dengan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung terkait Teknis perekaman data pegawai yang terdapat kesalahan penulisan Nama, NIP, Photo, dan Kartu Pegawai Elektronik hilang bagi Pegawai Negari Sipil Kota Bandar Lampung.

4. Pihak Perbankan (Bank Lampung, Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia)

 Pihak Perbankan menanggapi tawaran kerja sama yang diajukan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam Layanan Perbankan dalam Otentikasi pembayaran Gaji Pegawai Negari Sipil. (Bank Lampung, Bank Nasional Indonesia, Bank Rakyat Indonesia)

 Bank Lampung bersurat Kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, dengan Nomor Surat 136/DIR- 2/II/2011 Prihal : Mohon Realisasi MOU tentang Kartu Pegawai Elektronik.

 Bank Nasional Indonesia bersurat Kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, dengan Nomor Surat TKR/5/0117. Prihal : Penawaran Kerja Sama Kartu Pegawai Elektronik bagi Pegawai Negari Sipil

 Bank Rakyat Indonesia bersurat Kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, dengan Nomor Surat B.34/KC-IV/OPS/01/2010. Prihal : Penawaran Kerja Sama Payroll dan Kartu Pegawai Elektronik.

(Sumber : Analisi Peneliti, 2014)

(29)

a. Wawancara langsung kepada pihak-pihak terkait, baik itu dari Pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung dimana tujuan dari wawancara ini adalah menggali informasi tentang Kartu Pegawai Elektronik lebih detail mengenai Pengetahuan pelaksana/implementor dalam memahami Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008. seperti tujuan diberlakukannya Kartu Pegawai Elektronik yang diutarakan oleh Bapak Muhammad Umar selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Kartu Pegawai Elektronik untuk Pegawai Negeri Sipil merupakan kebijakan dari Pusat, dalam hal ini Badan Kepegawaian Negara.

Fungsi utamanya adalah sebagai Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil penganti Kartu Pegawai yang dipandang sudah ketinggalan jaman.”

Hal ini senada juga diungkapkan oleh Ibu Siti Supiah selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Apabila kita merujuk kepada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 7 Tahun 2008 Kartu Pegawai Elektronik berfungsi Multiguna untuk pelayanan dibidang kepegawaian dan pengendalian data kepegawaian selain itu Kartu Pegawai Elektronik berfungsi sebagai pengganti Kartu Pegawai (KARPEG) yang selama ini berfungsi sebagai Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil (PNS).”

Diperkuat dengan pendapat Ibu Rining Sri Hastuti selaku Kapala Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Fungsi utama dari Kartu Pegawai Elektronik adalah sebagai

pengganti dari Kartu Pegawai (Karpeg), sebagai Kartu Identitas

Pegawai Negeri Sipil, disamping itu memang Kartu Pegawai

Elektronik mempunyai fungsi perbankan dimana setiap awal bulan

gaji Pegawai Negari Sipil langsung masuk ke rekening yang

bersangkutan.”

(30)

Sementara Ibu Fariana selaku Kasubbag Penyusunan Program, Monitoring, dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung berpendapat bahwa :

“Kartu Pegawai Elektronik berfungsi Multiguna untuk pelayanan dibidang kepegawaian dan pengendalian data kepegawaian.

Pelayanan Kepegawaian tersebut antara lain : Asuransi kesehatan, Pensiun, Tabungan Hari Tua, Tabungan Perumahan serta untuk menggantikan Kartu Pegawai (karpeg) sebagai Kartu Identitas Pegawai (ID).”

Hal senada juga diungkapkan Bapak Muzani Ali selaku Kasubbag Umum Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Tujuan utama diberlakukannya Kartu Pegawai Elektronik adalah perubahan dari Kartu Pegawai (KARPEG) ke Kartu Pegawai Elektronik, artinya menggunakan teknologi informasi dalam bentuk Kartu Pegawai Elektronik dalam pelayanan dibidang kepegawaian, selain itu juga perubahan pola pembayaran gaji Pegawai Negeri Sipil melalui layanan perbankan.”

