• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 4 KONSEP DESAIN Teori Public Service Announcement / Iklan Layanan Masyarakat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 4 KONSEP DESAIN Teori Public Service Announcement / Iklan Layanan Masyarakat"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 4

KONS EP DES AIN

4.1 Landasan Teori

4.1.1 Teori Public Service Announcement / Iklan Layanan Masyarakat

Public Service Announcement (PSA) / iklan layanan masyarakat adalah bagian dari periklanan, namun tidak bersifat komersil melainkan bersifat social marketing. Iklan layanan masyarakat berfungsi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan sebuah isu yang sedang terjadi dan harus ditanggulangi.

Dikarenakan iklan layanan masyarakat merupakan salah satu bentuk iklan maka fungsi dan tujuan periklanan mencakup fungsi dan tujuan iklan layanan masyarakat.

Fungsi dan tujuan iklan menurut Kotler (1997) yang disesuaikan dengan fungsi dan tujuan iklan layanan masyarakat:

1. Informative advertising

Iklan dibuat bersifat informatif akan keberadaan isu yang diangkat. Agar masyarakat dapat mengetahui dampak dan fakta yang sebenarnya akan isu yang diangkat.

(2)

2. Persuasive advertising

Iklan harus dibuat sedemikian rupa menarik perhatian serta minat melakukan sugesti maupun anjuran yang diiklankan.

3. Comparison advertising

Iklan harus memiliki jiwa superioritas. M aka harus ada bahan pembanding. Biasanya dalam iklan layanan masyarakat ada sebuah perbandingan isu terhadap dampak. M aupun isu terhadap isu lainnya, namun tidak selalu harus ada.

4. Reminder advertising

Iklan layanan masyarakat sebenarnya hanya menekankan diri akan isu yang telah ada dan berfungsi sebagai sebuah alat pengingat agar masyarakat ingat dan melakukan sesuatu akan hal tersebut. Dikarenakan ada beberapa lapisan masyarakat yang tahu akan isu tersebut namun selalu lupa untuk mengambil tindakan.

5. Reinforcement advertising

Iklan layanan masyarakat juga bukan hanya dapat mendorong masyarakat untuk melakukan sesuatu namun juga menjadikan masyarakat sebagai ‘konsumen’ iklan tersebut yang setia, karena iklan layanan masyarakat bersifat mendorong masyarakat untuk mengubah pola pikir dan pola hidup.

(3)

M aka bila dirangkum fungsi dan tujuan iklan layanan masyarakat adalah untuk memberi informasi yang bersifat perusasif akan sebuah isu agar masyarakat dapat merubah pola pikir dan pola hidup mereka menjadi lebih baik.

M enurut Ad Council (Kasali,1992) menjelaskan kriteria yang harus dipakai dalam pembentukan PSA yang baik:

• Non komersial

• Tidak bersifat keagamaan • Non-politik

• Berwawasan nasional

• Diperuntukkan bagi seluruh lapisan masyarakat

• Diajukan oleh organisasi yang telah diakui atau diterima • Dapat diiklankan

• Mempunyai dampak dan kepentingan tinggi, sehingga patut memperoleh dukungan media lokal maupun nasional.

Dalam pembentukkan animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” semua ketentuan dapat terpenuhi serta memenuhi syarat untuk dapat dirancang dalam bentuk iklan layanan masyarakat namun seperti tujuan iklan layanan masyarakat maka harus ada sebuah pesan / manfaat yang disebarluaskan dalam iklan tersebut.

(4)

M enurut Bovee pesan iklan adalah ide atau berita yang dikomunikasikan atau disampaikan kepada audience melalui media iklan (Bovee, 1995). Adapun yang harus diperhatikan dalam penyusunan pesan iklan seperti:

1. Isi pesan : Komunikator harus memperhitungkan apa yang harus disampaikan pada khalayak sasaran supaya mendapat tanggapan yang sesuai dengan keinginan. Dalam menentukan isi pesan yang baik, perlu adanya daya tarik yang unik, yaitu:

a. Daya tarik rasional untuk membangkitkan kepentingan diri audiens yang menunjukkan bahwa pesan tersebut akan menghasilkan manfaat yang dikatakan.

b. Daya tarik emosional untuk membangkitkan emosi positif atau negatif dalam memotivasi audiens. Daya tarik emosional positif seperti humor, cinta, dan kebahagiaan. Daya tarik emosional negatif seperti rasa takut, rasa bersalah dan rasa malu.

c. Daya tarik moral lebih diarahkan pada perasaan audiens tentang apa yang benar dan apa yang baik. Daya tarik moral sering dipakai untuk mendukung masalah-masalah sosial.

2. Struktur pesan : Efektifitas suatu pesan tergantung pada struktur dan isinya. Struktur iklan yang baik adalah dapat memberi pernyataan dan membiarkan pembaca dan pemirsa menarik kesimpulan sendiri.

(5)

3. Format pesan : Format pesan yang dibuat komunikator harus menyolok. Bila disiarkan melalui televisi maka semua elemen tersebut bertambah dengan bahasa tubuh (isyarat non verbal) yang direncanakan.

