• Tidak ada hasil yang ditemukan

5_6291688104327643141

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "5_6291688104327643141"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

PANDUAN TERAPI KELUARGA

PANDUAN TERAPI KELUARGA

Edisi I

Edisi I

Disusun ulang oleh :

Disusun ulang oleh :

2017

2017

TOTOK

TOTOK

PUN

PUN

UN

UN

Duto Abu el Fahd

Duto Abu el Fahd

Bengkel Tulang Belakang)

Bengkel Tulang Belakang)

(2)

A. TOTOK PUNGGUNG

Totok punggung adalah sebuah cara untuk meningkatkan derajat kesehatan ( to promote) dan mengobati (to cure) penyakit manusia dengan cara melakukan tindakan (treatment) di daerah punggung ( back area).

Cara yang dilakukan adalah dengan menotok, yaitu menekan dan menggetarkan titik-titik dan area tertentu di bagian punggung manusia. Alat yang digunakan adalah jari tangan dan minyak sebagai pelicin/pelumas. Minyak yang digunakan bisa bermacam-macam seperti, minyak kelapa, minyak zaitun, minyak but-but/minyak herbal sinergi, minyak sejenis yang bukan merupakan minyak yang meruap atau minyak yang m enimbulkan rasa panas.

Gambar - 1

Ruas tulang belakang, sumsum tulang belakang (medulla spinalis), dan akar saraf (nerve root) Petunjuk :

Disarankan sebelum mempelajari modul Panduan Terapi ini, agar membaca dan memahami mukaddimahnya, yaitu 3 (tiga) file presentasi dengan judul :

1. Mencari Metode Pengobatan Terbaik 2. Panduan Menjadi Perawat Kesehatan 3. Pengantar Totok Punggung

(3)

Gambar - 2

Inilah gambaran mengapa dengan melakukan penotokan di daerah punggung dapat bermanfaat untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan, karena di daerah punggunglah terletak semua saraf yang keluar dari ruas-ruas tulang belakang (nerve root) yang menuju ke seluruh bagian tubuh dan organ manusia. Jadi punggung manusia ibarat remote control yang bisa mengendalikan organ-organ tubuh dari luar.

Gambar - 3 1. Bagian kanan dan kiri punggung

(4)

Gambar - 4

Cara mencari titik Ginjal dan titik Paru-paru B. 12 (DUA BELAS) TITIK / AREA UTAMA

1. Ginjal 7. Tekanan darah 2. Pencernaan (usus) 8. Tengkuk

3. Reproduksi (rahim/testis) 9. Pankreas 4. Pinggul 10. Lambung 5. Bahu 11. Paru-paru 6. Jantung 12. Liver Note:

(5)

Titik ke-1 dan ke-2 Titik ke-1 s.d. ke-12 Gambar - 5

C. TAHAP PERAWATAN

Terapi ini memiliki 3 (tiga) tahap, yaitu :

1. Detection (D) mencari Trigger Point (titik masalah) 2. General Treatment (GT) terapi umum (sapu jagad) 3. Finishing (F)  fokus terapi Trigger Point

Penjelasan:

1. Detection (D) :

 Adalah tahap pertama sebelum memulai terapi. Kegiatan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya Trigger Point  (TP) atau Titik Masalah. Ciri-ciri atau tanda-tanda sebuah TP antara lain adalah:

 Kulit tebal / cembung  Kulit cekung

 Kulit kasar / berpasir / bergaris

 Dan lain-lain yang berbeda dengan bagian kulit yang lain.

Teknik :

(6)

1) Dorong dari tulang Lumbar   ruas paling bawah (L-5) ke arah atas (C-7) tepat di atas ruas tulang belakang (ulangi beberap kali untuk memastikan adanya TP di atas area tulang belakang)

2) Dorong di samping kanan tulang Lumbar ruas paling bawah (L-5) ke arah atas (C-7). (Ulangi beberap kali untuk memastikan adanya TP  di area sebelah kanan tulang belakang)

3) Dorong di samping kiri  tulang Lumbar ruas paling bawah (L-5) ke arah atas (C-7). (Ulangi beberap kali untuk memastikan adanya TP  di area sebelah kiri tulang belakang)

4) Dorong sepanjang tepi tulang belikat (kanan  dan kiri) untuk memastikan adanya TP di area tulang belikat.

