• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Perbaikan Citra Underwater Menggunakan Metode Stretching Model Warna RGB-HSI Dan Homomorphic Filtering

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Perbaikan Citra Underwater Menggunakan Metode Stretching Model Warna RGB-HSI Dan Homomorphic Filtering"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Sholeh Tri Norrochim¹, Tjokorda Agung Budi Wirayuda², Sriyani Violina³

¹Teknik Informatika, Fakultas Teknik Informatika, Universitas Telkom

Abstrak

Pada Tugas Akhir ini dilakukan proses perbaikan pada citra digital yang mengalami gangguan pada pencahayaan dan terkena derau. Proses perbaikan pencahayaan menggunakan stretching contrast pada model warna RGB dan stretching saturation dan intensity pada model warna HIS serta penghilangan derau menggunakan homomorphic filtering. Parameter yang akan digunakan dalam stretching adalah contrast, saturation dan intensity. Sedangkan parameter yang digunakan dalam homomorphic filtering adalah cutoff dan order, alphaL dan alphaH.

Berdasarkan implementasi sistem yang telah dibangun, stretching dan homomorphic filtering dapat menghasilkan perbaikan citra dengan performansi yang cukup tinggi. Pengevaluasian lebih dari satu citra dengan beragam tingkatan blue color, brightness, saturation dan derau, yang dilakukan pada perhitungan CII dan PSNR memberikan hasil yang baik pada citra-citra uji lainnya. Berdasarkan hasil pengujian, performansi stretching dipengaruhi oleh komposisi dari parameter-parameternya. Pada homomorphic filtering parameter alphaH dan alphaL yang dinilai menghasilkan hasil optimum adalah 2,5 dan 0,5-1, sedangkan pada butterworth high pass parameter cutoff dan order memiliki kisaran 0-500 dan 0-6.

Kata Kunci : perbaikan, stretching, homomorphic filtering, kontras, saturasi, intensitas, cutoff, alphaL, alphaH

Abstract

In this final project, enhancement process is implemented on digital image that got disturbance in lighting and noise. Process enhancement in lighting using contrast stretching on RGB color model and saturation-intensity on HIS color model, while noise removal using homomorphic filtering. Parameters that will be used in stretching are contrast, saturation, and intensity. While parameters that will be used in homomorphic filtering are cutoff, order, alphaL and alphaH. According to implementation of system builded, stretching and homomorphic filtering could make improvement of image with sufficient of high-performance. The evaluating process which involve images in different classes of blue color, brightness, saturation and noise which is did on calculating of CII and PSNR give good result to another test images. Based on testing, stretching is affected of blend of parameters. Parameters of homomorphic filtering, alphaH and alphaL, that are assessed by system could provide optimal performance are 2.5 and 0.5-1, while butterworth high pass parameters, cutoff and order, have range 0-500 and 0-6.

Keywords : enhancement, stretching, homomorphic filtering, contrast, saturation, intensity, cutoff, alphaL, alphaH

(2)

1

1.

Pendahuluan

1.1

Latar belakang masalah

Indonesia memiliki wilayah yang sebagian besar berupa lautan yaitu hampir 70% dari total luas Indonesia [2]. Alam bawah air khususnya di perairan laut menyajikan beragam kekayaan alam baik berupa benda hidup dan benda mati yang perlu kita eksploitasi lebih.

