24
DAFTAR REFERENSI
Adiyoga, W., Suherman, R., Soetiarso, T.A., Jaya, B., Udiarto, B.K., Rosliani, R. & Mussadad, D., 2004. Profil Komoditas Kentang. Bandung: Balai Penelilitian Tanaman Sayuran.
Agus, F., Surmaini, E. & Sutrisno, N., 2002. Teknologi hemat air dan irigasi suplemen. hlm. 239 -264. Dalam teknologi pengelolaan lahan kering. Menuju pertanian produktif dan ramah lingkungan. Bogor: Pusat penelitian dan pengembangan tanah dan agroklimat.
Arifin, M. S., Nugroho, A., & Suryanto, A., 2014. Kajian panjang tunas dan bobot umbi bibit terhadap produksi tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) varietas granola. Jurnal Produksi Tanaman, 2(3), pp.221-229
Badoni, A.J.S.C., 2009. A note on Micro tuber seed production of potato: Necessitate Step for Uttarakhand Hills. Report and Opinion, 1(5), pp.9-11.
Cahyaningrum, F., 2012. Pengaruh macam formula larutan nutrisi dan jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil pembibitan kentang dalam sistem aeroponik. Skripsi. Purwokerto: Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Campbell, N. A., Reece, J. B. & Mitchell, L. G., 1999. Biologi. Jakarta: Erlangga. Charloq., 2008. Kajian pemberian pupuk kalium dan paklobutrazol untuk
pertanaman kentang (Solanum tuberosum L.) di Desa Jaranguda Kabupaten Tanah Karo Sumatera Utara. Lembang: Prosiding Seminar Nasional Pekan Kentang.
Delfin, A.R., 2009. Conference 7th Hydroponics International Congress, Mexico. Dianawati, M., Ilyas, S., Wattimena, G.A. & Susila, A.D., 2013. Produksi umbi mini
kentang secara aeroponik melalui penentuan dosis optimum pupuk daun Nitrogen. J. Hort, 23(1), pp.47-55.
Direktorat Jenderal Hortikultura., 2011. Pedoman teknis pelaksanaan pengembangan sistem perbenihan hortikultura. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura. Direktorat Jenderal Hortikultura., 2012. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi
Pemerintah. Jakarta: Direktorat Jenderal Hortikultura.
Doorenbos, J., & Pruitt W.O., 1979. Guidelines for crop water requirements. FAO Irrigation and Drainage. Paper. Italy: FAO, UN.
Farran, I., & Mingo-castel A.M., 2006. Potato minituber production using aeroponics: Effects of density and harvest intervals. Am. J. Potato Res, 83(1), pp.47-53.
Fricke, W. 1997. Why do leaves and leaf cells of N-limited barley elongate at reduced rates?. Plants 202 (4), 522-530.
Gunawan & Afrizal, D., 2009. Teknologi aeroponik terobosan perbanyakan cepat benih kentang. Iptek Hortikultura No.5.
Hardjowigeno, S., 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.
25
Haris., 2010. Pertumbuhan dan produksi kentang pada berbagai dosis pemupukan.
Jurnal Agrisistem, 6(1), pp.15-22.
Hastuti, W., 2002 Uji pengaruh tempat aklimatisasi dan waktu perendaman planlet dalam beberapa konsesntrasi larutan Hoagland terhadap keberhasilan aklimatisasi planlet calla lily (Zantedeschian rehmanii). Skripsi. Bogor: Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Hayati, M., Penggunaan sekam padi sebagai media alternatif dan pengujian
efektifitas penggunaan media pupuk daun terhadap pertumbuhan hasil tanman tomat secara hidroponik. J. floratek, 2, pp. 63-68.
Hoagland, D. R & Arnon, D. I., 1938. The Water-Culture method for growing Plants Without Soil. Barkeley, Calif: University of California, Collage of Agriculture.
Irwan, A.W., Wahyudin, A & Farida., 2005. Pengaruh dosis kascing dan bioaktivator terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L.) yang ditanam secara organik. Jurnal Kultivasi, 4(2), pp. 136-139.
Lingga, P. & Marsono., 2001. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
Madjid, A., 2007. Dasar-dasar Ilmu Tanah.Bahan Ajar Online Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya.
Mbiyu, M.W., Muthoni, J., Kabira, J., Elmar, G., Muchira, C., Pwaipwai, P., Ngaruiya, J., Otieno, S., & Onditi, J., 2013. Use of aeroponics technique for potato (Solanum tuberosum) minitubers production in Kenya. Journal of Horticulture andForestry, 1 (3), pp.016-020.