4. Sumber pesan : Dampak pesan yang dirasakan oleh khalayak juga dipengaruhi oleh penerimaan khalayak terhadap pengirim pesan. Pesan-pesan yang besasal dari sumber terpercaya, lebih persuasif sifatnya. Adapun tiga faktor yang mempengaruhi kredibilitas sumber pesan, yaitu:

a. Keahlian : merupakan suatu pengetahuan khusus akan yang nampak dimiliki oleh komunikator yang mendukung pesan yang disampaikan.

b. Sifat terpercaya : dihubungkan khalayak dengan seberapa objektif dan jujur sumber tersebut.

c. Sifat disukai : daya tarik sumber pesan dimata masyarakat.

M aka sesuai dengan sejalannya pembuatan iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food”, hal-hal diatas harus diperhatikan agar hasil dari iklan layanan masyarakat tersebut dapat menjadi sesuatu yang relevan terhadap target audiens, bersifat informatif, dapat mudah diingat, bersifat persuasif untuk target audiens dapat mengambil tindakan, dan memenuhi ketentuan untuk dapat on air di stasiun televisi.

(6)

4.1.2 Teori Daya Tarik

Dalam pembuatan iklan harus memiliki daya tarik yang menyebabkan target audiens dapat tertarik untuk menonton dan juga melakukan anjuran yang diberitahukan dalam iklan tersebut.

Daya tarik dibagi menjadi beberapa kategori menurut M . Suyanto dalam buku berjudul “Strategi Perancangan Iklan Televisi Perusahaan Top Dunia”, yaitu:

1. Daya Tarik Selebritis : menggunakan selebriti maupun figur publik untuk meningkatkan minat penonton akan iklan tersebut.

2. Daya Tarik Humor : menggunakan selera humor dalam iklan agar mudah untuk diingat dan juga disenangi oleh masyarakat.

3. Daya Tarik Rasa Takut : menggunakan rasa takut akan sesuatu, agar masyarakat dapat merasa bahwa iklan tersebut member solusi tepat.

4. Daya Tarik Kesalahan : memanfaatkan rasa bersalah orang akan sebuah isu yang membuat iklan tersebut dapat lebih relateable dalam kehidupan sehari-hari.

5. Daya Tarik M usik : menggunakan jingle atau aransemen musik yang dijadikan pusat perhatian dari iklan. Biasanya menggunakan musik yang bersifat catchy atau sering didengar.

(7)

6. Daya Tarik Komparatif : membandingkan 2 atau lebih isu atau objek dari iklan. Biasanya digunakan dalam iklan-iklan komersil.

7. Daya Tarik Positif / Rasional : pendekatan yang mengajak penonton untuk bernalar.

8. Daya Tarik Emosional : menggunakan emosi yang menggugah hati penonton untuk dapat melakukan anjuran dari iklan.

9. Daya Tarik Seks : menggunakan motion, innuendo seks, maupun hal-hal lain yang berbau seks dalam iklan. Dalam buku “Sex Sells!: The Media's Journey From Repression to Obsession” karya Rodger S treitmatter. Bahwa seks memiliki daya tarik yag kuat untuk dapat diingat oleh masyarakat.

10. Daya Tarik Kombinasi : menggunakan kombinasi daya tarik diatas.

Dalam perancangan animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food digunakan teori daya tarik kombinasi, yaitu rasa takut dan kesalahan. Penekanan daya tariknya ada pada rasa takut orang tua akan anak yang dapat terkena penyakit jantung akibat makan makanan cepat saji. Rasa bersalah orang tua yang mayoritas memberi kesempatan anak-anak mereka untuk makan dari sejak awal pun dapat menjadi alasan mengapa iklan layanan masyarakat diatas dapat memberi dampak yang cukup kuat dalam masyarakat.

(8)

4.1.3 Teori S cript Writing untuk PS A

4.1.3.1 Teori Penentuan Ide S krip

M enurut buku “Successful Script Writing” karya Jurgen Wolff & Kerry Cox pembuatan sebuah skrip harus dimulai dengan salability factors, yaitu faktor-faktor yang membuat skrip mejadi menarik dan menjual. Check list dari skrip yang menjual adalah:

a. M empunyai “strong hook” yaitu sebuah kalimat atau premis yang kuat.

b. Tingkat relevansi terhadap masyarakat.

c. Ide yang baru dan fresh.

d. Ada moral atau arti yang ingin disampaikan.

e. M emiliki konflik batin bagi penonton maupun konflik antar karakter di skrip yang menarik dan digarap dengan baik.

f. Terbayang visual yang dapat menarik penonton yang sesuai dengan visi penulis.

Dalam penulisan skrip animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food, kesuksean ditentukan dari ide skrip yang harus memenuhi kriteria diatas agar terdapat sebuah cerita yang relevan dan menarik oleh target audiens maupun masyarakat luas.

(9)

4.1.3.2 Teori S truktur Plot

Plot dibagi menjadi 3 bagian utama menurut Jurgen Wolff dan Kerry Cox yaitu:

1. Act I : Awal dari cerita

Biasanya dimulai dengan pengenalan akan karakter dan set yang dipilih.

2. Act II : Pertengahan dari cerita

Berisikan tentang karakter dan tindakannya terhadap masalah yang ada dimana klimaksnya ada pada dibagian ini juga.

