• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci: motivasi,prestasi,model pembelajaran talking stick, LKS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata kunci: motivasi,prestasi,model pembelajaran talking stick, LKS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TALKING STICK DENGAN

MEDIA LKS DALAM PENINGKATAN MOTIVASI DAN PRESTASI

BELAJAR MATEMATIKA SISWA DI SD NEGERI GIRIREJO KECAMATAN

NGOMBOL

KABUPATEN

PURWOREJO

TAHUN

PELAJARAN

2013/2014

Indriawati

Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Purworejo Email: [email protected]

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa kelas v semester II dengan penerapan model pembelajaran Talking Stick. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode angket dan metode tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Talking Stick dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika. Keadaan ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan motivasi pada siklus I sebesar 86,27% dimana rata-rata motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori sangat baik. Sedangkan prestasi belajar matematika siswa dapat dilihat dari tes UTS-II dengan rerata 69,31 dan persentase ketuntasan klasikal sebesar 77,27%, setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I ada peningkatan rerata sebesar 86,31 dengan persentase ketuntasan klasiskal sebesar 86,36%. Demikian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya penerapan model pembelajaran Talking Stick dengan media LKS dapat meningkatkan motivasi belajar dan prestasi belajar matematika siswa dikelas V SD Negeri Girirejo Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2012/2013.

Kata kunci: motivasi,prestasi,model pembelajaran talking stick, LKS PENDAHULUAN

Pada era globalisasi ini pendidikan telah mengalami perkembangan khususnya dalam pengembangan kurikulum, untuk itu fasilitator harus mampu mengubah pola pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan sangat dipengaruhi berbagai hal khususnya dalam menumbuhkan semangat belajar yang tinggi bagi peserta didik. Hal ini masih menjadi tanggung jawab seuutuhnya bagi guru, namun pada kenyataannya motivasi itu masih dirasa kurang walaupun guru sudah memberikan dorongan kepada siswa. Rendahnya motivasi tersebut yang memicu hasil belajar

(2)

matematika menurun. Motivasi adalah dorongan dari diri untuk menggerakkan dan mengarahkan seseorang. Motivasi sangat mempengaruhi keberhasilan seseorang. Jadi jika motivasi belajar siswa menurun maka prestasi belajar siswa pun menurun.

Untuk itu fasilitator harus aktif dalam menerapkan model pembelajaran yang menarik agar motivasi belajar siswa meningkat. Khususnya penerapan model pembelajaran talking stick sangat cocok digunakan karena model ini dapat menarik siswa dalam kompetensi mengemukakan pendapatnya. Siswa diberikan pertanyaan dengan giliran tongkat. Jika siswa menjawab benar pertanyaan maka akan mendapat poin tambahan dari guru. Hal ini yang menyebabkan tumbuhnya motivasi dalam rangka meningkatkan hasil belajar masing-masing siswa.

Argumen siswa mengatakan matematika sangat sulit diantara mata pelajaran lainya masih menjadai faktor utama penyebab rendahnya prestasi belajar siswa. Semakin sulit jenis soal yang diberikan guru siswa semakin enggan untuk membuka buku matematika. Siswa kurang mengerti akan pentingnya tujuan mempelajari matematika itu, mereka tidak paham bahwa disetiap sudut kehidupan itu selalu dibutuhkan ilmu matematika. Hal ini salah satu tugas guru dalam menumbuhkan motivasi dan mengembangkan pola pembelajaran yang menarik agar siswa tertarik dan semangat dalam mempelajari matematika.