Biasanya para ilmuwan dalam melakukan pengamatan kehidupan di dalam perairan melakukan dokumentasi berupa video maupun foto. Video atau foto ini tentu saja sangat penting guna menggambarkan bagaimana keadaan di dalam perairan yang sebenarnya. Tetapi hasil dokumentasi yang didapat tidaklah sejelas bila dibandingkan dengan dokumentasi yang diperoleh di daratan. Sebagian cahaya matahari yang mengarah ke air mengalami pemantulan dan sebagian lagi berhasil masuk ke dalam air [3]. Cahaya matahari yang berhasil masuk akan mengalami penyerapan oleh molekul air dan bahan organik maupun partikel kecil yang terlarut [4][8]. Penyerapan ini berdampak pada tujuh elemen warna yang dimiliki cahaya matahari. Tujuh elemen warna cahaya matahari memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menembus air. Panjang gelombang warna ungu dan biru adalah yang paling efisien dalam penyebaran. Laut tidak berwarna ungu melainkan berwarna biru karena mata kita lebih sensitif terhadap sinar biru, matahari juga mengeluarkan lebih banyak energi berupa sinar biru bukan sinar ungu [17]. Oleh karena itu jika dokumentasi dilakukan di perairan yang semakin dalam maka yang diperoleh adalah warna biru yang semakin mendominasi. Selain itu juga adanya efek iluminasi saat pengambilan citra oleh device. Hal-hal inilah sebab mengapa perlu dilakukan perbaikan kualitas video maupun foto di dalam air.

Beberapa variasi metode telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini. Teknik pemodelan histogram melakukan pemodifikasian gambar sehingga diperoleh bentuk histogram yang sesuai dengan apa yang diinginkan. Dengan teknik ini diharapkan kontras yang optimal pada gambar secara keseluruhan dapat diperoleh. Masalah selanjutnya dihadapi ketika pencahayaan di dalam air tidak seragam sehingga menuntut perlakuan yang berbeda untuk daerah yang berbeda pada citra. Untuk mengatasi ini dikembangkan local histogram equalization. Strategi ini memiliki tahapan berupa pendefinisian sebuah n x n pixel tetangga, penghitungan histogram dari area tersebut, dan menerapkan fungsi penyeimbangan cahaya. Hal ini tidak efisien karena tahapan tersebut berulang pada pixel berikutnya sehingga sangat memakan waktu. Selain itu juga adanya kecenderungan memperkuat derau pada gambar di daerah yang memiliki kontras yang buruk [6]. Metode lain seperti GW (Grey World) memberikan warna gambar secara keseluruhan seimbang dilihat dari keberagaman warna kromatis pada hue histogram. Tetapi keberagaman warna kromatis tersebut tidak sepenuhnya beragam, ada sedikit warna kemerahan [7].

Dalam tugas akhir ini diajukan beberapa metode perbaikan kualitas citra bawah air dengan menerapkan metode stretching color model RGB-HSI dan homomorphic filtering. Pada tahap

(3)

Intensity) pada citra secara bertahap. RGB diterapkan untuk menyeimbangkan kontras warna dalam citra. Sedangkan HSI diterapkan untuk meningkatkan true color dan memecahkan masalah pencahayaan pada citra [1]. Setelah itu diterapkanlah metode homomorphic filtering

untuk mengurangi non-uniform illumination dan menajamkan citra[9].

1.2

Perumusan masalah

Rumusan masalah yang dapat dijabarkan dan diteliti adalah:

1. Bagaimana menerapkan metode-metode di atas dalam perbaikan citra bawah air.

2. Bagaimana menganalisis sistem yang dapat melakukan perbaikan citra bawah air. 3. Bagaimana mengukur performansi metode-metode tersebut.

Adapun batasan masalah mengenai Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Citra yang diperbaiki kualitasnya adalah citra yang diambil dari dalam air laut, yaitu terdapat beberapa biota laut

2. Pengujian dilakukan pada 30 citra dimana citra didapat dari http://www.seafriends.org.nz/images/fish.htm

3. Pengukuran performansi homomorphic filtering dilakukan dengan menghitung nilai Mean Square Error (MSE) dan Peak Signal to Derau Ration (PSNR). Pengukuran performansi stretching dilakukan dengan menghitung Contrast Improvement Index (CII) dan Mean Opinion Score (MOS)

4. Citra memiliki format file bmp

1.3

Tujuan

Tujuan pengerjaan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Menerapkan metode stretching model warna RGB-HSI, dan homomorphic filtering pada perbaikan citra bawah air

2. Mengetahui performansi menggunakan metode stretching model warna RGB-HSI dan

homomorphic filtering dalam perbaikan kualitas citra bawah air

1.4

Metodologi penyelesaian masalah

Metodologi untuk pemecahan masalah dalam hal ini adalah dengan menerapkan langkah-langkah berikut:

1. Identifikasi masalah

Pertama kali yang dilakukan dalam proses penyelesaian masalah adalah dengan mengidentifikasi permasalahan yang akan dibuatkan solusinya.

