• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kontrak perkuliahan MK Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Gizi. Chica Riska Ashari, S.Gz, M.Si

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kontrak perkuliahan MK Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Gizi. Chica Riska Ashari, S.Gz, M.Si"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

Kontrak perkuliahan

MK Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Gizi

Chica Riska Ashari, S.Gz, M.Si [email protected]

(2)

Kontrak Kuliah

Mahasiswa wajib mengenakan pakaian rapi, sopan dan sesuai etika kampus UHAMKA.

Mahasiswa wajib hadir tepat waktu, toleransi keterlambatan selama dosen belum masuk kelas.

Mahasiswa yang sakit/izin harus menghubungi dosen yang bersangkutan dan membuat surat keterangan sakit/izin.

Dalam mengerjakan tugas mandiri/kelompok tidak dibenarkan menggunakan referensi populer (blog, artikel bebas, dan artikel

koran), boleh menggunakan jurnal dan buku referensi lainnya, serta tidak dibenarkan untuk copy paste.

(3)

Kontrak Kuliah

Dalam proses belajar mengajar, HP harus disimpan di dalam tas dalam mode silent atau non aktif.

Dalam proses belajar mengajar, tidak dibenarkan untuk bercerita/mengganggu ketertiban kelas.

Dalam proses presentasi mahasiswa tidak dibenarkan membawa HP pada saat presentasi.

Sebelum jadwal presentasi mahasiswa diwajibkan menguasai materi presentasi.

Dalam ujian tertulis, jika mahasiswa kedapatan mencontek (apapun itu), maka satu kelas akan mendapat nilai Error.

(4)

Kontrak Kuliah Online

Toleransi keterlambatan 15 menit.

Semua (dosen dan mahasiswa) wajib mengaktifkan kamera, jika tidak dianggap tidak hadir.

(5)

MK Manajemen Pelayanan Kesehatan dan Gizi

Semester/SKS : III / 2 SKS

Dosen pengampu :

Mohammad Furqan, MKM

Chica Riska Ashari, S.Gz, M.Si

(6)

Deskripsi Mata Kuliah

• Mata kuliah ini mempelajari mengenai sistem kesehatan di Indonesia, manajemen dan

sistem pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan seperti RS, puskesmas dll, subsistem pembiayaan kesehatan, serta

perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan

dan penilaian program kesehatan dan gizi.

(7)

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah

Mahasiswa mampu memahami konsep sakit dan sehat.

Mahasiswa mampu mengenal sistem kesehatan di Indonesia

Mahasiswa mampu memahami manajemen dan sistem pelayanan kesehatan.

Mahasiswa mampu memahami sistem kesehatan di Indonesia.

Mahasiswa mampu memahami subsistem pelayanan kesehatan di Indonesia.

Mahasiswa mampu memahami subsistem pembiayaan kesehatan di Indonesia.

(8)

Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (lanjutan…)

Mahasiswa mampu memahami perencanaan program kesehatan dan gizi.

Mahasiswa mampu memahami pengorganisasian program kesehatan kesehatan dan gizi.

Mahasiswa mampu memahami pelaksanaan program kesehatan kesehatan dan gizi.

Mahasiswa mampu memahami penilaian program kesehatan kesehatan dan gizi.

Mahasiswa mampu memahami hasil-hasil penelitian nasional dan internasional dalam bidang pelayanan kesehatan dan gizi.

(9)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pertemuan ke

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai konsep sakit dan sehat .

• Konsep sehat dan sakit.

• Determinan kesehatan dan gizi

Pertemuan 1

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai

konsep sakit dan sehat (2) dan Pengenalan sistem kesehatan di Indonesia.

• Menjelaskan konsep terjadinya penyakit Model Roda, kerangka sebab akibat dan segitiga epidemiologi (Multiple

Causation).

• Menjelaskan konsep pencegahan penyakit.

• Pengenalan sistem kesehatan di Indonesia

Pertemuan 2

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Manajemen dan Sistem pelayanan kesehatan.

• Batasan

• Unsur-unsur

• Ruang lingkup

• Manfaat

Pertemuan 3

(10)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pertemuan ke

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Sistem kesehatan di Indonesia.

• Batasan

• Ciri

• Unsur

• Jenjang

• Pendekatan

• Analisis

• Bentuk pokok

Pertemuan 4

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Subsistem pelayanan kesehatan (1).

