• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI ANALISA PERMASALAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB VI ANALISA PERMASALAHAN"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

73

BAB VI

ANALISA PERMASALAHAN

6.1. Gambaran Umum

Kesimpulan mengenai permasalahan yang menjadi penyebab utama tidak tercapainya target penjualan produk sabun wajah Vitalis diperoleh dengan melakukan analisa yang mendalam atas berbagai data yang berhasil dikumpulkan dari PT.SAI selaku klien, survey ke konsumen, outlet modern dan SPG serta data sekunder dari berbagai sumber.

Uncontrollable Factors Environment Social and Culture Political and Legal Economic Technology

Target

Consumers

Controllable Factors Marketing Mix 4P 4P

Analisa diawali dengan penetapan model permasalahan yaitu sebagai berikut :

(Neidell, L.A., 1983, p.18)

(2)

Pada dasarnya terdapat 2 alternatif bagi perusahaan untuk meningkatkan penjualan yaitu :

1. Memperluas pasar melalui cara : - Menciptakan pasar baru - Menciptakan penggunaan baru

- Meningkatkan intensitas penggunaan 2. Merebut pangsa pasar produk lain

Faktor-faktor yang mempengaruhi pencapaian target penjualan perusahaan dipisahkan menjadi menjadi controllable factors dan uncontrollable factors.

Controllable factors merupakan faktor strategi pemasaran (product, price, promotion

dan place) yang digunakan perusahaan untuk memperoleh pangsa pasar yang diinginkan dengan kondisi adanya tekanan persaingan dari para kompetitor.

Sedangkan Uncontrollable factors merupakan faktor-faktor di luar kendali perusahaan seperti sosial budaya, ekonomi, teknologi, politik dan hukum yang mempengaruhi perusahaan, kompetitor maupun konsumen

Analisa akan difokuskan pada controllable factors yang meliputi analisa internal yaitu mengenai kondisi perusahaan dan efektifitas strategi marketing produk sabun wajah Vitalis yang dikaitkan dengan analisa eksternal yang meliputi analisa konsumen dan kompetitor.

(3)

75

6.2. Analisa Internal

6.2.1. Analisa Perusahaan

Group KAPM relatif baru di bidang manufaktur produk-produk toiletries namun telah berhasil mengembangkan sejumlah produk dengan berbagai merek yang cukup sukses di pasaran, bahkan beberapa di antaranya merupakan market leader pada kategori produk tersebut.

Sebagai produsen, nama PT.KAPM sendiri sangat jarang ditampilkan. Padahal hal ini diperlukan untuk meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk-produk yang dihasilkan perusahaan khususnya untuk produk sabun wajah dimana konsumen sangat mementingkan kualitas.

Struktur organisasi yang belum mapan dan terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang ada untuk menghadapi perkembangan bisnis yang begitu pesat menyebabkan kurangnya konsentrasi manajemen pada penyusunan sasaran dan perencanaan umum jangka panjang yang diikuti dengan penyusunan sasaran dan perencanaan yang lebih spesifik untuk jangka waktu yang lebih singkat yang mengarah pada pencapaian visi dan misi perusahaan.

Misalnya : untuk mencapai posisi 5 besar di industri produk toiletries, perusahaan harus menetapkan target penjualan jangka panjang dan jangka pendek yang mengarahkan perusahaan untuk mencapai hal tersebut dan mempersiapkan strategi-strategi yang dapat mendorong perusahaan untuk mencapai target tersebut.

(4)

Sedangkan di sisi lain, pemisahan fungsi penjualan / distribusi dan fungsi pemasaran ke dalam 2 perusahaan baru membutuhkan koordinasi yang baik dari manajemen agar komunikasi dan kerja sama antara kedua perusahaan tersebut dapat berjalan dengan baik.

6.2.2. Analisa Produk

Analisa akan dilakukan berdasarkan unsur-unsur yang membentuk konsep suatu produk yaitu product image, merek, kemasan & label serta warranty & services. • Product image

Persepsi konsumen terhadap suatu produk dibentuk dari kualitas produk itu sendiri dan bagaimana produk tersebut dikomunikasikan. Kesuksesan strategi pemasaran sangat tergantung pada persepsi konsumen terhadap suatu produk, apalagi pada produk sabun wajah dimana konsumen sangat peduli terhadap kualitas.