2. Pengumpulan data

(4)

3 3. Literatur referensi

a. Pencarian referensi yang berkaitan dengan stretching pada RGB dan HSI serta

homomorphic filter dan bagaimana penerapannya dalam memberikan solusi.

b. Mempelajari dan memahami bagaimana perancangan sistem menggunakan stretching

paduan model warna RGB dan HSI serta homomorphic filter. 4. Perancangan sistem

Terdapat tiga tahapan utama dalam proses perancangan sistem, yaitu sebagai berikut:

1. Contrast stretching RGB

Untuk menyeimbangkan kontras antar piksel pada citra.

2. Saturation and intensity stretching HSI

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan warna sebenarnya dan memecahkan permasalahan terhadap pencahayaan.

3. Homomorphic filtering

Dilakukan untuk mengurangi derau pada citra.

Tahapan-tahapan dalam metode stretching dapat direpresentasikan menggunakan gambar berikut:

Gambar 1-1 Tahapan stretching

Tahapan-tahapan dalam metode homomorphic filtering dapat direpresentasikan menggunakan gambar berikut:

Gambar 1-2 Tahapan Homomorphic Filtering

5. Implementasi

Setelah dilakukan perancangan sistem maka dibuatlah aplikasinya

6. Analisa hasil

Input image Contrast stretching RGB Transform RGB to HSI Saturation & Intensity stretch Output Image

Input image Ubah ke domain log Transformasi fourier gambar filtering Inverse transformasi fourier Operasi eksponensial Output image

(5)

7. Pembuatan laporan

(6)

32

5. Kesimpulan dan Saran

5.1 Kesimpulan

Dari hasil pengujian sistem, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Stretching dan homomorphic filtering dapat diimplementasikan pada kasus perbaikan citra bawah air berdasarkan pengujian dengan MOS dan PSNR. 2. Dalam hal melakukan perubahan nilai kontras, penerapan stretching saturasi

dan intensitas pada model warna HSI memiliki pengaruh yang lebih besar bila dibandingkan dengan stretching intensitas pada model warna RGB. 3. Pada homomorphic filtering penentuan nilai yang tepat untuk parameter

cutoff dan order dapat menghasilkan nilai yang optimum pada PSNR dan MSE sedangkan pada stretching tergantung pada kombinasi parameter-parameternya.

5.2Saran

Berdasarkan hasil analisis terhadap penggunaan stretching dan homomorphic filtering dalam perbaikan citra bawah air, terdapat aspek yang masih bisa dikembangkan untuk mendapatkan parameter yang menghasilkan

performansi yang lebih optimal. Adapun saran-saran yang dapat diajukan adalah:

1. Pada homomorphic filtering perlu mengadopsi algoritma genetika atau jaringan syaraf tiruan untuk mendapatkan parameter dengan hasil optimal.