5) Dorong sepanjang tepi tulang pinggul ( kanan dan kiri) untuk memastikan adanya TP di area tulang pinggul.

Gambar - 6

(7)

Gambar - 7

 Apabila menemukan ada lapisan kulit yang ketika diraba terasa cembung/tebal/keras, cekung, kasar/berpasir/berparut, atau berwarna lain (pucat, gelap, dsb) Trigger Point (TP)

2. General Treatment (GT) :

Dengan menggunakan 1 jari ( dewasa) dan 3 jari (anak-anak). General treatment ini adalah terapi sapu jagad  (terapi di semua titik organ). Lakukan penotokan dengan menekan dan menggetarkan ujung jari di area / titik organ, dengan urutan sebagai berikut :

 Area I

1) Titik Ginjal Kanan 2) Titik Ginjal Kiri

3) Area di bawah Ginjal Kanan (samping kanan L-1 s.d. L-5) 4) Area di bawah Ginjal Kiri (samping kiri L-1 s.d. L-5)

5) Area ginjal ke bawah (atas tulang L-1 s.d. L-5)

6) Area tepi tulang pinggul kanan (dari tengah ke arah kanan) 7) Area tepi tulang pinggul kiri (dari tengah ke arah kiri)

8) Gerakan-gerakan di atas (1 s.d. 7 dapat diulang beberapa kali)

 Area II

1) Titik Bahu Kanan

2) Area tepi tulang belikat kanan sampai ke bagian bawah 3) Titik Bahu Kiri

4) Area tepi tulang belikat kiri sampai ke bagian bawah 5) Titik Tengkuk (C-7)

6) Area bawah titik tengkuk (di atas tulang belakang) s.d. titik Ginjal

7) Area kanan titik tengkuk (samping kanan tulang belakang) s.d. titik Ginjal 8) Area kiri titik tengkuk (samping kiri tulang belakang) s.d. titik Ginjal

Gerakan berulang-ulang ke atas – ke bawah

(8)

Note: Terapi GT ini bisa dilakukan dengan waktu sekitar 15-20 menit

Gambar - 8

Persiapan GT (area I dan area II)

Gambar – 9

(9)

Gambar - 10

GT area II diawali dari titik bahu dilanjutkan dengan area belikat

Gambar - 11

(10)

Gambar - 12

Seluruh titik dan area yang mendapat penotokan dalam GT 3. Finishing (F) :

 Adalah terapi yang menekankan (fokus) pada titik TP (sesuai gejala penyakit) atau TP (hasil deteksi). Dilakukan setelah GT  dengan durasi sekitar 5-10 menit  (untuk setiap titik).

Indikator   bahwa penotokan pada TP  telah cukup adalah akan adanya perubahan pada TP  tersebut, (kulit/otot  yang tebal/cembung/cekung/kasar   akan kembali normal seperti sediakala).

Perubahan ini dapat terjadi dalam 1 x sesi terapi atau setelah beberapa kali sesi terapi, hal ini diikuti dengan adanya perubahan yang dirasakan oleh pasien (hilangnya gejala/rasa sakit yang dialami) walaupun penyakitnya belum benar-benar sembuh.

(11)

D. JENIS TINDAKAN

Totok punggung dapat diberikan dalam 2 (dua) bentuk tindakan, yaitu : 1. Emergency (tindakan kegawatdaruratan)

 Adalah tindakan segera  yang harus diberikan kepada seseorang yang mengalami keadaan gawat darurat (kondisi kritis), contoh: serangan jantung, stroke, atau mengalami sakit yang amat sangat di salah satu bagian tubuh.

