73
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian bersifat eksplanatif kuantitatif. Di dalam penelitian ini diperlukan suatu kerangka konsep yang memberi konseptual terhadap masalah yang akan diteliti. Pada penelitian ini terdapat upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis, dan
menginterpretasikan kondisi-kondisi yang sekarang ini yang terjadi atau ada.59
Sedangkan penelitian kuantitatif itu sendiri merupakan salah satu jenis kegiatan penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitian baik tentang tujuan penelitian, subyek penelitian, obyek penelitian, sampel data, maupun metodologinya ( mulai pengumpulan data hingga analisis data ). Variabel penelitian terukur dengan berbagai bentuk skala pengukuran, yaitu skala nominal,
ordinal, interval, maupun rasio.60
Dalam penelitian kuantitatif, data yang diperoleh adalah melalui penggunaan teknik-teknik pengukuran yang objektif dan analisis. Dalam
59
Op Cit : Metode Penelitian : Suatu Pendekatan Proporsal, 2007, Hal. 26 60
penelitian ini menggunakan metode kuantitatif yaitu menghubungkan dua atau lebih variabel yang akan diteliti. Mengenai yang akan diteliti yaitu ” Pengaruh
Ello dan Alexandra Asmasoebrata Sebagai Endorser Celebrity Pada Iklan
Shampoo Clear Terhadap Minat Beli Konsumen.Melalui pendekatan eksplanatif
deskriptif yaitu dimana variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian ini dijelaskan atau mendeskripsikan keadaan yang terjadi sehingga dapat terkumpul untuk dianalisis sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut saling berhubungan atau dipengaruhi oleh variabel lainnya yaitu ada tidaknya pengaruh yang ditimbulkan dari pengunaan endorser pada iklan produk Clear yang dapat menimbulkan minat beli konsumen.
Penelitian eksplanatif bertujuan penelitian suatu bentuk hipotesis itu sendiri menggambarkan hubungan antara dua variabel atau lebih yang disebabkan atau dipengaruhi untuk mengetahui apakah suatu variabel berasosiasi atau tidak
dengan variabel lainnya.61 Jenis penelitian eksplanatif menggunakan kerangka
teori yang disusun berdasarkan tinjauan pustaka dan hasil penelitian. Teori tersebut membuat penjelasan teoritis terhadap permasalahan yang diamati sehingga dihasilkan hipotesa.
Penelitian ini yaitu Pengaruh Ello dan Alexandra Asmasoebrata Sebagai
Endorser Celebrity Pada Iklan Clear .Terhadap Minat Beli Konsumen, dimana meneliti hubungan diantara variabel-variabel dan mengetahui sejauh mana pada
61 Sanapiah Faisal, Format-Format Penelitian Dasar (Dasar-Dasar Aplikasi), PT.Raja Grafindo
faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain. Dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bertujuan meneliti hubungan diantara variabel agar terlihat keterkaitan variasi pada suatu faktor dengan variasi pada faktor lainnya yang dapat menimbulkan suatu efek atau pengaruh yang dihasilkan oleh penggunaan endorser pada iklan yaitu sikap minat beli. Pada penelitian ini variabel yang akan diteliti yaitu variabel bebas ( x ) dalam hal ini iklan Clear yang menggunakan
endorser celebrity Ello dan Alexandra Asmasoebrata dan variabel terkait ( y ) yakni minat beli dari konsumen.
3.2 Metode Penelitian
Dalam Penelitian ini menggunakan survey. Metode penelitian survey salah satu ciri khas penelitian survey yaitu dikumpulkannya data dari responden yang banyak jumlahnya dengan menggunakan kuesioner. Tujuan umum survey adalah memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang berbagai reaksi dan preferensi publik. Dalam penelitian ini responden yang telah ditetapkan akan diberikan kuesioner.
