• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Kesehatan Reproduksi Wanita docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Pelayanan Kesehatan Reproduksi Wanita docx"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada WUS

1. Pengertian

WUS (Wanita Usia Subur) adalah wanita yang keadaan organ reproduksinya berfungsi dengan baik antara umur 20-45 tahun. Pada wanita usia subur ini berlangsung lebih cepat dari pada pria. Puncak kesuburan ada pada rentang usia 20-29 tahun. Pada usia ini wanita memiliki kesempatan 95% untuk hamil. Pada usia 30-an presentasenya menurun hingga 90%. Sed30-angk30-an memasuki usia 40, kesempat30-an hamil berkurang hingga menjadi 40%. Setelah usia 40 wanita hanya punya maksimal 10% kesempatan untuk hamil. Masalah kesuburan alat reproduksi merupakan hal yang sangat penting untuk diketahui. Dimana dalam masa wanita subur ini harus menjaga dan merawat personal hygiene yaitu pemeliharaan keadaan alat kelaminya dengan rajin membersihkannya. Oleh karena itu WUS dianjurkan untuk merawat diri. Untuk mengetahui tanda-tanda wanita subur antara lain dengan melihat siklus haidnya.

2. Siklus Haid

Wanita yang mempunyai siklus haid teratur setiap bulan biasanya subur. Satu putaran haid dimulai dari hari pertama keluar haid hingga sehari sebelum haid datang kembali, yang biasanya berlangsung selama 28-30 hari. Oleh karena itu siklus haid dapat dijadikan indikasi pertama untuk menandai seorang wanita subur atau tidak. Siklus menstruasi dipengaruhi oleh hormon seks perempuan yaitu estrogen dan progesteron. Hormon-hormon ini menyebabkan perubahan fisiologis pada tubuh perempuan yang dapat dilihat melalui beberapa indikator klinis seperti, perubahan suhu basal tubuh, perubahan sekresi lendir leher rahim (serviks), perubahan pada serviks, panjangnya siklus menstruasi (metode kalender) dan indikator minor kesuburan seperti nyeri perut dan perubahan payudara.

3. Pembekalan pengetahuan untuk menjaga kesehatan reproduksi wanita

(2)

 Mandi 2x sehari

 Ganti pakaian dalam setiap hari

 Hindari keadaan lembab di vagina

 Mamakai pembalut yang tidak mengandung zat berbahaya (berbahaya

ditandai dengan mudah rusaknya pembalut jika terkena air)

 Ganti pembalut maksimal tiap 6 jam atau bila sudah penuh oleh darah haid

 Cebok dari arah depan ke belakang

 Hindari penggunaan sabun/cairan pembersih vagina.

b. Gizi

 Hindari 5 P (Pewarna, pengawet, penyedap, pengenyal,

 Konsumsi buah dan sayuran.

c. Perilaku seks

 Hindari perilaku seks bebas diluar nikah.

3. Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada PUS

1. Masalah Gangguan Kesehatan Reproduksi dan Upaya Penanggulangannya a. Definisi dan pengertian dasar

Fertilitas adalah kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi hidup dari suami yang mampu menghamilinya.

Pasangan Infertil adalah suatu kesatuan hasil interaksi biologis yang tidak mampu menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup.

Infertilitas Primer adalah jika istri belum berhasil hamil walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan pada kemuungkinan kehamilan selama 12 bulan berturut-turut. Infertilitas Sekunder adalah jika istri pernah hamil akan tetapi tidak berhasil hamil lagi walaupun bersenggama teratur dan dihadapkan pada kemungkinan kehamilan selama 12 bulan berturut-turut.

(3)

 Hubungan seksual yang normal

 Analisis sperma yang normal

 Ovulasi yang normal

 Uterus dan endometrium yang normal

 Tuba fallopi yang normal.

4. Etiologi

Infertilitas dapat disebabkan oleh :

 Gangguan pada hubungan seksual

 Jumlah sperma dan transportasinya yang abnormal

 Gangguan ovulasi dan hormonal yang lain, termasuk gangguan pada tingkat

reseptor hormon reproduksi.

 Kelainan tempat implantasi (endometrium) dan uterus

 Kelainan jalur transportasi (tuba fallopi)

 Gangguan peritoneum

 Gangguan imunologik.

