• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Penggunaan Kapur (CaO) dan Abu Vulkanik Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Ditinjau dari Nilai CBR dan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Penggunaan Kapur (CaO) dan Abu Vulkanik Sebagai Bahan Stabilisasi Pada Tanah Lempung Ditinjau dari Nilai CBR dan Pengujian Kuat Tekan Bebas (Unconfined Compression Test)"

Copied!
55
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 (a) Elemen Tanah Dalam Keadaan Asli; (b) Tiga Fase Elemen Tanah (Lambe dan Whitman, 1969)
Tabel 2.1 Berat Jenis Tanah
Tabel 2.2 Derajat Kejenuhan dan Kondisi Tanah
Gambar 2.2 Batas-Batas Atterberg (Das, 1991)
+7

Referensi

Dokumen terkait

4.3.2 Pengujian Pemadatan Tanah (Compaction) dengan Bahan Stabilisator Hasil pengujian sifat mekanis tanah yang telah dicampur dengan bahan stabilisator berupa semen dan abu

Ciri tanah lempung adalah sangat keras dalam keadaan kering dan bersifat plastis pada kadar air sedang sedangkan pada kadar air yang lebih tinggi lempung akan

Penelitian yang dilakukan meliputi pengujian-pengujian sifat fisik tanah (kadar air, berat jenis, batas-batas atterberg dan analisis saringan) dan pengujian sifat mekanis

Pengaruh Penambahan Abu Boiler Kelapa Sawit Terhadap Berat Isi Kering Tanah Asli Dari hasil tersebut didapat nilai Berat Isi Kering Maksimum Tanah paling maksimum

Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas..

Setelah tanah distabilisasi dengan berbagai variasi kadar abu sekam padi diperoleh nilai kuat tekan bebas terbesar terjadi pada kadar penambahan 8%AGV + 2% ASP yaitu

Pemadatan dilakukan pada sampel tanah dengan penambahan air interval 2% untuk mencari berat isi kering maksimum dan kadar air optimum, metode pemadatan yang dipakai

Hasil berat isi kering pada uji pemadatan tanah pasir asli dan penambahan abu cangkang sawit Pengujian compaction dilakukan untuk menentukan kepadatan tanah maksimum dan kadar air