Menurut Masri Sangarimbun metode survey ditanda dengan menggunakan proses pengambilan sampel dari suatu populasi serta digunakannya kuesioner ( Questionnaire Method ) sebagai alat pengumpulan data pokok.62 Menurut Shaughenssy dan Zechmeister menyatakan bahwa metode pendekatan
kuesioner ( Questionnaire Method ) bisa dilakukan dalam penelitian dalam rangka memperoleh data yang sesuai dengan tujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel.
Berdasarkan uraian diatas, peneliti menyimpulkan metode survey ini menggunakan kuesioner untuk memperoleh hasil informasi yang akurat dalam penelitian yang sifatnya kuantitatif dengan mempeorleh hasil reliabilitas dan validitas semaksimal mungkin.
3.3 Data Penelitian 3.3.1. Populasi
Menurut Sugiyono, populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya.63 Dari pengertian diatas maka dapat disimpulkan
bahwa populasi adalah objek maupun subjek yang berada pada suatu wilayah dan memenuhi syarat-syarat tertentu dengan masalah penelitian. Populasi merupakan kumpulan objek penelitian. Ukuran suatu populasi dapat beragam, mulai dari jumlah yang sangat besar hingga jumlah sampel yang spesifik. Sebuah populasi dapat dibedakan menjadi populasi sasaran (target Population), yaitu keseluruhan individu dalam area atau wilayah
tertentu atau lokasi atau kurun waktu tertentu sesuai dengan tujuan penelitian.
Karakteristik populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa/I Universitas Mercu Buana. Berdasarkan data jumlah mahasiswa/i Univrsitas Mercu Buana yang aktif, yang diperoleh dari bagian Pengolahan Data Tahun ajaran 2011-2012 (Semester ganjil dan Semester genap) jumlah populasinya sebanyak 5529 orang dengan usia 19 – 35 tahun sehingga pada penelitian ini jumlah populasinya sebanyak 5529 orang yang sesuai dengan kategori usia dari segmentasi konsumen shampoo Clear dengan ketentuan calon konsumen pernah melihat iklan produk shampoo Clear versi Ello dan Alexandra Asmasoebrata.
3.3.2. Sampel
Namun karena adanya keterbatasan-keterbatasan peneliti seperti dalam hal waktu, tenaga, dan biaya, peneliti menarik sebagian kecil dari populasi saja sebagai sampel penelitian. Sampel adalah bagian dari jumlah
dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi.64 Pengertian sampel menurut
Rakhmat, “Sampel merupakan sebagian dari kumpulan objek penelitian
(Populasi) yang dipelajari dan diamati.”65
64 Sugiyono. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : CV Alfabeta. 2002
65 Rakhmat, Jalaludin. Metodologi Penelitian komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Sampel dari penelitian ini yang ditunjuk oleh peneliti yaitu Mahasiswa Mercu Buana Kelas Karyawan Angkatan 2011-2012, Genap-Ganjil yang dapat mewakili dari sekian banyak kaum perempuan dan laki-laki terhadap iklan produk Clear. Dengan mengambil sampel yang sesuai
dengan khalayak sasaran (target market ) adalah Laki-Laki dan Perempuan
yang berusia 19 - 35 tahun.
Menurut Irawan Soehartono,“terdapat syarat yang harus dipenuhi dalam prosedur pengambilan sampel, yaitu sampel harus representative
(mewakili), dan besarnya sampel harus memadai.”66 Suatu sampel yang
representative, yaitu sampel yang mewakili sifat dan kebiasaan dari suatu populasi kebiasaan. Suatu sampel yang baik tersebut harus memenuhi persyaratan mengenai “ukuran” (besarnya) adalah cukup “memadai” yang tergantung kepada sifat populasi dan tujuan penelitian. Semakin besar sampel diambil, maka akan semakin kecil terjadi kemungkinan salah dalam menarik kesimpulan tentang populasi, dan Bailey mengatakan bahwa untuk penelitian yang menggunakan analisis data denga statistic, jumlah sampel yang terkecil adalah 30 subjek/objek, tetapi pakar penelitian lainnya menganggap bahwa sampel jumlah minimum adalah 100 subjek/objek yang