2. Gangguan hubungan seksual yang dapat menyebabkan infertilitas

 Kesalahan teknik senggama : penetrasi tidak sempurna ke vagina

 Gangguan psikososial : impotensi ejakulasi prekoks, vaginismus

 Ejakulasi abnormal : kegagalan ejakulasi akibat pengaruh obat, ejakulasi

retrogard ke dalam vesika urinaria pasca prostatektomi

 Kelainan anatomi : hipospadia, epispadia, penyakit pyeroni.

3. Gangguan produksi dan transportasi sperma Parameter analisis semen normal

 Volume 2-5 cc

 Jumlah sperma > 20 juta/ml

 Motilitas 6-8 jam > 40%

(4)

 Kandungan kadar fruktosa 120-450 mikrog/ml. 5 Gangguan ovulasi

Ovarium memiliki dua peran utama, yaitu : sebagai penghasil gamet, sebagai organ endokrin karena menghasilkan hormon seks (estrogen dan progesteron).

Kegagalan ovulasi dapat berasal primer dari ovarium, misalnya penyakit ovarium polikistik atau kegagalan yang bersifat sekunder akibat kelainan pada poros hipotalamus hipofisis dan kelainan pada pusat opionid dan reseptor steroid di hipotalamus, atau tumor hipofisis serta hipofungsi hipofisis.

6 Pemeriksaan pasangan infertil

Sekitar 1 dari 5 pasangan akan hamil dalam 1 tahun pertama pernikahan dengan senggama yang normal dan teratur.

a. Riwayat penyakit dan pemeriksaan b. Analisis sperma

c. Uji pasca senggama (UPS)

d. Pembasahan dan Pemantauan Ovulasi e. Uji pakis

f. Suhu Basal Badan (SBB)

g. Sitologi vagina atau endoserviks h. Biopsi Endometrium

i. Laparaskopi.

7. Pemeriksaan uterus dan tuba fallopi

a. Biopsi Endometrium b. Hydrotubasi

c. Hidrosalpingogram d. Histeroskopi

e. Laparaskopi

(5)

Sekitar 50% pasangan infertil dapat berhasil hamil. Hal ini memberikan rasa optimis bagi kebanyakan dokter yang mencoba menangani pasangan infertil. Selama kurun waktu pemeriksaan pengobatan, baik oleh dokter umum maupun klinik infertilitas, umumnya pasien tetap peka terhadap perubahan emosional akibat kegagalannya untuk hamil. Oleh karena itu kontak yang teratur dengan mereka senantiasa dibutuhkan, untuk memberikan kesempatan kepada mereka melakukan ventilasi. Tindakan-tindakan diagnostik seringkali juga merupakan rangsangan pengobatan. Pemeriksaan vaginal dan sondase uterus, misalnya dapat menaikkan laju konsepsi.

8. Penyakit Menular Seksual

Cara penularan PMS termasuk HIV/AIDS, dapat melalui :

a. Hubungan seksual yang tidak terlindung, baik melalui vagina, anus, maupun oral. Cara ini merupakan cara paling utama (lebih dari 90%)

b. Penularan dari ibu ke janin selama kehamilan (HIV/AIDS, Herpes, Sifilis), pada persalinan (HIV/AIDS, Gonorhoe, Klamidia), sesudah bayi lahir (HIV/AIDS)

c. Melalui tranfusi darah, suntikan atau kontak langsung dengan cairan darah atau produk darah (HIV/AIDS).

7

Cara pencegahan PMS :

a. Melakukan hubungan seksual hanya dengan pasangan yang setia b. Menggunakan kondom ketika melakukan hubungan seksual

c. Bila terinfeksi PMS mencari pengobatan bersama pasangan seksual

d. Menghindari hubungan seksual bila ada gejala PMS, misalnya borok pada alat kelamin, atau keluarnya duh (cairan nanah) dari tubuh.

3. Pelayanan Kesehatan Reproduksi pada Klimakterium dan Menopause

A. 1. Klimakterium

A. Pengertian Klimakterium

Klimakterium adalah masa yang bermula dari akhir masa reproduksi sampai awal masa senium dan terjadi pada wanita berumur 40-65 tahun.

