• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi KIP dan PIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sosialisasi KIP dan PIP"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

Sosialisasi

Program Indonesia Pintar (PIP) dan

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

Direktorat Jenderal

Pendidikan Dasar dan Menengah

▸ Baca selengkapnya: contoh sk tim pengelola pip

(2)

2

Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 2014

Pelaksanaan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membangun keluarga produktif

1 meningkatkan Prov/Kab/Kota dalam penetapan sasaran PIP;koordinasi dengan Menteri Sosial, TNP2K, dan Pemerintah

2 menyediakan SMP, SMA dan SMK;Kartu Indonesia Pintar sejumlah penerima PIP untuk siswa SD,

3 membayarkan manfaat penerima PIP yang berada di sekolah yang dikelola Kemendikbud;PIP beserta tambahan manfaat lainnya kepada siswa

4 melaksanakan sosialisasi secara intensif kepada penerima PIP;

5 menjadi Pengguna Anggaran dalam pelaksanaan PIP di lingkup Kemendikbud;

(3)
(4)

PEMANFAATAN DATA TERPADU

PROGRAM PENANGANAN FAKIR MISKIN

Data Terpadu Berisi Kelompok Masyarakat

40 % Status Sosial Ekonomi Terendah

11,13 % 40%

25% 35%

8%

Jumlah Rumah Tangga (RT)

25.771.493

Jumlah Keluarga (KK)

27.046.374

GARIS KEMISKINAN (Sep 2015) PENERIMA KPS/ KKS/KIP/Rastr a Inclusion Error Inclusion Error Exclusion Error Exclusion Error PENERIMA BANTUAN IURAN (PBI) JKN

(5)

KARAKTERISTIK RUMAH TANGGA DATA TERPADU

PROGRAM PENANGANAN FAKIR MISKIN

PKHRaskinJamkesmas

Asuransi kesehatan lainJamsostekKKSKIPBPJS/KIS Kepesertaan Program Kepesertaan Program

Nama Kepala RTSAlamat/SLS

Desa

KecamatanKabupaten/KotaProvinsi

Jumlah Anggota RTS

Identitas RTS

Identitas RTS

Nama anggota RTSHubungan dengan

Kepala RTS

Jenis kelaminUmur

Status perkawinanKepemilikan kartu ID

No. Induk

Kependudukan (NIK)

Akte/Buku NikahAkte Cerai

Akte Kelahiran

Demograf

Demograf

Kegiatan bekerjaLapangan kerjaStatus/kedudukan

pekerjaan

Usaha Mikro Kecil

(UMK): pemilik usaha, jenis usaha, jumlah tenaga kerja, omset.

Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan

Status penguasaan

bangunan tempat tinggal

Luas lantaiLuas bangunanJenis lantaiJenis dindingJenis atap

Sumber air minumCara memperoleh air

minum

Sumber peneranganKelas daya listrik

terpasang

Bahan bakar untuk

memasak

Tempat buang air besarTPA tinja

Kamar tidur

Perumahan

Perumahan

Catatan: Warna merah adalah variabel baru 2015

Jenis cacatPenyakit kronis

menahun

Status kehamilan

wanita

Penggunaan alat/

cara KB

Kesehatan

Kesehatan

Partisipasi sekolah

Status sekolah

Kelas/jenjang tertinggiIjazah tertinggi

Pendidikan Pendidikan

Mobil

Sepeda MotorPerahu MotorKapal MotorSepedaPerahuLemari esTabung gas

(6)

KARAKTERISTIK ANGGOTA RUMAH TANGGA

DATA TERPADU PENANGANAN FAKIR MISKIN 2015

(7)

Pencetakan

(8)

PENCETAKAN KARTU INDONESIA

PINTAR (KIP)

8

1. Sumber data pencetakan KIP adalah BDT (Basis Data Terpadu) yang

diberikan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan

(TNP2K) sesuai dengan Inpres Nomer 7 Tahun 2014.

2. Serah terima data update BDT dari TNP2K ke Kemdikbud pada tanggal 17

Februari 2016 dan 01 Maret 2016.

3. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggunakan data tersebut

sebagai dasar pencetakan KIP sebanyak 17,9 juta.