Tindakan ini diberikan dalam bentuk penotokan langsung pada titik/area yang terkait dengan masalahnya, contoh: untuk serangan jantung (titik jantung), serangan stroke (2 titik ginjal), sakit di bagian tangan (area bahu-belikat), dan sakit di bagian kaki (area tepi tulang pinggul).

2. Treatment (perawatan)

 Adalah tindakan yang diberikan kepada seseorang yang mengalami sakit yang tidak dalam kondisi gawat darurat. Tindakan perawatan ini diberikan secara berkala dan berkesinambungan sesuai dengan tahap perawatan ( general treatment dan finishing) E. BEBERAPA CONTOH TITIK MASALAH

 Ada beberapa contoh titik-titik dan/atau area tertentu yang sudah terbukti ada kaitannya dengan berbagai macam masalah, walaupun tidak bisa selalu menjadi patokan bahwa setiap penyakit/masalah selalu di sini titiknya. Pada dasarnya ketika melakukan GT sesungguhnya pasti telah melakukan terapi pada titik-titk masalah tersebut, namun untuk efektifitas terapi maka titik-titik masalah tersebut perlu kembali diberikan fokus terapi lanjutan (finishing).

Beberapa contoh titik-titik masalah tersebut, antara lain adalah : 1. Serangan jantung (emergency)

2. Serangan stroke (emergency)

Gambar - 13

1. Untuk menolong korban serangan jantung (emergency), lakukan penotokan dititik jantung. 2. Untuk menolong korban serangan stroke, lakukan

penotokan di2 titik ginjal (kanan-kiri). Note:

Untuk kasus Stroke Hemorragic  (pecah pembuluh darah), maka setelah dilakukan penotokan ada kemungkinan akan keluar darah melalui hidung. Ini adalah darah yang keluar dari pembuluh darah yang pecah di otak sehingga memang seharusnya dikeluarkan untuk membersihkan bagian otak.

(12)

3. Masalah tekanan darah 4. Penyakit Parkinson

Gambar - 14 5. Gagal Ginjal (cuci darah) 6. Gout (asam urat)

Gambar - 15

Untuk masalah tekanan darah  (tinggi/rendah) serta penyakit Parkinson, lakukan finishing pada titik tekanan darah (belikat kanan).

1. Untuk penyakit gagal ginjal, lakukan finishing di 2 titik ginjal (kanan-kiri_.

2. Untuk penyakit gout, lakukan finishing di 2 titik ginjal (kanan-kiri). Apabila ada rasa sakit/bengkak akibat timbunan asam urat dalam darah, maka lakukan pula penotokan sesuai daerah yang mengalami sakit tersebut, mis. area pinggul  utk sakit di daerah kaki dan area belikat  utk sakit di daerah tangan

Note :

1. Untuk penyakit gagal ginjal, perubahan yang akan nampak setelah menjalani terapi totok punggung adalah :

 Urine bisa lancar kembali

 Tubuh bisa berkeringat kembali

 Berkurang/hilangnya gejala edema

(bengkak air)

2. Untuk penyakit gout, diakibatkan oleh fungsi ginjal yang bermasalah sehingga tidak mampu menyaring dan membuang asam urat melalui urine

(13)

7. Asma / alergi 8. Diabetes Melitus

Gambar - 16

9. Kanker payudara

10. Penyakit terkait datang bulan (wanita)

Gambar - 17

1. Untuk asma dan/atau alergi bermula dari titik paru-paru, khusus untuk asma tambahkan di titik tengkuk.

Titik paru-paru ini juga digunakan untuk masalah-masalah seperti, batuk, pilek, flek paru-paru dan masalah-masalah di kulit (penyakit kulit).

2. Untuk Diabetes Melitus, lakukan finishing di titik pankreas dan 2 titik pinggul.

1. Untuk kanker payudara,  lakukan finishing di punggung bagian belakang payudara yang bermasalah. Ditambahkan juga titik rahim, karena untuk semua penyakit yang terkait masalah kewanitaan itu bermula dari titik rahim sebagai pengendalinya.