Bapak Rahmat Sutomo selaku Kepala Seksi Verifikasi dan Distribusi Kartu Pegawai Elaktronik (KPE) Badan Kepegawaian Negara dari Badan Kepegawaian Negara, Menegaskan:

“Kartu Pegawai Elektronik adalah Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil dan keluarganya yang memuat data secara elektronik. Tujuan utamanya berfungsi Multiguna untuk pelayanan dibidang kepegawaian dan pengendalian data kepegawaian.”

b. Persoalan teknik administratif, pelaksanaan Kartu Pegawai Elektronik harus mengacu pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Elektronik. Pelaksanaan Implementasi Kartu Pegawai Elektronik haruslah sesuai dengan prosedur yang berlaku. Kemampuan dan ketepatan pelaksana/

implementor dalam melaksanakan prosedur administratif (Peraturan

Kepala Badan Kepegawaian Negara No.7 Tahun 2008). Hal ini terlihat

(31)

dari pendapat beberapa responden seperti Bapak Muhammad Umar selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Badan Kepegawaian Daerah sebagai SKPD yang bertanggung jawab dalam Implementasi Kartu Pegawai Elektronik selalu berupaya untuk memenuhi segala prosedur administratif sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku, selain itu Badan Kepegawaian Daerah selalu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara terkait Juklak dan Juklis yang harus diikuti dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik dalam hal ini merujuk pada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Elektronik”

Hal ini senada juga diungkapkan oleh Ibu Siti Supiah selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Badan Kepegawaian Daerah selalu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara dengan cara mengirimkan staf untuk melakukan Perjalanan Dinas (SPPD) berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara terkait prosedur administratif sesuai dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Elektronik.”

Menurut Ibu Rining Sri Hastuti selaku Kapala Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

”Proses Implementasi Badan Kepegawaian Daerah selalu menunjuk kepada Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 tahun 2008. Selain itu Badan Kepegawaian Daerah selalu berkoordinasi tentang Juklak dan Juklis kepada Badan Kepegawaian Negara di Jakarta.”

Sementara Ibu Fariana selaku Kasubbag Penyusunan Program, Monitoring, dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung berpendapat bahwa :

“Badan Kepegawaian Daerah selaku leading sector dalam

implementasi Kartu Pegawai Elektronik di Pemerintah Kota

Bandar Lampung telah melaksanakan prosedur administratif sesuai

dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7

tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Elektronik. Dalam hal ini saya

(32)

selaku Kasubag Penyusunan Program, Monitoring dan Evaluasi langsung ke Badan Kepegawaian Negara untuk melakukan koordinasi tentang pelaksanaan tahapan Implementasi Kartu Pegawai Elektronik di Kota Bandar Lampung.”

Sedangkan menurut Bapak Muzani Ali selaku Kasubbag Umum Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Badan Kepegawaian Daerah selalu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta terkait Prosedur Administrasi yang sesuai dengan peraturan kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 tahun 2008 tentang Kartu Pegawai Elektronik.”

Bapak Rahmat Sutomo selaku Kepala Seksi Verifikasi dan Distribusi Kartu Pegawai Elaktronik (KPE) Badan Kepegawaian Negara, Menegaskan:

“Segala peraturan atau prosedur administratif sudah kami laksanakan.”