Berdasarkan hasil survey dapat dikatakan bahwa produk mendapat sambutan yang cukup baik dari responden. 66% dari responden menyatakan tertarik untuk melakukan pembelian produk sabun wajah Vitalis tersebut di masa yang akan datang. Produk sabun wajah Vitalis memperoleh nilai yang relatif tinggi dari responden yaitu 4,08 atau sedikit melampaui nilai yang diberikan untuk produk sabun wajah Biore yaitu 4,01. Meskipun demikian, terdapat keterbatasan pada masa penggunaan produk sabun wajah Vitalis yaitu hanya beberapa hari.

(5)

77

Di sisi komunikasi produk terdapat suatu kelemahan dimana benefit yang ditawarkan ke konsumen sangat umum untuk ditemui pada produk-produk kompetitor. Tidak adanya keistimewaan produk yang ditonjolkan perusahaan dalam komunikasi produk menyebabkan kurangnya daya tarik produk di mata konsumen yang begitu gencarnya mendapat tawaran dari produk kompetitor yang memiliki banyak varians dan dikomunikasikan secara berbeda sesuai dengan keunikan yang dimiliki.

Perusahaan juga perlu memperhatikan pemilihan artis yang dipergunakan agar sesuai dengan image yang ingin dibangun. Berdasarkan hasil survei Marketing Celebrity Image Award 2003 oleh Frontier Marketing & Research Consultant, artis Diana Pungky termasuk dalam salah satu artis yang memberikan image lucu. Sehingga kurang menunjang dengan image yang ingin dibangun perusahaan untuk produk tersebut yaitu kecantikan.

Sebagai merek yang memposisikan diri sebagai produk perawatan kecantikan bagi wanita modern maka sebaiknya perusahaan menggunakan selebriti yang dapat mewakili attribut-attribut yang menunjang positioning tersebut. Endorser berperan sebagai pencerminan personality sebuah merek. Brand personality sangat penting karena mampu membuat sebuah merek menjadi berbeda dengan merek lainnya.

(6)

• Merek

Berdasarkan hasil survey terlihat bahwa brand awareness Vitalis masih relatif rendah. Hasil survey menunjukkan bahwa hanya 37% yang mengetahui tentang merek Vitalis dan hanya 5% yang mengetahui tentang produk sabun Vitalis.

Hal ini disebabkan kurangnya pengiklanan merek di berbagai media khususnya media elektronik. Konsumen kebanyakan mengetahui tentang produk Vitalis dari display di outlet modern sehingga penjualan produk Vitalis sebagian besar mengandalkan outlet tersebut yang umumnya berada di kota-kota besar. Sedangkan untuk penjualan melalui outlet tradisional dimana pembeli umumnya sudah menentukan produk apa yang akan dibeli, kontribusi tingkat penjualan lebih rendah.

Selain itu produk sabun wajah ini tidak secara langsung dapat memanfaatkan awareness merek Vitalis untuk mendongkrak angka penjualan. Penggunaan disain kemasan yang agak berbeda khususnya pada warna dasar kemasan dapat membuat customer tidak langsung aware bahwa produk tersebut adalah diversifikasi dari merek

Vitalis.

Penggunaan disain kemasan yang berbeda menunjukkan kurang matangnya perencanaan perusahaan terhadap merek dan produk yang diluncurkan sehingga seringkali menimbulkan inkonsistensi konsep suatu merek atau produk. Dampak dari hal ini kadangkala dapat terlihat langsung pada kinerja produk tersebut di pasaran ataupun tidak terlalu dirasakan dalam jangka pendek namun dalam jangka panjang

(7)

79

dapat mempengaruhi kemampuan merek atau produk tersebut dalam menghadapi kompetisi.