(6)

1. Pra menopause adalah kurun waktu 4-5 tahun sebelum menopause. 2. Menopause adalah henti haid seorang wanita.

3. Pasca menopause adalah kurun waktu 3-5 tahun setelah menopause. B. Etiologi

Sebelum haid berhenti, sebenarnya pada seorang wanita terjadi berbagai perubahan dan penurunan fungsi pada ovarium seperti sklerosis pembuluh darah, berkurangnya jumlah folikel dan menurunnya sintesis steroid seks, penurunan sekresi estrogen, gangguan umpan balik pada hipofise.

C. Patofisiologi

Penurunan fungsi ovarium menyebabkan berkurangnya kemampuan ovarium untuk menjawab rangsangan gonadotropin, sehingga terganggunya interaksi antara hipotalamus – hipofise. Pertama-tama terjadi kegagalan fungsi luteum . Kemudian turunnya fungsi steroid ovarium menyebabkan berkurangnya reaksi umpan balik negatif terhadap hipotalamus. Keadaan ini meningkatkan produksi FSH dan LH. Dari kedua gonadoropin itu, ternyata yang paling mencolok peningkatannya adalah FSH. 8

D. Manifestasi Klinik

1.Pramenopause : perdarahan tidak teratur, seperti oligomenore, polimenore, dan hipermenore.

2. Gangguan neurovegetatif (vasomotorik-hipersimpatikotoni),yang mencakup: a. gejolak panas (hot flushes)

b. keringat malam yang banyak c. rasa kedinginan

d. sakit kepala

e. desing dalam telinga f. tekanan darah yang goyah g. berdebar-debar

(7)

j. gangguan usus (meteorismus) 3. Gangguan psikis

a. mudah tersinggung b. depresi

c. lekas lelah

d. kurang bersemangat e. insomania atau sulit tidur A.2.Menopause

1. Pengertian Menopase

Kata menopause berasal dari bahasa yunani yang berarti ”bulan” dan ”penghentian sementara” (Wirakusumah,Emma.S, 2004).

Menopause atau mati haid adalah masa dimana seorang perempuan mendapatkan haid atau datang bulan atau menstruasi terakhir secara alami dan tidak lagi haid selama 12 bulan berturut-turut (Departemen Kesehatan RI, 2005).

Umumnya terjadi menopause mulai terjadi pada permpuan berusia sekitar 45-55 tahun (Departemen Kesehatan RI, 2005).9

2. Patofisiologi menopause

Jumlah folikel yang mengalami atresia makin meningkat, sampai suatu ketika tidak tersedia lagi folikel yang cukup, produksi estrogen pun berkurang dan tidak terjadi haid lagi yang berakhir dengan terjadi menopause. Oleh karena itu, menopause diartikan sebagai haid alami terakhir, hal ini tidak terjadi bila wanita menggunakan kontrasepsi hormonal pada usia perimenopause. Perdarahan terus terjadi selama wanita masih menggunakan pil kontrasepsi secara siklik dan wanita tersebut tidak mengalami keluhan klimakterik. Untuk menentukan diagnosis menopause, pil kontrasepsi harus segera dihentikan dan satu bulan kemudian dilakukan pemeriksaan FSH dan estradiol.

(8)

hanya pada sebagian wanita, sedangkan pada sebagian wanita lain, apalagi wanita gemuk, kadar estradiol dapat tinggi. Hal ini terjadi akibat proses aromatisasi androgen menjadi estrogen di dalam jaringan lemak. Diagnosis menopause merupakan diagnosis retropektif, bila seorang wanita tidak haid selama 12 bulan, dan dijumpai kadar FSH darah >40 mlU/ml dan kadar estradiol <30 pg/ml, telah dapat dikatakan wanita tersebut telah mengalami menopause (Baziad, 2003).

3. Gejala-gejala menopause a. Gejala jangka pendek

Gejala ini sering dijumpai, menimbulkan distress dan menyebabkan banyak wanita yang sebelumnya sehat mencari anjuran medis. Gejala-gejala sering salah diagnosis. Pada beberapa wanita, gejala-gejala menopause mungkin sangat mengganggu kualitas hidup dan sebaiknya tidak diabaikan dalam setiap pembahasan mengenai resiko dan manfaat FSH.

1. Gejala Vasomotor

 Kulit memerah dan panas tiba-tiba

 Palpitasi

 Pening

 Rasa lemah dan ingin pingsan.