(9)

REKAPITULASI DATA CETAK KIP

9

Sekolah

Pesan

Cetak

Amplop

SD

10.360.614

10.360.614

10.360.614

SMP

4.369.968

4.369.968

4.369.968

SMA

1.367.559

1.367.559

1.367.559

SMK

1.829.167

1.829.167

1.829.167

(10)

Pengiriman

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

(11)

1

1. Untuk pengiriman KIP, Kemdikbud melakukan lelang pengiriman

sebanyak 3 tahap :

• Tahap 1 PT. Satria Antaran Prima (SAP) sasaran sebanyak 12

provinsi di Provinsi Aceh, Provinsi Riau, Provinsi Jawa Tengah,

Provinsi Jawa Timur, Provinsi Kalimantan Utara, Provinsi NTB,

Provinsi NTT, Provinsi Sulawesi Utara, Provinsi Papua, dan

Provinsi Papua Barat

• Tahap 2 PT. Dexter Ekspressindo sebanyak 34 provinsi

• Tahap 3 PT. Dexter Ekspressindo sebanyak 34 provinsi

2. Tujuan pengiriman KIP sampai dengan Rumah Tangga Sasaran

(RTS)

(12)
(13)

13

REKAPITULASI DATA KIRIM KIP

Sekolah

Kirim

Terima

Retur

SD

10.360.614

9.401.712

10.637

SMP

4.369.968

4.250.848

11.305

SMA

1.367.559

1.350.208

11.855

SMK

1.829.167

1.743.750

10.741

17.927.308

16.746.518

150.005

100%

93,4%

0,8%

Catatan :

(14)

Penggunaan

Kartu Indonesia Pintar (KIP)

(15)

PENDAFTARAN KE SEKOLAH FORMAL

Jenjang SD

Sekolah wajib menerima calon peserta didik

yang memiliki KIP pada saat mendaftar ke

sekolah.

Calon peserta didik Sekolah Dasar (SD)

berusia tepat dan atau telah berusia 6 - 12

tahun.

Apabila calon peserta didik usia masuk SD

tidak dapat diterima, maka sekolah melapor

ke Unit Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan

(UPTD Pendidikan) tingkat Kecamatan.

(16)

PENDAFTARAN KE SEKOLAH FORMAL

Jenjang SMP

Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang memiliki

KIP pada saat mendaftar ke sekolah.

Calon peserta didik kelas VII telah tamat

SD/SDLB/MI/Program Paket A dan memiliki Surat Tanda

Lulus (STL).

Memiliki Daftar Nilai Ujian Akhir Sekolah atau Daftar Nilai

Ujian Persamaan Tamat SD atau Daftar Nilai Penilaian Hasil

Belajar Tahap Akhir Nasional (Pehabtanas) Program Paket A.

Berusia maksimal 15 tahun pada awal tahun pelajaran

baru.

Apabila calon peserta didik usia masuk SMP/MTs/SMPTK

tidak dapat diterima, maka untuk SMP melapor ke Unit

Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan (UPTD Pendidikan)

tingkat Kecamatan, dan untuk MTs melapor ke Kantor

Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

(17)

PENDAFTARAN KE SEKOLAH FORMAL

Jenjang SMA/SMK

Sekolah wajib menerima calon peserta didik yang memiliki KIP pada

saat mendaftar ke sekolah.

Telah tamat SMP/SMPLB/MTs/Program Paket B dan memiliki Surat

Tanda Lulus (STL).

Memiliki Daftar Nilai Ujian Nasional SMP/MTs atau Daftar Nilai Ujian

Persamaan Tamat SMP atau Daftar Nilai Penilaian Hasil Belajar Tahap

Akhir Nasional (Pehabtanas) Program Paket B.

Berusia maksimal 18 tahun pada awal tahun pelajaran baru.

Apabila calon peserta didik usia masuk SMA/SMK/MA/SMTK/SMAK

tidak dapat diterima, maka untuk SMA/SMK/SMAK melapor ke Unit

Pelaksana Teknis Daerah Pendidikan (UPTD Pendidikan) tingkat

Kecamatan, dan untuk MA melapor ke Kantor Kementerian Agama

Kabupaten/Kota, serta untuk SMAK melapor ke Direktorat Jenderal

Bimas Katolik Kementerian Agama RI

(18)

PENDAFTARAN PENDIDIKAN KESETARAAN

Program Paket A setara SD

SKB/PKBM/Satuan Pendidikan nonformal lainnya

wajib menerima calon peserta didik yang memiliki

KIP pada saat mendaftar ke lembaga.

