3. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Gambaran Umum Pas Radio FM
Radio Pas FM berdiri pada 8 september 2000. Pas radio FM merupakan radio yang concern di dunia bisnis. Dengan moto your business is our concern radio ini terletak di Jalan Raya Ngagel 77L surabaya. Format radio ini adalah coverage business throughout the day. Radio ini beroperasi 19 jam non-stop setiap hari. Para pendengar radio ini umumnya adalah yang berprofesi businessman,top executive,dan top officers.
Radio ini mempunyai kurang lebih 600.000 pendengar dengan meliputi jangkauan surabaya,gresik,lamongan,mojokerto,porong,sidoarjo,wonokromo,dan madura.
3.2. Jenis Penelitian
Jenis pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif menurut Sugiyono (14:2015), yaitu metode penelitian yang berlandaskan terhadap filsafat positivisme, digunakan dalam meneliti terhadap sample dan pupulasi penelitian, tehnik pengambilan sample umunya dilakukan dengan acak atau random sampling, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara memanfaatkan instrumen penelitian yang dipakai, analisis data yang digunakan bersifat kuantitatif/bisa diukur dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan metode yang di gunakan adalah metode survey dengan angket atau alat kuisioner. Angket atau alat kuisioner merupakan sebuah teknik pengumpulan data dengan cara memberikan sejumlah pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk di jawab ( Sugiyono, 2008)
Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kausal dimana jenis penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan bukti adanya hubungan sebab – akibat untuk menentukan apakah satu atau lebih variabel berpengaruh terhadap perubahan variabel lainnya ( Malhotra, 2004).
3.3. Populasi dan Sample 3.3.1. Populasi
Populasi dalam penelitian merupakan merupakan wilayah yang ingin di teliti oleh peneliti. Seperti menurut Sugiyono (2011 : 80) “Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulanya. Populasi yang diambil adalah pendengar radio Pas FM Surabaya.
3.3.2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2008). Dengan melakukan penelitian kepada sebagian dari populasi, diharapkan bahwa hasil yang didapat mampu menggambarkan populasi yang bersangkutan. Syarat utama sampel yang baik yaitu mampu mewakili ciri dan karakteristik populasi dengan bias yang terlalu kecil.Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling, dimana semua populasi tidak memiliki peluang yang sama untuk menjadi responden dan pengambilan sampel didasarkan pada pertimbangan peneliti (Simamora, 2002).
Penentuan ukuran sampel adalah menentukan jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian sehingga dapat mewakili populasinya. Dalam menentukan jumlah minimum sampel, penulis menggunakan rumusan Slovin (Sugiyono, 2007), yaitu:
𝑛 = 𝑍!𝑝 1 − 𝑝 4𝑒! 𝑛 = !,!"! !,! !!!,!
!(!,!")!
𝑛 = 96,04 → dibulatkan menjadi 100
Dimana :
n = Jumlah sampel
𝑍!! = Angka yang menunjukkan suatu penyimpangan nilai variabel dari Mean dihitung dalam satuan deviasi standar tertentu (1,96)
p = Probabilitas (0,5)
e = Taraf kesalahan, disarankan 5%
Jumlah sampel yang digunakan adalah 96,04 responden. Untuk memudahkan penghitungan maka jumlah responden dibulatkan menjadi 100. Oleh karena itu, kuesioner akan disebar kepada 100 responden
3.4. Jenis dan Sumber Data 3.4.1. Data Primer
Data primer adalah data yang dibuat oleh peneliti secara khusus untuk menyelesaikan masalah riset (Malhotra, 2014). Data primer dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh langsung melalui jawaban dari kuisioner yang telah disebar ke pendengar radio Pas FM Surabaya.
3.4.2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan untuk maksud selain untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi (Malhotra, 2014). Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari literature, studi pustaka, dan media online sebagai informasi pendukung penelitian ini. Data sekunder dalam penelitian ini digunakan sebagai dasar untuk menyusun dan mengembangkan dasar pemikiran atas hipotesis yang terdapat pada rumusan masalah penelitian ini.
3.5. Metode dan Prosedur Pengumpulan Data 3.5.1. Studi Kepustakaan
Menurut M. Nazir dalam bukunya yang berjudul „Metode Penelitian‟
mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan: “Studi kepustakaan adalah teknik pengumpulan data dengan mengadakan studi penelaahan terhadap buku- buku, literatur-literatur, catatan-catatan, dan laporan-laporan yang ada hubungannya dengan masalah yang dipecahkan.” (Nazir, 1988)
Selanjutnya menurut (Nazir, 1998) studi kepustakaan merupakan langkah yang penting dimana setelah seorang peneliti menetapkan topic penelitian, langkah selanjutnya adalah melakukan kajian yang berkaitan dengan teori yang
berkaitan dengan topik penelitian.