2. Gejala Psikologis

 Mood murung

 Ansietas

10

 Iritabilitas dan mood berubah-ubah

 Labilitas emosi

 Merasa tidak berdaya

 Gangguan daya ingat

 Konsentrasi berkurang

(9)

 Merasa tidak bahagia. b. Gejala jangka menengah 1. Atrofi Urogenital

 Kekeringan vagina menyebabkan dispareuni, yang kemudian akan

menurunkan libido

 PH vagina meningkat dan vagina rentan mengalami infeksi oleh bakteri,

karena terjadi penurunan kolonisasi oleh laktobasil

 Insiden disuria, frekuensi, urgensi, dan inkotinensia meningkat seiring

bertambahnya usia, dan terjadi atrofi dan berkurangnya jaringan kolagen di sekitar leherkandung kemih.

2. Perubahan Kulit

 Pada pasca menopause terjadi penyusutan generalisata kolagen dari lapisan

dermis kulit

 Wanita sering mengeluh kulit yang tipis, dan kering disertai kerontokan

rambut dan kerapuhan kuku.

 Sering terjadi keluhan nyeri sendi dan otot yang generalisata dan hal ini juga

disebabkan oleh berkurangnya kolagen. c. Gejala jangka panjang

1. Osteoporosis

2. Penyakit kardiovaskuler.

4. Upaya dalam mengatasi gejala-gejala menopause a. Terapi non-hormonal

 Arus panas (hot flush)

(10)

memperlancar oksigen tapi juga mencegah pengendapan kolesterol di arteri sehingga peredaran darah menjadi lancar.

 Kulit kering dan keriput

Makanlah makanan alami bersifat membangun dan tidak merusak, terutama buah-buahan dan sayuran. Tingkatkan asupan vitamin E yang terdapat di biji-bijian terutama biji-bijian yang sudah berkecambah. Vitamin E diyakini dapat menyerap dan menghancurkan pigmen tanda-tanda penuaan yang timbul pada kulit. Perbanyak minum air putih dan hindari merokok.

 Pening atau sakit kepala

Cobalah untuk bersantai, beristirahat atau melakukan meditasi. Hindari hal-hal yang menyebabkan ketegangan, depresi atau stress. Hindari alkohol dan kopi.

 Pengerutan vagina

Menggunakan krim estrogen atau gel khusus vagina, melakukan hubungan seks secara teratur.

 Infeksi saluran kemih

Banyak mengkonsumsi air putih. Jika kantung kemih dalam keadaan penuh, pembilasan akan sering terjadi sehingga bakteri akan terbawa keluar. Mencuci bersih alat kelamin setelah buang air kecil untuk mencegah masuknya bakteri.

 Insomnia (sulit tidur)

Menjalani gaya hidup yang positif dan hilangkan pikiran negatif. Melakukan aktivitas fisik di siang hari. Aktivitas fisik secara teratur dapat membuat tidur lebih nyenyak. Jangan membiarkan perut dalam kondisi kelaparan.

 Gangguan psikis dan emosi

(11)

12

Perasaan marah dan depresi bisa diakibatkan oleh ketidakseimbangan natrium dan kalium dalam cairan tubuh. Oleh karena itu kurangi garam dan tingkatkan asupan kalium, misalnya jeruk atau pisang. Menghargai dan mencintai diri sendiri dengan cara menerima apa adanya.

 Osteoporosis

Meningkatkan asupan kalsium bisa dari susu atau ikan, misalnya ikan teri. Meningkatkan asupan vitamin D dari susu dan paparan sinar matahari pagi (jam 08.00-09.00). Meningkatkan asupan estrogen alami (fitoestrogen) dengan banyak mengkonsumsi produk kedelai seperti susu kedelai, tempe dan tahu. Meningkatkan aktivitas fisik (Wirakusumah,Emma.S, 2004).

b. Terapi hormonal

Gejala-gejala menopause dan osteoporosis bisa dibantu dengan menggunakan terapi penyulihan atau penggantian hormon (HRT = Hormone Replacement Therapy) yang dilakukan dengan memasukkan hormon-hormon seksual di dalam tablet atau beberapa bentuk lainnya. HRT tidak sesuai bagi setiap perempuan dan adanya beberapa kondisi medis, seperti kanker payudara. HRT perlu waktu lama untuk persiapan sehingga bisa sesuai dengan setiap individu. Salah satu kerugian HRT adalah bahwa kebanyakan persiapan HRT menyebabkan sedikit perdarahan bulanan pada perempuan yang secara normal sudah berhenti menstruasi tetapi persiapan HRT sekarang tersedia bagi perempuan tua dimana tidak ada perdarahan bulanan yang dialaminya (Nash Barbara, 2006).