3. Act III : Akhir dari cerita

Berisikan kesimpulan dari cerita baik diakhiri dengan senang, sedih, atau perasaan lainnya.

Iklan layanan masyarakat harus juga memiliki cerita yang baik dan terstruktur untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika target audiens menonton karena tanpa itu audiens tidak dapat menangkap cerita dan esensi dibuatnya cerita tersebut.

(10)

4.1.4 Metode Eksekusi Pesan dalam Iklan

M etode – metode yang digunakan iklan untuk dapat menyampaikan pesan yang menarik penonton

4.1.4.1 Penggunaa Slogan

Slogan berfungsi untuk menjaga keberlangsungan serangkaian iklan dalam kampanye dan untuk menyederhanakan sebuah strategi pesan periklanan pada pernyataan positioning agar menjadi ringkas, dapat diulang, menarik perhatian dan mudah diingat.

Contoh: HSBC : The world's local bank ; Nike : Just do it!

4.1.4.2 Penggunaan Majas

Ada berbagai macam majas yang digunakan dalam iklan, ini beberapa contohnya:

• Personifikasi : benda / hewan yang memimik gerak manusia.

• Ironi : menggunakan sindiran untuk iklan tersebut.

• Metafora : mengumpamakan isu / benda dalam iklan dengan benda lain

(11)

• Hiperbola : membuat sesuatu yang berlebihan dalam iklan tersebut.

• Klimaks : terjadi sesuatu yang progresif dalam iklan • Antiklimaks : sebaliknya dari klimaks

4.1.4.3 Penggunaan Simbol

Penggunaan simbol yang sudah bersahabat dan dikenal oleh masyarakat. Seperti centang pada Nike, M pada M cDonalds, dan kerang pada Shell.

M etode eksekusi pesan yang terpilih dalam penerapannya terhadap animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food adalah menggunakan slogan / tag line pada akhir iklan dan menggunakan majas ironi. Hal ini diperuntukkan agar target audeins dapat lebih meresapi makna dari iklan yang berencana untuk mengeksploitasi keburukan makanan cepat saji yang terlihat lezat dan tak berbahaya.

(12)

   4.1.5 Prinsip Animasi

Ada 12 prinsip animasi yang bisa dijadikan pedoman dan diketahui setiap animator dalam membuat suatu animasi yang baik dan memiliki daya tarik secara visual terhadap audiens yang menonton.

1. Solid Drawing

M enggambar memegang peranan penting dalam menentukan sebuah proses dan hasil dari suatu animasi. Dimana pemahaman tentang anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, lampu, bayangan ,dll menjadi syarat dasar bagi setiap animator

2. Timing & Spacing

Timing adalah tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam-macam jenis gerak.

3. Squash & Stretch

Prinsip utama dalam squash & stretch adalah untuk memberikan sifat berat dan kelenturan dari suatu benda sehingga memberikan efek gerak yang lebih hidup. Pemberian squash & stretch pada benda hidup akan memberikan efek yang lebih dinamis terhadap gerakan tertentu, sementar untuk benda mati, penerapan squash & stretch akan membuat tampak seperti hidup.

(13)

4. Anticipation

Antisipasi adalah gerakan awal atau persiapan atau ancang-ancang sebelum melakukan suatu pergerakan.

5. Slow in and Slow Out

Sama seperti spacing yang berbicara tentang akselerasi dan deselerasi. Slow In dan Slow Out menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat.

6. Arcs

Semua aksi (terkecuali aksi dari sebuah gerak mesin) akan mengikuti garis lengkung. Hal ini terutama berlangsung pada tubuh manusia dan hewan. Arcs membuat animasi terlihat lebih natural dan bergerak lebih hidup.

7. Secondary Action

Secondary action adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dimaksudkan untuk

(14)

menjadi ‘pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama.

8. Follow Through and Overlapping action

Follow through adalah tentang bagian tubuh tertentu yang tetap bergerak meskipun seseorang telah berhenti bergerak. M isalnya, rambut yang tetap bergerak sesaat setelah berhenti berlari.

Overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. M aksudnya, adalah serangkaian gerakan yang saling mendahului (overlapping). Pergerakan tangan dan kaki ketika berjalan bisa termasuk didalamnya.

9. Straight Ahead Action dan Pose to Pose

Straight Ahead Action adalah cara membuat animasi dengan menggambar satu per satu, frame by frame, dari awal sampai selesai. Teknik ini memiliki kelebihan: kualitas gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang saja. Tetapi memiliki kekurangan: waktu pengerjaan yang lama.

Pose to Pose adalah cara membuat animasi dengan menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, selanjutnya in-between atau interval antar keyframe digambar/ dilanjutkan oleh asisten/ animator lain. Cara yang kedua ini lebih cocok diterapkan dalam industri karena

(15)

memiliki kelebihan: waktu pengerjaan yang relatif lebih cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya.

10. Staging

Staging adalah memberikan sebuah action atau gerakan atau sesuatu sehingga bisa dengan mudah dimengerti, dimana hal yang paling penting dalam staging adalah siluet yang dihasilkan dari karakter tersebut.