• Batasan

• Macam

• Syarat pokok

• Masalah

• Pelayanan kesehatan menyeluruh &

terpadu

• Stratifikasi

• Sistem rujukan

• Program penjaminan mutu

Pertemuan 5

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Subsistem pelayanan kesehatan (2).

• Pelayanan kedokteran

• Pelayanan rawat jalan

• Pelayanan gawat darurat

• Rumah sakit (Pelayanan gizi di RS, PGRS klinik dan penyelenggaraan makanan RS, Food safety, HACCP)

Pertemuan 6

(11)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pertemuan ke

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Subsistem pelayanan kesehatan (3)

• Pelayanan dokter keluarga

• Pelayanan kesehatan masyarakat

• Puskesmas (Standar pelayanan gizi di

puskesmas dan posyandu, TFC pada kasus gizi buruk, Pelayanan lintas sektor)

Pertemuan 7

UTS (Pertemuan ke-8) Mahasiswa mampu

menjelaskan mengenai Subsistem pembiayaan kesehatan (1).

Batasan

Sumber biaya kesehatan Macam biaya kesehatan

Syarat pokok pembiayaan kesehatan Upaya penyelesaian

Pertemuan 9

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Subsistem pembiayaan kesehatan (2).

Tarif pelayanan Asuransi kesehatan

Biaya pelayanan kedokteran

Biaya pelayanan kesehatan masyarakat

Pertemuan 10

(12)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pertemuan ke

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Perencanaan program kesehatan dan gizi.

• Batasan

• Aspek perencanaan

• Ciri-ciri perencanaan

• Macam perencanaan

• Unsur rencana

• Menetapkan prioritas masalah

• Menetapkan prioritas

Pertemuan 11

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Pengorganisasian

program kesehatan dan gizi.

• Batasan

• Pengorganisasian suatu wadah

• Prinsip pokok organisasi

• Macam organisasi

• Pengembangan organisasi

• Pengorganisasian kegiatan masyarakat

• Penyusunan staf

• Fungsi staf

Pertemuan 12

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Pelaksanaan program kesehatan dan gizi.

• Motivasi

• Komunikasi

• Kepemimpinan

• Pengarahan

• Pengawasan

• Supervisi

Pertemuan 13

(13)

Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Pertemuan ke

Mahasiswa mampu menjelaskan mengenai Penilaian program kesehatan dan gizi.

• Jenis

• Ruang lingkup

• Teknik penilaian

Pertemuan 14

Mahasiswa mampu memahami hasil-hasil penelitian nasional dan internasional dalam bidang pelayanan kesehatan dan gizi.

• Sistem pelayanan kesehatan dan gizi Pertemuan 15

Ujian Akhir Semester (UAS)

(14)

Bobot Penilaian

Indikator Bobot Tugas Terstruktur 25%

UTS 25%

UAS 40%

Keaktifan 10%

(15)

REFERENSI

A. Gede Muninjaya. Manajemen Kesehatan Edisi 2. Jakarta: EGC. 2004.

Departemen Kesehatan RI. Manajemen Kesehatan Edisi 2. Jakarta: EGC. 2001.

Wijino D, dr, MS. Manajemen Mutu Pelayanan Kesehatan Airlangga University Press. Vol 1. 1999.

Handbook of Total Quality Management, karangan R.P. Mohanty dan R.R. Lakhe, 2000

Total Quality in Healthcare, karangan Ellen J. Gaucher dan Richard J. Coffey, 1993

Joint Commision international. 2010. Joint Commision International Accreditation Standar For Hospital. 4th Edition.USA : Joint Commision international.

Buston, M.N. 1997. Epidemiologi Penyakit Tidak Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, A. 1989. Penanggulangan Wabah Oleh Puskesmas. Jakarta: Binarupa.

Noor, N.N. 1997. Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular. Jakarta: Rineka Cipta.

Noor, N.N. 1997. Dasar Epidemiologi. Jakarta: Rineka Cipta.

(16)

REFERENSI

Bhisma, M. 1997. Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sutrisna, B.1990. Epidemiologi Lanjut Volume 1. Jakarta: Dian Rakyat.

Notoatmodjo S. 1997.Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta:Rineka Cipta

Departemen Kesehatan RI .2003. Pedoman PGRS Pelayanan Gizi Rumah Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan RI. Pusat Sarana dan Prasarana dan Peralatan.