ALAT-ALAT KONTRASEPSI

A. Pengertian alat-alat kontrasepsi

(12)

B. Pertimbangan pemakaian alat kontrasepsi

1. Usia ibu < 20 tahun: kontrasepsi yang reversibilitasnya tinggi/kembali ke kesuburan

tinggi

2. Usia ibu > 35 tahun: kontrasepsi efektif/kegagalan rendah dan reversibel/ireversibel

3. Usia reproduksi sehat: efektif, reversibel dan tidak mengganggu ASI

C. Macam-macam alat kontrasepsi yang bisa digunakan

Ada berbagai macam alat kontrasepsi di Indonesia. Terdiri dari KB hormonal, non hormonal, alamiah, dan kontrasepsi mantap.

1. Adapun KB hormonal

Efek samping dari metode kontrasepsi hormonal ini adalah:

1) Menstruasi menjadi tidak teratur atau tidak mens sama sekali (kecuali pil)

2) Kenaikan berat badan

3) Muncul flek hitam pada wajah

4) Mual, pusing, atau muntah

Cara kerja: 1) Menekan ovulasi

2) Mencegah implantasi

3) Mengentalkan lendir servik, sehingga sulit dilalui oleh sperma

4) Pergerakan tuba terganggu, sehingga transportasi telur juga terganggu

a. Pil oral kombinasi

a) Afektif dan reversible

b) Harus diminum setiap hari

c) Efek samping yang serius jarang terjadi

d) Efek samping yang sering timbul yaitu mual dan bercak perdarahan atau spotting

e) Tidak dianjurkan pada wanita yang sedang menyusui

(13)

Jenis-jenis pil oral kombinasi, yaitu:

a) Monofasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif

estrogen/progestin dalam dosis yang sama dengan 7 tablet tanpa hormon aktif

b) Bifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif

estrogen/progestin dengan dua dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif c) Trifasik: pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormon aktif

estrogen/progestin dengan tiga dosis yang berbeda dengan 7 tablet tanpa hormon aktif

Kebihan pil oral kombinasi, yaitu: a) Memiliki efektifitas yang tinggi

b) Resiko terhadap kesehatan sangat kecil

c) Tidak mengganggu hubungan seksual

d) Siklus haid teratur, tidak terjadi nyeri haid

e) Dapat digunakan jangka panjang selama wanita itu ingin menggunakannya

f) Mudah diberhentikan setiap saat dan kesuburan akan kembali setelah diberhentikan

g) Untuk kontrasepsi darurat

Kekurangan pil oral kombinasi, yaitu:

a) Mahal dan membosankan karena harus menggunakannya setiap hari

b) Mual, terutama pada 3 bulan pertama

c) Perdarahan bercak/spotting terutama 3 bulan pertama

d) Nyeri payudara, BB mengalami kenaikan, tidak untuk wanita menyusui

(14)

b. Suntik

1) Suntik progestin

Merupakan metoda kontrasepsi yang efektif, aman, dapat dipakai oleh semua WUS, kembalinya ke kesuuburan lebih lambat (4 bulan), cocok untuk masa laktasi karena tidak mempengaruhi ASI.

Jenis-jenis suntik progestin

a) DMPA mengandung 150 mg DMPAyang diberikan setiap 3 bulan dengan cara

disuntikkan IM

b) Depo Noristerat yang mengandung 200 mg Noretindron Enantat dengan cara

disuntikan IM dalam

Kelebihan suntik progestin, yaitu:

a) Sangat efektif untuk pencegahan kehamilan jangka panjang

b) Tidak mempengaruhi hubungan suami istri

c) Tidak mengandung estrogen sehingga tidak berdampak pada penyakit jantung

d) Tidak berpengaruh terhadap ASI

Kekurangan suntik progestin, yaitu:

a) Sering ditemukan gangguan haid seperti spotting, siklus memanjang dan memendek

b) Klien bergantuung pelayanan kesehatan dan tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu

c) Peningkatan BB dan terlambanya kembali ke kesuburan setelah penghentian

pemakaian

2) Suntik kombinasi

Merupakan jenis suntikan yang terdiri atas 25 mg Depo Medroksiprogesteron Asetat 5 mg Estradiol Sipionat yang diberikan injeksi IM 1 bulan sekali