11. Appeal

Appeal berhubungan dengan penokohan, yang berkolerasi dengan charisma seorang tokoh atau karakter dalam animais. Yang terpenting adalah bagaimana membuat karakter tersebut terlihat nyata dan menarik.

12. Exaggeration

Exaggeration adalah upaya untuk mendramatisir sebuah animasi gerak supaya lebih terlihat ekstrim dengan menambahkan unsure hiperbolis kedalamnya.

Konsep visual dari animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” adalah menggunakan animasi 2D maka prinsip – prinsip animasi yang tertera akan digunakan semaksimal mungkin untuk dapat menghasilkan animasi iklan layanan masyarakat yang menarik secara visual.

(16)

4.1.6 Teknik Animasi

Secara garis besar, teknik animasi terbagi kedalam 3 kategori, yaitu :

1. Traditional Animation

Animasi tradisional adalah animasi yang dibuat secara manual dengan menggunakan gambar tangan maupun juga di kertas seluloid. Animasi ini di kenal pada sekitar abad 20.

2. Computer Animation

Animasi computer adalah animasi menghasilkan gambar bergerak melalui media computer. Dengan didukung oleh kemajuan teknologi serta software pembuat animasi, pembuatan sebuah film animasi menjadi sangat mudah dan cepat serta memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibanding animasi terdahulu.

Animasi komputer dapat dibagi menjai 2 bagian, yaitu :

a. Animasi 2D

Animasi 2D yaitu animasi yang dibuat dengan menggunakan metode 2D vector maupun 2D bitmap.

(17)

b. Animasi 3D

Animasi 3D adalah animasi yang menggunakan bidang 3 dimensi sebagai medianya. Animasi 3D mencakup banyak hal. Dari mulai modeling, mapping, lighting, camera, serta rendering.

3. Stop motion

Teknik Animasi Stop M otion adalah teknik memanipulasi suatu objek dengan menciptakan sebuah ilusi pergerakan sehingga objek tersebut nampak bergerak dengan sendirinya. Teknik fotografi frame by frame, cut out, dan clay umumnya digunakan dalam teknik stop motion.

Teknik animasi yang digunakan sebagai visualisasi dari animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” adalah computer animation : 2D animation dikarenakan trend iklan layanan masyarakat berbasis animasi di Indonesia sampai saat ini didominasi oleh 3D animation. Hampir tidak pernah ada animasi iklan layanan masyarakat yang dibuat dengan 2D animation maka secara positioning animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk makanan cepat saji akan memiliki added value secara visual yang terkesan berbeda dan lebih unik.

(18)

4.1.7 Metode Pipeline Animasi Iklan Layanan Masyarakat

Pada tahapan ini, dilakukan persiapan segala bentuk informasi yang dibutuhkan pada tahap selanjutnya. Dalam tahap persiapan ini dilakukan berbagai proses kegiatan yang secara berurutan sebagai berikut :

4.1.7.1 Tahap Pre Production 1. Brainstorming dan M ind M apping

Proses pembentukan ide yang maksimal terhadap isu yang hendak dibuat animasi iklan layanan masyarakat, mind mapping digunakan untuk memperoleh approach yang kreatif akan isu yang diangkat.

2. Script writing

Tahap pembuatan cerita yang telah dirancang dengan baik, baik dari alurnya sampai ke daya tarik yang ingin digunakan dalam pembetukan animasi iklan layanan masyarakat.

3. Visual, Audio, Public Service Announcement Refrence

Tahap pencarian Referensi agar hasil audio visual lebih terarah dan memiliki keunikan. Referensi tidak sama dengan plagiasi. Referensi bersifat sebagai guide line agar arahan visual maupun konseptual dari animasi iklan layanan masyarakat lebih terarah dan terposisi dalam pencapaian target. 4. Slogan

Tahap slogan dari iklan agar pesan dari iklan layanan masyrakat tersebut lebih mudah teringat oleh target audeins.

(19)

5. Treatment

Arahan gaya / style untuk menentukan cara scene diambil dan mood dari tiap scene. Hal ini diperlukan untuk mendapatkan kemaksimalan dalam pembawaan pesan / cerita yang disampaikan.

6. Storyboard

Bentuk visual awal yang memberikan gambaran visual per scene agar terbentuk alur cerita visual yang disertai dengan background, interaksi, dan framing tiap scene.

7. Previs / Animatic

Bentuk visual lanjutan yang merepresentasikan visual akhir dengan penambah mood gerak kamera serta audio efek dan audio musik tahap awal.

4.1.7.2 Tahap Produksi

Tahap ini merupakan proses pembuatan animasi yang visualnya merupakan hasil yang akan digunakan untuk final render.

8. 2D M odelling

M embuat model / character yang dibuat dengan menggambar secara manual. Karakter harus memenuhi kriteria yang diperlukan dalam animasi iklan layanan masyarakat yang telah dirancang. Ada 3 macam karakter, yaitu Protagonis, Antagonis, dan Pemeran Pembantu.

9. Animation

(20)

terlihat hidup dan memiliki karakternya tersendiri. Tahap ini biasanya mengambil banyak waktu karena harus menggambar setelah itu diwarnai.