paling tepat.67
66 Ruslan, Rosady. Metode Penelitian : Public Relations dan Komunikasi. Jakarta : PT.
RajaGrafindo Persada. 2003 hal 149 67
Dalam penelitian ini, perhitungan pengambilan sampel dengan menggunakan rumus Taro Yamane dengan, “selang kepercayaan 90% dan presisi 10%. Dengan populasi sebanyak 5529 orang., maka jumlah sampel yang diambil adalah sebagai berikut :
Keterangan : n = Jumlah Sampel
N = Jumpah populasi d = Derajat kepercayaan (10% = 0,1) 1 ) 1 . 0 1 . 0 ( 5529 5529 x n 1 29 . 55 5529 n 29 . 56 5529 n 25 . 98 n dibulatkan menjadi 100
Berdasarkan jumlah sampel di atas, maka dalam penelitian ini jumlah sampel yang akan diambil oleh peneliti sebanyak 100 orang.
N n =
3.4 Teknik Sampling
Teknik sampling adalah prosedur yang dilakukan dalam proses
pemilihan sampel. Sampling atau sampel berarti contoh, yaitu sebagian dari seluruh individu yang menjadi objek penelitian. Dalam penelitian ini teknik pengambilan samplingnya disesuaikan dengan karakteristik penelitian adalah
dengan non probability sampling melalui teknik sampling aksidental.
Menurut Sugiyono teknik pengambilan sampel secara aksidental
adalah teknik penentuan sampel berdasarkan secara kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang tersebut yang kebetulan ditemui itu cocok
sebagai sumber data.68
Dalam penggunaan sampel aksidental ini umumnya sesuai yang akan
dijadikan sampel tersebut cocok dengan sebagai sumber data peneliti. Di samping itu dapat pula kelompok daerah atau wilayah tertentu yang akan digunakan sebagai sampel. Sebuah metode pengambilan sampel yang ideal mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
1. Menghasilkan gambaran yang dapat dipercaya
2. Dapat menentukan presisi dari hasil penelitian
3. Sederhana, hingga mudah dilaksanakan
4. Memberikan keterangan sebanyak mungkin dengan biaya
serendah-rendahnya.
68
Adapun pertimbangan dalam penelitian ini untuk menjadikan populasi sebagai subyek dibawah berikut ini penjelasannya sebagai berikut :
a) Mahasiswa/I Universitas Mercu Buana
b) Usia sesuai dengan target market shampoo Clear
c) Mengetahui Produk shampoo Clear
d) Mengetahui iklan shampoo Clear versi “Ello dan Alexandra Asmasoebrata” mengenai ketombe dan rambut rontok.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
3.5.1. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan dan diolah oleh peneliti yang diperoleh secara langsung dari objek penelitian untuk memecahkan masalah penelitian. Pengumpulan data primer dilakukan melalui metode eksplanatif dengan menggunakan kuesioner. Kuesioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang berusaha menggali variabel-variabel dengan menggunakan teknik likert dengan skala interval.
Menurut Sugiyono Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan pendapat persepsi seseorang atau kelompok orang tentang fenomena sosial ”, jawaban setiap item instrumen dengan menggunakan skala
likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai dengan negatif dapat
berupa kata-kata untuk keperluan analisis kuantitatif.69
Jawaban setiap item diberi skor yaitu : 70
a. Sangat setuju / Selalu / Sangat positif = skor 5
b. Setuju / Sering / Positif = skor 4
c. Ragu-ragu / Kadang-kadang / Negatif = skor 3
d. Tidak setuju / Hampir tidak pernah / Negatif = skor 2
e. Sangat tidak setuju / Tidak pernah / Sangat negatif = skor 1
3.5.2 Data Sekunder
Data sekunder di dapat dari Studi kepustakaan digunakan untuk memberikan dasar teoritis bagi peneliti, tujuan tinjauan pustaka adalah menghubungkan penelitian dengan konteks penelitian yang lebih luas , maka studi kepustakaan ini untuk mendapatkan data yang dapat menunjang
penelitian dan penulisan dalam penelitian tersebut.71
Pada penelitian peneliti memanfaatkan sumber-sumber buku yang berhubungan dengan yang diteliti dan juga memanfaatkan sumber informasi lainnya seperti internet dan majalah untuk melengkapi kepustakaan serta isi dari penelitian tersebut.