Proses Implementasi Kartu Pegawai Elektronik di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung, kerja sama yang dilakukan dengan pihak Rekanan yang ditunjuk oleh Badan Kepegawaian Negara yaitu PT. Sucofindo bukan tanpa hambatan, menurut wawancara yang penulis lakukan, beberapa responden mengungkapkan kekecewaan terhadap Scofindo yang bertanggungjawab dalam pemfotoan Pegawai Negari Sipil juga sulitnya berkerjasama dengan pihak Instansi yang lain seperti Dinas Pendidikan, seperti yang di utarakan Ibu Rining Sri Hastuti selaku Kapala Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Kendala yang dihadapi terutama yang saya temui antara lain

kurang cakapnya pihak ke-3 dalam hal ini PT. Sucofindo sehingga

menimbulkan antrian panjang dalam pemfotoan”

(33)

Sementara menurut Bapak Muzani Ali selaku Kasubbag Umum Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Yang selama ini saya rasakan kendala yang dihadapi Badan Kepegawaian Daerah antara lain seperti sulitnya berkoordinasi dengan dinas pendidikan terkait informasi tentang Kartu Pegawai Elektronik sehingga banyak Pegawai Negari Sipil pengguna Kartu Pegawai Elektronik terutama Pegawai Negari Sipil guru yang tertinggal informasi Kartu Pegawai Elektronik.”

Sementara menurut Ibu Fariana selaku Kasubbag Penyusunan Program, Monitoring, Dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Masih banyaknya Pegawai Negari Sipil dilingkungan pemerintah kota Bandar Lampung yang belum memiliki Kartu Pegawai Elektronik sejumlah + 1500 Pegawai Negari Sipil,disamping itu Badan Kepegawaian Negara belum memberikan jadwal untuk pemfotoan ulang bagi Pegawai Negari Sipil kota Bandar Lampung,terlepas dari itu semua Kartu Pegawai Elektronik kota Bandar lampung belum menunjuk pihak ke-3 dalam hal layanan perbankan/pembayaran gaji Pegawai Negari Sipil.”

Selain itu Ibu Siti Supiah selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung menjelaskan :

“Kendala yang kami hadapi adalah belum adanya jadwal yang pasti untuk pemphotoan ulang Kartu Pegawai Elektronik di Pemerintah Kota Bandar Lampung pada tahun 2014 ini, sehingga nasib Kartu Pegawai Elektronik +1500 Pegawai Negari Sipil belum jelas untuk memiliki Kartu Pegawai Elektronik tahun ini.”

Pelaksanaan Implementasi Kartu Pegawai Elektronik di Pemerintah

Daerah Kota Bandar Lampung harus tetap diawasi dan selalu

berkoordinasi dengan Pihak Badan Koordinasi Negara (BKN),

sehingga peran Badan Kepegawaian Negara sebagai pencetus dan

penggagas Kartu Pegawai Elektronik menjadi terasa, seperti yang

(34)

diungkapkan Bapak Muhammad Umar selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Berperan dalam memberikan arahan-arahan dan petunjuk yang diberikan terkait teknis implementasi Kartu Pegawai Elektronik, Badan Kepegawaian Negara adalah tempat kami mencari solusi terkait kendala-kendala yang kami hadapi. Selain itu Badan Kepegawaian Daerah Kota aktif melakukan Koordinasi dengan melakukan Perjalanan Dinas (SKPD) ke Badan Kepegawaian Negara untuk melaporkan secara periodik sejauh mana perkembangan dan kemajuan serta kendala yang dihadapi dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik. Berbagai kendala yang kami hadapi saat proses implementasi selalu kami konsultasikan kepada pihak Badan Kepegawaian Negara, misalnya saja terkait penunjukan layanan perbankan dalam otentikasi pembayaran gaji setelah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara, Pihak Badan Kepegawaian Negara menyerahkan otoritas untuk penunjukan Pihak ke-3 kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung.”