3.5.2. Studi Lapangan
Ukuran atau skala yang digunakan pada opsi jawaban untuk mencapai tujuan adalah dengan menggunakan skala likert. Skala likert adalah pengukuran yang mengharuskan responden untuk menunjukkan sikap setuju atau tidak setuju mereka mengenai serangkaian pertanyaan yang diberikan yang memiliki lima kategori skala mulai dari “sangat tidak setuju” hingga “sangat setuju” (Malhotra, 2009). Bentuk jawaban dari kuisioner ini, adalah:
1. Sangat Tidak Setuju (STS) = skor 1 2. Tidak Setuju (TS) = skor 2
3. Netral (N) = skor 3
4. Setuju (S) = skor 4
5. Sangat Setuju (SS) = skor 5
3.6. Definisi Operasional Variabel ( DOV )
Definisi operasional variabel yang di gunakan di sini terdapat 4 variabel : 1. Variabel Independen
Content Marketing
Content Marketing merupakan suatu strategi pemasaran untuk mendistribusikan, merencanakan serta membuat suatu isi konten yang menarik dengan tujuan untuk menarik target pasar serta mendorong mereka menjadi customer suatu perusahaan. Dimana content marketing memiliki 3 dimensi yaitu :
a. Reader Cognition
Kognisi Pembaca adalah suatu tanggapan dari suatu customer mengenai isi konten suatu perusahaan apakah konten tersebut mudah dipahami maupun dicerna termasuk interaksi visual, audible, maupun kinesthetic diperlukan untuk menjangkau semua pembaca.
• X1.1 Informasi yang disajikan Radio Pas FM mudah dimengerti
• X1.2 Konten yang disajikan Radio Pas FM dapat dengan mudah dipahami secara audible
b. Sharing Motivation
Sharing adalah suatu hal yang sangat penting di dalam dunia sosial ini.
Ada beberapa alasan suatu perusahaan berbagi konten. Pembaca berbagi konten untuk meningkatkan nilai mereka kepada orang lain, menciptakan identitas secara online, melibatkan diri mereka di komunitas mereka, memperluas jaringan mereka, dan membawa kesadaran akan penyebabnya.
• X1.3 Konten yang di bawakan Radio Pas FM telah sesuai dengan motivasi bisnis anda
• X1.4 Konten yang di bawakan Radio Pas FM memberikan anda pengetahuan baru tentang bisnis
c. Persuasion
Dimana suatu konten dapat membujuk pendengar untuk datang dan dapat menjadi pendengar
• X1.5 Konten yang di berikan Radio Pas FM menarik pendengar
• X1.6 Konten yang di berikan Radio Pas FM bermanfaat terhadap pendengar
d. Decision Making
Setiap individu memiliki hak untuk mengambil suatu keputusan.
Terkadang suatu keputusan di pengaruhi oleh kepercayaan terhadap suatu perusahaan, fakta yang ada,serta emosi yang timbul
• X1.7 Konten yang dibawakan sesuai dengan kebutuhan pendengar
• X1.8 Konten yang di bawakan mampu memberikan solusi bagi pendengarnya
e. Factors
Faktor – faktor lain juga turut mempengaruhi konten yang disajikan seperti perusahaan, teman maupun keluarga. Karena evaluasi keputusan tidak diambil berdasarkan evaluasi sendiri.
• X1.9 Konten yang di bawakan bertema tentang update bisnis terkini
• X1.10 Program siaran yang dibawakan membuat antusias pendengarnya
2. Variabel intervening. Variabel intervening dalam penelitian ini yaitu:
Viral Marketing
Viral marketing sendiri sangatlah penting dimana berperan untuk dapat menyebarkan informasi dengan cepat dan efisien sehingga informasi yang diberikan perusahaan dapat dengan cepat sampai ke pendengar. berikut dimensi viral marketing:
a. Messenger ( Y1)
Elemen penting dalam menciptakan epidemi viral marketing membutuhkan orang yang tepat untuk menyebarkan pesan.