10. Background

Pembuatan latar / set dari iklan. Dibuat di layer berbeda agar tidak harus dibuat berulang-ulang kali ketika objek dianimasikan.

4.1.7.3 Tahap Preproduksi

Di tahap ini semua hasil gambar dikumpulkan dan digabungkan hingga mencapai hasil akhir yang maksimal.

11. Compositing dan Editing

Hasil gambar nantinya akan dicompose menjadi sebuah iklan yang secara utuh dan diedit untuk mencapai efektifitas akan durasi yang singkat.

12. Visual Effects

Penambahan efek visual untuk dapat mencerminkan mood dan juga visual yang sesuai dengan storyboard yang telah dibuat. Pada tahap ini hasil compose akan digrading warnanya untuk mencapai kemaksimalan iklan tersebut.

13. Sound Editing / Scoring

Setelah dirender dan sudah menjadi sebuah iklan yang sudah pasti dalam visual maka akan diberikan sound dan scoring.

(21)

14. Final Render

Hasil render terakhir dan iklan sudah layak tayang.

4.1.8 Teori Warna

M enurut Lestrice Eiseman dalam buku “Pantone: Guide to Communication With Color” (OhioGrafix Press, 2002), warna merupakan metode yang paling tepat dalam usaha penyampaian pesan dan tujuan. Warna adalah bagian dari proses perlengkapan identitas. Warna juga mendorong dan bekerja secara bersamaan dengan seluruh arti, simbol dan konsep pemikiran yang abstrak. Warna mengekspresikan fantasi, mengingat kembali waktu, tempat dan memproduksi suatu keindahan/reaksi secara emosional.

Pada penerapan iklan layanan masyarakat dampak buruk makanan cepat saji, adalah warna-warna yang cerah seakan-akan sesuatu yang menyenangkan agar dapat dirasakan ironisnya ketika si subjek yang terkesan riang harus mati nantinya.

Berikut adalah arti warna yang terbagi dalam 4 kelompok, yaitu:

Cool color (Calming) : Biru, hijau, turquoise, perak

Color (Exciting) : M erah, oranye, kuning, emas

M ixed cool / warm color : Ungu, lavender, hijau

(22)

Dalam penentuan tone dan warna dari animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk makanan cepat saji, warna yang terseleksi adalah warna-warna yang dipakai dalam restoran makanan cepat saji itu sendiri yang warna-warnanya bersifat ceria dan lezat, agar tidak keluar dari arahan ironi dari animasi iklan layanan masyarakat yang ingin menunjukan bahwa makanan cepat saji itu terlihat harmless namun berbahaya.

4.1.9 Teori Positioning

Positioning menurut Al Ries dan Jack Trout dalam buku “Positioning: The Battle for Your Mind”, bukanlah merupakan sesuatu yang dilakukan terhadap iklan, melainkan sesuatu yang dilakukan terhadap pelanggan. Positioning berhubungan dengan bagaimana konsumen menempatkan iklan dan isu yang diangkat di otaknya, di alam khayalnya. Sehingga konsumen memiliki penilaian tertentu dan kemudian mengidentifikasikan dirinya dalam iklan tersebut.

Animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” menempatkan diri sebagai sebuah iklan animasi 2D mengenai bahaya konsumsi makanan cepat saji yang diperuntukkan kepada orang tua khususnya dan anak-anak umumnya.

(23)

4.1.10 Teori Tipografi

Suatu jenis typeface dapat merefleksikan identitas, karakter atau sikap tertentu. Ekspresi tipografi yang tepat dapat meningkatkan dan memperjelas komunikasi.

Ada dua jenis typeface di dalam tipografi modern, yaitu serif dan sans serif. 1. Serif mempunyai perbedaan ketebalan dan mempunyai lidah pada

ujung-ujungnya.

2. Sans serif merupakan typeface yang sederhana, tidak mempunyai perbedaan ketebalan pada lidah ujung-ujungnya.

Faktor-faktor penting yang perlu diperhatikan dalam tipografi adalah: Legibility : Huruf yang dipilih jelas bentuknya

Readibility : Huruf yang dipilih mudah dibaca Visibility : Huruf yang dipilih mudah terlihat Clearity : Huruf harus memperlihatkan kejelasan Sumber: Danton Sihombing, Tipografi dalam desain grafis.

Sebuah tipografi yang baik menurut David E. Carson, harus mampu menyampaikan pesan sebelum dibaca. Karena didalam tipografi itu terdapat rasa dari pesan yang akan dibaca. Dengan kata lain, tipografi yang baik mempunyai kemampuan untuk memperkuat pesan yang ingin disampaikan dan memperkuat arti dibalik kata itu sendiri.

(24)

Tipografi untuk animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk makanan cepat saji yang dipakai dalam slogan harus memiliki kesan ramah namun tegas dikarenakan durasi yang singkat dan mood dari iklan yang dibuat. Font yang san serif diperlukan agar slogan dapat dibaca dengan mudah dan cepat.

4.1.11 Teori Layout Iklan

Sebuah layout yang baik dalam desain komunikasi visual adalah menuangkan pengolahan visual gambar kepada sebuah frame scene agar terlihat enak dilihat dan memenuhi keinginan mood yang dibangun untuk scene tersebut.