Sementara itu Ibu Siti Supiah selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung mengatakan:

“Peranan Badan Kepegawaian Negara sangat besar, ini terkait dengan arahan-arahan dan petunjuk yang diberikan terkait teknis implementasi Kartu Pegawai Elektronik, selain itu Badan Kepegawaian Daerah Kota aktif melakukan Koordinasi dengan melakukan Perjalanan Dinas (SKPD) ke Badan Kepegawaian Negara untuk melaporkan secara periodik sejauhmana perkembangan dan kemajuan serta kendala yang dihadapi dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik. Pihak Badan Kepegawaian Negara menyerahkan Otoritas untuk penunjukan Pihak ke-3 kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, tinggal bagaimana kemauan dari Pucuk Pimpinan (Walikota), dalam hal ini kami selaku bawahan menunggu apa kebijakan dari Atasan.”

Menurut Ibu Rining Sri Hastuti selaku Kapala Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Ya Badan Kepegawaian Negara selalu memberikan arahan-

arahan tentang hal-hal apa saja yang harus dilakukan dalam

implementasi Kartu Pegawai Elektronik. dalam hal penunjukan

pihak ke-3 Badan Kepegawaian Negara menyerahkan sepenuhnya

(35)

otorisasi penunjukan pihak ke-3 Layanan Perbankan kepada Pemerintah Kota Bandar lampung dalam hal ini Walikota Bandar Lampung”

Sementara menurut Ibu Fariana selaku Kasubbag Penyusunan Program, Monitoring, dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung selalu berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara di Jakarta.

Badan Kepegawaian Negara berperan memberikan arahan– arahan pada hal apa saja yang harus dilakukan Badan Kepegawaian Daerah kota terkait Implementasi Kartu Pegawai Elektronik. Badan Kepegawaian Negara juga berperan aktif dengan melakukan kunjungan ke Kota Bandar Lampung. Saya langsung berkoordinasi dengan melakukan Perjalanan Dinas ke Jakarta. Pihak Badan Kepegawaian Negara menyerahkan sepenuhnya otoritas penunjukan pihak ke-3 kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung, hal ini karena pihak Badan Kepegawaian Negara tidak ada dasar untuk memaksakan Layanan Perbankan harus dilakukan oleh bank tertentu.”

Lainnya hal nya menurut Bapak Muzani Ali selaku Kasubbag Umum Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Saya agak kurang memahami bagaimana proses koordinasi dengan pihak Badan Kepegawaian Negara, mungkin untuk lebih detailnya bisa anda tanyakan kepada KASUBAG Penyusunan Program Monitoring dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah karena disini saya selaku KASUBAG Umum kurang terlibat jauh.

Badan Kepegawaian Negara rutin melakukan kunjungan kerja ke Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung utuk melihat sejauh mana proses pemfotoan Kartu Pegawai Elektronik berlangsung.”

c. Selanjutnya dalam upaya memfungsikan Kartu Pegawai Elektronik

dalam otentikasi layanan perbankan, Pemerintah Kota Bandar

Lampung melakukan Sosialisasi dan kerja sama dengan berbagai pihak

perbankan, antara lain Bank Lanpung, BNI, dan BRI. Berikut hasil

wawancara penulis yang mendeskripsikan bagaimana proses kerjasama

(36)

antara Pemerintah Kota Bandar Lampung dan kendala yang dihadapi, seperti yang Bapak Muhammad Umar selaku Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung utarakan:

“Perekaman data Kartu Pegawai Elektronik pertama kali dilakukan pada tahun 2009. Ada 3 Bank yang menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung menjalin tiga bank yaitu Bank Lampung, BNI dan BRI untuk mengaktifkan Layanan Perbankan pada Kartu Pegawai Elektronik. Setelah itu Pemerintah Kota Bandar Lampung merespons dengan merencanakan Sosialisasi tentang Rencana Penerapan Kartu Pegawai Elektronik dalam Otentikasi Pembayaran Gaji bertempat di Gedung Sumergow Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pemerintah Kota Bandar Lampung selalu berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Lampung terkait Penerapan Kartu Pegawai Elektronik dalam Otentikasi Pembayaran Gaji. Pihak Provinsi Lampung melalui Surat Gubernur Nomor 800/3201/II.12/2009 merekomendasikan Bank Pemerintah Daerah (Bank Lampung) untuk otentikasi pembayaran gaji, tetapi kami masih melihat bagaimana kesiapan Bank Pemerintah Daerah (Bank Lampung) untuk melakukan otentikasi layanan perbankan bagi Pegawai Negari Sipil Kota Bandar Lampung, kita sama-sama mengetahiu bagaimana kemampuan BPD, misalnya saja jumlah ATM yang dimiliki oleh Bank Lampung, jangan sampai tiba saatnya pembayaran gaji, awal bulan, justru terhambat dengan terjadinya antrian panjang di ATM Bank Lampung yang dikarenakan terbatasnya ATM yang dimiliki Bank Lampung. Kita berharap kebijakan ini bisa mempermudah layanan kepegawaian bagi Pegawai Negari Sipil dalam pembayaran gaji Pegawai Negari Sipil bukan justru menimbulkan masalah baru.”

Sementara itu Ibu Siti Supiah selaku Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung menjelaskan:

“Kota Bandar Lampung belum melakukan kerja sama dengan

Pihak Ke-3 terkait dengan pemfungsian Kartu Pegawai Elektronik

yaitu Fungsi Perbankan. Pada Tahun 2010 memang ada tawaran

dari pihak Bank Lampung, BNI dan BRI untuk menfungsikan

Layanan Perbankan Kartu Pegawai Elektronik, tetapi itu terhenti

semenjak adanya pergantian walikota dari Bapak Edi Sutrisno

kepada Bapak Herman H.N. setelah itu Badan Kepegawaian

Daerah diperintahkan untuk membagikan Kartu Pegawai

Elektronik kepada seluruh Pegawai Negari Sipil yang ada di

Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. Pihak ke-3

memberikan respon positif terkait rencana kerjasama untuk

(37)

memfungsikan layanan perbankan Kartu Pegawai Elektronik, hal ini bisa dilihat dari Surat Penawaran Kerja Sama yang diajukan oleh pihak ke-3 kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait layanan Kartu Pegawai Elektronik.”

Menurut Ibu Rining Sri Hastuti selaku Kapala Bidang Kesejahteraan, Data dan Informasi Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung:

“Ada 3 bank yang telah mengajukan penawaran kerja sama layanan perbankan antara lain bank Lampung, BNI dan BRI, bahkan Bank Lampung sudah melakukan expose di gedung tapis menyatakan kesiapannya, selanjutnya proses ini terhenti ketika terjadi pergantian Walikota ke Bapak Herman HN. Pihak ke-3 sudah menyatakan kesanggupannya dalam memenuhi Layanan Perbankan tetapi pihak Pemerintah Kota belum ingin melaksanakannya.”

Ibu Fariana selaku Kasubbag Penyusunan Program, Monitoring, dan Evaluasi Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung Ibu Fariana menjelaskan:

“Kartu Pegawai Elektronik pertama kali dilakukan perekaman data pada tanggal 12-23 Oktober 2009. Badan Kepegawaian Daerah selaku perwakilan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung menjalin kerjasama dengan tiga bank yaitu Bank Lampung, BNI dan BRI untuk mengaktifkan Layanan Perbankan pada Kartu Pegawai Elektronik. Sudah ada 3 Surat Permohonan yang intinya mengajak Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk berkerja sama dalam peng-aktifan Layanan Perbankan, yang pertama dari Bank Lampung tertanggal 18 November, Perihal Mohon Penandatangganan Surat Perjanjian Kerja sama tentang Kartu Pegawai Elektronik, kedua dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) tertanggal 5 Januari tahun 2010 perihal Penawaran Kerjasama Payroll dan Kartu Pegawai Elektronik (KPE). Ketiga dari Bank Nasional Indonesia (BNI) tertanggal 15 Januari tahun 2010 perihal Penawaran Kerjasama Kartu Pegawai Elektronik (KPE) bagi Pegawai Negari Sipil. Setelah itu Pemerintah Kota Bandar Lampung merespons dengan merencanakan Sosialisasi tentang Rencana Penerapan Kartu Pegawai Elektronik dalam Otentikasi Pembayaran Gaji melalui Nota Dinas Kepala Badan Kepegawaian Daerah tertanggal 14 Januari 2010. Akan tetapi semenjak pergantian Walikota ke Bapak Herman H.N proses ini terhenti.