Kesehatan. 2010. Sesi Perencanaan, Pedoman Teknis Sarana dan Prasarana.

Rumah Sakit Kelas B. Jakarta. Kementerian Kesehatan RI. 2012. Standar Akreditasi Rumah Sakit. Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. Hasil Penelitian Ketenagaan ; Standar tenaga gizi di Rumah Sakit. PPSDM. 2012.

Mahan, L. Katleen et. al. 2012. Krause’s Food And The Nutrition Care Process 13 Edition. USA : Elsevier Saunders.

RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo.1995. Asuhan Gizi Rumah Sakit. Jakarta: RSUPN Dr. Cipto

Mangunkusumo Snetselaar, Linda. 2009. Nutrition Counseling Skills for the Nutrition Care Process. Fourth Edition.Boston : Jones and Barlett Publishers

(17)

REFERENSI

Soekirman. 2000. Ilmu Gizi dan Aplikasinya untuk Keluarga dan Masyarakat Ditjen Dikti. Jakarta : Departemen Pendidikan Nasional.

Sullivan, Catherine F., 1990. Management of Medical Foodsevice. New York, Van Nostrsnd Reinhold.

Winterfeldt, Esther A. 2005. Dietetics Practice and Future Trends. Second Edition.Boston: Jones and Bartlett Publishers.

Sullivan. C.F, Management of Medical Food Science, Van Noshsand Reimhold, Second edition, 1990.

West Bessie B, Food Service Institusional, Sixth Edition, Mac Millan Publishing Company, New York, 1988.

Mukrie, Nursiah Manajemen Pelayanan Gizi Institusi Lanjut, Proyek Pengembangan Tenaga Gizi Pusat, Jakarta, 1990.

Raport Kesehatanku, Kemenkes RI. 2016.

Trihono. Manajemen Puskesmas, 2005, CV Sagung Seto, Jakarta.

Rotua, Manuntun. Dkk. MSPMI Dasar, EGC. 2015, Jakarta.

PGRS, Kemenkes RI. Jakarta. 2014.

(18)

REFERENSI

Bustami. Penjaminan Mutu Pelayanan Kesehatan dan akseptabilitasnya. Erlangga. 2013. Jakarta.

Kemenkes RI. Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. 2011, Jakarta.

Muninjaya, Gde. Manajemen Kesehatan, EGC. 1999, Jakarta.

Al-Assaf, A. Mutu Pelayanan Kesehatan (Perspektif Internasional), EGC. 2009. Jakarta .

Adisasmito, Wiku. Sistem Kesehatan.Raja Grafindo Persada.2007. Jakarta .

Furqon M, Izzati A. 2017. Hubungan Karakteristik Ibu Hamil dengan Kepuasan Pelayanan Konseling Gizi Di Puskesmas Kebon Jeruk Tahun 2017 [Skripsi]. Jakarta: Program Studi Gizi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka.

Al-Qur’an Surah Al-Anbiyâ’, 21: 83-84; Asy-Syu’arâ’ 26: 78-82

Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 195,185, 282

Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah

(19)

Any Questions?

(20)

Konsep Sehat

dan Sakit

(21)

Konsep Sehat

Menurut Linda Ewles & Ina Simmet

Konsep sehat dilihat dari segi jasmani yaitu sehat yg paling nyata karena perhatianya pd fungsi mekanistik tubuh.

Konsep sehat dr segi mental: yaitu kemampuan berfikir dgn jernih

& koheren.

Konsep sehat dilihat dr segi emosional: yaitu kemampuan untuk mengenal emosi seperti takut, nikmat, duka,marah dll dan untuk mengekspresikan emosi2 secara cepat.

(22)

Konsep Sehat (lanjutan…)

Menurut WHO

“A state of complete physical, mental, and social well being, and not merely the absence of desease or infirmity”

Keadaan yang sempurna baik fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit, atau kelemahan/cacat.

(23)

Konsep Sehat (lanjutan…)

Menurut UU No. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan

“Keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan orang hidup produktif secara sosial dan

ekonomis.”

(24)

Konsep Sehat (lanjutan…)

Menurut UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

“Kesehatan adalah keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual maupun sosial yang memungkinkan setiap orang untuk

hidup produktif secara sosial dan ekonomi.”