(15)

a) Resiko terhadap kesehatan kecil, tidak mempengaruhi hubungan suami istri

b) Tidak diperlukan pemeriksaan dalam dan metode jangka panjang

c) Efek samping yang kecil

d) Klien tidak perlu menyimpann obat suntik

Kekurangan suntik kombinasi, yait

a) Terjadi perubahan pola haid, spotting, perdarahan sela sampai 10 hari

b) Mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan

c) Ketergantungan terhadap pelayanan kesehatan

d) Peningkatan BB dan terlambat kembali kesuburannya

c. Implan

Efektif 5 tahun untuk Norpalan (terdiri dari 6 batang ), 3 tahun untuk Indoplan/Implano, klien merasa kenyamanan, dapat dipakai oleh semua ibu usia reproduksi, pemasangan dan pencabutan memerlukan pelatihan, kesuburan akan kembali setelah dicabut, efek samping utama berupa perdarahan tidak teratur, bercak dan aminorhea dan aman dipakai saat menyusui.

Keuntungan implant, yaitu:

a) Daya guna tinggi, perlindungan jangka panjang (5 tahun), pengembalian tingkat

kesuburan yang cepat setelah pencabutan

b) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam, bebas dari pengarus estrogen, tidak

mengganggu coitus dan tidak mempengaruhi ASI

c) Klien kontrol ke klinik jika ada keluhan dan dapat dilakukan pencabutan setiap saat

sesuai dengan kebutuhan

Kekurangan implant, yaitu: a) Perubahan pola haid

b) Nyeri kepala dan nyeri dada

(16)

d) Memerlukan pembedahan minor untuk pemasangan dan pelepasan

2. KB non hormonal

a) AKDR (IUD)

Cara kerja:

1) Menghambat kemampuan sperma masuk tuba fallopi.

2) Mencegah implantasi telur dalam uterus.

3) Mencegah sperma dan ovum bertemu.

Keuntungan IUD, yaitu:

1) Tidak mempengaruhi hubungan seksual.

2) Meningkatkan kenyamanan hubungan seksual.

3) Tidak mempengaruhi ASI.

4) Metode jangka panjang

5) Dapat digunakan sampai menopouse.

Efek samping penggunaan IUD:

1) Menstruasi menjadi lebih lama dan banyak

2) Perubahan siklus haid (umumnya pada 3 bulan pertama)

3) Perdarahan irreguler (spotting) di antara menstruasi

4) Saat haid lebih sakit

b) Kondom

Cara kerja:

1) Menghalangi bertemunya sperma dan sel telur.

2) Mencegah penularan mikroorganisme dari satu pasangan ke pasangan lain.

Keuntungan kondom, yaitu: 1) Tidak mengganggu produksi ASI.

2) Mencegah PMS

3) Mencegah ejakulasi dini.

(17)

5) Mencegah imunoinfertiltas.

6) Murah dan dapat diberi secara umum.

7) Memberi dorongan suami untuk ber KB.

Efek samping:

1) Kondom rusak atau bocor sebelum berhubungan

2) Alergi

3) Mengurangi kenikmatan hubungan seksual

3. KB yang tanpa memakai alat apapun (alamiah)

a. Coitus interuptus (senggama terputus)

Adalah suatu metode koontrasepsi dimana senggama diakhiri sebelum terjadi ejakulasi intravaginal. Ejakulasi terjadi jauh dari genitalia eksterna wanita. Cara kerja: alat kelamin (penis) dikeluarkan sebelum ejakulasi sehingga sperma tidak masuk ke dalam vagina. Dengan demikian tidak ada pertemuan antara apermatozoa dengan ovum sehingga kehamilan dapat dicegah.

Keuntungan:

1) Efektif bila dilaksanakan dengan benar

2) Tidakk mengganggu produsi ASI

3) Dapat digunakan sebagai pendukung metoda KB lainnya

4) Tidak ada efek samping

5) Tidak memerlukan alat

b. Kalender

(18)

c. MAL (metode amenorrea laktasi)

Merupakan kontrasepsi yang mengandalkan pemberian ASI secara eksklusif. MaL dapat dipakai sebagai kontraseepsi bila: menyusui secara penuh, lebih efektif jika pemberian belum haid, usia bayi kurang dari 6 bulan. Efektifitasnya sampai 6 bulan dan harus dilanjutkan dengan pemakaian metode kontrasepsi lainnya. Cara kerjanya yaitu menunda atau menekan ovulasi.