Badan Kepegawaian Daerah sudah melakukan telaah staf ke

Walikota Bandar Lampung untuk segera melakukan kerjasama

(38)

dengan pihak ke-3 terkait fungsi Kartu Pegawai Elektronik dan hasilnya Badan Kepegawaian Daerah diperintahkan untuk membagikan Kartu Pegawai Elektronik kepada seluruh Pegawai Negari Sipil tanpa adaya layanan perbankan dalam Kartu Pegawai Elektronik. Pihak ke-3 menyambut dengan tangan terbuka apabila Pemerintah Kota Bandar Lampung ingin memfungsikan Layanan Perbankan Kartu Pegawai Elektronik bahkan Bank Lampung, BNI dan BRI sudah menyatakan kesanggupan untuk melaksanakan Layanan Perbankan Kartu Pegawai Elektronik.”

Sementara itu Bapak Rahmat Sutomo selaku Kepala Seksi Verifikasi dan Distribusi Kartu Pegawai Elaktronik (KPE) Badan Kepegawaian Negara dari Badan Kepegawaian Negara, menyatakan :

“Kota Bandar Lampung memang belum memfungsikan layanan Kartu Pegawai Elektronik, misalnya saja Layanan Gaji atau perbankan dan kesehatan. Sudah beberapa kali Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung berkoordinasi tentang ini, tetapi memang kewenangan Badan Kepegawaian Negara hanya sebatas itu, tidak ada ketentuan yang bisa memaksa semua layanan Kartu Pegawai Elektronik untuk diterapkan. Semua tergantung dari kebijakan pimpinan (Walikota). Jika memang kebijakan dari pimpinan (Walikota) ingin menerapkan Kartu Pegawai Elektronik hanya sebagai Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil, Badan Kepegawaian Negara tidak bias berbuat banyak, hanya sebatas menyarankan untuk memanfaatkan layanan perbankan untuk meningkatkan layanan di bidang kepegawaian.”

2. Aspek Pegawai Negeri Sipil Pengguna Kartu Pegawai Elektronik.

Secara keseluruhan Pegawai Negeri Sipil pada Badan Kepegawaian

Daerah Kota Bandar Lampung berjumlah 58 Pegawai, yang terdiri dari 54

Pegawai Negari Sipil dan 4 TKS, melaksanakan fungsinya sebagai

pengelola administrasi dan manajemen Kepegawaian sejumlah 11.480

Pegawai Negari Sipil. Jumlah Pegawai Negari Sipil Kota Bandar Lampung

yang sudah menerima Kartu Pegawai Elektronik sejumlah 9.361 Pegawai

Negari Sipil. Distribusi Kartu Pegawai Elektronik sudah dilakukan secara

(39)

bertahap sejak tahun 2010 kepada seluruh Pegawai Negari Sipil yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Pegawai Negeri Sipil yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung memiliki Responsivitas yang tinggi dalam mendukung Implementasi Kebijakan Konversi Kartu Pegawai menjadi Kartu Pegawai Elektronik dengan berpartisipasi aktif dalam proses perekaman data Pegawai Negeri Sipil sebagai bahan dasar utama pembuatan Kartu Pegawai Elektronik oleh Badan Kepegawaian Negara. Pegawai Negeri Sipil yang ada dilingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengetahui apa dan fungsi dari Kartu Pegawai Elektronik hasil sosialisasi yang dilakukan Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung yang akan dipergunakan untuk :