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

(7)

[1] Kashif Iqbal, Rosalina Abdul Salam, Azam Osman and Abdullah Zawawi Talib, “ Underwater Image Enhancement Using an Integrated Colour Model”

[2] Crayonpedia,

http://www.crayonpedia.org/mw/Perubahan_Wilayah_Laut_Teritorial_di_Indon esia_6.1

[3] J.Floor Anthoni 2005, http://www.seafriends.org.nz/phgraph/water.htm

[4] Underwater Images for Aquatic Robot inspection Lecture Notes in Computer Science 3757, Springer A. Rangarajan, B.C. Vemuri, A.L. Yuille (Eds.), 2005, pp.60-73, ISBN:3-540-30287-5

[5] Syaikh Abdul Majid Az-Zindani, Lapisan-lapisan Kegelapan di Lautan Dalam http://www.eramuslim.com/syariah/quran-sunnah/lapisan-lapisan-kegelapan-di-lautan-dalam.htm

[6] Rafael Gracia, Tudor Nicosevici, Xevi Cuffi, On the Way to solve Lighting Problems in Underwater Imaging, IEEE Trans on Signal Processing, November 2002

[7] M. Chambah, D. Semani, A. Renouf, P. Courtellmont, A. Rizzi, Underwater Color Constancy: Enhancement of Automatic Live Fish Recognition

[8] Stephane Bazeille, Isabelle Quidu, Luc Jaulin, Jean-Phillipe Malkasse, “Automatic Underwater Image Pre-Processing

[9] Hyun Yoon, Jeong and Man Ro, Yong “Enhancement of the Contrast in Mammographic Images Using the Homomorphic Filter Method”

[10] Padmavathi, P. Subashini, Muthu Kumar and Suresh Kumar Thakur, “Comparison of Filters used for Underwater Image Pre-Processing”

[11] Salam, Rosalina Abdul, “Applications of Image Processing and Shape Recognition to Underwater Image”

[12] See, John, “Digital Image Processing” [13] Bebis, “Frequency Domain Filtering”

[14] Drew, Steve, “Anatomy And Physiology Of The Eye, Contrast, Contrast Sensitivity, Luminance Perception And Psychophysics”

[15] Ebook “Image Enhancement: Filtering in the Frequency Domain” from http://www.comp.dit.ie/bmacnamee

[16] Y. Schechner, Yoav and Karpel, Nir, “Clear Underwater Vision”

[17] NASA, ''What Wavelength Goes With a Color'', http://science-edu.larc.nasa.gov/EDDOCS/Wavelengths_for_Colors.html#violet

[18] R. Fisher, S. Perkins, A. Walker, E. Wolfart (2003), “Contrast Stretching'', http://homepages.inf.ed.ac.uk/rbf/HIPR2/stretch.htm

Gambar

Gambar 1-1 Tahapan stretching

Referensi

Dokumen terkait

a) Adanya upaya anggota kelapa sawit dalam meningkatkan kesejahteraan seperti meminjam modal kepada lembaga koperasi. Dengan adanya koperasi unit desa anggota lebih

Program Pengawasan Sanitasi Tempat- Tempat Umum (TTU) Program ini meliputi kegiatan pengawasan terhadap tempat- tempat umum dan tempat pengolahan makanan yang

Maknanya apabila kualitas produk sepatu Vans menggunakan kualitas yang terbaik, material yang memberikan kenyamanan dan menggunakan bahan yang mudah diperbaiki sehingga tahan lama

Ungkapan larangan yang terdapat pada masyarakat Bali umumnya dan masyarakat petani Tabanan khususnya merupakan ungkapan yang mengandung makna sesuatu boleh

Turbin Kaplan adalah turbin yang beroperasi pada head yang rendah dengan kapasitas aliran yang tinggi atau bahkan beroperasi pada kapasitas yang sangat rendah.. Hal ini karena

Penelitian ini berjudul Pengaruh Tingkat Margin, Pengetahuan Nasabah, Prosedur Pembiayaan Dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Mengambil Pembiayaan Murabahah (Studi

Mekanisme yang dapat menjelaskan keadaan ini adalah usia menarche yang lebih cepat dan usia menopause yang lebih lambat akan membuat wanita terpapar jauh lebih lama

Tujuan utama dari penelitian ini yaitu meneliti pengaruh agregat substandar bernilai abrasi tinggi (>40%) yang divariasi dengan agregat standar (abrasi ≤40%)