• Y1.1 Bahasa yang dibawakan Pas FM radio enak di dengar
• Y1.2 Penyiar yang membawa program siaran memberikan kenyamanan untuk pendengar
b. Message
Hanya pesan yang mudah diingat dan cukup menarik untuk disampaikan kepada orang lain memiliki potensi untuk memacu pemasaran viral fenomena
• Y1.3 Pesan Radio Pas FM cepat tersampaikan ke anda
• Y1.4 Pesan yang dibawakan selalu berita terkini
Event Marketing
Event marketing adalah alat pemasaran yang menggunakan pengalaman pendengar sebagai strateginya. Terdapat 3 dimensi dalam Event Marketing sendiri yaitu :
a. Entertainment
Memberikan manfaat terhadap peserta dengan alasan memberikan hiburan dan merasakan langsung terhadap event yang diadakan.
• Y2.1 Event Radio Pas FM memberikan edukasi tentang bisnis
• Y2.2 Event yang dibuat Radio Pas FM memberikan kesempatan interaksi secara langsung
b. Excitement
Bagaimana peserta merasakan kebahagiaan, kepuasan, dan kesenangan dari acara yang diadakan dengan memberikan manfaat yang baik
• Y2.3 Event yang di buat Radio Pas FM selalu berkesan
• Y2.4 Event yang di buat Radio Pas FM memberikan antusias tersendiri untuk anda
c. Enterprise
Perusahaan membuat sebuah acara inovatif yang untuk menarik pengunjung agar langsung mengetahui dan merasakan sebuah acara yang inovatif dan kreatif
• Y2.5 Event yang di buat Radio Pas FM memberi peluang bisnis
• Y2.6 Event yang di buat Radio Pas FM berbeda dengan radio lain
3. Variabel Dependen Customer Loyalty ( Z1)
Customer Loyalty adalah suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dengan pendengar. Perusahaan akan selalu berkomitmen untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik agar pendengar mereka selalu setia pada perusahaan. Berikut ada 4 dimensi customer loyalty:
a. Repeat purchase
Customer selalu melakukan pembelian secara berulang dan teratur pada produk-produk yang ditawarkan perusahaan
• Z1.1 Anda selalu setia mendengarkan radio Pas FM di saat waktu luang
• Z1.2 Anda menjadikan Radio Pas FM sebagai prioritas dalam mencari informasi bisnis
b. Positive Attitudes
Dimensi ini menjelaskan bagaimana pendengar memiliki sikap positif terhadap produk atau jasa yang ditawarkan perusahaan kepadanya
• Z1.3 Anda berkenan untuk berbagi informasi bisnis setelah mendapatkannya dari Radio Pas FM
• Z1.4 Anda mau merefrensikan Radio Pas FM sebagai radio bisnis yang memiliki banyak informasi bermanfaat
3.7. Teknik Analisis Data
Analisis data di dasarkan pada data yang di peroleh dari instrumen penelitian yaitu dari hasil kuisioner yang disebarkan kemudian diokah dengan metode statistik.
3.7.1. Path Analysis
Pada penelitian ini, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan teknik path analysis untuk menunjukkan adanya hubungan yang kuat dengan variabel – variabel yang duiji. Tekni path analysis untuk melukiskan dan menguji model hubungan antar variabel yang berbentuk sebab akibat (Sugiyono, 2012).
Teknik ini merupakan pengembangan korelasi yang diurai menjadi beberapa interpretasi akibat yang ditimbulkannya.
Pengujian statistik pada model path analysis dilakukan dengan menggunakan metode partial least square. Partial Least Square (PLS) adalah metode alternatif dari SEM yang dapat digunakan untuk mengetahui komplesitas hubungan suatu konstrak dan konstrak lain, serta hubungan suatu konstrak dengan indikator-indikatornya. Salah satu kelebihan PLS-SEM adalah mampu menangani model yang kompleks dengan multiple variabel eksogen dan endogen dengan banyak indikator, dapat digunakan pada sampel dengan jumlah kecil, dan data distribusi yang condong (Abdillah & Hartono, 2015).
3.7.2. Indikator Reliability dan Internal Consistency Reliability
Untuk pengukuran reliabilitas dan validitas dari seluruh indikator yang digunakan, maka penulis akan menggunakan teknik indicator reliability dan internal consistency reliability. Evaluasi reliability ini bertujuan untuk melihat konsistensi dari data yang digunakan untuk penelitian. Evaluasi ini penting untuk dilakukan karena sedikit kesalahan yang terjadi dapat berpengaruh besar terhadap output data yang akan diuji selanjutnya.
Sebuah indikator dinyatakan memiliki reliable yang cukup baik apabila indicator reliability nilai 0,40 – 0,70 dan dikatakan baik apabila lebih besar dari 0,70. Kemudian, nilai internal consistency reliability didapat dari composite reliability (Abdillah & Hartono, 2015). Latent variabel akan dinyatakan reliabel apabila nilai composite reliability lebih besar dari 0,70.
