KARYA TULIS ILMIAH TENTANG
TANAMAN REMPAH JAHE DAN BAWANG PUTIH
DI SUSUN OLEH :
ISMA EKA MARWATI (2016206) WINANCININGTIAS AYU (2016232)
1 E
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat rahmat dan karunia-Nya yang selalu diberikan, sehingga penulis dapat menyusun laporan ini sesuai dengan tugas yang diberikan oleh dosen pembimbing. Karya tulis ini ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia. Karya tulis ini berisi tentang manfaat obat tradisional yang berasal dari bahan jahe rempah dan bawang putih.
Semoga karya tulis ini dapat memberikan manfaat kepada pembaca tentang pemanfaatan obat tradisional dari bahan alami tanaman rempah dan untuk mengobati berbagai penyakit yang dialami.
Surakarta, 23 Desember 2016
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR...i
DAFTAR ISI...ii
BAB I...1
PENDAHULUAN...1
1.1 Latar Belakang Masalah...1
1.2 Rumusan Masalah...1
1.3 Tujuan...2
1.4 Manfaat...2
BAB II...3
PEMBAHASAN...3
2.1 Definisi Obat Tradisional...3
2.2 Penyakit Yang Bisa Disembuhkan...3
2.3 Keuntungan Mengkonsumsi Jahe dan Bawang Putih...5
2.4 Kandungan Yang Terdapat Pada Jahe dan Bawang putih...5
2.5 Cara Mengolah...6
BAB III...8
PENUTUP...8
3.1 Kesimpulan...8
3.2 Saran...8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan hasil rempah-rempahnya dan tanpa dipungkiri negara Indonesia terkenal di dunia juga karena hasil rempahnya yang sangat melimpah. Pada zaman dahulu masyarakat tradisional menggunakan rempah-rempah untuk obat herbal sebagai solusi untuk mengobati penyakit. Salah satunya jahe, jahe sangat dipercaya oleh masyarakat tradisional untuk menyembuhkan berbagai masalah penyakit dan untuk menghangatkan tubuh. Hingga sekarang ini resep obat tradisional olahan jahe tersebut dipercaya dan masih digunakan hingga sekarang. Di era globalisasi sekarang ini banyak pengembangan produk yang diolah dari jahe, produk tersebut bisa berupa permen, olahan dalam bentuk bubuk, dan obat herbal langsung diminum.
Bawang putih digunakan sebagai bumbu yang hampir setiap makanan dan masakan Indonesia. Selain untuk bumbu dalam masakan , bawang putih juga dapat digunakan sebagai obat kutil. Bawang putih juga mempunyai khasiat sebagai antibiotik alami dalam tubuh manusia. Selain itu bawang putih mentah juga mengandung senyawa-senyawa sulfur, termasuk zat kimia yang disebut allin yang membuat bawang putih mentah terasa getir dan angur.
1.2 Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan obat tradisional ?
2. Apa saja macam-macam penyakit yang bisa disembuhkan ?
3. Apa saja keuntungan mengkonsumsi obat tradisional dari bawang dan jahe ?
4. Kandungan apa saja yang terdapat pada jahe dan bawang putih ? 5. Bagaimana cara mengolah obat tradisional dari bawang dan jahe ? 1.3 Tujuan
1. Mengetahui yang dimaksud obat tradisional
3. Mengetahui keuntungan mengkonsumsi obat tradisional yang terbuat dari jahe dan bawang putih
4. Mengetahui kandungan yang terdapat pada jahe dan bawang putih
5. Mengetahui cara mengolah obat tradisional dari bahan rempah bawang putih dan jahe
1.4 Manfaat
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi Obat Tradisional
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat. Menurut penelitian masa kini, obat-obatan tradisional memang bermanfaat bagi kesehatan, dan kini digencarkan penggunaannya karena lebih mudah dijangkau masyarakat, baik harga maupun ketersediaannya. Obat tradisional pada saat ini banyak digunakan karena menurut beberapa penelitian tidak terlalu menyebabkan efek samping, karena masih bisa dicerna oleh tubuh.