M enurut Lori Siebert dan Lisa Ballard, layout merupakan gabungan/ susunan dari tipografi dan seni (foto ilustrasi dan grafis) dalam sebuah media.

M enurut Frank. F. Jefkin ada beberapa dasar yang dapat ditemukan dalam merancang sebuah layout, yaitu:

a. The law of unity, sebuah kesatuan komposisi yang baik dan sedap di mata.

b. The law of variety, untuk menghindari kesan monoton, harus dibuat beberapa variasi perancangan sebuah iklan.

c. The law of harmony, juga untuk menghilangkan kesan monoton, harus dirancang agar terkesan harmonis.

d. The law of rhytm, sebaiknya mata penonton dalam melihat sebuah iklan sebaiknya bergerak wajar atau bahkan diarahkan.

(25)

f. The law of scale, perpaduan gelap terang pada warna akan menghasilkan sesuatu yang kontras. Dapat digunakan untuk memberikan penekanan pada layout agar terlihat lebih menarik.

g. The law of balance, suatu keseimbangan dapat dicapai bila unsur-unsurnya diatur secara sepadan, serasi dan selaras. Terdapat 2 jenis keseimbangan, yaitu:

• Formal balance (simetris) apabila unsur-unsur bentuknya sama persis pada kedua sisi dari garis poros tengah ruang layout.

• Informal balance (asimetris) apabila unsur-unsur bentuknya sedikit tidak sama persis pada kedua sisi dari garis poros tengah ruang layout.

4.2 S trategi Kreatif

4.2.1 S trategi Komunikasi 4.2.1.1 Fakta Kunci

• 35% penyakit jantung disebabkan oleh pola makan yang buruk, salah satu kontributor terbesar adalah memakan makanan cepat saji.

• Angka yang meningkat akan penderrita penyakit jantung dan umur yang semakin muda.

• Target market primer dari industri makanan cepat saji adalah anak-anak dan anak-anak muda, agar mulai dari anak-anak-anak-anak sudah terbiasa untuk mengkonsumsi makanan cepat saji.

(26)

• Sifat tidak perduli anak-anak dan anak muda akan kesehatan dibanding kenikmatan dan trend.

• Kurang informasi kepada orang tua yang perduli akan kesehatan dari pola makan. Dimana mereka merupakan target paling efektif untuk informasi dalam pencegahan pola konsumsi makanan cepat saji sejak dini.

• Tidak ada animasi iklan layanan masyarakat yang membahas akan makanan cepat saji dan dampaknya terhadap penyakit jantung di Indonesia.

4.2.1.2 Masalah yang Akan Dikomunikasikan

Pembuatan animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk makanan cepat saji sebagai tindak persuasif yang ditujukan kepada orang tua yang telah memiliki anak supaya mereka dapat menasehati dan mendidik anak mereka untuk tidak mengkonsumsi makanan cepat saji dikarenakan dapat menyebabkan penyakit jantung.

4.2.1.3 Tujuan Komunikasi

Dengan menggunakan teori daya tarik dan metode eksekusi pesan yang efektif, iklan ini akan menarik orang tua yang memiliki anak sebagai target. Berawal dari ilustrasi dan cerita yang unik dan menarik perhatian, berlanjut pada ketertarikan untuk mengetahui lebih jauh akan bahaya konsumsi makanan cepat

(27)

saji serta korelasinya terhadap penyakit jantung, lalu timbul keinginan untuk merubah diri dan pola makan, hingga dapat mempengaruhi dan mendidik anak

Harapan ke depannya, baik orang tua maupun anak mulai mengerti akan bahaya konsumsi makanan cepat saji terhadap kesehatan, khususnya penyakit jantung.

4.2.1.4 Profil Target

4.2.1.4.1 Target Primer 1. Geografis

• Domisili : kota besar • Wilayah : Jakarta • Iklim : tropis

• Kepadatan : kota besar dan pinggiran kota 2. Demografis

• Profesi : Orang tua yang memiliki anak • Usia : 28-45 tahun

• Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan • Agama : semua agama

• Pendidikan : SMA, perguruan tinggi

• Kelas ekonomi : menengah ke atas (SES A-B) • Kebangsaan : Indonesia

(28)

3. Psikografis • Behaviour

a. M engajari anak. b. Hidup sehat.

c. M emilih asupan makanan dan pola diet yang sehat. • Personality

a. Terbuka akan informasi mengenai kesehatan. b. Tidak takut untuk berubah.

c. Perduli akan kesehatan anak. • Lifestyle

a. M emantau perkembangan anak dan asupan makanan. b. Berpola hidup sehat

c. Rajin untuk menasehati anak. d. M enonton televisi

4.2.1.4.2 Target S ekunder 1. Geografis

• Domisili : kota besar • Wilayah : Jakarta • Iklim : tropis

(29)

2. Demografis • Profesi : Siswa • Usia : 5-18 tahun

• Jenis kelamin : laki-laki dan perempuan • Agama : semua agama

• Pendidikan : TK - SMA

• Kelas ekonomi : menengah ke atas (SES A-B) • Kebangsaan : Indonesia

3. Psikografis • Behaviour

a. Suka makan makanan cepat saji. b. Tidak berpola hidup sehat. • Personality

a. M asih labil dalam berpikir.

b. Tidak perduli dengan macam asupan yang penting enak. c. Ikut-ikutan teman yang lain.