69 Sugiyono. Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, Bandung, CV. Alfabeta, 2006, Hal. 86
70 Op Cit : Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R&D, 2006, Hal. 87
71
Rakhmat, Jalaluddin, Metode Penelitian Komunikasi, Bandung , PT. Remaja Rosdakarya 2000, Hal. 107
3.6 Teknik Analisis Data 3.6.1. Uji Validitas
Menurut Arikunto validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat keabsahan suatu alat ukur. Angka validitas menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Semakin tinggi angka validitas, maka
semakin relevan suatu pengukuran, begitu pula sebaiknya.72 Sebuah alat
ukur dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan. Tinggi rendahnya validitas alat ukur menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang
dimaksud.73
Pada penelitian ini perhitungan validalitasnya menggunakan teknik analisa faktor. Menurut Andi dalam SPSS 12.0 analisa faktor merupakan cara yang digunakan untuk mengidentifikasi variabel dasar atau faktor yang menerangkan pola hubungan dalam suatu himpunan variabel
observasi.74
72
Arikunto Suharsini, Metode Penelitian; Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta, Rineka Cipta, 2002. Hal 56.
73 Rangkuti, Measuring Customer Satisfaction, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama, 2002, Hal. 77
74
Analisis faktor sering digunakan ada reduksi data untuk mengindetifikasi suatu jumlah kecil faktor yang menerangkan beberapa faktor yang mempunyai kemiripan karakter. Tujuan reduksi data untuk mengeliminasi variabel independen yang saling berkorelasi sehingga akan diperoleh jumlah variabel yang lebih sedikit dan tidak berkorelasi variabel-variabel yang saling berkorelasi mungkin mempunyai kesamaan atau kemiripan karakter dengan variabel lainnya, sehingga dapat dijadikan menjadi suatu faktor.
3.6.2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas merupakan ukuran konsistensi skor yang dicapai oleh orang yang sama pada kesempatan yang berbeda, apabila pengukuran dilakukan lebih dari satu kali fenomena yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama. Ide pokoknya adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat dipercaya. Uji reliabilitas sangat penting karena sebuah pernyataan yang reliabel mungkin saja tidak valid, tetapi jika pertanyaan tersebut tidak realiabel, maka pasti tidak valid.
Dalam menguji reliabilitas, peneliti menggunakan metode
pengukuran Cofficient Cronbach’s Alpha, yaitu rata-rata dari semua
koesfisien korelasi belah dua yang mungkin dibuat dari suatu alat ukur. Uji
reliabilitas dalam penelitian ini dilakukan one shot atau pengukuran sekali
saja, yakni hanya dengan sekali test atau percobaan dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pernyataan lain atau mengukur korelasi
antar-jawaban pertanyaan. Analisinya sendiri menggunakan Cronbach Alpha
(a). Menurut Nunnally suatu variabel dikatakan reliabel jika memiliki nilai
Cronbach Alpha (a) >0,60. berikut merupakan tabel standarisasi
pengukuran reliabilitas melalui Cronbach Alpha (a).
Tabel 3.1
Tabel Standarisasi Pengukuran Reliabilitas
Melalui Cronbach Alpha (A)
Nilai Alpha Keterangan
0,0 – 0,2 Reliabilitas data buruk
0,2 – 0,4 Reliabilitas data kurang
0,4 – 0,7 Reliabilitas data cukup
0,7 – 1,00 Reliabilitas data baik
Analisis data yang digunakan adalah analisis korelasional bertujuan untuk meneliti sejauh mana variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain.