3.7.3. Convergent Validity dan Discriminant Validity
Evaluasi validitas data dengan menggunakan convergent validity dan discriminant validity, dimana evaluasi ini bertujuan untuk melihat apakah variabel yang digunakan didalam penelitian ini akurat dalam melakukan pengolahan data.
Validitas konvergen berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur (manifest variable) dari suatu konstruk seharusnya berkorelasi tinggi. Rule of thumb yang biasanya digunakan untuk menilai validitas konvergen adalah nilai loading factor yang harus lebih dari 0.7 atau nilai AVE yang harus lebih dari 0.5 untuk dikatakan valid. Variabel akan dinyatakan valid apabila nilai AVE yang telah diakar pangkat dua lebih besar (>) dari korelasi setiap latent variabel yang berhubungan.
Discriminant validity berhubungan dengan prinsip bahwa pengukur atau manifest variable konstruk yang berbeda seharusnya tidak berkorelasi dengan tinggi.
Cara untuk mengujinya yaitu dengan melihat nilai cross loading untuk tiap variabel yang harus lebih besar dari 0.7 (Abdillah & Hartono, 2015). Discriminant validity dapat juga diukur dengan membandingkan akar kuadrat dari nilai AVE masing-masing variabel latent. Nilai ini harus lebih besar dari korelasi variabel laten lainnya agar dikatakan memiliki nilai discriminant validity yang baik.
3.7.4. Inner Model atau Model Struktural
Inner model atau model structural bertujuan untuk menggambarkan hubungan antara variabel laten berdasarkan teori subtantif. Inner model dievaluasi dengan menggunakan R-square untuk konstruk dependen, Q-Square predictive relevance untuk model struktural, dan uji t serta signifikansi dari koefisien paremeter jalur struktural. Melihat R-square untuk setiap variabel laten dependen (laten endogen). Interpretasinya sama dengan interpretasi pada regresi. Perubahan nilai R-square dapat digunakan untuk menilai pengaruh variabel laten independen (laten eksogen) tertentu terhadap variabel laten dependen (laten endogen) apakah mempunyai pengaruh yang subtantif. Pada model PLS melihat nilai R-square dengan melihat Q-square prediktif relevansi untuk model konstruktif. Apabila nilai R2 berada diantara 0.25 – 0.50, maka dinyatakan lemah, jika nilai R2 berada diantara 0.50 – 0.75 dikatakan sedang , jika > 0.75 maka dinyatakan substansial.
Q-Square predictive relevance mengukur seberapa baik nilai observasi dihasilkan oleh model dan juga estimasi parameternya. Nilai Q-square > 0 menunjukkan model memiliki predictive relevance, sebaliknya jika nilai Q- Square ≤ 0 menunjukkan model kurang memiliki predictive relevance.
Perhitungan Q-Square dilakukan dengan rumus: Q2 = 1 – ( 1 – R12) ( 1 – R22) ... ( 1- Rp2) dimana R1 2 , R22 ... Rp2 adalah R-square variabel endogen dalam model persamaan. Besaran Q2 memiliki nilai dengan rentang 0 < Q2 < 1, dimana semakin mendekati 1 berarti model semakin baik. Stabilitas dari estimasi ini dapat dievaluasi melalui T-test (Abdillah & Hartono, 2015).
3.7.5. T-Test
Di dalam penelitian ini terdapat variabel intervening yaitu penghubung antara variabel dependen dan variabel independen. Pengujian hipotesis mediasi (variabel intervening) dapat dilakukan dengan prosedur t-test. Pengujian t-test digunakan untuk mendapatkan nilai t-statistik yang diperlukan apabila peneliti ingin melakukan uji hipotesis, sehingga peneliti dapat mengatakan apakah sebuah variabel dapat dikatakan memiliki pengaruh yang signifikan atau tidak. T-test dilakukan dengan menggunakan metode bootstrapping.
Metode bootstrapping adalah suatu proses pengujian re-sampling yang dilakukan oleh sistem komputer untuk mengukur keakuratan sample estimate.
Apabila nilai bootstrap lebih dari (>) 1.96 maka variabel tersebut dinyatakan memiliki pengaruh yang signifikan, namun apabila nilai bootstrap lebih rendah (<) dari 1.96, maka varianel dinyatakan memiliki pengaruh yang lemah (Abdillah
& Hartono, 2015).
3.7.6. Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk menyajikan data secara deskriptif yang menggambarkan karakteristik responden serta jawaban-jawaban responden sehingga mampu digunakan sebagai kesimpulan dari hasil kuisioner yang sudah disebarkan selama penelitian ini.