Calon peserta didik SKB/PKBM/Satuan Pendidikan

nonformal lainnya berusia sampai dengan 21

tahun.

Apabila calon peserta didik tidak dapat diterima di

lembaga tersebut, maka dapat dipindahkan ke

Satuan Pendidikan nonformal lainnya terdekat

lainnya.

(19)

PENDAFTARAN PENDIDIKAN KESETARAAN

Program Paket B setara SMP

SKB/PKBM/Satuan Pendidikan nonformal lainnya

wajib menerima calon peserta didik yang memiliki

KIP pada saat mendaftar ke lembaga.

Calon peserta didik SKB/PKBM/Satuan Pendidikan

nonformal lainnya berusia sampai dengan 21

tahun.

Apabila calon peserta didik tidak dapat diterima di

lembaga tersebut, maka dapat dipindahkan ke

Satuan Pendidikan nonformal lainnya terdekat

lainnya.

(20)

PENDAFTARAN PENDIDIKAN KESETARAAN

Program Paket C setara SMA/SMK

SKB/PKBM/Satuan Pendidikan nonformal lainnya

wajib menerima calon peserta didik yang memiliki

KIP pada saat mendaftar ke lembaga.

Calon peserta didik SKB/PKBM/Satuan Pendidikan

nonformal lainnya berusia sampai dengan 21

tahun.

Apabila calon peserta didik tidak dapat diterima di

lembaga tersebut, maka dapat dipindahkan ke

Satuan Pendidikan nonformal lainnya terdekat

lainnya.

(21)

PENDAFTARAN PENDIDIKAN KURSUS DAN PELATIHAN

LKP dan pelaksana diklat penerima Program Pendidikan

Kecakapan Kerja (PKK) dan Program Kecakapan Wirausaha

(PKW), wajib menerima calon peserta didik yang memiliki KIP

pada saat mendaftar ke lembaga.

Calon peserta didik LKP dan pelaksana diklat berusia 16 s.d. 21

tahun.

Apabila calon peserta didik tidak dapat diterima di lembaga

tersebut, maka dapat dipindahkan ke LKP dan pelaksana diklat

terdekat lainnya penerima program PKK dan PKW.

(22)

PERAN DAN FUNGSI

22

Menetapkan Juknis Sosialisasi dan koordinasi

Menyampaikan ke sekolah melalu Dinas Pendidikan untuk menerima peserta didik yang memiliki KIP untuk kembali mendapatkan layanan pendidikan

Menyampaikan ke sekolah melalu Dinas Pendidikan untuk memasukkan/

mengentri data peserta didik calon penerima PIP 2016 yang memiliki KIP ke dalam aplikasi Dapodik

Sosialisasi dan koordinasi Menyampaikan kepada kepala sekolah untuk menerima pendaftaran ATS usia 6 s.d.21 tahun

Wajib menyelesaikan masalah penempatan anak usia 6 sampai dengan 21 tahun pemegang KIP yang belum mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan kewenangannya

Menyampaikan kepada sekolah untuk mengidentifikasi dan melaporkan

Melayani pengaduan Sosialisasi dan koordinasi

Menyampaikan kepada dinas pendidikan kabupaten/kota bahwa anak usia 6 sampai dengan 21 tahun yang tidak bersekolah agar mendapatkan layanan pendidikan

Menyampaikan kepada kepala sekolah untuk menerima pendaftaran ATS usia 6 s.d.21 tahun

Wajib menyelesaikan masalah penempatan anak usia 6 sampai dengan 21 tahun pemegang KIP yang belum mendapatkan layanan pendidikan sesuai dengan kewenangannya

Menyampaikan kepada sekolah untuk mengidentifikasi dan melaporkan

Melayani pengaduan

Sosialisasi dan koordinasi Menerima pendaftaran ATS usia 6 s.d.21 tahun

Memutakhirkan (updating data) ke dapodik secara lengkap dan benar

Pengelola Teknis (K/L)