• Kemasan dan label

Kemasan merupakan komponen penting dari konsep keseluruhan suatu produk. Selain fungsi untuk melindungi produk dari kerusakan, kemasan juga memiliki peranan yang cukup besar dalam memasarkan produk itu sendiri. Kemasan yang baik seyogianya dapat menjadi alat komunikasi kepada calon pembeli.

Beberapa kelemahan pada kemasan produk sabun wajah Vitalis

- Kurangnya deskripsi mengenai manfaat dan keunikan produk yang dapat mendorong terjadinya penjualan.

- Penggunaan tata bahasa dan terjemahan yang kurang benar

- Kemasan relatif kurang aman sehingga kadangkala ditemui dalam keadaan rusak

Kelemahan pada kemasan dapat mengurangi tingkat kepercayaan konsumen terhadap produk tersebut.

• Warranty & services

(8)

6.2.3. Analisa Harga

Tingkat kepuasan konsumen yang mempengaruhi kinerja suatu produk di pasaran terbentuk dari tingkat kepuasan konsumen terhadap harga yang dibayar untuk kualitas yang diterima dan perbandingan kualitas produk tersebut dengan merek lainnya.

Penetapan harga jual yang lebih rendah merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh untuk meningkatkan tingkat kepuasan konsumen. Namun hal ini tidak terlalu relevan untuk produk sabun wajah dimana para konsumen kurang sensitif terhadap harga terlebih lagi apabila range harga tersebut masih terjangkau. Apalagi mengingat target market produk sabun wajah Vitalis adalah level SES ABC+.

6.2.4. Analisa Promosi

Rendah awareness konsumen untuk produk sabun wajah Vitalis ini menunjukkan bahwa aktivitas promosi khususnya ATL masih sangat kurang. Belanja iklan perusahaan untuk produk sabun wajah Vitalis relatif kecil dibanding kompetitor yang umumnya mengiklankan produknya per masing-masing varian. Berdasarkan data Nielsen Media Index 2003 terlihat bahwa belanja iklan produk Facial Cleanser

Lotion selama periode Januari – Oktober 2003 mencapai Rp.346,6 miliar. Rincian

(9)

Tabel 6.1 Data Belanja Iklan Produk Facial Cleanser Lotion Periode Januari-September 2003

Produk Rangking Total Media (Rp. miliar) TV (Rp. miliar) Koran (Rp. miliar) Majalah (Rp. miliar) 1 91,7 91,6 - 0,1

Pond’s White Beauty – Facial Foam 2 27,6 26,7 - 0,8

Pond’s Perfect Care – Facial Scrub 3 25,0 24,1 -

Dove – Facial Foam 4 22,9 22,5 - 0,4

Biore Soft Scrub – Cleansing Soap 5 15,5 15,2 - 0,3

Citra Refreshing – Milk Cleanser 6 14,9 14,3 - 0,6

7 14,8 14,8 - -

8 12,4 12,1 - 0,3

9 10,8 10,8 - -

Pond’s White Beauty – Face Care 10 8,5 8,2 - 0,3

Produk Rangking Total Media TV Koran

Pond’s White Beauty – Skin Lightening

0,+

Biore Brightwhite System – Moisturizer Pond’s Complete Whitening Care Ovale Whitening – Facial Lotion

(10)

(Rp. miliar) (Rp. miliar) (Rp. miliar) (Rp. miliar)

Johnson’s Clean&Clear – Facial Wash 11 7,9 7,8 - 0,2

Biore Brightwhite System – Facial Foam 12 7,1 7,1 - -

Johnson’s Pure Essential – Facial Cleanser 13 5,6 5,4 - 0,2

Viva – Cleansing Cream 14 5,5 5,3 - 0,2

Pond’s Perfect Care Shake&Clean 15 5,3 5,3 - -

Ellips – Creamy Facial Foam 16 4,5 4,4 - 0

Olay White Radiance – Lightening Cream 17 4,1 4,1 - -

Sariayu – Facial Cleanser 18 4,0 3,9 - 0

Nivea Visage Anti Ageing Q10 19 3,5 3,1 - 0,4

(11)

Selain itu pelaksanaan kembali aktivitas promosi ATL melalui iklan di beberapa stasiun televisi yang tidak didukung dengan penyebaran produk yang memadai khususnya di jaringan-jaringan modern outlet seperti : Carrefour, Makro dan lain-lain menyebabkan perusahaan kehilangan momentum dari iklan tersebut.