• Lifestyle

a. M asih makan makanan cepat saji. b. Tidak berpola hidup sehat.

c. Sering berpergian dengan orang tua. d. M enonton televisi

(30)

4.2.1.5 Key Words • Iklan

• M akanan cepat saji

• Orang tua yang memiliki anak • Kematian

• Penyakit Jantung

4.2.1.6 Premis Animasi Iklan Layanan Masyarakat

“Hati-hati makanan cepat saji dapat menyebabkan kematian”

4.2.1.7 Judul Animasi Iklan Layanan Masyarakat

Animasi Iklan Layanan M asyarkat Dampak Buruk Fast Food “Enjoy! Fast Food”

4.2.1.8 S tory Line

Animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” memiliki dua versi yang bersifat bersambung yang versi I merupakan pilot dari iklan dan versi ke II menjadi kelanjutannya. Namun walaupun bersambung tiap iklan tersebut bisa berdiri sendiri menjadi sebuah iklan tunggal. Dimana kedua versi tersebut menitikberatkan pada potensi terkena penyakit jantung yang

(31)

menyebabkan kematian bila banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang terkesan seperti makanan biasa lainnya.

4.2.1.8.1 Versi I

Seorang anak laki-laki kecil sedang di tempat makanan cepat saji, ia makan makanan cepat saji terus menerus, sejalan ia makan waktu juga berlalu, ia pun semakin tua dan gemuk setiap kali memakannya. Akhirnya ia mati karena terkena serangan jantung.

Akhirnya si istri menangis bersama anak disamping kubur suaminya.

4.2.1.8.2 Versi II

Si istri yang ditinggalkan menangis sambil melihat foto suaminya yang sedang makan makanan cepat saji. Dia mulai merencanakan bagaimana cara untuk menyusul suaminya dengan makan makanan cepat saji. Ia pun membuat perhitungan dan ternyata sebelum hari itu dia sudah meninggal.

Akhirnya si anak menangis disamping kubur kedua orang tua sambil makan makanan cepat saji.

(32)

4.2.1.9 Treatment

4.2.1.9.1 Versi I

• Opening : pengenalan karakter (suami yang masih anak-anak) yang sedang makan ditempat makanan cepat saji

• Bagian 1 : karakter memakan makanan cepat saji hingga dewasa muda dan menggemuk

• Bagian 2 : karakter berhenti makan dan memegang jantung dalam keadaan sesak lalu jatuh (klimaks)

• Bagian 3 : tagline

• Closing : sudah dalam liang kubur ditangisi istri dan anak

Diagram Tensi Versi I

Diagram Tensi Versi I Tabel 4.1

(33)

4.2.1.9.2 Versi II

• Opening : pengenalan karakter (istri) yang menangisi suami sambil melihat foto si suami.

• Bagian 1 : karakter merencanakan untuk bisa meninggal dengan makan makanan cepat saji juga.

• Bagian 2 : karakter sudah mendapat waktunya ia pun mulai memakan makanan cepat sajinya dengan lahap (klimaks) • Bagian 3 : cut to kuburan dengan tanggal yang lebih dini

dengan anak yang menangis dan tagline keluar.

• Closing : sang anak menangis didekat kuburan itu sambil mengeluarkan makanan cepat saji dari tasnya sambil memakannya.

Diagram Tensi Versi II Tabel 4.2

(34)

4.2.1.10 S creen Play 4.2.1.10.1 Versi I

2” Establishment of place

5” pengenalan karakter (suami yang masih anak-anak) yang

sedang makan ditempat makanan cepat saji

10” karakter memakan makanan cepat saji hingga dewasa muda

dan menggemuk

4” karakter berhenti makan dan memegang jantung lalu jatuh

(klimaks)

6” Tagline

3” sudah dalam liang kubur ditangisi istri dan anak

Tabel Screen Play Versi I Tabel 4.3

4.2.1.10.2 Versi II

3” Establishment of place

6” pengenalan karakter (istri) yang menangisi suami sambil

melihat foto si suami.

3” karakter merencanakan untuk bisa meninggal dengan makan

makanan cepat saji juga. M engambil kertas dan mencoret-coret.

(35)

2” M elihat keaatas dan berpikir.

2” M emencet-mencet kalkulator.

2” Akhirnya mendapatkan angka yang tepat.

2” Ia melingkari sebuah angka

4” Ia mulai makan makanan cepat saji dengan antusiasnya

3” cut to kuburan dengan tanggal yang lebih dini dengan anak

yang menangis dan tagline keluar.

3” sang anak yang menangis didekat kuburan itu di zoom

mengeluarkan makanan cepat saji dari tasnya sambil memakannya.