2. Untuk masalah sakit ketika haid, haid keluar hanya sedikit dan/atau tidak keluar haid sama sekali, lakukan finishing di titik rahim (L-3) baik di bagian kanan-kiri-tengah.

(14)

11. Pengapuran tulang 12. Wasir (ambeien)

Gambar - 18

13. Sakit di bagian tangan (bahu, lengan, pergelangan dan telapak tangan) 14. Sakit di bagian kaki (paha, lutut, betis, pergelangan dan telapak kaki)

Gambar - 19 Note:

Tidak semua titik masalah (TP) dicantumkan dalam modul ini. Kita dapat mencari titik masalah tersebut dengan mendeteksinya sesuai petunjuk yang sudah disampaikan.

F. FREKUENSI DAN LAMANYA TERAPI

Waktu yang disarankan untuk 1 sesi terapi bagi seorang terapis profesional adalah minimal 1 jam. Ini sudah meliputi GT dan Finishing pada TP. Namun bagi terapis amatir dapat dilakukan sesuai waktu dan kemampuan yang ada. Apabila waktunya

1. Untuk masalahpengapuran tulang lakukan finishing di titikginjal kanan dan titik pinggul kanan.

2. Untukwasir/ambeien lakukan finishing di titik ginjal kiri dan titik pinggul kiri.

1. Untuk masalah/sakit/nyeri/kebas/kesemutan di bagian tangan, lakukan penotokan di area bahu-belikat

(sesuai dengan bagian tangan yang bermasalah).

2. Untuk masalah/sakit/nyeri/kebas/kesemutan di bagian kaki, lakukan penotokan di area pinggul (sesuai

(15)

memungkinkan dan mampu (cukup kuat) baik apabila juga dilakukan dalam waktu 1 jam. Namun apabila tidak memungkinkan jangan ditinggalkan sama sekali, lakukanlah walaupun hanya mampu 15 atau 20 menit.

Frekuensi terapi yang harus diberikan kepada pasien disesuaikan dengan besar/kecilnya masalah atau berat/ringannya penyakit yang dideritanya. Untuk pertolongan segera (emergency) harus diberikan segera begitu seseorang mengalami serangan. Sedangkan untuk perawatan, dapat dilakukan dalam jangka waktu tertentu (mis. sehari sekali atau dua kali, sepekan sekali atau tiga kali, dan seterusnya). Bahkan apabila kondisinya cukup parah, dapat diberikan perawatan sehari tiga kali terapi.

Note :

Lamanya terapi dalam satu sesi perawatan serta jumlah terapi (frekuensi) yang harus diberikan tergantung pada tingkat masalah yang dialami pasien.

Lebih lama waktu dalam satu sesi terapi serta makin sering frekuensi terapi yang diberikan, dapat meningkatkan efektifitas terapi yang dilakukan.

G. PERMASALAHAN DALAM TERAPI

 Adalah hal-hal yang dapat menjadi kendala dalam seseorang mengaplikasikan terapi totok punggung ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah :

1. Kurang yakin dengan metode totok punggung

Bagi orang yang belum memahami sistematika totok punggung maka akan merasa aneh  bahwa mana mungkin hanya dengan menekan dan menggosok di bagian punggung dapat mengobati penyakit.

2. Tidak sabar (dalam menterapi maupun dalam menjalani terapi)

Sebagian orang ketika sakit ingin cepat langsung sembuh  walaupun baru menjalani satu kali sesi terapi. Penyakit itu sendiri membutuhkan waktu yang bisa jadi tidak sebentar ketika berproses dalam tubuh kita sehingga munculnya gejala (mis. rasa sakit), maka untuk proses penyembuhannya pun membutuhkan waktu dan tidak mungkin langsung terjadi dalam waktu singkat ( kecuali atas ijin Allah). Dengan terapi totok punggung, walaupun belum langsung sembuh, namun efek setelah menjalani terapi ini dapat langsung dirasakan dalam waktu singkat.