Maka dari itu peneliti menggunakan menggunakan kuesioner, karena penelitian ini bersifat kuantittaif, dimana data informasi diolah ke dalam bentuk angka-angka tabel. Kemudian data-data informasi tersebut
diorganisasikan kedalam bentuk tabel-tabel yang disesuaikan dengan hasil jawaban dari responden.
3.6.3. Analisis Deskriptif Tabel Frekuensi
Pengunaan teknik analisis ini untuk mengungkapkan gambaran data secara deskriptif dengan cara menginterpretasikan hasil pengolahan lewat tabulasi frekuensi guna menyingkap kecenderungan data nominal
empirik dan deskripsi data seperti mean, median, mode, simpangan baku,
variance dan skewness ( kemencengan ) guna mengetahui keadaan interval berdasarkan hasil penelitian lapangan. Hasil analisis deskriptif berguna untuk mendukung interpretasi terhadap analisis dengan teknik lainnya.
Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, yakni menggunakan tabel frekuensi. Tujuan dari analisis deskriptif ini untuk mengetahui tabel frekuensi atau prosentase jawaban responden terhadap pernyataan-pernyataan yang akan disajikan. Berikut dibawah ini dalam analisis deskiptif menggunakan tabel frekuensi serta dengan rumus untuk melihat jumlah prosentasenya adalah
3.6.4. Analisis Skala Likert
Dalam skala likert, kemungkinan jawaban tidak sekedar ” setuju dan tidak setuju ”, melainkan dibuat lebih banyak kemungkinan
jawabannya. Skala likert merupakan metode penghitungan dengan menjumlahkan skor jawaban responden terhadap masing-masing penyajian
serta mengukur hasil skor tersebut Apakah masuk dalam klasifikasi
penelitian ini menggunakan skala pengukuran Likert 5 poin dengan:
(1) Sangat Tidak Setuju (2) Tidak Setuju
(3) Ragu - ragu (4) Setuju
(5) Sangat Setuju
Skor untuk sangat setuju : 5 x 100 = 500
Skor untuk setyuju : 4 x 100 = 400
Skor untuk ragu-ragu : 3 x 100 = 300
Skor untuk tidak setuju : 2 x 100 = 200
Skor untuk sangat tidak setuju : 1 x 100 = 100
Prosentase total jawaban responden. Dengan membagi total skor jawaban responden dengan skor ideal serta mengalikannya dengan / 100 (N / skor ideal x 100%, N: total skor jawaban responden). Kriteria interpretasi skor adalah:
Angka = 21% - 40% : Lemah
Angka = 41% - 60% : Netral
Angka = 61% - 80% : Kuat
Angka = 81% - 100% : sangat kuat
Prosedur pemakian skala likert ini dengan menggumpulkan sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan yang diteliti. Kemudian membuat nilai total untuk setiap responden dengan menjumlah nilai untuk seluruh jawaban dengan cara membandingkan jawaban antara dua responden yang mempunyai skor total yang sangat berbeda, tetapi memberikan jawaban yang sama untuk pertanyaan tertentu. Dan pertanyaan yang sama akan dijumlahkan untuk membentuk variabel baru
dengan menggunakan teknik sumatted rating.
3.6.5. Analisis Korelasi dan Regresi
Istilah regresi pertama kali digunakan oleh Galton dalam analisis statistik untuk menyimpulkan hasil penelitian. Analisis regresi digunakan pada bagaian ini adalah regresi yang didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel indenpenden dengan satu variabel dependen untuk memulai analisis regresi diawali dengan uji analisis korelasi, karena kedua model analisa ini akan menunjukkan bagaimana sifat hubungan anatra dua
variabel dan beberapa besarnya dua hubungan variabel tersebut.75 Tujuan analisis regresi adalah untuk mengetahui pengaruh ( hubungan ) variabel bebas ( independent ) terhadap variabel terikat ( dependent ). Artinya variabel terikat merupakan fungsi dari variabel bebas, sehingga estimasi pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diamati dari besar kecilnya koefisien regresi ( koefisien arah ) dari fungsi tersebut.