Beberapa perusahaan mengolah obat-obatan tradisional yang dimodifikasi lebih lanjut. Bagian dari Obat tradisional yang bisa dimanfaatkan adalah akar, rimpang, batang, buah, daun dan bunga. Bentuk obat tradisional yang banyak dijual dipasar dalam bentuk kapsul, serbuk, cair, dan tablet.
2.2 Penyakit Yang Bisa Disembuhkan
Ada berbagai manfaat jahe selain untuk menghangatkan tubuh, yaitu:
1. Mengatasi mabuk perjalanan, dengan meminum wedang jahe dapat membantu mengatasi rasa mual yang biasanya terjadi pada beberapa orang saat perjalanan jauh.
2. Menghilangkan rasa mual dan kembung akibat masuk angin, tidak jauh berbeda dengan pemanfaatan wedang jahe diatas, dengan meminum hangatnya wedang jahe dapat menghilangkan rasa mual serta melegakan tubuh karena masuk angin.
4. Menghilangkan stress, jahe dapat melegakan pikiran dan membuat tubuh menjadi rileks setelah seharian sibuk dengan pekerjaan atau sekolah dan mengakibatkan stress hingga membuat sakit kepala. Sedangkan untuk bawang putih sendiri manfaatnya sebagai berikut :
1. Sumber senyawa antioksidan murah. Bawang putih ini mengandung antioksidan yang tinggi yang bisa berperan dalam pencegahan penyakit kangker. Dan bila anda seorang perokok berat, maka anda harus memakan bawang putih yang mentah dengan guna untuk memproteksi tubuh sekaligus juga untuk menghindarkan diri dari penyakit kanker.
2. Sumber anti inflamasi. Manfaat bawang putih lainnya juga untuk sebagai zat anti radang. Maka biasanya jika anda terkena demam , ataupun menderita sakit tenggorokan maka hanya dengan memakan bawang putih mentah maka keadaan tenggorokan akan kembali sehat.
3. Banyak mengandung senyawa anti bakteri. Jika sedang terserang infeksi pada perut maka bisa mencampurkan rajangan bawang putih mentah pada salad. Maka bila rutin mengonsumsinya , pencernaan akan menjadi lancar.
4. Berperan dalam membuang racun dalam tubuh. Senyawa antioksidan yang terdapat dalam bawang putih pun sanggup membuang racun yang tertimbun dalam tubuh. Manfaat bawang putih yang ini tidak hanya bagus bagi kesehatan, tetapi juga bisa menghambat terjadinya penuaan dini.
2.3 Keuntungan Mengkonsumsi Jahe dan Bawang Putih
Tanaman herbal sudah terbukti keuntungannya untuk mengobati penyakit karena sudah digunakan dari zaman nenek moyang dan dipercaya hingga sekarang oleh masyarakat. Berikut ini berbagai keuntungannya :
1) Tanaman herbal mudah didapat, masyarakat bisa memperoleh tanaman herbal ini dipasar tradisional,warung serta tanaman ini dapat ditanam sendiri.
2) Tidak menimbulkan efek samping maksudnya obat herbal benar-benar merupakan produk alami yang telah tersedia di alam. Pengolahan obat ini pun dilakukan secara alami, bahkan tradisional, tanpa pencampuran bahan kimia atau sintetis. Oleh sebab itulah, dapat dipastikan bahwa obat-obatan herbal sama sekali tidak memiliki efek samping sehingga sangat aman digunakan.
3) Tanaman herbal ini tidak hanya bisa mengobati satu penyakit saja namun juga berbagai penyakit lain bisa diobati dengan obat tradisional ini. 4) Bebas Racun maksudnya obat-obatan kimia atau obat farmasi jika
dikonsumsi secara berlebihan dan tanpa memperhatikan saran atau anjuran pemakaian dari dokter akan menimbulkan efek yang buruk bagi tubuh. Namun, ada yang berbeda dari obat herbal yaitu, bebas racun. Dengan demikian, obat herbal sangat aman dikonsumsi oleh siapa pun. Bahkan, obat herbal dapat dijadikan sebagai peluruh racun di dalam tubuh atau detoksifikasi.