6.2.5. Analisa Distribusi

Berdasarkan hasil survey ke 16 outlet modern di Jabotabek, dapat disimpulkan bahwa tingkat ketersediaan produk sabun wajah Vitalis masih sangat rendah. Produk ini hanya ditemui pada 5 outlet dari 16 outlet yang diobeservasi dengan kondisi varian yang tidak lengkap dan terletak pada display yang relatif kecil dengan pada posisi yang relatif kurang strategis (tidak eye-catching).

Bahkan dari hasil survey terdapat seorang responden yang pernah menggunakan produk sabun wajah Vitalis namun kemudian beralih ke produk kompetitor (Ponds) disebabkan oleh tidak tersedianya produk tersebut di suatu outlet modern.

6.3. Analisa

konsumen

Berdasarkan data BPS diketahui bahwa dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 202 juta jiwa pada tahun 2002, 22 juta jiwa berada di wilayah Jabotabek dengan dengan komposisi yang merata antara pria dan wanita.

(12)

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasar produk toiletries khusus pria sebenarnya memiliki potensi yang besar terutama dengan adanya cultural shift dimana disadari bahwa bukan hanya wanita saja yang memerlukan perawatan kulit tetapi juga para pria. Hal ini ditandai juga oleh trend penggunaan produk-produk perawatan kulit khusus pria yang semakin meningkat. Beberapa produsen kosmetika dan perawatan kulit wajah, baik lokal maupun internasional, mulai bermain di segmen perawatan khusus pria ini, antara lain Clinique for Men, Biore

for Men, dan sebagainya. Dibukanya beberapa klinik yang menawarkan

pelayanan facial dan perawatan kulit wajah khusus pria, akan semakin mengedukasi pasar, khususnya segmen pasar pria, untuk semakin sadar akan perawatan kulit wajah mereka.

Berdasarkan data Komposisi Socio Economic Status 2003 untuk wilayah Jabotabek terlihat bahwa level SES ABC+ yang menjadi target market produk sabun wajah Vitalis mencapai 51% dari jumlah yang ada.

(13)

85

Tabel 6.2: Komposisi Socio Economic Status 2003 untuk Wilayah Jabotabek

(sumber : Nielsen Media Index 2003)

Level Tingkat Pengeluaran

(dalam rupiah) Prosentase A1 2.250.000 - ... 7% A2 1.750.000 – 2.250.000 7% B 1.250.000 – 1.750.000 14% C1 800.000 – 1.250.000 23% C2 600.000 – 800.000 19% D 400.000 – 600.000 20% E ... – 400.000 11%

Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa karakteristik konsumen secara umum adalah :

Tabel 6.3: Karakteristik konsumen menurut hasil survey

Keterangan Hasil Survey

Jenis Kulit 45% Berminyak 25% Normal 22% Kombinasi 8% Kering Masalah kulit yang

utama

24% Jerawat

22% Berminyak / pori-pori besar 21% Komedo

Lama penggunaan merek

51% < 1 tahun 29% 1 - 3 tahun Kualitas sabun wajah

yang diharapkan

21% Menghilangkan jerawat / flek

(14)

Keterangan Hasil Survey

samping

13% Mengurangi kelebihan minyak / mengecilkan pori-pori 12% Membersihkan sampai ke pori-pori

11% Melembabkan / tidak membuat kulit wajah kering 10% Memutihkan wajah

10% Membuat kulit menjadi halus Sumber Pengetahuan Produk 49% media elektronik 21% teman / keluarga Faktor Pendorong Pembelian 34% iklan

30% referensi teman / keluarga Sikap Responden

terhadap Harga

42% responden memilih produk yang sesuai pada range harga terjangkau

35% responden memilih produk tanpa terpengaruh harga.