3. Tangan lelah (pegal dan ngilu) karena belum terbiasa dalam melakukan terapi totok punggung.

Bagi mereka yang baru pertama kali mencoba menterapi dengan metode totok punggung ini akan cepat merasa lelah di tangan (sampai dengan lengan) bahkan sampai pegal, sehingga tidak mampu melakukan terapi dalam waktu yang lama. Seiring dengan seringnya menterapi maka masalah ini akan hilang, lambat laun kekuatan

(16)

tangan akan meningkat sehingga mampu melakukan terapi untuk jangka waktu yang lebih lama.

H. FAQ (Frequently Asked Questions)

1. Siapa yang pertama kali mengembangkan terapi ini?

Terapi ini dikembangkan oleh Ustadz Abdurrahman dari Klinik Totok Punggung Pro Health di Bekasi. Beliau sudah dari tahun 2011 mengembangkan metode terapi ini, dan terbukti sudah banyak pasien dengan berbagai macam keluhan penyakit yang dengan ijin Allah  sembuh dengan terapi ini. Mulai dari penyakit yang ringan sampai penyakit yang berat, bahkan yang sudah ditangani di rumah sakit dapat lebih cepat sembuh ketika diterapi dengan metode ini.

2. Siapa saja yang bisa diterapi dengan metode ini?

Siapapun dapat diterapi dengan metode ini. Baik pria maupun wanita, tua maupun muda dan dalam kondisi apapun. Dapat dalam posisi berbaring (posisi paling baik) maupun dengan posisi duduk (apabila tidak memungkinkan berbaring). Menotok bagian punggung dalam keadaan terbuka pakaian (langsung menyentuh kulit punggung, ini keadaan yang direkomendasikan) maupun tetap berpakaian tanpa langsung menyentuh kulit punggung (apabila tidak memungkinkan membuka aurat/pakaian).

3. Apakah ada pantangannya ketika melakukan terapi ini?

In sya Allah tidak ada pantangan khusus ketika melakukan terapi ini, hanya saja disarankan bagi yang menjalani terapi ini, sebaiknya tidak langsung mandi (dengan air dingin) mengingat kondisi tubuh (punggung) nya relatif masih hangat setelah menerima terapi ini. Dan apabila ada seseorang yang dengan kondisi sakit kronis yang memiliki pantangan dalam makanannya, maka pantangan itu perlu dipatuhi demi memastikan kondisinya sementara sebelum sembuh tidak menjadi bertambah parah penyakitnya. 4. Berapa lama waktu yang dibutuhkan seseorang untuk sembuh dengan terapi ini?

Jangka waktu bagi seseorang yang diterapi dengan cara ini untuk sembuh tidak dapat ditentukan secara pasti. Kondisi setiap orang yang sakit tidak sama antara satu dengan yang lainnya, walaupun mungkin memiliki gejala dan keluhan yang sama. Cepat dan lamanya seseorang untuk sembuh dari penyakitnya sangat tergantung pada  Allah Yang Maha Menyembuhkan. Namun secara keilmuan dapat saja diperkirakan

dengan metode yang digunakan berapa lama kemungkinan untuk sembuh berdasarkan pengalaman untuk kasus yang sama. Cepat dan lambat kesembuhan juga dapat ditentukan berdasarkan dosis pengobatan (terapi) yang dilakukan. Untuk terapi totok punggung, maka dengan waktu (durasi) yang lebih lama ketika menjalani terapi akan berbeda hasilnya dengan waktu (durasi) yang hanya sebentar. Begitu pula dengan keseringan (frekuensi) terapi yang dijalani juga mempengaruhi cepat atau lambatnya hasil yang dapat dirasakan.

(17)

5. Apakah ada efek samping dalam terapi ini?

In sya Allah terapi ini relatif aman dari efek samping. Pada orang yang pertama kali menjalani terapi ini ada kemungkinan akan merasa sakit/linu/pegal pada area penotokan, hal ini dapat terjadi karena adanya penyumbatan pada pembuluh darah di area tersebut dan telah diuraikan dengan jalan penotokan. Namun untuk terapi-terapi selanjutnya biasanya rasa sakit ini sudah akan berkurang dan semakin hilang.