Tanaman jahe yang paling banyak digunakan adalah bagian rimpangnya. Hal ini didukung oleh rimpang jahe merah yang banyak menyimpan kandungan senyawa alami dan yang berpengaruh sebagai pemberi rasa pedas yang menjadi rasa khas pada jahe itu sendiri. Kandungan senyawa kimia dari jahe merah terdiri dari gingerol, zingeron, dan shogaol. Selain itu jahe mengandung 1-4 % minyak atsiri dan oleoresin. Minyak atsiri dalam rimpang jahe merah juga memiliki komponen senyawa lainnya yang terdiri dari zingerberin, kamfena, lemonin, zingiberen, zingiberal, gingeral dan shogaol serta kandungan lainnya seperti minyak dammar, pati, asam organik, asam malat, asam aksolat dan gingerin. Inilah yang membuat manfaat jahe merah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang.
Selain terkenal sebagai bumbu dapur, bawang putih yang mengandung alliin atau senyawa sulfoksida yang menyebabkannya mempunyai rasa yang spesifik dan memiliki aroma khas, bawang putih acapkali dipercaya sebagai obat. Bawang putih mengandung minyak atsiri yang bermanfaat sebagai anti bakteri dan anti septik. Selain itu, bawang putih juga mengandung allicin dan aliin yang bermanfaat sebagai daya anti kolesterol untuk mencegah penyakit jantung koroner, tekanan darah tinggi, dan lain-lain. Pada umbi bawang putih mengandung senyawa kimia yang cukup banyak seperti kalsium yang bersifat menenangkan sehingga cocok untuk mencegah hipertensi, saltivine yang bermanfaat mempercepat pertumbuhan sel dan jaringan serta merangsang sususan sel syaraf, protein, lemak, fosfor, vitamin A,B1,dan C.
2.5 Cara Mengolah
Berikut ini cara mengolah jahe menjadi wedang jahe :
1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti air, 2 ruas jahe, dan gula batu
3. Rebus jahe hingga air berubah warna menjadi tampak ke cokelatan 4. Tuang wedang jahe ke dalam gelas dan tambahkan gula batu
secukupnya sesuai selera 5. Wedang jahe siap disajikan
Berikut ini merupakan cara mengolah obat tradisional dari bawang putih dan jahe :
1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan seperti 1 kg jahe merah dan 1 kg bawang putih tunggal diambil sarinya saja, 1 gelas sari lemon, 1 gelas cuka apel, dan 1 gelas madu murni sebagai bahan campuran 2. Campur bahan-bahan yang terdiri dari dalam wadah (panci), kecuali
madu
3. Panaskan selama kurang lebih 10 menit 4. Saring ramuan tadi, dan buang ampasnya
5. Setelah ramuan sudah disaring dan dibuang ampasnya, campurkan 1 gelas madu asli ke dalam ramuan yang sudah disaring tadi
6. Setelah ramuan tadi tercampur rata, dan dingin, masukkan kedalam wadah botol dan simpan ke dalam kulkas agar ramuan bisa awet 7. Untuk mengonsumsinya, cukup meminumnya sebanyak 2 sendok
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Obat tradisional adalah obat-obatan yang diolah secara tradisional, turun-temurun, berdasarkan resep nenek moyang, adat-istiadat, kepercayaan, atau kebiasaan setempat. Obat tradisional terutama jahe dan bawang putih mudah didapatkan dan bebas racun karena bahan alami rempah. Kandungan-kandungan yang terdapat pada jahe dan bawang putih sangat baik dan bermanfaat untuk tubuh sehingga masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengkonsumsi obat tradisional dari jahe dan bawang putih. Dalam pembuatannya pun juga sangat mudah sehingga masyarakat bisa membuat sendiri dirumah.
3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Sudarsono, A. Pudjoarinto, D. Gunawan, S. Wahyono, I.A. Donatus, M. Dradjad, S. Wibowo dan Ngatidjan. 2006. Tumbuhan Obat 1. Yogyakarta: Pusat Penelitian Obat Tradisional Universitas Gadjah Mada.
Hariana, H. Arief. (2006). Tumbuhan Obat & Khasiatnya 3. Jakarta:Swadaya