(25)

Konsep sehat dilihat dari segi sosial berarti kempuan untuk membuat dan mempertahankan hubungan dengan org lain.

Konsep sehat dr aspek spiritual: berkenaan dengan

kepercayaan & praktik keagamaan, perbuatan baik, prinsip tingkah laku, cara mencapai kedamaian.

Konsep sehat dr segi societal/lingkungan: sehat pada tingkat individu, yang terjadi akibat kondisi sosial, politik, ekonomi & budaya yang melingkupi individu tersebut.

Konsep Sehat (lanjutan…)

(26)

Allah dan Rasul-Nya (Nabi Muhammad s.a.w.) melalui ayat-ayat al-Quran dan sunnah Rasulullah s.a.w. memberi perhatian yang serius terhadap kesehatan manusia.

Nabi Muhammad s.a.w. bahkan menganggap keselamatan dan kesehatan sebagai nikmat Allah yang terbesar yang harus diterima dengan rasa syukur.

Firman Allah dalam QS Ibrâhîm, 14: 7,

ُت ْرَفَك نِئَل َو ْمُكَّنَدي ِزَلأ ْمُت ْرَكَش نِئَل ْمُكُّب َر َنَّذَأَت ْذِإ َو ٌديِدَشَل يِباَذَع َّنِإ ْم

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan: “sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.

Konsep Sehat (lanjutan…)

(27)

Bentuk syukur terhadap nikmat Allah melalui kesehatan ini adalah senantiasa menjaga kesehatan sesuai dengan

sunnatullah. Rasulullah s.a.w. bersabda:

َّحِّ ِصلا ِساَّنلا َنِم ٌريِثَك اَمِهيِف ٌنوُبْغَم ِناَتَمْعِن ُغا َرَفْلا َو ُة

.

Dua nikmat yang sering tidak diperhatikan oleh kebanyakan manusia yaitu kesehatan dan waktu luang.” (Hadis Riwayat al- Bukhari dari Ibnu Abbas)

Konsep Sehat (lanjutan…)

(28)

Konsep Sakit

Desease (penyakit) : gangguan fungsi fisiologis dr suatu organisme sebagai akibat terjadi infeksi atau tekanan dari lingkungan. (konsep patologi)

Illness (Sakit) : Penilaian individu terhadap

pengalaman menderita suatu penyakit. (konsep

kebudayaan)

(29)

Di hadapan Allah, orang sakit bukanlah orang yang hina. Mereka justeru memiliki kedudukan yang sangat mulia. اَم

ِةَك ْوَّشلا ىَّتَح ٍِّمَغ َلَ َو ىًذَأ َلَ َو ٍن ْز ُح َلَ َو ٍِّمَه َلَ َو ٍبَص َو َلَ َو ٍبَصَن ْنِم َمِلْسُمْلا ُبي ِصُي ُهاَياَطَخ ْنِم اَهِب ُ َّاللَّ َرَّفَك َّلَِإ اَهُكاَشُي

Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan keletihan, kehawatiran dan kesedihan, dan tidak juga gangguan dan

kesusahan bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya”. (Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abu Hurairah).

Konsep Sakit (lanjutan…)

(30)

Bahkan Allah menjanjikan kepada orang yang sakit apabila ia bersabar dan berikhtiar dalam sakitnya, Allah akan menghapus dosa-dosanya.

ِرَجَّشلا ُق َر َو ُّتاَحَت اَمَك ُها َياَطَخ ُهْنَع ْتَّتاَح َّلَِإ ىًذَأ ُهُبي ِصُي ٍمِلْسُم ْنِم اَم َوTidaklah seorang muslim tertimpa derita dari penyakit kecuali Allah

hapuskan dengannya (dari sakit tersebut) kejelekan-kejelekannya (dosa-dosanya) sebagaimana gugurnya dedaunan sebuah pohon”.

(Hadis Riwayat al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud)

Konsep Sakit (lanjutan…)

(31)

Tanda-Tanda Sakit

Menurut Cecil Helman

Terjadinya perubahan pd tampilan tubuh seperti jd kurus, perubahan warna kulit, rambut rontok.

Perubahan fungsi tubuh seperti frekuensi berkemih, menstruasi yg banyak, irama jantung yg tidak biasa.