Analisis korelasi digunakan dalam penelitian ini sebagai patokan atau acuan kuat tidaknya derajat hubungan antara dua variabel, maka dapat dilihat
melalui nilai Koefisien Korelasi sebagai berikut :
<0,20 Hubungan rendah sekali 0,20 – 0,39 Hubungan rendah tetapi pasti
0,40 – 0,70 Hubungan rendah namun cukup berarti 0,71 – 0,90 Hubungan yang tinggi ; kuat
> 0,90 Hubungan yang sangat tinggi, kuat sekali
Analisis regresi yang digunakan pada bagian ini adalah regresi yang didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen. Untuk memulai analisis regresi diawali dengan uji analisis korelasi, karena kedua model analisa ini akan menunjukkan bagaimana sifat hubungan antara dua variabel dan berapa besarnya dua hubungan variabel tersebut.
75
Arikunto, S. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta, Rineka Cipta, 2002, Hal. 264
Untuk menentukan regresi pada persamaan garis berdasarkan suatu rumus matematik yang menunjukkan hubungan antara variabel yang diketahui dengan variabel yang belum diketahui, sedang analisa korelasi akan menunjukkan berapa besar tingkat hubungan dua variabel.
Analisis regresi, peneliti menggunakan beberapa cara yaitu :
1. Jumlah kuadrat terkecil (the least square’s method), dengan
rumus Y’ : a + bX.
2. Nilai beta. Bila koefisien korelasi tinggi maka nilai beta juga
besar dan sebaliknya bila koefisien korelasi rendah maka nilai beta juga rendah.
Selain itu peneliti juga menggunakan bantuan program SPSS
(Statistical Package for Social Science) melalui beberapa tahap-tahap sebagai berikut :
1. Editing yakni melakukan edit terhadap data yang telah dikumpulkan dari hasil survey dilapangan.
2. Coding yakni proses pengubahan data-data menjadi angka
3. Tabulasi yakni proses pemasukan data kedalam komputer dan
memproses data tersebut kedalam bentuk tabel.
Rumus yang digunakan untuk menganalisa data-data mengenai penelitian korelasi antara variabel-variabel maka menggunakan korelasi
Product Moment Person, yakni rencana analisis yang digunakan untuk mencari hubungan dan membuktikan hipotesis hubungan dua variabel bila
data kedua variabel berbentuk interval atau ratio, dan sumber data dari dua
variabel atau lebih adalah sama76
Keterangan :
r x y = Pearson – r
∑ x y = Jumlah skor distribusi x ∑ y = Jumlah skor distribusi y
∑ x y = Jumlah skor distribusi skor x dan y N = Jumlah responden x dan y yang
mengisi kuesioner
∑ X2 = Jumlah kuadrat skor distribusi x ∑ y2 = jumlah kuadrat skor distribusi y
76 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian, Alfabeta, Bandung, 2005,hal 213-214 2 2 2 2 y y n . x x n x -xy n r y 2 1 2 r n r t
Koefisien regresi harus diuji secara statistik. Jika signifikan maka garis regresi dapat diramalkan sebagai hubungan yang kuat antara nilai-nilai variabel bebas dan variabel terikat. Besar atau kecilnya pengaruh ( hubungan ) variabel bebas terhadap variabel terikat dapat diukur dari perhitungan nilai koefisien determinasi ( r2 ). Sedangkan positif atau negatifnya hubungan antara variabel terikat dan variabel bebas ditentukan oleh tanda plus ( + ) atau minus ( - ) dari nilai koefisien regresi ( tanget arah ).