Tabel Screen Play Versi II Tabel 4.4

4.2.1.11 Tagline

“ Fast food ! ada ancaman dibalik kelezatan ”

4.2.1.12 Positioning

Animasi iklan layanan masyarakat pertama di Indonesia yang bercerita akan bahaya makanan cepat saji bagi kesehatan dan potensinya akan serangan jantung dini yang berakibat pada kematian. Di mana makanan cepat saji di Indonesia dan trend konsumsinya sudah mengalami

(36)

peningkatan yang cukup drastis. Sebuah iklan yang dapat mempersuasi orang tua untuk menghentikan pola konsumsi untuk diri sendiri serta dapat mengajak anak untuk berhenti.

4.2.1.13 Response Desired

Orang tua akan berhenti mengkonsumsi makanan cepat saji dan juga dapat mengajak anaknya juga untuk berhenti.

4.2.1.14 Pendekatan Rasional dan Emosional • Pendekatan Rasional

Dibubuhkannya super-impose / fakta-fakta akan pengaruh makanan cepat saji terhadap kesehatan yang akan membuat target audiens dapat bernalar akan bahaya mengkonsumsi makanan cepat saji.

• Pendekatan Emosional

M engangkat masalah konsumsi makanan cepat saji dengan memberikan rasa takut akan adanya resiko dalam mengkonsumsi makanan cepat saji terus menerus. Didukung dengan visual yang lucu dan ceria dapat menambahkan penegertian khusus bahwa makanan cepat saji yang terlihat tak berbahaya sebenarnya memiliki banyak konsekuensi yang fatal akhirnya.

(37)

4.2.2 S trategi Desain

Animasi iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” menggunakan sisi visual yang dihiperbolakan sebagai strategi visual yang diperuntukan untuk dapat dimengerti dan dinikmati secara visual oleh orang tua maupun anak yang menonton.

4.2.2.1 Perancangan Look/Mood Visual

Look yang terpilih adalah menggunakan elemen-elemen animasi 2D serta karakter 2D yang bagian tubuhnya tidak proposional dalam hal postur agar dapat terasa kesan hiperbola yang ingin tersampaikan.

Warna yang terpilih adalah warna-warna yang biasa ditemukan didalam restoran makanan cepat saji, diantara lain : kuning, merah, jingga, hijau dan putih. Warna yang terpilih memiliki kesan ceria, Walaupun cerita berakhir dengan kematian, agar terkesan ironi, yang sebenarnya dapat dirasakan dari fast food itu sendiri yang terlihat enak dan menggoda namun mematikan, dapat terasa pula dalam penyampaian cerita.

Tipografi yang terpilih san serif yang bold agar dapat mudah dibaca dalam waktu yang singkat dan memberi kesan penting.

M ood yang ingin dicapai secara keseluruhan dapat dirangkum dengan kata innocence yaitu kepolosan dari sebuah keluarga yang merupakan

(38)

komsumen makanan cepat saji. Diharapkan iklan layanan masyarakat dampak buruk fast food “Enjoy! Fast Food” dapat memberi pengertian bahwa dibalik “kepolosan” / ketidaktahuan mereka sebenarnya mereka sedang terancam oleh kemungkinan terkenanya penyakit jantung yang menyebabkan kematian.

4.2.2.2 Perancangan Motion Style

2D animation dengan menggunakan gaya verktoral merupakan gambaran utama dari animasi yang akan dibuat yang nantinya akan digabungkan dengan set yang berupa verktor pula. Secara umum dapat dijabarkan di bawah ini:

1. Penggunaan grafis vector yang bergerak dengan prinsip seperti cut out.

2. Speed film adalah 100, dengan adegan-adegan yang cukup tersusun, namun masih memiliki pacing yang normal.

3. Elemen 2D dipakai sebagai visual utama yang menjembatani faktor emosional penonton serta pesan yang ingin disampaikan.

Gambar

Diagram Tensi Versi I
Diagram Tensi Versi II  Tabel 4.2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas maka dilakukan penelitian yang berjudul “Penerapan Model Pembelajaran In- kuiri Terbimbing Pada Materi Koloid dalam Menganalisis

Gereja merasa bahwa tidak semua orang berhak memperoleh ilmu pengetahuan dari buku-buku ini, Namun, dalam film ini pula muncul karakter seorang biarawan sekaligus seorang

memilih pekerjaan, memilih program studi, memilih antara beberapa alternatif kehidupan, dan penyelesaian persoalan pribadi merupakan contoh-contoh dimensi pengambilan

Dasar penentuan tarif adalah besarnya biaya yang dikeluarkan (out of pocket cost) artinya tarif tak dapat ditentukan di bawah batas mana tarif tidak dapat ditetapkan

Terima dari Ibu Handewi Purwati Binti Moch Saliem (Via Pak Tri Anggraito). Terima dari Hamba Allah (Via Pak Tri

berbahaya, bahkan meningkatkan mutu karena bersifat mendorong air atau serum untuk segera keluar dari koagulum, contoh lain yang sering terjadi di dalam bahan baku karet remah

Tingkat pengetahuan responden berdasarkan pertolongan pertama yang pernah dilakukan (terapi), didapatkan hasil bahwa seluruh anggota masih belum benar dalam

KATAPENGANTAR Puji syukur alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah 8WT atas berkat, rahmat, taufik dan hidayah-Nya, penyusunan tesis yang berjudul "Pengaruh Kejelasan