Keuntungannnya: efektifitas tinggi (98%) pada 6 bulan pertama setelah melahirkan, segera efektif, tidak mengganggu senggama, tidak ada eefek samping secara sistemik, tidak perlu perawatan medis, tidak perlu obat atau alat dan tanpa biaya.

Keterbatasannya:

1) Perlu persiapan sejak perawatan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit

pasca persalinan

2) Mungkin sulit dilakukan karena kondisi sosial

3) Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan

4) Tidak melindungi terhadap infeksi menular seksual, termasuk hepatitis B (HBV) dan

HIV/AIDS.

5) Yang dapat menggunakan MAL adalah ibu yang menyusui secara eksklusif, bayinya

berusia kurang dari 6 bulandan belum mendapat haid setelah melahirkan.

4. Kontrasepsi mantap terdiri dari:

a) Tubektomi (MOW)

Pengikatam/pemotongan tuba fallopi kiri dan kanan pada wanita untuk mencegah transport ovum dari ovarium melalui tuba ke arah uterus, dilakukan dengan cara operasi, effektivitas : tinggi, reversibilitas: rendah, disebut kontrasepsi mantap

b) Vasektomi (MOP)

(19)

DAFTAR PUSTAKA

Hidayati, Ratna. 2009. Metode dan Tekhnik Penggunaan Alat Kontrasepsi. Salemba Medika: Jakarta.

Arum, DNS dan sujiyatini. 2009. Panduan Lengakap Pelayanan KB Terkini. Mitra Cendikia Press: Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Survival (EMAS) untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak di Puskesmas Batang kuis dan RSU Sembiring Kabupaten Deli Serdang tahun 2013?..

Adapun tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor faktor yang berhubungan dengan Implementasi Perlindungan Maternitas dan Pelayanan Kesehatan

Tabel 2.103. Pada tahun 2013 dari semua ruas jalan nasional tersebut 26,33 km dalam kondisi baik. Sedangkan yang kondisinya sedang menjadi 19,33 Km... Untuk ruas-ruas jalan

Di antaranya adalah rumah sakit di Kairo yang didirikan pada tahun 1248 M oleh Khalifah al-Mansyur, dengan kapasitas 8000 tempat tidur, dilengkapi dengan masjid untuk pasien dan

Agenda kebijakan perlu terfokus pada penyediaan baik pendidikan dan layanan kesehatan seksual dan reproduksi untuk semua penduduk dewasa lajang untuk memastikan bahwa

bahwa agar pelaksanaan penerbitan Surat Keterangan Miskin untuk pelayanan bidang kesehatan dapat lebih efektif dan efisien, maka Peraturan Walikota Surabaya Nomor 46 Tahun 2011

Sedangkan hasil mengenai antesenden yaitu hal-hal apa saja yang menghambat ibu hamil untuk melakukan kunjungan pemeriksaan ke dokter gigi secara rutin antara lain karena merasa

Pelayanan kesehatan mencakup semua layanan yang berhubungan dengan diagnosis dan pengobatan penyakit, promosi, pemeliharaan dan pemulihan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang baik memberikan pelayanan yang efektif, aman, dan berkualitas tinggi kepada mereka yang membutuhkannya dengan didukung oleh sumber daya yang memadai. Upaya pembangunan kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bila kebutuhan sumber daya kesehatan dapat terpenuhi. Sumber daya kesehatan mencakup sumber daya tenaga, sarana dan pembiayaan.Kesehatan yang baik merupakan hal yang penting untuk pembangunan ekonomi dan sosial yang berkelanjutan dan mengurangi kemiskinan (World Health Organization, 2017). Pelayanan kesehatan tercantum dalam kebijakan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 28 H Ayat (1) tentang kesehatan yaitu “Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan”. Dalam Pasal 28 H Ayat (1) tersebut memiliki makna setiap orang atau warga Negara Republik Indonesia berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dan Negara bertanggung jawab mengatur agar terpenuhi hak hidup bagi seluruh