Pengeluaran sesuatu dr tubuh yg tidak biasa seperti darah dlm urine, dahak, buang air besar.

Perubahan fungsi anggota tubuh (kaku).

(32)

Tanda-Tanda Sakit Menurut Cecil Helman (lanjutan…)

Perubahan panca indera: kurang pendengaran, penglihatan, mati rasa

Simptom fisik berupa ketidak nyamanan seperti rasa sakit, sakit kepala,sakit perut, demam, menggigil

Perubahan emosi seperti gelisah, depresi, rasa takut yg sangat

Perubahan perilaku dlm hubungan dgn orang lain, ada

masalah keluarga atau pekerjaan.

(33)

Istilah sehat mengandung banyak muatan kultural, social dan pengertian profesional yang beragam. Sehat harus dilihat dari berbagai aspek.

WHO melihat sehat dari berbagai aspek .Definisi WHO (1981): ”Health is a state of complete physical, mental and social well -being, and not merely the absence of disease or infirmity.”

WHO mendefinisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan social seseorang.

Sebatas mana seseorang dapat dianggap sempurna jasmaninya?

Konsep Sehat & Sakit Menurut

Budaya Masyarakat

(34)

Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal, wajar, nyaman dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan gairah.

Sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai siksaan sehingga

menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan aktivitas sehari- hari seperti halnya orang yang sehat.

Konsep Sehat & Sakit yang Dianut Pengobat Tradisional

(Battra)

(35)

Masyarakat dan pengobatan tradisional menganut dua konsep penyebab sakit, yaitu Naturalistik dan Personalistik.

Penyebab bersifat Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lingkungan, makanan (salah makan), kebiasaan hidup, ketidak seimbangan dalam tubuh, termasuk juga kepercayaan panas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan.

Personalistik menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi suatu agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur atau roh jahat), atau makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung).

Konsep Sehat & Sakit yang Dianut Pengobat Tradisional

(Battra) (lanjutan…)

(36)

Pengaruh gejala alam (panas, dingin) terhadap tubuh manusia.

Makanan yang diklasifikasikan ke dalam makanan panas dan dingin.

Supranatural (roh, guna-guna, setan dan lain-lain.).

Masyarakat menggolongkan

penyebab sakit ke dalam 3 bagian

yaitu:

(37)

Persepsi masyarakat papua (Irian Jaya) tentang penyakit malaria

Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa -rawa.

Selain rawa-rawa, tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat.

Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan itu milik penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang melanggar ketentuannya.

Persepsi Masyarakat tentang

Sehat & Sakit

(38)

Pelanggaran dapat berupa menebang, membabat hutan untuk tanah pertanian, dan lain-lain akan diganjar hukuman berupa penyakit dengan gejala demam tinggi, menggigil, dan muntah.

Penyakit tersebut dapat sembuh dengan cara minta ampun kepada penguasa hutan, kemudian memetik daun dari pohon tertentu, dibuat ramuan untuk di minum dan dioleskan ke seluruh tubuh penderita. Dalam beberapa hari penderita akan sembuh.

Persepsi Masyarakat tentang

Sehat & Sakit

(lanjutan…)

(39)

Pada sebagian penduduk Pulau Jawa, dulu penderita demam sangat tinggi diobati dengan cara menyiram air di malam hari.

Air yang telah diberi ramuan dan jampi-jampi oleh dukun dan pemuka masyarakat yang disegani digunakan sebagai obat malaria.

Persepsi Masyarakat Jawa

(40)

Menelusuri nilai budaya, misalnya mengenai pengenalan

kusta dan cara perawatannya. Kusta telah dikenal oleh etnik Makasar sejak lama.

Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massolong (kusta yang lumer), merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut

Persepsi Masyarakat Makassar

tentang Kusta

(41)

Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai-nilai budaya di Kabupaten Soppeng, dalam kaitannya dengan penyakit kusta (Kaddala, Bugis).

Di masyarakat Bugis menunjukkan bahwa timbul dan

diamalkannya leprophobia secara ketat karena menurut salah seorang tokoh budaya, dalam nasehat perkawinan orang-

orang tua di sana, kata kaddala ikut tercakup di dalamnya.

Persepsi Masyarakat Makassar

tentang Kusta (lanjutan…)

(42)

Disebutkan bahwa bila terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim saat istri sedang haid, mereka (kedua mempelai) akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala.