Demikian juga apabila mengalami rasa/gejala tertentu setelah penotokan, seperti mual, pusing, demam, sakit ketika BAK, dan lain sebagainya, maka inilah yang disebut sebagai DOC (Direction of Cure), yaitu reaksi ketika tubuh sedang beradaptasi dengan metode pengobatan yang diambil. Ini bukan efek samping dan tidak berbahaya, hal ini  justru positif yang menunjukkan akan ada perubahan pada tubuh kita setelah menjalani

terapi.

6. Apakah terapi ini dapat digabungkan dengan terapi lainnya?

Ya, terapi ini dapat dikombinasikan dengan terapi lainnya, misalnya terapi dengan mengkonsumsi makanan/suplemen herbal, seperti madu, habbatussauda, dan lain-lain termasuk dengan obat-obatan medis (apabila sedang menjalani pengobatan medis).

Terapi totok punggung ini juga apabila dipadukan dengan hijamah (bekam) in sya Allah akan meningkatkan efektifitas pembekaman itu sendiri dibandingkan pembekaman tanpa didahului dengan totok punggung, karena totok punggung akan memudahkan pengeluaran darah yang mengandung toksid tersebut.

Begitu juga untuk kasus-kasus tertentu, totok punggung dapat dikombinasikan dengan pijat/urut atau pembetulan tulang belakang, serta apabila terjadi patah tulang maka totok punggung digunakan untuk mengurangi rasa sakit ketika akan dilakukan penarikan tulang sebelum dibebat/digips.

7. Apakah sulit untuk mempelajari terapi ini?

In sya Allah terapi ini adalah terapi yang sangat mudah dipelajari oleh siapapun  juga. Tidak dibutuhkan waktu lama untuk bisa memahami dan mempraktekan terapi ini. Dibandingkan materi-materi pelatihan metode pengobatan/terapi yang lain, maka metode terapi totok punggung ini adalah metode terapi yang paling mudah dipelajari. Note :

 Modul ini digunakan untuk membantu mengingat kembali materi terapi totok

punggung yag telah disampaikan dalam pelatihan.

 Apabila mengalami kesulitan dalam mempelajari dan memahami materi terapi ini,

Gambar

Gambar - 3 1.  Bagian kanan dan kiri punggung
Gambar - 19 Note:

Referensi

Dokumen terkait

Serangan awal stroke umumnya berupa gangguan kesadaran, tidak sadar, bingung, sakit kepala, sulit konsentrasi, disorientasi atau dalam bentuk lain, stroke bisa menjadi

– Kondisi-kondisi gawat yang memerlukan penanganan cepat dari tenaga kesehatan, seperti serangan jantung dan stroke, serta terjadi penurunan kadar gula darah yang

Serangan awal stroke umumnya berupa gangguan kesadaran, tidak sadar, bingung, sakit kepala, sulit konsentrasi, disorientasi atau dalam bentuk lain, stroke bisa menjadi

Menjaga kesehatan kolesterol sangat penting karena kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti serangan jantung dan

Apabila Tertanggung dinyatakan oleh Dokter menderita Penyakit Serangan Jantung atau Stroke yang telah melewati Masa Tunggu atau Masa Bertahan Hidup (Survival

Pada struktur vektor ini data disimpan dalam bentuk titik (point), garis (lines) atau segmen, data poligon (area) secara matematis-geometris Contoh tipe data titik adalah

Hipertensi yang terjadi dalam jangka waktu lama dan terus menerus dapat memicu stroke, serangan jantung, gagal jantung dan merupakan penyebab utama gagal ginjal kronik.22 Hipertensi

Hipertensi adalah suatu keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam arten menyebabkan meningkatnya risiko terhadap stroke, gagal jantung, serangan jantung dan