Pengelola Teknis

(K/L) DISDIK PROVDISDIK PROV DISDIK KAB/KOTADISDIK KAB/KOTA SEKOLAH/ LEMBAGA

(23)

PELAPORAN, PENGADUAN DAN SANKSI

PELAPORAN

Satuan pendidikan melaporkan jumlah anak tidak sekolah usia 6 sampai 21 tahun pemegang KIP yang

telah mendapatkan layanan pendidikan, melalui Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota dan/atau Direktorat

Teknis terkait.

PENGADUAN

Pengaduan terkait permasalahan KIP dapat disampaikan ke Direktorat Teknis melalui unit pengaduan

khusus Program Indonesia Pintar:

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di laman:

http://pengaduanpip.kemdikbud.go.id

dan nomor

SMS0857 7529 5050, atau melalui: LAPOR! Lapor.go.id SMS ke 1708, ketik: KIP (spasi) Nomor KIP (spasi)

isi aduan

SANKSI

Satuan Pendidikan yang tidak menerima calon peserta didik pemegang KIP akan dikenakan

sanksi administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

(24)

Program Indonesia Pintar (PIP)

(25)

Program Indonesia Pintar

Tujuan dari program ini antara lain:

1. Meningkatkan akses bagi anak usia 6 sampai dengan 21 tahun untuk

mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat satuan pendidikan

menengah untuk mendukung pelaksanaan Pendidikan Menengah

Universal/Rintisan Wajib Belajar 12 Tahun.

2. Meringankan biaya personal pendidikan.

3. Mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah (

drop out

)

atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi.

4. Menarik siswa putus sekolah (

drop out

) atau tidak melanjutkan agar

kembali mendapatkan layanan pendidikan di sekolah/Sanggar

Kegiatan Belajar (SKB)/Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat

(PKBM)/Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP)/Balai Latihan Kerja

(BLK) atau satuan pendidikan nonformal lainnya.

(26)

PRIORITAS SASARAN PIP

Sasaran PIP adalah anak berusia 6 sampai dengan 21 tahun yang merupakan:

1. Peserta didik pemegang KIP;

2. Peserta didik dari keluarga miskin/rentan miskin dan/atau dengan pertimbangan khusus

seperti:

a. Peserta didik dari keluarga peserta Program Keluarga Harapan (PKH);

b. Peserta didik dari keluarga pemegang Kartu Keluarga Sejahtera (KKS);

c. Peserta didik yang berstatus yatim piatu/yatim/piatu dari sekolah/panti sosial/panti

asuhan;

d. Peserta didik yang terkena dampak bencana alam;

e. Kelainan fisik, korban musibah, dari orang tua PHK, di daerah konflik, dari keluarga

terpidana, berada di LAPAS, memiliki lebih dari 3 saudara yang tinggal serumah;

f.

Peserta pada lembaga kursus atau satuan pendidikan nonformal lainnya;

g. Peserta didik kelas 6, kelas 9, dan kelas 12;

h. Peserta didik SMK yang menempuh studi keahlian kelompok bidang: Pertanian,

Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Pelayaran/Kemaritiman.

(27)

DISDIK KAB/KOTA

DISDIK KAB/KOTA

SISWA melapor membawa KIP ke sekolah.

D

A

P

O

D

IK

D

A

P

O

D

IK

2

2

1

1

SEKOLAH/SKB/PKBM/LKP

PESERTA DIDIK PAKET A,B,C, dan Peserta Kursus, pelatihan melapor ke

SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal lainnya

SEKOLAH

Mengentri atau memutakhirkan (updating) data peserta didik pemegang KIP ke Dapodik. Data tersebut berfungsi sebagai data usulan siswa penerima dari tingkat sekolah ke direktorat teknis.

SKB/PKBM/LKP penglola dana bantuan PKK dan PKW

mengusulkan peserta didik pemegang KIP kepada dinas pendidikan kab/kota

2

2

3

3

1. Memberikan persetujuan tertulis, dan meneruskan daftar penerima PIP dari sekolah ke direktorat teknis terkait.

2. Untuk SD dan SMP, mengusulkan pemegang KIP melalui aplikasi data.dikdasmen.

kemdikbud.go.id/pipdikdasmen.