Rendahnya jangka waktu penggunaan merek produk sabun wajah yang saat ini digunakan oleh responden menunjukkan bahwa tingkat loyalitas konsumen untuk produk sabun wajah relatif rendah. Konsumen relatif mudah terpengaruh oleh iklan dan referensi teman / keluarga.

Konsumen juga cenderung kurang sensitif terhadap harga. Mereka sangat mempedulikan kualitas. Hal ini ditunjang juga dengan hasil riset Tren Pembelian Konsumen yang dikaji oleh Markplus yaitu terdapat 83.5% konsumen yang mencari produk berkualitas namun yang harganya terjangkau, 12.1% mencari yang harganya murah dan 4.4% konsumen yang tetap mencari produk berkualitas tanpa peduli berapapun harganya.

(15)

87

Tren Pembelian Konsumen

83.5% 12.1% 4.4%

m encari produk berkualitas dengan harga terjangkau m encari produk m urah

m encari produk berkualitas tinggi tanpa m em pedulikan harga

Gambar 6.2 Tren Pembelian Konsumen

(Sumber : Markplus - 2000)

6.4. Analisa

Kompetitor

Pasar produk sabun wajah sebagian besar dikuasai oleh beberapa pemain utama seperti Biore, Dove dan Ponds. Tingkat persaingan pada industri ini relatif tinggi sehingga mendorong para kompetitor khususnya market leader untuk terus melakukan inovasi produk sehingga varian yang ditawarkan ke konsumen terus bertambah dan melakukan aktivitas promosi khususnya ATL secara gencar. Selain itu distribusi produk oleh para market leader ini juga sangat baik. Produk dapat ditemukan di warung-warung dan display yang eye-catching dengan space yang cukup luas sehingga menunjukkan posisi sebagai pilihan utama konsumen.

Sesuai kesepakatan dalam TOR, analisa kompetitor akan dibatasi pada produk sabun wajah Biore.

(16)

6.4.1 Latar belakang dan misi

Biore merupakan produk sabun wajah yang dikeluarkan oleh PT. Kao Indonesia. Perusahaan ini merupakan anak perusahaan Kao Corporation, Jepang yang telah berekspansi secara global ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Penamaan “Kao” sebagai nama korporasi diambil dari nama produk pertama yaitu “Kao Soap” yang dilaunching pada tahun 1890. Walaupun istilah “Kao” berarti “Raja Bunga”, tetapi secara pronounciation, “Kao” ini sama artinya dengan “Wajah” dalam bahasa Jepang. Menurut perusahaan, penggunaan istilah “Kao” tersebut menggambarkan kecantikan dan kebersihan, sejalan dengan misi perusahaan yaitu “Beauty, Cleanliness, and Health for everyday”. Penggunaan logo juga sejalan dengan misi perusahaan yaitu bulan sabit yang bergambar wajah, dimana bulan menggambarkan sesuatu yang putih, bersih, dan cantik.

Secara lengkap, misi Kao Corporation adalah sebagai berikut:

“Kao's mission is to contribute to the wholehearted satisfaction and the enrichment of the lives of our customers and employees throughout the world. We will accomplish this by drawing on our creative and innovative strengths to develop products of excellent value and outstanding performance from the customer's point of view. Fully committed to this mission, all employees of Kao Corporation are working together in close coordination to win the loyalty and trust of their customers in the Company's core fields of cleanliness, beauty, and health, and in the core field of chemicals”.

(17)

89

Untuk mewujudkan misi tersebut, Kao mempunyai basic principles sebagai berikut:

1. Innovative Products 2. Profitable Growth

3. Management by "Select and Focus" 4. A Coordinated Corporate Effort 5. Responsibilities to Society

6.4.2 Strategi

• Produk

Sejak awal produk sabun wajah Biore ini diposisikan sebagai produk sabun yang inovatif dan memiliki kualitas di atas produk sabun wajah lainnya. Guna membangun persepsi tersebut di benak konsumen, perusahaan menggunakan “Teknologi Kao” sebagai based line pada iklan maupun kemasan produk. Selain itu perusahaan juga secara jelas mengkomunikasikan inovasi hasil “Teknologi Kao” pada masing-masing varian.