Dari beberapa masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa dengan penerapan model pembelajaran talking stick melalui media LKS. Beberapa penelitian telah dilakukan dengan model pembelajaran talking stick untuk mengukur minat, aktivitas dan ketrampilan belajar matematika siswa. Dalam hal ini penulis mengaitkan antara penelitian tersebut dengan penelitian ini yaitu dengan menarik hubungan antara minat belajar siswa . Dengan adanya minat dari dalam diri siswa maka akan tumbuh semangat belajar yang baru bagi siswa, dengan model pembelajaran talking stick akan manarik siswa untuk lebih semangat

(3)

belajar dan dengan media LKS ini maka siswa akan lebih mudah menguasai dan memahami pelajaran matematika.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam 1 siklus. Adapun subyek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V SD Negeri Girirejo pada semester II tahun pelajaran 2012/2013. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode angket dan metode tes evaluasi. Instrumen penelitian dengan menggunakan angket motivasi belajar siswa dan tes evaluasi. Teknik analisis data dengan menggunakan data angket motivasi belajar dengan rumus NP=𝑆𝑀𝑅 × 100% dimana NP= nilai yang akan dicari atau diharapkan,

R= skor mentah yang diperoleh siswa, SM= skor maksimum ideal dari tes yang bersangkutan.(Ngalim Purwanto, 2009:102), Skor rata-ata motivasi belajar siswa diperoleh dari 𝑥 =𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎 ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 , penentuan kategori motivasi belajar siswa diperoleh dengan pendekatan kualitatif (Ngalim Purwanto, 2009:103)

Teknik analisis data prestasi belajar matematika siswa diperoleh dari rumus

𝑥 = 𝑋𝑁 dengan 𝑥 = rerata skor siswa, 𝑋 = jumlah skor rerata dan N = jumlah responden(Sudjana, 2002:67). Sedangkan mengetahui ketuntasan klasikal belajar siswa diperoleh dengan persentase corection dengan rumus S = 𝑁𝑅× 100%, S = nilai yang diharapkan atau dicari, N = skor maksimum tes dan R = jumlah skor dalam item. Dari batasan masalah yang telah dikemukakan di atas tindakan dalam penelitian ini adalah dengan menerapkan model pembelajaran talking

stick , siswa diperbanyak dengan tanya jawab dengan giliran tongkat dimana

setiap siswa yang menjawab benar pertanyaan maka akan diberikan poin tambahan jadi dalam pembelajaran ini memicu siswa untuk berkompetensi dalam memperoleh nilai terbaik. Disamping dengan pemberian mediaLKS siswa akan mampu meningkatkan hasil belajarnya. Semakin banyak latihan soalyang dikembangkan dalam LKS maka siswa akan dengan mudah menyerap inti sari materi pokok pembelajaran serta siswa dapat dengan mudah mengingat materi

(4)

pembelajaran. Dengan model pembelajaran Talking Stick ini siswa akan terlatih untuk aktif mengemukakan pendapatnya apapun bentuknya tanpa dipengaruhi jawaban dari temannya.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Motivasi belajar siswa pada data awal diperoleh dari hasil interview dengan guru kelas V. Motivasi belajar siswa sangat rendah, hal ini dapat terlihat dari kondisi siswa dikelas pada saat pelajaran kurang antusiasnya siswa, masih terlihat siswa yang menggambar sendiri saat guru menjelaskan pelajaran matematika dan masih ada siswa tidak suka jika pelajaran matematika dimulai. Dari berbagai masalah tersebut maka penulis menerapkan model pembelajaran Talking Stick. Setelah pemberian tindakan pada proses pembelajaran yang berlangsung pada pertemuan pertama masih terlihat siswa yang merasa bingung, namun pada pertemuan berikutnya siswa sudah merasa terbiasa dan merasa senang dengan penerapan model ini. Sehingga motivasi belajar matematika siswa pun meningkat sesuai dengan hasil angket yang menunjukkan rata-rata motivasi belajar matematika siswa sebesar 86,27% yang mana dengan penghargaan kualitatif termasuk dalam kategori sangat baik.

Prestasi belajar matematika siswa sebelum dikenai tindakan dapat dilihat dari data awal hasil belajar matematika siswa yaitu pada nilai UTS matematika-II dengan rata-rata kelas sebesar 69,31 dengan persentase ketuntasan klasikal 77,27% . Adapun siswa yang tuntas KKM sebanyak 16 siswa.