3. Mengusulkan SKB/PKBM/lembaga kursus, Paket A, B, C ke direktorat terkait

KEMDIKBUD

(Dit. Teknis)

KEMDIKBUD

(Dit. Teknis)

4

4

1. Dit. PPKK (Non Formal)

memvalidasi dan menerbitkan SK serta meneruskan ke Dit. PSD, PSMP, PSMA, dan PSMK

2. Dit PSD, PSMP, PSMA dan PSMK Meng-SK-kan penerima PIP

5

5

SK Penerima

Mekanisme Pengusulan Peserta Didik

Pemegang KIP

Anak penerima KIP yang belum/tidak berstatus sebagai peserta didik,

(28)
(29)

ATRIBUT KUNCI DATA SISWA

29

Nama

Tanggal lahir

Nama ibu kandung

Nisn

(30)

APLIKASI DAPODIK 2016/2017 TERKAIT PIP

30

1. Pastikan siswa yang mendapat kiriman kartu melaporkan ke

sekolah untuk di inputkan nomor KIP ke dalam sistem dapodik

2. Kolom isian KIP berdiri sendiri kolom terpisah dari isian nomor

kartu kps/kks/pkh

3. NOMOR KIP YANG MATCH DENGAN DATA BDT AKAN DI

MIGRASI OTOMATIS ke kolom kip YANG SEMULA DI KOLOM

KPS

4. Jika siswa memiliki nomor KPS/KKS/PKH SEGERA DI GANTI

DENGAN NOMOR KIP

5. Ada tambahan KOLOM ISIAN BARU NAMA YANG TERTERA DI

KIP , dengan tujuan sebagai baseline data cetak kartu perbaikan

KIP

(31)

D

A

P

O

D

IK

D

A

P

O

D

IK

2

2

Sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus

Sekolah/SKB/PKBM/LKP atau satuan pendidikan nonformal lainnya

1. Menseleksi dan menyusun daftar peserta didik yang masih aktif dan tidak memiliki KIP sebagai calon penerima dana PIP seperti pada nomor 2 prioritas penerima sasaran PIP

2. Untuk jenjang SD dan SMP, sekolah menandai status kelayakan Peserta Didik di aplikasi Dapodik sebagai calon penerima dana/ manfaat PIP

4

4

1. Dik PKP memvalidasi dan menerbitkan SK serta meneruskan ke Dit PMK

2. Dit PSD, PSMP, PSMA dan SPMK Meng-SK-kan penerima PIP

5

5

SK Penerima

Mekanisme Pengusulan Peserta Didik

Tidak Mempunyai KIP

DISDIK KAB/KOTA

DISDIK KAB/KOTA

3

3

1. Memberikan persetujuan tertulis, dan meneruskan daftar penerima PIP dari sekolah ke direktorat teknis terkait.

2. Untuk SD dan SMP, mengusulkan pemegang KIP melalui aplikasi data.dikdasmen.

kemdikbud.go.id/pipdikdasmen.

3. Untuk jenjang SMA dan SMK, sekolah menandai status kelayakan Peserta Didik di aplikasi Dapodik sebagai calon penerima dana/ manfaat PIP

KEMDIKBUD

(Dit. Teknis)

KEMDIKBUD

(32)

Diagram Penyaluran Dana PIP

Sekolah/SKB/PKBM/lembaga kursus

KPPN menyalurkan dana sesuai SP2D ke rekening penyalur

KEMDIKBUD

KEMDIKBUD

3 3

DISDIK KAB/KOTA

DISDIK KAB/KOTA

Alur penyaluran Dana Alur penyampaian SK

KPPN

KPPN

`

1

1 1. Mengirimkan SK penerima kepada disdik kab/kota dan lembaga penyalur untuk dibuatkan rekening 2. Mengajukan SPP, SPM ke KPPN untuk diterbitkan

SP2D

4 4

2 2

Siswa mengambil dana BSM/PIP di lembaga penyalur membawa persyaratan dan dokumen yang telah tetapkan