Merlyn, M., 2006. Pertumbuhan dan Produksi Tiga Varietas Bibit Kentang (Solanum tuberosum) pada Berbagai Konsentrasi Pupuk Daun Super ACI dengan Siste, Budidaya Aeroponik. Skripsi. Makassar: Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin.
Muhibuddin, A., Zakaria, B., Baharudin & Enny, L., 2009. Pengembangan formulasi unsur hara pada produksi benih kentang hasil kultur jaringan dengan teknologi aeroponik. Jurnal Sains & Teknologi, 9(2), pp.87-96.
Nugraha, Y.M., 2010. Kajian penggunaan pupuk organik dan jenis pupuk N terhadap kadar N tanah, serapan N dan hasil tanaman Sawi (Brassica juncea L.) pada tanah litosol gemolong. Skripsi. Surakarta: Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret.
Otazu, V., 2010. Manual on quality seed potato production using aeroponics. Lima, Peru: International potato center (CIP).
Pritchard, J. 1996. Turgor regulation during extension growth and osmotic stress of maize roots plant and soil. 187 (1), 11-21.
Purwowidodo, M., 1992. Telaah Kesuburan Tanah. Bandung: Angkasa.
26
Ritter, E., Angulo, B., Riga, P., Herran, C., Relloso, J & Jose, M.S., 2001. Comparison of hydroponic and aeroponic cultivation systems for the production of potato minitubers. Potato Research, 44: pp.127-135.
Roberto, K., 2003. How to Hidroponics Fourth Edition.The New York: Futuregarden Press. Advision of Futuregarden, Inc.
Rubatzky, V.E.M & Yamaguchi., 1999. Sayuran Dunia: Prinsip, Produksi dan gizi jilid 3. Bandung: Penerbit ITB.
Samadi, B., 2007. Kentang dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta: Kansius.
Sarief, E.S.,1986. Kesuburan dan Pemupukan Tanah Pertanian Bandung: Pustaka Buana.
Setiadi & Surya, F.N., 2000. Kentang dan Pembudidayaan. Jakarta: Penembar Swadaya.
Setyamidjaja, D., 1986. Pupuk dan Pemupukan. Jakarta: CV. Simplex.
Simangunsong, L.P., 2011. Kebutuhan Air Tanaman Kentang (Solanum tuberosum L. Dengan Sistem Aeroponik. Skripsi. Bogor: Departemen Geofisika dan Meteorologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam IPB.
Simanjuntak, D., 2005. Perananan Trichoderma, mycoriza dan posfat terhadap tanaman kedelai pada tanah sangat masam (humitropets). Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian, 3(1), pp.36-42
Sitompul, S.M. & Guritno, B., 1995. Analisis pertumbuhan tanaman. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Soffer, H. & D.W. Burger., 1988. Effects of dissolved oxygen concentration in aero-hydroponics on the formation and growth of adventitious roots. J Am Soc Hortic Sci 113:218-221.
Steel, R.E.D. & J. H. Torrie., 1989. Prinsip dan Prosedur Statistika Suatu Pendekatan Biometrik. diterjemahkan oleh B. Sumantri. 1991. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sutiyoso, Y., 2003. Aeroponik Sayuran. Jakarta: Penerbit Penebar Swadaya. Taufani, A.O., 2007. Pengaruh komposisi media dan konsentrasi pupuk daun
terhadap pertumbuhan adenium (Plumeria acuminate var. adenium). Skripsi. Malang: Jurusan Agronomi Universitas Muhammadiyah Malang.
Vos, J., 2009. Nitrogen responses and nitrogen management in potato. Pot. Res, 52, 305-317
Wulandari, A., 2012. Penggunaan bobot umbi bibit pada peningkatan hasil tanaman kentang (Solanum tuberosum L.) G3 dan G4 varietas granola. Jurnal Produksi Tanaman., 2 (1).
Yusnita. 2003. Kultur Jaringan Cara Memperbanyak Tanaman Secara Efisien. Bogor: Agromedia Pustaka.
27
Zamriyetti & Rambe, S., 2006. Pertumbuhan dan produksi tanaman kedelai (Glycin max L. Merrill) pada berbagai konsentrasi pupuk daun growmore dan waktu pemangkasan. Jurnal Penelitian Bidang Ilmu Pertanian,. 4 (2), 70-73.
Zebarth, B.J. & Rosen, C.J., 2007. Research perspective on nitrogen BMP development for potato. Am. J.Pot. Res, 84, pp. 3-18.
Zelalem, A¸Tekalign, T. & dan Nigussie, D., 2009. Response of potato (Solanum tuberosum L.) to different rates of nitrogen and phosphorus fertilization on vertisols at Debre Berhan, in the central highlands of Ethiopia. Afr. J. Pl. Sci,
3 (2), pp. 16-24.