Setelah dikenai tindakan pada siklus I yaitu dengan penerapan model pembelajaran talking stick nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 86,27 dengan persentase klasikal 86,36%. Hal ini dapat dilihat pada grafik di bawah ini.

(5)

Grafik Prestasi Belajar Matematika

SIMPULAN DAN SARAN

Penerapan model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan LKS dapat meningkatkan motivasi belajar matematika siswa, hal ini dapat ditunjukan dari lembar angket motivasi siswa pada siklus I yaitu sebesar 86,27%. Sehingga motivasi belajar siswa termasuk dalam kategori sangat baik. Penerapan model pembelajaran Talking Stick dengan menggunakan LKS dapat meningkatkan prestasi belajar matematika siswa kelas V SD Negeri Girirejo Kecamatan Ngombol Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2012/2013. Hal ini ditunjukan dari nilai rata-rata prestasi belajar pada UTS-II yaitu sebesar 69,31 meningkat pada siklus I sebesar 86,27 dan ketuntasan belajar secara klasikal pada UTS-II sebesar 77,27% meningkat pada siklus I sebesar 86,36%. Nilai rata-rata yang diharapkan pada penelitian ini > 65 sedangkan pada tes evaluasi siklus I nilai rata-rata sebesar 86 sehingga pada penelitian ini indikator keberhasilannya sudah tercapai.

Guru seharusnya mengubah pola pembelajaran yang menarik sehingga menarik perhatian siswa dan termotivasi untuk lebih giat dalam meningkatkan belajar matematika. Guru seharusnya selalu aktif dalam mengembangkan media pembelajaran guna menunjang keberhasilan pendidikan. Guru yang aktif dan kreatif maka siswanya pun akan aktif dalam belajar dan kreatif dalam menyelesaikan soal.

(6)

DAFTAR PUSTAKA

Dimyati, Mudjiono. 2009 Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta. Budiyono. 2004. Statistika Untuk Penelitian. Surakarta: Sebelas Maret University

press.

Suprijono, Agus. 2012. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Sugiyono.2010.Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Purwanto, Ngalim.2008. Prinsip-prinsip dan teknik evaluasi pengajara. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Gambar

Grafik Prestasi Belajar Matematika

Referensi

Dokumen terkait

Soal : Apabila akan mulai menggunakan program aplikasi yang dilakukan adalah Jawaban : Menekan tombol Icon Start menu yang ada di ujung kiri bawah dekstop. No : 835 Modul

Dalam perspektif teori komunikasi antar pribadi yang terjadi antra klien, perantara, dan ayam kampus memiliki struktur pola tertentu yang dapat di dekati dengan struktur

Berdasarkan latar belakang dan masalah pokok yang dikemukakan sebelumnya, maka dapat dirumuskan hipotesis yaitu “Bahwa pemberian program kesejahteraan karyawan

dalam udang yang t elah dibekukan masih dapat dit erima ialah lebih kecil dari 500. Dengan.. pencucian ini diharapkan j umlah mikroba dapat

Penyelenggaraan praktik kerja lapangan akan membantu peserta didik untuk memantapkan hasil belajar yang diperoleh oleh sekolah serta membekali peserta didik dengan

 Klarifikasi Teknis dan Negosiasi Harga : Memenuhi Syarat dan Wajar. Demikian untuk diketahui dan dapat dipergunakan

Microsft Excel adalah suatu program aplikasi yang berupa kolom dan lajur elektronik yang di tunjukan untuk mengolah dokumen yang berupa angka, dimana angka

Dimensi pengalaman ini berkaitan dengan pengalaman keagamaan, perasaan, persepsi dan sensasi yang dialami seseorang, contohnya perasaan dekat dengan Allah, perasaan nikmat