1. Updating data Pegawai Negeri Sipil secara langsung melalui Anjungan yang terdapat pada Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten/Kota;

2. Pelayanan Kesehatan (ASKES);

3. Pelayanan Perumahan (TAPERUM);

4. Pelayanan TASPEN;

5. Tabungan Hari Tua (THT);

6. Pelayanan Pensiun;

7. Pelayanan Haji;

8. Kartu ATM; dan 9. Transaksi Perbankan.

Berikut akan disampaikan Tabel tingkat pemahaman Pegawai Negeri Sipil

di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung tentang KPE.

(40)

Tabel 10. Fungsi Kartu Pegawai Elektronik dalam Pemahaman Pegawai Negari Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

No Pegawai Negari Sipil Pemahaman 1. Sri Rohatinah

(Golongan II)

 Sebagai Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil.

Rio Jayana Putra (Golongan III/a)

 Sebagai Kartu Identitas dari Pegawai Negari Sipil, dikemudian hari akan dapat di jadikan ATM (Kartu) yang berguna untuk pengambilan gaji. Dimungkinkan untuk menjadi Kartu Multi Fungsi yaitu sebagai Kartu Identitas, Kartu ATM, Kartu Asuransi (ASKES). Media penyimpanan/Database informasi kepegawaian.

Fitra Handayani, S.E., M.M.

(Golongan III/b)

 Sebagai Kartu Identitas Pegawai Negari Sipil.

(Sumber : Analisi Peneliti, 2014)

a. Responsivitas Pegawai Negeri Sipil dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik (KPE) cukup tinggi. Bahkan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung telah mengetahui apa dan fungsi dari Kartu Pegawai Elektronik, selain itu mereka mendukung diberlakukannya Kartu Pegawai Elektronik terhadap seluruh Pegawai Negeri Sipil seperti yang di ungkapkan Sri Rohatinah:

“Ya, tentu saja saya sebagai Pegawai Negari Sipil Kota Bandar

Lampung saya wajib dan mendukung semua kebijakan yang dibuat

Pemerintah Kota Bandar Lampung.”

(41)

Dan juga diperkuat oleh pernyataan Rio Jayana Putra :

“Sangat setuju dengan adanya Kartu Pegawai Elektronik, namun tidak turut mendukung pada implementasinya, karena tidak diikutsertakan dalam kegiatan tersebut.”

Hal Serupa diungkapkan Fitra Handayani :

“Ya mendukung.”

Sebagian besar Pegawai Negari Sipil telah mengetahui apa itu Kartu Pegawai Elektronik (KPE) dan kegunaannya, seperti yang dinyatakan oleh salah seorang Pegawai Negari Sipil yang kami wawancara yaitu Sri Rohatinah :

“Setahu saya Kartu Pegawai Elektronik pengganti KARPEG, KARIS dan KARSU dan sebagai kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil.”

Hal ini diperkuat dengan pernyataan Rio Jayana Putra :

“Sudah mengetahui Kartu Pegawai Elektronik dan kegunaan Kartu Pegawai Elektronik adalah sebagai Kartu Identitas Pegawai Negari Sipil, dikemudian hari akan dapat dijadikan ATM (Kartu) yang berguna untuk pengambilan Gaji serta dimungkinkan untuk menjadi Kartu Multifungsi yaitu sebagai Kartu Identitas, Kartu ATM, Kartu Asuransi(ASKES).”

Kemudian, Fitra Handayani, menguatkan dengan pernyataannya :

“Sudah, sebagai Kartu Identitas Pegawai Negeri Sipil dan sebagai Kartu Identitas Pegawai Negari Sipil.”

b. Bukan hanya mendukung program implementasi Kartu Pegawai

Elektronik oleh Badan Kepegawaian Daerah Kota Bandar Lampung,

Pegawai Negeri Sipil juga antusias dalam mensukseskan kebijakan

implemntasi Kartu Pegawai Elektronik serta mengikuti kesesuaian

prosedur managerial dalam implementasi Kartu Pegawai Elektronik,

seperti yang diutarakan oleh Ibu Sri Rohatinah :

(42)

“Melakukan foto Kartu Pegawai Elektronik di bagian Humas Pemerintah Kota Bandar Lampung dengan membawa fotocopy SK pangkat terakhir.”