6 6

1. Berkoordinasi terkait kesiapan pencairan dana kepada penerima dengan disdik kab/kota/sekolah

2. Menyalurkan dana bantuan Mengirimkan SK penerima kepada

sekolah

5

5 Memberitahukan kesiapan pencairan

(33)

PERBEDAAN VIRTUAL DENGAN TABUNGANKU

No Perbedaan Virtual TabunganKu

1 Bukti Kepemilikan Surat Keterangan Sekolah Buku Tabungan

2 Jumlah Digit

Tahun 2015 :

18 digit kombinasi huruf angka Contoh :

MUHAMMAD 10400156B070005MD1

Tahun 2016 :

20 digit kombinasi huruf angka

M ARBIANSYAH 640110110624120022MH

15 digit

Contoh : 0206.01.0481xx.5x.x

(34)

FORMAT VIRTUAL ACCOUNT 2016

Digit ke- Keterangan

1 Angka “6” (1 digit) menunjukan tahun 2016

2 Jenjang (1 digit), 1= SD, 2 = SMP, 4=SMK 3-4 Tahap (2 digit) , misal: 01, 02, 03, dst 5-12 NPSN Sekolah (8 digit)

13-14 Kelas (2 digit) 15-18 Nomor Urut (4 digit)

19 Huruf pertama nama (1 digit) 20 Huruf terakhir nama (1 digit)

(35)
(36)

PEMANFAATAN DANA PIP

Dana PIP 2016 dimanfaatkan siswa untuk:

• Pembelian buku dan alat tulis;

• Pembelian pakaian dan perlengkapan (sepatu, tas, dll);

• Transportasi peserta didik;

• Uang saku peserta didik;

• Biaya kursus/les tambahan bagi peserta didik pendidikan formal;

• Biaya praktik tambahan/Penambahan biaya Uji Kompetensi (UJK) jika

beasiswa UJK tidak mencukupi/magang/penempatan kerja ke Dunia

Usaha dan Dunia Industri (DUDI) bagi peserta didik pendidikan

nonformal.

Penerima PIP tidak diperkenankan menggunakan dana tersebut untuk

tujuan yang tidak berhubungan dengan kegiatan pendidikan

.

(37)

Mekanisme untuk Mendapatkan KIP

Persyaratan mendapatkan KIP :

1. Memiliki Kartu Keluarga Sejahtera (KKS);

2. Sebagai peserta Program Keluarga Harapan (PKH).

 

Apabila Orang tua peserta didik belum memiliki KKS/PKH,

(38)

Sekolah Penyaluran Pencairan Belum Dicairkan

Siswa Dana Siswa Dana Siswa Dana

SD 2.415.281 743.308.425.000 789.514 215.435.250.000 1.625.767 527.873.175.000

SMP 1.477.735 679.072.875.000 175.664 78.797.250.000 1.302.071 600.275.625.000

SMA 404.014 239.220.000.000 129.010 1.348.000.000 275.000 8.938.000.000

SMK 852.641 652.080.500.000 126.634 87.629.000.000 726.007 564.451.500.000

Jumlah 5.149.671 2.313.681.800.000 422.863 82.399.375.000 4.726.804 2.002.348.425.000

REKAPITULASI PENYALURAN PIP 2016

Catatan :

(39)

Peran dan Fungsi dalam Pelaksanaan PIP

Menetapkan Juknis. Sosialisasi dan koordinasi

Identifikasi, kompilasi, dan sinkronisasi data Menetapkan SK penerima Menetapkan lembaga penyalur Menginformasikan SK penerima. Menetapkan lembaga penyalur Mencetak dan mengirimkan KIP Melayani pengaduan Pemantauan dan Pelaporan

Sosialisasi dan koordinasi

Memantau dan mendorong sekolah

Menetapkan petugas/tim data PIP tingkat

Kabupaten/Kota

Menyetujui usulan siswa calon penerima PIP dari sekolah

Menyampaikan usulan dari sekolah/ lembaga

Mengesahkan usulan dari pendidikan nonformal

Menginformasikan/menya mpaikan SK penerima Memantau pelaksanaan PIP Melayani pengaduan Sosialisasi dan koordinasi Memantau dan mendorong Dinas Kab/Kota, Satuan Pendidikan formal dan nonformal Pemantauan dan pengarahan Melayani pengaduan Menyampaikan informasi pencairan kepada siswa /peserta melalui dinas/sekolah Menyalurkan dana manfaat Pelaporan penyaluran Pertanggungjawaban penyaluran Sosialisasi dan koordinasi Menerima pendaftaran ATS usia 6 s.d.21 tahun Memutakhirkan