Ide ini bertujuan guna terciptanya moral yang agung di keluarga baru, berkembang dalam masyarakat dan menjadi konsep bahwa penderita kusta sebagai penanggung dosa.

Persepsi Masyarakat Makassar

tentang Kusta (lanjutan…)

(43)

Pengertian penderita sebagai akibat dosa dari ibu-bapak merupakan awal derita akibat leprophobia.

Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri keluarga yang merasa tercemar bila salah seorang anggota keluarganya menderita kusta.

Dituduh berbuat dosa melakukan hubungan intim saat istri sedang haid bagi seorang fanatik Islam dirasakan sebagai beban trauma yang sangat berat.

Persepsi Masyarakat Makassar

tentang Kusta (lanjutan…)

(44)

Determinan

Kesehatan dan

Gizi

(45)
(46)
(47)

Contoh Faktor Lingkungan Yang Dapat Mempengaruhi Kesehatan

Adanya sanitasi lingkungan yang baik akan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Ada norma agama pada umat islam tentang konsep haram terhadap alkohol akan menurunkan tingkat konsumsi alkohol.

Semakin tinggi tingkat pendidikan individu maupun masyarakat maka pengetahuan akan cara hidup sehat semakin baik.

(48)

Contoh Life Style yang dapat Mempengaruhi Kesehatan

Perilaku perokok sejak dini akan meningkatkan risiko kanker pada paru-paru.

Perilaku mengkonsumsi makanan cepat saji (junk

food) akan meningkatkan risiko obisitas yang berisiko pada penyakit jantung.

Kebiasaan melakukan konsep 3 M (menguras, mengubur dan menutup) pada pencegahan DBD akan menurunkan prevalensi penyakit DBD

(49)

Contoh Faktor Pelayanan Kesehatan yang dapat Mempengaruhi Kesehatan

Adanya upaya promotif terhadap penularan HIV/AIDS akan menurunkan prevalensi HIV/AIDS.

Tersedianya sarana dan prasaran kesehatan yang baik akan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkualitas.

Adanya asuransi kesehatan akan memudahkan individu/masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan.

(50)

Contoh Faktor Keturunan yang dapat Mempengaruhi Kesehatan

Perkawinan antar golongan darah tertentu akan mengakibatkan leukemia.

Adanya kretinisme yang diakibatkan mutasi genetik

(51)
(52)
(53)
(54)
(55)

Membuat ringkasan tentang konsep sakit dan sehat menurut pendapat kalian sendiri (word minimal 500 kata, TNR 12, spasi 1,5, margin 4333).

Carilah jurnal mengenai konsep sakit menurut kebudayaan yang ada di Indonesia, kemudian analisis, faktor determinan yang memengaruhi

penyakit di daerah tersebut. (Tugas Individu, daerah boleh sama tetapi kepercayaannya tidak boleh sama)

Tugas…

(56)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui partisipasi dan perolehan proyek kontraktor dalam lelang elektronik, untuk mengetahui hubungan antara kualifikasi

Pada pemeriksaan objektif terlihat edema kornea dengan injeksi silier, flare berat dengan tanda-tanda uveitis lainnya, bilik mata yang dalam disertai dengan katarak

Alat penukar kalor ini digunakan untuk mentransfer energi panas dari aliran udara yang memiliki temperatur dan kelembaban tinggi ke aliran udara yang memiliki temperatur

Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkat kontaminan mikrobiologi (coliform, Escherichia coli, Staphylococcus aureus) dan residu pestisida (golongan organofosfat)

Sehingga memaksa Barat untuk mengambil pilihan lain yang mana pilihan tersebut bisa kita lawan secara politik, sebagaimana kita bisa melawan mereka dalam perang gerilya militer

pengaruh prestasi belajar matematika pada siswa yang mengalami kesulitan belajar secara signifikan antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran

“ Analisis Pengaruh Atribut Produk, Manfaat Produk, Pesaing Produk Terhadap Kepuasan Nasabah Pada Koperasi Mandiri Sejahtera

FBIR memiliki pengaruh positif terhadap ROA, apabila FBIR meningkat berarti peningkatan pendapatan operasional diluar pendapatan bunga dengan presentase yang lebih besar