Kao sangat mempercayai riset pasar. Sebagai contoh, sebelum produk diluncurkan, Kao membutuhkan waktu minimal 2 tahun untuk melakukan riset pasar dan riset produk. Riset ini meliputi riset terhadap perilaku dan kebiasaan konsumen, kebutuhan dan keinginan konsumen melalui survey langsung, blind test dan focus group. Setelah produk diluncurkan, riset tetap dilakukan untuk memantau pasar secara regular.

(18)

Strategi yang diterapkan produk sabun wajah Biore ini adalah berusaha memenuhi keinginan konsumen yang berbeda-beda dengan menawarkan berbagai jenis varian yang pada saat ini terdiri dari 7 varian yaitu Milk Moisture (orange), Soft Scrub

(pink), Cool (sky blue), Anti Acne (red), Extra Mild (blue), For Men (dark blue)

dan Bright White (silver)

• Harga

Sebagai market leader, harga jual yang ditetapkan oleh Biore cenderung menjadi patokan bagi merek lainnya.

• Promosi

Setiap varian pada produk sabun wajah Biore dikomunikasikan secara berbeda. Meskipun demikian berdasarkan data Nielsen Media Index 2003 terlihat bahwa belanja iklan Biore relatif tidak terlalu tinggi. Ini disebabkan oleh tingginya brand awareness Biore sehingga iklan yang dipasang secara gencar hanya untuk produk-produk baru saja.

• Distribusi

Pendistribusian produk sangat baik mengingat produk ini sudah lama menjadi market leader di industri sabun / busa pembersih wajah.

(19)

91

6.4.3 Sukses yang berhasil dicapai

Produk sabun wajah Biore berhasil menjadi market leader dengan pangsa pasar yang jauh di atas produk lainnya. Selain itu produk ini juga mampu memperoleh beberapa penghargaan.

Pada tahun 2003 ini produk sabun wajah Biore memperoleh penghargaan tertinggi dalam Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA) untuk kategori sabun pembersih wajah berdasarkan hasil survey yang dilakukan majalah SWA dan Frontiers dengan Total Satisfaction Score (TSS) tertinggi sebesar 3,930 dari skala 5,000. Nilai TSS ini menunjukkan tingkat kepuasan pelanggan terhadap kualitas produk, kepuasan terhadap harga yang dibayar terhadap kualitas yang diterima pelanggan dan perbandingan produk tersebut dengan kualitas kinerja merek lainnya.

Tabel 6.4 Total Satisfaction Score untuk produk sabun pembersih wajah

(Sumber: Swa & Frontiers 2003)

Merek 2003 TSS

Biore 3,930

Sari Ayu 3,888

Pond's 3,872 Clean & Clear 3,793

(20)

Selain itu kekuatan merek Biore juga terlihat dari Peringkat Kinerja Merek yang dikerjakan oleh majalah SWA dan PT.Capicorn Mars Indoconsult (MARS) dimana merek Biore memperoleh nilai tertinggi dua tahun berturut-turut (2002 – 2003) dan secara signifikan mengalahkan merek-merek lainnya untuk kategori sabun / busa pembersih wajah.

Tabel 6.5 Peringkat Kinerja Merek produk sabun/busa pembersih wajah

(Sumber: Swa & MARS 2003)

Brand 2002 Brand Value Brand 2003 Brand Value

Biore 333,19 Biore 279.6 Sanex 27,38 Dove 64.4 Pond's 25,43 Pond's 42.8 Extraderm 15,45 Nivea 8.1 Dove 7,94 Shinzui 6.2

Selain itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan insightasia.com terlihat bahwa Biore menduduki rangking 4 dari 10 produk / merek yang dicoba dalam waktu 1 bulan terakhir.

(21)

93

Tabel 6.6 Hasil survey keputusan mencoba produk untuk pertama kali

(Sumber: www.insightasia.com - 2003)

TV Ads - Trial Rates

Date: January 13, 2003 Find: Television Ads

---Q: Which brands or products did try for the first time in the past one month?