Untuk memberi penafsiran tingkat koefiesien korelasi, maka peneliti berpedoman pada ketentuan yang tertera pada tabel sebagai berikut ini :
Tabel 3.2
Pedoman Interpretasi Terhadap Koefisien Korelasi
Tabel interval diatas dapat dijadikan pedoman untuk menentukan besaran tingkat nilai koefisien korelasi yang didapat antara variabel. Variabel
Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0,00 – 0, 199 Sangat rendah
0,2 – 0, 399 Rendah
0,40 – 0, 599 Sedang
0,60 – 0, 799 Kuat
X ( Pengaruh Penggunaan Endorser Celebrity Pada Iklan Celar Versi Ello dan Alexandra Asmasoebrata ) terhadap Y ( Minat Beli Konsumen ).
3.7 Definisi Operasional Konseptual
Dalam penelitian ini, ada beberapa konsep yang perlu dikur melalui pernyataan indikator dalam bentuk pernyataan tertutup kepada responden. Pernyataaan tertutup digunakan untuk membatasi jawaban responden hanya dalam skala yang diberikan peneliti. Konsep – konsep yang ingin diukur dalam penelitian ini adalah pengaruh dalam penggunaan endorser pada iklan terhadap minat beli konsumen.
Pada penelitian ini ada beberapa hal yang perlu diukur dari masing-masing variabel melalui sejumlah indikator dalam bentuk pertanyaan kepada responden berikut ini operasionalisasi konsep indikator variabel yang diteliti :
1. Variabel X : Pengaruh Penggunaan Endorser Celebrity Pada Iklan Shampoo Clear Versi ” Ello dan Alexandra Asmasoebrata ”
3.8
OPERASIONALISASI KONSEP
Tabel 3.8
Variabel Dimensi Sub Dimensi Indikator Skala Likert
Endorser Celebrity
Visibility Familiarity
1. Tingkat eksistensi
kepopuleran endorser dinilai cukup tinggi.
Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Credibility Endorser Expertise 2. Endorser memiliki pengetahuan di bidangnya khsusunya dibidang musik. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju 3. Endorser memiliki
kualitas bernyanyi yang baik.
4. Tingkat prestasi yang
dimiliki endorser tidak
diragukan lagi dibidang
entertainment.
5.Endorser mempunyai
pengalaman untuk
Trustworthiness 6. Endorser dapat dipercaya untuk membintangi iklan Clear. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju 7.Endorser mampu menyakinkan khalayak mengenai kualitas produk Clear. 8. Endorser layak digunakan sebagai endorser celebrity
ditampilkan dalam iklan Clear Versi Ello dan Alexandra Asmasoebrata. Attractions Daya Tarik Similiarity 9. Kesamaan endoser dengan memiliki
kesamaan karakter dengan pemirsa dalam hal target market.
10. Kesamaan kelas social iklan yang dibintangi endorser memiliki
kesamaan karkter dengan pemirsa. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
Likeability
11. Penampilan endorser
dalam iklan Clear sangat menarik. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju 12. Keterpanaan endorser
dalam iklan Clear dapat mencerminkan karakter produk yang
ditampilkan.
Power Power
13. Kekuatan yang dimiliki dari penggunaan endorser dalam iklan clear membuat ingin mengetahui produk clear yang diiklankan
Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju Minat Beli Konsumen
Afective Liking 1. Menyukai Clear sebagai produk perawatan rambut. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
2. Menyukai kualitas dari
produk Clear dalam kehidupan sehari-hari.
3. Menyukai Clear karena dapat menjadikan percaya diri.
Preference 4. Lebih memilih produk Clear sebagai produk perawatan rambut. Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
5. Lebih memilih shampoo
Clear dibandingkan merk lain untuk perawatan rambut.
6. Lebih memilih produk
Clear karena shampoo anti ketombe pertama di indonesia. Conviction 7. Yakin akan menggunakan produk Clear Skala Interval SS : Sangat setuju S : Setuju R : Ragu-Ragu TS : Tidak Setuju STS : Sangat Tidak Setuju
8. Yakin akan membeli