(updating data) ke dapodik

Menyampaikan informasi pencairan kepada siswa /peserta Menseleksi dan mengusulkan calon penerima PIP Membuat surat keterangan untuk pengambilan dana Pemantauan dan pengarahan Bertaggungjawab penuh terhadap kebenaran data peserta didik Melayai pengaduan KEMENDIKBUD KEMENDIKBUD DISDIK KAB/KOTA DISDIK KAB/KOTA DISDIK PROV

DISDIK PROV LEMBAGA

(40)

PENGADUAN

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan SD:

Telepon : (021) 5725638, Fax. (021) 5725644

HP : 081290771556, 082298973995, 082298973996, 082298973997, dan 082298973998 e-mail : [email protected]

Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar up. Kasubdit Peserta Didik

Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 17 Jl. Jenderal Sudirman - Senayan

Jakarta Pusat 10270

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan SMP:

Telepon : (021) 57900349 Fax: (021) 57900349 HP : 0812 8527 7680

e-mail: [email protected]

Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama up. Kasubdit Peserta Didik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 17

Jl. Jenderal Sudirman - Senayan

(41)

PENGADUAN

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan SMA:

Telepon : (021) 75912056 Fax: (021) 75912057 HP : 0812-8538-0515

e-mail : [email protected] Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Atas up. Kasubdit Peserta Didik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas

Kompleks Ditjen Pendidikan Menengah, Gedung A Lantai 3 Jl. R.S. Fatmawati, Cipete

Jakarta Selatan 12410

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan SMK:

Telepon : (021) 5725469 , Fax: (021) 5725469 e-mail : [email protected]

Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan up. Kasubdit Peserta Didik

Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 12

Jl. Jenderal Sudirman - Senayan

(42)

PENGADUAN

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan:

Telepon : (021) 5725215 Fax: (021) 5725039 e-mail : [email protected]

 

Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan up. Kasubdit Program dan Evaluasi

Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 8

Jl. Jenderal Sudirman - Senayan Jakarta Pusat 10270

Unit Pengaduan Masyarakat (UPM) Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan: Telepon : (021) 5725215 Fax: (021) 5725039

e-mail : [email protected]

 

Pengaduan tertulis disampaikan ke alamat:

Direktur Pembinaan Pembinaan Kursus dan Pelatihan up. Kasubdit Program dan Evaluasi

Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan Kompleks Kemdikbud, Gedung E Lantai 6 Jl. Jenderal Sudirman - Senayan

(43)
(44)
(45)

Tim PIP Direktorat PSD

Mengucapkan Terima Kasih

Kepada Seluruh Peserta

Sosialisasi & Monitoring PIP

Referensi

Dokumen terkait

Nyeri berhubungan dengan terputusnya jaringan tulang, gerakan fragmen tulang, dan cedera pada jaringan, alat traksi/immobilisasi, stress, ansietas.

 Peserta didik mencari informasi terkait dengan cara memainkan lagu daerah indonesia dengan alat musik rekorder/harmonika secara berkelompok.  Peserta didik

Pembatas yang ada meningkatkan masukkan atau biaya yang diperlukan, (3| kelas S 3 (kurang sesuai); lahan ini memiliki faktor pembatas yang besar untuk mempertahankan

- Guru melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang materi penanganan surat masuk dan keluar di dalam email dengan menerapkan prinsip

Persepsi siwa kelas XI SMA Negeri 5 Palu pada pesan rekruitmen pemilihan Randaa ante Kabilasa Kota Palu yaitu pesan rekruitmen adalah cerminan dari Randaa ante

[r]

Kepentingan non pengendali ( KNP ) mencerminkan bagian atas laba rugi dan aset bersih dari entitas anak yang tidak dapat diatribusikan secara langsung maupun

[r]