Respondent who tried a product/brand for the first time in the last one month are 52 out of the total of 516 10,1%). (

Brand Ad Ranking

Rank Brand %

1 Lifebouy 15.4

2 Pond's Fair and Lovely 11.5

3 Lux 9.6 4 Biore 7.7 5 So Klin 5.8 6 Dove 5.8 7 Pepsodent 3.8 8 Sun Light 3.8 9 Ovale 3.8 10 Clear 1.9

6.4.4 Kekuatan dan Kelemahan

Kekuatan

• Tingkat kepuasan konsumen yang sangat tinggi terhadap produk • Tingkat awareness konsumen terhadap merek dan produk sangat tinggi

• Tingkat ketersediaan produk yang sangat baik bahkan sampai dengan ke warung-warung kecil. Produk hampir selalu ditempatkan pada display yang

(22)

eye-catching dengan space yang cukup luas sehingga menunjukkan posisi

sebagai pilihan utama konsumen.

• Biore selalu mengantisipasi pasar dengan penambahan varian-varian baru hasil R & D yang kuat dan didukung dengan riset pasar yang memadai sehingga mendorong tingkat keberhasilan yang tinggi.

• Skala produksi yang besar mendorong cost efficiency.

• Kao memiliki banyak produk yang sangat sukses di pasaran sehingga dapat mendukung pendanaan produk-produk baru.

Kelemahan

• Pelaksanaan riset yang memakan waktu cukup lama menyebabkan kompetitor dapat mendahului melakukan penetrasi pasar untuk varian tertentu.

(23)

95

6.5. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisa di atas, dapat disimpulkan bahwa permasalahan yang menjadi penyebab utama tidak tercapainya target penjualan produk sabun wajah

Vitalis adalah :

1. Masih rendahnya tingkat awareness konsumen terhadap produk sabun wajah

Vitalis dan merek Vitalis itu sendiri yang terutama disebabkan oleh kurangnya

aktivitas promosi khususnya Above the Line

2. Kurang matangnya perencanaan perusahaan terhadap merek dan produk sabun wajah Vitalis termasuk cara pengkomunikasian produk sehingga kurang membangkitkan motivasi untuk membeli dari konsumen

3. Tingkat ketersediaan produk sabun wajah Vitalis yang masih sangat rendah

Gambar

Gambar 6.1. Model Permasalahan
Tabel 6.1 Data Belanja Iklan Produk Facial Cleanser Lotion  Periode Januari-September 2003
Tabel 6.2: Komposisi Socio Economic Status 2003 untuk Wilayah Jabotabek  (sumber : Nielsen Media Index 2003)
Gambar 6.2 Tren Pembelian Konsumen  (Sumber : Markplus - 2000)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Untuk mengetahui dan menganalisis variabel-variabel (kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, faktor emosional, dan kemudahan) yang mempengaruhi kepuasan konsumen secara

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keterkaitan antara kualitas makanan, kualitas layanan, harga, lokasi, suasana pada kepuasan konsumen dan kepuasan konsumen

Margin pemasaran adalah perbedaan harga/ selisih harga yang dibayar oleh konsumen dengan harga yang diterima oleh

Produk, harga, dan kualitas pelayanan erat kaitannya dengan kepuasan konsumen, sedangkan kepuasan konsumen merupakan perasaan senang atau kecewa seseorang yang

– Kualitas atau tingkat kinerja yang dapat diterima (kriteria) Kualitas atau tingkat kinerja yang dapat diterima (kriteria) – Kondisi yang peserta training diharapkan untuk melakukan

Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang positif dan signifikan secara simultan antara kualitas produk dan kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen Rumah Makan Sate Ayam

Harga dan Kualitas pelayanan secara bersama – sama berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan konsumen di JNE Medan, dengan tingkat kemampuan Harga dan Kualitas pelayanan untuk

Harga yang dibayar oleh konsumen di tingkat eceran untuk komoditi ini adalah merupakan harga yang diterima petani farmers share sebagai imbalan dari hasil usahatani dalam menghasilkan