Sedangkan Fitra Handayani ikut serta dalam mensukseskan program Kartu Pegawai Elektronik dengan menyatakan :

“Melakukan foto Kartu Pegawai Elektronik di bagian Humas Pemda Kota Bandar Lampung dengan membawa fotocopy SK pangkat terakhir.”

Pelaksanaan Implementasi Kartu Pegawai Elektronik sebagai pengganti dari KARPEG belum banyak dirasakan manfaatnya oleh sebagian besar Pegawai Negari Sipil, seperti yang telah di utarakan oleh Sri Rohatinah :

“Setahu saya belum terasa manfaatnya.”

Hal senada juga di utarakan Rio Jaya Putra :

“Belum terlaksana.”

Sementara itu Fitra Handaani mengungkapkan :

“Tingkat pelaksanaan masih rendah.”

c. Tingkat kelayakan Kartu Pegawai Elektronik sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan Layanan dibidang Kepegawaian belum memiliki efek yang signifikan, namun bila sebagai pengganti KARPEG hal itu sudah cukup memadai seperti yang di tuturkan oleh Sri Rohatinah :

“Saya rasa Kartu Pegawai Elektronik masih layak sebagai pengganti Kartu Pegawai.”

Hal ini di perkuat oleh pendapat yang di ungkapan oleh Fitra Handayani :

“Sudah cukup layak apabila penggunaan kartu sudah difungsikan

secara maksimal”

Gambar

Tabel 2. Data Wilayah Administrasi Kota Bandar Lampung
Gambar 4.  Struktur Organisasi Badan Kepegawaian Daerah   Struktur Organisasi dan Tata Kerja
Tabel 3. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Golongan
Tabel 5. Rekap PNS Badan Kepegawaian Daerah berdasarkan Pendidikan   No  Pendidikan  Jumlah  1  S-3  -  2  S-2  12  3  S-1  32  4  D IV  -  5  D III  2  6  D II  -  7  D I  -  8  SLTA  8  9  SLTP  -  10  SD  -  JUMLAH  54
+7

Referensi

Dokumen terkait

Mark Deuze (dalam Berkam dan Shumway, 2003: 83-84) mengklasifikasi empat tipe online journalism , sebagai berikut: (1) Mainstream News Sites , yakni website yang

Diskriminasi yang paling kentara adalah bahwa, pemerintah Myanmar hingga hari ini menolak mengakui kewarganegaraan Muslim Rohingya dan mengklasifikasikan mereka sebagai imigran

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan, Laboratorium Fisiologis Balai Penelitian Sungai Putih, Pusat Penelitian Karet, Galang, Deli Serdang-Sumatera Utara, pada Mei

Light from both near and far objects can be focused on at the same time since the near and far parts of the lens are in sight all the time.. Keywords:

 Menganalisis dan membuat kategori dari unsur-unsur yang terdapat pada jarak antar titik, garis, dan bidang, sudut antar garis, dan bidang, serta masalah nyata yang

Setelah dilakukan uji statistik dengan menggunakan ( Chi Square ) di dapatkan nilai p= 0,001 sehingga dapat diketahui bahwa hipotesa kerja (Ha) diterima yang berarti

Berdasarkan paparan di atas, penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku kualitas audit reduksian, apakah tingkat tekanan

Selain itu menjaga kualitas produk dan meningkatkan pelayanan untuk memberikan kepuasan konsumen juga sangat penting guna memaksimalkan peluang dari adanya komunitas